Anda di halaman 1dari 4

1.

3 BUSSINESS FUNCTION PICK AND PACK


1.3.1 CRITICAL SUCCESS FACTORS
Salah satu faktor kesuksesan dari Apotek K24 adalah tersedianya layanan antar.
Sehingga hal ini akan mempermudah pelanggan dalam melakukan pemesanan melalui
telpon maupun online lewat smartphone (m-commerce). Pencatatan pemesanan
penjualan ini akan langsung dicatat pada saat terjadinya pemesanan serta pendapatan
berupa kas akan diterima setelah barang yang dipesan serta kertas tagihan dikirim
kepada orang yang memesan/pelanggan. Sehingga kemungkinan untuk terjadi
kecurangan atau kesalahan catat akan berkurang. Selain itu faktor lainnya adalah
penjualan barang secara langsung di tokonya, pembayarannya dilakukan melalui kasir
menggunakan system yang banyak digunakan oleh toko-toko. Sehingga tidak atau
jarang terjadi kesalahan catat.
1.3.2 PROBLEM AREA
Terjadinya kehabisan stok barang/obat di apotek tersebut, atau ketidakcocokan
pesanan yang diminta oleh pelanggan dengan pesanan yang diantarkan oleh pegawai
toko tersebut. Sehingga dari sinilah bisa terjadi masalah kesalahan catat. Karena
pegawai toko akan langsung mencatat yang dipesan oleh pelanggan lewat layanan antar
tersebut. Sehingga akan terjadi kesalahan catat dan terjadinya return barang yang
menumpuk (jika terus terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian order barang pesanan).
Selain itu, terjadinya barang yang belum terdaftar. Sehingga harus dilakukan pencatatan
manual terhadap barang yang dijual tersebut dan kemungkinan kesalahan catat bisa saja
terjadi.
1.3.3 DATA INFORMATION SOLUTION
Apotek K24 seharusnya mengecek dan mengkonfirmasi terlebih dahulu
barang/obat yang dipesan oleh pelanggan melalui telpon, dan disesuaikan barang/obat
tersebut dengan harganya dan kode barangnya tersebut sehingga tidak terjadi kesalahan
catat baik harga atau kode barang.
1.4 BUSINESS FUNCTION - SHIPPING

1.4.1 SISTEM SHIPPING PADA APOTEK K-24


Shipping adalah suatu proses pengiriman barang antara dua pihak atas dasar
persetujuan. Pada pembahasan apotek K-24 ini, shipping terjadi dari supplier ke
franchise apotek-24 dan shipping dari franchise apotek-24 tersebut ke konsumen.
1.4.2 CRITICAL SUCCESS FACTOR
- Keadaan produk tidak cacat baik sampai ke toko ataupun hingga ke konsumen
- Kualitas pengepakan sehingga barang terjamin secara shipping
- Produk yang dikirim sesuai dengan yang dimaksud
- Jangka waktu shipping yang direncanakan sesuai dengan jangka waktu shipping saat
pelaksanaan
- Barang sampai dengan keadaan utuh sesuai kuantitas
1.4.3 PROBLEM AREA
- Keadaan barang saat sampai ke tempat tujuan cacat
- Kualitas pengepakan yang buruk sehingga mempengaruhi kualitas barang juga
- Produk yang datang tidak sama sesuai ekspektasi
- Barang datang terlambat
- Barang hilang selama perjalanan
1.4.4 DATA INFORMATION SYSTEM
- Data barang yang cacat saat diterima
- Data barang yang dikirim
- Nota barang yang diterima
- Laporan pengiriman barang terlambat datang
- Laporan kepuasan pelanggan terhadap barang yang diterima

- Laporan pengiriman barang tepat waktu


- Laporan pengiriman barang hilang atau tidak sampai sesuai kuantitas yang
seharusnya
- Laporan penerimaan barang dari supplier
1.5 BUSINESS FUNCTION BILLING AND A/R
1.5.1 SISTEM BILLING DAN A/R PADA APOTEK K-24
Pada dasarnya sistem penjualan yang ada di Apotek K-24 tidak
memperbolehkan dan tidak menerima penjualan yang bersifat kredit.

Yang bisa

dilakukan adalah penjualan dengan menerima pembayaran dari kartu kredit. Namun
pembayaran dengan menggunakan kartu kredit tidak dianggap sebagai penjualan
kredit kepada Apotek K-24. Ini disebabkan karena penjualan tersebut dibayar secara
tunai oleh penyedia kredit. Namun dalam sistem penagihan, kita lebih membahas
perihal mekanisme pembayaran pada Apotek K-24 itu sendiri.
1.5.2 CRITICAL SUCCESS FACTOR
- Kesalahan dalam input informasi yang menyebabkan kesalahan dalam jumlah
pembayaran yang ditagihkan
- Pembatalan dalam pembelian ketika pembayaran yang disebabkan oleh berbagai
alasan, misalnya uang yang dibawa pelanggan kurang (tidak mencukupi)
- Penentuan harga yang harus dibayarkan atas obat-obat yang berupa obat yang harus
diracik terlebih dahulu oleh apoteker-apoteker di apotek.
1.5.3 PROBLEM AREA
- Kelebihan bayar atau kurang bayar atas suatu pembelian
- Ada kemungkinan untuk petugas penagihan melakukan fraud
- Kesulitan dalam menentukan standar harga terhadap obat-obat yang bukan produk
manufaktur
1.5.4 DATA INFORMATION SYSTEM

- Singkronisasi antara barcode produk dengan database apotek


- Harus ada segregation of duty antara petugaas penagihan dengan pencatatan. Jika
ada transaksi yang mau dibatalkan, maka yang membatalkan harus dari divisi
pencatatan sehingga tidak ada penyelewengan
- Ditetapkan standar terhadap tingkat pelayanan dan resep obaat-obat yang diracik
sesuai resep dokter