Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH MODULASI

DIGITAL 4 PSK

DISUSUN OLEH :
DIMAS DWI PRAKOSO
1241160023
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL (D-IV)

TEKNIK ELEKTRO
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL (IV)

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmatnya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.yang berjudul MODULASI
DIGITAL
Adapun maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh penilaian dari dosen dan pemahaman tentang Modulasi Digital.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya atas
segala bantuan moril maupun spiritual kepada:
1. Allah SWT yang karena limpahan rahmat-Nya penulis bisa melaksanakan penelitian , serta
menyelesaikan pembuatan Laporan Akhir ini tepat pada waktunya.

2. Ir. Tundung Subali Patma, M.T. Direktur Politeknik Negeri Malang.


3. Supriatna Ketua Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang.
4.

M.Sarosa, Dipl.Ing,MT,Dr selaku ketua prodi jaringan telekomunikasi digital

5.

Hadiwiyatno, ST, MT selaku dosen pengajar Digital Video Broadcast senantiasa


membimbing saya dalam pelajaran tersebut .

6. Keluarga tersayang, terima kasih untuk segala cinta kasih kalian kepada penulis serta doa dan
harapan yang besar untuk membimbing menuju gerbang kesuksesan
7. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.

Dengan keikhlasan dan kerendahan hati, semoga budi dan jasa baik, bantuan, doa serta
dorongan yang telah diberikan kepada penulis, semoga Allah SWT senantiasa melipat gandakan
pahala atas amal baik yang diberikan.
Akhir kata penulis ,mengharapkan saran, kritik dan g masukan-masukan dari semua pihak yang
membaca makalah ini demi kesempurnaan isi dari makalah-makalah di masa yang akan datang.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait
maupun bagi para pembaca.

Malang, Oktober 2015

Dimas Dwi Prakoso

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada massa saat ini sesuai perkembangan zaman yang semakin modern Aktivitas
kehidupan sehari hari banyak bergantung dari penggunaan informasi. Bentuk-bentuk
informasi adalah beraneka ragam, antara lain dalam bentuk bahasa lisan, tertulis atau data
tertulis/gambar. Informasi bisa diolah,disimpan dan disalurkan. Teknologi-teknologi baru
telah dikembangkan untuk melakukan hal-hal tersebut. Salah satu sarana yang paling penting
dalam penyaluran informasi adalah dengan mengkonversikan informasi ke dalam bentuk
sinyal listrik dan mentransmisikannya dalam jangkauan jarak tertentu menggunakan suatu
media komunikasi.
Modulasi adalah suatu proses dimana property atau parameter dari suatu gelombang
divariasikan secara proporsional terhadap gelombang yang lain. Parameter yang diubah
tergantung pada besarnya modulasi yang diberikan.Proses modulasi membutuhkan dua buah
sinyal yaitu sinyal pemodulasi yang berupa sinyal informasi yang dikirim, dan sinyal carrier
dimana sinyal informasi tersebut ditumpangkan. Modulasi memiliki dua macam jenis, yaitu
modulasi sinyal analog dan modulasi sinyal digital. Contoh modulasi sinyal analog
adalah Frequency Modulation (FM) dan Amplitude Modulation (AM). Sementara modulasi
sinyal digital antara lain Amplitud e S hi ft K e yi ng (ASK), P h ase S hi ft Ke yi ng
(PSK), danFrequency Shift Keying (FSK).
Perbedaan utama antara modulasi digital dan modulasi analog adalah bahwa
pesan yang ditransmisikan untuk system modulasi digital mewakili seperangkat simbolsimbol abstrak. (Misalnya 0 s dan l s untuk sistem transmisi biner), sedangkan dalam sistem
modulasi analog, sinyal pesan adalah gelombang kontinyu. Untuk mengirim pesan digital,
modulasi digital mengalokasikan sepotong waktu yang disebut interval sinyal dan
menghasilkan fungsi kontinyu yang mewakili simbol.
Pada modulasi digital, pesan sinyal diubah menjadi sinyal baseband. dalam sistem
komunikasi nirkabel, bagian kedua dari modulasi mengubah sinyal baseband ke frekuensi
radio (RF) sinyal, modulasi fase, frekuensi atau amplitudo sinyal pembawa.

1.2 Tujuan penulisan


tujuan dari penulisan makalah ini yaitu salah satu bentuk tugas yang diberikan oleh
dosen mata kuliah Seluler lanjut untuk penilaian dalam mata kuliah tersebut dan juga
untuk lebih memahami bagaimana proses modulasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian modulasi digital
Modulasi adalah suatu proses dimana parameter dari suatu gelombang
divariasikan secara proposional terhadap gelombang lain. Parameter yang diubah
tergantung pada besarnya modulasi yang diberikan. Proses modulasi membutuhkan
dua buah sinyal pemodulasi yang berupa sinyal informasi dan sinyal pembawa
(carrier) dimana sinyal informasi tersebut ditumpangkan oleh sinyal carrier.
Modulasi digital adalah Modulasi digital adalah

teknik pengkodean sinyal

dari sinyal analog ke dalam sinyal digital (bit-bit pengkodean). Pada teknik ini, sinyal
informasi digital yang akan dikirimkan dipakai untuk mengubah frekuensi dari sinyal
pembawa. Dalam komunikasi digital, sinyal informasi dinyatakan dalam bentuk
digital berupa biner 1 dan 0, sedangkan gelombang pembawa berbentuk
sinusoidal yang termodulasi disebut juga modulasi digital
Dalam modulasi digital, suatu sinyal analog di-modulasi berdasarkan aliran
data digital. Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif.
Agar lebih jelas untuk modulasi digital dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Bentuk Sinyal Hasil Modulasi Digital

Teknik yang umum dipakai adalah :


Phase Shift Keying (PSK), phase sinyal carrier berubah sesuai dengan
perubahan data sinyal informasi.
Frekeunsi Shift Keying (FSK), frekuensi sinyal carrier berubah sesuai
dengan perubahan data sinyal informasi.
Amplitudo Shift Keying (ASK), amplitudo sinyal carrier berubah sesuai
dengan perbahan data sinyal informasi.

2.2 Penjelasan ASK,PSK dan FSK


2.2.1. ASK (Amplitudo Shift Keying)
Modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah pengiriman sinyal
digital berdasarkan pergeseran amplitudo. Sistem modulasi ini merupakan sistem
modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dan sinyal
digital 0 sebagai suatu nilai tegangan yang bernilai 0 volt. Sehingga dapat
diketahui

bahwa

didalam

sistem

modulasi

ASK,

kemunculan

frekuensi

gelombang pembawa tergantung pada ada tidaknya sinyal informasi digital. Adapun
bentuk dari sinyal modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah
sebagai berikut:

Gambar 2.2 Sinyal modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK).


2.2.2. FSK(Frekuensi Shift Keying)
Modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK) merupakan sejenis Frequency
Modulation (FM), dimana sinyal pemodulasinya (sinyal digital) menggeser outputnya
antara dua frekuensi yang telah ditentukan sebelumnya, yang biasa diistilahkan
frekuensi mark dan space. Modulasi digital dengan FSK juga
carrier menjadi beberapa frekuensi yang berbeda didalam

menggeser frekuensi

band-nya sesuai dengan

keadaan digit yang dilewatkannya. Jenis modulasi ini tidak mengubah amplitudo dari

signal carrier yang berubah hanya


frekuensi.
Teknik FSK banyak digunakan untuk informasi pengiriman jarak jauh atau
teletype. Standar FSK untuk teletype sudah dikembangkan selama bertahun-tahun,
yaitu untuk frekuensi 1270 Hz merepresentasikan mark atau 1, dan 1070
Hz merepresentasikan space atau 0. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital
Frequency Shift Keying (FSK) adalah sebagai berikut:

Gambar 2.3 Sinyal modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK).

2.2.2.1. Perangkat keras pendukung modulator Frequency Shift Keying


(FSK).
Di

dalam

perancangan

modulator

Frequency

Shift

Keying

(FSK)

digunakan perangakat keras pendukung modulator tersebut yaitu dengan menggunakan


Integrated Circuit (IC) XR-2206. Gambaran umum dari IC XR2206 adalah sebagai berikut XR-2206 merupakan generator fungsi monolitik sirkuit
terpadu mampu menghasilkan bentuk gelombang pulsa yang stabil dan memiliki
tingkat akurasi yang tinggi. Keluaran gelombang pulsa baik amplitudo ataupun
frekuensinya dapat diatur oleh tegangan eksternal. Frekuensi operasi eksternal dapat
dipilih antara

rentang 0.01Hz sampai dengan 1 MHz. Adapun bentuk fisik dari IC XR-2206 adalah
sebagai berikut:

Gambar 2.5 Bentuk fisik IC XR-2206.


IC XR-2206 memiliki 16 pin dengan kegunaan dari pin-pin tersebut adalah
sebagai berikut :
Tabel 2.1 Konfigurasi pin dari IC XR-2206

2.2.2.2. Multivibrator Astabil


Multivibrator astabil adalah multivibrator yang keluarannya selalu berubah
dengan sendirinya, dari rendah ke tinggi kemudian ke rendah secara berulang.
Perubahan

ini

akan

berhenti

apabila

catu

daya

diputuskan.

Rangkaian

multivibrator astabil menggunakan IC pewaktu NE 555. Adapun bentuk fisik dan

konfigurasi pin NE 555 adalah sebagai berikut:

Gambar 2.6 Bentuk fisik dan konfiigurasi pin NE 555 multivibrator astabil.
2.2.3. PSK(Phase Shift Keying)
Modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) merupakan modulasi yang
menyatakan pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran fasa. Biner 0
diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa yang sama terhadap sinyal
yang dikirim sebelumnya dan biner 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal
dengan fasa berlawanan dengan sinyal dengan sinyal yang dikirim sebelumnya.
Dalam

proses modulasi ini, fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-

ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Adapun bentuk dari
sinyal modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) adalah sebagai berikut:

Gambar 2.4 Sinyal modulasi digital Phase Shift Keying (PSK).


Namun untuk cara kerja sistem dari perancangan alat lebih dititik beratkan
pada modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK).
Dua jenis modulasi PSK yang sering kita jumpai yaitu :
1. BPSK ( Binary Phase Shift Keying )
BPSK adalah format yang paling sederhana dari PSK. Menggunakan dua yang tahap
yang dipisahkan sebesar 180 dan sering juga disebut 2-PSK. Modulasi ini paling
sempurna dari semua bentuk modulasi PSK. Akan tetapi bentuk modulasi ini hanya
mampu memodulasi 1 bit/simbol dan dengan demikian maka modulasi ini tidak
cocok untuk aplikasi data-rate yang tinggi dimana bandwidthnya dibatasi.
Pada Gambar 2.1 sinyal pembawa merupakan sinyal sinusoidal dengan frekuensi dan
amplitudo tetap, sinyal modulasi adalah informasi biner. Jika informasi adalah low (0), sinyal
pembawa tetap dalam fasanya. Jika informasi input adalah tinggi (1), sinyal pembawa
0
membalik fasa sebesar 180 . Pasangan gelombang sin yang hanya berbeda fasanya pada
0
pergeseran 180 disebut sinyal antipodal. Tipe Phase Shift Keying ini disebut binary PSK
(BPSK).

0
0

Sinyal informasi

Sinyal pembawa

Sinyal PSK

Phase:

0=

1=

Gambar 2.1 modulasi PSK

Pada gambar diatas jika dalam frekuensi 2124 Hz (frekuensi low),


merepresentasikan space atau 0,dan untuk frekuensi 2975 Hz (frekuensi high)
merepresentasikan mark 1 atau. Hubungan sinyal digital dan sinyal PSK pada gambar
0
diatas adalah berbeda fasa sebesar 180

Gambar 2.2 Diagram Konstelasi BPSK


Pada BPSK, skema modulasi dikarakterisasi oleh fakta bahwa informasi dibawa oleh
sinyal transmisi yang terdapat dalam fasanya.

2. QPSK ( Quadrature Phase Shift Keying )


QPSK Kadang-Kadang dikenal sebagai quarternary atau quadriphase PSK atau 4PSK, QPSK menggunakan empat titik pada diagram konstilasi, terletak di sekitar suatu
lingkaran. Dengan empat tahap, QPSK dapat mendekode dua bit per simbol. Hal ini
berarti dua kali dari BPSK. Analisis menunjukkan bahwa ini mungkin digunakan
untuk menggandakan data rate jika dibandingkan dengan sistem BPSK. Walaupun
QPSK dapat dipandang sebagai sebagai suatu modulasi quaternary, lebih mudah untuk
melihatnya sebagai dua quadrature carriers yang termodulasi tersendiri.
Pada transmisi digital dengan menggunakan teknik modulasi QPSK, yaitu mengirimkan 1
dari 4 sinyal yang mungkin selama interval waktu tertentu dimana setiap sinyal unik sama
dengan (pasangan bit) 00, 01, 11, 10. Pada QPSK sinyal yang ditumpangkan pada sinyal
pembawa, mempunyai empat kemungkinan dari setiap pasangan bitnya

Gambar 2.3 Diagram Konstelasi QPSK


Untuk diagram konstelasi diatas, pada setiap titiknya itu berbeda sudut fasanya sebesar
90 , Atau bisa dilihat dari persamaan dibawah ini.
0

Persamaan untuk Gambar 2.3 diagram konstelasi :


Ac cos (2fct + /4) symbol 11

(2.2)

Ac cos (2fct + 3/4) symbol 01

(2.3)

Ac cos (2fct - 3/4) symbol 00

(2.4)

Ac cos (2fct - /4) symbol 10

(2.5)

Dalam QPSK, fasa dari sinyal pembawa membawa satu dari empat harga seperti
0

0 , 90 , 180 , dan 270

Setiap harga fasa yang mungkin berkorespondensi dengan pasangan bit yang unik
disebut dibit. Sebagai contoh, kita dapat memilih set harga fasa untuk merepresentasikan set
gray coded dibit : 00,01,11,10. Bentuk sinyal modulasi QPSK ditunjukkan pada gambar
di bawah ini :

00

11

0
00

Sinyal informasi

Sinyal carrier

Sinyal QPSK

Phase
11

00

01

10

Gambar 2.4 modulasi QPSK

Set fasa pada PSK dan QPSK yang disebutkan di atas hanya satu pilihan yang
mungkin. Kemungkinan Phase Shift lain dari sinyal PSK dan QPSK ditunjukkan
pada Tabel 2.1:
Fasa (derajat)
Sistem

Informasi
Learned

#1

#2

180

45

180

225

00

180

45

11

180

225

01

90

270

135

10

270

90

315

PSK

QPSK

Tabel 2.1 Perbedaan Sudut Phase


Gambar 2.5 menunjukan Sistem komunikasi PSK/QPSK. Modulator memodulasi sinyal
pembawa dengan informasi input dan memproduksi siyal termodulasi PSK atau QPSK.
Sinyal termodulasi ditransmisikan melewati medium seperti udara, kabel, fiberoptik, ke
input demodulator. Demodulator menerima sinyal transmisi kemudian merekonstruksi data
informasi originalnya.

.
Keterangan gambar :
Pada modulator terjadi proses pencampuran antara sinyal informasi dan sinyal
pembawa sehingga menjadi sinyal termodulasi. Dan sinyal inilah yang ditransmisikan sebagai
input pada demodulator. Proses yang terjadi pada demodulator adalah proses
pengembalian kembali menjadi sinyal awal atau sinyal informasi. Hal ini dilakukan oleh
demodulator dengan memisahkan sinyal informasi dengan sinyal pembawa

BAB III
KESIMPULAN
Pada dasarnya modulasi secara garis besar terbagi atas modulasi analog dan
modulasi digital. Perbedaaan mendasar antara modulasi analog dan digital terletak
pada bentuk sinyal informasinya. Pada modulasi analog, sinyal informasinya
berbentuk analog dan sinyal cariernya analog. Sedangkan pada modulasi digital,
sinyal informasinya berbentuk digital dan sinyal cariernya analog.
Orientasi pada percobaan ini adalah pada modulasi analog, dimana pada
modulasi analog masih dibagi lagi atas modulasi linier dan modulasi nonlinier.
Amplitude Modulation, Frequency Modulation dan Phase Modulation adalah jenis
modulasi yang termasuk dalam kategori modulasi analog. Lebih rincinya Amplitude
Modulation termasuk dalam modulasi analog-linier. Sedangkan Frequency
Modulation dan Phase Modulation termasuk dalam modulasi analog-nonlinier.
Modulasi analog-linier, parameter sinyal yang mengalami perubahan adalah
amplitudonya, amplitudo sinyal carier berubah-ubah sesuai dengan perubahan
amplitudo sinyal informasi. Modulasi analog-nonlinier, parameter sinyal yang
mengalami perubahan adalah frekuensi dan fasanya, frekuensi sinyal carier
berubah- ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi (untuk FM) dan
fasa sinyal carier berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal
informasi (untuk PM).
Orientasi pada percobaaan ini akan dipersempit lagi pada modulasi analognonlinier. Frekuensi dan phasa dalam parameter sinyal terletak pada sudut fasanya