Anda di halaman 1dari 2

Menurut World Health Organization (WHO), penyakit diare adalah suatu

penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang
lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih
dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai
dengan muntah atau tinja yang berdarah.
Penyebab umum dari diare saat menyusui meliputi:

Makan atau minum makanan dan minuman yang terkontaminasi


dengan bakteri tertentu, parasit atau virus.
Menghabiskan waktu sekitar anak kecil lainnya, dapat menyebar
organisme seperti rotavirus.
Mengkonsumsi antibiotik untuk kondisi seperti mastitis.
Operation caesar delivery
Stres dan kecemasan tentang pasokan ASI

Sementara sebagian besar kasus diare dapat sembuh tanpa dilakukan pengobatan, diare dapat
menjadi penyakit yang mematikan apabila tidak segera ditangani karena dapat menyebabkan dehidrasi
dan akan sangat berpengaruh pada wanita yang sedang menyusui.
Pada ibu yang menderita diare tetap lanjutkan untuk menyusui. Pemberian ASI
penuh akan memberikan perlindungan diare 4 kali daripada bayi dengan ASI
disertai susu botol. Bayi dengan susu botol saja akan mempunyai resiko diare
lebih besar dan bahkan 30 kali lebih banyak daripada bayi dengan ASI penuh.
Mulai mengobati diare dengan perawatan rumah, seperti minum banyak air atau
larutan elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi mengurangi pasokan
susu, berpotensi menyebabkan dehidrasi pada bayi jika dia tidak mendapatkan
cukup ASI. Minum setidaknya 1 cangkir air untuk setiap episode diare. Perlahanlahan tambahkan makanan hambar untuk diet, seperti pisang, roti, oatmeal dan
beras dalam jumlah kecil setiap beberapa jam sampai gejala selesai, kemudian
kembali ke pola makan biasa. Banyak istirahat. Jangan mengkonsumsi obat antidiare over-the-counter (bebas), karena kadang-kadang ini dapat memperburuk
gejala dan masuk ke dalam ASI.
Pada kondisi khusus yaitu wanita menyusui yang mengkonsumsi obat,
pada beberapa kasus konsumsi obat tertentu akan memberikan dampak pada
bayinya. Bayi yang masih menyusu pada organ pengeleminasinya seperti hati
dan ginjal belum berkembang sempurna sehingga dapat menjadi toksik.
Sehingga beberapa ibu yang menderita sakit seperti diare dan mengkonsumsi
obat anti diare, enggan untuk menyusui karena merasa bahwa menyusui tidak
aman bagi bayinya.
Hampir semua obat yang diminum oleh pasien yang menyusui akan
masuk kedalam air susu dalam jumlah kecil. Namun sangat sedikit obat yang
mengandung resiko bagi bayi yang menyusu. Obat yang diminum ibu selama menyusui dapat
berpengaruh pada bayi tergantung pada:

Jumlah obat yang diterima tubuh bayi dari air susu ibu. - Penyerapan , pendistribusian dan pengeluaran obat dari

tubuh bayi.
Efek dari penyerapan obat yang terjadi pada bayi

Catatan : dari seluruh obat yang diminum ibu memang bisa terdeteksi pada ASI tetapi kadarnya rendah. Selain dari
faktor kimia dan fisika dari obat, faktor utama yang berperan pada transfer obat ke ASI adalah kadar obat dalam
darah ibu.

Terdapat beberapa kriteria obat yang aman untuk ibu menyusui, diantaranya ialah:

Obat yang diminum ibu biasa diresepkan untuk bayi, misalnya Pseudoephedrin
Obat yang digunakan ibu tidak masuk atau hanya diserap sedikit ke aliran darah, misalnya obat yang

digunakan secara lokal sukralfat, Antasida


Obat yang tidak dikeluarkan melalui ASI karena ukuran partikel obat yang terlalu besar, misalnya Insulin,

heparin, dan Interferon


Obat yang tidak menghambat keluarnya ASI

Loperamid dan antapulgit terbukti dapat mengatasi diare dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil berdasarkan beberapa
penelitian. Penggunaan

loperamide selama menyusui tidak mempengaruhi bayi,


begitu pula. Antapulgit aman digunakan karena mekanisme kerja lokal yaitu
menyerap air pada usus besar dan kecil selain itu juga mengabsorpsi metabolit
yang dikeluarkan oleh bakteri penyebab diare. Wanita yang sedang menyusui
harus menghindari obat yang mengandung bismuth, seperti Pepto-Bismol dan
Kaopectate (bahan aktif-bismuth subsalicylate) karena asosiasi dengan salisilat
akan menyebabkan Reyes Syndrome pada bayi dan anak-anak.
1. Nikodem VC, Hofmeyr GJ. Sekresi antidiarrhoeal agen loperamide oksida
dalam ASI. Eur J Clin Pharmacol. 1992; 42: 695-6. PMID: 1623917
2. Chumbley, Jane. 2004. Menyusui: Panduan Para Ibu untuk menyusui dan
mengenalkan susu botol. Erlangga: Jakarta.