Anda di halaman 1dari 2

PUTUSAN KPPU

PADA KASUS TENDER SAHAM INDOMOBIL


1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Menyatakan PT Holdiko Perkasa (Terlapor I) dan PT Deloitte & Touche FAS (Terlapor X), secara
sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang
Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat karena melakukan tindakan
persekongkolan yang menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dengan pelaku usaha peserta
tender, yaitu PT Cipta Sarana Duta Perkasa (Terlapor III), PT Bhakti Asset Management (Terlapor
VIII) dan PT Alpha Sekuritas Indonesia (Terlapor IX), yang secara terang-terangan dan/atau diamdiam berupa tidak menolak keikutsertaan ketiga peserta tender tersebut dalam tender penjualan
saham dan convertible bonds PT Indomobil Sukses International walaupun mengetahui ketiga
peserta tender tersebut tidak memenuhi persyaratan dan/atau melanggar prosedur sebagaimana
ditentukan dalam Procedures for The Submission of Bid
Menyatakan PT Trimegah Securities (Terlapor II), PT Cipta Sarana Duta Perkasa (Terlapor III),
Pranata Hajadi (Terlapor IV), Jimmy Masrin (Terlapor V), PT Bhakti Asset Management (Terlapor
VIII) dan PT Alpha Sekuritas Indonesia (Terlapor IX) secara bersama-sama dengan sah dan
meyakinkan melanggar pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek
Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat karena melakukan tindakan persekongkolan di antara
mereka yang menimbulkan persaingan usaha tidak sehat berupa tindakan saling menyesuaikan
dan/atau membandingkan dokumen tender dan/atau menciptakan persaingan semu dan/atau
memfasilitasi suatu tindakan untuk memenangkan PT Cipta Sarana Duta Perkasa sebagai
pemenang tender penjualan saham dan convertible bonds PT Indomobil Sukses International
Menyatakan PT Multi Megah internasional (Terlapor VI) dan Parallax Capital Management (Terlapor
VII) kedua-duanya tidak (???) terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 22 UndangUndang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
Sehat
Melarang PT Trimegah Securities (Terlapor II), PT Cipta Sarana Duta Perkasa (Terlapor III), dan PT
Deloitte & Touche FAS (Terlapor X) untuk mengikuti transaksi baru dalam bentuk apapun di
lingkungan dan/atau dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan/atau dengan
pihak lain yang ditunjuk oleh atau atas kuasa BPPN berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas
BPPN baik dalam penyehatan perbankan, penyelesaian aset bank maupun dalam pengembalian
uang negara dalam jangka waktu dua tahun terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan ini
dengan denda atas pelanggaran sebesar 30% dari nilai setiap transaksi
Menghukum PT Trimegah Securities (Terlapor II) untuk membayar denda sebesar
Rp10.500.000.000,00 (sepuluh miliar lima ratus juta rupiah) dan disetorkan ke kas negara sebagai
setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Dirjen Anggaran Kantor
Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat di Jalan Ir. H. Juanda No. 19
Jakarta melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling
lambat dalam waktu 45 hari kerja terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan ini dengan denda
keterlambatan 0,17 % dari nilai denda yang dikenakan (Rp10.500.000.000,00) untuk setiap hari
keterlambatan tidak melaksanakan putusan ini
Menghukum Pranata Hajadi (Terlapor IV) dan Jimmy Masrin (Terlapor V) secara bersama-sama
untuk membayar denda sebesar Rp10.500.000.000,00 (sepuluh miliar lima ratus juta rupiah) dan
disetorkan ke kas negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan
Dirjen Anggaran Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat Jalan Ir.
H. Juanda No. 19 Jakarta melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus
dibayar lunas paling lambat dalam waktu 45 hari kerja terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan
ini dengan denda keterlambatan 0,17 % dari nilai denda yang dikenakan (Rp10.500.000.000,00)
untuk setiap hari keterlambatan tidak melaksanakan putusan ini
Menghukum PT Cipta Sarana Duta Perkasa (Terlapor III) untuk membayar denda kepada negara
sebesar Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan disetorkan ke kas negara sebagai setoran
penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Dirjen Anggaran Kantor Perbendaharaan
dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat Jalan Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta melalui Bank
Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling lambat dalam waktu 45
hari kerja terhitung sejak dibacakannya putusan ini dengan denda keterlambatan 0,17 % dari nilai
denda yang dikenakan (Rp5.000.000.000,00) untuk setiap hari keterlambatan tidak melaksanakan
putusan ini
Menghukum PT Holdiko Perkasa (Terlapor I), untuk membayar denda sebesar Rp 5.000.000.000,00
(lima miliar rupiah) dan disetorkan ke kas negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak
Departemen Keuangan Dirjen Anggaran Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I
yang beralamat Jalan Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta melalui Bank Pemerintah dengan kode
penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling lambat dalam waktu 45 hari kerja terhitung sejak
dibacakannya putusan ini dengan denda keterlambatan 0,17 % dari nilai denda yang dikenakan
(Rp5.000.000.000,00) untuk setiap hari keterlambatan tidak melaksanakan putusan ini
Menghukum PT Deloitte & Touche FAS (Terlapor X) untuk membayar denda sebesar
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dan disetorkan ke kas negara sebagai setoran
penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Dirjen Anggaran Kantor Perbendaharaan
dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat Jalan Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta melalui Bank
Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling lambat dalam waktu 45
hari kerja terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan ini dengan denda keterlambatan 0,17 % dari
nilai denda yang dikenakan (Rp10.000.000.000,00) untuk setiap hari keterlambatan tidak
melaksanakan putusan ini

10. Menghukum PT Alpha Sekuritas Indonesia (Terlapor IX) untuk membayar denda sebesar

Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dan disetorkan ke kas negara sebagai
setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Dirjen Anggaran Kantor
Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat Jalan Ir. H. Juanda No. 19
Jakarta melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling
lambat dalam waktu 45 hari kerja terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan ini dengan denda
keterlambatan 0,17 % dari nilai denda yang dikenakan (Rp1.500.000.000,00) untuk setiap hari
keterlambatan tidak melaksanakan putusan ini
11. Menghukum PT Bhakti Asset Management (Terlapor VIII) untuk membayar denda sebesar
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan disetorkan ke kas negara sebagai setoran penerimaan
negara bukan pajak Departemen Keuangan Dirjen Anggaran Kantor Perbendaharaan dan Kas
Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat Jalan Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta melalui Bank
Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling lambat dalam waktu 45
hari kerja terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan ini dengan denda keterlambatan 0,17 % dari
nilai denda yang dikenakan (Rp1.000.000.000,00) untuk setiap hari keterlambatan tidak
melaksanakan putusan ini
12. Menghukum PT Cipta Sarana Duta Perkasa (Terlapor III) untuk membayar ganti rugi kepada negara
sebesar Rp228.000.000.000,00 (dua ratus dua puluh delapan miliar rupiah) dan disetorkan ke kas
negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Dirjen Anggaran
Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) Jakarta I yang beralamat Jalan Ir. H. Juanda No.
19 Jakarta melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 dan harus dibayar lunas paling
lambat dalam waktu 75 hari kerja terhitung sejak tanggal dibacakannya putusan ini dengan denda
keterlambatan 0,17 % dari nilai ganti rugi yang dikenakan (Rp228.000.000.000,00) untuk setiap hari
keterlambatan tidak melaksanakan putusan ini
Menyatakan bahwa denda keterlambatan pelaksanaan putusan tetap dihitung meskipun ada upaya
hukum