Anda di halaman 1dari 11

GEOMETRI NETRAL

OLEH:

NAMA

: ADETYA FARAMITA SIREGAR

NIM

: 4143311001

KELAS

: EKSTENSI A 2014

PRODI

: PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karuniaNYA, sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah ini tepat
waktu pada waktunya.
Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah Geometri Euclides dan Non Euclides,
mengenai Geometri Netral.
Dalam penyusunan makalah ini saya menggunakan literatur perpustakaan dan hasil
browsing dari internet. Dengan demikian, diharapkan dapat memberi hasil seperti harapan
semua pihak. Terlepas dari semuanya itu, kami sadar bahwa makalah ini masih memiliki
banyak keterbatasan dan kelemahan. Oleh karena itu, saran dan kritik membangun senantiasa
diharapkan demi penyempurnaan makalah ini lebih lanjut.

Medan, November 2015


Penyusun

Adetya faramita siregar

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

........................................

DAFTAR ISI

........................................

ii

1.1 Latar Belakang

........................................

1.2 Rumusan Masalah

........................................

1.3 Tujuan Pembelajaran

........................................

....................................

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Jumlah Sudut Pada Segitiga

2.2 Apakah ada persegi panjang pada geometri netral?

...............

2.3 Jumlah sudut suatu segitiga


....................................
2.4 Proposisi-proposisi geometri netral bidang
.................................
2.5 Aplikasi penerapan geometri netral
.............................................

3
5
5
6

BAB III PENUTUP


Kesimpulan

.............................................

DAFTAR PUSTAKA

............................................

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geometri netral atau geometri absolut pertama-tama diperkenalkan Y.Boylai dari
Hongaria (1802-1860). Geometri netral didasari oleh geometri terurut dengan demikian
pengertian dasar dalam geometri terurut juga berlaku dalam geometri netral. Disamping itu
geometri ini juga didasari atas empat postulat pertama euclides dengan meninggalkan
postulat kelima. Untuk lebih jelasnya akan diulang kembali lima postulat euclides, yaitu :
1. Menarik garis lurus dari sembarang titik ke sembarang titik yang lain.
2. Memperpanjang suatu garis secara kontinu menjadi garis lurus.
3. Melukis lingkaran dengan sembarang titik pusat dan sembarang jarak.
4. Bahwa semua sudut siku-siku adalah sama.
5. Bahwa, jika sebuah garis lurus memotong dua garis lurus dan membuat sudut-sudut
dalam sepihak kurang dari dua sudut siku-siku.kedua garis itu diperpanjang tak
terbatas, akan bertemu dipihak tempat kedua sudut dalam sepihak kurang dari dua
sudut siku-siku.
Bebrerapa ahli matematika menganggap bahwa postuat kelima euclides bukan merupakan
postulat sehingga perlu membuktikan postulat kelima ini dan berlangsung sejak euclides
hidup hingga tahun 1820. Karena masalah inilah muncul geometri netral dengan
menghilangkan postulat kelima euclides.
Geometri netral dengan geometri affine (yang juga termuat dalam geometri terurut)
membentuk geometri euclides

1.2 Rumusan Masalah


1.1.1
1.1.2
1.1.3

Bagaimana membuktikan teorema-teorema serta lemma dalam geometri netral?


Apa saja proposisi-proposisi geometri netral bidang?
Apa saja aplikasi geometri netral dalam kehidupan sehari-hari ?

1.3 Tujuan Pembelajaran


1.3.1 Mengetahui pembuktian dari berbagai teorema dan lemma dalam geometri netral
1.3.2 Mengetahui proposisi geometri netral bidang
1.3.3 Mengetahui aplikasi geometri netral dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jumlah Sudut Pada Segitiga
Lemma. Jika diberikan ABC dan A, maka ada A1B1C1 sedemikian hingga A1B1C1

mempunyai jumlah sudut yang sama dengan ABC dan

A1

1
A
2
.

Lemma ini menyatakan bahwa "kita dapat mengganti sebuah segitiga baru dengan
merampingkan segitiga awal tanpa mengubah jumlah sudut-sudutnya". Sepintas, lemma ini
tak ada artinya, padahal tidak, sebab dalam geometri netral kita tidak dapat mengasumsikan
bahwa jumlah sudut dalam segitiga selalu konstan (yangmana hal ini merupakan teorema
Euclides yang buktinya bergantung pada postulat kesejajaran). Lemma ini menjadi penting
sebab lemma ini menunjukkan bahwa jika diberikan suatu segitiga tertentu, kita dapat
membuat segitiga yang nonkongruen, tetapi mempunyai jumlah sudut yang sama. Dengan
demikian ada tak berhingga segitiga yang tidak kongruen, tetapi semuanya mempunyai
jumlah sudut yang sama dengan segitiga yang diberikan.
Teorema 1.(Saccheri-Legendre). Jumlah sudut sebarang segitiga kurang atau sama
dengan 180.
Bukti :
Andaikan diketahui ABC dan andaikan A + B +C >180, maka ada p > 0 sehingga
A + B +C = (180 + p).
Maka ada A1B1C1 sehingga A1 + B1 + C1 = (180 + p) dan A1 A , begitu pula
ada: A2B2C2 sehingga A2 + B2 + C2 = (180 + p) dan A2 A1 ()2 A.
Jika proses ini dilanjutkan maka diperoleh :
AnBnCn sehingga An + Bn + Cn = (180 + p) dan An = ()n A.
Dalam hal ini kita dapat memilih AnBnCn sedemikian sehingga An = ()n A p dengan n
cukup besar.

Jadi An + Bn + Cn p + Bn + Cn sehingga 180 + p p + Bn + Cn atau Bn +


Cn 180. Hal ini merupakan kontradiksi , berarti pengandaian salah sehingga haruslah
A + B +C 180.
Teorema Akibat (Corollary). Jumlah sudut sebarang segiempat kurang atau sama dengan
360.
Teorema akibat ini sejalan dengan kesimpulan Saccheri bahwa hipotesis sudut tumpul adalah
salah. Demikian juga teorema ini menyangkal bahwa jumlah sudut suatu segitiga dapat
melebihi 180, tetapi kemungkinan bahwa jumlah sudut dalam segitiga kurang dari 180.
Teoerma ini bersesuaian dengan hipotesis Saccheri tentang sudut lancip
2.2 Apakah ada persegi panjang pada geometri netral?
Apakah persegipanjang dapat muncul dalam geometri netral, dan dengan dasar apa
sehingga persegipanjang itu ada, jika memang ada? Adanya persegipanjang dalam geometri
merupakan hal penting. Bayangkan, bagaimana bentuk geometri Euclides jika kita tidak
punya atau tidak dapat menggunakan persegipanjang. Sangat sulit, jika akan membuat suatu
persegipanjang tanpa mengasumsikan kebenaran postulat kesejajaran Euclides, atau salah
sate dari teorema akibatnya, misalnya jumlah sudut segitiga adalah 180'. Akibatnya, seluruh
teorema kita dalam pembahasan ini dapat dianggap bahwa persegipanjang itu ada. Untuk
menghindari kesalahpahaman, secara formal kita definisikan dahulu istilah persegipanjang
sebagai berikut.
Definisi. Suatu segiempat disebut persegipanjang jika semua sudutnya adalah sudut sikusiku.
Ingat, karena kita mempelajari geometri netral, tidak otomatis kita dapat menggunakan
proposisi Euclides, seperti:
a sisi-sisi yang berhadapan dari suatu persegipanjang adalah sejajar, atau
b sisi-sisi tersebut sama panjang, atau
c diagonal persegipanjang membagi persegipanjang menjadi dua segitiga yang
kongruen.
Jika kita ingin menyatakan sebarang akibat, kita harus membuktikannya dengan
berdasarkan definisi persegipanjang di atas tanpa menggunakan postulat kesejajaran, sebagai
contoh, sebuah akibat teorema yang menyatakan bahwa dua garis yang tegaklurus pada garis
yang sama adalah sejajar.
Teorema 2.Jika ada sebuah persegipanjang, maka akan ada juga sebuah persegipanjang
dengan salah satu sisinya lebih panjang daripada ruas garis tertentu.
Teorema Akibat. Jika ada sebuah persegipanjang, maka ada sebuah persegipanjang yang dua
sisinya yang berdekatan panjangnya masing-masing lebih panjang dari dua segmen tertentu.
Teorema 3. Jika ada sebuah persegipanjang, maka ada persegipanjang dengan panjang
dua sisi yang berdekatan masing-maing sama dengan XY dan ZW.
Teorema 4. Jika sebuah persegipanjang maka setiap segitiga siku-siku mempunyai jumlah
sudut 180.
Bukti :
a. setiap segitiga siku-siku adalah tiruan dari sebuah segitiga yang dibentuk dengan cara
membelah persegi panjang pada diagonalnya.

b. Segitiga tersebut mempunyai jumlah sudut 180.


Perhatikan gambar dibawah ini :

Misalkan segitiga ABC siku-siku di B dan persegi panjang BDEF. Menurut teorema 3, maka
akan ada persegi panjang ABCD sedemikian hingga AB = AB dan BC = BC.
Hubungkan A dan C maka ABC kongruen dengan ABC. Dengan demikian kedua
segitiga tersebut mempunyai jumlah sudut yang sama.
Misalkan : p adalaah jumlah sudut segitiga ABC
q adalah jumlah sudut segitiga ABC
menurut defenisi segiempat semua sudutnya adalah 90, maka :
p +q = 4 * 90 = 360 ........... (1)
menurut teorema 1. p 180. Andaikan p < 180 sedangkan menurut persamaan (1) p + q =
360 maka diperoleh q > 180 (kontradiksi dengan teorema 1). Jadi p =180 (terbukti)
Teorema 5. Jika ada sebuah persegipanjang, maka setiap segitiga memiliki jumlah sudut
180
Bukti :

Akan ditunjukkan ABC memiliki jumlah sudut 180.


A + B + C = 180
Tarik garis tinggi CD membagi segitiga ABC menjadi dua segitiga siku-siku yaitu segitiga
ACD dan BCD.
Jumlah sudut ACD = BCD = 180 (teorema 4)
(A+C1+D1) + (B+C2+D2) = 2(180) = 360
A+C1 + 90 + B+C2+ 90 = 360
A+B+(C1 + C2) = 180
A + B + C = 180 (Terbukti)
Teorema-teorema ini terlihat agak aneh. Adanya satu persegipanjang kecil dengan sisi-sisi
sangat kecil yang menempati bagian daerah terpencil yang menjamin setiap segitiga yang
mungkin (yang dapat dipikirkan) mempunyai jumah sudut 180. Keadaan ini merupakan ciri
khusus geometri Euclides, kita hendak mengatakan bahwa jika dalam geometri netral terdapat
suatu persegipanjang, maka geometri itu menjadi geometri Euclides. Pernyataan ini benar,
tetapi masih belum sepenuhnya benar. Karena untuk menggolongkan suatu geometri sebagai

geometri Euclides, kita harus menunjukkan bahwa geometri tersebut memenuhi postulat
kesejajaran Euclides.
2.3 Jumlah sudut suatu segitiga
Adanya persegipanjang dapat digunakan untuk mempertajam teorema I (teorema Saccheri
Legendre tentang jumlah sudut segitiga). Hal ini mudah sekali dilakukan, seperti pada
Teorema 5, adanya segitiga dengan jumlah sudut 180 adalah ekivalen dengan adanya
persegipanjang.
Teorema 6. Jika ada sebuah segitiga dengan jumlah sudut 180, maka akan ada sebuah
persegipanjang.

Akibat 1 Teorema 6. Jika sebuah segitiga mempunyai jumlah sudut 180, maka setiap
segitiga mempunyai jumlah sudut 180.
Bukti :
Diketahui sebuah segitiga mempunyai jumlah sudut 180
Akan ditunjukkan bahwa setiap segitiga mempunyai jumlah sudut 180
Misalkan ada sebuah segitiga yang mempunyai jumlah sudut 180, maka menurut teorema 6
akan ada sebuah persegi panjang. Sedangkan menurut teorema 5 jika ada persegi panjang
maka setiap segitiga memiliki jumlah sudut 180 (terbukti)

Akibat 2 Teorema 6. Jika sebuah segitiga mempunyai jumlah sudut kurang dari 180, maka
setiap segitiga mempunyai jumlah sudut kurang dari 180.

Dengan membandingkan teorema akibat 1 dan 2 dari teorema 6, kita amati suatu fakta
penting yang tidak termuat dalam teorema SaccheriLegendre. Geometri netral adalah
"homogen", dalam arti bahwa semua segitiga mempunyai jumlah sudut 180', atau semua
segitiga mempunyai jumlah sudutya kurang dari 180. Jenis geometri netral yang pertama
tersebut, sebagaimana yang anda duga, adalah merupakan geometri Euclides, sedangkan yang
kedua secara historis muncul sebagai geometri non-Euclides. Keduanya akan muncul sebagai
geometri non-Euclides.
2.4 Proposisi-proposisi geometri netral bidang
a
b
c
d
e
f
g
h

Dua garis yang tidak berimpit mempunyai paling banyak satu titik potong.
Setiap segmen garis mempunyai tepat satu titik tengah.
Setiap sudut mempunyai tepat satu garis bagi.
Komplemen dari sudut-sudut yang sama adalah sama.
Sudut yang bertolak belakang besarnya sama.
Kongruensi dua segitiga adalah SSSDSS, SDSSSD, dan SSSS SS.
Jika dua sisi suatu segitiga adalah sama, sudut-sudut di hadapannya sama.
Jika dua sudut suatu segitiga sama, dua sisi di hadapannya sama.

Hanya ada satu garis yang tegaklurus garis tertentu melalui satu titik pada garis
tertentu tersebut.
j Titik T terletak pada sumbu segmen garis AB jika dan hanya jika TA TB.
k Jika dua sudut suatu segitiga tidak sama, maka sisi-sisi di hadapannya juga tidak
sama, dan sisi-sisi yang lebih panjang berhadapan dengan sudut yang lebih besar.
l Segmen garis terpendek yang menghubungkan sebuah titik dan sebuah garis adalah
segmen yang tegaklurus.
m Jumlah panjang dua sisi lebih besar dari sisi yang ketiga.
n Jika dua sisi dari segitiga yang pertama masing-masing sama dengan dua sisi
dengan dua sisi yang kedua, dan sudut apit segitiga pertama lebih besar dari sudtit apit
segitiga kedua, maka sisi ketiga dari segitiga pertama lebih panjang dari sisi ketiga dari
segitiga kedua.
o Jika dua sisi segitiga yang pertama masing-masing sama dengan dua sisi segitiga yang
kedua, dan sisi ketiga dari segitiga pertama lebih panjang dari sisi ketiga dari segitiga
kedua, maka sudut apit dari segitiga pertama lebih besar dari sudut apit dari segitiga
kedua.
p Besar sudut luar suatu segitiga adalah lebih besar dari salah satu sudut dalamnya yang
tidak bersisian dari salah satu sudut dalamnya yang tidak bersisian dengan sudut luar
tersebut.
q Jumlah dua sudut dari suatu segitiga adalah kurang dari 180.
r Jika dua garis dipotong oleh garis lain dan membentuk sepasang sudut dalam
berseberangan yang sama dua garis tersebut sejajar.
s Dua garis yang tegaklurus pada garis yang sama adalah sejajar.
t Sekurang-kurangnya ada satu garis yang sejajar dengan suatu garis tertentu yang melalui
titik di luar garis tertentu tersebut.
u Misalkan garis l melalui titik C yang jaraknya ke pusat lingkaran kurang dari
panjang jaari-jarinya. Maka garis memotong lingkaran di dua titik.
v Sebuah garis merupakan garis singgung lingkaran j ika dan hanya jika garis tersebut
tegaklurus pada ujung jari-jari lingkaran.
w Jika diketahui ABC dan segmen garis PQ sedemikian hingga PQ = AB, maka ada titik
R di luar PQ sedemikian hingga PQR ABC.
x Sebuah lingkaran dapat digambarkan melalui sebarang segitiga.
2.5 Aplikasi penerapan geometri netral
kita ketahui bahwa geometri netral hanya memuat empat postulat dari apa yang telah
dikemukakan oleh euclid. Adapun beberapa aplikasi dari geometri netral adalah sebagai
berikut :
Kesebangunan
Pada suatu saat di daerah perairan P.jawa ada kapal asing melintas. Para petugas pantai
dapat memantau posisi kapal seperti pada gambar. Jika jarak sebenarnya antara semarang dan
rembang 100 km. Berapa jarak kapal tersebut dari semarang.

Penyelesaian :
Perhatikan posisi kapal (K), semarang (S), dan kota rembang (R) pada peta. Ukurlah
jarak K ke S dan jarak S ke R pada peta tersebut dengan menggunakan penggaris, misalkan
diperoleh jarak S ke R adalah 15 cm dan jarak K ke S adalah 25 cm.
Perhatiakan dua segitiga dibawah ini

Berdasarkan peta besar sudut KSR adalah 65 yang berlaku baik pada peta maupun pada
kondisi sebenarnya. Sedangkan sudut SRK adalah sudut siku-siku yang juga berlaku baik
pada peta maupun pada kondisi sebenarnya. Selanjutnya dengan menggunakan preposisi
kesebangunan maka segitiga pada peta kongruen/sebangun dengan segitiga sebenarnya
sehingga :
100
x=
10 = 166,67
6
Puzzle geometri
Mainan yang digunakan untuk melatih kemampuan berpikir logis dalam meletakkan
benda yang tepat sesuai bentuk yang ada

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Geometri netral mengandung persegi panjang, maka jumlah besar sudut-sudut dalam
setiap segitiga adalah kurang dari atau sama dengan 180. Dalam geometri netral ada segi
empat yang penting, yaitu yang dinamakan segi empat saccheri. Jika ada sebuah persegi
panjang maka ada persegi panjang yang dua sisinya yang berdekatan panjangnya masingmasing lebih panjang dari dua segmen.
Didalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan aplikasi dari geometri netral yang
ditemukan oleh euclid yakni kesebangunan, layar pada kapal, dan puzzle geometri.
DAFTAR PUSTAKA
Moeharti, Hw,2000, sistem-sistem geometri,Modul 1-6, PMAT 4438.
Trisyanaharti_42m.wordpress