Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penelitian adalah sama halnya dari kata mencari, adapun yang dicari
adalah jawaban atau suatu kebenaran dari hal yang kurang atau malah
ketidaktahuan dari pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam fikiran manusia
atas suatu masalah yang muncul dan perlu untuk dipecahkan. Dalam hal ini,
penelitian adalah suatu sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Betapa besarnya manfaat dan kegunaan dari adanya suatu penelitian.
Suatu kegiatan penelitian yang dilakukan atas dasar adanya suatu masalah.
Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian
berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil
kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah
kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang
kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah
kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang
rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas.
Dengan demikian penelitian kualitatif tidak dimulai dari suatu yang tidak ada
isinya atau kosong, akan tetapi dilakukan atas presepsi seseorang terhadap
adanya suatu masalah.
Meskipun dalam tataran praktis perbedaan antara penelitian kuantitatif dan
kualitatf seperti nampak sederhana dan hanya bersifat teknis, namun secara
esensial keduanya mempunyai landasan epistemologis/filosofis yang sangat
berbeda. Penelitian kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang
mewakili paham positifisme, sementara itu penelitian kualitatif merupakan
pendekatan penelitian yang mewakili paham naturalistic/fenomenologi
(Suwahono,2012)
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat
penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh
karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa
bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih

jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian
kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang
tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori,
untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.
Dalam penelitian kualitatif, masalah-masalah yang ada di sekitar atau sosial
akan dibatasi dengan suatu desain atau variansi penelitian diantaranya adalah
etnografi, kontruksionistik, fenomenologi, heuristik, fungsionalisme dan lain
sebagainya.
Salah satu penelitian kualitatif adalah fenomenologi. Fenomenologi dapat
digolongkan dalam penelitian kualitatif murni dimana dalam pelaksanaannya
yang berlandaskan pada usaha mempelajari dan melukiskan ciri-ciri intrinsik
fenomen-fenomen sebagaimana fenomen-fenomen itu sendiri. Peneliti harus
bertolak dari subjek (manusia) serta kesadarannya dan berupaya untuk
kembali kepada kesadaran murni dengan membebaskan diri dari
pengalaman serta gambaran kehidupan sehari-hari dalam pelaksanaan
penelitian. Jadi, Penelitian tersebut harus melihat objek penelitian dalam suatu
konteks naturalnya. Artinya seorang peneliti kualitatif yang menggunakan
dasar fenomenologi melihat suatu peristiwa tidak secara parsial, lepas dari
konteks sosialnya karena satu fenomena yang sama dalam situasi yang
berbeda akan pula memiliki makna yang berbeda pula. Untuk itu dalam
mengobservasi data lapangan, seorang peneliti tidak dapat melepas konteks
atau situasi yang menyertainya.
Dengan kalimat yang dikutip dari Muhajir (1990) oleh Muhammad Idrus,
Muhajir menggunakan penelitian dengan menggunakan model fenomenologi
menuntut besarnya subjek penelitian dengan subjek pendukung objek
penelitian. Dengan demikian, metode penelitian dengan berlandaskan
fenomenologi mengakui adanya empat kebenaran, yaitu: kebenaran empiris
yang terindra, kebenaran empiris logis, kebenaran empiris etik, dan kebenaran
transendental. Jadi dari keempat kebenaran ini tidak bisa dihapuskan dalam
penelitian fenomenologi.
Berdasarkan pemaparan di atas dan kasus yang ada maka penelitian
kualitatif jenis Fenomenologi yang akan diutarakan dalam makalah ini dan

didiskusikan bersama agar mendapat titik terang tentang materi Pendekatan


Fenomenologi dalam Ranah Penelitian Kualitatif.
B. Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini meliputi:
1. Tujuan umum
Menjelaskan jenis filosofis riset kualitatif yang dapat dilakukan penelitian
kualitatif berdasarkan fenomena kasus
2. Tujuan khusus
a. Menjelaskan pengertian jenis filosofis riset kualitatif berdasarkan
fenomena kasus sesuai sumber
b. Menjelaskan karakteristik/ciri-ciri jenis filosofis riset kualitatif yang
sesuai dengan kasus
c. Menjelaskan asumsi yang melandasi penggunaan jenis filosofis riset
kualitatif

DAFTAR PUSTAKA BAB I


Suwahono, Metodologi Penelitian, (Semarang: Pendidikan Kimia Universitas
Islam Negeri Walisongo, 2012), hlm.16-17.
Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: Jakarta.
Creswell, J. W. 1998. Qualitatif Inquiry and Research Design. Sage
Publications, Inc: California.
Muhammad idrus,Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitati Dan
Kuantitatif,(Yogyakarta: Erlangga), hlm.59