Anda di halaman 1dari 36

PERANCANGAN PABRIK KIMIA

Oleh: Murni Yuniwati

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
IST AKPRIND YOGYAKARTA

NERACA MASSA
Pabrik merupakan rangkaian beberapa alat proses
untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang
diinginkan
Neraca massa dalam suatu pabrik terdiri atas
neraca massa pada masing masing alat dan
neraca massa keseluruhan
Di Matakuliah Asas Teknik Kimia sudah dipelajari:

Neraca Massa Tanpa Reaksi


Neraca Massa Atom
Neraca Massa Berdasarkan Stoichiometri
Konsep Dasar Recycle

PERHITUNGAN NERACA MASSA DALAM


PABRIK
Neraca massa dalam sebuah pabrik, dapat dihitung
berdasarkan kapasitas dari pabrik tersebut.
Kapasitas pabrik adalah kecepatan massa produk
yang diinginkan.
Produk bisa terdiri atas bahan yang diinginkan dan
impurities
Komposisi produk harus disesuaikan dengan spec
yang diinginkan konsumen (yang ada dalam
perdagangan)
Misalnya diinginkan 50.000 ton/tahun larutan asam
sulfat 98%.

Bahan baku yang digunakan memiliki


spesifikasi tertentu sesuai dengan asal dari
bahan tersebut (dari alam atau merupakan
produk dari suatu pabrik).
Sekecil apapun kandungan bahan bahan baku
ataupun produk harus diperhitungkan dalam
neraca massa (tidak diabaikan)

Contoh: Pabrik pembuatan asam sulfat dari sulfur dan udara

O2
N2

H2O

S
BURNER
O2
N2

SO2
O2
N2

SO2
O2
N2

CONVERTER

SO3
SO2
O2
N2

A
B
S
O
R
B
E
R
H2SO4
H2O

MENENTUKAN KAPASITAS PABRIK


Untuk menentukan kapasitas pabrik dapat
dilakukan antara lain dengan mempertim
bangkan:
1. Kebutuhan produk di dalam negeri
2. Kapasitas pabrik yang sudah ada dengan
kapasitas terkecil.

YIELD
1. Yield dalam suatu pabrik
Adalah perbandingan antara bahan baku yang
bereaksi menjadi produk dengan bahan baku
yang masuk ke dalam pabrik.
Besarnya yield sangat tergantung kepada :
Ada dan tidaknya recycle bahan belum
bereaksi ke dalam reaktor
Ada dan tidaknya bahan bahan terbuang

2. Yield dalam reaktor


Adalah perbandingan antara limiting reaktan yang
bereaksi menjadi suatu produk dengan bahan masuk
reaktor
Hal ini terdapat pada reaktor yang di dalamnya
terjadi lebih dari satu reaksi terutama pada reaksi
paralel atau reaksi seri

(lebih jelasnya kita review ke ATK I)

Reaksi Paralel
Reaksi paralel terjadi apabila bahan baku bereaksi mengikuti beberapa
jenis reaksi yang menghasilkan produk yang berbeda. Misalnya :
Reaksi utama : (1) C4H10 + O2 C4H2O3 + H2O
Reaksi samping : (2) C4H10 + O2 CO2 + H2O
(3) C4H10 + O2 CO + H2O
dalam reaksi paralel digunakan istilah :
Konversi untuk menyatakan bagian limiting reaktan yang
bereaksi, misal limiting reaktan C4H10 maka :

XC 4H10

massa C 4 H10 bereaksi

100%
massa C 4 H10 masuk reaktor

Selektivitas untuk menyatakan bagian limiting yang bereaksi


menjadi suatu produk, misalnya selektivitas untuk C4H2O3

SC 4H2 O3

Massa C 4 H10 yang bereaksi menjadiC 4 H2 O3

.100%
Massa C 4 H10 yang bereaksi

Yield adalah perbandingan antara reaktan yang bereaksi


menjadi suatu produk dengan reaktan masuk reaktor.

YC 4H2 O3

Massa C 4 H10 yang bereaksi menjadiC 4 H2 O3

.100%
Massa C 4 H10 yang masuk reaktor

Yield= Konversi x Selektivitas

Contoh
1000 gmol/detik C4H2O3 diproduksi dengan mereaksikan bahan baku terdiri
atas butane (C4H10) dan O2 dengan perbandingan mol 1 : 7 mengikuti reaksi
sebagai berikut :
Reaksi utama :(1) C4H10+ 3,5O2 C4H2O3 + 4H2O
Reaksi samping :(2) C4H10+6,5O2 4CO2 + 5H2O
(3) C4H10 +4,5O2 4CO +5H2O
Diketahui selektivitas C4H2O3 60% , CO2 30% dan CO 10% .
Hitung kebutuhan bahan baku apabila diketahui yield C4H2O3 50%
Hitung komposisi produk

Reaksi Seri
Suatu reaksi dimana produk yang diperoleh bereaksi lagi menjadi
produk lain. Misalnya:
reaksi pembuatan toluena, toluena yang terbentuk bereaksi dengan
metan membentuk dimethyl benzene

C6H6 + CH4
C6H5CH3 + H2
benzen methan
toluena
C6H5CH3 + CH4
C6H4(CH3)2 + H2
toluena methan
dimetil benzen
Yield adalah perbandingan antara reaktan yang bereaksi menjadi suatu produk
dengan reaktan masuk reaktor.

YC6H5CH3

Massa C 6H6 yang bereaksi menjadi C 6H5CH3

.100%
Massa C 6H6 yang masuk reaktor

Contoh
Suatu reaktor memproduksi 100 gmol/menit toluena (C6H5CH3),
dengan mereaksikan benzene dan methane dengan perbandingan mol
1:1,5 reaksi yang terjadi:
(1) C6H6 + CH4 C6H5CH3 + H2 dengan konversi 80%
(2) C6H5CH3 + CH4 C6H4(CH3)2 + H2
Apabila diketahu yield toluena 60%,hitung kebutuhan bahan baku dan
komposisi produk.

PERHITUNGAN BAHAN BAKU


Dapat dihitung dengan cara antara lain:
Dari belakang melalui neraca massa pada
berbagai alat sampai ke alat yang paling depan
Dari depan dengan menggunakan basis
perhitungan bahan baku, melalui berbagai alat
sampai alat yang paling belakang, kemudian
dikalikan dengan faktor pembanding yaitu
perbandingan antara produk yang diinginkan
dengan produk hasil perhitungan
Bahan baku dihitung berdasarkan Yield.

PERHITUNGAN NERACA MASSA SETIAP ALAT


Setelah diketahui massa produk maupun
massa bahan baku, maka perhitungan neraca
massa tiap alat dapat dihitung dengan
berbagai ketentuan yang sudah diketahui
Komposisi yang belum diketahui bisa
dimisalkan dengan suatu notasi
Notasi dapat dihitung dengan persamaan
neraca massa dengan perhitungan dari depan
maupun dari belakang

PERHITUNGAN NERACA MASSA KESELURUHAN


Neraca massa keseluruhan menunjukkan
bahwa massa bahan masuk ke dalam pabrik
akan sama dengan massa bahan keluar pabrik.
Massa bahan masuk meliputi semua bahan
yang masuk ke pabrik, antara lain:
bahan baku, bahan tambahan untuk
menetralkan,untuk mengabsorbsi, dsb
Massa bahan keluar meliputi semua bahan
keluar pabrik antara lain:
produk utama,produk samping, limbah
cair/padat, gas buang

HASIL PERHITUNGAN NERACA MASSA


Dengan perhitungan neraca massa akan diketahui
komposisi komponen pada setiap tempat dalam
pabrik (masuk dan keluar tiap alat), Hasil perhi
tungan disajikan dalam :
Diagram alir kuantitatif
Tabel Neraca Massa Tiap Alat
Tabel Neraca Massa Overall
Tabel Arus Bahan dalam pabrik

Contoh
1000kg/jam larutan asam sulfat dengan kadar 98% diproduksi melalui
proses sbb: Sulfur dibakar dengan udara 10% berlebihan bereaksi dengan
konversi 100% membentuk SO2. Gas hasil pembakaran dimasukkan ke
dalam reaktor ditambahkan udara sebanyak udara mauk burner. Terjadi
reaksi SO2 dengan oksigen menjadi SO3 dengan konversi 80%. Gas hail
keluar reaktor dimasukkan ke dalam absorber,ditambahkan air untuk
menyerap SO3 menjadi H2SO4, dianggap semua SO3 terserap sempurna.
Hasil bawah absorber berupa larutan asam sulfat 98% dan hasil atas
adalah sisa gas SO2, O2 dan N2. (BM S=32, O=16, N=14, H=1)
A. Susun neraca massanya
B Bila SO3 terserap tapi tidak sempurna dan diketahui yield 75%, susun
neraca massanya

Diagram alir proses


7
O2
N2
S

H2O

BURNER
O2
N2

6
3
SO2
O2
N2

CONVERTER

Reaksi di
Burner :
S+O2 SO2
Converter: SO2+0,5O2SO3
Absorber: SO3+H2O H2SO4

5
SO3
SO2
O2
N2

SO2
O2
N2

A
B
S
O
R
B
E
R

H2SO4
H2O

PERANCANGAN PABRIK KIMIA

Oleh: Murni Yuniwati

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
IST AKPRIND YOGYAKARTA

NERACA MASSA DENGAN RECYCLE


Recycle adalah pengembalian bahan bahan belum bereaksi
ke dalam reaktor.
Apabila konversi tidak seratus persen maka ada bahan
baku yang tidak bereaksi, keluar bersama produknya.
Apabila bahan tersebut dikembalikan ke dalam reaktor,
maka akan dapat memperbesar overall conversion nya atau
yield nya

Overall conversion
Perbandingan antara limiting reaktan yang
bereaksi, dengan limiting reaktan masuk pabrik.
Yield
Perbandingan antara limiting reaktan yang
bereaksi menjadi produk yang diinginkan dengan
bahan baku masuk pabrik.
Apabila hanya satu produk yang dihasilkan maka
overall conversion sama dengan yield

Semakin besar bahan yang dikembalikan ke dalam


reaktor, maka akan semakin besar overall
conversionnya maupun yieldnya.
Apabila bahan belum bereaksi
bisa dipisahkan
sempurna dari produknya dan dapat dikembalikan
seluruhnya ke dalam reaktor maka overall conversion
mencapai 100%
Tidak semua bahan belum bereaksi dapat dikembalikan
seluruhnya ke dalam reaktor dikarenakan:
Adanya bahan terikut dalam produk.
Adanya bahan terikut dalam bahan terbuang.
Adanya inert dalam bahan.

Recycle dengan pemisahan sempurna


RC

REAKTOR
FF

RP

MF

FF
MF
RP
P
RC

SEPARATOR

=Fresh Feed
=Mixed Feed
=Reactor Product
= Product
= Recycle

=Umpan Segar
=Umpan Campuran
=Hasil Keluar Reaktor
= Produk / Hasil
= Daur Ulangulang

Recycle tanpa pemisahan


RC

FF

MF

FF
MF
RP
P
RC

REAKTOR

=Fresh Feed
=Mixed Feed
=Reactor Product
= Product
= Recycle

RP

=Umpan Segar
=Umpan Campuran
=Hasil Keluar Reaktor
= Produk / Hasil
= Daur Ulangulang

Recycle dengan adanya inert


RC

w
SP

REAKTOR
FF

MF

FF
MF
RP
P
SP
RC
W

SEPARATOR
RP

=Fresh Feed
=Umpan Segar
=Mixed Feed
=Umpan Campuran
=Reactor Product
=Hasil Keluar Reaktor
= Product
= Produk / Hasil
= Separator Product = Hasil Keluar Pemisah
= Recycle
= Daur Ulang
= Waste
= Bahan Buangan

Recycle dengan pemisahan taksempurna tanpa inert


C2H5 OH
Etanol

CH3COOH +
H2
asetaldehyd hidrogen

R
Etanol

Etanol

Asetaldehyd
Etanol
H2

Etanol

H2
Asetaldehyd
Etanol

Asetaldehyd
Etanol

MD

Perhitungan Neraca Massa


Neraca massa dalam pabrik dengan recycle dapat
dilakukan dengan berbagai langkah:
Basis perhitungan fresh feed
Basis perhitungan bahan masuk reaktor (Mixed
Feed)
Berdasarkan kapasitas pabrik (produk)
Memisalkan bahan bahan yang belum diketahui
Menyusun persamaan persamaan yang dapat
digunakan antara lain:
Persamaan neraca massa overall
Persamaan neraca masa setiap alat
Persamaan neraca massa inert

Contoh 1:
Recycle dengan pemisahan sempurna
Etilen oksid (C2H4O) diproduksi dengan
mereaksikan Etilen (C2H4) dengan oksigen (O2)
dengan perbandingan stoichiometris. Mangikuti
persamaan reaksi :
C2H4 + 0,5O2 C2H4O
Dengan konversi 50%. Produk dipisahkan dan
bahan belum bereaksi direcycle. Hitung Overall
Conversion.

Contoh 2:
Recycle tanpa pemisahan
Etilen oksid (C2H4O) diproduksi dengan mereaksikan
Etilen (C2H4) dengan oksigen (O2) dengan
perbandingan stoichiometris. Mengikuti persamaan
reaksi :
C2H4 + 0,5 O2 C2H4O
Dengan konversi 50%. Sebagian produk diambil dan
sebagian direcycle. Berapa perbandingan Recycle
dengan Produk supaya diperoleh Overall Conversion
75%

Contoh 3:
Recycle dengan inert
Etilen oksid (C2H4O) diproduksi dengan mereaksikan
Etilen (C2H4) dengan oksigen (O2) dengan perbandingan
stoichiometris. Oksigen yang digunakan adalah udara
dengan perbandingan mol O2:N2 = 1:4
Mengikuti
persamaan reaksi :
C2H4 + 0,5O2 C2H4O
Dengan konversi 50%. Produk dipisahkan, bahan belum
bereaksi serta inert keluar separator sebagian dibuang
dan sebagian direcycle. Hitung Overall Conversion apabila
kadar N2 dalam mixed feed maksimal 80%mol.

Contoh 4.

Pabrik yang di dalamnya menggunakan recycle


dengan pemisahan tak sempurna
Pabrik asetaldehyd dengan kapasitas 1000 kg/jam
produk asetaldehyd 95% dengan impurities etanol.
Umpan reaktor berupa etanol dengan katalis CuNO3
direaksikan dalam reaktor pada suhu 330OC
Reaksi utama : C2H5OHCH3CHO+H2
Reaksi samping: 2C2H5OH CH3COOC2H5 +2 H2
Konversi etanol 80% dengan selektivitas reaksi utama
84%. dengan uraian proses sbb.:

Etanol umpan segar dan etanol recycle masuk dalam


reaktor. Produk keluar reakror dimasukkan pemisah I
untuk memisahkan gas H2 secara sempurna, hasilnya
dimasukkan ke pemisah II untuk memisahkan ethyl
acetat secara sempurna dan yang terakhir dimasukkan
ke dalam menara distilasi untuk memisahkan produk
dari etanol. Hasil atas MD berupa produk asetaldehyd
95% dengan impurities etanol, Hasil bawah MD etanol
yang semuanya dialirkan ke dalam reaktor sebagai
recycle.
Hitung Overall conversion
Hitung Overall Yield
Buat diagram alir kuantitatif untuk pabrik tersebut.

Kerjakan dengan basis perhitungan 100kgmol


etanol masuk reaktor.
Kerjakan berdasarkan kapasitas pabrik.

Contoh 5.
Pabrik dengan arus recycle melibatkan inert
Campuran N2dan H2 (1:3) yang mengandung 0,2
% mol argon direaksikan dalam reaktor
N2+H2 NH3 dengan konversi 25%, hasilnya
diembunkan untuk memisahkan NH3. gas sisa
pengembunan H2, N2 dan inert, sebagian
direcycle untuk memperbesar overall conversion
dan sebagian lagi dibuang agar tidak terjdi
accumulasi inert. Kadar argon maksimal dalam
bahan masuk reaktor adalah 5%mol