Anda di halaman 1dari 5

PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA (DISASTER)

RUMAH SAKIT BALI MED KARANGASEM (2015)

I. Pendahuluan
Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana baik alam maupun
ulah manusia. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya bencana ini adalah kondisi
geografis, iklim, geologis dan faktorfaktor lain seperti keragaman sosial budaya dan
politik. Wilayah indonesia dapat digambarkan sebagai berikut.
1. Secara geografis merupakan negara kepulauan yang terletak padapertemuan
empat lempeng tektonik lapis bumi
2. Terdapat 130 gunung berapi aktif
3. Terdapat lebih dari 5000 sungai besar dan kecil
Pulau Bali sebagai salah satu rangkaian pulau yang terdapat dalam rangkaian gugus
pulau Sumatra, Jawa, Bali, NTB dan NTT berada pada satu garis pertemuan lempeng
Euroasia dan Australia. Disamping itu, kemajuan pariwisata Bali menyababkan Bali
menjadi fokus perhatian Dunia Internasional, sehingga sangat rawan terhadap bencana
buatan manusia. Mobilitas penduduk yang sangat cepatantar pulau maupun antar benua
menimbulkan kerawanan terhadap bencana biologi, sosial dan politik.
Rumah Sakit Bali Med Karangasem sebagai salah satu pusat rujukan pelayanan
kesehatan di Kota Karangasem adalah rumah sakit yang menjadi tempat rujukan bagi
korban bencana masal yang terjadi di Kota Karangasem dan sekitarnya. Sebagai pusat
rujukan maka diperlukan sebuah pedoman penanganan bencana yang mengatur kerja
dan koordinasi rumah sakit untuk mengoptimalkan pelayanan.
II. Latar Belakang
Secara umum Rumah Sakit Bali Med Karangasem telah memiliki tim medis yang
siap menangani bencana, tetapi tim medis ini tidak dapat bekerja optimal
tanpadukungan semua unsur dirumah sakit diperlukan sebuah pedoman yang dipahami
bersama.
Pengalaman terjadinya bencana alam gempa bumi (6.2 Skala Ricter), pada tanggal 2
Januari 2004dikarangasemmenelan seorang korban tewas dan 33 orang luka-luka.
Beberapa daerah yang mengalami kerusakan parah adalah daerah Tenganan, Dauh
Tukad, Abang, Tohpati, Muncan, dan Bukitmenunjukkanbahwa betapa sangat
diperlukannya rumah sakit menyusun dan memelihara rencana menejemen kedaruratan
dan program menanggapi bila terjadi kedaruratan, bencana alam dan bencana lainnya.

III.Tujuan
1. Tujuan Umum
Menanggapi secara efektif kondisi kedaruratan di rumah sakit yang disebabkan
oleh wabah dan bencana serta mengurangi kerugian yang dapat dialami rumah
sakit beserta penghuninya akibat kondisi kedaruratan tersebut.
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi bahaya internal dan eksternal yang bisa terjadi di
rumah sakit
b. Menetapkan peran rumah sakit dalam keadaan tersebut
c. Menjalankan strategi komunikasi efektif penanggulangan kejadian
d. Mengidentifikasi dan menugaskan peran serta tanggung jawab staf pada
saat kejadian
e. Menentukan proses

pengelolaan

keadaan

darurat

bila

terjadi

pertentangan antara tanggung jawab staf secara pribadi dengan tanggung


jawab rumah sakit dalam hal penugasan staf untuk pelayanan pasien.
IV. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
Kegiatan program disaster Rumah Sakit Bali Med Karangasem adalah sebagai
berikut :
1. Penyusunan Disaster Plan Rumah Sakit BaliMed Karangasem
Disasater Plan Rumah Sakit Bali Med Karangasem berisi panduan pencegahan
sebagai berikut :
a. Identifikasi bahaya yang bisa terjadi di Rumah Sakit Bali Med
Karangasem baik internal maupun eksternal
b. Penetapan peranan rumah sakit dalam kejadian darurat
c. Strategi komunikasi pada kejadian
d. Pengelolaan sumber daya pada waktu kejadian, termasuk sumber daya
alternative
e. Pengelolaan kegiatan klinis pada waktu kejadian, termasuk alternative
tempat pelayanan
f. Identifikasi dan penugasan peran dan tanggung jawab staf pada waktu
kejadian
g. Proses untuk mengelola keadaan darurat/kedaruratan bila terjadi
pertentangan antara tanggung jawab staf secara pribadi dengan tanggung
jawab rumah sakit dalam penugasan staf untuk pelayanan pasien.
2. Simulasi Disaster
Simulasi dilakukan untuk menguji kesiapan rumah sakit dalam menghadapi
bencana. Uji coba kesiapan dilakukan melalui :

a. Uji coba tahunan seluruh rencana penanggulangan bencana baik secara


internal maupun sebagai bagian dan dilakukan bersama dengan
masyarakat, atau
b. Uji coba sepanjang tahun terhadap elemen kritis dari kegiatan pokok dan
rencana kegiatan tersebut
Apabila rumah sakit mengalami bencana secara nyata, mengaktifasi rencana
yang ada dan setelah itu diberi pengarahan yang tepat, maka situasi ini
digambarkan setara dengan uji coba tahunan.
3. Debrieffing
Debrieffing / Tanya jawab untuk memastikan informasi teknis terkait aktifasi
disaster plan dapat dimengerti dan diaplikasikan dengan baik oleh seluruh
penghuni rumah sakit. Bentuknya dapat berupa pengisian pretest dan posttest.
V. Cara Melaksanakan Kegiatan
1. Benchmark/update informasi terkini terkait penanggulangan bencana di rumah
sakit untuk menyempurnakan Disaster Plan.
2. rapat koordinasi
3. Sosialisasi dan debriefing peningkatan pengetahuan dan pemahaman elemen
rumah sakit dalam kesepian penanggulangan bencana
4. Monitoring dan evaluasi kesiapan staf dalam menghadapi situasi kedaruratan
secara berkala

VI. Sasaran
Sasaran audience program adalah seluruh staf dan unit independen di lingkungan
Rumah Sakit Bali Med Karangasem. Sasaran masing-masing kegiatan adalah sebagai
berikut :
No
1
2
3

Kegiatan

VII.
No
1

Sasaran
100 %
100 %
100 %

Penyusunan Disaster Plan


Simulasi Disaster
Debriefing/Tanya Jawab
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan
Penyusunan

Disaster

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Tahun 2015
Jun
Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

2
3

Plan
Simulasi Disaster
Debriefing/Tanya Jawab

VIII.
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
a. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan
Evaluasi dilaksanakan setiap bulan Juni dan Desember serta dilakukan oleh Tim
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS)
b. Pelaporan
Setelah evaluasi kegiatan dilakukan, akan dibuat pelaporan dalam periode satu
tahun yang kemudian diserahkan kepada Direktur Rumah Sakit Bali Med
Karangasem
IX. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan
a. Pencatatan dan dokumentasi kegiatan dilaksanakan oleh anggota tim K3RS
yang ditugaskan
b. Tim K3RS melaksanakan monitoring dan koordinasi terhadap hasil laporan.
c. Sekretaris Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit merangkum seluruh
kegiatan menejemen resiko berupa laporan evaluasi kegiatan yang ditujukan
kepada Direktur.
d. Laporan program ditujukan kepada Direktur Rumah Sakit Bali Med
Karangasem ditembuskan kepada Kasubag Pendataan, Pelaporan dan Unit
Penjamin Mutu.
e. Isi laporan :
c. Kegiatan sesuai program kerja
d. Kegiatan yang telah dilaksanakan
e. Apakah kegiatan sesuai jadwal
f. Insiden atau cidera akibatfasilitas rumah sakit yang terjadi, jenis insiden,
akibat insiden
g. Hambatan yang menyebabkan program kerja tidak dapat dilaksanakan
atau tidak sesuai jadwal
h. Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan
i. Usulan dan rekomendasi kepada Direktur.

Anda mungkin juga menyukai