Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

STATISTIKA DAN PROBABILITAS


DISTRIBUSI NORMAL

DOSEN PEMBIMBING :
VINA RAHMAYANTI S.N
DISUSUN OLEH :
201410370311235 M. ROBBY FATHUDA
201410370311239 WINDI WIDIASTUTI
201410370311245 TITIN EKA PUSPITAWATI
201410370311247 ADE REGA SUSANTO
201410370311258 ERNI SANTRI
201410370311263 AHMAD AKBAR MAULANA
201401370311265 M. FARID RAMADHAN
201410370311273 FIRDHANSYAH ABUBEKAR
3F
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS TEKNIK
TEKNIK INFORMATIKA
2015

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
dengan rahmatNya akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas Makalah ini.
Makalah ini di buat untuk memenuhi Tugas Statistika dan Probabilitas.
Dalam makalah ini, kami akan menjelaskan tentang Distribusi Normal
yang mengenai tentang bagaimana pembahasan judul tersebut, sehingga dapat
membantu untuk menambah wawasan kepada para pembaca.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari
itu kami mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun,sehingga
mendorong kami untuk bisa memperbaikinya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini,sehingga dapat terselesaikan dengan
baik dan lancar.
Kami berharap makalah ini bermanfaat, khususnya bagi kami dan
umumnya bagi siapa saja yang membacanya.semoga Allah SWT senantiasa
meridhoi segala usaha kita. Aamiin.

Malang, 19 November 2015

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................1
DAFTAR ISI......................................................................................................................2
BAB I.................................................................................................................................3
PENDAHULUAN.............................................................................................................3
1.1

LATAR BELAKANG........................................................................................3

1.2

RUMUSAN MASALAH...................................................................................3

1.3

TUJUAN............................................................................................................3

1.4

DATA.................................................................................................................4

1.5

METODOLOGI.................................................................................................4

BAB II...............................................................................................................................5
PEMBAHASAN................................................................................................................5
2.1

LANDASAN TEORI.........................................................................................5

2.2

.1 PENGERTIAN DISTRIBUSI WEIBULL......................................................6

BAB III..............................................................................................................................7
PENUTUP.........................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan di bumi ini suhu merupakan unsur cuaca penting bagi manusia,
hewan, maupun tumbuhan selain unsur-unsur cuaca yang lain. Suhu udara juga
menentukan bagaimana makhluk tersebut dapat beradaptasi dengan lingkungannya.
Kita dapat memprakirakan suhu udara dengan memanfaatkan metode statistika
yang dianggap cukup efektif untuk memprakirakan suhu udara, seperti penentuan
probabilitas menggunakan metode distribusi.
Distribusi teoritis dalam menentukan nilai probabilitas ada beberapa macam,
yaitu Distribusi Binomial, Distribusi Poisson, Distribusi Normal atau Distribusi Z,
Distribusi t, Distribusi F, Distribusi Chi Square, dan sebagainya. Distribusi-distribusi
tersebut digunakan sesuai dengan bahan serta data yang akan diolah dan akan dicari nilai
probabilitasnya. Untuk mencari probabilitas suhu udara dapat digunakan distribusi
normal.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu Distribusi Normal?
2. Apa Ciri-Ciri dari Distribusi Normal?
3. Bagaimana menangani kasus-kasus yang diselesaikan menggunakan distribusi
Normal?
4. Bagaimana cara menguji kasus menggunakan Distribusi Normal?
5. Bagaimana cara pengaplikasian Distribusi Normal dalam kehidupan seharihari?

1.3 TUJUAN
1.
2.
3.

Mengaplikasikan model prakiraan suhu udara rata-rata bulanan.


Mengaplikasikan model prakiraan suhu udara maksimal bulanan.
Mengaplikasikan model prakiraan suhu udara minimum bulanan.

4.

Mengaplikasikan model prakiraan suhu udara bulanan baik rata-rata,


maksimum absolut maupun minimum absolut dengan data real (Fklim-71 dan
WXREV) sehingga diperoleh hasil verifikasinya.

1.4 DATA
Data yang digunakan yaitu data suhu udara rata-rata bulanan, suhu udara
maksimum absolut bulanan dan suhu udara minimum absolut bulanan dari tahun
1980 sampai 2012 dari Stasiun Meteorologi Curug yang ada pada Balai Besar
Meteorologi dan Geofisika wilayah II Ciputat, sedangkan untuk memverifikasi
digunakan prakiraan suhu udara dari hasil perhitungan metode distribusi normal
dibandingkan dengan data real (Fklim-71 dan WXREV tahun 2013).

1.5 METODOLOGI
Metode prakiraan sebenarnya telah banyak dilakukan oleh banyak praktisi cuaca,
namun penulis mencoba membuat prakiraan dengan metode distribusi normal
yang diharapkan dapat digunakan untuk operasional prakiraan BMKG dengan
cara mencari peluang suhu udara yang paling besar yang akan terjadi pada bulanbulan yang akan diprakirakan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 LANDASAN TEORI
2.1 Suhu Udara
Suhu udara adalah ukuran energi kinetik rata-rata dari pergerakan
molekul-molekul. Suhu udara merupakan dampak dari adanya radiasi panas
matahari yang diterima oleh bumi pada saat malam hari selama sehari semalam
(24 jam), satu minggu, satu bulan, maupun satu tahun (12 bulan). Selama periode
tersebut suhu udara mengalami perubahan-perubahan yang disebut variasi.
Perubahan sudut datang sinar matahari menyebabkan terjadinya perbedaan harga
suhu udara berbeda setiap bulannya, namun untuk daerah ekuator tidak memiliki
perbedaan yang besar terhadap harga rata-rata tahunannya.
Suhu udara terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
a. Suhu udara maksimum absolut
Suhu udara maksimum absolut adalah nilai tertinggi dari suhu udara yang
terukur dengan alat termometer. Pada daerah ekuator biasanya nilai suhu udara
maksimum absolut terjadi beberapa saat setelah matahari melewati titik
kulminasinya, yaitu sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Suhu maksimum
absolut terbagi menjadi suhu udara maksimum harian, suhu udara maksimum
bulanan dan suhu udara rata-rata .

Suhu maksimum harian


Yaitu suhu tertinggi yang terjadi di waktu sehari atau selama 24 jam.

Suhu maksimum bulanan


Yaitu suhu tertinggi yang tercatat di satu bulan kalender didalam satu

tahun.

b. Suhu udara minimum absolut

Suhu udara minimum absolut adalah nilai terendah dari suhu udara yang
terukur dengan alat termometer. Seperti suhu udara maksimum, suhu udara
minimum absolut terbagi menjadi suhu minimum harian dan suhu minimum
bulanan.

Suhu minimum harian


Yaitu suhu terendah yang terjadi di waktu sehari atau selama 24 jam.

Suhu minimum bulanan


Yaitu suhu terendah yang tercatat di satu bulan kalender didalam satu

tahun.

c. Suhu udara rata-rata


Suhu udara rata-rata adalah nilai rata-rata suhu udara rata-rata yang
diamati selama kurun waktu tertentu.

3.1. Suhu Udara Rata-Rata Bulanan


Dari hasil perhitungan ternyata peluang suhu udara rata-rata
terbesar di wilayah Curug pada bulan Januari sebesar 54 % dengan
rentang suhu udara 24-26 C, pada bulan Februari sebesar 54 %
dengan rentang suhu udara 24-26 C, pada bulan Maret sebesar 82 %
dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan April sebesar 95 %
dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan Mei sebesar 99 %
dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan Juni sebesar 91 %
dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan Juli sebesar 54 %
dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan Agustus sebesar 61
% dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan September
sebesar 90 % dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada bulan
Oktober sebesar 96 % dengan rentang suhu udara 26-28 C, pada
bulan November sebesar 94 % dengan rentang suhu udara 26-28 C,
pada bulan Desember sebesar 74 % dengan rentang suhu udara 26-28
C.

Tabel 1. Distribusi Probabilitas Suhu Udara Rata-Rata Bulanan


Suhu
Udara
(C)

JAN

FEB

MAR

APR

MAY

JUN

4,96417E-19
0,00669346
6
0,99325626
7

1,18382E-18
0,08832690
4
0,911673095

22-24

7,90959E-05

5,9001E-06

2,61411E-10

24-26

0,541693921

26-28

0,458193618

0,5408488
0,45914304
5

0,1772271
0,82276640
1

3,69567E-13
0,04385314
8
0,95606078
4

28-30

3,33659E-05

2,25454E-06

6,49931E-06

8,60681E-05

5,02667E-05

7,89988E-10

30-32

1,77636E-15

JUL
4,73725E10
0,48156523
2
0,51843476
6
8,42577E10
0

AUG
4,96687E12
0,38576052
3
0,61423947
6
2,382E-10
0

SEP
1,62198E09
0,09566412
5
0,90386172
1
0,00047415
2
0

OCT
1,09018E12
0,03045596
2
0,96901416
6
0,00052987
2
0

NOV

DEC

3,9104E-12

4,44806E-08

0,05673464
0,94314699
9
0,00011836
1
0

0,25977527
0,74020013
5
2,45508E-05
0

Untuk mempermudah pembacaan, nilai probabilitas suhu udara ratarata bulanan di daerah Curug dapat disajikan dalam bentuk grafik
sebagai berikut :

3.2. Suhu Udara Maksimum Absolut Bulanan


Dari hasil perhitungan ternyata peluang suhu udara maksimum
absolut terbesar di wilayah Curug pada bulan Januari sebesar 67 %
dengan rentang suhu udara 32-34 C, pada bulan Februari sebesar 62
% dengan rentang suhu udara 32-34 C, pada bulan Maret sebesar 51
% dengan rentang suhu udara 34-36 C, pada bulan April sebesar 67 %
dengan rentang suhu udara 34-36 C, pada bulan Mei sebesar 56 %
dengan rentang suhu udara 34-36 C, pada bulan Juni sebesar 66 %

dengan rentang suhu udara 32-34 C, pada bulan Juli sebesar 52 %


dengan rentang suhu udara 32-34 C, pada bulan Agustus sebesar 69
% dengan rentang suhu udara 34-36 C, pada bulan September
sebesar 72 % dengan rentang suhu udara 34-36 C, pada bulan
Oktober sebesar 61 % dengan rentang suhu udara 34-36 C, pada
bulan November sebesar 68 % dengan rentang suhu udara 34-36 C,
pada bulan Desember sebesar 50 % dengan rentang suhu udara 32-34
C.

Tabel 2. Distribusi Probabilitas Suhu Udara Maksimum Absolut Bulanan


Suhu
Udar
a (C)
26-28
28-30
30-32
32-34
34-36

JAN

FEB

MAR

APR

MAY

JUN

1,16795E-07
0,00073466
8

2,07916E-06

1,79551E-22

3,31164E-31

7,8795E-41

8,10844E-50

0,002476485

5,8733E-11

1,95984E-15

1,98595E-19

1,28927E-22

0,15226161

0,000680025

0,626733698

0,513908368

2,72368E-06
0,43808923
6

0,213451089

0,484885443

1,62201E-05
0,32497921
3
0,67442361
9

1,7528E-06
0,66948148
3
0,33051674
7

0,11612131
0,67097700
5
0,20952090
6

JUL
2,97699E-17
1,39613E-08
0,00305477
2
0,52496922
2
0,47000300
9

AUG
1,29161E-17
2,74695E-09

SEP
1,12523E-14
2,34582E-08

0,000689677

0,000501283

0,284872924

0,131502744

OCT
1,09644E-10
2,32905E-06
0,00245905
6
0,14567176
5

0,69503003

0,722479194

0,61705675

0,56189662

NOV
4,23905E-13
2,66658E-07

DEC
5,00433E-14
3,71427E-07

0,002022121

0,006969064

0,229033127

0,505851013

0,688769885

0,481363586

Untuk mempermudah pembacaan, nilai probabilitas suhu udara maksimum


absolut bulanan di daerah Curug dapat disajikan dalam bentuk grafik sebagai
berikut .

3.3. Suhu Udara Minimum Absolut Bulanan

Dari hasil perhitungan ternyata peluang suhu udara minimum absolut


terbesar di wilayah Curug pada bulan Januari sebesar 60 % dengan rentang suhu
udara 20-22 C, pada bulan Februari sebesar 64% dengan rentang suhu udara 2022 C, pada bulan Maret sebesar 63 % dengan rentang suhu udara 20-22 C, pada
bulan April sebesar 63 % dengan rentang suhu udara 22-24 C, pada bulan Mei
sebesar 58 % dengan rentang suhu udara 20-22 C, pada bulan Juni sebesar 59 %
dengan rentang suhu udara 20-22 C, pada bulan Juli sebesar 46% dengan rentang
suhu udara 20-22 C, pada bulan Agustus sebesar 52 % dengan rentang suhu
udara 18-20 C, pada bulan September sebesar 51 % dengan rentang suhu udara
20-22 C, pada bulan Oktober sebesar 79 % dengan rentang suhu udara 20-22 C,
pada bulan November sebesar 70 % dengan rentang suhu udara 20-22 C, pada
bulan Desember sebesar 64% dengan rentang suhu udara 22-22 C :
Tabel 3. Distribusi Probabilitas Suhu Udara Minimum Absolut Bulanan
Suhu
Udar
a
(C)

JAN

FEB

MAR

APR

MAY

JUN

16-18

6,10984E-11

1,24388E-14

1,45401E-07

2,59416E-17

0,000884555

0,010822549

18-20

0,00100433

0,000141837

0,008584817

6,32495E-06

0,088727807

0,270199053

20-22

0,601054767

0,641547132

0,633193119

0,363236487

0,580434832

0,590978871

22-24

0,397785612

0,3583044

0,357284834

0,636634225

0,31685229

0,125795742

24-26

0,000155291

6,63139E-06

0,000937083

0,000122963

0,013069237

0,002171118

JUL
0,04664554
8
0,43660270
1
0,46056683
0,05508086
4
0,00063043
9

AUG
0,08099177
2
0,52748173
5
0,36468675
9
0,02558554
4
0,00014903

SEP
0,02597871
1
0,39704002
8
0,51675851
5
0,05962963
9
0,00048047
8

OCT
3,37176E05
0,07717473
1
0,79501269
1
0,12767021
2
0,00010864
8

NOV
5,73761E07
0,01653779
0,70993742
7
0,27309852
1
0,00042568
7

DEC
0,00038335
2
0,08432865
8
0,64647241
7
0,26424662
9
0,00456676
1

Untuk mempermudah pembacaan, nilai probabilitas suhu udara minimum absolut bulanan
di daerah Curug dapat disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Dari hasil perhitungan di atas maka peluang yang paling besar dari distribusi
normal suhu udara rata-rata, maksimum absolut dan minimum absolut dijadikan sebagai
nilai prakiraan sebagai mana tabel 4, tabel 5 dan tabel 6 di bawah ini :

3.4. Hasil Verifikasi


Dari tabel verifikasi di atas ternyata metode distribusi normal mempunyai
ketepatan yang baik untuk prakiraan suhu rata-rata bulanan, suhu maksimum absolut dan
suhu minimum absolut dengan tingkat ketepatan 91 100 %, hal ini tentunya dapat
diterapkan sebagai pedoman operasional prakirawan di unit-unit pelaksana teknis/stasiunstasiun BMKG.

2.2

Distribusi Normal
Distribusi normal adalah model distribusi kontinyu yang paling penting

dalam teori probabilitas. Distribusi normal diterapkan dalam berbagai


permasalahan. Distribusi normal memiliki kurva berbentuk lonceng yang simetris.
Dua parameter yang menentukan distribusi normal adalah rataan dan standar
deviasi.
Distribusi normal pertama kali diperkenalkan oleh Abraham de Moivre dalam
artikelnya pada tahun 1733 sebagai pendekatan distribusi binomial untuk sampel
besar. Istilah kurva lonceng diperkenalkan oleh Jouffret pada tahun 1872 untuk
distribusi normal bivariat. Sementara itu istilah distribusi normal secara terpisah
diperkenalkan oleh Charles S. Pierce, Francis Galton, dan Wilhelm Lexis sekitar
tahun 1875.

10

BAB III
PENUTUP
xxxx

11

DAFTAR PUSTAKA
Ronald, E. Walpole and Raymond, H. Myers. Probability and Statistics for engineers and
scientists, ninth edition
Terjemahan RK, Sembiring. 1995. Ilmu Peluang dan Statistika untuk Insinyur dan
Ilmuwan. Bandung : ITB.Edisi : 4
Notonegoro, Udin. 2014. Prakiraan Suhu Bulanan Dengan Metode Distribusi Normal
(Studi Kasus Stamet Curug). http://udinnotonegoro.blogspot.co.id/2014/04/prakiraansuhu-cuaca-bulanan-dengan.html. Diakses pada tanggal 19 November 2015.

12