Anda di halaman 1dari 6

Oleh : 1.

Boima Pesta Marbun


2. Jacklyn Sela Nainggolan
3. Junesra Florensya Manik
4. Lasdor Sitinjak
Guru Mata Pelajaran : Bpk. S. Sinaga
SMA Negeri 1 Pangururan
T.A 2014/2015

Lempar Cakram
Sejarah Lempar Cakram
Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik, hal ini dapat kita ketahui
dari buku karangan Homerus yang berjudul Odyssy pada zaman purba. Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan
bahwa gerak gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif
pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal.
Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari efisiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil,
kurang tahan berjalan, kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau
menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam.
Jadi sejak zaman prasejarah, manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan berjalan jauh, kecepatan lari,
ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang
olahraga yang tertua.
Bangsa Belanda menyebutnya Atletik is a moerder der sporten yang artinya atletik adalah induk dari semua
cabang olahraga. Meskipun gerakan dasar atletik ini telah dikenal sejak adanya manusia, tetapi perlombaan atletik
termasuklempar cakram yang pernah dilakukan dalam cacatan sejarah baru terjadi pada zaman purba sekitar 1000
tahun sebelum masehi. Hal ini dapat diketahui dari buku pujangga Yunani yang ditulis oleh Homeros.
Dalam buku ini juga Homeros menceritakan pertualangan Odysseus. Bahwa pada suatu ketika Odysseus
terdampar disebuah kepulauan yang kemudian ternyata bernama Phaeacia, rajanya bernama Alcinaus. Setelah
Odysseus dibawa menghadap baginda maka diadakan penyambutan yang meriah. Dalam acara itu diadakan
serangkaian perlombaan. Pemuda-pemuda Phaeacia yang mempertujukan kemahirannya dalam lomba lari cepat,
gulat, lompat, tinju, danlempar cakram.
Setelah rangkaian ini selesai, raja Aleinaus minta agar Odysseus menberikan demotrasi lempar cakram. Semula
Odysseus menolaknya dengan halus, tetapi baginda mendesaknya dengan alasan agar pumuda Phaeacia dapat
menyaksikan bagaimana cara melempar cakram yang sempurna, maka permintaan raja terpaksa dipenuhi. Tanpa
melepaskan pakaian perangnya yang terbuat dari logam itu, Odysseus bangkit minta ijin kepada baginda, kemudian
masuk gelanggang mengambil cakram yang terberat dan dengan gaya termanis melempar cakram itu, cakram melucur
dan jatuh jauh dari jarak yang dicapai atlet-atlet dari Phaeacia.Dari kutipan buku ini yakin bahwa bangsa Yunani
purba telah mengenal atletik, disini terlihat adanya nomor lari, lompat, dan lempar cakram yang merupakan nomor
atletik yang kita kenal sampai sekarang ini.

Ada beberapa hal mengenai lempar cakram yang akan diuraikan sebagai berikut :
1. Pengetian lempar cakram
2. Tehnik-tehnik lempar cakram
3. Peraturan dalam lempar cakram

1.

Pengertian lempar cakram

Untuk memahmi pengertian lempar cakram, terlebih dahulu kita memahami pemgertian lempar
cakram. Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing, peluru, martil, cakram). Sedangkan
cakram sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi
Jadi lempar cakram adalah salah satu nomor lomba dalam atletik yang menggunakan sebuah benda
kayu yang berbentuk piring bersabuk besi, atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan.

2.

Tehnik-tehnik lempar cakram

a. Cara memegang cakram


Untuk memudahkan memegangnya, cakram diletakkan pada telapak tangan kiri (bagi pelempar yang
tidak kidal) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram, keempat jari agak
jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir menutupi cakram) sedangkan
ibu jari bebas.

b. Ada dua gaya dalam lempar cakram


Gaya samping
Sikap permulaan berdiri miring/menyamping kearah sasaran, sesaat akan memulai berputar lengan
kanan diayun jauh ke belakang, sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung)
selama berputar lengan kanan selalu di belakang, pada posisi melempar badan merendah lengan
kanan di belakang pandangan ke arah sasaran, setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan
melangkah kedepan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.

Gaya belakang
Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh
ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri, saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai

sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya
diayun memutar ke kiri untuk berpijak, sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula
diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar, setelah cakram lepas dari tangan kaki
kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang.

3.

Peraturan dalam lempar cakram

Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa
menginjak garis lingkaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar sebelum juri
mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam.pelempar boleh
menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian
atasnya. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang
terdekat ketepi dalam balok. Bila peserta lebih dari 8 orang, maka peserta akan diberi hak melempar
sebanyak 3 kali, kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya
(final). Bila peserta lomba 8 orang atau kurang, kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung
final.
Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang sesuai. Bagian atasnya
dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bagian dalam terbuat dari semen, aspal atau bahan lain yang
kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm
dari sisi atas tepi lingkaran.
Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2,5 m, tebal besi lingkaran lempar 6 mm
dan harus dicat putih. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi
sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran.

4.

Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar cakram

a.

Faktor internal atau dari dalam atlet

1. Kesehatan fisik dan mental yang baik


Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani, keduanya memegang peranan
penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Apabila fisik
terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu. Oleh karena itu kesehatan fisik
harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan sehat.
Dengan demikian faktor psikis, pemeliharaan dapat dilakukan dengan jalan pemeliharaan suasana
lingkungan sehat sehingga pikiran tetap jernih, serta perasaaan tenteram dan sebagainya,
menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan pembiayaan yang cukup
besar.

b.

Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet)

1. Lingkungan keluarga
Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat yang
didalamnya terdapat hubungan erat antara anggota-anggotanya. Orang tua dalam suatu keluarga
mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.
2. Latihan
Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai
mutu, prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang teratur, terarah,
meningkat dan berulang-ulang
Petunjuk latihan

Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan kebutuhan latihan bagi para pelempar, jika terdapat
perbedaan hanya terdapat pada latihan tehnis yang dilakukan
Secara garis besar disamping kebutuhan latihan untuk meningkatkan kebutuhan tehnik nomor
lempar yang dipilih para pelempar membutuhkan latihan-latihan sebagai berikut :
1.
Latihan kekuatan
Pelempar yang ingin berhasil harus mengembangkan kekuatan otot-ototnya dengan latihan beban
atau weight training. Prinsip-prinsip weight training adalah kesedian untuk mengulang-ulang apa
yang dipelajari. Gerakan dilang berkali-kali sehingga pada akhirnya gerakan-gerakan itu dapat
dilaksanakan tanpa memikir, segala sesuatu sudah berlangsung secara otomatis, cepat dan efesien.
Latihan harus cukup berat sehingga dapat merangsang adaptasi-adaptasi dalam badan. Latihan yang
ringan tidak akan menimbulkan kemajuan dalam kemampuan begitu pula sebaliknya. Latihan-latihan
harus ditingkatkan, latihan harus teratur. Pada akhirnya kemampuan berprestasi ini dibatasi oleh
bakat yang tersimpan didalam anak
Dalam memilih macam latihan hendaknya disesuaikan dengan nomor lempar yang diikuti, pada
masa persiapan tahap kedua dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu, dan pada masa perlombaan
masih dapat dilakukan sekali seminggu.
2.
Latihan kecepatan
Seorang pelempar tidak hanya harus kuat, tetapi juga mampu bergerak dengan cepat. Bagi
pelempar, kecepatan akan memberikan kekuatan eksplosif yang sangat berguna untuk meningkat
prestasi lempar. Latihan kecepatan bagi para pelempar dapat berupa : lari 30 meter, loncat tegap,
jingkat 3 kali dan pul-up.
3.
Latihan daya tahan
Seorang pelempar juga harus mempunyai daya tahan. Ini dapat dicapai dengan latihan gross country
serta lari interval.
4.
Latihan kelincahan dan keterampilan
Seorang pelempar harus juga memiliki kelincahan dan keterampilan. Ini dapat dicapai dengan latihan
: senam lantai dan senam ketangkasan, loncat tali (rope skiping).

5.

Pengaruh panjang lengan terhadap prestasi lempar cakram

Panjang lengan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam olahraga khususnya
lempar cakram, karena panjang lengan akan memungkinkan dalam pencapaian prestasi yang
maksimal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa bentuk tubuh atau postur tubuh
merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian prestasi yang maksimal
Disamping panjang lengan, dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan. Hal ini
sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa kekuatan lengan adalah kemampuan kelompok
otot-otot lengan untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas
Standar yang digunakan untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran baja
(Antropometer) yang diukur melalui pangkal persendian bahu yang paling atas sampai ujung jari
tengah. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa lengan adalah anggota gerak
bagian atas mulai dari gelang bahu sampai ujung jari
Berdasarkan pendapat diatas, maka hasil pengukuran dapat dibaca sesuai dengan apa yang tertera
pada alat ukur. Siswa yang memiliki panjang lengan diatas rata-rata maka dianggap sebagai siswa
berlengan panjang, sedangkan siswa yang memiliki panjang lengan dibawah rata-rata diangggap
sebagai siswa yang berlengan pendek.
Untuk cabang olahraga atletik khususnya nomor lempar cakram, apabila ada seseoarang yang
memiliki lengan panjang kecenderungan akan berpengaruh pada jauhnya lemparan jika didukung
oleh kekuatan otot yang baik bila dibandingkan seseorang yang memiliki lengan pendek.
Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat besar, ditinjau dari fungsi lengan
sebagai penahan, pemegang dan sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Fungsi lengan

dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot lengan adalah kekuatan otot-otot
atau kelompok otot untuk mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas
Makin tinggi dan besar pelempar cakram, makin baik adanya. Pelempar dengan lengan panjang akan
lebih menguntungkan daripada berlengan pendek. Sebab lengan yang panjang mempunyai
jangkauan ayunan yang lebih jauh. Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. Oleh
karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu kiranya memperhatikan postur
atau bentuk tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal
Seorang yang mempunyai tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah jelas mempunyai jangkauan yang
lebih jauh daripada yang mempunyai bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu
melempar yang lebih jauh.

Gambar Lapangan Lempar Cakram

Peralatan dan lapangan lempar cakram


a.

alat
Bahan cakram terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai dari metal.Bingkai berbentuk lingkaran penuh dan
tepat di tengah-tengah cakram ada beban yang dapat dilepaspindahkan.
b. Ukuran cakram
- Berat cakram untuk putra: 2 kg dengan garis tengah 219-221 mm
- Berat cakram untuk putrid:1 kg dengan garis tengahn180-182 mm
c. lapangan lempar cakram
- Diameter lingkaran untuk pelempar 2,50 meter
- Sektor lemparan membentuk sudut 45 di pusat lingkaran