Anda di halaman 1dari 14

55

IV.

BUDIDAYA TANAMAN

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber
daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil
manfaat/hasil panennya. Kegiatan budidaya dapat dianggap sebagai inti
dari usaha tani. Usaha budidaya tanaman mengandalkan pada penggunaan
tanah atau media lainnya di suatu lahan untuk membesarkan tanaman dan
lalu memanen bagiannya yang bernilai ekonomi. Bagian ini dapat berupa
biji, buah/bulir, daun, bunga, batang, tunas, serta semua bagian lain yang
bernilai ekonomi. Kegiatan budidaya tanaman yang dilakukan dengan
media tanah dikenal pula sebagai bercocok tanam. Termasuk dalam
tanaman di sini adalah gulma laut serta sejumlah fungi penghasil jamur
pangan.
Istilah teknik budidaya tanaman diturunkan dari pengertian katakata teknik, budidaya, dan tanaman. Teknik memiliki arti pengetahuan atau
kepandaian membuat sesuatu, sedangkan budidaya bermakna usaha yang
memberikan hasil. Kata tanaman merujuk pada pengertian tumbuhtumbuhan yang diusahakan manusia, yang biasanya telah melampaui
proses domestikasi.
Teknik budidaya tanaman adalah proses menghasilkan bahan
pangan

serta

produk-produk

agroindustri

dengan

memanfaatkan

sumberdaya tumbuhan. Cakupan obyek budidaya tanaman meliputi


tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Sebagaimana dapat dilihat,
penggolongan ini dilakukan berdasarkan objek budidayanya. Untuk
mendapatkan hasil tanaman yang baik perlu mempelajari teknik budidaya
tanaman tersebut.

2. Tujuan Praktikum
5
5

56

Tujuan praktikum acara Budidaya Tanaman ini adalah :


a. Mengenal serta mempelajari cara-cara pembuatan persemaian
b. Menyemaikan beberapa macam benih sayuran.
c. Mengenal, mempelajari, dan memberikan keterampilan kepada
mahasiswa tentang teknik budidaya beberapa komoditas hortikultura.
B. Tinjauan Pustaka
1. Mentimun (Cucumis sativus L)
Mentimun merupakan tanaman semusim (annual) yang bersifat
menjalar atau memanjat dengan perantaraan pemegang yang berbentuk
pilin spiral. Batangnya basah serta berbuku-buku. Panjang atau tinggi
tanaman dapat mencapai 50-250 cm, bercabang dan bersulur yang tumbuh
pada sisi tangkai daun. Buah mentimun muda berwarna antara hijau, hijau
gelap, hijau muda, dan hijau keputihan sampai putih tergantung kultivar,
sementara buah mentimun tua berwarna coklat, coklat tua bersisik, kuning
tua. Diameter buah mentimun antara 12-25 cm. Tanaman mentimun
mempunyai daya adaptasi cukup luas terhadap lingkungan tumbuhnya. Di
Indonesia mentimun dapat di tanam di dataran rendah dan dataran tinggi
yaitu sampai ketinggian 100 m di atas permukaan laut (Sumpena 2001).
Tanaman mentimun tumbuh dan berproduksi tinggi pada suhu
udara berkisar antara 20-32 C, dengan suhu optimal 27 C. Di daerah
tropik seperti di Indinesia keadaan suhu udara ditentukan oleh ketinggian
suatu tempat dari permukaan laut. Cahaya juga merupakan faktor penting
dalam pertumbuhan tanaman mentimun, karena penyerapan uunsur hara
akan berlangsung optimal jika pencahayaan berlangsung antara 8-12
jam/hari (Lingga 2001).
Kelembaban relatif udara (RH) yang dikehendaki oleh tanaman
mentimun untuk pertumbuhannya antara 50-85%, sedangkan curah hujan
optimal yang diinginkan 200-400 mm/bulan. Curah hujan yang terlalu
tinggi tidak baik untuk pertumbuhan tanaman mentimun, terlebih pada saat
mulai berbunga karena curah hujan yang tinggi akan banyak
menggugurkan bunga (Sumpena 2001).

57

Tanaman mentimun berakar tunggang, akar tunggangnya akan


tumbbuh lurus kedalam tanah sampai kedalaman 20 cm. Perakaran
tanaman mentimun dapat tumbuh dan berkembang pada tanah yang
berstruktur remah. Biji timun berwarna putih, berbentuk bulat lonjong
(oval) dan pipih. Biji mentimun diselaputi oleh lendir dan saling melekat
pada ruang-ruang tempat biji tersusun dan jumlahnya sangat banyak. Bijibiji ini dapat digunakan untuk perbanyakan dan pembiakan. Daun tanaman
mentimun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda dan
bergerigi, berbulu sangat halus, memiliki tulang daun menyirip dan
bercabnng-cabang, kedudukan daun tegap. Mentimun berdaun tunggal,
bentuk, ukuran dan kedalaman lekuk daun mentimun sangat bervariasi.
Bunga mentimun merupakan bunga sempurna, berbentuk terompet dan
berukuran 2-3 cm, terdiri dari tangkai bunga dan benangsari. Kelopak
bunga berjumlah 5 buah, berwarna hijau dan berbentuk ramping terletak
dibagian bawah tangkai bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5-6 buah,
berwarna kuning terang dan berbentuk bulat (Cahyono 2003).
Umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk lahan
pertanian cocok untuk ditanami mentimun. Untuk mendapatkan produksi
yang tinggi dan kualitas yang baik, tanaman mentimun membutuhkan
tanah yang subur dan gembur, kaya akan bahan organik, tidak tegenang,
pH-nya 5-6. Namun masih toleran terhadap pH 5,5 batasan minimal dan
pH 7,5 batasan maksimal. Pada pH tanah kurang dari 5,5 akan terjadi
gangguan penyerapan hara oleh akar tanaman sehingga pertumbuhan
tanaman terganggu, sedangkan pada tanah yang terlalu basa tanaman akan
terserang penyakit klorosis. Pupuk organik (pupuk kandang) merupakan
pembenah tanah yang paling baik dibandingkan pembenah tanah yang
lainnya. Kandungan unsur hara yang dikandung pupuk kandang umumya
rendah dan sangat bervariasi, misalnya unsure N, P dan K tetapi juga
mengandung unsur esensial lainnya (Novizan 2002).
2. Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)

58

Tanaman kacang panjang yang ditanam pada daerah yang


ketinggiannya kurang dari 800 dpl, kadang- kadang panen pertama lebih
awal di bandingkan dengan kacang panjang yang ditanam didataran tinggi.
Begitu pula tanaman yang terlindung (teduh) menyebabkan pertumbuhan
tanaman kacang agak lambat dan kurus serta buahnya kurang. Hal ini
mengingatkan tanaman kacang yang ditanam pada tanah basa akan sulit
menyerap unsur hara seperti nitrogen, besi, mangan, seng, borium dan
lain- lain (Rukmana 2003).
Pada tanah-tanah yang kondisi yang jelek, tanaman kacang panjang
sering kali mudah diserang penyakit layu oleh cendawan Fusarium
phaseoli. Tanah yang memiliki drainase buruk akan mengakibatkan
tanaman kacang- kacangan tumbuh kerdil, daunnya menguning serta
menyebabkan perakaran membusuk. Sedangkan untuk tanah yang pH-nya
terlalu basa (lebih dari 6,5) menyebabkan mudah pecahnya nodul-nodul
(bintil-bintil) akar dan gejala menguningnya daun (Haryanto 2007).
Varietas unggul kacang panjang pada umumnya berupa varietas
unggul galur murni. Perakitan varietas unggul galur murni tanaman
menyerbuk sendiri antara lain dapat ditempuh melalui penciptaan populasi
secara genetik beragam, silang dalam, seleksi, uji daya hasil dan pelepasan
varietas. Seleksi merupakan prosedur pemulian tanaman yang paling tua
dan merupakan dasar untuk perbaikan tanaman. Seleksi dapat berlangsung
secara alami atau buatan dan dapat dilakukan bila terdapat keragaman
yang besar dalam suatu populasi (Pitojo 2006).
3. Pare (Momordica charantia)
Pare merupakan anggota famili Cucurbitaceae dan tergolong
tanaman herba berumur satu tahun atau lebih yang tumbuh menjalar atau
memanjat. Pare adalah genus dari sekitar 60 spesies tanaman herbal
musiman atau bisa juga dikategorikan dalam golongan semak-semak kecil
(perdu) dengan penyebaran yang jarang dalam keluarga. Sebagian besar
spesies dalam suku ini menghasilkan minyak pada bunganya dan

59

dikunjungi oleh penyerbuk dalam suku Ctenoplectrini apid. Di Indonesia


pare mempunyai nama ilmiah Momordica charantia (Sunarjono 2003).
Pare merupakan jenis tanaman semak semusim yang tumbuh
menjalar atau merambat dengan mengunakan sulur yang panjang. Sulur
tumbuh di samping daun yang sering membentuk spiral. Akarnya berupa
akar tunggang berwarna putih. Struktur batang pare tidak berkayu.
Batangnya mempunyai alat pembelit yang terletak di dekat daun. Batang
tegaknya berusuk lima dan berwarna hijau. Batang mudanya berambut dan
akan menghilang setelah tua. Daun pare berbentuk bulat telur, berbulu, dan
berlekuk. Susunan tulang daunya menjari. Tangkai daun tumbuh dari
ketiak daun. Panjang tangkai daunya mencapai 7-12 cm. Daunnya
berwarna hijau tua dibagian permukaan atas dan permukaan bawahnya
berwarna hijau muda atau kekuningan. Letak daun pare berseling dengan
panjang tangkai 1,5-5,3 cm. Buahnya buni, bulat telur memanjang, warna
hijau, kuning sampai jingga, dan rasanya pahit. Permukaan buahnya
berbintil-bintil. Bijinya keras, berwarna cokelat kekuningan pucat,
bentuknya pipih memenjang (Dilla 2008).
Bunga pare tumbuh dari ketiak daun dan berwarna kuning
menyala. Bunga pare terdiri dari bunga jantan dan bunga betina yang
berduri temple, halus, dan berambut. Panjang tangkai bunga jantan
mencapai 2-5,5 cm. Sedangkan tangkai bunga betina panjangnya 1-10 cm.
Kelopak bunga berbentuk lonceng, berusuk banyak, berlekatan, dan
bertaju lima. Mahkota bunganya berwarna kuning dan berlekatan. Tabung
mahkotanya bersatu dengan tabung kelopak. Panjang tangkai bunga jantan
mencapai 2-5,5 cm. Sedangkan tangkai bunga betina panjangnya 1-10 cm
(Tusilawati 2010).
Tanaman pare mempunyai bau yang khas yaitu langu. Rasa
buahnya juga khas, yaitu pahit. Meskipun hampir semua buah pare rasanya
pahit, namun tingkat kepahitannya berbeda-beda. Tanaman pare sangat
mudah dibudidayakan dan tumbuhnya tidak tergantung pada musim.
Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat

60

tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung. Pare biasanya


ditanam di lahan pekarangan/ tegalan/ sawah bekas padi sebagai tanaman
sela pada musim kemarau (Wahyuni 2005).

C. Metodelogi Praktikum
1. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Hortikultura acara Budidaya Tanaman ini dilaksanakan
pada hari Sabtu 3 Oktober 2013 sampai dengan 9 Desember 2013
bertempat di lahan belakang gedung D Fakultas Pertanian UNS Surakarta.
2. Alat
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Cangkul
Cetok
Paranet
Ajir
Gembor
Alat tulis
Kertas
Rafia
Patok

3. Bahan
a. Benih Mentimun (Cucumis sativus)
b. Benih Kacang Panjang (Vigna sinensis)
c. Benih Pare (Momordica charanthia)
d. Pupuk kandang
e. Pupuk Phonska
4. Cara kerja
a. Budidaya mentimun (Cucumis sativus)
1) Membersihkan lahan dari gulma
2) Membuat guludan dengan menggunakan cangkul
3) Memasang ajir pada guludan, kemudian membuat lubang tanam
4) Memasukkan 2 benih mentimun ke dalam lubang tanam, kemudian
menutupnya dengan tanah
5) Merambatkan dan mengikat tanaman mentimun pada ajir
6) Memelihara tanaman mentimun sampai panen
b. Budidaya kacang panjang (Vigna sinensis)

61

1)
2)
3)
4)

Membersihkan lahan dari gulma


Membuat guludan dengan menggunakan cangkul
Memasang ajir pada guludan, kemudian membuat lubang tanam
Memasukkan 2 benih kacang panjang ke dalam lubang tanam,

kemudian menutupnya dengan tanah


5) Merambatkan dan mengikat tanaman kacang panjang pada ajir
6) Memelihara tanaman kacang panjang sampai panen
c. Budidaya Pare (Momordica charanthia)
1) Membersihkan lahan dari gulma
2) Membuat guludan dengan menggunakan cangkul
3) Memasang ajir pada guludan, kemudian membuat lubang tanam
4) Memasukkan 2 benih pare ke dalam lubang tanam, kemudian
menutupnya dengan tanah
5) Merambatkan dan mengikat tanaman pare pada ajir
6) Memelihara tanaman pare sampai panen

D. Hasil Pengamatan dan Pembahasan


1. Hasil Pengamatan
Tabel 5.1 Hasil Budidaya Tanaman Pada Beberapa Komoditas
Perawatan
Komoditas

Kacang
panjang
(Vigna
sinensis)

Pengolahan
Tanah

Membersihkan lahan dari


gulma.

OPT
Penggerek
buah
Ulat

Menggemburkan tanah
dengan cara
mencangkul
Memberikan
tanah dengan

Belalang
Kepik
Gulma
berdaun

Panen

Pemupukan

Pengairan

Periode
Panen

Hasil
Panen

Hasil
Penjualan

Pupuk
kompos
diberikan
pada waktu
pengolahan
tanah

Pengairan
dilakukan
pada pagi
atau sore
hari
apabila
media
tanah
kering

30 November
2013

0,30 kg

Rp 1.000,-

3 Desember
2013

0,15 kg

Rp 500,-

0,20 kg

Rp 700,-

Pupuk NPK
diberikan
14 hari
setelah

6 Desember
2013

62

pupuk
kandang/kom
-pos
Menanam ajir
Membersihkan lahan dari
gulma.

lebar

tanam

Timun
(Cucumis
sativus)

Memberikan
tanah dengan
pupuk
kandang/kom
-pos
Menanam ajir
dan membuat
lubang tanam

0,60 kg

Rp 2.000,-

1,25 kg

Rp 4.200,-

20 November
2013

2,15 kg

Rp 4000,00

27 November
2013

1,8 kg

Rp 2000,00

9 Desember
2013

0,65 kg

Rp 1500,00

4,6 kg

Rp 7500,00

27 November
2013

0,45 kg

Rp 2.500,-

9 Desember
2013

1,10 kg

Rp 5.500,-

1,55 kg

Rp 8.000,-

Gulma
berdaun
sempit Total
Penggerek
buah
Pupuk
kandang
diberikan
pada waktu
pengolahan
tanah

Ulat
Menggemburkan tanah
dengan cara
mencangkul

9 Desember
2013

Belalang
Kepik
Gulma
berdaun
lebar

Pupuk NPK
diberikan
14 hari
setelah
tanam

Gulma
berdaun
sempit

Pengairan
dilakukan
pada pagi
atau sore
hari
apabila
media
tanah
kering

Total

Membersihkan lahan dari


gulma.

Penggerek
buah
Ulat

Pare
(Momordica
charantia)

Menggemburkan tanah
dengan cara
mencangkul
Memberikan
tanah dengan
pupuk
kandang/kom
-pos
Menanam ajir
dan membuat
lubang tanam

Belalang
Kepik
Gulma
berdaun
lebar

Pupuk NPK
diberikan
14 hari
setelah
tanam

Gulma
berdaun
sempit

Total

Sumber: Laporan Sementara


2. Pembahasan

Pupuk
kandang
diberikan
pada waktu
pengolahan
tanah

Pengairan
dilakukan
pada pagi
atau sore
hari
apabila
media
tanah
kering

63

Budidaya tanaman merupakan suatu pemanfaatan sumber daya nabati


yang berasal dari alam sehingga dapat menimbulkan suatu nilai ekonomis
tertentu. Tanaman yang dibudidayakan pada praktikum ini adalah tanaman
kacang panjang, mentimun dan pare. Ketiga tanaman yang dibudidayakan
termasuk didalam tanaman sayuran. Pembudidayaan tanaman ini dilakukan
dengan

beberapa

tahapan

yaitu

pengolahan

lahan,

pemupukan,

pemeliharaan, panen dan yang terakhir pasca panen.


Pada praktikum ini kami mencoba melakukan penanaman ketiga
komoditas tersebut. Pertama yang dilakukan adalah membersihkan lahan
pertanaman dari gulma, dan lain-lain. Tujuan dari pembersihan pertanaman
sebelum ditanami adalah untuk mengurangi kemungkinan sisa tanaman
tersebut untuk tempat perkembangan dari pathogen penyakit. Kemudian
menggemburkan tanah dan membuat guludan, pada saat pembuatan guludan
tanah diberi pupuk organik. Fungsi pemberian pupuk organik agar tanah
tidak rusak, dan kondisi sayuran tidak tercemar oleh bahan kimia. Tujuan
pengolahan lahan adalah untuk membuat tanah yang akan ditanami
stukturnya bisa menjadi lebih baik dan bagus untuk perakaran. Fungsi
pembuatan guludan ini adalah untuk menghambat aliran permukaan,
menyimpan air di bagian atasnya dan untuk memotong panjang lereng.
Tinggi tumpukan tanah berkisar antara 25-30 cm dengan lebar dasar 2530cm. Pada lahan yang berlereng curam atau lahan yang peka terhadap erosi
dapat digunakan guludan bersaluran. Pada sistem guludan bersaluran, di
sebelah atas guludan dibuat saluran memanjang mengikuti guludan.
Kemudian dilakukan penyiraman dan pemasangan ajir untuk rambatan
tanaman.

Setelah

pemasangan

ajir,

penanaman

benih

dilakukan.

Pemasangan ajir berguna untuk menegakkan tanaman, selain itu semua


komoditas yang ditanam adalah jenis tanaman yang merambat, selain itu
untuk memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Penggunaan ajir juga
memiliki kekurangan, karena pemasangan ajir itu kadang juga bisa melukai
tanaman, dan berpotensi terserang pathogen.

64

Pengelolaan lahan pertanian adalah segala tindakan atau perlakuan


yang diberikan pada suatu lahan untuk menjaga dan mempertinggi
produktivitas lahan tersebut dengan mempertimbangkan kelestariaannya.
Tingkat produktivitas lahan sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah, curah
hujan, suhu, kelembaban, sistem pengelolaan lahan, serta pemilihan
landcover. Pengelolaan lahan sebagai salah satu komponen pengelolaan
teknologi pertanian diperlukan dalam sistem pertanian berkelanjutan karena
sistem pertanaman intensif bisa mengarah pada trade-off antara manfaat
ekonomi dalam jangka pendek dan kerusakan lingkungan seperti degradasi
kesuburan tanah dalam jangka panjang (Yuanarga 2011).
Setelah penanaman selanjutnya dilakuakan perawatan tanaman hingga
panen. Perawatan tanaman ini meliputi pengairan, dan pemberantasan hama
penyakit. Tahapan selanjutnya yaitu panen, waktu panen yang paling baik
pada pagi/sore hari, karena pada kondisi ini tanaman masih dalam keadaan
segar karena suhunya yang mendukung dan saat panen tersebut suhu
udaranya tidak panas.
Penanaman tanaman kacang panjang, mentimun dan pare ini masingmasing menggunakan bahan tanam berupa benih. Benih dari ketiga
komoditas ini ditanam di dekat ajir dengan kedalaman sekitar 3 cm. Hal ini
ditujukan agar setelah benih tumbuh, batang dari tanamannya bisa melilit ke
ajir karena baik kacang panjang, mentimun dan pare merupakan tanaman
yang merambat. Perawatan dilakukan dengan menyiram tanaman setiap hari
agar tanaman tidak kekurangan air sehingga dapat layu dan mati. Selain itu
perawatan ini juga dilakukan pencabutan gulma agar gulma ini tidak
mengganggu pertumbuhan dari tanaman budidaya. Pemupukan tanaman
budidaya ini dilakukan setelah 2 minggu dari saat tanam. Pupuk yang
digunakan pada budidaya tanaman ini merupakan pupuk Phonska.
Gulma yang ditemukan pada semua budidaya tanaman baik kacang
panjang, pare dan mentimun adalah rumput teki. Tetapi pada tanaman
mentimun dan pare juga ditemukan gulma berdaun lebar dan berdaun
sempit. Sedangkan untuk hama pada kacang panjang adalah penggerek

65

polong, hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sunarjono (2003)
hama utama dari tanaman kacang panjang adalah hama penggerek polong
(Maruca testulasis), tungau merah (Tetranychus bimaculatus) dan kutu daun
(Aphistavaresi). Ketiga hama ini umumnya menyerang pada musim
kemarau dan bila tidak dilakukan usaha pengendalian hama, maka tanaman
sayuran menjadi tidak produktif, bahkan dapat gagal panen. Pada mentimun
ditemukan hama thrips, oteng-oteng, kutu putih dan tungau. Dan yang
terakhir pada tanaman pare ditemukan hama pengganggu berupa thrips dan
oteng-oteng. Gulma merpakan suatu tanaman yang kehadirannya dapat
mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Sedangkan hama merupakan
organisme yang tidak diharapkan kedatangannya karena dapat mengganggu
pertumbuhan tanaman budidaya.
Panen pada masing-masing tanaman dilakukan dengan berbeda
tahapnya. Pemanenan komoditas kacang panjang dilakukan 4 kali yaitu
mulai tanggal 30 November hingga 9 Desember. Hasil pemanenan yang
pertama seberat 0,3 kg, untuk pemanenan selanjutnya diperoleh hasil 0,15
kg dan panen 3 hari selanjutnya memperoleh hasil 0,20 kg. Untuk
pemanenan terakhir dari komoditas kacang panjang diperoleh hasil 0,60 kg
sehingga total pemanenan dari awal hingga akhir seberat 1,25 kg. Hasil
pemanenan kacang panjang tidak dijual dan dimasak salah satu praktikajn di
rumahnya. Kegiatan panen mentimun ini dilakukan dengan memetik buah
yang sudah matang (siap jual). Panen tanaman mentimun mendapatkan hasil
yang paling banyak yaitu sebesar 4,6 kg dengan 3 periode pemanenan.
Untuk hasil pemanenan yang pertama seberat 2,15 kg dan dijual dengan
harga Rp.4.000,-. Pemanenan yang kedua seberat 1,8 kg dan dijual dengan
harga Rp.2.000,-. Selanjutnya pemanenan yang terakhir komoditas
mentimun memperoleh hasil seberat 0,65 kg. Total dari hasil pemanenan
komoditas mentimun 4,6 kg kemudian dijual dan memperoleh uang
Rp.7.500,-. Berdasarkan data tersebut hasil panen mentimun dari periode ke
periode

semakin

menurun.

Sedangkan

pemanenan

tanaman

pare

menghasilkan total 1,55 kg dari 2 kali pemanenan. Pemanenan pertama

66

seberat 0,45 kg dan pemanenan kedua 1,10 kg. Hasil pemanenan pare tidak
dijual dan dibawa pulang salah satu praktikan. Untuk membandingkan
secara ekonomis kita menggunakan harga di pasaran yang dianalisis.

E. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan
a. Budidaya tanaman merupakan suatu pemanfaatan sumber daya nabati
yang berasal dari alam sehingga dapat menimbulkan suatu nilai
ekonomis tertentu.
b. Pengolahan lahan pada dasarnya bertujuan untuk mempermudah
nantinya proses pertumbuhan, serta untuk membunuh berbagai
oraganisme yang dapat membahayakan bagi tanaman
c. Hama dan penyakit dapat memperkecil jumlah produksi suatu tanaman.
d. Jenis tanaman budidaya satu dan budidaya yang lain mempunyai nilai
ekonomis yang berbeda-beda.
e. Pengendalian hama perlu dilakukan agar tanaman tidak terganggu
pertumbuhannya.

67

f.

Total pemanenan komoditas kacang panjang (Vigna sinensis) seberat

1,25 kg.
g. Total pemanenan komoditas mentimun (Cucumis sativus) seberat 4,6 kg
h.
Total pemanenan komoditas pare (Momordica charanthia) seberat
1,55 kg
2. Saran
Pelaksanaan praktikum sudah cukup baik dan teratur. Semua bahan
maupun peralatan sudah lengkap. Coass pun turut mendampingi
keberjalanan praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA
Cahyono B 2003. Teknik dan Strategi Budidaya. Yayasan Pustaka Nusantara.
Yogyakarta.
Dilla 2008. Khasiat dalam pahit pare. http://sehat.suaramerdeka.com. Diakses
pada 9 Desember 2013.
Haryanto 2007. Budidaya Kacang Panjang. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lingga P 2001. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
Novizan 2002. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Pitojo Setijo 2006. Benih Kacang Panjang. Kanisius. Yogyakarta.
Rukmana Rahmat 2003. Bertanam Kacang Panjang. Kanisius. Yogyakarta.
Sumpena U 2001. Budidaya Mentimun. Penebar Swadaya. Jakarta. Hlm 1 dan 19.
Sunarjono H H 2003. Seri Agribisnis: Bertanam 30 Jenis Sayur.
Penebar Swadaya : Jakarta .
Tusilawati Berliana. 2010. 15 Herbal Paling Ampuh. Aulia Publishing :
Yogyakarta.

68

Wahyuni S 2005. Teknologi Produksi Benih Bermutu. Makalah disampakan pada


Lokakarya Pengem-bangan Jaringan Alih Teknologi Produksi dan
Distribusi Benih Sumber di Balitpa, 21-22 November 2005. Sukamandi.
Yuanarga
2011.
Pengelolaan
Lahan
Pertanian.
http://yuanarga.
blogspot.com/2011/pengelolaan-pertanian.html Diakses 11 Desember
2013