Anda di halaman 1dari 25

JL.

RAYA SERANG KM I CIKARANG SELATAN - BEKASI

CIKARANG SELATAN
BEKASI
2009
LEMBAR PENGESAHAN
KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN MTS NEGERI SERANG
TAHUN 2009 - 2010

NAMA MADRASAH

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI SERANG


Berdasarkan Surat Keputusan Kepala MTs Negeri Serang Kabupaten Bekasi Nomor
MTs. i/105/PP.005/ /2009 Tanggal 13 Juli 2009, tentang Penetapan Kurikulum
Satuan Pendidikan Tahun Pembelajaran 2009-2010.

Ditetapkan di
Pada Tanggal

: Cikarang Selatan
: 13 Juli 2009

Mengetahui/Menyetujui,
Komite MTs Negeri Serang

Kepala MTs Negeri Serang


Kabupaten Bekasi

H, TABRANI
Ketua

Drs. AMAL BASYARI


NIP. 150251674
Mengetahui
Pengawas Pendidikan Agama

Dra. NANI MULYANI, M.Pd


NIP.
Mengesahkan
Kasi Mapenda Departemen Agama Kab. Bekasi

Drs. DARIP PRIANA


NIP.

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat
dan hidayahNya, MTs Negeri Serang telah dapat mengembangkan model
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk satuan pendidikan tingkat MTs.
Model Kurikulum ini selanjutnya kami sebut KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN
MTs NEGERI SERANG sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan
yang diarahkan untuk pengembangan potensi peserta didik sesuai dengan
perkembangan ilmu, teknologi, seni, serta pergeseran paradigma pendidikan yang
berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Model Kurikulum Satuan pendidikan ini kami susun dengan maksud untuk
memberikan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi
tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi
daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh
satuan pendidikan dalam hal ini Tim MTs Negeri Serang untuk memungkinkan
penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada dimana
kami bertugas.
Kurikulum Satuan pendidikan adalah bagian dari Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan yang merupakan salah satu komponen Standar Isi (Permen no. 22 tahun
2006) yang berlaku di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan
adanya Kurikulum Satuan Pendidikan, diharapkan kita memiliki patok mutu, baik
evaluasi yang bersifat mikro seperti kualitas proses dan kualitas produk
pembelajaran, maupun evaluasi makro seperti efektifitas dan efisiensi program
pendidikan, sehingga ke depan pendidikan kita akan melahirkan standar mutu yang
dapat dipertanggung jawabkan.
Penyusunan KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN MTs Negeri Serang ini melalui
proses yang dimulai dengan dibentuknya Tim Penyusunan yang terdiri dari beberapa
Dewan Guru. Tim Penyusun ini melakukan serangkaian kajian bersama Komite
Madrasah dengan berpedoman pada Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menghasilkan draft Kurikulum
Satuan Pendidikan. Proses selanjutnya, draft Kurikulum Satuan Pendidikan
divalidasi oleh para pakar yang berasal dari pakar pendidikan, pakar bidang ilmu,
dan praktisi pendidikan yang melibatkan para guru, kepala Madrasah, Komite
Madrasah, Pengawas dan Mapenda Departemen Agama Kabupaten. Hasil validasi
ini merupakan masukan untuk revisi draft Kurikulum Satuan Pendidikan.
Pada tahap akhir, Kurikulum Satuan Pendidikan yang sudah divalidasi
dipresentasikan, yang melibatkan berbagai kalangan yaitu dewan pendidikan dan
kependidikan di Madrasah, Komite Madrasah, dan Pengawas . Hasil presentasi kami
jadikan bahan masukan bagi Tim penyusun Kurikulum Satuan pendidikan.
Akhirnya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak, baik yang
terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan KURIKULUM
SATUAN PENDIDIKAN MTs Negeri Serang
ini. Semoga Allah SWT tetap
memberikan petunjuk terhadap upaya yang telah, sedang, dan yang akan kita
lakukan untuk peningkatan mutu pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu
pendidikan di MTs Negeri Serang pada khususnya.

Bekasi, 13 Juli 2009


Kepala MTs Negeri Serang

Drs. AMAL BASYARI


NIP. 150251674

DAFTAR

ISI

HALAMAN JUDUL
...
LEMBAR PENGESAHAN
.
KATA PENGANTAR

i
Ii
Iii

DAFTAR ISI

BAB. I

..

iv

PENDAHULUAN

A. Rasional
..
B. Visi , Misi dan Tujuan Madrash
.
C. Pengertian
..

BAB. II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM


...
A. Struktur Kurikulum

B. Muatan Kurikulum

1. Mata Pelajaran
..........................................................
2. Muatan lokal
.............................................................
3. Kegiatan Pengembangan Diri
....................................
4. Pengaturan Beban Belajar
........................................
5. Ketuntasan Belajar
....................................................
6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
..................................
BAB. III KALENDER PENDIDIKAN
BAB. IV PENUTUP

..

........

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. RASIONAL
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan
tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan
kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh
sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan
penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di
daerah.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam
mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan
pendidikan nasional.Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, standar
proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar
sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar

penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut,


yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan
utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi
kesempatan peserta didik untuk :
Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Belajar untuk memahami dan menghayati,
Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses
yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

belajar

Komponen Kurikulum Satuan pendidikan yang kami susun terdiri dari;

Tujuan Pendidikan Madrasah

Struktur dan Muatan Kurikulum,

Kalender Pendidikan,

Silabus,

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

B. VISI, MISI, DAN STRATEGI


Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian
program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di sekolah.
Sekolah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan
perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu
misalnya menyangkut:

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,


Globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan
mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat,

Era informasi,

Pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral manusia,

Berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan,

Era perdagangan bebas / AFTA.

Tantangan sekaligus peluang itu harus direspon oleh sekolah, sehingga visi
madrasah dapat sesuai dengan arah perkembangan tersebut. Visi tidak lain

merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di


masa datang. Namun demikian, visi madrasah harus tetap dalam koridor
kebijakan pendidikan nasional. Visi juga harus memperhatikan dan
mempertimbangkan

Potensi yang dimiliki sekolah,

Harapan masyarakat yang dilayani sekolah.

Dalam merumuskan visi, pihak-pihak yang terkait (stakeholders) hendaknya


diajak bermusayawarah, sehingga visi madrasah mewakili aspirasi berbagai
kelompok yang terkait, sehingga seluruh kelompok yang terkait (guru, karyawan,
siswa, orang tua, masyarakat, pemerintah) bersama-sama berperan aktif untuk
mewujudkannya.
Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat:

Filosofis,

Khas,

Mudah diingat.

Berikut ini adalah visi yang dirumuskan oleh madrasah kami MTs Negeri Serang
Kabupaten Bekasi..
Visi MTs Negeri Serang Kabupaten Bekasi :
TERDEPAN DALAM KUALITAS, UNGGUL DALAM AKHLAK, SERTA
MENJADI MTs. TERBAIK DI KAB. BEKASI PADA TAHUN 2013
Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka
panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini adalah misi yang dirumuskan
berdasarkan visi di atas.
Misi MTs Negeri Serang Kab . Bekasi
Setiap kerja komunitas pendidikan, kami selalu berusaha untuk dapat
menumbuhkan disiplin kerja sesuai dengan aturan bidang kerja masing-masing,
saling menghormati dan dapat saling percaya serta tetap menjaga hubungan
kerja yang harmonis berdasar pada pelayanan prima, kerjasama, dan
silaturahmi, penjabaran misi di MTs Negeri Serang meliputi;
1.
2.
3.
4.
5.

Meningkatkan mutu pembelajaran


Menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan
Menanamkan disiplin yang tinggi, kejujuran dan akhlakul karimah.
Menumbuhkan semangat kerja yang kompetitif
Menumbuhkan sikap tenggang rasa, kebersamaan dan persaudaraan antar
Warga sekolah dan masyarakat.
6. Menumbuhkan daya kreatifitas, kemandirian dan kecakapan hidup
7. Membudayakan kehidupan yang bernuansa agamis di lingkungan warga

Sekolah.
Misi merupakan kegiatan jangka panjang yang masih perlu diuraikan menjadi
beberapa kegiatan yang memiliki Strategi yang lebih detil dan jelas. Berikut ini
jabaran Strategi yang diuraikan dari visi dan misi di MTs. Negeri Serang:
1. Mengadakan Bimbingan dan Pembinaan di Bidang Baca, Tulis dan
Pemahaman Al-Quran
2. Pengajian Rutin di Bidang Ubudiyah meliputi, Tahlil dan Kitab Rawi
3. Peningkatan Mutu dan Volume Latihan Ekstarkurikuler.
4. Mengadakan Pelajaran Tambahan untuk Mata Pelajaran yang di UN
kan, dalam bentuk Les jam ke ), Try Out UN ( target rata-rata nilai
UN meningkat 0,5 setiap pelajaran ), pada setiap tahun.
C. PENGERTIAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di
masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat
satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,
kalender pendidikan, dan silabus.
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar,
materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi
waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar
kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan bagian dari
perencanaan proses pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan
pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian
hasil belajar.

BAB II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. STRUKTUR KURIKULUM
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan
kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan
dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban
belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud
terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan
berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan
pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Pada struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah berisi sejumlah mata
pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik. Mengingat perbedaan
individu sudah barang tentu keluasan dan kedalamannya akan berpengaruh
terhadap peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Program pendidikan terdiri
dari Pendidikan Umum, Pendidikan Kejuruan, dan Pendidikan Khusus.
Pendidikan Umum meliputi tingkat satuan pendidikan sekolah dasar (SD),
sekolah menengah pertama (SMP/MTs), dan sekolah menengah atas (SMA/MA).
Pendidikan Kejuruan terdapat pada sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pendidikan khusus meliputi sekolah dasar luar biasa(SDLB), sekolah menengah


pertama luar biasa(SMPLB), dan sekolah menengah atas luar biasa(SMALB) dan
terdiri atas delapan jenis kelainan berdasarkan ketunaan.
Struktur kurikulum MTs meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam
satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas
IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan
standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Kurikulum MTs memuat 11 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan
diri.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam
mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan
pendidikan.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh
guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi
sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh
konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk
kegiatan ekstrakurikuler.
b.

Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan IPA
Terpadu dan IPS Terpadu.

c. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana


tertera dalam struktur kurikulum Satuan pendidikan dimungkinkan menambah
maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
d. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
e.
Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38
minggu
.
Pada program pendidikan di MTs terdiri dari program Pendidikan Agama (Empat
sub mata pelajaran agama) dan sejumlah mata pelajaran umum(9 mata
pelajaran umum) ditambah dengan program pengembangan diri dan muatan
lokalyang wajib diikuti seluruh peserta didik.
Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah
ditentukan dalam struktur kurikulum, dalam menyesuaikan dengan alokasi waktu
yang tersedia.
Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan
peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata
pelajaran lain yang dianggap penting namun tidak terdapat di dalam struktur
kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. Dengan adanya tambahan
waktu, satuan pendidikan diperkenankan mengadakan penyesuaianpenyesuaian. Misalnya mengadakan program remediasi bagi peserta didik yang
belum mencapai standar ketuntasan belajar minimal.
Tabel. Struktur Kurikulum MTs Negeri Serang.

KOMPONEN
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama
a. Al Quran Hadits
b. Aqidah Akhlak
c. Fiqih
d. Sejarah Kebudayaan Islam
2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Bahasa Inggris
5. Bahasa Arab
6. Matematika
7. Ilmu Pengetahuan Alam
8. Ilmu Pengetahuan Sosial
9. Seni Budaya
10. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
11. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi
B. Muatan Lokal + Bahasa Sunda
C. Pengembangan Diri
JUMLAH

KELAS DAN
ALOKASI WAKTU
VII
VIII
IX

2
2
2
2
2
4
4
3
4
4
4
2
2
2
4
2*)

2
2
2
2
2
4
4
3
4
4
4
2
2
2
4
2*)

2
2
2
2
2
4
4
3
4
4
4
2
2
2
4
2*)

43

43

43

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajara

B. MUATAN KURIKULUM
Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) meliputi sejumlah mata
pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi
peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan
kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Muatan kurikulum SMP/MTs meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh
dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai dari kelas VII sampai
dengan kelas IX. Sementara materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan
diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.
1. Mata pelajaran
Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan
yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui
metode dan pendekatan tertentu. Beban belajar pada mata pelajaran
ditentukan oleh keluasan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan
pendidikan. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran bergantung pada
ciri khas dan karakteristik masing-masing mata pelajaran dengan
menyesuaikan pada kondisi yang tersedia di sekolah. Sejumlah mata
pelajaran tersebut terdiri dari mata pelajaran wajib dan pilihan pada setiap
satuan pendidikan.

Pada bagian ini sekolah mencantumkan mata pelajaran muatan lokal, dan
pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan disajikan pada
peserta didik.
Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran
sebagai berikut.
(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
(3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
(4) Kelompok mata pelajaran estetika
(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau
kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan
kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan
pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan
diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Rincian mata pelajaran MTs adalah sebagai berikut:
Mata pelajaran wajib:
1. Pendidikan Agama
:

1. Al Quran Hadits

2. Akidah Akhlak

3. Fikih

4. Sejarah Kebudayaan Islam

5. Pendidikan kewarganegaraan

6. Bahasa Indonesia

7. Bahasa Arab

8. Bahasa Inggris

9. Matematika

10. Ilmu Pengetahuan Alam

11.Ilmu Pengetahuan Sosial

12. Seni budaya

13. .Pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan

14..Keterampilan/ TIK

Mata pelajaran Muatan Lokal

-Bahasa dan sastra Sunda


-Baca Tulis Quran
Tabel . Cakupan Kelompok Mata Pelajaran

KELOMPOK MATA
PELAJARAN

NO

CAKUPAN

1.

Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
dimaksudkan untuk membentuk peserta didik
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak
mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti,
atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan
agama.

2.

Kewarganega-raan dan
Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan


kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan
kesadaran dan wawasan peserta didik akan status,
hak, dan kewajibannya
dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan
kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara,
penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia,
kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan
hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung
jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan
membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti
korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan


Ilmu Pengetahuan dan
teknologi
pada
MTs
dimaksudkan
untuk
Teknologi
memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan
dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah
secara kritis, kreatif dan mandiri.

4.

Estetika

5.

Jasmani, Olahraga dan


Kesehatan

Satuan
Pendidikan

Kelas

Satu jam
pembelajaran
tatap muka
(menit)

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan


untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan
mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi
keindahan
dan
harmoni.
Kemampuan
mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan
serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi,
baik dalam kehidupan individual sehingga mampu
menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam
kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu
menciptakan kebersamaan yang harmonis.
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan
kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk
meningkatkan potensi fisik serta membudayakan
sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Jumlah Jam
pembelajaran
Per minggu

Minggu
Efektif
per tahun
ajaran

Waktu
pembelajaran
per tahun

Jumlah jam
per tahun
(@60 menit)

SMP/MTs

VII
s.d.
IX

40

34

Tabel.

Beban Belajar dalam Kegiatan Tatap Muka

Tabel.

Beban Belajar dalam Kegiatan Tatap Muka

1156-1292 jam
pembelajaran
(46240-51680
menit)

34-38

771-861

2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata
pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran
tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas
pada mata pelajaran seni-budaya dan keterampilan, tetapi juga mata
pelajaran lainnya, seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di MTS.
Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga sekolah harus
mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap
jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Sekolah dapat menyelenggarakan
satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester, atau dua mata pelajaran
muatan lokal dalam satu tahun.

Tabel Alokasi Waktu Muatan Lokal :


KELAS DAN
ALOKASI WAKTU
KOMPONEN MUATAN LOKAL
A. Mata Pelajaran
1. Bahasa Sunda
2. Baca Tulis Al Quran

VII

VIII

IX

2
2

2
2

2
2

3. Kegiatan Pengembangan Diri


Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri
sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan
kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri di bawah bimbingan konselor,
guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain
melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri
pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik

serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan,


kelompok seni-budaya, kelompok tim olahraga, dan kelompok ilmiah remaja.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan
pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada
mata pelajaran.
Adapun kegiatan Ekstrakurikuler di MTs Negeri yang diselenggarakan adalah
sebagai berikut :
1. Sepak Bola
2. Volley Ball
3. Tenis Meja
4. Bulu Tangkis
5. Seni Suara
6. Qasidah
7. Marawis
8. Pramuka
9. Paskibra
10. Teater
11. Muhadoroh
12. Baca Tulis Al Quran
KOMPONEN PENGEMBANGAN DIRI
1. Sepak Bola
2. Volly Ball
3. Tenis Meja
4. Bulu Tangkis
5. Seni Suara
6. Kosidah
7. Marawis
8. Pramuka
9. Paskibra
10. Teater
11. Mukhadoroh

ALOKASI WAKTU
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pada setiap akhir kegiatan belajar


mengajar oleh setiap Pembina masing-masing Ekstrakurikuler secara fleksibel.
Berikut adalah kategori penilaian untuk kegiatan pengembangan diri :
Kategori Nilai
A
B
C

Keterangan
Sangat Baik
Baik
Cukup

Kurang

4. Pengaturan Beban Belajar


Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan
program pendidikan yang berlaku di sekolah. Sistem tersebut terdiri dari
sistem paket dan sistem kredit semester (SKS).
Pada umumnya saat ini satuan pendidikan mayoritas menggunakan Sistem
Paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai
berikut.
a. Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan
pendidikan SMP/MTs baik kategori standar maupun mandiri,
Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh
SMP/MTs kategori mandiri,
b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket
dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan
alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester
ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel
dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan
dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per
minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi,
di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting
dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam
Standar Isi.
c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur dalam sistem paket untuk SMP/MTs 0% - 50% dari waktu
kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan
alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta
didik dalam mencapai kompetensi.
d. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara
dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara
dengan satu jam tatap muka.
e. Alokasi waktu untuk tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan
mandiri tidak terstruktur untuk SMP/MTs yang menggunakan sistem SKS
mengikuti aturan sebagai berikut.
Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka, 20 menit
kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Pemilihan mata pelajaran oleh siswa di SMP/MTs harus dibimbing oleh
guru pembimbing. Seorang guru dapat membimbing 5 sampai 8 siswa
dalam menetapkan mata pelajaran yang akan ditempuhnya pada
semester tertentu. Setiap siswa tidak mesti mempunyai beban kredit
semester yang sama. Pertimbangan dari guru pembimbing dan dari
orangtua dapat dipergunakan sebagai rujukan untuk menentukan
besarnya jumlah beban kredit semester yang akan ditempuh oleh siswa.

Berdasarkan hal tersebut, maka dimungkinkan adanya kelas susul atau


remidi bagi siswa.
5. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu
pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%.
Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah harus
menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai Target Pencapaian
Kopetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata
peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam
penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan
selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai
kriteria ketuntasan ideal.
Berikut ini tabel nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang menjadi Target
Pencapaian Kompetensi (TPK) di MTs Negeri Serang:
NO.

MATA PELAJARAN

NILAI KKM (%)

Pendidikan Agama
a. Al Quran Hadits
b. Aqidah Akhlak
c. Fiqih
d. Sejarah Kebudayaan Islam
Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Bahasa Arab
Matematika
IPA
IPS
Seni Budaya
Pendididkan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Teknologi Informatika dan komunikasi
Bahasa Sunda
Mulok (Nahu shorof / BTQ)

70
70
70
69
70
70
70
65
70
70
70
67
70
70
70
65

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan


Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Mekanisme
Penentuan kenaikan kelas di MTs Negeri Serang adalah sebagai berikut;
a. Melalui Rapat Verfikasi kenaikan kelas bersama dewan guru
b. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun
c. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
d. Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai
kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar (HB),

kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) pada semua mata
pelajaran.
e. Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila,

memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata


pelajaran agama dan akhlak mulia

Jika peserta didik tidak menuntaskan SK dan KD lebih dari 3 mata


pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas
akhir tahun ajaran, dan

Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan


fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu
mencapai kompetensi yang ditargetkan.

f. Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator,
SK, dan KD yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal
sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
g. Di sekolah kami, kenaikan kelas juga mempertimbangkan kehadiran di
kelas mencapai minimal 90%
Dengan mengacu kepada ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta
didik dinyatakan lulus dari MTs Negeri Serang Kabupaten Bekasi setelah
memenuhi persyaratan sebagai berikut;
a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok
kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika,
dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
c.

Lulus ujian mad rasah untuk kelompok mata pelajaran agam, ilmu
pengetahuan dan teknologi;

d. Lulus Ujian Nasional 4 mata pelajaran yang di UN kan


e. Di MTs Negeri Serang
Kabupaten Bekasi,
kelulusan juga
mempertimbangkan kehadiran peserta didik dalam kelas minimal
mencapai 90 %

BAB III
KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan


dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender
pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif
belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Setiap permulaan tahun pelajaran, kami sebagai tim penyusun program di sekolah
menyusun kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran
selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif
belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di
sekolah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah,
karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari
pemerintah/pemerintah daerah.
Beberapa aspek penting yang menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun
kalender pendidikan adalah sebagai berikut:
-

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran


pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun
pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan
berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk


setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Sekolah dapat
mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan
kebutuhannya.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,


meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk
muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan
Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait

dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota,


dan/atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur
khusus.
-

waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur
akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk harihari besar nasional, dan hari libur khusus.

libur jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran
digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.

sekolah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan


lebih panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

bagi sekolah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu


secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif.

Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang
dan jenis pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah
Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.

Tabel. Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan Madrasah

NO

KEGIATAN

ALOKASI
WAKTU
Min 34 minggu &
maks 38 minggu
Maks 2 minggu
Maks 2 minggu

Minggu efektif belajar

2
3

Jeda tengah semester


Jeda antar semester

Libur akhir tahun


pelajaran

Maks 3 minggu

Hari libur keagamaan

2 4 minggu

Hari libur
umum/nasional

Maks 2 minggu

Hari libur khusus

Maks 1 minggu

Kegiatan khusus
sekolah/madrasah

Maks 3 minggu

KETERANGAN
Digunakan untuk kegiatan pembelajaran
efektif pada setiap satuan pendidikan
Satu minggu setiap semester
Antara semester I dan II
Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan
administrasi akhir dan awal tahun
pelajaran
Daerah khusus yang memerlukan libur
keagamaan
lebih
panjang
dapat
mengaturnya sendiri tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
Disesuaikan
dengan
Peraturan
Pemerintah
Untuk satuan pendidikan sesuai dengan
ciri kekhususan masing-masing
Digunakan
untuk
kegiatan
yang
diprogramkan
secara
khusus
oleh
sekolah/madrasah tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif

ANALISIS BELAJAR EFEKTIF


KALENDER PENDIDIKAN MTS NEGERI SERANG
TAHUN PELAJARAN 2009-2010
NO
.

BULAN

JUMLAH
PEKAN

PEKAN
TIDAK
EFEKTIF

JUMLAH
PEKAN
EFEKTIF

JULI 2009

AGUSTUS 2009

OKTOBER 2009
NOVEMBER 2009
DESEMBER 2009-

5
4
4

1
0
2

4
4
2

JUMLAH SEMESTER I

26

18

JUMLAH
PEKAN

PEKAN
TIDAK
EFEKTIF

JUMLAH
PEKAN
EFEKTIF

3
4
5
6

NO
.

SEPTEMBER 2009

BULAN

KETERANGAN
Libur Semester, PSB & MOS
HUT RI ke 64 & Libur Awal
Ramadhan
Libur Akhir Rhamadhan & Idul
Fitri
UTS Ganjil
UAS Ganjil

KETERANGAN

1
2

JANUARI 2010
PEBRUARI 2010

5
4

2
0

3
4

Libur Semester Ganjil

MARET 2010

Try Out dan UTS

4
5
6

APRIL 2010
MEI 2010
JUNI 2010

5
4
4

1
1
2

4
3
2

UN & US

JUMLAH SEMESTER I I

26

20

Ujian Praktek
UAS Genap

JULI 2009
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

1
2
3
4

55
6
7
8
9
10
11

ME
12
13
14
15
16
17
18

19
20
21
22
23
24
25

26
27
28
29
30
31

AGUSTUS 2009
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

2
3
4
5
6
7
8

9
10
11
12
13
14
15

16
17
18
19
20
21
22

ME
23
24
25
26
27
28
29

SEPTEMBER 2009
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

1
2
3
4
5

6
7
8
9
10
11
12

13
14
15
16
17
18
19

20
21
22
23
24
25
26

1
2
3

4
5
6
7
8
9
10

11
12
13
14
15
16
17

18
19
20
21
22
23
24

27
28
29
30

1
2
3
4
5
6
7

8
9
10
11
12
13
14

15
16
17
18
19
20
21

22
23
24
25
26
27
28

1-11
13
13 - 17
20
21 - 31
25
TANGGAL

1
20 -22
19
17
TANGGAL

7 - 12
14 - 15
16 - 26
2

ME
25
26
27
28
29
30
31

URAIAN KEGIATAN
Libur Semester 2 Th. 2008-2009
Hari Pertama sekolah T.A 2009/2010
MOS dan MOP Kls VII (siswa baru)
Isra Miraj Nabo Muhammad SAW
Hari Belajar Efektif
Rapat Awal Tahun Bersama Komite
URAIAN KEGIATAN
Rapaat Awal Tahun bersama Komite
Perkiraan Libur awal Ramadhan
Rapat Dinas Dewan Guru

12
29

NOVEMBER 2009
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

30
31

ME

OKTOBER 2009
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

TANGGAL

TANGGAL

Upacara peringatan HUT RI ke-64


URAIAN KEGIATAN
Mid Semester
Pesantren Ramadhan
Perkiraan libur menjelang idul Fitri dan
Sesudah Idulfitri 1430 H
Rapat Dinas Dewan Guru
Halal bil halal
URAIAN KEGIATAN
Hari belajar efektif

4
31
ME

29
30

TANGGAL

Rapat Dinas dewan guru


URAIAN KEGIATAN

Awal Bimbel persiapan UN kelas IX

28

Rapat dinas dewan guru

DESEMBER 2009
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

1
2
3
4
5

6
7
8
9
10
11
12

13
14
15
16
17
18
19

20
21
22
23
24
25
26

27
28
29
30
31

1
2

3
4
5
6
7
8
9

10
11
12
13
14
15
16

1
2
3
4
5
6

7
8
9
10
11
12
13

14
15
16
17
18
19
20

17
18
19
20
21
22
23

24
25
26
27
28
29
30

31

21
22
23
24
25
26
27

1
2
3
4
5
6

7
8
9
10
11
12
13

14
15
16
17
18
19
20

ME
28

1
2
3

4
5
6
7
8
9
10

11
12
13
14
15
16
17

28
29
30
31

2
3
4
5
6
7
8

9
10
11
12
13
14
15

Libur Semester Ganjil

URAIAN KEGIATAN
Libur akhir semester 1
Hari pertama semester 2

URAIAN KEGIATAN
Hari belajar efektif
Try Out I kelas IX

31

25
26
27
28
29
30

23
24
25
26
27
28
29

URAIAN KEGIATAN
Perkiraan Ulangan Mid Semester & Pra UN
( Try Out ke 2 kelas IX)

TANGGAL

Maulud Nabi Muhammad


URAIAN KEGIATAN

5-8

Perkiraan UN

12-24

Perkiraan Ujian Praktik & Ujian Madrasah

5
13
ME

16
17
18
19
20
21
22

TANGGAL

22 - 27

MEI 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

Ulangan umum semester ganjil


Prog. Remedial dan class meeting
Pembagian Raport Semester Ganjil
Rapat Verivikasi Kenaikan Kelas

ME
18
19
20
21
22
23
24

TANGGAL

1-29
15 - 16

APRIL 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

1-9
11

ME
21
22
23
24
25
26
27

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

MARET 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

14 - 19
21 - 23
26
24

ME

FEBRUARI 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

TANGGAL

28 Jan 9 Des 2010

JANUARI 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

ME

30
31

TANGGAL

26-31
8
3

Wafat Isa Almasih


URAIAN KEGIATAN
Perkiraan Ujian sekolah Utama
Perkiraan Rapat Verfikasi Pelulusan Kls IX

JUNI 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

1
2
3
4
5

6
7
8
9
10
11
12

13
14
15
16
17
18
19

ME
20
21
22
23
24
25
26

27
28
29
30

JULI 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU

1
2
3

4
5
6
7
8
9
10

11
12
13
14
15
16
17

ME
18
19
20
21
22
23
24

25
26
27
28
29
30
31

TANGGAL

URAIAN KEGIATAN

14 - 19
21-23
24
23 Juni s/d
8 Juli 2010

Ulangan umum kenaikan Kls VII dan Kls VIII


Prog.Remedial dan Class meeting
Acara Pelepasan Kelas IX
Penerimaan Siswa Baru TP. 2010/2011

26

Pembagian Raport (Melalui orang tua/wali )

TANGGAL

27 - 12
12

URAIAN KEGIATAN
Libur Akhir Tahun Pelajaran 2009/2010
Hari Pertama Sekolah TP. 2010/2011

Keterangan : Rapat rapat Dinas/kordinasi diagendakan setiap hari Sabtu setiap


bulannya. Tanggal dan waktunya ditentukan kemudian, kecuali ada hal
hal yang mendesak dan insidental.

Cikarang Selatan, 13 Juli 2009


Kepala MTs Negeri Serang
P
Drs. Amal Basyari
NIP. 150251674