Anda di halaman 1dari 7

RINGKASAN MATERI KULIAH

AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN : PENDAPAT AUDITOR


ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN LAPORAN AUDITOR
INDEPENDEN

Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Tugas Auditing dan Atestasi


Dosen Pengampu : Drs. Imam Subekti, M.Si.,Ak.,Ph.D.,CA

Oleh:
Anisa Ayu Kharismasari
Annisa Sabrina Djunaedy

Program Pendidikan Profesi Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
April 2015

ISA 700. 34 menjelaskan bahwa laporan auditor harus memuat suatu bagian
yang berjudul Opini. Tanggung jawab utama auditor eksternal adalah
memberikan opini atas kewajaran pelaporan keuangan organisasi, terutama
dalam penyajian posisi keuangan dan hasil operasi dalam suatu periode. Mereka
juga menilai apakah laporan keuangan organisasi disajikan sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi yang diterima secara umum, diterapkan secara konsisten dari
periode ke periode, dan seterusnya. Opini ini akan digunakan para pengguna
laporan keuangan, baik di dalam organisasi terlebih di luar organisasi, antara lain
untuk melihat seberapa besar tingkat reliabilitas laporan keuangan yang disajikan
oleh organisasi tersebut.
Opini audit menurut kamus standar akuntansi (Ardiyos, 2007) adalah
laporan yang diberikan seorang akuntan publik terdaftar sebagai hasil
penilaiannya atas kewajaran laporan keuangan yang disajikan perusahaan.
Sedangkan menurut kamus istilah akuntansi (Tobing, 2004) opini audit
merupakan suatu laporan yang diberikan oleh auditor terdaftar yang menyatakan
bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma atau aturan
pemeriksanaan akuntan disertai dengan pendapat mengenai kewajaran laporan
keuangan yang diperiksa.
Perumusan Opini Auditor Atas Laporan Keuangan
ISA 700.10 menyatakan bahwa Auditor wajib merumuskan opini mengenai
apakah laporan keuangan dibuat, dalam segala hal yang material, sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
ISA 700.11 menyatakan bahwa untuk merumuskan opini, auditor wajib
menyimpulkan mengenai apakah auditor telah memperoleh jaminanyang
memadai. wajar tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari
salah saji yang material, apakah karena kecurangan atau kesalahan. Kesimpulan
ini akan memperhitungkan:
a)

Kesimpulan auditor, sesuai ISA 330, apakah bukti audit cukup dan tepat telah
diperoleh

b) Kesimpulan auditor, sesuai ISA 450, apakah salah saji yang belum dikoreksi,
secara terpisah atau tergabung, adalah material

c)

Evaluasi yang diwajibkan oleh ainea 12-15


Auditor wajib mengevaluasi apakah laporan keuangan dibuat, dalam segala

hal yang material, sesuai dengan ketentuan/ persyaratan yang berlaku. Evaluasi ini
harus meliputi pertimbangan mengenai aspek kualitatif dari praktik akuntansi
entitas itu, termasuk indikator mengenai kemungkinan bias dalam pandangan dan
pemikiran manajemen (ISA 700.12).
Perimbangan Dalam Merumuskan Opini
Materialitas
Simpulkan:
a)

Apakah materialitas masih tepat dalam konteks hasil keuangan entitas yang
sebenarnya?

b) Apakah salah saji yang tidak dikoreksi (termasuk yang berasal dari periode
yang lalu), secara terpisah atau tergabung dapat menyebabkan salah saji
material?
Bukti Audit
a)

Apakah bukti audit yang cukup dan tepat sudah diperoleh?

b) Apakah estimasi akuntansi yang dibuat manajemen sudah layak?


c)

Pakah prosedur analitikal yang dilakukan pada atau mendekati akhir tahun
menguatkan kumpulan yang diambil selama audit?

Kebijakan Akuntansi
a)

Apakah laporan keuangan cukup mengungkapkan kebijakan akuntansi yang


signifikan yang dipilih dan ditetapkan?

b) Apakah kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan adalah konsisten


dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan (memang) tepat?
Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
a)

Apakah laporan keuangan merujuk atau menjelaskan dengan cuku, kerangka


pelaporan keuangan yang berlaku?

b) Apakah semua pengungkapan dalam laporan keuangan telah dibuat sesuai


dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku?
c)

Apakah terminologi dalam laporan keuangan, termasuk judul setuap laporan


keuangan sudah tepat?

d) Apakah informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalahrelevan,


andal, dapat dibandingkan, dapat dipahami, dan cukup?
e)

Apakah

laporan

keuangan

memberikan

cukup

disclosure

yang

memungkinkan pemakai memahami dampak transaksi dan peristiwa yang


material terhadap informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan?
Fair Prentation Framework
a) Apakah presentasi, struktur, dan isi secara keseluruhan dari laporan keuangan
termasuk catatan atas laporan keuangan, mencerinkan dengan benar transaksi
dan peritiwa yang mendasarinya, sesuai kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku? Jika tidak, apakah auditor perlu memberikan disclosure tambahan
untuk memastikan tercapainya fair presentation?
b) Apakah laporan keuangan sesudah memasukan penyesuaian yang dibuat
manajemen sebagai bagian dari proses audit, konsisten dengan pemahaman
auditor mengenai entitas dan lingkungannya?
Compliance Framewoks
Apakh laporan keuangan menyesatkan?
Bentuk Opini
Bentuk laporan auditor dipengaruhi oleh:
a)

Kerangka pelaporan keuangan yang digunakan

b) Persyaratan tambahan yang mungkin ada, seperti yang ditetapkan oleh


ketentuan perundangan
c)

Adanya informasi tambahan


Adapun bentuk opini auditor ini terdiri atas 2 yaitu:

1)

Opini tanpa modifikasian


Auditor wajib mengevaluasi apakah laporan keuangan merujuk atau

menjelaskan dengan cukup, kerangka pelaporan keuangan yang berlaku (ISA


700.15). Auditor wajib memberikan opini yang tidak dimodifikasi (WTP) ketika
auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan dibuat, dalam segala hal yang
material, sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
ISA 700.35 menjelaskan bahwa ketika memberikan pendapat yang tidak
dimodifikasi atas laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka penyajian

wajar, pendapat auditor harus, kecuali ditetapkan lain oleh ketentuan perundangundangan, menggunakan rasa, yang dipandang ekuivalen dengan:
a)

Laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, atau

b) Laporan keuangan memberikan gambaran yang benar dan wajar sesuai


dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
ISA 700. 46, Ketika memberikan pendapat yang tidak dimodifikasi atas
laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka kepatuhan, pendapat auditor
harus menyatakan laporan keuangan yang dibuat, dalam semua hal yang material,
sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
2)

Opini modifikasian (ISA 705)


Jika laporan keuangan dibuat sesuai dengan kerangka penyajian yang wajar,

tidak mencapai penyajian yang wajar, auditor wajib membahas ini dengan
manajemen dan tergantung pada persyaratan kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku dan bagaimana masalah itu diselesaikan, auditor wajib menentukan
apakah perlu memodofikasi opini sesuai dengan ISA 705. Opini modifikasian
terdiri dari 3 jenis yaitu:
1) Opini wajar dengan pengecualian
a) Kesalahan penyajian, baik secara individual maupun kolektif, adalah
material, tetapi tidak perpasif, terhadap laporan keuangan.
b) Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang
mendasari opini auditor, tetapi auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan
dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan
keuanga, jika ada, dapat bersifat material, tetapitidak pervasif.
2) Opini tidak wajar
Auditor, berdasarkan bukti audit yang cukup dan tepat yang telah diperoleh,
menyimpulkan bahwa kesalahan penyajian, baik secara individual maupun
kolektif, adalah material, tetapi pervasif, terhadap laporan keuangan.

3) Opini tidak menyatakan pendapat


a) Auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang
mendasari opini auditor, dan auditor menyimpulkan bahwa kemungkinan
dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan
keuangan, jika ada, dan bersifat material dan pervasif.
b) Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi dan melibatkan lebih dari satu
ketidakpastian, auditor menyimpulkan bahwa meskipun telah memperoleh
bukti audit yang cukup dan tepat tentang setiap ketidakpastian tersebut,
adalah tidak mungkin untuk merumuskan opini atas laporan keuangan
karena interaksi yang potensial dari ketidakpastian tersebut dengan
kemungkinan dampak kumulatif dari ketidakpastiantersebut terhadap
laporan keuangan.

REFERENSI
Tuanakotta, Theodorus. Audit Berbasis ISA
Arens, A.A, Elder, R, J. A and Beasley, M.S. 2003. Auditing and Assurance
Service: An Intergrated Approach. Ninth Edition. Prentice Hall. New Jersey.