Anda di halaman 1dari 4

Bagaimana inklinasi dari penyusunan gigi anterior dan posterior?

penyusunan gigi pada galangan gigit GTL


Penyusunan gigi
Penyusunan gigi dilakukan secara bertahap yaitu penyusunan gigi anterior atas, gigi anterior
bawah, gigi posterior atas, gigi M1 bawah dan gigi posterior bawah lainnya. Dengan syarat
utama :
- Setiap gigi mempunyai 2 macam kecondongan/inklinasi
1. Inklinasi mesio-distal
2. Inklinasi anterio-posterior atau inklinasi labio/bukopalatal/lingual sesuai dengan kecondongan
tanggul gigitan. Bila terlalu kelabial akan tampak penuh dan bila terlalu kepalatal akan tampak
ompong.
- Dilihat dari oklusal berada diatas lingir rahang.
- Penyusunan gigi harus disesuaikan dengan keadaan lingir, pada pasien yang sudah lama
ompong sering sudah terjadi rresopsi lingir.
- Resopsi pada lingir atas berjalan keatas dan kepalatal yang menyebabkan bibir jatuh dan
tampak masuk, maka penyusunan gigi tidak dilingir tapi lebih kelabial dan sebaliknya resopsi
lingir bawah mengarah keanterior sehingga penyusunan gigi lebih kelingual.
Berhubung dengan tujuan pembuatan geligi tiruan ialah untuk memperbaiki fungsi pengunyahan,
fungsi bicara dan estetik maka perlu diperhatikan beberapa faktor dalam penyusunan gigi:
a. Inklinasi atau posisi setiap gigi
b. Hubungan setiap gigi dengan gigi tetangganya dan gigi antagonisnya.
c. Hubungan kontak antar gigi atas dan bawah yaitu hubungan :
#oklusi sentris
#oklusi protusiv
#sisi kerja
#sisi yang mengimbangi
d. Overbite dan overjet gigi atas dan bawah dalam hubungan rahang yang normal
e. Estetik :
# bentuk gigi hendaknya sesuai dengan bentuk lengkung rahang, bentuk kepala, bentuk muka,
dan jenis kelamin.
# Besar gigi sesuai dengan besar kecilnya lengkung rahang.
# Susunan gigi tiruan hendaknya dibuat sewajar mungkin agar bila kelak geligi tiruan dipakai
kelihatan wajar.
# Profil pasien yang menyangkut ketepatan dimensi vertikal dan oklusi sentrik kita tentukan.
Dimensi vertikal yang terlalu rendah atau terlalu tinggi akan merubah profil pasien.
A. Penyusunan gigi anterior
I. Penyusunan gigi anterior atas, pada permukaan labial setiap gigi yang akan disusun kita tarik
porosnya.
Tanggul gigitan malam dipotong bertahap supaya tidak kehilangan jejak selebar mesio-distal dan
sedalam lebar antero-posterior gigi yang akan disusun ditempat tersebut. Gigi yang disusun harus
memenuhi syarat inklinasi mesio-distal dan inklinasi anterio-posteriornya serta dilihat dari
bidang oklusal, tepi insisal gigi anterior atas berada diatas lingir rahang dan sesuai lengkung

lingir rahang. Untuk memudahkan penyusunan gigi gambaran lengkung puncak lingir rahang
kita pindahkan ke meja artikulator dan incisal edge gigi anterior atas menyentuh lengkung ini
pada meja artikulator saat penyusunan gigi.
1. Gigi I-1 atas
Tanggul gigitan malam dipotong secukup gigi I-1 atas,lalu gigi I-1 atas yang telah digambar
porosnya digambar diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal.
2. Gigi I-2 atas
Tanggul gigitan malam dipotong secukup gigi I-2 atas, lalu gigi I-2 atas yang telah digambar
porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal, long axisnya
membuat sudut 80 derajat dengan bidang oklusal dan tepi oklusalnya 1 mm diatas bidang
oklusal.
3. Gigi C/ kaninus atas
Tanggul gigitan malam dipotong secukup gigi C atas lalu gigi C yang telah digambar porosnya
diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal : long axisnya hampir sama
dengan gigi I-1 atas atau paling condong garis luar distal tegak lurus bidang oklusi atau meja
artikulator dan inklinasi antero posterior : bagian servikal tampak lebih menonjol dan ujung cusp
lebih kepalatal dan menyentuh bidang orientasi dilihat dari bidang oklusal.
Kemudian gigi I-1, I-2 dan C atas lainnya disusun seperti syarat-syarat diatas.
II. Penyusunan gigi anterior bawah pada permukaan labial gigi yang akan disusun kita tarik
porosnya.
Penyusunan gigi anterior bawah disesuaikan dengan gigi anterior atas yang telah disusun
memenuhi estetik dan diutamakan untuk fungsi memotong atau menyobek makanan. Posisi gigi
anterior atas dan bawah harus diberi jarak vertikal/ overbite dan jarak horizontal/overjet
secukupnya menyesuaikan dengan tinggi bonjol/cusp gigi posterior. Saat gigi anterior berfungsi,
gigi anterior bawah maju berkontak tepi lawan tepi dengan gigi anterior atas untuk
mengimbanginya kecuali kasus lain. Jalan yang ditempuh gigi anterior bawah akan membentuk
sudut dengan bidang horisontal yang disebut sudut insisal atau incisal guidance.
1. Gigi I-1 bawah
Tanggul gigitan malam bawah dipotong secukup gigi I-1 bawah lalu gigi I-1 bawah yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal long
axisnya membuat sudut 85 derajat dengan bidang oklusal dan tepi insisal 1-2 mm diatas bidang
oklusal, inklinasi antero-posterior.
2. Gigi I-2 bawah
Tanggul gigitan malam bawah dipotong secukup gigi I-2 bawah lalu gigi I-2 bawah yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio distal, long
axisnya membuat sudut 80 derajat dengan bidang oklusal inklinasi antero posterior,long axisnya
tegak lurus bidang oklusal, bagian tepi insisal dan bagian servikal sama jaraknya, tepi insisal 1-2
mm diatas bidang oklusal, serta dilihat dari bidang oklusal tepi insisal terletak diatas lingir
rahang.
3. Gigi C/kaninus bawah
Tanggul gigitan malam bawah dipotong secukup gigi C / kaninus bawah lalu C bawah yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempatnya dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal : long
axisnya miring/ paling condong garis luar distalnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi anteroposterior. Gigi condong kelingual/bagian servikal menonjol serta dilihat dari bidang oklusal
ujung cusp terletak diatas lingir rahang, bagian kontak distal berhimpit dengan garis lingir

posterior.
Saat setiap penyusunan gigi bawah, selalu kita periksa artikulasi keanterior dan lateral dengan
menggerakan bagian atas artikulator kearah posterior dan kelateral dimana dapat terlihat tepi tepi
insisal saling menyentuh.
B. Penyusunan gigi posterior
Sebelum menyusun gigi posterior terlebih dahulu kita membuat goresan garis lingir bagian
oklusal galangan malam yang sejajar garis lingir pada dasar model. Penyusunan gigi posterior
berdasarkan :
a. Menyusun diatas rahang sehingga terbentuk lengkung gigi
b. Membentuk lengkung/kurva kompensasi
c. Hubungan gigi-gigi dirahang : inklinasi, overbite, overjet.
III. Penyusunan gigi posterior atas harus disusun sedemikian rupa sehingga terbentuk lengkung/
kurva dari sppe dan kurva dari wilson dan agar tetap berada dalam hubungan yang tepat dengan
gigi lawannyatidak saja saat oklusi sentris tetapi juga saat pergerakan protusif dan pergerakan
lateral dari rahang bawah selama fungsi pengunyahan.
1. Gigi P-1 atas
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi P-1 atas lalu gigi P-1 atas yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal : long
axisnya tegak lurus bidang oklusi, inklinasi antero-posterior. Cusp bukal pada bidang oklusi dan
cusp palatal kira-kira 1mm diatas bidang oklusi serta dilihat dari bidang oklusi serta dilihat dari
bidang oklusal groove developmental sentral terletak diatas lingir rahang.
2. Gigi P-2 atas
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi P-2 atas lalu gigi P-2 atas yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal:
porosnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi antero-posterior. Cusp bukal dan cusp palatal
terletak pada bidang oklusal serta dilihat dari bidang oklusal development groove sentralnya
terletak diatas lingir rahang.
3. Gigi M-1 atas
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M-1 atas lalu gigi M-1 atas yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal:
porosnya condong kedistal, inklinasi antero-posterior, cusp-cuspnya terletak pada bidang oblique
dari kurva antero-posterior yaitu cusp mesio-palatal terletak pada bidang oklusi, cusp mesiobukal dan disto-palatal sama tinggi kira-kira 1mm diatas bidang oklusi dan cusp disto-bukal kirakira 2 mm daiatas bidang oklusi serta dilihat dari bidang oklusal cusp-cuspnya terletak pada
kurva lateral.
4. Gigi M-2 atas
Sisa tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M-2 atas lalu gigi M-2 atas yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal:
porosnya condong kedistal, inklinasi antero-posterior, cusp-cuspnya terletak pada bidang oblique
dari kurva antero-posterior, serta dilihat dari bidang oklusal permukaan bukal gigi M-2 atas
terletak pada kurva lateral.
IV. Penyusunan gigi posterior bawah disusun sedemikan rupa sehingga terbentuk lengkung
sphere dari Monson agar tetap berada dan berhubungan yang tepat terhadap gigi geligi lawannya,

tidak saja saat oklusi sentris tetapi juga saat semua gerakan dari rahang bawah selama
pengunyahan.
1. Gigi M-1 bawah
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M-1 bawah lalu gigi M-1 bawah diletakkan
ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal: cusp mesio-bukal gigi M-1 atas
berada digroove mesio-bukal gigi M-1 bawah. Inklinasi antero-posterior ; cusp bukal gigi M-1
(holding cusp) bawah berada difosa sentral gigi geraham atas dan terlihat adanya overbite dan
overjet serta dilihat dari bidang oklusal cusp bukal gigi geraham bawah berada diatas lingir
rahang.
2. Gigi P-2 bawah
Tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi P-2 bawah lalu gigi P-2 bawah yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal:
porosnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi antero-posteriornya ; cusp bukalnya berada pada
di fosa sentral gigi P-1 dan P-2 atas terlihat adanya overjet dan overbite serta dilihat dari bidang
oklusal: cusp bukalnya berada diatas lingir rahang.
3. Gigi M-2 bawah
Sisa tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi M-2 bawah lalu gigi M-2 bawah yang
telah digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal,
inklinasi antero-posteriornya serta dilihat dari bidang oklusal: cusp bukalnya berada diatas lingir
rahang.
4. Gigi P-1 bawah
Sisa tanggul gigitan malam atas dipotong secukup gigi P-1 bawah lalu gigi P-1 bawah yang telah
digambar porosnya diletakkan ditempat ini dengan memperhatikan inklinasi mesio-distal:
porosnya tegak lurus bidang oklusal, inklinasi antero-posteriornya ; cusp bukalnya berada pada
di fosa sentral gigi P-1 dan C atas serta dilihat dari bidang oklusal: cusp bukalnya berada diatas
lingir rahang