Anda di halaman 1dari 26

PT WIJAYA KARYA

KULIAH UMUM
PELAKSANAAN KONSTRUKSI RIGID
PAVEMENT (STUDI KASUS PROYEK TOL
SURABAYA MOJOKERTO &
TOL GEMPOL PANDAAN JAWA
TIMUR)
Dr.
Ir. Eddy Irsan Siregar MM
Ir. Siddik Siregar
Romi Ramadhan ST. MBA

LINGKUP BAHASAN
1. INFORMASI UMUM PROYEK
2. TUJUAN PRESENTASI
3. KONSEP UMUM RIGID PAVEMENT
4. SEQUENCE OF WORK (RIGID PAVEMENT)
5. MANAJEMEN K-3
6. TRAFFIC MANAJEMEN
7. QUALITY ASSURANCE
8. CONTOH KEGAGALAN KONSTRUKSI RIGID
(UMUM TERJADI)

INFORMASI UMUM

CL
33.40
1.50 3.00
10.80
0.75 2.50 0.50 2 @ 360 = 7.20

TOL SURABAYA MOJOKERTO &


TOL GEMPOL PANDAAN JAWA TIMUR
: 12 km
: 32 km
: 15,30 m

Lebar Ramp On
Lebar Ramp Off

: 8.00 m
: 8.00 m

Guadrail
Rounding

2.00
PAGAR ROW

BAHU
LUAR

JALUR LALU LINTAS


( 2 LAJUR )
2%

4%

5.80
3.60
LAJUR
TAMBAHAN

1.50 2.80 1.50


0.25 0.25
BAHU
DALAM

BAHU
DALAM

3.60
LAJUR
TAMBAHAN

10.80
3.00
2 @ 360 = 7.20 0.50 2.50 0.75
JALUR LALU LINTAS
( 2 LAJUR )

BAHU
LUAR

2%

Guadrail
Rounding

ATB t = 10 cm
AGG Kls A t= 30 cm

Solid Sodding

Sodding
PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) t = 30 cm
LEAN CONCRETE t= 10 cm

2.00
Solid Sodding

DAERAH TIMBUNAN

Ngerong

AWAL PROYEK PAKET


2 STA. 5+500
Wonosari

Rencana Jalan Tol :


Jumlah Jalur
: 2 Jalur
Jumlah Lajur per jalur
: 2 lajur
Lebar jalan utama per lajur
: 3,60
m
Lebar bahu dalam : 1.50 m
Lebar bahu luar
: 2.50 m
Rounding
: 1.50 m

LOKASI PROYEK
TOL
GEMPAN
Kepulungan
Jl. Purwosari-Gempol

Lapisan Jalan Utama :

Perkerasan Beton (Rigid) : t = 30


cm
Lean Concrete
: t = 10
cm
Subgrade CBR
:t=6%

Lapisan Bahu Jalan :

ATB
: t = 10 cm
Aggregat Base B : t = 30 cm

2.00

4%

PAGAR ROW
Solid Sodding

5.00

Panjang Jalan Utama


Tol SUMO
Tol Gempan
Lebar Jalan

0.75

Sumbersoka
LOKASI PROYEK
TOL SUMO
AKHIR PROYEK PAKET
2 STA. 11+500

Tawangrejo
Petungasri

TOL SURABAYAMOJOKERTO
&
TOL GEMPOL-PANDAAN

TOL SURABAYAMOJOKERTO
&
TOL GEMPOL-PANDAAN

TOL SURABAYAMOJOKERTO
&
TOL GEMPOL-PANDAAN

TOL SURABAYAMOJOKERTO
&
TOL GEMPOL-PANDAAN

TOL SURABAYAMOJOKERTO
&
TOL GEMPOL-PANDAAN

TUJUAN
Memberikan pemahaman tentang konstruksi rigid
pavement dan tuntunan untuk mampu
mengendalikan dan memanfaatkan sumberdaya
yang ada demi terlaksananya pekerjaan konstruksi
rigid pavement dengan sasaran yang ditetapkan.

KONSEP UMUM RIGID PAVEMENT

Rigid Pavement

adalah struktur
yang terdiri dari plat beton semen yang
bersambungan (tidak menerus) dengan
atau tanpa tulangan, atau plat beton
menerus dengan tulangan, yang terletak
di atas lapis pondasi bawah, tanpa atau
dengan aspal sebagai lapis permukaan.
(Atau bisa disebut juga Rigid pavement dengan
beton sebagai lapisan aus).

PERKERASAN KAKU DAN BAGIAN-BAGIANNYA


Plat / Slab beton mutu tinggi

(Sambungan memanjang)
(Sambungan Melintang)

(Batang Pengikat)

(Dowel / Ruji)

(Tanah Dasar)

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN


KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN
Life-cycle-cost lebih murah dari pada perkerasan aspal.
Tidak terlalu peka terhadap kelalaian pemeliharaan.

Tidak terlalu peka terhadap kelalaian pemanfaatan (overloading).


Semen adalah material produksi dalam negeri sehingga tidak

tergantung dari import.


Keseluruhan tebal perkerasan jauh lebih kecil dari pada perkerasan
aspal sehingga dari segi lingkungan / environment lebih
menguntungkan.
Ketahanan thd pelapukan / oksidasi : Konstruksi semen relatif lebih
sedikit mengandung bahan-bahan organik (C) dari pada aspal. Jadi
perkerasan beton semen lebih tahan terhadap oksidasi
(penuaan/ageing) dari pada perkerasan aspal.
Kebutuhan pemeliharaan : Pemeliharaan perkerasan kaku lebih
kecil/jarang dari pada perkerasan fleksibel.
Biaya konstruksi : Pada saat sekarang, biaya konstruksi kedua jenis
perkerasan hampir sama.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN


KERUGIAN-KERUGIAN
Permukaan perkerasan beton semen mempunyai riding comfort yang

lebih jelek dari pada perkerasan aspal, yang akan sangat terasa
melelahkan untuk perjalanan jauh.
Warna permukaan yang keputih-putihan menyilaukan di siang hari, dan
marka jalan (putih/kuning) tidak kelihatan secara kontras.
Perbaikan kerusakan seringkali merupakan perbaikan keseluruhan
konstruksi perkerasan sehingga akan sangat mengganggu lalu lintas.
Pelapisan ulang / overlay tidak mudah dilakukan.
Ketidaksempurnaan hasil pekerjaan akibat kurang telitinya pelaksanaan
pekerjaan di lapangan tidak mudah diperbaiki.
Perbaikan permukaan yang sudah halus (polished) hanya bisa dilakukan
dengan grinding machine atau pelapisan ulang dengan campuran aspal,
yang kedua-duanya memerlukan biaya yang cukup mahal.

SEQUENCE OF WORK RIGID PAVEMENT


MULAI

PEKERJAAN LEAN CONCRETE

PABRIKASI BESI
N

INSTAL BESI /DOWEL & BEKISTING


N
PEKERJAAN RIGID

PENGECORAN RIGID PAVEMENT


N

Y
CURING & FINISHING
N

Keterangan :
: Proses / operasi
: Pemeriksaan
: start/finish

Y
SELESAI

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAA

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO PELAKSANAAN

FOTO-FOTO
PELAKSANAAN

TERIMA KASIH
PT WIJAYA KARYA