Anda di halaman 1dari 5

ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN

PEMERIKSAAN PALPASI LEOPOLD


DI POLI KANDUNGAN DAN KEBIDANAN RSUD UNGARAN SEMARANG
Disusun untuk memenuhi tugas Praktik Klinik Keperawatan Maternitas

Disusun Oleh :
LASTINA FAHRURNISA
22020112140018

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015

ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN


PEMERIKSAAN PALPASI LEOPOLD
DI POLI KANDUNGAN DAN KEBIDANAN RSUD UNGARAN SEMARANG

A. TINDAKAN
1. Nama tindakan : Pemeriksaan Leopold
2. Jenis tindakan
: Mandiri
B. IDENTITAS KLIEN
Ny. H datang ke Poli Kandungan dan Kebidanan RSUD Ungaran Semarang
pada tanggal 5 Mei 2015 dengan keluhan keluar cairan warna putih dan bening. Usia
kehamilan 39 minggu dengan usia klien 33 tahun G3P2A0.
C. PENGERTIAN DAN TUJUAN PROSEDUR
Pemeriksaan palpasi Leopold adalah suatu teknik pemeriksaan pada ibu hamil
dengan cara perabaan yaitu merasakan bagian yang terdapat pada perut ibu hamil
menggunakan tangan pemeriksa dalam posisi tertentu, atau memindahkan bagianbagian tersebut dengan cara-cara tertentu menggunakan tingkat tekanan tertentu.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setelah usia kehamilan 24 minggu, ketika semua
bagian janin sudah dapat diraba. Teknik pemeriksaan ini utamanya bertujuan untuk
menentukan posisi dan letak janin pada uterus, dapat juga berguna untuk memastikan
usia kehamilan ibu dan memperkirakan berat janin.
Pemeriksaan palpasi Leopold terdiri dari empat bagian, yaitu pemeriksaan
palpasi Leopold I yang bertujuan untuk menentukan usia kehamilan. Selain itu, juga
berguna untuk mengetahui bagian janin apa yang terdapat di bagian atas perut si ibu.
Pemeriksaan palpasi Leopold II bertujuan untuk menentukan bagian janin yang
berada pada kedua sisi uterus, pada letak lintang tentukan di mana kepala janin.
Pemeriksaan palpasi Leopold III bertujuan untuk menentukan bagian janin apa
(kepala atau bokong) yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta apakah bagian
janin tersebut sudah memasuki pintu atas panggul (PAP). Pemeriksaan palpasi
Leopold IV yang terakhir bertujuan untuk konfirmasi ulang bagian janin apa yang
terdapat dibagian bawah perut ibu, serta untuk mengetahui seberapa jauh bagian
bawah janin yang telah memasuki PAP.

Gambar 1.1 Pemeriksaan Leopold


Cara untuk menentukan usia kehamilan :
a. Pada usia kehamilan 12 minggu, fundus uterus dapat teraba 1-2 jari diatas
simpisis pubis
b. Pada usia kehamilan 16 minggu, fundus uterus dapat teraba diantara simpisis dan
c.
d.
e.
f.

pusat
Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus uterus dapat teraba 3 jari dibawah pusat
Pada usia kehamilan 24 minggu, fundus uterus dapat teraba tepat diatas pusat
Pada usia kehamilan 28 minggu, fundus uterus dapat teraba 3 jari diatas pusat
Pada usia kehamilan 32 minggu, fundus uterus dapat teraba di pertengahan antara

Prosesus Xipoideus dan pusat


g. Pada usia kehamilan 36 minggu, fundus uterus dapat teraba 3 jari di bawah
Prosesus Xipoideus
h. Pada usia kehamilan 40 minggu, fundus uterus dapat teraba di pertengahan antara
Prosesus Xipoideus dan pusat (lakukan konfirmasi dengan anamnesa klien
melalui penghitungan HPHT untuk membedakan usia kehamilan 32 minggu).

Gambar 1.2 Tinggi Fundus Uterus menurut Usia Kehamilan

D. PROSEDUR DAN TINDAKAN


Persiapan yang perlu dilakukan sebelum pemeriksaan adalah :
1. Instruksikan ibu hamil untuk mengosongkan kandung kemih.
2. Menempatkan ibu hamil dalam posisi berbaring terlentang, tempatkan bantal
3.
4.
5.
6.
7.
8.

dibawah kepala untuk kenyamanan.


Menjaga privacy klien.
Menjelaskan prosedur pemeriksaan.
Menghangatkan tangan dengan menggosok bersamaan.
Menggunakan telapak tangan untuk palpasi bukan jari-jari.
Posisi pemeriksa menghadap ke wajah klien.
Pemeriksaan Leopold I
a. Menghitung tinggi fundus uteri dengan menggunakan pita ukur dimulai dari
batas atas simfisis pubis hi ingga puncak fundus, kemudian catat hasilnya.
b. Lengkungkan jari-jari kedua tangan, kelilingi bagian atas fundus dengan jari-

jari.
c. Lakukan palpasi ringan pada fundus uteri.
d. Tidak terisi oleh bagian-bagian dari janin
9. Pemeriksaan Leopold II
a. Meletakkan kedua tangan menulusuri tepi uteri
b. Palpasi ringan dari atas menuju ke bawah
c. Teraba kepala janin
10. Pemeriksaan Leopold III
a. Tekan dengan ibu jari dan jari tengah pada salah satu tangan secara lembut dan
masuk ke dalam abdomen klien diatas simpisis pubis
b. Pegang bagian presentasi bayi

c. Simfisis pubis kosong


11. Pemeriksaan Leopold IV
a. Posisikan pemeriksa menghadapn ke arah kaki klien
b. Letakkan kedua tangan di sisi bawah uterus, lalu tekan ke dalam dan gerakkan
jari-jari ke arah rongga panggul, dimanakah tonjolan sefalik dan apakah
bagian presentasi telahh masuk.
c. Didapatkan hasil tangan pemeriksa konvergen (1/5)
E. HASIL DAN KESIMPULAN
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny. H didapatkan data bahwa usia
kehanilan sudah memasuki kurang lebih usia 39 minggu dengan fundus uterus dapat
terapa di pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat. Pada pemeriksaan Leopold
I sampai IV diketahui bahwa janin tidak teraba kemungkinan besar janin terletak
melintang karena sesuai teori harusnya pada usia kehamilan 39 minggu kepala bayi
sudah teraba keras dan bulat pada simpisis pubis yang menandakan kepala atau teraba
lunak dan tidak bulat yang menandakan bokong serta pada pemeriksaan Leopold IV
seharusnya bentuk tangan divergen yang menandakan bahwa kepala bayi sudah
memasuki PAP . Klien juga mengatakan sudah mulai keluar cairan-cairan yang
ditakutkan adalah air ketuban. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan
persalinan secara sesar. Dan untuk memastikan agar lebih jelas dilakukan
pemeriksaan USG dan cek air ketuban.
F. Daftar Pustaka
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri, Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi.
Jakarta : EGC.
Rachmawati, I.N., Budiati T., dan Rahmawati, C. 2008. Panduan Praktikum Prosedur
Pemeriksaan Fisik Antenatal. Depok : UI.