Anda di halaman 1dari 20

MIOMA UTERI

(Laporan Kasus)
Disediakan oleh:
Mujahid, Farez. Rahim, Amy Farhana, Ria
Supervisor:
Dr. Elizabeth C. Jusuf, Sp. OG, M.Kes

Identitas Pasien

Nama: Ny. Marwan


Umur: 48 tahun,
Tanggal Lahir: 01-07-1967
Rekam Medik:727119
Jenis kelamin: Perempuan
Agama: Islam
Suku: Bugis, Makassar
Status perkawinan: Menikah
Tanggal Masuk RS: 13/10/2015

Anamnesis
Keluhan Utama: Keluar darah dari jalan lahir
Para 0 Abortus 0
S: Pasien datang dengan keluhan keluar darah dari jalan lahir sejak +/- 1
tahun, ganti pembalut +/- 3x/Hari. Pasien juga merasa ada benjolan
diadalam perutnya. Benjolan disadari oleh pasien hmapir satu tahun yang
lalu. Riwayat keputihan ada dialami sejak 1 tahun yang lalu, gatal (+),
berbau (+), cairan keluar dari jalan lahir +, warna putih. Riwayat
Kontrasepsi tidak pernah, riwayat coitus bleeding -, riwayat menarche
pada usia 16 tahun, haid teratur, durasi 4-7 hari, ganti pembalut sebanyak
3x/hari. Riwayat menikah 6 tahun yang lalu, riwayat berobat di dokter
kandungan dengan gejala yang sama tidak ada perubahan, di rujuk dari Rs
Janeponto ke poliklinik Rs.Wahidin dengan Mioma Uteri. Riwayat asma (-),
alergi (-), riwayat tekanan darah tinggi (-), riwayat diabetes mellitus (-).

Pemeriksaan Fisik
O: Keadaan Umum: Baik,
Sadar
Tekanan Darah: 120/80
mmHg
Nadi
: 72
x/menit
Pernapasan
: 18 x/menit
Suhu
: 36,5 c

Pemeriksaan Luar

TFU: tidak teraba

Massa tumor: Teraba massa ukuran 5x4 cm

Nyeri tekan : tidak ada

Fluxus: darah

BAK: lancar

BAB: Biasa

Pemerikasaan Dalam Vagina


Vulva/Vagina: Tidak ada
kelainan
Portio: Lunak
OUE/OUI: tertutup/tertutup
Uterus: Kesan Membesar,
retrofleksi, ukuran 7x8cm
Perlepasan: darah

Hasil Pap Smear 7/10/2015

Atrofik Smear dengan Cervisitis Kronik non spesifik

RBC: 2.89 106/mm3


HGB: 8.8 g/dL
PLT: 178 000/mm3
WBC: 18.4 103/mm3

Kesan : Anemia

Laboratorium( 13/10/2015)

Pemeriksaan Penunjang
USG Abdomen (29-9-2015)
Hepar: Tidak membesar, permukaan regular, ujung tajam, echo
parenkim halus homogen, tidak tampak SOL. Sistem vascular dan
bilier normal
GB: Dinding tidak menebal, tidak tampak sludge maupun echo
batu
Pankreas: Kontur dalam batas normal, tidak tampak SOL. Ductus
pancreaticus tidak dilatasi.
Lien: Kontur dan echo parenkim dalam batas normal, tidak
tampak SOL.
Kedua ginjal: ukuran dan kontour dalam batas normal,
pelvocalyceal sistem tidak dilatasi, echo cortex dalam batas
normal, tidak tampak echo batu maupun SOL
VU: Mukosa regular dan tidak menebal, tidak tampak echo batu
maupun mass.
Uterus membesar, tampak lesi heterogen dominan solid batas
tegas, irreguler pada cavum uteri
Kesan : Massa Cavum Uteri

Diagnosis
A/
Mioma Uteri + Anemia

IVFD RL 28 tetes /menit


Transfusi Packed Red Cell 2 bag
Rencana Miomektomi / Histerektomi Total

Penatalaksaan

MIOMA UTERI
PEMBAHASAN

Pendahuluan
Mioma uteri merupakan suatu pertumbuhan jinak dari sel-sel otot
polos rahim. Neoplasma jinak ini berasal dari otot uterus dan
jaringan ikat yang menumpangnya, sehingga dalam kepustakaan
dikenal dengan istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid. (Rayburn, F.W ,2001)

Prevelensi mioma sering ditemukan pada wanita usia


reproduksi (50 - 70%) (The European Society of Human Reproduction
and Embriology ,2010)

Keluhan utama terbanyak pada penderita mioma uteri adalah


perdarahan pervaginam abnormal (44,1%) (Jung JongKook, 2008)

Anatomi
Miometrium adalah yang
paling tebal dan
merupakan otot polos
berlapis tiga; longitudinal
pada lapisan terluar,
sirkuler pada lapisan
terdalam, dan diantara
kedua lapisan ini
beranyaman.

Anatomi

Patogenesis
-translocation +
deletion
chromosome
142q24 dan
7q22

glucose-6phosphate

Spontaneous
Chromosome
Rearrangemen
t

- Sex Steroid
Hormones
(Growth
Factor,
Cytogenes,
High Mobility
Protein)
- Estrogen
- Progesterone

Etiologi
Estrogen : reseptor estrogen di myoma (+)
Progesterone : mRna reseptor progesterone di myoma (+)
: memodulasi mutasi somatik di myometrium
: menginduksi Ki67 cell antigen
munculnya jaringan myoma
Growth Factor : EGF DNA sintesis di sel mioma
: ILGF proliferasi sel di mioma
: VEGF; merangsang angiogenesis di myoma
: extracellular matrix; kolagen + fibronection + proteoglycan
remodeling + pertumbuhan myoma

Faktor Resiko

Usia
Penderita;
40 tahun.

Riwayat
Keluarga;
2 kali lipat
kekuatan
ekspresi dari
VEGF- (a
myoma-related
growth factor)

Berat
Badan;
konversi
androgen adrenal
oleh estrone -
estrogen -
prevalensi mioma
uteri dan
pertumbuhannya

Kehamilan dan
Paritas;
tingginya kadar
estrogen dalam
kehamilan dan
bertambahnya
vaskularisasi ke
uterus

Manifestasi Klinis

Infertilit
as;
pada type
submukosa.
Subserosa dan
intramural >
2,85 cm.

Diagnosis
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang: USG, CT Scan Abdomen, MRI

Penatalaksanaan
Terapi Hormonal
- Gonadotropin-releasing
hormone (GnRH);
mengurangi produksi
estrogen dari ovarium,
mengurangi vaskularisasi
pada tumor sehingga akan
memudahkan tindakan
pembedahan.
- Kontrasepsi oral dan
preparat progesterone;
mengurangi gejala

Terapi Operatif

Indikasi by American College of obstetricians


and Gynecologist (ACOG) dan American Society of
Reproductive Medicine (ASRM)

-Perdarahan uterus yang tidak respon terhadap terapi


konservatif
-Ditemukan keurigaan adanya keganasan
-Pertumbuhan mioma pada masa menopause
-Infertilitas kerana ganggaun pada cavum uteri,
maupun karena oklusi tuba
-Nyeri dan penekanan yang sangat menganggu
- Gangguan berkemih maupun obstruksi traktus
urinarius
-Anemia akibat perdarahan

Terapi Operatif
Miomektomi

Histerektomi

Komplikasi
Infertilitas
Perdarahan
Degenerasi Ganas; mioma uteri
cepat membesar dan apabila
terjadi pembesaran sarang
mioma dalam menopause.
Torsi

THANKS!