Anda di halaman 1dari 2

RINGKASAN

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia hingga saat ini
adalah kekurangan vitamin A. Peranan yang utama dari vitamin A dalam tubuh
adalah sebagai pengatur metabolisme struktur sel. Vitamin A memegang peranan
untuk mempertahankan struktur epitel. KVA terutama sekali mempengaruhi anak
sekolah, diantara mereka yang mengalami defisiensi dapat mengalami
xerophthalmia dan dapat berakhir menjadi kebutaan, pertumbuhan yang terbatas,
pertahanan tubuh yang lemah, eksaserbasi infeksi serta meningkatkan resiko
kematian. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013 cakupan vitamin A secara nasional
meningkat menjadi 75,5%.
Anak yang menderita KVA mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi
saluran pernafasan akut, campak, cacar air, diare dan infeksi lain karena daya
tahan anak tersebut menurun. Oleh karena itu dirasakan perlunya program
penanggulangan masalah KVA bertujuan untuk menurunkan prevalensi KVA
terutama ditujukan kepada kelompok sasaran rentan yaitu usia anak sekolah.
Di Indonesia wortel dapat dianjurkan sebagai bahan pangan potensial untuk
menyelesaikan masalah penyakit kurang vitamin A karena kandungan karoten
(pro vitamin A) pada wortel dapat mencegah penyakit rabun senja (buta ayam)
dan masalah kurang gizi. Beta karoten di dalam tubuh akan diubah menjadi
vitamin A, zat gizi yang sangat penting untuk fungsi retina. Tepung wortel cukup
potensial untuk mengatasi masalah kekurangan gizi terutama vitamin A pada anak
sekolah tepung wortel dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan sereal.
Sereal merupakan menu sarapan yang banyak disukai oleh anak dibandingkan
dengan menu sarapan nasi, sayur atau lainnya.
Hasil penelitian yang dilakukan melaporkan bahwa tepung wortel memiliki
daya simpan yang cukup lama yaitu 6-8 bulan dengan kadar air <8%. Anak-anak
merupakan salah satu golongan umur rawan terkena masalah gizi yang berkaitan
dengan defisiensi vitamin A. Rawannya kondisi ini dapat disebabkan oleh
beberapa hal, pertama adalah permasalahan kesulitan makan. Golongan umur
anak-anak cenderung masih memilih-milih makanan (picky eaters). Kesulitan
makan memungkinkan tubuh kurang mendapat asupan gizi yang cukup. Selain itu,
kurang cukupnya pengetahuan orang tua tentang gizi menyebabkan penyediaan
makanan yang sarat dengan gizi lengkap tidak selalu terpenuhi.
Bulan Februari dan Agustus dikenal sebagai Bulan Vitamin A, dimana
seluruh anak yang berusia 6 bulan sampai 59 bulan akan mendapatkan vitamin A
gratis di Posyandu atau Puskesmas. Sementara itu, pada usia anak sekolah sudah
tidak mendapat suplementasi kapsul vitamin A. Untuk itu, untuk mengatasi
masalah kurang vitamin A pada anak dengan pemberian sereal dari tepung wortel.
Karena pada zaman sekarang anak-anak lebih menyukai makanan yang praktis
dan lezat.

Berdasarkan hasil riskesdas tahun 2013 cakupan vitamin A secara nasional


meningkat menjadi 75,5 %. Untuk itu pembuatan sereal dari tepung wortel
dimaksudkan untuk lebih meningkatkan cakupan vitamin A sehingga tidak ada
lagi yang kekurangan vitamin A. Dalam mencapai hal tersebut perlu mendapatkan
dukungan sumber daya alam dari lingkungan setempat. Di banyumas ini banyak
masyarakat yang menanam wortel, sehingga untuk mendapatkan wortel yang
kemudian dirubah menjadi tepung wortel dapat dengan mudah didapatkan dan
harganya murah.
Dalam merealisasikan gagasan ini tentunya dibutuhkan banyak dukungan dan
bantuan dari berbagai pihak yang nantinya akan memegang peranannya masingmasing. Pihak-pihak yang diharapkan dapat membantu merealisasikan gagasan
sereal tepung wortel bagi anak sekolah adalah Pemerintah Daerah Banyumas
melalui Dinas Kesehatan. Masyarakat Kabupaten Banyumas sebagai konsumen
yang menjadikan produk ini sebagai produk unggulan. Anak-anak di Kabupaten
Banyumas sebagai sasaran yang utama dalam menjalankan gagasan yang dibuat
oleh penulis guna kelangsungan hidup dalam meningkatkan kesehatan dan
mencegah agar tidak mengalami KVA.
Langkah-langkah Strategis dalam Pengimplementasian sereal tepung wortel
adalah mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya asupan vitamin A
bagi anak-anak, menjual sereal tepung wortel dengan harga yang sesuai untuk
masyarakat luas.