Anda di halaman 1dari 5

Inseminasi Buatan (IB)

3. Babi dan Kuda: Setiap hari, jika akan dikoleksi

pemasukan atau penyampaian semen ke dalam

setiap hari dan untuk jangka waktu yang singkat,

saluran kelamin betina dengan menggunakan alat-alat

istirahatkan selama 2-3 hari saat koleksi.

buatan manusia. Dalam praktek prosedur IB tidak hanya


meliputi deposisi atau penyampaian semen ke dalam

Semen yang diklokesi harus diperiksa dulu, analisis

saluran kelamin betina, tetapi juga tak lain mencakup

semen ada 2 bagian, Micro dan Macro.

seleksi dan pemeliharaan

Makroskopis:

pejantan,

penampungan,

penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengangkutan


semen, Inseminasi, pencatatan dan juga penentuan hasil
inseminasi

pada

hewan

betina,

bimbingan

dan

penyuluhan pada ternak.

1. Volume: Dilihat pada tabung koleksi


2. Warna: Berwarna putih susu (normal) kemerahan
(ada infeksi saluran sperma)
3. Bau: Bau khas tiap2 spesies
4. Viskositas: Kental, dilihat dari seberapa lama
semen yang ada kembali ke keadaan awal saat

Manfaat IB:
-

Peningkatan mutu genetic


Banyak betina yang dapat difertilisasi dengan

satu batch semen


Menekan penyebaran STD (sexually transmitted

disease)
Dll

Alat Bahan:
-

Gun IB
Plastic Sheet
Straw
Vaseline
Nitrogen Thermos
Air Hangat
DLL

Metode koleksi semen dibagi menjadi 3 metode:


1. Elektro Ejakulator
2. Massage
3. Vagina Buatan
Dari ketiga metode tersebut, metode yang menggunakan
Vagina Buatan paling banyak digunakan. Karena alat
(Vagina buatan) dibuat kodisinya sedemikian rupa
menyamai kondisi vagina betina yang asli.
Frekuensi koleksi semen:
1. Sapi: 2 x Sehari / minggu
2. Domba: Sebanyak2nya untuk beberapa minggu

tabung koleksi dimiringkan. Encer: < 1miliar


spm/cc; Sedang: 1.000-2.000 miliar spm/cc;
Kental: > 2 miliar spm/cc
5. pH: Domba (6,8) Sapi yg jarang dikoleksi
(7.0)
Mikroskopis:
1. Morfologi: <35% yang abnormal
2. Motilitas: 60% menunjukkan

pergerakan

progresif
3. Survival: Dapat hidup 48 jam setelah ejakulasi.
4. Dilakukan dengan mikroskop
Faktor yang mempengaruhi kualitas & kuantitas semen:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Makanan
Suhu
Frekuensi Ejakulasi
Libido
Penyakit
Pengankutan
Umur
Herediter
Gerak badan

Tabel Volume dan Pemeriksaan Makroskopis serta


Mikroskopis
Cattle
Dairy

Beef

Sheep

Volume
(ml)

Swine
225*

Horses
-

1-2

400

60* - 100

1.2

1.0

3.0

0.2

0.15

45

70

65

75

60

70

Morpholo 80

80

90

60

70

6.8-7.3

6.2-7.8

Sperm
concentra
tion

5. Kepala bulat
6. Acrosom acak
7. Berkawah
8. Dll
Untuk abnormalitas pada ekor antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Coiled tail with droplet


Coiled double tail
Folded tail
Filamentous
Double Tail
Corkscrew Midpiece with Droplet
Corkscrew Midpiece

(billion/ml
)
Total
sperm
(billion)
Motile
Sperm %

gically
normal
sperm %
pH

6.5-7.0

6.5-7.0 5.9-7.3

Abnormalitas sperma dibagi menjadi 2, ekor dan kepala.


Pada kepala contohnya adalah:
1.
2.
3.
4.

Dekapitasi
Makrocephalic
Microcephalic
Piriform

Pengenceran
dilakukan

dengan

sperma
bahan

yang

memeneuhi syarat:
1. Murah,
Sederhana, Praktis Dibuat
2. Mengandung unsur fisiologis yang sama dengan
semen dan tidak toksik
Fungsi pengenceran:
1. Menyediakan zat makanan sebagai sumber energi
bagi permatozoa;
2. Melindungi sperma terhadap cold shock;
3. Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah
perubahan pH;

4. Mempertahankan

tekanan

osmotik

dan

keseimbangan elektrolit yang sesuai;


5. Mencegah pertumbuhan kuman;
6. Memperbanyak volume semen.
Prosedur IB:
1. Hewan yang ada telah mengalami estrus,
waktu yang baik untuk IB adalah 6-12 jam
2.
3.
4.
5.
6.

pasca terlihat tanda-tanda estrus


Bersihkan alat dan vulva
Thawing straw
Pasang straw dengan gun dan plastic sheet
Gunakan Glove untuk IB
Palpasi rectal untuk mencari cincin cervix ke4

7. Masukkan Gun IB yang telah terdapat straw

dan suntikkan isi straw.


Semen beku: Semen segar yang diencerkan sesuai dosis

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Egg yolk (sederhana)


Air kelapa (sederhana)
Susu Skim (sederhana)
Tris
Sitrat
Andromed

Syarat bahan pengencer:


a. Murah, sederhana & praktis pembuatannya
b. Mengandung unsur yang sifat fisik dan kimianya
sama dengan semen
c. Mempertahankan tingkat fertlitas sperma
d. Memungkinkan dalam penilaian sprema setelah
pengenceran
Tujuan bahan pengencer:
a.
b.
c.
d.
e.

Menyediakan zat-zat makanan


Melindungi spermatozoa dari cold shock
Menyediakan suatu penyanggah
Mencegah pertumbuhan kuman

dengan bahan pengencer semen yang mengandung


krioprotektan (gliserol).
Proses pembuatan semen beku:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Evaluasi semen
Pengitungan dosis & pengenceran
Pengemasna
Ekulibrasi suhu 4C selama 4-6 jam
Pembekuan
Penyimpanan
Inseminasi

Alat-alat yang dibutuhkan:


a.
b.
c.
d.
e.

Alat printing
Cool top & Filling sealing machine
Freezing model ponton
Freezing model kantung
Container (berisi nitrogen cair)

Pengenceran Sperma, tahapan:


a. Pembuatan bahan pengencer
b. Penyiapan larutan pengencer
c. Proses pengenceran
Macam-macam bahan pengencer:

Hitam
: AMZ
Coklat muda : Drough Master
Hijau Tua
: Brangus
Merah anggur : Taurindicus
Hijau muda : Madura
Salem
: Angus

Memperbanyak volume semen


Cara pembuatan larutan pengencer:
A. Pengencer A (1.000 cc): Buffer Antibiotik 950cc+
Kuning Telur 50cc= homogenkan
B. Pengencer B (1.000 cc): Gliserol 160cc+Buffer
Antibiotik 770cc+Kuning telur 50cc+Glukosa
20gr= homogenkan
Prosedur pengenceran, syarat 1 jam sebelum proses:
a. Semen+Part A primer simpan dlm cool top suhu
4-5C, 35 menit
b. Angkat Part A primer dari water jacket
c. 50 menit + Part A Extra
d. Tambahkan part B sebanyak 4x interval 15
menit
e. Filling & Sealing dlm straw 2.5 jam kemudian
Macam straw:

1. Mini: volume 0,25 cc, 25 jt spm


2. Medium: volume 0.5 cc, 50 jt spm

Contoh 1. A= 1976, B= 1977, dst


Contoh 2. AJ 047=
AJ: 2011
047: produksi ke 47
5. Nomor pejantan
Terdiri dari 5-6 digit:
- 2 Digit pertama : Kode Bangsa
- 2 Digit tengah : Tahun kelahiran pejantan
- 2 Digit terakhir : Nomor urut pejantan

Bagian straw:

Warna straw:
Merah
: Bali
Biru muda : Ongole
Abu abu
: FH
Biru tua
: Brahman
Coklat tua : Hereford
Transparan : Simmental
Kuning
: Charolais
Merah muda : Limousin
Hijau pupus : Santa
Gertrudis
Jingga
: Belmond Red

Kode sapi:

Proses Filling & Sealing:


a. Proses pengisian straw dengan semen yang telah
diencerkan & penjepitan ujung straw
b. Straw yang digunakan bisa mini straw atau
Identitas Straw:

medium straw
c. Penghitungan straw yang sudah diisi semen
dengan rak hitung
d. Semua kegiatan tersebut dilakukan dalam cool
top
Proses Freezing Semen:
a. Menyusun & menghitung straw diatas rak

1. Nama produsen:
Instansi/swasta/koperasi
2. Breed/Bangsa pejantan
Untuk menghindari perkawinan

dibekukan
b. Proses pembekuan: 4 cm diatas N2 cair selama 9
beda

tipe

pejantan potong/perah
3. Nama pejantan
Untuk mengetahui tetua/bapaknya, menghindari
inbreeding
4. Kode batch:
Nomor produksi (A, B, C, D, dst)

menit, dicelupkan dalam N2 cair suhu -196C


c. Penyimpanan & pencatatan di buku
Tujuan utama freezing:
untuk menyimpan, memelihara, dan menjamin
kelangsungan hidup suatu materi genetik. Hal ini berarti

bahwa penyimpanan sel gamet (plasma germinal) dengan


menggunakan teknik kriopreservasi diharapkan dapat
mempertahankan daya hidupnya dan fungsi sel gamet
baik

secara

imunologis,

biologis

dan

fisiologis

(Suprianata dan Pasaribu, 1992).


Penanganan semen beku:
-

Merupakan factor yang sangat penting guna

mencegah kematian sperma; atau


Mencegah kualitas straw tetap baik dan bisa
digunakan untuk IB pada sapi induk

Manajemen straw beku didalam container:


1. Semen beku di dalam container harus selalu terisi
nitrogen cair dan straw terendam dengan jarak
minimal >15 cm dari dasar container
2. Setiap seminggu sekali cek volume nitrogen cair
dengan cara memasukkan penggaris plastic warna
hitam atau kayu, bekas berwarna putih adalah
batas permukaan nitrogen cair
3. Pengambilan straw dalam container tidak boleh
melebihi tinggi leher container dan hindari dari
matahari langsung
4. Setelah di thawing, straw beku tidak boleh
dikembalikan lagi kedalam container karena
kualitas sperma akan menurun dan terjadi
kematian sperma
Penyimpanan semen beku:
-

Semen beku yang dievaluasi dan mempunyai Post


Thawing Motility (PTM) lebih dari 40% dapat

disimpan untuk IB
Suhu nitrogen cair harus -196C
Kapasitas container disesuaikan dengan jumlah

straw yang disimpan


Selain container untuk straw, container untuk

nitrogen cair juga harus disediakan untuk stok.


Kualitas straw beku akan terus terjaga jika tetap
terendam nitrogen cair.