Anda di halaman 1dari 6

Laporan Kasus

ABRASI KORNEA OD

Oleh:
Junisarah binti Ab. Hamid
11-2013-174

Pembimbing :
dr. Margrette P Franciscus, Sp.M, MSc

Fakultas Kedokteran UKRIDA


Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata
Periode 9 Febuari 2015 14 Maret 2015
RS Family Medical Center (FMC), Sentul

I.

IDENTITAS
Nama
Umur
Agama
Pekerjaan
Tanggal pemeriksaan

II.

: Tn S
: 42 tahun
: Islam
: Karoseri
: 11 Febuari 2015

ANAMNESIS
Auto anamnesis pada tanggal 11 Febuari 2015 jam 1700 WIB
Keluhan utama
Mata kanan terkena percikan gram 4 jam SMRS.
Keluhan tambahan
Mata kanan perih, berair, penglihatan agak kabur.
Riwayat Penyakit Sekarang
OS datang ke RS dengan keluhan mata kanan terkena percikan gram di tempat
kerja 4 jam SMRS. OS bekerja sebagai karoseri di perusahaan swasta. Saat
bekerja, OS tidak memakai alat pelindung mata, dan saat menggunakan chainsaw,
OS terkena percikan gram di mata kanan. Mata kanan terasa perih dan berair. OS
juga mengeluh penglihatan agak kabur setelah kejadian tersebut. OS menyangkal
riwayat mata kabur sebelumnya.

OS tidak melakukan apa-apa tindakan ke

matanya sebelum dibawa ke RS.


Riwayat Penyakit Dahulu
Diabetes Melitus (-)
Hipertensi (-)
Jantung (-)
Trauma mata (-)
Alergi (-)
Asma (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat Diabetes mellitus (-)
Riwayat Hipertensi (-)

Riwayat pemakaian kacamata (-)


Riwayat penyakit lainnya disangkal.
Kebiasaan
OS merupakan seorang perokok.
III.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum
Kesadaran

: Tampak sakit ringan.


: Compos mentis

Tanda Vital

: Tekanan Darah

: 120/80 mmHg

Frekuensi Nadi

: 84 kali/menit

Frekuensi Nafas

: 20 kali/menit

Kepala/leher

: pembesaran KGB preauriukuler (-)

Thorax, Jantung

: Dalam batas normal

Paru

: Dalam batas normal

Abdomen

: Dalam batas normal

Ekstremitas

: Dalam batas normal

STATUS OFTALMOLOGIS
OD
0,7 PH Tidak Maju
-

PEMERIKSAAN
Visus (tanpa kacamata)
Koreksi
Addisi
Distansi Pupil

OS
1,0
-

Gerak bola mata normal.


Enopthalmus (-)
Exopthalmus (-)
Strabismus (-)
Warna hitam
Simetris
Nyeri tekan (-)
Edema (-)
Lagopthalmus (-)

Gerak bola mata normal.


Enopthalmus (-)
Exopthalmus (-)
Strabismus (-)
Warna hitam
Simetris
Nyeri tekan (-)
Edema (-)
Lagopthalmus (-)

Bulbus Oculi
Supersilia

Ektropion (-)
Entropion (-)
Hiperemis (+)
Edem (-)
Injeksi konjungtiva (-)
Injeksi siliar (-)
Kemosis (-)
Sekret purulen (-)
Corpus Alienum (-)
Normal, warna putih
Bulat, jernih
Edem (-)
Infiltrat (-)
Sikatrik (-)
Defect (+)
Flourescent test (+)
Corpus alienum (-)
Jernih
Kedalaman cukup
Hipopion (-)
Hifema (-)
Warna coklat
Kripta normal
Reguler
Letak sentral
Diameter 3 mm
Refleks pupil L/TL : (+/
+)
Letak sentral
Jernih
Batas tegas
Refleks macula lutea (-)
Edema macula (-)
Eksudat (-)
Perdarahan (-)
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Palpebra

Konjungtiva

Ektropion (-)
Entropion (-)
Hiperemis (-)
Edem (-)
Injeksi konjungtiva (-)
Injeksi siliar (-)
Kemosis (-)
Sekret purulen (-)

Sklera
Kornea

Camera Oculi Anterior


Iris

Pupil

Lensa
Badan Kaca
Fundus Occuli

Tonometri digital
TIO (Schiotz)

IV.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada

V.

RESUME

Normal, warna putih


Bulat, jernih
Permukaan rata
Edem (-)
Infiltrat (-)
Sikatrik (-)
Jernih
Kedalaman cukup
Hipopion (-)
Hifema (-)
Warna coklat
Kripta normal
Reguler
Letak sentral
Diameter 3 mm
Refleks pupil L/TL : (+/+)
Letak sentral
Jernih
Batas tegas
Refleks macula lutea (-)
Edema macula (-)
Eksudat (-)
Perdarahan (-)
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Pasien seorang laki-laki, usia 47 tahun datang dengan mata kanan terkena
percikan gram di tempat kerja 4 jam SMRS. Mata kanan perih, berair dan
penglihatan agak kabur setelah kejadian tersebut.

OS tidak melakukan apa-apa

tindakan ke matanya sebelum dibawa ke RS.


OS tidak mempunyai riwayat penyakit lain, namun OS merupakan seorang
perokok.
Dari pemeriksaan fisik, status generalis didapatkan dalam batas normal.

Pada status ophtalmologis didapatkan :


OD
0,7 PH Tidak Maju
-

PEMERIKSAAN
Visus (tanpa kacamata)
Koreksi
Addisi
Distansi Pupil

OS
1,0
-

Hiperemis (+)
Edem (-)
Injeksi konjungtiva (-)
Injeksi siliar (-)

Hiperemis (-)
Edem (-)
Injeksi konjungtiva (-)
Injeksi siliar (-)

Kemosis (-)
Sekret purulen (-)
Corpus alienum (-)
Bulat, jernih
Edem (-)
Infiltrat (-)
Sikatrik (-)
Defect (+)
Flourescent test (+)
Corpus alienum (-)

Konjungtiva

Kemosis (-)
Sekret purulen (-)
Kornea

Bulat, jernih
Permukaan rata
Edem (-)
Infiltrat (-)
Sikatrik (-)

Pemeriksaan ophtalmologis lainnya semua dalam batas normal.

VI.

DIAGNOSIS KERJA
Abrasi kornea OD et causa corpus alienum.

VII.

PENATALAKSAAN
Medika Mentosa:
Ofloxacin 0.3% ed S4 gtt 1 OD
Ketorolac 0.4% ed S4 gtt 1 OD

Edukasi:

VIII.

Pasien diminta untuk kembali ke dokter seandainya keluhan memberat

dalam 24 jam.
Pasien diminta untuk kontrol setelah tiga hari.
PROGNOSIS

Ad Vitam
Ad Fungsionam
Ad Sanationam

:
:
:

OD
Bonam
Dubia ad Bonam
Dubia ad Bonam

OS
Bonam
Bonam
Bonam