Anda di halaman 1dari 2

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Praktikum


Praktikum dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biokimia, Departemen
Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian
Bogor. Waktu pelaksanaan pada hari Jumat, tanggal 27 November 2015 pukul
08.00-11.00 WIB.
Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini meliputi sentrifus
Beckman J-21, sentrifus mikro, tabung sentrifus, tabung reaksi, pipet Mohr,
penangas air, tabung ependorf, pipet tetes, wadah es, dan spektrofotometer
Genesys. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah suspensi pelet hasil
percobaan asam nukleat I, HClO4 0.2 M dingin, standar DNA 250 g/mL,
difenilamin, asam trikloroasetat (TCA), dan akuades.
Prosedur
Penentuan Konsentrasi DNA dalam Homogenat Hati Ayam
Sampel berupa suspensi pelet hasil percobaan asam nukleat I yang beku
dicairkan terlebih dulu. Suspensi pelet kemudian disentrifugasi selama 10 menit
dengan kecepatan 5000 rpm. Supernatan dibuang dan pelet diresuspensi dengan
2.0 mL HClO4 0.2 M dingin, kemudian dikocok. Hasil resuspensi kemudian
dibagi ke dalam dua buah tabung ependorf sama banyak. Keduanya disentrifugasi
kembali dengan kecepatan 5000 rpm selama 10 menit dengan sentrifus mikro.
Supernatan dibuang, sementara pelet dipanaskan pada suhu 100 C selama 10
menit. Pelet kemudian ditambahkan 1.0 mL HClO4 0.2 M dingin dan dikocok.
Suspensi disentrifugasi dengan kecepatan 5000 rpm selama 10 menit.
Supernatan hasil sentifugasi dipindahkan ke dalam dua buah tabung reaki,
masing-masing 0.5 mL (tabung 2) dan 1.0 mL (tabung 3). Sebanyak dua buah
tabung reaksi lain disiapkan, satu tabung sebagai blanko (tabung 1) dan tabung
lainnya (tabung 4) sebagai standar. Tabung 1 hanya berisi 2.0 mL difenilamin dan
4.0 mL TCA. Tabung 2 ditambahkan 2.0 mL difenilamin dan 3.5 mL TCA,
tabung 3 ditambahkan 3.0 mL TCA dan 2.0 mL difenilamin, serta tabung 4 yang
diisi 1.0 mL standar DNA ditambahkan 3.0 mL TCA dan 2.0 mL difenilamin.
Empat tabung tersebut dikocok kemudian dipanaskan menggunakan
penangas air dengan suhu 80 C selama 30 menit. Campuran kemudian
didinginkan di dalam wadah berisi es dan diukur absorbansinya dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm. Setelah itu kadar purin dalam
DNA sampel dan standar dihitung sesuai absorbansi dan konsentrasi DNA
standar.

Tabel 1 Hasil pengukuran [DNA] = 600 nm


Sampel
Aterbaca
Aterkoreksi
Blanko
0.085
0.000
Standar
0.118
0.033
0.5 mL
0.207
0.122
1.0 mL
0.332
0.247
Contoh perhitungan:
Aterkoreksi = Aterbaca - Ablanko
= 0.118 - 0.085
= 0.033
[Purin]

Asampel
0.122
x[Standar]
x250 g/m L
Astandar
0.033
= 924.24g/mL
=

[Purin] (g/mL)
0.00
250.00
924.24
1871.21