Anda di halaman 1dari 6

PROTEIN

Laporan Praktikum Biokimia

Nama

: Dyah Arum Apriyani

NIM

: J1C114004

Kelompok

: I (Satu)

Asisten

: Tutriyanti

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
BANJARBARU
OKTOBER 2015
(PROTEIN)
Oleh
DYAH ARUM APRIYANI
J1C114004
Program Studi Biologi FMIPA UNLAM
ABSTRAK
Protein merupakan senyawa penting penyusun kehidupan yang mempunyai
manfaat. Namun protein mudah rusak dikarenakan banyaknya perlakuan. Prosesproses tersebut dipelajari dalam praktikum ini. Prosesnya dengan melarutkan
sejumlah larutan protein berupa putih telur dan susu kedalam beberapa senyawa
yang bersifat garam, asam, basa, alkohol, juga dilakukan pemanasan. Hasilnya
menunjukkan larutan protein tersebut mengalami pengendapan dan
penggumpalan setelah dilakukan perlakuan tersebut. Hal ini disebabkan bahanbahan tersebut, merusak struktur protein dan melepasakan ikatan-ikatan yang
ada dalam protein tersebut. Meskipun masih tersisa proteinnya dalam jumlah
yang sedikit.
Kata kunci : protein, koagulasi protein, denaturasi protein
I.

TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini
adalah untuk mempelajari proses
pengendapan protein dengan alkohol
dan mempelajari garam konsentrasi
tinggi.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Protein merupakan salah satu
jenis zat penting yang dibutuhkan
oleh tubuh hewan maupun manusia.
Sumber protein ada dua macam yaitu
dari tumbuh tumbuhan (protein

nabati) dan dari hewan (protein


hewani). Protein hewani berkualitas
lebih baik karena susunan asam
amino esensialnya lebih berimbang.
Protein nabati mengandung lisin dan
metionin yang rendah, kualitasnya
dapat
diperbaiki
dengan
menambahkan protein hewani, lisin,
dan
metionin
sintesis
atau
mengkombinasikannya dengan bijibijian maupun padi-padian.[1]
Seperti halnya lemak dan
kabohidrat, protein adalah zat yang

dibentuk oleh sel-sel hidup. Lebih


dari separuh zat-zat yang berbentuk
padat di dalam jaringan-jaringan
manusia dan binatang mamalia terdiri
atas protein. Protein mempunyai
peranan penting di dalam tubuh
manusia dan binatang, karena ia
bertanggung
jawab
untuk
menggerakkan otot-otot.[2]
Protein
haemoglobin
mempunyai peranan mengangkut
oksigen dari paruparu ke jaringan
ke seluruh tubuh. Sehingga protein
sangat penting untuk masing-masing
individu. Protein terdapat antara lain
dalam kulit, rambut, otot, tanduk,
sutera, putih telur, dan sebagainya.
Protein terdiri dari molekul-molekul
yang besar yang mempunyai berat
molekul antara 12.000 hingga
beberapa juta.[2]
Protein
kebanyakkan
merupakan senyawa yang amorph,
tak berwarna, dimana ia tidak
mempunyai titik cair atau titik didih
tertentu. Protein tidak larut dalam
cairan-cairan organik. Bila dilarutkan
dalam air akan memberikan larutan
koloidal. Protein diendapkan air
larutannya bila ditambah dengan
garam-garam anorganik (Na2SO4,
NaCl) dan juga dengan menggunakan
zat-zat organik yang larut dalam air
seperti
alkohol
dan
keton.
[3]
Pengendapan ini bersifat balik.
Protein sangat cenderung
mengalami
beberapa
bentuk
perubahan yang dikatakan sebagai
Denaturasi. Perubahan-perubahan ini
disebabkan karena protein peka
terhadap panas, tekanan yang tinggi,
alkohol, alkali, urea, KI, asam dan
pereaksi-pereaksi tertentu. Denaturasi
sering meliputi perubahan-perubahan
kimia dalam bentuk molekul protein.
Baik denaturasi maupun pengendapan
efek totalnya dikenal sebagai
penggumpalan atau koagulasi.[3]

Reaksi-reaksi warna dari protein.


1. Reaksi Biuret
Dalam pemakaian tes Biuret
ini, larutan protein dibuat alkali
dengan Natrium hidroksida dan
ditambahkan juga setetes larutan
tembga sulfat encer. Bila tes ini sesuai
dengan larutan yang diselidiki akan
timbul warna merah violet atau biruviolet. Tes ini positif untuk senyawasenyawa yang mengandung gugus
amida asam.[4]
2. Reaksi Millon
Pereaksi Millon dibuat dengan
melarutkan merkuri didalam asamasam
nitrat
pekat,
kemudian
dilarutkan dengan air. Pereraksi
mengandung merkuri nirat dan nitrit.
Tes ini akan memberikan warna
merah atau endapan merah, bila
protein dibiarkan beberapa lama
dengan pereaksi atau bila campuran
dipanaskan. Reaksi tergantung adanya
gugus hidroksifenil jadi tes positif
untuk adanya tirosin. Senyawa yang
bukan protein, seperti fenol, asam
aslisilat juga memberikan tes positif.
[4]

III.
METODE PRAKTIKUM
Alat dan Bahan
A. Alat
Alat alat yang digunakan adalah
tabung reaksi, pipet tetes, sudip, gelas
beaker dan alat pemanas.
B. Bahan
Bahan bahan yang digunakan
adalah pereaksi amonium sulfat,
pereaksi Biuret, asam asetat 1M, HCL
0,1M, NaOH 0,1M, Buffer asetat 1M
(pH 4,7), etanol 95% dan larutan
protein ( telur ayam ras, telur ayam
kampung, telur bebek, susu putih cair
dan susu beruang).
IV.

PROSEDUR KERJA

1. Pengendapan Protein Oleh Garam


b. 1 ml HCl 0,1 M ditambahkan
garam Anorganik
ke dalam tabung I
a. 5
ml
larutan
protein
c. 1
ml
NaOH
0,1 M
dijenuhkan
dengan
ditambahkan ke dalam tabung
ammonium sulfat dengan cara
II dan
ditambahkan
ammonium
d. 1
ml
Buffer
asetat
sulfat kristal sedikit demi
ditambahkan ke dalam tabung
sedikit, aduk hingga larut.
III.
b. Ditambahkan dan diaduk lagi
e. Ketiga tabung ditempatkan
sehingga
sedikit
garam
dalam air mendiidh selama 3
ammonium yang tertinggal
menit dan didinginkan pada
tidah larut lagi (terbentuk
temperatur kamar.
larutan lewat jenuh) dan
f. Percobaan diatas dilanjutkan
disaring.
terhadap tabung I dan II
c. Filtratnya
ditambahkan
dengan ditambahkan 5 ml
pereaksi Biuret, endapan
Buffer asetat.
ditambahkan dengan pereaksi
Millon.
V. HASIL & PEMBAHASAN
2. Uji Koagulasi
Hasil percobaan
a. Dua tetes asam asetat 1 M
A. Pengendapan Protein oleh Garamditambahkan ke dalam tabung
Garam Anorganik
reaksi yang berisi 3 ml larutan
Tabel 1.1 Hasil pengendapan protein
protein.
oleh garam-garam anorganik
b. Tabung diletakkan dalam air
mendidih selama 3 menit.
c. Endapan diambil dan menguji
kelarutannya dalam air.
3. Penggendapan dengan Alkohol
a. 3 tabung reaksi disediakan dan
diisi masing masing tabung
reaksi dengan 3 ml larutan
protein.
B. Uji Koagulasi
b. 1 ml HCl 0,1 M dan 5 ml
Tabel 1.2 Hasil uji koagulasi
etanol 95% ditambahkan ke
dalam tabung I.
c. 1 ml NaOH 0,1 M dan 5 ml
etanol 95% ditambahkan ke
dalam tabung II. 1 ml Buffer
asetat dan 5 ml etanol 95%
ditambahkan ke dalam tabung
III.
C. Pengendapan dengan Alkohol
d. Tabung tabung mana yang
Tabel 1.3 hasil pengendapan dengan
tidak larut dilihat.
alkohol
4. Denaturasi Protein
a. 3 tabung reaksi disediakan dan
masing masing tabung diisi
dengan 4 ml larutan protein.

D. Denaturasi protein
Tabel 1.4 Hasil denaturasi protein

PEMBAHASAN
Pengendapan protein oleh garam
garam anorganik
Percobaan
ini
dilakukan
dengan cara mengendapkan larutan
protein dengan ammonium sulfat
hingga terjadi larutan lewat jenuh.
Kemudian dipisahkan antara endapan
dengan filtratnya. Endapan kemudian
dicampurkan dengan pereaksi Millon
dan filtratnya ditambahkan dengan
pereaksi Biuret.
Hasilnya menunjukkan bahwa
pada endapan yang ditambahkan
dengan pereaksi Millon terjadi
perubahan warna. Endapan tetap
berwarna putih tetapi terdapat cairan
yang berada disekitar endapan dan

setelah ditambahkan dengan pereaksi


Millon berubah warna. Hampir semua
larutan protein yang digunakan,
mengalami hal tersebut menjadi
berwarna merah tua hingga coklat,
terkecuali pada putih telur ayam
kampung yang berwarna kuningjingga.
Semua
protein
yang
digunakan mengendap dikarenakan
ammonium sulfat lebih cepat
menghidrasi air yang terdapat pada
larutan protein sehingga protein
mengendap karena kekurangan air.
Dilakukannya penambahan pada
filtrat dan endapan untuk mengetahui
keberadaan protein setelah dilakukan
pengendapan. Ternyata filtratnya
masih mengandung protein yaitu
amida asam sehingga menghasilkan
warna merah hingga ungu.
Uji koagulasi
Percobaan
ini
dilakukan
dengan cara mencampurkan larutan
protein dengan asam asetat kemudian
didihkan dan endapannya di uji
kelarutannya dalam air dan pereaksi
Millon.Protein dapat mengalami
pengendapan dikarenakan asam asetat
dapat merusak struktur protein, baik
merusak ikatan dalam protein maupun
merusak bentuk ikatan yang ada
dalam larutan
protein, sehingga
larutan
protein
mengendap
seluruhnya.
Pengujian
kelarutan
menggunakan
pereaksi
Millon
dilakukan untuk menguji apakah
masih ada protein dalam larutan yang
telah mengendap tersebut. Hasilnya
membuktikan
bahwa
endapan
tersebut masih mengandung protein
meskipun dalam jumlah yang sedikit.
Pengendapan dengan alkohol
Pengujian ini dilakukan untuk
mengetahui
pengaruh
alkohol

terhadap protein. Alkohol mudah


bereaksi dengan ion H+ membentuk
air, sehingga protein akan rusak
strukturya molekulnya. Rusaknya
protein ini dapat mengakibatkan
protein mengedap. Alkohol juga
menarik banyak air sehingga volume
air untuk protein akan berkurang.
Denaturasi protein
Protein akan rusak sturkturya
jika
mengalami
pemanasan,
tercampur dengan asam maupun basa,
tekanan yang tinggi juga alkohol.
Perlakuan ini dapat melepas ikatan
hidrogen, ikatan garam protein.
Bahan-bahan ini juga dapat merubah
struktur atau susunan molekul
protein, sehingga menggumpal dan
terjadi pengendapan. Pengendapan
atau
penggumpalan
merupakan
perwujudan dari kerusakkan yang
terjadi pada protein.
VI.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil


dari praktikum kali ini yaitu
pengendapan
dan
koagulasi
merupakan bentuk dari denaturasi
protein
yang
dikarenakan
pengrusakan struktur dan terlepasnya
ikatan- ikatan yang ada dalam protein
dikarenakan pencampuran dengan
alkohol, garam anorganik, dan
pemanasan.
VII.

DAFTAR PUSTAKA
Kurniati, E. 2009. Pembuatan
Konsentrasi Protein dari Biji
Kecepir dengan Penambahan
HCl. Jurnal Penelitian Ilmu
Teknik. Vol 9(2):115-122
[2]
Purba, M. 2007. Kimia. Erlangga.
Jakarta
[3]
Sastrohamidjojo, H. 2009. Kimia
Organik.
Gadjah
Mada
University Press. Yogyakarta
[4]
Winarno, F.G.
1997.
Kimia
Pangan dan Gizi.
PT.
Gramedia, Jakarta.
[1]