Anda di halaman 1dari 2

PENERAPAN GAYA SEBAGAI FUNGSI KECEPATAN

Apabila zat padat dijatuhkan ke dalam zat cair, maka akan mendapat gaya hambat
yang diakibatkan oleh gayagesek antara permukaan zat padat dengan zat cair tersebut.
Sebagai contoh, apabila kita memasukkan sebuah bola logam ke tabung yang berisi zat cair,
akan terlihat logam tersebut mula-mula turun dengan cepat kemudian melambat sampai
mencapai kecepatan konstan hingga akhirnya berhenti di dasar zat cair. Ini berarti bahwa
selain gaya berat dan gaya angkat, pada zat cair masih terdapat gaya lain yang bekerja pada
logam tersebut. Gaya lain yang berpengaruh tersebut adalah gaya gesek yang disebabkan oleh
kekentalan zat cair. Besar kecilnya hambatan yang ditimbulkan oleh zat cair dapat
dipengaruhi oleh jenis zat cair yang digunakan atau ukuran dan massa dari zat padat yang
dijatuhkan. Apabila jenis zat cair yang digunakan sama maka yang berpengaruh terhadap
besar kecilnya hambatan ditentukan oleh ukuran dan massa dari benda yang dijatuhkan.
Semakin besar hambatan yang diberikan akan mengakibatkan semakin lambat laju bola
logam. Sebaliknya jika semakin kecil hambatan yang ditimbulkan oleh zat cair akan
mengakibatkan semakin cepat jatuhnya. Besar kecilnya hambatan yang ditimbulkan oleh oleh
zat cair dinamakan dengan kekentalan atau viskositas [3].Penentuan besarnya koefisien
kekentalan dari zat cair dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan
menggunakan hukum Stokes. Khusus untuk benda berbentuk bola, gaya gesek zatcair secara
empiris dirumuskan dengan persamaan

dengan FS = gaya Stokes, = koefisien kekentalan, r = jari-jari bola kelereng, dan v =


kecepatan relatif bola terhadap zat cair (kecepatan terminal).. Sebuah bola padat memiliki
rapat massa b dan berjarijari r dijatuhkan tanpa kecepatan awal ke dalam zat cair kental
memiliki rapat massa c, di mana b > c.. Telah diketahui bahwa bola mula-mula
mendapat percepatan gravitasi, namun beberapa saat setelah bergerak cukupjauh bola akan
bergerak dengan kecepatan konstan. Kecepatan yang tetap ini disebut kecepatan akhir v
ataukecepatan terminal yaitu pada saat gaya berat bola sama dengan gaya apung ditambah
gaya gesekan zat cair [5][6]. Gambar. 1 menunjukkan sistem gaya yang bekerja pada bola
yakni FA= gaya Archimedes, Fs = gaya Stokes, dan W = mg = gaya berat bola. Jika saat
kecepatan terminal telah tercapai, pada Gambar 1., berlaku hukum Newton tentang gerak
lurus beraturan, yaitu persamaan:

Jika b menyatakan rapat massa bola, c menyatakan rapat massa zat cair, Vc menyatakan
volume bola, dan gmenyatakan percepatan gravitasi bumi, maka berlaku persamaan:

Rapat massa bola b dan rapat masa zat cair c dapat diukur dengan menggunakan
persamaan:

dengan mc = massa zat cair, Vc = volume zat cair