Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN TUGAS BESAR

MATA KULIAH MODEL DAN KOMPUTASI PROSES

SIMULASI DAN DESAIN REAKTOR BATCH NON ADIABATIS UNTUK


REAKSI STYRENE DARI BUTADIENA MENGGUNAKAN PROGRAM
SCILAB

Oleh:
GHAFA AL RAMADHAN

21030113140183

DETA ANNISA LISNANDAR

21030113130165

LABORATORIUM PROSES KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

BAB I

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam industri kimia, ilmu kinetika kimia dan reaktor sangat penting karena proses
pembentukan produk terjadi di dalam reaktor. Reaktor merupakan suatu alat proses tempat di
mana terjadinya suatu reaksi berlangsung. Dengan terjadinya reaksi inilah suatu bahan berubah
ke bentuk bahan lainnya, perubahannya ada yang terjadi secara spontan alias terjadi dengan
sendirinya atau bisa juga butuh bantuan energy seperti panas (contoh energi yang paling
umum).Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kimia, jadi terjadi perubahan bahan bukan
fasamisalnya dari air menjadi uap yang merupakan reaksi fisika.
Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh sarjana teknik kimia adalah dapat
merancang sistem pemroses seperti merancang reaktor. Perancangan reaktor itu sendiri meliputi
pemilihan jenis reaktor seperti fase zat pereaksi dan produk yang dihasilkan, tipe reaksi,
kapasitas produksi, biaya yang dibutuhkan dalam merancang reaktor, dan kemampuan reaktor
untuk menyediakan luas permukaan yang cukup untuk perpindahan panas. Dengan perancangan
reaktor tersebut diharapkan seorang sarjana teknik kimia dapat menjalankan proses produksi
secara efisien.
Styrene merupakan salah satu senyawa kimia yang memiliki rumus molekul C8H8, telah
dikenal oleh manusia sejak ratusan tahun yang lalu. Stirena banyak digunakan dalam industri
pembuatan polistirena, stirena butadiena dan stirena butadine latex. Pembuatan Styrene dari
butadiene terjadi didalam reaktor dimana butadiene dimerisasi Diels Alder dari 1,3 butadiena
menjadi 4- vinylcyclohexana (VCH) pada suhu 140C dan tekanan 4 Mpa lalu VCH
dihidrogenasi menjadi styrne.
Perancangan reaktor reaktor produksi styrene dari butadiene dapat dilakukan secara hand
calculation. Tetapi untuk mengefisienkan kerja dalam perancangan maka dapat dibantu
menggunakan software seperti scilab. Dengan software scilab maka dapat dilakukan simulasi
seperti volume yang dibutuhkan reaktor untuk reaksi tertentu, kinetika reaksi yang terjadi
didalam reaktor, dan lain- lain.

1.2 Rumusan Masalah


Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Pada perancangan reaktor styrene dari butadiene diperlukan kondisi yang optimum agar
produk yang dihasilkan maksimal. Styrene dari butadiene merupakan suatu reaksi seri dan
bersifat eksotermis. Perancangan reaktor kali ini akan dilakukan pada reaktor batch non adiabatic
dengan kondisi sesuai reaksi. Untuk membantu dalam penyelesaian perancangan reaktor, maka
akan dibantu dengan program komputer seperti scilab. Tujuan digunkannya program scilab untuk
menefisienkan kerja dalam perancangan reaktor. Dengan menggunakaan software scilab
diharapkan dapat mensimulasikan kondisi reaktor yang dibutuhkan dalam pembentukan styrene
dari butadiene.
1.3 Tujuan
Tujuan dari laporan tugas besar komputasi ini adalah
1. Dapat menyusun program scilab pada perancangan reaktor non adiabatic pada reaksi
styrene dari butadiene.
2. Mampu mensimulasikan program scilab pada perancangan reaktor batch non adiabatic
pada reaksi styrene dari butadiene.
3. Mengetahui hubungan antara konsentrasi styrene yang terbentuk terhadap interval waktu
tertentu pada reaksi styrene dari butadiene.
1.4 Manfaat
Manfaat dari laporan tugas besar komputasi ini adalah
1. Mampu merancang reaktor non adiabatic untuk reaksi styrene dari butadiene dengan
menggunkan program scilab.
2. Mampu mengetahui hubungan antara konsentrasi styrene yang terbentuk terhadap
interval waktu tertentu untuk reaksi styrene dari butadiene menggunakan program scilab.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


2.1.1.Reaktor
Reaktor kimia adalah sebuah alat industri kimia, dimana terjadi reaksi bahan mentah
menjadi hasil jadi yang lebih berharga. Rancangan dari reaktor ini tergantung dari banyak
variabel yang dapat dipelajari di teknik kimia, yaitu waktu tinggal, volume (V), temperatur
(T), tekanan (P), konsentrasi senyawa (C1, C2, C3, ...,Cn), dan koefisien perpindahan panas
(h, U). Perancangan suatu reaktor kimia harus mengutamakan efisiensi kinerja reaktor,
sehingga didapatkan hasil produk dibandingkan masukan (input) yang besar dengan biaya
yang minimum, baik itu biaya modal maupun operasi. Tentu saja faktor keselamatan pun
tidak boleh dikesampingkan. Biaya operasi biasanya termasuk besarnya energi yang akan
diberikan atau diambil, harga bahan baku, upah operator, dll. (Achmadirfani,2007)

Tujuan pemilihan reaktor adalah :

Mendapat keuntungan yang besar

Biaya produksi rendah

Modal kecil/volume reaktor minimum

Operasinya sederhana dan murah

Keselamatan kerja terjamin

Polusi terhadap sekelilingnya (lingkungan) dijaga sekecil-kecilnya (Achmadirfani,2007)

Pemilihan jenis reaktor dipengaruhi oleh :

Fase zat pereaksi dan hasil reaksi

Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta ada tidaknya reaksi samping

Kapasitas produksi

Harga alat (reaktor) dan biaya instalasinya

Kemampuan reaktor untuk menyediakan luas permukaan yang cukup untuk


perpindahan panas (Achmadirfani,2007)

2.1.2.Jenis-jenis reaktor
A

Berdasarkan bentuknya
1

Reaktor tangki

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Dikatakan reaktor tangki ideal bila pengadukannya sempurna, sehingga komposisi
dan suhu didalam reaktor setiap saat selalu uniform. Dapat dipakai untuk proses
batch, semi batch, dan proses alir.
2

Reaktor pipa
Biasanya digunakan tanpa pengaduk sehingga disebut Reaktor Alir Pipa.
Dikatakan ideal bila zat pereaksi yang berupa gas atau cairan, mengalir didalam
pipa dengan arah sejajar sumbu pipa. (Achmadirfani,2007)

B Berdasarkan prosesnya
1

Reaktor Batch

Biasanya untuk reaksi fase cair

Digunakan pada kapasitas produksi yang kecil


Keuntungan reaktor batch:

- Lebih murah dibanding reaktor alir


- Lebih mudah pengoperasiannya
- Lebih mudah dikontrol
Kerugian reaktor batch:

Tidak begitu baik untuk reaksi fase gas (mudah terjadi kebocoran pada lubang

pengaduk)
Waktu yang dibutuhkan lama, tidak produktif (untuk pengisian, pemanasan zat
pereaksi,

pendinginan

zat

(Achmadirfani,2007).

2 Reaktor Alir (Continous Flow)

Model dan Komputasi Proses

hasil,

pembersihan

reaktor,

waktu

reaksi)

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Ada 2 jenis:
a

RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)

Keuntungan:
Suhu dan komposisi campuran dalam rerraktor sama
Volume reaktor besar, maka waktu tinggal juga besar, berarti zat pereaksi lebih

lama bereaksi di reaktor.


Kerugian:

Tidak effisien untuk reaksi fase gas dan reaksi yang bertekanan tinggi.

Kecepatan perpindahan panas lebih rendah dibanding RAP

Untuk menghasilkan konversi yang sama, volume yang dibutuhkan RATB lebih
besar dari RAP. (Achmadirfani,2007)
b

RAP

Dikatakan ideal jika zat pereaksi dan hasil reaksi mengalir dengan kecepatan yang
sama diseluruh penampang pipa.
Keuntungan :
Memberikan volume yang lebih kecil daripada RATB, untuk konversi yang sama
Kerugian:
1. Harga alat dan biaya instalasi tinggi.
2. Memerlukan waktu untuk mencapai kondisi steady state.
3. Untuk reaksi eksotermis kadang-kadang terjadi Hot Spot (bagian yang suhunya
sangat tinggi) pada tempat pemasukan . Dapat menyebabkan kerusakan pada
dinding reaktor. (Achmadirfani,2007)

Reaktor semi batch


Biasanya berbentuk tangki berpengaduk

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS

C Jenis reaktor berdasarkan keadaan operasinya


1.

Reaktor isotermal.
Dikatakan isotermal jika umpan yang masuk, campuran dalam reaktor, aliran
yang keluar dari reaktor selalu seragam dan bersuhu sama.

2.

Reaktor adiabatis.

Dikatakan adiabatis jika tidak ada perpindahan panas antara reaktor dan
sekelilingnya.

Jika reaksinya eksotermis, maka panas yang terjadi karena reaksi dapat dipakai
untuk menaikkan suhu campuran di reaktor. ( K naik dan rA besar sehingga
waktu reaksi menjadi lebih pendek).

3.

Reaktor Non-Adiabatis
Dikatakan non-adiabatis jika

ada perpindahan panas antara reaktor dan

sekelilingnya atau dengan kata lain ada panas yang masuk dari pemanas atau
keluar ke pendingin(Achmadirfani,2007).
D Reaktor Gas Cair dengan Katalis Padat
1

Packed/Fixed bed reaktor (PBR).

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Terdiri dari satu pipa/lebih berisi tumpukan katalis stasioner dan dioperasikan
vertikal. Biasanya dioperasikan secara adiabatis.

Fluidized bed reaktor (FBR)

Reaktor dimana katalisnya terangkat oleh aliran gas reaktan.


Operasinya: isotermal.
Perbedaan dengan Fixed bed: pada Fluidized bed jumlah katalis lebih sedikit dan
katalis bergerak sesuai kecepatan aliran gas yang masuk serta FBR memberikan luas
permukaan yang lebih besar dari PBR (Achmadirfani,2007)

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS

E Fluid-fluid reaktor
Biasa digunakan untuk reaksi gas-cair dan cair-cair.
1

Bubble Tank.

Bubble tank adalah suatu alat yang digunakan untuk reaksi gas -cair pertama
diterapkan oleh Helmut Gerstenberg . Ini terdiri dari control kolom silinder vertikal.
Pengenalan gas terjadi di bagian bawah kolom dan menyebabkan aliran turbulen untuk
Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


memungkinkan pertukaran gas yang optimal . Alat ini dibangun dalam berbagai
bentuk konstruksi . Pencampuran dilakukan oleh sparging gas dan membutuhkan
energi kurang dari pengadukan mekanik . Cairan bisa dalam aliran paralel atau
counter-current. ( wikipedia )
2

Spray Tower

Spray Tower adalah kontaktor gas-cair yang digunakan untuk mencapai massa dan
perpindahan panas antara fase gas terus menerus ( yang dapat berisi tersebar partikel
padat ) dan fase cair terdispersi . Ini terdiri dari bejana silinder terbuat dari baja atau
plastik dan nozel yang menyemprotkan cairan . Aliran gas inlet biasanya memasuki
bagian bawah menara dan bergerak ke atas , sementara cairan yang disemprotkan ke
bawah dari satu atau lebih tingkat . Aliran gas inlet dan cair dalam arah yang
berlawanan disebut aliran berlawanan( wikipedia )

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS

2.1.3 Reaksi Kimia


Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat baru yaitu hasil reaksi
terbantuk dari beberapa zat aslinya yang disebut dengan pereaksi. Suatu reaksi kimia
dapat pula disertai oleh kejadian-kejadian fisika seperti perubahan warna,
pembentukan endapan, atau timbulnya gas. ( Heri, 2005)
Reaksi kimia :
aA+bBcC +dD
a,b,c,d adalah koefisien reaksi atau perbandingan zat dalam reaksi. Bilangan tersebut
biasanya bulat dan menyatakan jumlah mol.
Terdapat banyak reaksi kimia, berikut adalah pengelompokan reaksi kimia :
1

Berdasarkan arah reaksi


a Reaksi satu arah (Irreversible)
Reaksi irreversible adalah reaksi yang berlangsung searah atau reaksi yang tidak
dapat balik. Pada peristiwa reaksi satu arah, zat-zat hasil reaksi tidak dapat bereaksi
kembali membentuk zat pereaksi.
Ciri-ciri reaksi satu arah adalah sebagai berikut :
1)

Reaksi ditulis dengan satu arah anak panah ( )

2)

Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan

3)

Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula

4)

Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis (Ria,2015)

Reaksi:
Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


SO3 + H2SO4 H2S2O7 (Susila,2010)

Reaksi bolak-balik (Reversible)

Reaksi reversible adalah reaksi yang dapat balik. Pada reaksi dua arah, zat-zat hasil
reaksi tidak dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Reaksi kesetimbangan
dinamis dapat terjadi bila reaksi yang terjadi merupakan reaksi bolak-balik.
Ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut :
1.

Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan (

2.

Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kananke kiri

3.

Zat hasil reaksi dapat dikembalikan seperti zat mula-mula

4.

Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis

(Ria,2015)
Reaksi :
H2S2O7 + H2O

2H2SO4 (Susila, 2010)

2. Berdasarkan Kemolekulan
Molekularitas pada reaksi kimia didefenisikan sebagai jumlah molekul pereaksi yang
ikut serta pada reaksi sederhana yang sesuai pada tahap dasar. Umumnya reaksi dasar
memiliki satu atau dua molekularitas, meskipun beberapa rreaksi meliputi tiga
molekul yang bertumbukan secara serentak mempuyai tiga molekularitas, dan pada
hal yang sangat jarang penyelesaiannya, empat molekularitas. Reaksi berdasarkan
kemolekulan dibagi 3, yaitu :

a. Reaksi-reaksi Unimolekular

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Reaksi unimolekular meliputi satu molekul pereaksi dan salah satunya isomerisasi
A

Atau dekomposisi
A

B + C

Beberapa contoh reaksi-reaksi Unimolekular


CH3NC

CH3CN

C2H6

2 CH3

C2H5

C2H4 + H (Wili,2008)

b. Reaksi-reaksi Bimolekular
Reaksi bimolekular adalah satu reaksi dimana dua molekul pereaksi yang sama atau
tidak bergabung menghasilkan satu atau sejumlah molekul produk. Mereka adalah
reaksi-reaksi asosiasi (kebalikan reaksi dekomposisi) atau reaksi pertukaran
(Wili,2008)
Beberapa contoh reaksi-reaksi bimolekular
CH3 + C2H5
CH3 + CH3
C2H4 + HI

C3H8
C2H6
C2H5I

H + H2

H2 + H

O3 + NO

O2 + NO2

c. Reaksi-reaksi Termolekular
Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Reaksi termolekular relatif jarang terjadi mereka termasuk tumbukan pada tiga
molekul secara serentak menghasilkan satu atau lebih produk (Wili,2008)
A + B + C

produk

Beberapa contoh reaksi-reaksi termolekular


NO + O2

2NO2

NO + Cl2

2NOCl

2I + H2

2HI

3. Berdasarkan mekanisme atau kompleksitasnya


Reaksi tunggal(single reaction) : reaksiyang mempunyai satu persamaan stoikiometri
dan satu persamaan laju yang bertanggungjawab pada jalannya reaksi. (Sinta,2012)
Reaksi kompleks(multiple reaction) : reaksiyang mempunyai lebih dari satu
persamaan stoikiometri dan kinetika reaksi yang bertanggungjawab pada jalannya
reaksi. Reaksi kompleks dibagi menjadi 2, yaitu : (Sinta,2012)
a. Reaksi seri
Reaksi seri atau reaksi konsekutif adalah reaksi dari reaktan yang terbentuk zat antara
yang reaktif sebelum berubah menjadi produk yang stabil.
A B P
Contoh :
C2H4O + NH3 HOCH2CH2NH2 (HOCH2CH2NH) 2NH (HCOCH2CH2)3N
b. Reaksi paralel
Reaksi paralel atau reaksi samping (competitive reaction) yaitu dari reaktan yang
sama dihasilkan produk yang berbeda melalui jalur reaksi yang berbeda pula.
Contoh :
Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


C2H2 + O2 C2H40
C2H4 + 3 O2 2C02 + H2O (Sinta,2012)
4. Berdasarkan panas atau kalor atau energi yang dihasilkan
Menurut panas atau kalor atau energi yang dihasilkan, suatu reaksi kimia dibedakan
menjadi reaksi eksoterm dan reaksi endoterm. Reaksi dikatakan eksoterm bila proses
reaksi tersebut menghasilkan panas atau kalor. Sedangkan suatu reaksi dikatakan
endoterm bila menyerap kalor atau panas atau energi dari lingkungannya untuk
proses reaksi tersebut.

Contoh reaksi eksoterm


Reaksi pembakaran karbon C (s) + O2 (g) CO2 (g)

Reaksi penetralan

NaOH (aq) + HCl (aq) NaCl (aq) + H2O (aq)

Reaksi pelarutan

NaOH (s) + H2O (l ) NaOH (aq) + H2O

Contoh reaksi endoterm


Reaksi pelarutan urea CO (NH2)2 (s) + H2O (l ) CO (NH2)2 (aq) + H2O (l )
Dalam reaksi kimia terjadi perubahan kalor atau panas atau energi, karena adanya
perbedaan energi antara daya adhesi di antara partikel pereaksi dengan daya
kohesi sesama partikel pereaksi yang sejenis. Apabila daya adhesi antara partikel
pereaksi yang tidak sejenis lebih kuat daripada daya kohesi, maka reaksi akan
mengeluarkan panas atau kalor atau energi dan dikatakan sebagai reaksi eksoterm.
Sedangkan bila daya kohesi lebih kuat dari pada daya adhesinya, maka reaksi
akan membutuhkan atau meyerap kalor atau panasa dari lingkungannya dan
termasuk reaksi endoterm. (Endang,2004)

2.2 Studi Kasus


2.2.1. Reaksi Utama
Reaksi styrene dari butadiene merupakan Reaksi dimerisasi Diels Alder dari 1,3
butadiena menjadi 4-vinylcyclreohexana (VCH). Reaksi ini bersifat eksotermis dan
berlangsung pada suhu 140C dan tekanan 4 Mpa. Reaksi yang terjadi sebagai berikut:
2C4H6

C6H9CH=CH2

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Kemudian VCH dehidrogenasi menjadi stirena :
C6H9CH=CH2

C6H5CH = CH2 + 2H2

2.2.2. Kondisi Operasi


Kondisi operasi yang dibutuhkan untuk membentuk styrene dari butadiene sebagai
berikut:
Temperatur
: 140C
Tekanan
: 4Mpa
Sifat reaksi
: eksotermis
Fase
: cair-cair
Laju umpan (Butadiene)
: 2000 kg/jam
Jenis Reaktor
: Batch Non Adiabatis
2.2.3. Tinjauan Termodinamika
Data- data entalpi dan energy Gibbs pada suhu 298K untuk pembentukan styrene dari
butadiene dapat dilihat pada berikut:
Tabel 2.1 Nilai entalpi dan energy gibbs tiap unsur
Komponen
C4H6
C8H12
C8H8
H2

Hf (Kj/mol)
110.16
31
103.89
0

Maka H reaksi dapat dihitung sebagai berikut :


Reaksi butadiene menjadi VCH
2C4H6

C6H9CH=CH2

H reaksi

= Hf0 produk - Hf0 reaktan


= Hf0 C8H12 (Hf0 C4H6)
= (31) (2 x110.16)
= -189.32/ l
= 45229.10 /
Reaksi VCH menjdi styrene
C6H9CH=CH2
C6H5CH = CH2 + 2H2
H reaksi = Hf0 produk - Hf0 reaktan
= (Hf0 C8H8+Hf0 H2) (Hf0 C8H12)
= (103.89 + 0) (31)
= 72/ l
= 17201 /
Reaksi total
H reaksi = Hf0 produk - Hf0 reaktan
Model dan Komputasi Proses

G (Kj/mol)
150.67
158.73
202.38
0

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


= (Hf0 C8H8+Hf0 H2) (Hf0 C4H6)
= (103.89 + 0) (2 x 150.67)
= -197.45/ l
= -27815.47 /
Reaksi yang terjadi merupakan eksotermis, karena harga enthalpy reaksi bernilai negatif
sehingga reaksi melepas panas.
Dalam pembuatan Styrene, merupakan reaksi irreversible (searah) yang terlihat dari harga
Gibs pemebentukan, hal tersebut dapat dibuktikan dengan cara sebagai berikut:
Reaksi utama:
Reaksi butadiene menjadi VCH
2C4H6

C6H9CH=CH2

G reaksi = Gf0 produk - Gf0 reaktan


= Gf0 C8H12 (Gf0 C4H6)
= (158.73) (2 x110.16)
= -189.32/ l
= 47171.39 /
Nilai K sebesar :
ln K
= - G0 / RT
K = 5 x 1034
Reaksi VCH menjdi styrene
C6H9CH=CH2
C6H5CH = CH2 + 2H2
G reaksi = Hf0 produk - Hf0 reaktan
= (Gf0 C8H8+Gf0 H2) (Gf0 C8H12)
= (202.38+ 0) (158.73)
= 43.65/ l
= 10428 /
Nilai K sebesar
ln K
= - G0 / RT
K
= 2.1113 x 10-8
Untuk reaksi total
Gf reaksi

= Gf produk Gf reaktan
= (Gf C8H8) (Gf C4H6)
=( 202.38) (2 x 150.67)
= 98.96 kJ /mol
= 23641.84 kal /mol

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS


Harga konstanta kesetimbangan reaksi (K)
Untuk menghitung nilai K , dibutuhkan harga perubahan energi gibbs (G) dapat dihitung
dengan persamaan (Levenspiel,1999) :
G
= - R T ln K
Nilai K pada suhu referensi (298 K) dihitung sebagai berikut :
ln K
= - G0 / RT
= - (-23641.84 kal /mol ) / (1,987 kal/mol.K x 298)
K = 2,188 x 1017
Harga konstanta keseimbangan pada suhu 298K adalah 2,188 x 10 17. Untuk mencari
konstanta keseimbangan pada suhu operasi dapat menggunakan persamaan :

Dari persamaan diatas, diperoleh harga K sebesar 1.0488 x 1023 yang menandakan reaksi
tersebut irreversible.
2.2.4. Tinjauan Kinetika
Kecepatan reaksi styrene menjadi butadiene sebagai berikut:
Persamaan reaksi :
2C4H6

C6H9CH=CH2

C6H9CH=CH2

C6H5CH = CH2 + 2H2

Reaksi butadiene menjadi VCH


r1 = k1.Ca
Diperoleh harga k1 melalui persamaan berikut

Maka nilai k1 sebesar 2.68 x1025


Reaksi VC H menjadi styrene
r1 = k1.Ca

Model dan Komputasi Proses

REAKTOR BATCH NON ADIABATIS

Nilai k sebesar -8.11


2.2.5. Deskripsi Proses Pembuatan Styrene dari Butadiena di Reaktor
Butadiene masuk kedalam reactor batch non adiabatis dengan laju alir sebesar 2000
kg/jam dengan konsentrasi awal 5gr/L. Kondisi operasi pada pembentukan styrene dari
butadiene berlangsung pada suhu 140oC dan tekanan sebesar 4Mpa berlangsung selama
60 menit. Reaksi yang terjadi didalam reactor, butadiene dimerisasi pada 1,3-butadiene
untuk membentuk 4-vinylcyclohexene-1 (VCH) dengan konstanta kecepatan reaksi 2.68
x1025 sesuai reaksi berikut :
2C4H6

C6H9CH=CH2

Selanjutnya VCH didehidrogenasi menjadi styrene dengan konstanta kecepatan


reaksi sebesar -8.11:
C6H9CH=CH2

C6H5CH = CH2 + 2H2

Berdasarkan Tugas Besar Model dan Komputasi Proses 2015, maka studi kasus yang
akan dibahas adalah perancangan reactor dan simulasinya untuk reaksi seri, monomolekuler,
irreversible, eksotermis pada reactor batch non Adiabatis. Reaksi yang akan digunakan adalah
styrene dari butadiene. Dengan demikian maka yang akan dicari adalah Hubungan antara
konsentasi dengan interval waktu tertentu.

Model dan Komputasi Proses

Anda mungkin juga menyukai