Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 3

Sheren Regina
Irya Rizka Zahida
Anindiah Sri Utami
Yasrina
Kiky Susilo A
Rahayu Tri Utami
Feti Fera
Dini Maretha

mRNA
mRNA adalah salinan transkripsi gen dalam
DNA, dan menyediakan informasi penting
untuk molekul protein yang akan disintesis.
Dengan kata lain, itu bisa dianggap sebagai
cetak biru kimia protein, mRNA adalah
standar, bentuk singkatan untuk messenger
RNA.

Sesuai dengan namanya, mRNA berfungsi


sebagai pembawa informasi genetik dari DNA
inti yang akan translasi untukk mensintesis
polipeptida. Tempat terjadinya translasi
adalah ribosom. Menurut Weaver (2008)
mRNA berfungsi sebagai pembawa sekuens
asam amino yang spesifik dari sebuah
protein.

Kodon (kode genetik) adalah deret


nukleotida pada mRNA yang terdiri atas
kombinasi tiga nukleotida berurutan yang
menyandi suatu asam amino tertentu
sehingga sering disebut sebaga kodon
triplet.

Proses Splicing
Splicing merupakan proses pembuangan
intron dan penyambungan ekson. Awalnya
RNA hasil transkripsi pada eukariot disebut
pre-mRNA karena masih ada intronnya. Lalu
intron akan dipotong dan ekson-ekson
disambung menjadi mRNA matang (mature
mRNA).

Intron tersebut di potong karena intron tidak


mengandung kode hasil penerjemahan atau
dengan kata lain, intron merupakan bagian
yang kosong.
Jumlah ekson biasanya lebih banyak dari pada
jumlah intron. Jumlah intron dalan suatu gen
sangat bervariasi, meskipun jumlah ekson
lebih banyak daripada intron, namun sekuens
intron lebih panjang.

Proses splicing menghasilkan suatu struktur cabang yang


disebut dengan lariat karena bentuknya seperti tali laso.
Pada tahap pertama, gugus 2-oh nukleotida adenine yang ada
dalam
intron
menyerang
ikatan
fosfodiester
yang
menghubungkan ekson 1 dengan intron. Hal ini menyebabkan
terputusnya ikatan ekson 1 dengan intron sehingga dihasilkan
ekson 1 yang bebas dan struktur lariat yang merupakan
gabungan antara intron dengan ekson 2.
Struktur lariat tersebut mempunyai ujung 5 gu yang berikatan
dengan titik percabangan melalui ikatan fosfodiester antara
intron dengan ekson 2, menghasilkan struktur intron berbentuk
lariat dan ekson 1/ ekson 2 yang bersambungan.
Penyambungan antara ekson 1 dan ekson 2 diperantai oleh
gugus
fosfat
pada
ujung
5
ekson
2.

Penelitian pada khamir menunjukan bahwa


spilicing berlangsung didalam suatu partikel
berurutan 40s yang disebut sebagai
spliceosome. Partikel tersebut mempunyai
peranan sangat penting dalam splicing
karena pre-mRNA yang mengalami mutasi A
menjadi C.

Proses Pascatranskripsi
mRNA
hnRNA
mRNA bakteri tidak
mengalami proses
pascatranskripsi; terlihat
bahwa ribosom mulai
menempel pada mRNA
ketika transkripsi belum
selesai

mRNA

mRNA eukariot mengalami


proses pascatranskripsi

Pascatranskripsi mRNA
Eukariot

Transkripsi
menghasilkan hnRNA
Pemasangan tudung
pada ujung 5

AAAAAA

Pemasangan ekor
poliA pada ujung 3
Pemotongan intron

Pemotongan intron

hnRNA
tersusun dari
intron dan
ekson

Intron

Ekson

Dengan
pemotongan
intron akan
terbentuk
mRNA

Capping
Capping adalah proses perubahan lima primer mRNA
menjadi tiga primer mRNA melalui pautan 5-5.
Proses ini berguna agar mRNA dapat menempel pada
ribosom dan menghindari terdegradasinya mRNA oleh
enzim 5 exonulcease.
Fungsi
Fungsinya ada 4:
Melindungi mRNA dari degradasi
Meningkatkan efisiensi translasi mRNA
Meningkatkan pengangkutan mRNA dari nukelus ke
sitoplasma
Meningkatkan efisiensi prosessplicing

Proses capping

Penambahan tudung (cap) pada ujung 5 mRNA

Organisme eukariot mengalami metilasi (penambahan


gugus metil) yang sebagian besar terakumulasi pada ujung 5
mRNA. Stuktur ini kemudian dikenal sebagai tudung mRNA
(mRNA cap). Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Yasuhiro
Furuichi dan Kin-Ichiro Miura menunjukan bahwa tudung mRNA
tersebut berupa molekul 7-metilguanosin (m7G). Tudung mRNA
tersebut disintesis dalam beberapa tahapan. Yang pertama,
enzim RNA trifosfatase memotong gugus fosfat pada ujung pre
mRNA, kemudian enzim guanili transferase memotong gugus
fosfat pada ujung pre mRNA.Kemudian enzim guanili transferase
menambahkan GMP (guanosin fosfat). Selanjutnya, enzim metil
transferase melakukan metilasi tudung guanosin pada N 7dan
gugus 2-O metil pada nukleotida ujung tudung tersebut. Proses
penambahan tudung tersebut berlangsung pada tahapan awal
transkripsi sebelum transkrip mencapai panjang 30 nukleotida.