Anda di halaman 1dari 6

Borang Portofolio

Nama Peserta: dr. Vitia Tandy


Nama Wahana: Rumah Sakit Umum Daerah Sampang
Topik: Demam berdarah dengue
Tanggal (kasus): 19 November 2014
Nama Pasien: An. MI

No. RM: 129346

Tanggal Presentasi:

Nama Pendamping: dr. Yuliono, M. Kes

Tempat Presentasi:
Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Penyegaran

Diagnostik

Manajemen

Masalah

Neonatus

Bayi

Anak

Remaja

Tinjauan Pustaka
Istimewa

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Anak laki-laki, 7 tahun, demam hari ke-4 disertai mimisan, muntah,
nyeri perut, dan sulit buang air besar; Demam Berdarah Dengue Grade III
Tujuan: mengatasi syok dan mempertahankan sirkulasi yang efektif selama
periode kebocoran plasma
Bahan bahasan:

Tinjauan Pustaka

Riset

Kasus

Diskusi

Presentasi dan diskusi

Email

Pos

Audit

Cara membahas:

Data pasien:

Nama: An. MI

Nama klinik: RSUD Sampang

Nomor Registrasi: 129346

Telp: 323956

Terdaftar sejak:

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/Gambaran Klinis:
Demam Berdarah Dengue Grade III
Demam sejak 3 hari yang lalu (demam hari ke-4). Pada mulanya demam tinggi
mendadak, demam tetap tinggi, hanya sedikit berkurang dengan obat penurun
panas namun naik kembali. Saat ini badan terasa dingin.

Muntah sebanyak 5 kali sejak 3 hari yang lalu sekitar gelas tiap muntah.
Muntah berisi air bercampur makanan, tidak bercampur darah.
Nyeri perut sejak 3 hari yang lalu. Nyeri bersifat hilang timbul.
Mimisan sebanyak 1 kali pada 1 hari yang lalu. Gusi berdarah disangkal.
Belum buang air besar sejak 4 hari yang lalu. Buang air kecil berkurang.
Tidak nafsu makan.

2. Riwayat Pengobatan:
Obat penurun panas Parasetamol. Demam hanya sedikit berkurang dengan obat
penurun panas namun naik kembali.
3. Riwayat Kesehatan/Penyakit:

Pasien pernah menderita demam sebelumnya namun tidak pernah menderita


sakit seberat ini sebelumnya.
4. Riwayat Keluarga:
Pasien adalah anak kedua, anggota keluarga lain tidak ada yang menderita demam.
5. Riwayat Pekerjaan:
Pasien adalah siswa kelas 2 SD.
6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik
Pasien bertempat tinggal di Jalan Bahagia. Tidak ada tetangga sekitar yang
menderita demam. Teman sekolah pasien ada yang menderita demam.
7. Riwayat imunisasi:
Pasien sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
8. Lain-lain:
Pemeriksaan Fisik:
Berat badan: 20 kg
Vital Sign: Nadi 108 kali/menit lemah, RR 24 kali/menit, suhu 37C, tensi 90/70 mmHg
Kepala-Leher : Anemi (-) Ikterus (-) Cyanosis (-) Dyspneu (-), faring hiperemi (-), T1/T1
Thorax
: Cor - S1/S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo - Simetris, retraksi (-). ves/ves, ronchi -/-, wheezing -/Abdomen
: Flat, bising usus (+) normal, hepar teraba 1 cm di tepi bawah arcus costae,
lien tidak teraba, ascites (-), meteorismus (-)
Extremitas : Akral dingin, basah, pucat, CRT 2 detik
Pemeriksaan Penunjang:
Hb
: 14,7 g/dL
RBC : 5,44 x 106/L
HCT : 44,0%
MCV : 80,9 fL
MCH : 27,0 pg
MCHC : 33,4 g/dL

WBC
PLT
LYM%
NEU%
GDA

: 6500/L
: 64.000/ L
: 17,9%
: 80,2%
: 150 mg/dL

Daftar Pustaka:
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Dokter Soetomo. 2008. Pedoman
Diagnosis dan Terapi Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Umum Dokter
Soetomo Edisi 3. Surabaya.
Hasil Pembelajaran:
1.
2.
3.
4.
5.

Mengetahui definisi dan etiologi Demam Berdarah Dengue


Memahami patofisiologi Demam Berdarah Dengue
Mengetahui manifestasi klinik Demam Berdarah Dengue
Mengetahui diagnosis dan diagnosis banding Demam Berdarah Dengue
Mengetahui tatalaksana Demam Berdarah Dengue

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

1. Subyektif:
Keluhan utama: Demam
Demam sejak 3 hari yang lalu (demam hari ke-4). Pada mulanya demam tinggi
mendadak, demam tetap tinggi, hanya sedikit berkurang dengan obat penurun
panas namun naik kembali. Saat ini badan terasa dingin.
Muntah sebanyak 5 kali sejak 3 hari yang lalu sekitar gelas tiap muntah.
Muntah berisi air bercampur makanan, tidak bercampur darah.
Nyeri perut sejak 3 hari yang lalu. Nyeri bersifat hilang timbul.
Mimisan sebanyak 1 kali pada 1 hari yang lalu. Gusi berdarah disangkal.
Belum buang air besar sejak 4 hari yang lalu. Buang air kecil berkurang.
Tidak nafsu makan.
Keluhan batuk, pilek, nyeri telan, nyeri telinga, telinga mengeluarkan cairan,
atau nyeri saat buang air kecil disangkal.
Pasien mengeluh demam selama 4 hari (kurang dari 7 hari) disertai muntah dan nyeri
perut sehingga perlu dipertimbangkan berbagai kemungkinan penyebab yaitu Demam
Berdarah Dengue, Demam Dengue, dan gastroenteritis akut. Diagnosis banding
tonsilofaringitis akut dapat disingkirkan karena keluhan batuk, pilek, atau nyeri telan
disangkal; otitis media akut dapat disingkirkan karena keluhan nyeri telinga atau telinga
mengeluarkan cairan disangkal; infeksi saluran kemih juga dapat disingkirkan karena
keluhan nyeri saat buang air kecil disangkal.
2. Objektif:
Pemeriksaan Fisik:
Berat badan: 20 kg
Vital Sign: Nadi 108 kali/menit lemah, RR 24 kali/menit, suhu 37C, tensi 90/70 mmHg
Kepala-Leher : Anemi (-) Ikterus (-) Cyanosis (-) Dyspneu (-), faring hiperemi (-), T1/T1
Thorax
: Cor - S1/S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo - Simetris, retraksi (-). ves/ves, ronchi -/-, wheezing -/Abdomen
: Flat, bising usus (+) normal, hepar teraba 1 cm di tepi bawah arcus costae,
lien tidak teraba, ascites (-), meteorismus (-)
Extremitas
: Akral dingin, basah, pucat, CRT 2 detik
Pemeriksaan Penunjang:
Hb
: 14,7 g/dL
RBC
: 5,44 x 106/L
HCT
: 44,0%
MCV : 80,9 fL
MCH : 27,0 pg
MCHC : 33,4 g/dL

WBC
PLT
LYM%
NEU%
GDA

: 6500/L
: 64.000/ L
: 17,9%
: 80,2%
: 150 mg/dL

Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi syok yang ditandai dengan nadi cepat dan
lemah, penyempitan tekanan nadi (20 mmHg), perabaan akral dingin, basah, pucat, serta
CRT 2 detik. Dari hasil pemeriksaan fisik juga ditemukan slight hepatomegali.
Pemeriksaan darah menunjukkan kondisi hemokonsentrasi yang ditandai dengan
peningkatan Hb dan HCT di mana hal ini menandakan kondisi kebocoran plasma serta
ditemukan pula trombositopeni yang menandakan gangguan hemostatik. Pada kasus ini
diagnosis Demam Berdarah Dengue Grade III ditegakkan berdasarkan:
1. Gejala demam hari ke-4 (kurang dari 7 hari) dan saat ini badan terasa dingin
2. Gejala perdarahan yakni mimisan
3. Kondisi syok
4. Kebocoran plasma
5. Gangguan hemostatik

3. Assessment (Penalaran Klinis):


Diagnosis: Demam Berdarah Dengue Grade III
Pada awal sakit, gejala panas tidak dapat dibedakan apakah akan menjadi varian klinis
Demam Dengue atau Demam Berdarah Dengue. Pada saat panas turun, penderita Demam
Berdarah Dengue ditandai dengan penampilan klinis yang memburuk. Penderita tampak
sakit berat, terjadi gangguan hemostatik dan kebocoran plasma. Gangguan hemostatik
yang berupa gejala perdarahan menjadi lebih prominen serta ditandai oleh penurunan
jumlah dan kualitas trombosit, gangguan faktor beku darah, bahkan dapat timbul
Disseminated Intravascular Coagulation. Kebocoran plasma terjadi sebagai akibat
peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang ditandai dengan adanya defisit cairan
yang ringan berupa peningkatan HCT 20% sampai gangguan sirkulasi/syok. Proses
kebocoran plasma dari pembuluh darah ini dapat menimbulkan defisit plasma di dalam
pembuluh darah. Tahapan klinis defisit plasma dalam pembuluh darah menentukan
grading dari Demam Berdarah Dengue yakni sebagai berikut:
1. Peningkatan HCT 20%, tanpa disertai gangguan sirkulasi dan perdarahan spontan,
pemeriksaan Rumple Leed positif.
2. Peningkatan HCT 20%, tanpa disertai gangguan sirkulasi namun disertai perdarahan
spontan.
3. Peningkatan HCT 20%, disertai dengan timbulnya gejala syok yang ditandai dengan
tekanan darah sistole dan diastole menurun, nadi kecil dan cepat, serta perabaan akral
dingin.
4. Peningkatan HCT 20%, disertai gejala nadi tak teraba dan tekanan darah tak terukur
(profound shock).
Diagnosis Banding:
- Demam Dengue: Setelah panas turun, pasien merasa/tampak lebih segar, timbul nafsu
makan dan akan segera sembuh tanpa disertai komplikasi, sehingga tidak ada
pengobatan khusus.
- Gastroenteritis akut: Gejala seringkali ditandai dengan diare yakni frekuensi buang air
besar bertambah dengan bentuk dan konsistensi yang lain dari biasa. Dapat bersifat
cair, berlendir, atau berdarah, dapat juga disertai gejala lain seperti anoreksia, panas,
muntah, atau kembung.
4. Planning
a. Diagnosis
Pemeriksaan darah lengkap serial untuk memantau hemokonsentrasi dan penurunan
jumlah trombosit.
b. Terapi
- Infus RL 300 cc cepat (diulang bila tanda-tanda vital masih buruk) Infus RL
200 cc/jam Infus RD5 140 cc/1 jam Infus RD5 100 cc/1 jam Infus RD5
50 cc/1 jam Maintenance: Infus RD5 1200 cc/24 jam
- Injeksi Norages 3 x 200 mg
- Injeksi Ondansentron 3 x 4 mg
- Trombofit 3 x 1
c. Edukasi
- Edukasi pasien mengenai penyakit yang diderita dan rencana pengobatan.
- Menyarankan agar pasien istirahat total dan banyak makan dan minum manis.
- Edukasi mengenai penyebab penyakit yakni Virus Dengue yang ditularkan oleh
nyamuk Aedes aegypti sehingga perlu menerapkan 3M Plus untuk membasmi
jentik nyamuk yaitu menguras bak mandi secara teratur 3 hari sekali, menutup
tempat penampungan air, mengubur barang bekas, dan penggunaan bubuk abate di
tempat penampungan air. Dianjurkan untuk menggunakan obat nyamuk/repellent.
- Edukasi untuk melaporkan kejadian penyakit ke puskesmas terdekat sehingga
dapat dilakukan penyelidikan epidemiologi.