Anda di halaman 1dari 5

Nama

: Heven Yolanda Fetyantha

Kelas

: IX A

No.

: 12

Sebagai bekal yang lebih mendalam agar kita terdorong untuk selalu menghindari
sifat sombong (takabur), simaklah pembahasan berikut ini !Manusia diciptakan
oleh Allah SWT dengan bentuk yang sebaik-baiknya, bila dibandingkan dengan
makhluk-makhluk lain di dunia ini, manusia merupakan makhluk yang paling baik
bentuknya dan paling sempurna karena mempunyai akal. Bila dibandingkan antara
sesama manusia sendiri, maka di antara mereka ada kelebihan dan ada
kekurangannya. Tidak ada manusia yang paling sempurna bila dibandingkan
dengan yang lain. Oleh karenanya Allah SWT melarang manusia berlaku sombong
karena di balik kelebihan yang dimiliki, dia juga mempunyai kekurangan. Apalagi
kelebihan yang dimiliki oleh manusia adalah pemberian Allah SWT. Jadi, tidak ada
alasan untuk sombong. Berikut ini merupakan salah satu cerita Rasulullah saw.
mengenai orang yang sombong :
Percakapan antara Surga dan Neraka
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda:
Neraka bercakap-cakap dengan surga, isi percakapan itu adalah : Neraka berkata:
Aku akan dimasuki oleh orang yang zalim dan takabur (sombong). Syurga berkata:
Aku akan dimasuki oleh orang yang lemah dan miskin. Maka Allah Azza Wa Jalla
berfirman kepada Neraka: Kamu adalah siksaan-Ku. Aku akan menyiksa siapa saja
yang Aku kehendaki melaluimu. Allah berfirman: Aku gunakan kamu untuk
menimpakan bencana terhadap siapa saja yang Aku kehendaki. Allah berfirman
pula kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku. Aku akan berikan rahmat-Ku melalui

kamu kepada siapa saja yang Aku kehendaki. Kedua-dua dari kamu Aku akan isi
hingga penuh.
Sebagai bekal yang lebih mendalam agar kita terdorong untuk selalu menghindari
sifat sombong (takabur), simaklah pembahasan berikut ini !

A. Pengertian Takabur
Takabur adalah menganggap rendah orang lain, merasa lebih dibandingkan dengan
orang lain. Biasanya di pengaruhi oleh kekayaan, kedudukan, kecantikan,
ketampanan, kepandaian, dan sebagainya. Takabur merupakan sebagian dari sifat
tercela (madmunah), yakni sifat yang mengingkari kebenaran, bahkan menganggap
dirinya yang paling benar dan selalu merendahkan orang lain.
Mendengar kata dan istilahnya saja secara spontan tentu merasakan bahwa
sombong merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan. Dan siapapun tentu
tidak senang bila berhadapan, bergaul, bahkan berkawan dengan orang yang
sombong. Tanyakan kepada diri kalian masing-masing, apakah ada yang betah
bersahabat dengan orang yang sombong ? Tentunya tidak ada yang suka sama
sekali.
Namun, di sisi yang lain disadari atau tidak, terkadang seseorang menampakkan
sikap angkuh dan sombongnya. Apabila sikap sombong ini hanya dilakukan
sesekali, barangkali orang yang di sekelilingnya belum memberikan predikat
sebagai orang yang sombong. Predikat sombong ini biasanya baru diberikan ketika
perbuatan sombong itu berulang-ulang kali dilakukan dan ditampakkannya, baik
berupa sikap, perkataan, maupun cara bertingkah laku.
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita menghindarkan diri dari sifat dan
perilaku sombong ini. Teladan seorang muslim adalah Rasulullah SAW. Beliau
adalah sosok manusia yang bergelimang kemuliaan dan kelebihan, namun beliau
tidak pernah sedikitpun merasa lebih. Bahkan para pengikutnya pun dipanggilnya
dengan sebutan sahabat. Sebutan sahabat ini mempunyai makna tersirat yakni
kesetaraan. Jadi, Rasulullah SAW sebagai pemimpin yang mempunyai derajat
tinggi, tetapi tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari para pengikutnya yang
disebutnya dengan sahabat itu.
Berkaitan dengan sifat sombong ini Rasulullah SAW bersabda : Tidak akan
masuk surga orang yang di dalam hatinya tersimpan sedikit saja kesombongan.
Lalu ada seorang sahabat berkata : sesungguhnya ada seseorang yang suka
berpakaian bagus dan sandalnya juga bagus. Rasulullah bersabda : sesungguhnya

Allah itu indah dan menyukai keindahan, sedangkan sombong itu menolak
kebenaran dan merendahkan orang. (HR. Muslim).
Allah Berfirman : Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong. (Q.S. An-Nahl ayat 23 )
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (Q.S. Al Mukmin ayat 60)
Sabda Rasulullah SAW : Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya
terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan. (HR. Muslim)

B. Bentuk-bentuk Takabur
Sombong ada dua macam, yaitu sombong lahir (takabur zahir) dan sombong batin
(takabur batin). Sombong lahir yaitu perbuatan sombong yang dilakukan oleh
anggota badan dan jelas terlihat. Sombong batin yaitu sifat kesombongan di dalam
jiwa atau hati yang tidak terlihat.
Orang yang sombong tidak memiliki perasaan untuk mencintai dan menyayangi
sesama saudaranya yang mukmin sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Orang
yang sombong banyak memiliki sifat yang buruk, misalnya merendahkan orang
lain, pemarah, pembohong, khianat, dan sebagainya. Orang yang sombong tidak
segan-segan menggunakan hal-hal yang buruk untuk mempertahankan
kemuliaannya.
Rasulullah saw menjelaskan, bahwa ada dua macam sifat yang merupakan
himpunan dari sifat sombong, yaitu menolak kebenaran dan menghina orang lain,
sebagaimana sabdanya : Sombong adalah (sifat) orang yang mengingkari
kebenaran dan menghina orang lain. (HR. Abu Daud dan Hakim)
Itulah sifat orang yang sombong, ia senantiasa menolak kebenaran yang
dianggapnya akan merugikan dirinya dan menghina atau merendahkan orang lain.
Orang yang sombong sering lupa diri; siapa dia, dari mana, dan hendak ke mana ia
sebenarnya. Firaun adalah bukti sejarah dari seorang yang sombong yang
membanggakan pangkat dan kedudukannya sampai mendaulat dirinya sebagai
Tuhan. Perangai Firaun yang sombong itu benar-benar dan terangterangan
menentang Tuhan.
Orang yang sombong telah merampas suatu sifat yang sebenarnya tidak pantas
disandangnya karena sifat itu hanyalah milik Allah SWT. Perilaku orang yang
sombong ibarat seorang budak yang mengambil mahkota raja, kemudian ia
memakainya. Setelah itu ia duduk di singgasana raja bertingkah seperti raja yang

patut dihormati. Tentu saja sang raja sangat murka terhadap budak yang kurang
ajar itu dan menjatuhkan hukuman yang sangat berat.
Banyak hal yang dapat memungkinkan seseorang terjerumus ke dalam
kesombongan, antara lain : keturunan, kekayaan harta, kepandaian atau ilmu
pengetahuan, kedudukan, kecantikan / ketampanan, kekuatan tubuh. Demikianlah
banyak celah yang dapat menjadikan seseorang bersifat sombong. Oleh sebab itu,
hendaklah kita memohon kepada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang benar
dan terhindar dari sifat sombong.

C. Akibat Negatif Takabur


Sifat takabur adalah sifat tercela yang harus di jauhi oleh setiap mukmin, karena akan
berakibat sangat fatal di antaranya :
-Tidak mau menerima kebenaran
-Tidak menyadari bahwa segala keberhasilan yang diperolehnya adalah karunia Allah
-Menganggap rendah pada orang lain
-Setan sudah menguasai dirinya
-Tidak pernah bersyukur kepada Allah
-Dalam pergaulan tidak disenangi oleh orang lain
-Di akhirat hanya di neraka tempatnya

D. Cara Menghindari Takabur


1. Memahami dan menyadari tentang bahaya takabur, baik bahayanya di dunia
maupun bahaya di akhirat nanti.
2. Menerima setiap nikmat maupun kelebihan yang dimiliki semata-mata karena
karunia Allah SWT.
3. Menyadari bahwa asal kejadian semua manusia adalah sama, yakni dari sel
sperma dan ovum. Yang mungkin manusia itu sendiri merasa jijik bila melihatnya.
Kalau kemudian menjadi makhluk yang sangat bagus bentuknya semua itu karena
kehendak dan kasih sayang dari Allah SWT, dan diri kita sendiri tidak pernah
memesannya kepada Allah SWT.

4. Berusaha untuk dapat bergaul dengan siapa saja denga baik, tanpa membedabedakannya.
5. Segera mengikis benih-benih kesombongan di dalam hati yang setiap saat
dihembuskan oleh setan, dengan cara membaca istighfar manakala kita menyadari
telah berbuat sombong.