Anda di halaman 1dari 4

3.

Perlawanan Kesultanan Palembang (1804-1821)


Kedudukan Palembang sangat penting bagi Belanda dikarenakan posisi Palembang
yang strategis yang menghubungkan wilayah kekuasaan Belanda di jawa dan
Sumatra. Dan juga Belanda berkepentingan menguasain pertambangan timah yang
berada dibawah kedaulatan Palembang.
Pada masa pemerintahan sultan Badaruddin (1804-1812) diam-diam menyerang
dan membantai 87 orang belanda yang pada saat itu keadaan Belanda masih takluk
pada inggris karena perjanjian Tuntang dan Inggris sedang memusatkan perhatian
ke pulau jawa. Inggris menyerang belanda pada tahun 1812 dan melantik adik
Sultan bardaruddin menjadi sultan. Sultan Badaruddin berhasil lolos namun
menyerah pada tahun 1813. Karena sikapnya yang tunduk pada inggris ia
dikembalikan pada takhta kesultanan. Namun penetapan itu ditolak oleh Raffles,
hingga Belanda memperoleh kembali tanah jajahan di nusantara. Belanda
melakukan ekspedisi pertama pada tahun 1814 dan kemudian mengirim ekspedisi
kedua pada tahun 1819 tapi dikalahkan oleh badaruddin. Belanda melakukan
serangan balas putra sulung Najamuddin diangkat menjadi sultan. Pada tahun 1823
belanda menempatkan Palembang dibawah kekuasaan langsung mereka dan
menghapus kesultanan Palembang yang menyebabkan Najamuddin tidak puas. Ia
mencoba meracuni garnsiun Belanda dan berhasil dipukul mundur Belanda. Sultan
melarikan diri namun menyerah pada tahun 1825.
4. Perang Padri (1803-1838)
Perang Padri adalah perang yang berlangsung di Sumatera barat. Bermula dari
konflik internal masyarakat Minangkabau yaitu antara golongan adat dan golongan
ulama, berakhir menjadi perang melawan pemerintah colonial belanda

Perang saudara kaum padri lawan kaum adat (1803-1821)


Minangkabau mulai diislamkan pada abad ke 16 dan muncul system tiga
raja : raja Alam, raja Adat, Raja Ibadat. Semasa kegiatan perdagangan yang
dilakukan ini muncul suatu pergerakan pembaruan islam pada tahun 1870.
Cikal bakal pembaruan ini adalah adanya keinginan para saudagar untuk
mencari perlindungan yang murni dari kekerasan, keserakahan,
ketidaknyamanan yang meluas. Sekitar taun 1803-1804 pembaruan tersebut
meluas. Pemicunya adalah adanya keinginan dari tiga orang ulama asal
pedir(aceh) utu memberlakukan syariat islam di seluruh tanah Minang.
Gerakan itu disebut juga gerakan Padri. Para ulama ini menamakan kelompok
mereka sebagai harimau nan salapan. Imam bonjol ditunjuk sebagai
pemimpin kaum padre pada tahun 1772. Karena selalu tidak memperoleh
kata sepakat dengan kaum adat. Pecahlah perang yang dimenangkan oleh
kaum Padri. Kaum Padri menyebar ke tapanuli selatan dan mulai
mengislamkan orang orang batak. Langkah kaum padri terhambat oleh
tibanya orang belanda di Padang pada tahun 1819

Kaum padre melawan kaum adat-belanda (1821-1832)

Dalam keadaan terdesak kaum adat meminta bantuan Belanda pada tahun
1821. Akan tetapi sebagaimana dilakukannya di tempat lain, bantuan ini
bersyarat.
Pada tahun 1825, belanda memprakarsai perjanjian damai dengan kaum
Padri yang terwujud dengan ditandatanganinya perjanjian Masang. Alasan
utamanya didibuat perjanjian ini adalah pada saat yang sama belanda
menghadapi perang yang lebih besar di Jawa dan meminta bantuan pasukan
belanda yang ada di Sumatra barat.

Kaum Padri-adat melawan belanda (1831-1838)


Setelah perang di jawa (perang diponegoro) berakhir dan kekuatan Belanda
pulih kembali belanda melanggar perjanjian masang dan mencoba
menundukkan kaum padre kembali. Tetapi pada saat yang sama Imam Bonjol
telah berhasil mengangkul kaum adat dalam sebuah perjanjian yang dikenal
dengan nama Plakat Puncak Pato, yang isinya adat Minangkabau
berlandaskan islam dan agama islam berlandaskan Al-Quran. Belanda pun
menghadapi kaum padre dan adat skaligus. Menghadapi perlawanan yang
besar ini, belanda menetapkan strategi baru yaitu dengan menguasai pesisir
barat dan timur yag merupakan pintu gerbang perdagangan Minangkabau.
Namun tidak membuat kaum Padri menyerah, mengetahui bahwa kaum
padre tak pantang menyerah membuat van den bosch datang ke padang
tahun 1833 dan memerintahkan untuk menyerang pertahanan bonjol
selambat nya tanggal 10 september 1833.
Selama sekitar 3 tahun kaum padre berhasil menahan serangan belanda.
Pada tahun 1837 belanda mengutus Mayor Jendral Cochius yang ahli dalam
strategi perang untuk memimpin perang secara besar besaran. Pada
akhirnya benteng bonjol berhasil ditakhlukan tahun 1837. Namun imam
bonjol melarikan diri. Dengan kondisi ini belanda mengajak imam bonjol
berunding, sesampainya di tempat itu Imam bonjol ditangkap dan
dipindahkan ke cianjur lalu ke ambon tahun 1938.

5. perang aceh (1873-1904)


Latar belakang

Belanda ingin mewujudkan Pax Netherlandica yaitu : menguasai seluruh


nusantara dan memperluar akses seluas luasnya.
Traktat London 1824 membuat inggris berdagang secara leluasa di pulau
sumatera yang menyebabkan Belanda melakukan perundingan dengan Siak,
menetapkan langkat yang berada di bawah pegawasan aceh sebagai wilayah
Siak. Inggris merasa keberatan
Traktat sumatera 1871 yang membuat inggris terlibat perang dengan Ghana
dan Belanda terlibat perang dengan Aceh.

Jalannya perang aceh

Untuk mencegah terjadinya perang utusan belanda menghadap sultan


Mahmud yang menyampaikan agar kesultanan aceh bersedia tunduk
kepada belanda dan itu dianggap sebagai pernyataan perang oleh
sultan Mahmud.
Dibawah pimpinan J.H.R Kohler melancarkan serangan pertama di
kutaraja namun gagal. Serangan kedua dikerahkan dibawah pimpinan
Mayjen Jan van Swieten dan belanda berhasil menduduki istana. Sultan
Mahmud wafat dan digatikan oleh Muhammad Daud Syah (1875-1907)
Aceh tetap melakukan perlawanan yang membuat belanda akhirnya
memblokade total pelabuhan pelabuhan aceh. Pada tahun 1801
perlawanan gerilya mulai didominasi oleh para ulama seperti
teukuumar dan istrinya cut nyak dien.
Perang aceh membuat belanda kehabisan energy, tenaga dll. Sehingga
perang dihentikan. Pada tahun1893 teuku umar menyerah kepada
belanda untuk mengumpulkan kembali pasukannya dan melancarkan
serangan terhadap belanda.
Perang dipimpin J.B. van Heutz dengan mencari kaum uleebalang
untuk bekerja sama dan membentuk pasukan gerak cepat yang
disebut marsose. Pasukan inilah yang menewaskan Teuku umar pada
tahun 1899.
Pada tahun 1903 Sultan Mansur syah menyerah, namun tetap
menjalin hubugan dengan para gerilyawan.ia merencanakan serangan
namun gagal . ia kemudian ditangkap dan diasingkan.
Cut nyak dien melakukan perlawanan dan berakhir ketika cut nyak
dien ditangkap pada tahun 1905 dan diasingkan di sumedang.

6. Perlawanan Sisingamangaraja XII

Alasan utama perang ini adalah Raja Sisingamangaraja Xii tidak


senang daerah kekuasaanya diperkecil belanda.
Tahun 1878 Raja Sisingamangaraja XII melancarkan serangan terhadap
pos pasukan belnda di bahal batu.
Tahun 1894 belanda melancarkan serangan unuk menguasai Bakkara,
pusat kedudukan pemerintahan kerajaan batak yang membuat Raja
sisingamangaraja menyingkir.
Pada tahun 1907 pasukan Marsose belanda berhasil menangkap istri
dan anak Raja sisingamangaraja XII. Raja sisingamangaraja XII
menolak tawaran untuk menyerah. Dalam pertempuran tahun 1907.
Raja sisingamangaraja XII gugur.

7.Perlawanan kerajaan bali

Perang ini dipicu oleh kegigihan raja raja bali yang mempertahankan
hak tawan karang (hak untuk merampas seluruh muatan dari kapal

asing) yang merugikan belanda. Hingga belanda meminta kepada raja


bali untuk menghapus hak itu dan Belanda akan membayar sejumlah
uang untuk setiap kapal yang terdampar di pulau bali. Namun tidak
pernah ditepati
Tahun 1844 Raja buleleng merampas kapal Belanda yang kebetulan
terdampar di perairan buleleng.
Pada tahun 1846 Belanda menyerang Bali karena kalah persenjataan
pasukan mundur. Merasa Buleleng telah menyerah pasukan belanda
ditarik oleh belanda. Dan situasi ini dimanfaatkan raja buleleng untuk
membangun persekutuan.
Pada tahun 1848 belanda mengirim kembali tentaranya dan menuntut
agar tentarayang ditawan segera dibebaskan namun tidak diindahkan
Tahun 1849 belanda mengirim pasukan dalam jumlah besar ke kota
singaraja dan kemudian ke jagaraga. Disinilan rakyat bali bersumpah
memerangi belanda sampai yiyik darah penghabisan yang dikenal
dengan perang puputan. Dan selanjutnya belanda melakukan
serangan berturut turut ke daerah lain.

8. Perlawanan kesultanan banjar

Sekitar tahun 1857 kesultanan banjar mengalami konflik terkait ahli


waris takhta setelah meninggalnya Sultan Adam. Belanda berusaha
untuk mencapuri urusan kerajaan yang membuat pemberontakan
besar yang dipimpin pangeran antasari
Pada tangga 25 april pangeran Antasari menyerang perusahaan
tambang batubara belanda dan membunuh orang orang eropa yang
menelan banyak biaya dan korban jiwa.
Tahun 1860 belanda menyatakan kesultanan Banjarmasin dihapus dan
mengumumkan kekuasaan colonial yang bersifat langsung. Belanda
mengultimatum pangeran hidayatullah untuk menyerah tetapi ditolak.
Belanda akhirnya berhasil mengangkap pangeran Hidayatullah dengan
cara tipu muslihat dan mengasingkannya ke cianjur.
Pertempuran terus berlanjut sampai tahun 1863. Akhirnya tahun 1905
sultan Mahmud dan keluarga antasari terbunuh . peristiwa ini
mengakhiri garis kepemimpinan raja.