Anda di halaman 1dari 4

Nursing Research I

CRITICAL APPRAISAL

Oleh :
Herlinda Dwi Ningrum
105070204111004
PSIK - REGULAR

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

RESUME JURNAL

Judul :
Metode Direct Mail merubah pengetahuan tentang Pedoman Basic Life Support pada
Pratik Umum: Studi secara Acak.
Direct Mail merupakan metode sederhana dalam menyediakan informasi kepada
tenaga kesehatan dan mungkin dapat meberikan implementasi terbaru pada pedoman
dasar basic lifeb support. Tujuan dari studi ini adalah mendeskipsikan pengetahuan dari
kebanyakan Europan Resuscitacion Council (ERC) taerhadap BLS diantara prektisi
kesehatan secara umum dan menginfestigasi bagaimana metode direct mail dapat
merubah pengetahuan mereka secara teoritis pada pedoman tersebut.
Background
Basic live support yang efektif dapat menurunkan dua hingga tiga kali angka
kematian akibat serangan jantung secara mendadak, maka dari itu dibutuhkan pedoman
yang sederhana untuk pengaplikasian BLS dalam kasus emergensi. Tetapi terdapat gap
antara pengetahuan tentang BLS yang benar dengan pedoman resusitasi Internasional.
Ada bebeapa study yang mengatakan bahwa perlu waktu yang lama untuk
mengimplementasikan pedoman resusuitasi klinik pada kasus emenrgensi. Perlu banyak
usaha untuk membuat prosedur BLS yang sederhana.
Metode
Ada beberapa Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini

Metode Partisipasi dan etik


Mengumpulkan 830 praktisi medis yang memenuhi syarat,
Studi desain
Praktisi medis secara acak dibagi dalam 2 kelompok, kelompok pertama menerima surat
secara langsung, sedangkan kelompok kedua merupakan kelompok kontrol yang tidak
menerima surat. Untuk menghindari gab praktisi kesahatan yang berada dalam satun
instasi di taruh pada grup yang berbeda.
Direc mail berisi pedoman BLS (kompresi dalam dan Frekuensi) dak kopian dari poster
resmi ERC yang berisi bagaimana cara pengaplikasian BLS menggunakana automated
external defibrillator (AED). Yang dikirim lewat pos.

Dua minggu kemudian dikirim kuisioner tentang pedoman BLS, evalusai diri tentang
kemempuan BLS, demografi, dan pengalaman dengan cardiac allert. Jawaban dikirim
lewat e-mail.

Analisis Data
Jawaban dikirim lewat e-mail dengan tingkat kesalahan 0,3% setiap pertanyaan. Nilai
dihitung secara rata rata pada setiap pertanyaan.
Statistika
Variabel kontinu dilaporkan sebagai variabel rata rata dan variabel kategoris dilaporkan
sebagai presentase hasil. Jumlah upaya resusistasi pada klinik prektek umum dan usia
dilaporkan sebagai median dan jangkauan interkuartil. Data uji normalitas menggunakan
uji DAgustino-Pearson. Perbandingan antara dua kelompok uji menggunakan
perbandingan Mann-Whitney dan uji eksak Fisher yang sesuai.nPerhitungan dilakukan
dengan menggunakan GrapPad Prism versi 5.01

HASIL
Tidak ada perbedaan yang signifikan antara karakteristik demografik pada kedua
group yang diteliti.
Pesan informasi secara langsung dapat mengubah pengetahuan tentang tehnik
kompresi dalam dan frekuensi kompresi terbaru yang direkomendasikan. Pada kedua
kelompok kurang dari 30% responden mengetahui diagnosa primer pada cardiac arrest
yang. Mayoritas praktisi kesehatan yang dijadikan responden mengatakan bahwa mereka
merasa nyaman terhadap kemampuan yang mereka miliki dalam malakukan Basic Life
Support pada pasien dengan Cardiac Arrest di klinik. Lebih dari 55% dari responden
mengatakan perlu adanya pelatihan yang lebih tentang BLS. 80% responden mengatakan
selalu berusaha mencari informasi terbaru tentang BLS, baik dari jurnal yang
direkomendasikan maupun dari internet.
Pesan Secara langsung merupakan metode yang efektif untuk menyebarkan
informasi kepada kemompok besar masyarakat. Perubahan kecil yang signifikan dari
pengetahuan tentang prosedur BLS terjadi karena intervensi yang sederhana dapat dengan
mudah diingat.

Hal penting lain yang ditemukan pada study ini adalah banyak GP perlu
memanage intervensi cardiac arrest yang mereka lakukan di klinik, dikarenakan 2 dari 3
praktisis kesehatan yang merupakan responden tidak memiliki akses AED, Mereka hanya
menggunakan treatmen BLS dalam menagani pasien dangen cardiac allert sampai datang
EMS.Maka dari itu sangatlah penting bagi tenaga kesehatan untuk mengetahui prosedur
resusitasi yang terbaru untuk memperbaiki kemampuan mereka
Implikasi
Penelitian ini mempresentasikan pesan secara langsung sebagai salah satu cara
untuk memfasilitasi implementasi dari prosedur BLS pada praktsi kesehatan.
Limitasi
Studi ini menguji pengetahuan teoritis tentang BLS, tidak menguji praktis klinis
mengenai BLS. Studi mengatakan bahwa praktik meningkatkan kemampuan dalam
melakuakn BLS. Berdasarkan studi yang dilakikan pada jurnal ini memungkinkan
dilakukanannya implementasi secara langsung secara berkepanjangan pada grup yang
diteliti.
Kesimpulan
Pesan secara langsung dapat merubah pengetahuan tenaga kesehatan mengenai
Basic Life Support dan membantu mereka dalam melakukan prosedur BLS dengan lebih
baik.iMplementasi secara langsung dapat segera dilakukan. Menggunakan pesan secara
langsung merupakan strategi yang dilakukan untuk mengimplementasikanperubahan
yang lebih baik dalam prosedur klinis pada praktisi kesehatan.