Anda di halaman 1dari 31

Enggar Ayu Saraswati

Pembimbing:
Dr. Adi Nugroho SpOG

Kontrasepsi merupakan metode yang dapat


digunakan untuk menyelamatkan ibu dan
anak akibat melahirkan pada usia muda (fase
menunda atau mencegah kehamilan

Kontrasepsi metode sederhana


Tanpa

menggunakan alat

Kontrasepsi alamiah
Coitus interuptus
Metode amenore laktasi

Dengan

menggunakan alat

Mekanis/barrier
Kimiawi

Kontrasepsi metode modern


Kontrasepsi

hormonal

Per-oral (pil)
Injeksi
Subkutis

Intra

Uterine Device (IUD)


Sterilisasi

Kontrasepsi Alamiah
Metode

kalender (Ogino-Kaus)
Metode suhu badan (Termal)
Metode lendir serviks (Billings)
Metode simtotermal
Rhytme method

Coitus interuptus
Metode amenore laktasi

Mekanis/barrier
Kondom
Barrier

Intra-Vaginal

Diafragma
Kap serviks

Kimiawi (non oksinol-9)


Spermisid

Vaginal
Vaginal
Vaginal
Vaginal
Vaginal
Vaginal

cream
foam
jelly
suppositoria
tablet
soluble film

Hormonal
Per-oral

(pil)

Pil oral kombinasi


Mini pil
Morning after pil

Injeksi

Depo provera
Noristerat
Cyclovem

Cara Kerja:

Menekan ovulasi
Mencegah implantasi
Lendir serviks mengental sehingga sulit dilalui
sperma
Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi
telur dengan sendirinya akan terganggu.

Kelebihan pil kombinasi:

Efektivitasnya dapat dipercaya (daya guna teoritis


hampir 100%, daya guna pemakaian 95-98%)
Frekuensi koitus tidak perlu diatur
Siklus haid jadi teratur.

Kekurangan pil kombinasi:

Mahal dan membosankan minum setiap hari


Efek samping walaupun sifatnya sementara,
(mual, sakit kepala, muntah, nyeri pada mamae,
dll)
Kadang setelah berhenti minum pil dapat timbul
amenore yang persisten
Tidak boleh untuk wanita menyusui (mengurangi
ASI)
Meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan.

Cara Kerja:
Menekan sekresi gonadotropin dan sintesisi
steroid seks di ovarium (tidak begitu kuat)
Endometrium mengalami transformasi lebih
awal implantasi lebih sulit
Mengentalkan lendir serviks menghambat
penetrasi sperma
Mengubah motilitas tuba transportasi
sperma terganggu.

Keuntungan mini pil:


Cocok untuk wanita menyusui yang ingin memakai
pil KB
Sangat efektif pada masa laktasi
Tidak menurunkan produksi ASI
Tidak memberikan efek samping estrogen
Efek samping utama a/ gangguan perdarahan,
spotting, atau perdarahan tidak teratur.
Cara Pemakaian:
Mulai hari pertama s/d hari ke-5 siklus haid
Dapat diberikan segera pasca keguguran
Bila menyusui antara 6 mgg dan 6 bulan
pascapersalinan dan tidak haid, minipill dpt
digunakan setiap saat.

Menghalangi implantasi blastokista


dalam endometrium
Diberikan segera setelah koitus.

Mekanisme Kerja

Obat ini menghalangi terjadinya ovulasi


dengan menekan pembentukan Releasing
Factor dari hipotalamus.

lendir serviks bertambah kental, sehingga


menghambat penetrasi sperma melalui
serviks uteri.

Implantasi ovum dalam endometrium


dihalangi

Kecepatan transpor ovum melalui tuba


berubah.

Keuntungan:

Sangat efektif
Pencegahan kehamilan jangka panjang
Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri
Tidak mengandung estrogen berdampak terhadap
penyakit jantung, dan gangguan pembuluh darah
Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan
Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 th sampai
perimenopause
Mencegah kanker endometrium
Menurunkan kejadian penykt jinak payudara.

Sub-kutis

Norplant (6 batang)
Jadena (2 batang)
Implanon (1 batang)

Mekanisme kerja

Mengentalkan lendir serviks uteri sehingga


menyulitkan penetrasi sperma

Menimbulkan perubahan-perbahan pada


endometrium sehingga tidak cocok untuk
implantasi zygote

Pada sebagian kasus dapat juga


menghalangi terjadinya ovulasi.

Jenis:
Norplant: 6 batang silatik lembut berongga dg
panjang 3,4 cm; diameter 2,4 mm. yg diisi dg
36mg Levonorgestrel (lama kerja 5 tahun)
Implanon: 1 batang dg panjang kira 40mm
dan diameter 2mm, diisi dengan 68 mg 3keto-desogestrel (lama kerja 3 tahun)
Jadena dan Indoplant: 2 batang yg diisi dg 75
mg levonorgestrel (lama kerja 3 tahun).

Waktu pemasangan
Waktu yang paling baik untuk pemasangan
implan adalah sewaktu haid berlangsung atau
masa pra-ovulasi
Bila tidak haid, insersi dapat dilakukan kapan
saja asal diyakini pasien tidak hamil
Bila menyusui antara 6 minggu s/d 6 bulan
pasca persalinan, insersi dapat dilakukan
kapan saja
Pasca keguguran insersi dapat dilakukan
kapan saja.

IUD

Generasi pertama

Generasi kedua

Lippes loop (LL)


Cu T 200 B, Cu T 280 A
Cu 7
ML Cu 250, ML Cu 375
Nova T Cu 200 Ag
Medussa Pessar

Generasi ketiga

Progestasert
Levo nova

Efek samping AKDR


Perdarahan
Rasa nyeri dan kejang di perut
Gangguan pada suami benang AKDR
keluar dari portio uteri terlalu pendek atau
terlalu panjang
Komplikasi AKDR
Infeksi infeksi sub akut atau menahun
pada traktus genitalis sebelum pemasangan
AKDR
Perforasi

Sterilisasi
Pada

wanita:

Penyinaran
Radiasi sinar X
Sinar laser
Operatif
Ligasi tuba fallopii
Elektro-koagulasi tuba
fallopii
Fimbriektomi
Salpingektomi

Ovarektomi
bilateral
Histerektomi
Fimbriotexy
ovariotexy

Penyumbatan tuba
fallopii secara
mekanis
Penyumbatan tuba
fallopii secara
kimiawi

Tubektomi
Mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong
atau memasang cincin) sehingga sperma tidak
dapat bertemu dengan ovum.
Jenis:
Minilaparotomi
Laparoskopi

Sangat

efektif (0,2-4 kehamilan per 100


perempuan
selama
tahun
pertama
penggunaan)
Permanen
Tidak mempengaruhi proses menyusui
(breast feeding)
Tidak bergantung pada faktor senggama
Pembedahan sederhana dapat dilakukan
dengan anastesi lokal
Tidak ada efek samping dalam jangka
panjang
Tidak ada perubahan dalam fungsi
seksual (tidak ada efek pada produksi
hormon ovarium.

Umur antara 25-30 tahun dengan 3 anak


atau lebih
Umur antara 30-35 tahun dengan 2 anak
atau lebih
Umur antara 35-40 tahun dengan 1 anak
atau lebih

Waktu pemasangan:
Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini
secara rasional pasien tersebut tidak hamil.
Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstrasi (fase
proliferasi)
Pasca persalinan:
minilap:

didalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12

minggu
laparoskopi: tidak tepat untuk klien-klien pasca persalinan.

Pasca

keguguran:

Triwulan pertama: dalam waktu 7 hari


sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik
(minilap atau laparoskopi)
Triwulan kedua: dalam waktu 7 hari
sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik
(minilap saja).

Sterilisasi pada pria


Operatif

vasektomi

Penyumbatan

vas deferens secara mekanis

Penjepitan vas deferens


Plugs
Intra vas device
Vas valves

Penyumbatan

vas deferens secara kimiawi.

Prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas


reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vas
deferens
Tidak ada efek samping jangka panjang
Tindakan bedah aman & sederhana.
Indikasi:
Pasangan suami istri tidak menghendaki kehamilan lagi
dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi
dilakukan pada dirinya.

Keuntungan vasektomi
1.

2.
3.

Tidak menimbulkan
kelainan fisik ataupum
mental
Tidak mengganggu libido
seksualitas
Dapat dikerjakan secara
poliklinis.