Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Dewasa ini, penggunaan mesin pengkondisian udara semakin marak


digunakan disuatu ruangan. Penggunaan mesin pengkondisian udara pertama kali
ditemukan oleh Carrier pada tahun 1902. Sejak saat itu teknologi mesin
pengkondisian udara semakin berkembang, dan mengalami perbaikan dari waktu
kewaktu.
Berbagai mesin system pengkondisian udara telah dikembangkan mulai
dari direct ekspansion sampai mengunakan water chiller dan menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia saat ini. Mesin pengkondisian udara
menjadi kebutuhan utama untuk tempat-tempat umum seperti mall, gedung
perkantoran, hotel, rumah sakit, supermarket, restoran dan sebagainya yang
banyak ditempati banyak orang dimana kenyaman udara dalam suatu ruangan
menjadi sangat penting. Pada beberapa tahun terakhir ini, kurang lebih dari
setengah dari seluruh biaya pembangunan sarana yang diperlukan bangunan,
Misalnya system untuk system mekanikal-electrical dan sebagainya, kira-kira 30
sampai 50 persen dihabiskan untuk system penyegaran udara saja. Dan seorang
ahli kesehatan Frugge pada tahun 1905 mengatakan jika seorang berada didalam
suatu ruangan tetutup untuk jangka waktu yang lama, maka pada suatu ketika ia
akan

merasa kurang nyaman. Manusia dapat diibarat seperti motor bakar.

Manusia harus mengeluarkan panas yang dihasilkan akibat dari kerja yang
dilakukanya. Jika panas tersebut tidak dapat dikeluarkan dari badan manusia,
misalnya karena temperatur dan kondisi udara di sekelilingnya

tidak

memungkinkan hal itu untuk terjadi dengan baik, maka ia akan merasakan suatu
keadaan yang tidak menyenangkan. Dan hasil penelitian tentang linkungan
kerja menunjukan bahwa didalam ruangan yang berudara segar, karyawan dapat
bekerja dengan baik dan jumlah kesalahan dapat dikurangi, sehingga efesiensi
kerja dapat ditingkatkan.

BAB II
SISTEM AIR CONDITIONING

II.1 Gambaran Umum Air Cinditioning


Secara umum Air Conditioning (AC) dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
AC comfort (untuk kenyamanan manusia) dan AC industri (untuk kebutuhankebutuhan khusus) (ASHRAE handbook, 1987). Sesuai namanya, AC comfort
dipergunakan untuk keperluan kenyamanan manusia seperti di perumahan,
perkantoran, pertokoan, supermarket, sekolah, bioskop, gelanggang olahraga, dan
tempat-tempat lainnya yang ditempati oleh manusia. sedangkan AC industri
dipergunakan untuk keperluan-keperluan khusus di industri seperti untuk
pendinginan peralatan, bahan-bahan bio-kimia, mesin-mesin dan keperluankeperluan industri lainnya yang memerlukan penanganan khusus baik skala kecil
maupun besar.

Gambar 2.1 Skema sistem air conditioning

Air Conditioning (AC) adalah proses pengkondisian udara suatu ruangan melalui
pengaturan temperatur, kelembaban, aliran, dan kebersihannya sehingga diperoleh

kondisi udara yang diinginkan. Sistem air conditioning (AC) merupakan salah
satu aplikasi dari sistem refrigrasi. Prinsip dasar dari sistem air conditioning ini
adalah memindahkan panas dari suatu ruangan ke ruangan lain. Udara dari
ruangan yang akan dikondisikan disirkulasikan melewati evaporator, karena
temperatur fluida (refrigeran) yang ada di dalam evaporator lebih rendah daripada
temperatur udara ruangan, maka panas dari udara tersebut diserap oleh refrigeran.
Selanjutnya refrigeran yang bersirkulasi dalam sistem refrigrasi ini akan
membuang panas dari evaporator tadi di kondensor ke ruangan lain.
II.2. Jenis-jenis Air Conditioning
Berdasarkan jenisnya air conditioning di bedakan menjadi beberapa macam
yaitu:
1. AC Window
Tipe AC seperti yang nampak pada Gambar 7.2 ini sudah jarang digunakan,
karena unit tersebut memerlukan lobang di dinding sebesar unitnya dimana
dibelakang dinding harus menghadap kearah luar gedung untuk pelepasan panas
buang

dari

kondensor.

Dengan

demikian

tidak

memungkinkan

untuk

menempatkan unit tersebut dimana belakang dindingnya adalah ruangan yang


terpakai, apalagi yang juga dikondisikan. Pada umumnya tipe AC ini di bawah 2
PK.

Gambar 2.2. AC windows


2. AC Mini split
Jenis ac ini termasuk Split Wall Mounted, AC Cassette, AC Floor, AC Ceilling
Concealed (duct), dll. Karena kompresor dan kondensor berada dalam satu unit
diluar gedung, sedangkan evaporator dan Fan (blower) berada didalam ruangan.

Untuk menghubungi kedua unit terpisah hanya diperlukan 2 pipa dengan lobang
didinding relatif kecil, Evaporator dan blower dalam satu unit dapat ditempatkan
dengan bebas, baik untuk segi teknisnya maupun segi estetikanya. Untuk tipe ini
dapat dirancang 1 unit luar (outdoor) dan dua atau lebih unit dalam (indoor).
Selanjutnya disebut dengan multi split. Unit outdoor dapat ditempatkan di atas
lantai atau ditempelkan didinding gedung, sedangkan unit indoor, ada unit untuk
duduk dilantai dan ada unit yang ditempel didinding. Dalam perkembangan mini
split, maka salah satu jenis split terbaru menggunakan sistim Inverter, dan dapat
memberi penghematan energi listrik sampai 70% dibandingkan mini split
konvensional yang ada dipasaran Indonesia. Pengembangan tipe ini pada
kompresor yang menggunakan DC Inverter dimana putaran kompresor dapat
menyesuaikan kebutuhan beban pendinginan. Pada umumnya tipe AC ini
1/2 ~ 5 PK

.
Gambar 2.3 AC Split

3. AC Split Duct
Sesuai dengan sebutannya tipe AC ini juga memisahkan unit utama, yang
terdiri dari kelima komponen utama, dengan penyaluran udara dingin
menggunakan terowongan udara dingin yang disebut dengan ducting, seperti
nampak pada Gambar 7.4. Ducting ini dihubungkan dengan ruangan-ruangan
yang mau dikondisikan, masuk ruangan melalui pengatur yang disebut dengan
diffuser. Sistim ini di Indonesia disebut sebagai sentral AC.

Gambar 7.4 AC Split Duct

Kebocoran udara dingin diducting menjadi salah satu penyebab utama


kerugian energi di tipe Split duct AC ini. Dalam desain gedung dengan sistem ini
harus perlu didesain alur dari ducting, sehingga jangan sampai ducting ini banyak
berbelok ataupun harus menembus kolom-kolom beton. Pada umumnya tipe AC
ini 5 PK sampai 25 PK.
4. VRV System
Sistem VRV atau VRF (variable refrigerant flow) yang telah diperkenalkan di
Jepang lebih dari 20 tahun yang lalu, dan menjadi sangat popular dibanyak
negara. Teknologi ini secara bertahap diperluas pemasarannya dan menjangkau
benua Eropa pada tahun 1987, dan terus meningkatkan pangsa pasarnya diseluruh
dunia. Di Jepang sendiri, sistem ini penggunaannya sekitar 50% dari ukuran
medium gedung komersial (sampai 6500 m2) dan sepertiga dari gedung komersial
yang besar (lebih dari 6500 m2).
Sistem konvensional membuang udara dari ruangan yang diserap oleh
refrigerant dengan cara mensirkulasikan udara (pada sistem duct) atau air (pada
chiller) ke seluruh bangunan. Sistem VRV keunggulannya adalah dalam hal
kapasitas yang lebih besar, versi yang lebih rumit dalam sistem multisplit dengan
penggunaan duct yang lebih sedikit, dengan kemampuan tambahan dari hubungan
antara duct dengan fan coil unit.

Gambar 2.5 VRV system

memindahkan panas dari suatu ruangan ke ruangan lain. Udara dari ruangan
yang akan dikondisikan disirkulasikan melewati evaporator, karena temperatur
fluida (refrigeran) yang ada di dalam evaporator lebih rendah daripada temperatur
udara ruangan, maka panas dari udara tersebut diserap oleh refrigeran.
Selanjutnya refrigeran yang bersirkulasi dalam sistem refrigrasi ini akan
membuang panas dari evaporator tadi di kondensor ke ruangan lain.
Sistem ini membutuhkan banyak evaporator dan pengaturan refrigerant yang
rumit serta untuk sistem kontrolnya. Sistem ini juga memerlukan sistem saluran
udara yang terpisah. Istilah variable refrigerant mengacu pada kemampuan sistem
untuk mengontrol jumlah refrigerant yang

mengalir ke masing-masing

evaporator. Hal ini memungkinkan penggunaan banyak evaporator dengan


kapasitas yang berbeda, pengontrolan kenyamanan secara individu serta proses
pendinginan dan pemanasan dalam area yang berbeda secara serentak. Efisiensi
energi sistem VRV lebih tinggi daripada sistem duct yang normal. Menurut LG
HVAC Total Solution Provider, sistem VRV pada dasarnya mengurangi kerugian
saluran (duct) yang diperkirakan antara 10% - 20% dari total aliran udara pada
sistem duct. Sistem VRV atau VRF biasanya dilengkapi dengan dua atau tiga
6

buah kompresor dan jam operasi dari sistem HVAC biasanya pada kisaran 40% 80% (menurut LG HVAC Total Solution Provider) dari kapasitas maksimum.
Terdapat beberapa kelebihan dalam sistem VRV ini. Kelebihan tersebut antara
lain:
a. Fleksibilitas desain
Single condensing unit bisa dihubungkan ke banyak unit indoor dengan beban
yang bervariasi (misalnya 1,75 14 kW) dan berbagai konfigurasi (ceiling, wall
mounted, floor console). Produk terkini memungkinkan pemasangan 20 unit
indoor yang ditangani oleh satu condensing unit.
b. Pemeliharaan
VRV termasuk kedalam jenis DX system, sehingga biaya pemeliharaan untuk
sistem VRV menjadi lebih rendah dibandingkan dengan sistem chiller dengan
pendingin air. Pemeliharaan secara normal untuk sebuah VRV hampir sama
dengan sistem DX yang lain, utamanya terdiri dari penggantian filter dan
pembersihan koil.
c. Kenyamanan
Banyak area yang memungkinkan dikontrol secara individu, karena sistem
VRV menggunakan variable speed compressor dengan kapasitas yang besar.
Sistem tersebut dapat mempertahankan temperatur secara presisi, biasanya dalam
10F(0,60C) (menurut LG HVAC Total Solution Provider).
d. Penggunaan
Sistem VRV bisa digunakan untuk bermacam-macam gedung yang memiliki
area banyak dan memerlukan kontrol tersendiri, seperti gedung perkantoran,
rumah sakit, atau hotel.

II.3 Prinsip kerja pendingin ruangan


1. Siklus Aliran Refrigeran
Mesin pendingin udara ruangan (Air Conditioning) adalah alat yang
menghasilkan dingin dengan cara menyerap udara panas sekitar ruangan. Proses
udara menjadi dingin adalah akibat dari adanya perpindahan panas. Sedangkan
bahan yang digunakan sebagai bahan pendingin dalam mesin pendingin disebut
refrigeran. Di dalam Air Conditioning dibagi menjadi 2 ruang. Ruang dalam dan
ruang luar. Dibagian ruang dalam udaranya dingin karena adanya proses
pendnginan. Dibagian ruang luar digunakan untuk melepaskan panas ke udara
sekitar. Secara umum gambaran mengenai prinsip kerja AC adalah:
a. Penyerapan panas oleh evaporator
b. Pemompaan panas oleh kompresor
c. Pelepasan panas oleh kondensor

Gambar 2.6 siklus air conditioning


Prinsip kerja AC tidak berbeda jauh dengan prinsip pada Kulkas, hanya
saja pada AC pemindahan panas diperlukan energi tambahan yang ekstra besar
karena yang udara dinginkan skalanya lebih besar dan banyak. Di dalam mesin
Air Conditioning (AC) bentuk refrigeran berubah-ubah bentuk dari bentuk gas ke
bentuk cairan. Pada kompresor refrigeran masih berupa uap, tekanan dan
8

panasnya dinaikkan dengan cara dimampatkanoleh piston dalam silinder


kompresor. Kemudian uap panas tersebut didinginkan pada saluran pipa
kondensor agar menjadi cairan. Pada saluran pipa kondenser diberi kipas untuk
mempercepat proses pendinginan. Proses pelapasan panas ini disebut teknik
pengembunan. Selanjutnya cairan refrigeran dimasukkan ke dalam evaporator dan
dikurangi tekanannya sehingga menguap dan menyerap panas udara sekitar. Di
dalam AC bagian dalam ruangan, udara dingin disebarkanmenggunakan kipas
blower. Dalam bentuk uap (gas) refrigeran dihisap lagi oloeh kompresor.
Demikian proses tersebut berulang terus sampai gas habis terpakai dan
harus diisi kembali.
2. Siklus Aliran Udara
Ruangan yang dikondisikan akan menjadi dingin akibat dari adanya
perpindahan panas dari ruangan atau produk ke evaporator yang lebih dingin.
Proses sirkulasi udara di ruang pendingin yaitu ketika udara panas dari produk
bisa manusia, computer, lampu, motor dan lain sebagainya akan naik karena berat
jenis udara panas lebih ringan di banding udara dingin. Udara panas naik maka
udara dingin akan menggantikan tempat udara panas tersebut, sehingga semakin
lama seluruh ruangan akan menjadi dingin.

Gambar. 2.7 siklus aliran udara

II.4. Precision Air Conditioning (PAC)

Gambar 7.8 Tampilan Precision Air Conditioning (PAC)

Pada tempat-tempat seperti ruang komputer (computer room atau data centre),
ruang telekomunikasi (telecommunication equipment), ruang terkondisi bersih
(clean room), ruang obat-obatan (Pharmaceutical manufacturing), dan ruang
pengujian (test room) terdapat peralatan-peralatan elektronik yang sensitif dan
memiliki respon yang sangat tinggi, sehingga memerlukan pengaturan suhu,
kelembaban, dan kebersihan udara yang sesuai dengan spesifikasi dan tingkat
akurasi yang tinggi. Oleh sebab itu, pengkondisian udara untuk industri pada
tempat-tempat seperti yang disebutkan di atas lebih dikenal dengan sebutan AC
Presisi (Precision Air Conditioning). Kelebihan ac presisi adalah sebagai berikut:

1. Keakuratan dalam pengontrolan temperatur & kelembaban ruangan


Dalam AC presisi, tidak hanya temperatur yang dikontrol, tapi kelembaban
juga harus dikontrol sesuai dengan spesifikasi perangkat yang dikondisikan. Oleh
karena itu, dalam sebuah AC presisi dilengkapi dengan humidifier dan heater. Hal
ini dilakukan karena bila ruangan terlalu lembab, maka akan terjadi pengembunan
pada PCB alat elektronik & komputer, sedangkan bila terlalu kering maka akan

10

menempel debu-debu halus yang bermuatan statis, dan lama kelamaan akan
terjadi hubungan singkat pada Card. Berbeda dengan AC comfort, dimana
pengontrolan dilakukan hanya terhadap temperatur saja, sedangkan kelembaban
(relative humidity) akan berubah ketika terjadi proses cooling tanpa ada
pengontrolan kelembaban secara langsung.

2. Kualitas udara yang disirkulasikan


Precision air conditioning beroperasi dengan aliran udara yang tinggi,
biasanya 160 cfm/kW atau lebih besar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
distribusi udara yang bergerak melalui ruangan. Peralatan teknologi modern
biasanya membutuhkan sekitar 160 cfm aliran udara untuk setiap kW konsumsi
daya listrik, sehingga jumlah supply udara dingin ini harus tersedia di saluran inlet
peralatan. Jika tidak, hal ini dapat menyebabkan peralatan dalam ruangan menjadi
overheat. Distribusi udara (cfm/Kw) yang tinggi pada AC presisi juga
menyebabkan lebih banyak udara yang bergerak melalui air filter sehingga
menghasilkan suatu lingkungan bersih. Hal ini penting karena bila ada debu-debu
halus yang bermuatan statis yang menempel pada peralatan komputer dan
elektronik, maka lama kelamaan akan terjadi hubungan singkat pada Card.
3. Jam operasi unit
Ruangan-ruangan seperti data centre dan ruang telekomunikasi harus bekerja
selama 24 jam. Oleh karena itu, AC presisi dirancang agar dapat beroperasi
selama 24 jam tanpa henti. Kecuali bila terjadi kerusakan dan dilakukan
perbaikan. Idealnya suatu ruangan data centre harus memiliki AC back-up untuk
menanggulangi hal tersebut. Berbeda dengan AC comfort yang bekerja hanya
ketika ada orang dalam ruangan yang dikondisikan

11

II.5. Fungsi Precision Air Conditioning


Secara umum, AC Presisi memiliki empat fungsi utama. Diantaranya :
1. Cooling (pendinginan)
Proses pendingin terjadi ketika temperatur ruangan lebih tinggi daripada
temperature set point diluar batas sensitivitinya. Proses pendinginan ini dilakukan
oleh koil evaporator dalam suatu siklus pendinginan.
2. Heating (pemanasan)
Proses pemanasan terjadi ketika temperature ruangan lebih rendah daripada
temperature setpoint diluar batas sensitivitinya. Proses pemanasan ini dilakukan
oleh heater.
3. Dehumidifying (Pengeringan)
Proses dehumidifying terjadi ketika kelembaban ruangan lebih tinggi daripada
humidity setpoint diluar batas sensitifitinya. Proses ini dilakukan oleh koil
evaporator dalam siklus pendinginan saat terjadi proses pendinginan. Artinya
ketika kompresor bekerja, selain terjadi proses pendinginan pada evaporator, juga
terjadi proses dehumidifying. Uap air yang terkandung dalam udara yang
bersirkulasi menyentuh koil evaporator yang memiliki suhu lebih rendah daripada
udara tersebut. Sehingga uap air akan mengembun pada dinding evaporator dan
mengurangi kandungan uap air dalam udara.
4. Humidifying (Pelembaban)
Proses humidifying terjadi ketika kelembaban ruangan lebih rendah daripada
humidity setpoint di luar batas sensitivitinya. Proses ini dilakukan oleh suatu
humidifier.
5. Filtering (Pembersihan udara)
Selain pengaturan suhu, PAC Liebert juga dilengkapi dengan air filter yang
berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara. Sehingga udara
yang keluar dari sistem akan lebih bersih.

12

II.6 Jenis-jenis PAC


1. Jenis PAC berdasarkan sistem kerjanya
a. DX (Direct Expansion)

Gambar 2.9 PAC tipe Air cooled system


Direct expansion merupakan sistem pengkondisian udara dimana pengambilan
panas dari udara dilakukan oleh refrigerant yang bersirkulasi dalam suatu siklus
pendinginan. Direct expansion system ini dapat dibagi lagi menjadi :
- Air Cooled
- Water Cooled
- Glycool (Chilled Glycol Cooling) System

Pada air cooled system, pembuangan panas di kondensor dilakukan oleh udara.
Sehingga condensing unit harus diletakkan di tempat yang sirkulasi udaranya
baik. Biasanya, ditempatkan di luar ruangan sehingga sering disebut outdoor unit.
Pada water cooled system, pembuangan panas pada kondensor dilakukan oleh air.
Kondensor diletakkan dalam satu unit dengan komponen utama lainnya. Namun,
unit ini memerlukan cooling tower untuk mendinginkan kembali air yang keluar

13

dari kondensor. Sistem Glycool memiliki semua fitur sistem kompresi baik air
maupun udara, plus sebuah koil pendingin kedua (second cooling coil) yang
dihubungkan

pada

mengsirkulasikan

saluran

air.

Proses

pendinginan

terjadi

dengan

fluida melewati koil pendingin kedua (alirannya dikontrol

oleh sebuah motorized valve). Koil ini merupakan sumber pendingin utama,
sehingga dapat mengurangi kerja kompresor. Untuk lebih jelasnya, gambar 2.10
menunjukan skema kerja dari Glycool system

Gambar 2.10 PAC tipe Water cooled system

14

Gambar 2.11 PAC tipe Glycool system

b. Chilled Water
Chilled water merupakan sistem pengkondisian udara dimana pengambilan
panas dari udara dilakukan oleh air yang telah didinginkan terlebih dahulu dalam
suatu chiller dan air tersebut bersirkulasi dalam suatu koil pendingin.

Gambar 2.12 PAC tipe Chilled water system

c. Dual Cooling System


Dual Cooling System menggunakan sistem direct expansion yang dilengkapi
dengan koil pendingin kedua (second cooling coil) yang disebut Econ-o-coil. Koil
pendingin kedua ini menggunakan air dingin yang disuplai dari chiller gedung.
Ketika beban pendinginan ruangan berada dibawah 25% dari beban puncak, maka
second cooling coil (chiller) akan bekerja, sedangkan system kompresi akan mati.
Bila beban ruangan mulai tinggi, maka system kompresi akan bekerja untuk
mendinginkan ruangan.

15

Gambar 2.13 Dual cooling system


2. Jenis PAC berdasarkan arah alirannya
a. Up flow
Pada PAC jenis ini, udara dalam unit dialirkan dari bawah ke atas oleh blower,
sehingga blower ditempatkan di bagian atas unit.

b. Down flow
Pada PAC jenis ini, udara dalam unit dialirkan dari atas ke bawah oleh blower,
sehingga blower ditempatkan di bagian bawah unit.

Gambar 2.14 Arah Aliran udara PAC

16

II.7 Prinsip kerja Precision Air Conditioning


Precision Air Conditioning bekerja mendinginkan ruangan data center
dengan menjaga tingkat keakuratan tinnggi, supaya temperature ruangan dingin
dan kering. Oleh karena itu temperature ruangan di jaga antara 18 oC 20 oC
dengan 55% RH-60% RH. Jika terjadi temperature telalu tinggi maka akan terjadi
alarm yang memberitahukan bahwa ada kesalahan pada system, yang di sebabkan
oleh berbagai hal. Alarm alakan berbunyi sampai masalah ditemukan, dan di reset
ulang. Jika ruangan data center memiliki RH nya yang kurang dari set point, maka
unit akan melakukan proses humidifyng sampai RHnya sesuai set point,
begitupun sebaliknya jika ruangan terlalu banyak RH maka unit PAC akan
melakukan proses dehumidifying sampai RHnya tercapai.

II.8 Gambaran Umum AC Sentral


Kalau kita jalan-jalan ke mall atau ke rumah sakit atau gedung-gedung
perkantoran, kita dapat merasakan hawa dingin dari ruangan tersebut akan tetapi
kita tidak melihat AC yang terpasang di sekitarnya. Dan setelah kita perhatikan
bahwa di langit-langit ruangan tersebut terdapat lubang udara / diffuser yang
menyemburkan udara dingin. Sistem udara yang kita lihat itu, itulah yang
dimaksud dengan sistem AC

17

Central. AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu
titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan
kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan
saluran udara (ducting ac).

Gambar 2.15 AC Sentral


Secara garis besar, sistem AC central terbagi atas beberapa komponen yaitu :
Chiller / Condensing Unit / Outdoor AC
AHU (Air Handling Unit)
Ducting AC / saluran ac
Cooling Tower
Pompa Sirkulasi

18

Ada dua sistem AC central yang ada di pasaran saat ini yaitu sistem langsung
dan tidak langsung. sistem langsung (direx), media yang dipakai untuk membawa
dingin adalah refrigerant. Sedangkan system tidak langsung (indirex), media
pembawa dingin yang berjalan dalam pipa distribusi adalah air (water) system ini
memiliki kelebihan dapat digunakan dalam skala yang besar / gedung bertingkat
atau mall yang berukuran besar. Sedangkan system langsung hanya dapat dipakai
dalam sistem yang tidak terlalu besar / jauh jaraknya antara unit indoor dan
outdoor.

1. Chiller
Chiller adalah mesin pendingin yang berfungsi untuk mendinginkan air pada
sisi evaporatornya. Evaporator yang digunakan pada system chiller menggunakan
jenis shell and tube dan tube and tube. Agar air dalam evaporator tidak membeku
maka di campur dengan bahan yang memiliki titik beku lebih rendah seperti
garam dan glycol. Selain itu untuk menghindari terjadinya beku di evaporator
maka dipasang evaporator pressure regulator (EPR). Jika terjadi beku di
evaporator maka pipa-pipa di evaporator akan pecah dan air masuk kedalam
sistem

Gambar 2.16 Chiller

19

Berdasarkan kompressornya chiller dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:


Kompresor Piston (Reciprocating compressor), Kompresor Kisar (Rotary
compressor), Kompresor Ulir (Screw compressor), dan Kompresor Sentrifugal
(Centrifugal compressor).
2. Jenis jenis Chiller
a. Air cooled Chiller
Chiller dengan pendinginan udara (air cooled chiller), pada prinsipnya hampir
sama dengan AC split duct, tetapi dalam ukuran besar. Unit mesin ini pada
umumnya di tempatkan di atas atap beton dari sebuah bangunan. Komponen
utama dari 1 unit air coold chiller adalah kompresor, dengan katup ekspansi dan
evaporator berada dalam unit utama, termasuk kondensornya. Evaporator
mendinginkan air ditransfer dalam tabung heat exchanger dan menjadi air dingin,
lalu disirkulasi melalui pipa menuju Air Handling Unit (AHU). Udara dingin yang
masuk kedalam ruangan dari AHU ini disalurkan menggunakan saluran udara
ducting dan dengan diffuser yang ada disetiap ruangan. Dalam desain gedung,
bila menggunakan air cooled chiller perlu

20

diperhatikan lokasi dan luas atap gedung untuk penempatan unit-unit chillernya.
Yang sering kurang diperhatikan dalam desain atap untuk air cooled chiller
adalah akses untuk pemeliharaan unit tersebut. Ada kalanya terjadi perubahan
desain dari

Gambar 2.16 Air Coold Chiller


b. Water cooled Chiller
Chiller dengan berpendingin air (water cooled chiller), pada prinsipnya
hampir sama dengan Chiller berpendingin udara (air cooled chiller) dalam
distribusi udara dingin melalui AHU. Perbedaan utamanya adalah pendinginan
refrigerannya, bukan dengan udara, tetapi dengan air, dimana airnya didinginkan
melalui menara pendingin atau cooling tower. Chiller dengan pendinginan air,
pada umumnya ditempatkan dalam lantai bawah (basement) suatu bangunan.
Dalam desain yang perlu diperhatikan adalah ventilasi ke ruangan chiller harus
dihitung dengan baik.

Gambar 2.17 Water coold chiller

21

Sama halnya dengan air coold chiller, refrigeran dari kompresor ditekan melalui
katup ekspansi masuk dalam fasa campuran ke evaporator. Evaporator
mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap tingkat melalui AHU. Dari
AHU udara dingin disalurkan kesetiap riuangan dengan bantuan ducting. Udara
dingin yang masuk kedalam ruangan dari AHU ini diatur dengan diffuser yang
ada disetiap ruangan, Atau kadang-kadang dengan pipa-pipa langsung keruangan
melalui alat kipas koil fan coil unit (FCU).

c. Absorption Chiller
Salah satu cara tertua untuk melakukan pendinginan suatu ruangan secara
mekanis adalah teknologi absorbsi (absorption technology). Kelihatan tak masuk
akal dengan membakar sesuatu untuk menghasilkan pendinginan, tetapi hal itu
yang terjadi dalam suatu chiller absorpsi. Teknologi absorbsi ini sebenarnya
mudah pengoperasiannya maupun pemeliharaannya.

Gambar 2.18 Absoption Chiller

22

Refrigeran yang digunakan oleh chiller jenis ini adalah sebenarnya air, karena
perubahan fase yang terjadi dan yang memberi dampak pendinginan adalah
melalui media air. Fluida kedua yang mengatur proses ini adalah garam, yang
dikatakan sebagai Litium Bromida (lithium bromide). Panas dibutuhkan untuk
memisahkan kedua fluida ini, yang kemudian bertemu kembali dalam lingkungan
yang hampir vakum. Air ini mengalami perubahan fase pada waktu dicampur
kembali dengan garam pada suhu yang sangat rendah. (pada tekanan atmosfir
yang normal, air menguap pada suhu 212 oF, dalam suatu alat absorbsi, air
menguap cukup dingin untuk menghasilkan air dingin pada 46 oF. Karena suhu
air dingin yang dihasilkan oleh chiller absorbsi paling rendah adalah 46 oF, maka
chiller jenis ini tidak dapat digunakan dalam penerapan refrigerasi dengan suhu
rendah. Air Conditioner dengan Sistem absorbsi ini sebenarnya sangat efisien dan
pemeliharaanya mudah, tetapi bila ada kerusakan pada peralatan ini perbaikannya
memerlukan waktu lama dan biaya yang besar. Bahkan untuk kerusakan tertentu,
maka seluruh unit tidak dapat difungsikan kembali. Ini menyebabkan penggunaan
peralatan pengkondisian udara dengan sistem absorbsi ini kurang diminati.

3. Air Handling Unit (AHU)


Air Handling Unit merupakan bagian penting dalam sistem AC cerntral
sebagai alat penghantar udara yang telah dikondisikan dari sumber dingin ataupun
panas ke ruang yang akan dikondisikan. AHU adalah komponen penukar kalor
dimana air dingin hasil pendinginan oleh evaporator disirkulasikan ke coil di
AHU, kemudian udara dinginnya di sirkulasikan oleh blower dan didistribusikan
ke ruangan menggunakan ducting. Komponen AHU terdiri dari Motor, Blower,
Coil, Heater, Filter

23

Gambar 2.19 Air Handling Unit

24

BAB III
METODE PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN RUANGAN

III.1 Metode Perhitungan


III.1.1 Defenisi beban pendingin dan kondisi perencanaan
Beban pendingin adalah total seluruh kalor yang harus dikeluarkan dari
sebuah ruangan agar temperature dan kelembaban udara dalam ruangan dapat
dipertahankan pada tingkat kenyamanan tertentu.
Komponen-komponen yang mengkonstribusikan kalor yang diserap oleh
ruangan dapat dituliskan sebagai berikut :
a. Transmisi kalor melalui struktur bangunan
b. Radiasi panas matahari
c. Emisi kalor dari manusia yang berada dalam ruangan
d. Kalor dari lampu dan dari barang elektronik
e. Kalor yang bersumber dari dalam ruangan, seperti halnya kompter,
pemanas air dan sebagainya
III.1.2 Perhitungan cooling load
Untuk menentukan perhitungan total cooling load kita harus menghitung
dari masing-masing cooling load dari beberapa aspek yang ada pada bangunan
tersebut diantara :
III.1.2.1 Perhitungan cooling load pada dinding bangunan/ruangan
Besarnya panas yang diserap oleh dinding bangunan karena
radiasi matahri dapat dihitung mengunakan rumus :
Qdinding = U x A x TETD (Total equivalen temperature
difference)
U = Koefisien Perpindahan Panas
A = Luas dinding/Penampang
TETD = Total Equivalen Temperature Ddifference adalah
perbedaan temperature ekivalen yang ditampilkan pada table 3.1
dibawah ini :

25

Table 3.1 untuk dinding

III.1.2.2 Perhitungan cooling load dari Atap


Besarnya panas yang diserap oleh dinding bangunan karena radiasi
matahri dapat dihitung mengunakan rumus :
Qdinding = U x A x TETD (Total equivalen temperature difference)
III.1.2.3 Perhitungan cooling load dari Kaca
Energi radiasi matahari yang dipantulkan dan juga yang diserap oleh
kaca jendela ataupun kaca pintu akan masuk kedalam ruangan dan menjadi beban
mesin pendingin besaranya panas yang diserap oleh kaca dapat dihitung dengan
rumus :
Qkaca = SHGF x A x SC x CLF
SHGF = Solar Heat Gain Factor yaitu panas matahari
maksimum yang diserap pada setiap waktu
A = Luas kaca
SC

= shade coefisien yaitu suatu koefisien untuk factor koreksi


Yang tergantng pada jenis kaca

CLF

= Cooling Load Factor koreksi beban pendingin dari kaca


Yang tergantung pada waktu

III.1.2.4 Perhitungan cooling load dari Penerangan Lampu


Besarnya beban pendingin yang dihasilkan oleh penerangan atau lampu
dapat dihitung mengunakan rumus :
Qpenerangan = 3,4 x W x BF

26

W = Total Daya lampu keseluruhan


BF = Balast factor
III.1.2.5 Perhitungan cooling load dari manusia
Besarnya Total kalor yangdilepas oleh tubuh manusia sangat tergantung
kepada kegiatan yang dilakukan oleh manusia tersebut untuk menghitung kalor
yang dilepas oleh tubuh manusia dapat dihitung dengandapat dihitung
mengunakan rumus :
Qsensible = qsensible x n
Qsensible = qLaten x n

27