Anda di halaman 1dari 4

Gangguan Kepribadian

Gangguan kepribadian muncul akibat dari perkembangan


kepribadian yang tidak matang dan menyimpang dari keadaan
yang ada.
Kelompok gangguan utama dalam kategori ini:
1. Gangguan Kepribadian. Ciri-ciri:
.Hubungan pribadinya dengan orang lain terganggu dalam arti
sikap dan perilakunya cenderung merugikan orang lain.
.Memandang bahwa semua kesulitannya disebabkan oleh nasib
buruk atau perbuatan jahat orang lain
.Tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap orang lain
.Tidak dapat melepaskan diri dari perilakunya yang maladaptive
.Selalu menghindari tanggung jawab atas masalah yang ia
timbulkan

Seseorang yang mengalami gangguan


kepribadian ini lebih merupakan gangguan
nama baik si penderita (disorder of
reputation). Dalam kasus gangguan
kepribadian ini yang tidak bahagia adalah
orang lain yang menjadi korban perbuatan
yang tidak bertanggungjawabnya.
Penderita hanya mengalami reputasi
buruh, yang baginya bukanlah suatu
persoalan.

Jenis-jenis gangguan kepribadian:


1. Kepribadian paranoid
Ciri: serba curiga, sangat perasa, rigid atau kaku, mudah iri hati, sangat egois,
argumentative, suka menyalahkan orang lain, menuduh orang lain jahat
2. Kepribadian schizoid
Ciri: tidak mampu dan menghindari menjalin hubungan social, terkesan dingin dan
tidak akrab, tidak terampil bergaul dan suka menyendiri
3. Kepribadian skizotipe
Ciri: suka menyendiri, menghindari orang lain, egosentrik, dihantui oleh pikiran
autistic, yaitu pikiran yang tidak dapat dimengerti oleh orang lain
4. Kepribadian Histrionik
Ciri: pribadi yang tidak matang, emosi labil, haus akan hal-hal yang serba
menggairahkan (excitement), senang mendramatisasi diri untuk mencari
perhatian, penyesuaian seksual dan hubungan pribadinya kacau: tergantung, tak
berdaya dan mudah ditipu, egois, congkak, sangat haus akan pengukuhan orang
lain, dan picik
5. Kepribadian nakisistik
Ciri: haus akan perhatian orang lain, selalu menuntut perlakuan istimewa dari
orang lain, sangat peka dengan pandangan orang lain terhadap orang lain,
eksploitatif,
6. Kepribadian antisosial (psikopatik)
Ciri: perkembangan moral terhambat, tidak mampu mengikuti perbuatanperbuatan yang diterima masyarakat, tidak mampu mengembangkan
kesetiaannya pada orang, kelompok, maupun nilai social. Disebut juga sosiopatik

Pengukuran Kepribadian
Irwanto dkk (1991) menyatakan ada berbagai cara dalam pengukuran
kepribadian:
1. Metode Observasi
Informasi yang diperoleh dicatat pada bagan yang telah dibakukan seperti
pada rating scale sehingga pengamatan dapat dicatat secara sistematis
2. Metode inventori
Metode ini mengandalkan pada hasil observasi subjek terhadap dirinya
sendiri. Suatu inventori adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan yan
harus diisi dan dipilih oleh subjek berdasarkan ciri-ciri yang ia anggap ada
pada dirinya sendiri. Contohnya MMPI (Minessota Multiphasic Personality
Inventory), CPI (California Psychological Inventory), dan EPPS (Edward
Personal Preference Schedule)
3. Teknik proyektif
Asumsi dasar: agar memperoleh gambaran yang utuh dari seseorang,
diperlukan adanya kebebasan untuk mengekspresikan dirinya