Anda di halaman 1dari 25

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

JASA KONSULTANSI PENGAWASAN


PEMBANGUNAN GEDUNG KONI
PROVINSI DKI JAKARTA

NAMA PA

: IKA LESTARI AJI, SE., MM

SATKER/SKPD

: BIDANG PEMBANGUNAN GEDUNG PEMDA / DINAS


PERUMAHAN DAN GEDUNG PEMDA PROV. DKI JAKARTA

NAMA KPA/PPK

Tahun
Anggaran

2015

: Ir. CHAIRUL LANTIP, MSE

DINAS PERUMAHAN DAN GEDUNG PEMDA PROVINSI DKI JAKARTA


PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Kompleks Dinas Teknis Jatibaru Jl. Taman Jatibaru No.1
Jakarta Pusat

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


PEKERJAAN JASA KONSULTANSI PENGAWASAN
PEMBANGUNAN GEDUNG KONI
PROVINSI DKI JAKARTA

I.

LATAR BELAKANG
Keberhasilan pencapaian kegiatan pembangunan gedung tidak terlepas dari peran
Konsultan Pengawas dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan
Kontraktor Pelaksana.
Dalam konteks Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta yang tertuang dalam
DPA-SKPD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015, fungsi Dinas Perumahan
dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku Pengguna Anggaran Kegiatan
memiliki keterbatasan waktu untuk memonitor dan mengendalikan kegiatan setiap hari di
lapangan secara optimal. Menyadari hal tersebut maka peran Konsultan Pengawas
sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah
Provinsi DKI Jakarta menjadi sangat penting untuk memastikan agar pelaksanaan
pembangunan dapat terlaksana dengan baik sesuai rencana.
Berkaitan dengan kondisi tersebut maka Konsultan Pengawas dalam hal
pengendalian pelaksanaan pembangunan harus dapat melaporkan berbagai masalah dan
kendala serta perubahan-perubahan yang perlu dilakukan, selanjutnya mengusulkan
alternatif pemecahannya untuk penyempurnaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen
Kegiatan cq Kepala Bidang Pembinaan Teknis Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Di sisi lain dalam pelaksanaan jasa konsultansi, Dinas Perumahan dan Gedung
Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku Pengguna Anggaran dari kegiatan tersebut
diatas, berkeinginan untuk dapat melibatkan pihak ketiga secara maksimal dalam
pelaksanaan kegiatan dimaksud, sehingga hal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan
dalam Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang perubahan keempat atas
Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa
Pemerintah beserta perubahannya.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

II.

MAKSUD DAN TUJUAN


Tujuan kegiatan konsultansi pengawasan adalah untuk melakukan pengawasan
teknis terhadap pekerjaan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta, agar kegiatan
tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Penyedia jasa konsultansi pengawasan yang akan menangani kegiatan ini wajib
menyediakan jasanya semaksimal mungkin untuk penyelesaian pekerjaan konsultansi
pengawasan, sehingga hasil pelaksanaan pekerjaan fisik dapat dipertanggung jawabkan
secara teknis dan administratif. Apabila terjadi perubahan-perubahan dilapangan yang
tidak sesuai dengan perencanaan semula agar dituangkan dalam Berita Acara dan gambar
perubahan sampai dengan berakhirnya kegiatan.

III. TARGET/SASARAN
Target/sasaran yang ingin dicapai dalam pengadaan pekerjaan konsultansi ini adalah
diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik
untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini, sasaran dari penyedia jasa
konsultansi pengawasan ini meliputi kegiatan pengendalian dan pengawasan Kegiatan
Pelaksanaan Fisik Kegiatan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta.

IV. NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA

4.1 Data kegiatan


Kegiatan

1.04.09.018
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

Kode Rekening

5.2.2.21.04
Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan (Supervision)

Uraian Kode Rekening

Pelaksanaan Pengawasan

Tahun Anggaran

2015

Unit Kerja

Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah


Provinsi DKI Jakarta.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

4.2 Pengguna Jasa


1. Pengguna Anggaran
Nama

Ika Lestari Aji, SE., MM

Nip

19651215 198503 2 003

Jabatan

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan

Daerah

Provinsi DKI Jakarta

Alamat

Jl. Taman Jatibaru No. 1 Jakarta Pusat. 10150

2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)


Nama

Ir. Chairul Lantip, MSE

Nip

19701016 199603 1 001

Jabatan

Kepala Bidang Pembinaan Teknis Pembangunan


Gedung Pemda, Dinas Perumahan dan Gedung
Pemda Provinsi DKI Jakarta

Alamat

Jl. Taman Jatibaru No. 1 Jakarta Pusat. 10150

3. Unit Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa


Nama

Alamat

Unit Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Balaikota


Jl. Kebon Sirih No.18 A, Kebon Blok H. Lantai 20,
Jakarta Pusat. 10150

4. Panitia Penerima Hasil Pekerjaan


Alamat

Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Provinsi DKI


Jakarta. Jl. Taman Jatibaru No. 1 Jakarta Pusat.
10150

4.2 Pemberi Tugas


Pemberi Tugas pekerjaan ini adalah Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta cq. Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta
yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan
Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku Pengguna Anggaran dan berdasarkan Keputusan
Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor
215 Tahun 2015, tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Dinas Perumahan dan

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

Gedung Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 81 Tahun
2015 tentang Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) pada Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah
Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah I, II dan III serta Suku Dinas
Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah Lima Wilayah Kota dan Kabupaten
Administrasi Kepulauan Seribu Tahun Anggaran 2015, dalam hal ini Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) adalah Kepala Bidang Pembangunan Gedung Pemda yang beralamat di
Komplek Dinas Teknis Jatibaru No. 1 Tanah Abang, Jakarta Pusat.

V. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA


1. Anggaran keseluruhan pekerjaan dibebankan pada dana APBD Provinsi DKI Jakarta
Tahun Anggaran 2015, DPA Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah
Provinsi DKI Jakarta No.015/DPA/2015, Tanggal 27 April 2015 sebesar Rp.
530.807.200,- (Lima Ratus Tiga Puluh Juta Delapan Ratus Tujuh Ribu Dua Ratus
Rupiah).
2. Jumlah anggaran yang tersedia untuk kegiatan konsultansi pengawasan ini tidak
boleh melampaui target yang telah ditetapkan dan harus sesuai dengan ketentuanketentuan yang ditetapkan dalam pengadaan jasa konsultansi.
3. Biaya keterlibatan konsultan pengawas selama masa pemeliharaan telah termasuk
dalam penawaran harga.
4. Besarnya biaya Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan Gedung KONI Provinsi
DKI Jakarta, mengacu kepada ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Gubenur
Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2013 tanggal 12 Desember 2013 tentang
Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pedoman Standar Minimal
Tahun 2013, Biaya Langsung Personil (Remuneration/Billing Rate) dan Biaya
Langsung Non Personil (Direct Cost) kegiatan jasa konsultansi yang dikeluarkan oleh
Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO).
5. Perkiraan biaya untuk Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan Gedung KONI
Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas
Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran
2015 adalah sebesar Rp. 411.625.500,- (Empat Ratus Sebelas Juta Enam Ratus Dua
Puluh Lima Ribu Lima Ratus Rupiah).

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

6. Tata cara pembayaran termin kegiatan pengawasan ini mengikuti termin kegiatan
fisik.

VI. RUANG LINGKUP PENGADAAN/LOKASI DAN DATA FASILITAS PENUNJANG


6.1 Uraian Umum
Lingkup kegiatan yang harus dilakukan penyedia jasa konsultansi pengawasan ini
meliputi kegiatan pengendalian dan pengawasan Kegiatan Pelaksanaan Fisik Kegiatan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta.
Lingkup pekerjaan fisik yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi untuk Kegiatan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta Tahun
Anggaran 2015, antara lain meliputi :

1. Pekerjaan Persiapan meliputi pembuatan bedeng kerja, persiapan administrasi


proyek seperti time schedulle, kurva S, pembuatan papan nama proyek,
penyambungan listrik dan air kerja selama proyek, foto/ dokumentasi proyek, sewa
peralatan kerja, peralatan keselamatan kerja dan P3K (sesuai HPS).
2. Pekerjaan Struktur meliputi pengawasan pekerjaan struktur bawah (pekerjaan
pondasi), pekerjaan struktur atas yang terdiri dari pekerjaan pile cap dan tie beam,
pekerjaan kolom, balok, pelat lantai dan tangga (sesuai HPS).

6.2 Uraian Pekerjaan


Konsultan Pengawas secara umum bersama-sama anggota timnya bertugas
membantu Pejabat Pembuat Komitmen dalam mengawasi pelaksanaan fisik Kegiatan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta dengan uraian tugas sebagai berikut :
1) Memeriksa Time Schedule yang dibuat Kontraktor Pelaksana lengkap dengan
Curva S sebagai pedoman dalam menilai kemajuan proyek.
2) Mengawasi pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI
Jakarta yang dilaksanakan oleh Kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan laju
pencapaian prestasi pekerjaan.
3) Mengawasi pekerjaan serta produknya dan mengendalikan waktu pelaksanaan
agar pekerjaan Kegiatan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta
selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan lingkup utama
pekerjaannya yakni pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan
arsitektur, pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

4) Mengisi Buku Harian Lapangan (BHL) tentang kemajuan pekerjaan setiap


harinya beserta hambatan-hambatan yang timbul dan upaya penyelesaiannya.
5) Membuat dan menyampaikan laporan harian dan laporan mingguan kepada
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tentang kemajuan pelaksanaan Kegiatan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta, masukan hasil rapat di lokasi
proyek, penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pemborong/
rekanan, baik yang sudah diperbaiki maupun yang belum diperbaiki dan hal-hal
lain yang terjadi di lokasi proyek, yang antara lain mencakup :
a.

Bobot Minggu lalu

Bobot Minggu ini

Bobot Prestasi Rencana

Bobot Prsetasi Aktual

Deviasi

Bobot s/d Minggu ini

b. Pekerjaan yang dilaksanakan pada Periode ini.


c. Permasalahan yang timbul dan upaya penyelesaiannya.
d. Kesimpulan.
e. Lampiran :

Foto proyek s.d minggu ini.

Notulen rapat koordinasi teknis.

Bobot kemajuan pekerjaan.

Time schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana


dengan pelaksanaan.

Laporan harian pengawas.

6) Membuat dan menyampaikan Laporan Bulanan Kepada Pejabat Pembuat


Komitmen (PPK) tentang kemajuan Kegiatan Pembangunan Gedung KONI
Provinsi DKI Jakarta, masukan hasil rapat di lokasi proyek, penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh pemborong/ rekanan, baik yang sudah
diperbaiki maupun yang belum diperbaiki dan hal-hal lain yang terjadi di lokasi
proyek, yang antara lain mencakup :
1) Prestasi bulan ini.
2) Material dan peralatan yang didatangkan.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

3) Tenaga kerja.
4) Jam kerja.
5) Cuaca.
6) Permasalahan yang timbul dan upaya penyelesaiannya.
7) Kesimpulan.
8) Lampiran :
Foto proyek s.d bulan ini.
Notulen rapat koordinasi teknis.
Bobot kemajuan pekerjaan.
Time schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana
dengan pelaksanaan.
Laporan harian pengawas.

7) Mengusulkan rencana perubahan-perubahan serta penyesuaian-penyesuaian


pekerjaan di lapangan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk
memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pelaksanaan Kegiatan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta. Terhadap perubahan
pekerjaan tersebut dibuat gambar perubahan (as built drawings) sebanyak 5
(lima) set.
8) Memeriksa dan menandatangani Berita Acara Bobot Pekerjaan yang diajukan
oleh pemborong/rekanan.
9) Menyelenggarakan rapat-rapat koordinasi teknis di lokasi proyek secara
berkala (mingguan) dan atau insidentil sesuai kebutuhan.
10) Usulan rencana perubahan serta penyesuaian pekerjaan di lapangan tersebut
pada angka 7 (tujuh) di atas harus dicatat oleh Konsultan Pengawas dalam
Buku Harian Lapangan (BHL) yang disediakan oleh pemborong/Rekanan dan
BHL ini harus selalu berada di lapangan.
11) Menyusun daftar kekurangan dan cacat-cacat pekerjaan selama masa
pemeliharaan.
12) Membantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam menyusun dokumendokumen penyerahan asset kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta, cq. Badan
Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari :
a. Foto copy DPA.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

b. SPK atau Surat Perjanjian Pemborongan/Kontrak.


c. Berita Acara Serah Terima.
d. Gambar situasi, gambar perencanaan dan gambar-gambar perubahan
yang terjadi selama masa pelaksanaan (as built drawing).

6.3 Lokasi Pekerjaan


Lokasi

Rawamangun

Kota Administrasi :

Jakarta Timur

6.4 Data dan Fasilitas Pendukung


6.4.1 Data
1. Untuk melaksanakan tugasnya, konsultan pengawas harus mencari sendiri
informasi yang dibutuhkan selain informasi yang diberikan pada pedoman
pelaksanaan yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
2. Konsultan pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan
dalam pelaksanaan tugas, baik yang berasal dari pemberi tugas maupun yang
dicari sendiri.
3. Data atau informasi yang akan diberikan kepada konsultan, pada umumnya
terdiri atas dokumen pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh
kontraktor antara lain, berupa :

Gambar-gambar pelaksanaan

Kerangka Acuan Kerja-syarat pelaksanaan pekerjaan

Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI


Jakarta.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai persyaratan penugasan pengawasan

Informasi-informasi lain yang diperlukan

6.4.2 Fasilitas pendukung


Dalam Pelaksanaan kegiatan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta, Jl.
Rawamangun, Jakarta Timur, Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah
Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pembangunan
Gedung Pemerintah Daerah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak
menyediakan fasilitas penunjang apapun selama pekerjaan tersebut berlangsung.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

VII. PRODUK YANG DIHASILKAN


Hasil/Produk yang akan dihasilkan dari pengadaan jasa konsultansi pengawasan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta berupa laporan pengawasan konstruksi
yang dirangkum dalam Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan Bulanan, Laporan
Technical Report, dan Laporan Akhir adapun laporan harus melingkupi hal hal sebagai
berikut:
1. Menyelenggarakan, dan membuat notulen rapat koordinasi antara Pejabat Pembuat
Komitmen, Kontraktor Pelaksana, Konsultan Perencana, dan pihak-pihak terkait
lainnya .
2. Memeriksa output, tuntutan dan sertifikat penyedia jasa pemborongan/ kontraktor.
3. Memberi saran kepada Pengguna Pejabat Pembuat Komitmen tentang interpretasi
dari dokumen kontrak termasuk apabila ada claim dari Kontraktor Pelaksana berupa
permintaan perpanjangan waktu dan tambahan-tambahan biaya.
4. Memeriksa dan mengkaji kembali (Review) perencanaan konsultan terutama di awal
pelaksanaan pekerjaan fisik dan menyampaikan usulan penyempurnaan bila didapati
kekurangan/ketidaksesuaian dalam perencanaan konsultan, sehingga pekerjaan
dapat dilaksanakan secara efektif, efisien dan bangunan nantinya dapat berfungsi
secara optimal.
5. Memeriksa dan mengkaji kembali (Review) kesesuaian volume pekerjaan antara
Gambar Kerja dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) terutama di awal pelaksanaan
pekerjaan

fisik

dan

menyampaikan

usulan

penyempurnaan

bila

didapati

ketidaksesuaian.
6. Memeriksa program kerja Kontraktor Pelaksana dan membuat rekomendasi kepada
Pejabat Pembuat Komitmen untuk disetujui.
7. Membantu tugas-tugas Pejabat Pembuat Komitmen dalam menjamin pekerjaan
konstruksi/fisik gedung sesuai dengan dokumen kontrak, kecuali jika disepakati, dan
mendapat persetujuan untuk dilakukannya perubahan.
8. Bertanggung jawab mengendalikan, mengawasi, mengevaluasi rencana dan
pelaksanaan pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana dari segi kualitas, kuantitas dan
biaya serta laju pencapaian volume, sesuai dengan waktu yang ditentukan.
9. Menelaah, mengevaluasi dan merekomendasikan persetujuan terhadap usulan
penggunaan bahan, peralatan dan pekerjaan yang disubkontrakkan oleh penyedia
jasa pemborongan/ kontraktor.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

10. Memeriksa dan menyetujui pekerjaan-pekerjaan pendukung.


11. Mengkaji, memberikan saran dan membuat justifikasi teknis untuk usulan
perpanjangan waktu, pekerjaan tambah/kurang dan perubahan pekerjaan jika
diperlukan.
12. Melakukan pemeriksaan dan melakukan tes bahan dan cara kerja pada pekerjaan
pendahuluan, pekerjaan sementara, serta pada akhir pekerjaan, apakah sesuai
dengan gambar dalam dokumen kontrak dan spesifikasinya.
13. Mencatat dalam Buku Harian Lapangan, memperingatkan, dan memberikan instruksi
tertulis kepada Kontraktor Pelaksana apabila pekerjaan yang dilaksanakan tidak
sesuai dengan yang dipersyaratkan
14. Melaporkan dan memberikan saran atas hasil pekerjaan yang tidak memenuhi
persyaratan.
15. Membantu Kontraktor Pelaksana dalam membuat perhitungan dan gambar kerja
apabila terjadi perubahan pekerjaan di lapangan.
16. Memeriksa dan menyetujui Shop Drawing dan As Built Drawing .
17. Mengendalikan, mengawasi, mencatat dan melaporkan perubahan-perubahan yang
terjadi di lapangan.
18. Memeriksa dan melakukan opname/pengukuran volume setiap item pekerjaan yang
terpasang sebagai dasar persetujuan bobot dan pembayaran kepada Kontraktor
Pelaksana.
19. Memeriksa, meneliti, dan menandatangani Berita Acara Bobot Kemajuan Pekerjaan
yang diajukan oleh penyedia jasa pemborongan fisik/kontraktor untuk pembayaran
termin apabila kuantitas dan kualitas pekerjaan sudah memenuhi.
20. Mengisi Buku Harian Lapangan (BHL) yang harus selalu berada di lapangan, secara
lengkap tentang kemajuan pekerjaan konstruksi setiap hari.
21. Menyiapkan laporan mingguan dan bulanan baik kemajuan fisik maupun keuangan,
termasuk hasil tes quality control/commissioning test, dan kendala yang timbul di
lapangan.
22. Melaporkan progress dan kendala pelaksanaan melalui telepon, fax, pesan singkat
elektronik atau e-mail kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan/atau petugas yang
ditunjuk.
23. Mengawasi dan melaporkan hasil pengujian mutu.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

10

24. Memantau masalah-masalah yang dialami oleh Penyedia Jasa Pemborongan/


kontraktor.
25. Melaporkan

kepada

Pejabat

Pembuat

Komitmen

terhadap

critical

path,

mengevaluasi penyebab-penyebabnya dan memberikan saran tindakan yang harus


diambil agar kemajuan kegiatan berjalan sesuai rencana dan jadwal.
26. Memeriksa kelengkapan kerja dan memberikan rekomendasi terhadap usulan PHO
(Project Hand Over) dan FHO (Final Hand Over) kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
27. Membantu Pejabat Pembuat Komitmen dalam proses serah terima pekerjaan PHO
dan FHO, serta mempersiapkan daftar kekurangan dan kerusakan pekerjaan (check
list) yang harus diperbaiki.
28. Bertanggung jawab terhadap segala bentuk jenis pelaporan, notulen rapat
koordinasi, dan kegiatan pengawasan secara keseluruhan.
29. Bersedia sepenuhnya untuk menjelaskan segala sesuatu mengenai pelaksanaan
pekerjaan dari awal sampai akhir, bilamana diperlukan oleh pihak-pihak yang
berwenang, berkaitan dengan pemeriksaan.
30. Menetapkan prosedur standard dan format laporan, quality control dan pemeriksaan
lapangan.
31. Membuat sistem pengarsipan yang baik, antara lain menyimpan laporan, catatan
lapangan, tanda terima dan memeliharanya sebagai catatan tetap, jaminan yang
dibutuhkan menurut syarat kontrak yang ada dalam kegiatan.
32. Dan pekerjaan lainnya terkait kegiatan pengawasan Pekerjaan Pembangunan Gedung
KONI Provinsi DKI Jakarta.

VIII.

WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN


1. Waktu pelaksanaan kegiatan pengawasan harus disesuaikan dengan jadwal
pelaksanaan pembangunan fisik, yaitu selama 3,5 bulan atau 105 (seratus lima) hari
kalender, dan jika terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan fisik, maka konsultan
pengawas tetap wajib melaksanakan pengawasan tanpa tambahan biaya
pengawasan.
2. Pelaksanaan kegiatan pengawasan oleh penyedia jasa dimulai sejak dikeluarkan SPK
yang bersamaan dengan SPK untuk kegiatan pembangunan fisik oleh Kontraktor
Pelaksana.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

11

Adapun tahapan pelaksanaan pekerjaan pengawasan Pembangunan Gedung KONI Provinsi


DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2015 adalah sebagai berikut :
Tahun Anggaran 2015

TAHAPAN
I

II

III

IV

VI

VII

VIII

Tahun Anggaran 2016


IX

XI

XII

II

III

IV

Persiapan
Pelaksanaan
Pelelangan
Pelaksanaan
Pekerjaan
Masa Pemeliharaan

IX.

TENAGA AHLI YANG DIBUTUHKAN


Penyedia jasa konsultansi pengawasan diharuskan menunjuk tenaga/personil yang
Professional sesuai dengan bidang keahlian dan kualifikasi minimal sebagai berikut:
Kualifikasi Minimal

No

Jabatan

A
1

Personil
Team Leader

Tenaga Ahli
Quantity Surveyor/
Manajemen
Konstruksi
Tenaga Ahli
Struktur

Penga
laman
(Tahun)

Jumlah
Personil

Bulan
Kerja

SKA Arsitek (101) Ahli


Madya
SKA Ahli Teknik Bangunan
Gedung (201)

3.5

3.5

SKA Ahli Teknik Bangunan


Gedung (201)

3.5

Pendidikan

Sertifikasi Keahlian

S1 Teknik
Arsitektur
S1 Teknik Sipil

S1 Teknik Sipil

B
1

Asisten Tenaga Ahli


Inspector Struktur

S1 Teknik Sipil

3.5

C
1

Tenaga Pendukung
CAD Operator

D3 Tenik Sipil

3.5

Administrasi

3.5

Operator Komputer

3.5

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

12

VI

Keterangan :
1. Tenaga/ Personil harus merupakan Lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan
Tinggi Swasta yang terakreditasi atau lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah
disetarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan RI.
2. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang telah diregistrasi oleh Lembaga Pengembangan
Jasa Konstruksi (LPJK) untuk tenaga ahli yang dipersyaratkan.
3. Membuat Riwayat Hidup (Curriculum Vitae) yang harus ditulis dengan teliti dan benar,
ditanda tangani oleh yang bersangkutan, diketahui oleh pimpinan perusahaan dan
dilampiri photo copy ijazah yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan pengalaman
kerja.
4. Membuat surat pernyataan kesediaan untuk ditugaskan, disertai kertas bermaterai dan
dilampirkan dalam usulan teknis.
5. Memiliki KTP, NPWP dan Bukti Pembayaran Pajak.
6. Tidak boleh meninggalkan tempat dan tugas pekerjaan selama masa penugasan sesuai
yang tercantum dalam kontrak, kecuali atas persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen.
7. Tidak boleh melaksanakan jasa konsultansi lain pada waktu yang bersamaan yang
mengakibatkan berkurangnya waktu keterlibatan dalam tugas yang disebutkan dalam
kontrak.
8. Penyedia jasa konsultansi pengawasan diharuskan merinci penggunaan tenaga untuk
seluruh bidang keahlian yang diperlukan dan dituangkan dalam struktur organisasi
penyedia jasa konsultansi pengawasan.

X. ANALISA TENAGA AHLI


Pelaksanaan kegiatan pengawasan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta
dengan jangka waktu pelaksanaan selama 105 hari kalender dan lingkup kegiatan berupa
pengawasan pekerjaan persiapan, struktur, arsitektur dan mekanikal/elektrikal, maka
dibutuhkan tenaga ahli, pengawas lapangan dan tenaga pendukung dengan jumlah,
klasifikasi dan kualifikasi sebagai berikut :
1. Tenaga ahli, yang terdiri dari :
a. Team Leader :
- Tenaga ahli dengan kualifikasi pendidikan S1 Teknik Arsitektur dan berpengalaman
pada bidang arsitek 9 tahun serta memiliki SKA sesuai bidangnya.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

13

- Untuk dapat mengawasi pekerjaan pengawasan pembangunan, maka dibutuhkan 1


orang Team Leader yang bertanggung jawab secara penuh terhadap seluruh
kegiatan di lapangan.
- Analisa kebutuhan tenaga ahli untuk pengawasan Pembangunan Gedung KONI
Provinsi DKI Jakarta ini dibutuhkan sebanyak 1 orang tenaga ahli

yang

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta dengan jangka waktu dari awal
pembangunan sampai dengan selesainya pembangunan yaitu selama 3,5 bulan (105
hari kalender).

b. Tenaga Ahli Quantity Surveyor/ Manajemen Konstruksi :


- Tenaga ahli quantity surveyor/ manajemen konstruksi dengan kualifikasi pendidikan
S1 Teknik Sipil/ Arsitektur dan berpengalaman pada bidang quantity surveyor/
manajemen konstruksi 4 tahun serta memiliki SKA sesuai bidangnya.
- Kebutuhan akan tenaga ahli quantity surveyor/ manajemen konstruksi untuk dapat
mengawasi Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta secara akurat pada
lokasi kegiatan diasumsikan bahwa 1 orang Tenaga ahli quantity surveyor/
manajemen konstruksi akan mengawasi Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI
Jakarta.
- Analisa kebutuhan tenaga ahli untuk Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI
Jakarta ini dibutuhkan sebanyak 1 orang tenaga ahli quantity surveyor/ manajemen
konstruksi yang mengawasi Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta dengan
jangka waktu pengawasan pekerjaan arsitektur selama 3,5 bulan (105 hari kalender).

c. Tenaga Ahli Struktur :


- Tenaga ahli struktur dengan kualifikasi pendidikan S1 Teknik Sipil dan berpengalaman
pada bidang struktur 4 tahun serta memiliki SKA sesuai bidangnya.
- Kebutuhan akan tenaga ahli struktur untuk dapat mengawasi Pembangunan Gedung
KONI Provinsi DKI Jakarta secara akurat pada lokasi kegiatan diasumsikan bahwa 2
orang tenaga ahli struktur akan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta.
- Analisa kebutuhan tenaga ahli untuk Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI
Jakarta Provinsi DKI Jakarta ini dibutuhkan sebanyak 2 orang tenaga ahli struktur
yang mengawasi Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta dengan jangka
waktu pengawasan pekerjaan arsitektur selama 3,5 bulan (105 hari kalender).

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

14

2. Tenaga Pengawas, yang terdiri dari :


a. Tenaga pengawas struktur :
- Tenaga pengawas struktur dengan kualifikasi pendidikan S1 Teknik Sipil dan
berpengalaman pada bidang struktur 3 tahun serta memiliki SKA sesuai bidangnya.
- Kebutuhan akan tenaga pengawas struktur untuk dapat mengawasi Pembangunan
Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta secara akurat pada lokasi kegiatan diasumsikan
bahwa 2 orang tenaga pengawas struktur akan Pembangunan Gedung KONI Provinsi
DKI Jakarta.
- Analisa kebutuhan tenaga pengawas untuk pengawasan Pembangunan Gedung KONI
Provinsi DKI Jakarta ini dibutuhkan sebanyak 2 orang tenaga pengawas struktur yang
mengawasi Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta dengan jangka waktu
pengawasan pekerjaan struktur selama 3,5 bulan (105 hari kalender).

b. Tenaga pendukung, yang terdiri dari :


a. CAD Operator sebanyak 1 orang dengan jangka waktu pengawasan selama 3,5 bulan
(105 hari kalender).
b. Operator komputer sebanyak 1 orang dengan jangka waktu pengawasan selama 3,5
bulan (105 hari kalender).
c. Administrasi/keuangan sebanyak 1 orang dengan jangka waktu pengawasan selama
3,5 bulan (105 hari kalender).
BULAN 1
No.

Kebutuhan Personil

A.

TENAGA AHLI
Tenaga Ahli Arsitek/ Team
Leader SKA Tenaga Ahli
Madya

Asisten Tenaga Ahli


Quantity Surveyor/
Manajemen Konstruksi
SKA Tenaga Ahli Pratama

Asisten Tenaga Ahli


Struktur SKA Tenaga
Ahli Pratama

BULAN 2

BULAN 3

II III IV I II III IV I II III IV

BULAN 4
I

II III IV

BULAN 5
I

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

15

II

B.
1
C.
1
2
3

ASISTEN TENAGA AHLI


Asisten Tenaga Ahli
Struktur
TENAGA PENDUKUNG
CAD Operator
Administrasi / Keuangan
Operator Komputer

XI. DESKRIPSI KERJA


A. Tenaga Ahli
1. Team Leader (Tenaga Arsitektur)
Bertanggung jawab untuk keseluruhan pekerjaan, hubungan dengan pemberi tugas
(klien), pengaturan jadual dan berwenang mengkoordinasikan komunikasi dengan
pihak-pihak lain yang terkait, serta melaporkan kemajuan pekerjaan yang
dilaksanakan;
Bertanggung jawab atas pengendalian organisasi tim, proses pelaksanaan serta
memimpin acara pembahasan substansi teknis maupun semua laporan pekerjaan;
Memimpin tenaga ahli dalam melaksanakan pekerjaan;
Memberi pengarahan, pengelolaan dan pengendalian kegiatan pengawasan secara
keseluruhan;
Bertanggung jawab dalam hubungan kontraktual dengan Pemberi Pekerjaan baik
secara lisan maupun tertulis;
Bertanggung jawab terhadap proses dan hasil keluaran pekerjaan konsultansi;
Bertanggung jawab terhadap pengendalian mutu, volume dan waktu pekerjaan;
Mengajukan schedule dan program kerja yang digunakan sebagai dasar pengawasan;
Mengumpulkan dan mengolah data informasi lapangan serta informasi lain yang
diperlukan untuk kemudian diperiksa, diteliti, dianalisa dan dikembangkan didalam
metode pengawasan;
Melakukan koordinasi dengan instansi/stakeholder lain yang dinilai perlu, serta
melakukan perbaikan-perbaikan hasil pekerjaan sesuai dengan masukan-masukan
yang diterima pada saat rapat dan konsultasi;

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

16

Melaporkan kepada pemberi tugas (klien) terhadap critical path, mengevaluasi


penyebab-penyebabnya dan memberikan saran tindakan yang harus diambil agar
kemajuan kegiatan berjalan sesuai rencana dan jadwal;
Mengatur/melaksanakan /mengikuti rapat koordinasi terkait kegiatan pengawasan
serta membuat risalah rapat;
Menjembatani Pelaksana, Perencana dan Pemilik serta mengajukan persetujuan teknis
dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta atau dari Instansi lain
yang berwenang.

2. Tenaga Ahli Quantity Surveyor/Struktur


Membantu Team Leader dalam mengkoordinasikan kegiatan pengawasan sesuai
dengan masing-masing bidang keahlian;
Mengendalikan kegiatan pengawasan sesuai dengan masing-masing bidang keahlian
agar tepat mutu, volume dan waktu sesuai ketentuan yang telah ditentukan dalam KAK
dan dokumen kontrak kerja;
Melaporkan kepada Team Leader terhadap critical path, mengevaluasi penyebabpenyebabnya dan memberikan saran tindakan yang harus diambil agar kemajuan
kegiatan berjalan sesuai waktu dan rencana;
Melakukan Pengawasan sesuai dengan masing-masing bidang keahlian;
Memeriksa, meneliti, mengevaluasi, dan bertanggung jawab terhadap seluruh produk
pengawasan sesuai dengan masing-masing bidang keahlian;
Memeriksa dan meneliti keselarasan antara seluruh pekerjaan yang dilaksanakan
pelaksana dengan dokumen perencanaan, sehingga didapat hasil yang selaras dan
akurat;
Mengumpulkan dan mengolah data informasi lapangan serta informasi lain yang
diperlukan untuk kemudian diperiksa, diteliti, dianalisa dan dikembangkan dalam
konstruksi;
Mengatur/melaksanakan/mengikuti rapat koordinasi terkait kegiatan pengawasan;
Membantu Ketua Tim dalam menyusun pelaporan sesuai dengan tahapannya.

3. Asisten Tenaga Ahli Struktur


Membantu Tenaga Ahli dalam mengkoordinasikan kegiatan pengawasan sesuai
dengan masing-masing bidang keahlian;

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

17

Mengendalikan kegiatan pengawasan sesuai dengan masing-masing bidang keahlian


agar tepat mutu, volume dan waktu sesuai ketentuan yang telah ditentukan dalam KAK
dan dokumen kontrak kerja;
Melaporkan kepada tenaga ahli terhadap critical path, mengevaluasi penyebabpenyebabnya dan memberikan saran tindakan yang harus diambil agar kemajuan
kegiatan berjalan sesuai waktu dan rencana;
Melakukan Pengawasan sesuai dengan masing-masing bidang keahlian;
Memeriksa, meneliti, mengevaluasi, dan bertanggung jawab terhadap seluruh produk
pengawasan sesuai dengan masing-masing bidang keahlian;
Memeriksa dan meneliti keselarasan antara seluruh pekerjaan yang dilaksanakan
pelaksana dengan dokumen perencanaan, sehingga didapat hasil yang selaras dan
akurat;

B. Tenaga Pendukung
1. Administrasi / Keuangan
Membantu Team Leader dalam mengatur pelaksanaan kegiatan Tim Konsultan Pengawas
dalam urusan administrasi dan keuangan.
2. Operator Komputer
Membantu Team Leader dalam mengatur pelaksanaan kegiatan Tim Konsultan
Pengawas
Memasukkan data kedalam komputer dan menganalisa sesuai petunjuk.

XII. PENDEKATAN DAN METODOLOGI


Pendekatan dan metodologi penyelesaian masalah yang terkait dengan pekerjaan jasa
konsultansi kegiatan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta antara lain :
1. Menjamin pekerjaan konstruksi/fisik gedung sesuai dengan dokumen kontrak,
kecuali jika disepakati, dan mendapat persetujuan untuk dilakukannya perubahan.
2. Bertanggung jawab mengendalikan, mengawasi, mengevaluasi rencana dan
pelaksanaan pekerjaan dari Kontraktor Pelaksana dari segi kualitas, kuantitas dan
biaya serta laju pencapaian volume, sesuai dengan waktu yang ditentukan.
3. Menelaah, mengevaluasi dan merekomendasikan persetujuan terhadap usulan
penggunaan bahan, peralatan dan pekerjaan yang disubkontrakkan oleh penyedia
jasa pemborongan/ kontraktor.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

18

XIII.

SPESIFIKASI TEKNIS/ KUALIFIKASI PERUSAHAAN JASA PENGAWASAN


Perusahaan Penyedia Barang/ Jasa Konsultansi dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/
Jasa wajib memenuhi persyaratan sesuai yang tercantum dalam Peraturan Presiden No.
54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya,
yakni sebagai berikut :
a. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan
kegiatan/usaha;
b. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk
menyediakan barang/jasa;
c. Pernah memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia jasa
konsultansi pengawasan/manajemen proyek dalam kurun waktu 4 (empat) tahun
terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman sub
kontrak (dibuktikan dengan bukti kontrak);
d. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf c, dikecualikan bagi penyedia
barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
e. Memiliki sumber daya manusia, modal, peralatan dan fasilitas lain yang diperlukan
dalam pengadaan barang/ jasa;
f.

Dalam hal penyedia barang/jasa akan melakukan kemitraan, penyedia barang/jasa


harus mempunyai perjanjian kerja sama operasi/kemitraan yang memuat
persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;

g. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang
dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak
sedang dalam menjalani sanksi pidana, yang dibuktikan dengan surat pernyataan
yang ditandatangani penyedia barang/jasa;
h. Sebagai wajib pajak sudah memiliki nomor pokok wajib pajak (npwp) dan telah
memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir (spt tahunan).
i.

Secara hukum mempunyai kapasitas untuk mengikatkan diri pada kontrak;

j.

Tidak masuk dalam daftar hitam;

k. Memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan jasa pengiriman;
l.

Menandatangani Pakta Integritas.

m. Berbadan Hukum

Perseroan

Terbatas

(PT)

Perseroan

Komanditer(CV)

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

19

n. SIUJK (Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi) yang sah, dengan kriteria :
BIDANG

KODE

SUB BIDANG

Pengawasan Rekayasa

RE201

Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi


Bangunan Gedung

o. Metode yang akan digunakan untuk menentukan Konsultan Pengawas adalah


dengan menggunakan Metode Seleksi Umum dengan Prakualifikasi.

XIV.

BATASAN
Dalam melaksanakan pekerjaan, penyedia jasa konsultansi pengawasan harus mematuhi
petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen baik secara lisan
maupun tertulis dan berpedoman kepada peraturan-peraturan yang berlaku.

12.1

Peraturan Perundang-undangan
1. Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa
Pemerintah.
2. Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 142 tahun
2013 tentang sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah.

12.2

Peraturan lainnya
1. Pedoman

Standar

Minimal

Tahun

2013,

Biaya

Langsung

Personil

(Remuneration/Billing Rate) dan Biaya Langsung Non Personil (Direct Cost) untuk
penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) dan harga perkiraan sendiri (HPS)
kegiatan jasa konsultansi yang dikeluarkan oleh Dewan Pengurus Nasional Ikatan
Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO).
2.

Kerangka Acuan Kerja-syarat (KAK) yang mencakup syarat Umum, administrasi


maupun teknis yang akan dicantumkan dalam dokumen kontrak

XV. LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN


Dalam melaksanakan pekerjaan, pihak penyedia jasa konsultansi pengawasan harus
membuat laporan dan menyampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen sesuai yang
dipersyaratkan pada setiap periode yang telah ditetapkan.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

20

13.1 Jenis Laporan


Konsultan Pengawas wajib menyiapkan dan mengirimkan laporan-laporan dalam
bahasa Indonesia sebagai berikut :
A. Laporan Harian
Laporan harian ini merupakan rangkuman kegiatan per hari, yang antara lain
berisi :
1. Laporan Umum
Laporan umum menerangkan tentang evaluasi pelaksanaan pekerjaan pada
minggu yang bersangkutan, laporan mengenai prestasi yang dapat dicapai
pada minggu yang bersangkutan, aktivitas kegiatan dalam periode 1 (satu)
minggu serta masalah dan saran-saran kepada penyedia jasa pemborongan/
kontraktor agar tidak terjadi keterlambatan pekerjaan.
2. Laporan Kemajuan Kegiatan
Berdasarkan laporan prestasi pekerjaan yang diuraikan dalam laporan umum
tersebut, kemudian di uraikan (break down) lebih lanjut untuk setiap bobot
prestasi tiap uraian pekerjaan, sehingga didapat prestasi kumulatif pada
minggu yang bersangkutan, serta prestasi yang dicapai yaitu prestasi
pelaksanaan dikurangi prestasi perencanaan (Time Schedule).
3. Laporan Pemasukan Bahan
Penyedia jasa konsultansi pengawasan membuat laporan mengenai barangbarang/material yang ada di lapangan (on site) baik dari segi mutu maupun
volumenya.
4. Laporan Pemakaian Alat
Penyedia jasa konsultansi pengawasan wajib membuat laporan mengenai
jenis peralatan yang ada dilapangan baik yang digunakan maupun yang rusak,
serta memberikan saran-saran pemakaian alat yang lebih sesuai (efektif dan
efisien) untuk digunakan pada pekerjaan yang bersangkutan.
5. Laporan Jumlah Tenaga Kerja
Laporan ini harus menguraikan jumlah tenaga kerja, dari site manager sampai
dengan tukang, serta mengevaluasi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
sesuai dengan jenis pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Begitu pula untuk
jenis pekerjaan yang dicapai oleh penyedia jasa pemborongan/kontraktor
dalam periode 1 (satu) minggu.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

21

B. Laporan Bulanan
Laporan bulanan ini merupakan rangkuman kegiatan yang tercantum dalam
laporan mingguan, yang antara lain berisi :
a. Laporan umum beserta permasalahannya
b. Laporan kemajuan pekerjaan dalam periode 1 (satu) bulan
c. Time Schedule berupa realisasi pelaksanaan terhadap rencana
d. Laporan pemakaian alat dan bahan
e. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium (jika ada/perlu)
f. Laporan hasil rapat (notulen/risalah rapat).
C. Technical Report, (jika ada) meliputi antara lain :
a. Justifikasi teknis dalam hal terjadi perubahan pekerjaan (tambah kurang).
b. Justifikasi teknis dalam hal terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan.
D. Laporan Akhir
Pada akhir masa penugasan konsultan wajib membuat laporan akhir dari
keseluruhan pelaksanaan pekerjaan yang dilengkapi dengan gambar-gambar
realisasi pelaksanaan di lapangan (as built drawing). Laporan akhir antara lain
berisikan :
a. Pendahuluan
Berisi gambar kegiatan pembangunan yang dilaksanakan.
b. Uraian umum kegiatan :

Lokasi kegiatan

Gambar site plan, denah, tampak, potongan, dan gambar struktur,


arsitektur, ME dan Landscape.

Administrasi kontrak.

Data kegiatan

Bar Chart dan Time Schedule

Hal-hal khusus yang terjadi selama pelaksanaan

c. Laporan laboratorium :

Kualitas/quality control (jika ada/perlu)

Uitzet/Peil pengukuran

d. Keadaan cuaca

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

22

e. Organsiasi kegiatan :

Perincian tugas dan kewajiban, wewenang dan tanggung jawab jabatan


staf pengawasan.

Struktur organisasi

Daftar sub penyedia jasa pemborongan (jika ada)

f. Pernyataan biaya :

Biaya total

Tahapan termin (sesuai yang diatur dalam dokumen kontrak)

g. Kesimpulan

13.2 Manajemen organisasi


1. Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku
Pengguna Anggaran akan melakukan kontrak pelayanan jasa konsultansi
pengawasan yang diperlukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendukung tugas
Tim Pengendali Kegiatan dalam melakukan tugas Pengawasan Kegiatan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta.
2. Penyedia jasa konsultansi pengawasan membuat laporan Kepada Dinas
Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta cq Kepala Bidang
Bintek Pembangunan Gedung Pemerintah Daerah Dinas Perumahan dan Gedung
Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta selaku Pejabat Pembuat Komitmen
kegiatan Pengawasan Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

23

XVI.

PENUTUP
1. Apabila terdapat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan, peraturan dan
pedoman, maka segala yang tertera akan ditinjau kembali.
2. Hal-hal yang belum diatur dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini akan ditetapkan
lebih lanjut.
3. Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) Jasa Konsultansi Pengawasan Pekerjaan
Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta ini dibuat untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Jakarta,

2015

Kepala Bidang Pembangunan Gedung Pemda


Dinas Perumahan dan Gedung Pemda
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Selaku
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Ir. Chairul Lantip, M.S.E.


NIP. 19701016 199603 1 001

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pelaksanaan Pengawasan

Pembangunan Gedung KONI Provinsi DKI Jakarta

24