Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Krisis energi merupakan salah satu masalah besar yang dialami umat
manusia pada masa sekarang ini, dan itu diakibatkan penggunaan secara terusmenerus energi yang berasal dari sumber energi fosil. Padahal masih banyak
sumber energi lain yang masih banyak tersedia di bumi ini. Teknologi
termoelektrik merupakan sumber alternatif utama dalam menjawab kebutuhan
energi tersebut .Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversi energi
panas menjadi listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya,
dari listrik menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk melihat
bagaimana kerja dari termoelektrik itu sendiri maka dilakukanlah percobaan
sederhana ini.

1.2

Identifikasi Masalah
1. Bagaimana sistem transfer energi pada efek Seebeck?
2. Bagaimana sistem transfer energi pada efek Peltier?

1.3

Tujuan Percobaan
1. Mempelajari dan memahami efek Seeback.
2. Mempelajari dan memahami efek Peltier.
3. Mempelajari dan memahami transfer energi.
4. Memahami hukum termodinamika I dan hukum termodinamika II.

1.4

Metode Percobaan
1. Mempelajari konsep transfer energi
2. Mempelajari efek Seebeck dan efek Peltier
3. Mengenal dan memahami thermoelectric converter
4. Mengenal alat-alat percobaan serta fungsinya
5. Mengikuti prosedur percobaan dan mendapatkan data yang dibutuhkan.
6. Mengolah data yang didapatkan.
7. Menganalisa Percobaan.

1.5

Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan awal pada percobaan kali
ini disusun dalam tiga bab sebagai berikut:
1. Bab pertama yaitu pendahuluan, yang mencakupi latar
belakang

percobaan,

identifikasi

masalah,

tujuan

percobaan, metode percobaan, sistematika penulisan,


serta tempat dan waktu percobaan.
2. Bab kedua yaitu tinjauan pustaka, yaitu teori dasar yang
berkesesuaian dengan percobaan yang akan dilakukan.
3. Bab ketiga yaitu metode percobaan, berisi tentang alat

dan bahan percobaan yang dibutuhkan, serta langkahlangkah percobaan.


1.6

Waktu dan Tempat percobaan


Hari, tanggal : Kamis, 12 dan 19 November 2015
Pukul

: 10.30-12.30 WIB

Tempat

: Laboratorium Fisika Energi Jurusan Fisika


Fakultas

Matematika

Universitas Padjadjaran

Dan

Ilmu

Pengetahuan

Alam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Thermoelectric Converter
Teknologi

termoelektrik

adalah

teknologi

yang

bekerja

dengan

mengkonversi energi panas menjadi listrik secara langsung (generator


termoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik menghasilkan dingin (pendingin
termoelektrik). Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup
diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaian yang menghubungkan sumber panas
dan dingin. Dari rangkaian itu akan dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis
bahan yang dipakai.
Prinsip kerja dari termoelektrik adalah dengan berdasarkan Efek Seebeck
yaitu jika 2 buah logam yang berbeda disambungkan salah satu ujungnya,
kemudian diberikan suhu yang berbeda pada sambungan, maka terjadi perbedaan
tegangan pada ujung yang satu dengan ujung yang lain ( Muhaimin, 1993).

Gambar 1. Thermoelectric conversion material[1]


Untuk keperluan pembangkitan lisrik tersebut umumnya bahan yang
digunakan adalah bahan semikonduktor. Semikonduktor adalah bahan yang
mampu menghantarkan arus listrik namun tidak sempurna. Semikonduktor yang
digunakan adalah semikonduktor tipe n dan tipe p. Bahan semikonduktor yang
digunakan adalah bahan semikonduktor ekstrinsik. Terdapat tiga sifat bahan
termoelektrik yang penting, yaitu:
1. Koefisien Seebeck (s)
2. Konduktifitas panas (k)
3. Resistivitas ()

Gambar 2. Skema dasar termoelektrik[2]


2.2 Hukum Termodinamika 1 dan Hukum Termodinamika 2
Termoelektrik converter ini dirancang untuk menggambarkan hubungan
antara hukum ke-1 dan ke-2 termodinamika.

Hukum Pertama Termodinamika


Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan
perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan
total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang
dilakukan terhadap sistem.

Hukum kedua Termodinamika


Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini
menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi
cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai
maksimumnya.
2.3 Efek Seebeck
Fenomena termoelektrik pertama kali ditemukan tahun 1821 oleh ilmuwan
Jerman, Thomas Johann Seebeck.menghubungkan tembaga dan besi dalam
sebuah rangkaian di antara kedua logam tersebut lalu diletakkan jarum kompas.
Ketika sisi logam tersebut dipanaskan, jarum kompas ternyata bergerak.
Belakangan diketahui, hal ini terjadi karena aliran listrik yang terjadi pada logam
menimbulkan medan magnet. Medan magnet inilah yang menggerakkan jarum

kompas. Fenomena tersebut kemudian dikenal dengan efek Seebeck. Efek


konversi dari perbedaan temperature langsung menjadi energi listrik (T E)
P

+P
A
N
-A
S

+
+
+
+
--

++
+
+
-

+
D
I
N
G I
N

+
Motor Kipas

Gambar 3. Skema kerja termoelektrik dengan efek Seebeck[3]


Berdasarkan gambar 3 ketika panas memasuki sel menaikkan level energi,
elektron-elektron tidak lagi terikat dalam struktur kristal semi konduktor dan
bebas bergerak. Ketika elektron-elektron tersebut bergerak bebas, elektronelektron tersebut meninggalkan lubang di dalam kristal. Elektron dengan energi
lebih rendah, walaupun mereka tidak dapat bergerak bebas di dalam material,
tetapi dapat melompat dari lubang ke lubang lain. Dengan demikian, lubanglubang juga dapat bermigrasi melalui material semikonduktor. Elektron-elektron
bermigrasi seperti terlihat melalui material semikonduktor tipe-N dan lubanglubang bermigrasi melalui material semikonduktor tipe-P. Elektron-elektron
mengalir melalui sirkuit eksternal dan menjalankan motor kipas. Pada ujung yang
lain dalam sirkuit, mereka kembali sel-sel dan bertemu lubang-lubang pada
semikonduktor tipe-P. Ini terjadi dekat ujung yang lebih dingin pada sel. Elektronelektron dapat masuk kembali ke dalam lubang, mengubah kelebihan eergi
menjadi panas.
Selama masih ada perbedaan temperatu, elektron-elektron dan lubanglubang dapat terus bermigrasi, dan kipas terus menyala. Jika tidak ada perbedaan
temperatur, elektron-elektron tidak dapat bergabung kembali dengan lubanglubang karena tidak ada tempat untuk memberikan kelebihan energi mereka.
Dalam kasus ini, sel termoelektrik mengikuti hukum kedua termodinamika.
2.4 Efek Peltier
Penemuan Seebeck ini memberikan inspirasi pada Jean Charles Peltier
untuk melihat kebalikan dari fenomena tersebut. Dia mengalirkan listrik pada dua
buah logam yang direkatkan dalam sebuah rangkaian. Ketika arus listrik dialirkan,

terjadi penyerapan panas pada sambungan kedua logam tersebut dan pelepasan
panas pada sambungan yang lainnya. Pelepasan dan penyerapan panas ini saling
berbalik begitu arah arus dibalik. Penemuan yang terjadi pada tahun 1934 ini
kemudian dikenal dengan efek Peltier. Efek Seebeck dan Peltier inilah yang
kemudian menjadi dasar pengembangan teknologi termoelektrik.
Berdasarkan gambar 3 perbedaan potensial elektrik disebabkan oleh
elektronelektron dan lubanglubang untuk bermigrasi dari satu ujung pada
material semikonduktor tipe P dan N ke yang lainnya. Pergerakkan elektron
elektron dalam semikonduktor tipe N dihasilkan dalam suatu perpindahan energi
internal dari ujung semikonduktor tersebut. Hasil yang sama terjadi untuk
semikondukor tipe P selama lubang bermigrasi. Perpindahan panas dari kaki
dingin ke kaki panas sebanding dengan pengangkut arus yang masuk
melewati sirkuit dan banyaknya selsel termoelektrik membuat termoelektrik
memompa.

Gambar 4. Skema kerja termoelektrik dengan efek Peltier[2]


Potensial listrik mengakibatkan perpindahan electron dan hole pada
semikonduktor tipe P dan tipe N, perpindahan electron pada diode tipe N
mengakibatkan transfer energi internal dari ujung semikonduktor dan ujung
tersebut menjadi lebih dingin. Pendinginan berbanding lurus dengan arus listrik
yang diberikan pada rangkaian.
2.5 Aplikasi Thermoelektrik

Pendingin termoelektrik

Pendingin termoelektrik (thermoelectric cooler) adalah alat pompa kalor


solid (solid-state heat pump) yang bekerja menurut prinsip efek peltier. Dalam

kerjanya, arus listrik searah (DC) mengalir dalam pendingin termoelektrik yang
menyebabkan kalor berpindah dari satu sisi pendingin termoelektrik ke sisi
lainnya, sehingga terbentuk sisi dingin dan sisi panas.
Aplikasi termoelektrik sebagai alat pendingin terdiri dari aplikasi untuk
mendinginkan peralatan elektronik, air conditioner maupun lemari pendingin.
Penggunaan termoelektrik juga diaplikasikan pada tutup kepala sebagai pendingin
kepala. Pada dunia otomotif juga telah dikembangkan termoelektrik intercooler.

Pembangkit daya (Power generation)

Aplikasi termoelektrik sebagai pembangkit daya dibagi menjadi 2 bagian


sebagai pembangkit daya rendah dan pembangkit daya tinggi. Aplikasi
pembangkit daya rendah meliputi pemanfaatan panas tubuh manusia untuk
menjalankan jam tangan, sedangkan pembangkit daya tinggi pada termoelektrik
memanfaatkan panas dari sisa panas buang yang dihasilkan dari industri maupun
pemanfaatan sisa panas dari pembakaran bahan bakar.
Sampai saat ini pembangkit listrik dari sumberpanas harus melalui beberapa
tahap proses. Bahan Bakar fosil akan menghasilkan putaran turbin apabila dibakar
dengan tekanan yang sangat tinggi. Hasil putaran turbin tersebut akan digunakan
untuk memproduksi tenaga listrik. Kira-kira 90% energi listrik di dunia yang
berasal dari sumber panas masih memakai cara ini. Sehingga efisiensi energi
masih sangat rendah akibat beberapa kali proses konversi. Panas yang dihasilkan
banyak yang terlepas atau terbuang percuma. Apabila proses konversi ini dapat
diubah efisiensi energi akan menjadi lebih besar karena listrik bisa didapatkan
langsung dari sumber panas tanpa melalui beberapa kali tahap konversi.
Namun, beberapa pembangkit tenaga listrik sudah menggunakan metode
yang dikenal sebagai Cogeneration

dimana di samping tenaga listrik yang

dihasilkan, panas yang dihasilkan selama proses ini digunakan unutk tujuan
alternatif. Dengan menggunakan termoelektrik, panas yang dihasilkan selama
proses yang dialami pembangkit akan diubah menjadi listrik, sehingga panas yang
dihasilkan tidak terbuang secara percuma dan energi yang dihasilkan oleh
pembangkit menjadi lebih besar, serta efisiensi energi menjadi lebih tinggi.
Termoelektrik juga mungkin dapat digunakan pada sistem solar thermal energi.

I
METODE PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
1. Bejana 3 buah
Fungsi : Sebagai tempat menyimpan air panas, air dingin, dan campuran
air panas dan air dingin
2. DC power supply degan kemampuan 5 V dan 3 Ampere
Fungsi: Sebagai sumber tegangan.
3. Kawat penghubung
Fungsi : Sebagai media penghubung komponen
4. TD-8556 steam generator
Fungsi :sebagai generator untuk menggerakan kipas.
5. SF-9584 AC/DC low volted power supply or SF-9582 AC/DC power
supply
Fungsi : sebagai sumber arus dan tegangan AC atau DC
6. SE-9750 dan SE-9751 banana plug patch cords
Fungsi : untuk mengukur arus atau tegangan.
7. Digital thermometer
Fungsi : pengukur besarnya temperature.
3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1. Efek Seebeck
1. Menyiapkan 3 buah gelas
2. Mengisi gelas satu dengan air panas dan yang satu lagi dengan air dingin
3. Menempatkan tombol pada posisi di atas
4. Menyiapkan satu buah amperemeter dan satu buah voltmeter
5. Menyiapkan dua buah termometer
6. menyusun alat-alat seperti pada gambar 2. Mengatur tombol dalam
posisi naik. Salah satu kaki dari unit ditempatkan dalam suatu gelas
yang berisi air dingin dan satu gelas lagi dalam gelas berisi air panas.
( air mendidih dan air es akan memberikan hasil yang baik ).
Melengkapi masing-masingnya dengan termometer

7. Mengamati suhu masing-masing gelas yang berisi air setiap selang


waktu yang sama (menanyakan kepada asisten) serta mengukur
tegangan dan arusnya
8. Mencampurkan air panas dan air dingin ke dalam gelas yang lebih besar
lalu memasukkan kedua kaki alumunium kedalam gelas tersebut.
Mengamati apa yang terjadi. Sebagai demontasi lebih lanjut,
menempatkan satu kaki dalam air yang telah dicampur (atau dalam air
es) dan kaki yang lainnya dalam wadah yang berisi es kering untuk
mendemonstrasikan bahwa ada energi yang tersedia dalam air yang
dicampur
9. Mengganti air dalam kedua gelas dengan air panas
10. Menambahkan es sedikit demi sedikit ke dalam salah satu gelas,
melakukan seperti nomor 7, mengamati suhu, tegangan, dan arusnya
3.2.2. Efek Peltier
1. Untuk percobaan efek Peltier perhatikan gambar 5.
2. Menghubungkan power supply DC ( 5 volts, 3 ampere ) ke terminal
yang berwarna merah dan hitam pada converter.
3. Mengatur posisi tombol ke posisi turun (E->delta T). Untuk percobaan
ini, tidak perlu mencelupkan kaki alumunium ke dalam air
4. Menyalakan power supply dan jangan membiarkan power supply
menyala lebih dari 2 menit, dan jangan melebihi 8 volts
5. Sebagai latihan opsional, memulai dengan converter pada suhu ruangan
6. Mengukur temperatur kedua kaki. Menggunakan termometer digital
untuk memonitor kenaikan temperatur pada kaki panas dan penurunan
temperatur pada kaki dingin
7. Mencatat perbedaan-perbedaan suhu kedua kaki untuk beberapa harga
arus dan tegangan yang diberikan (tegangan jangan melebihi 5 volts,
arus listrik jangan melebihi 3 ampere)

BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN

5.1 Data Hasil Percobaan


1. Efek Seebeck
t
(s)
0
60
12
0
18
0
24
0
30
0
36
0
42
0
48
0
54
0
60
0

Air Dingin dan Air Panas


Suhu
Panas (C)
Dingin (C)
55
1
52
1

V (mv)
15
26

50

29.4

48

29

46

285

45

288

44

30

43

-109

42

-121

41

-121

40

-110

Campuran Air Dingin dan Air Panas


T Campur
t (s)
V(mv)
(C)
0
45
-18
60
33
90
120
30
30
180
28
315
240
27.5
390
300
27
312
360
27
393
420
26.5
62
480
26.5
16
540
26.5
7.9
600
26
8

t
(s)
0
60
12
0
18
0
24
0
30
0
36
0
42
0
48
0
54
0
60
0

Es kering dan Air Panas


Suhu
Panas (C)
Dingin (C)
70
4
66
4

V (mv)
140
362

63

310

60

246

58

243

56

240

55

192

53

219

52

202

50

190

49

225

2. Efek Peltier

t (s)
0
60
120
180
240
300
360
420
480
540
600

Air Dingin dan Air Panas


Suhu
Panas (C)
Dingin (C)
30.2
27.9
34.4
26.8
36.7
26.6
35.9
26.1
35.1
26.6
36.2
27.3
38.5
28.5
37.5
29
38
29.5
37.6
29.6
38.5
29.8

5.2 Pengolahan Data

Menghitung Perubahan Suhu

V (v)

T =Tpanas( K )Tdingin( K )

Menghitung Koefisien Seebeck


S=

V
T

Menghitung Koefisien Peltier


=S T

Sehingga didapat data seperti pada tabel :


1. Efek Seebeck
t
(s)
0
60
12
0
18
0
24
0
30
0
36
0
42
0
48
0
54
0
60
0

Air Dingin dan Air Panas


Suhu
T(K)
V (v)
Panas (K)
Dingin (K)
328
274
0.015
54
325
274
0.026
51

S
0.000278
0.00051

323

274

0.0294

49

0.0006

321

274

0.029

47

0.000617

319

274

0.285

45

0.006333

318

274

0.288

44

0.006545

317

274

0.03

43

0.000698

316

274

-0.109

42

-0.0026

315

274

-0.121

41

-0.00295

314

274

-0.121

40

-0.00303

313

274

-0.11

39

-0.00282

Campuran Air Dingin dan Air Panas


T Campur
t
V (v)
S
(s)
(K)
0
318
-0.018
-5.66038E-05

60
12
0
18
0
24
0
30
0
36
0
42
0
48
0
54
0
60
0

t
(s)
0
60
12
0
18
0
24
0
30
0
36
0
42
0
48
0
54
0
60
0

306

0.09

0.000294118

303

0.03

9.90099E-05

301

0.315

0.001046512

300.5

0.39

0.001297837

300

0.312

0.00104

300

0.393

0.00131

299.5

0.062

0.000207012

299.5

0.016

5.34224E-05

299.5

0.0079

2.63773E-05

299

0.008

2.67559E-05

Es kering dan Air Panas


Suhu
V (v) T(K)
Panas (K)
Dingin (K)
343
277
0.14
66
339
277
0.362
62

S
0.002121
0.005839

336

277

0.31

59

0.005254

333

276

0.246

57

0.004316

331

276

0.243

55

0.004418

329

276

0.24

53

0.004528

328

276

0.192

52

0.003692

326

276

0.219

50

0.00438

325

276

0.202

49

0.004122

323

276

0.19

47

0.004043

322

276

0.225

46

0.004891

Berdasarkan dengan data diatas, didapatkan grafik berikut :

Efek Seebeck : Grafik Hubungan T dengan S


Air Dingin dan Air Panas
0.01
0.01
0
Koefisien Seebeck (S)

0
0
0 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56
0
Perubahan Suhu (K)

Efek Seebeck : Grafik Hubungan T dengan V


Air Dingin dan Air Panas
0.4
0.3
0.2
Tegangan (V)

0.1
0
-0.1 38 40 42 44 46 48 50 52 54 56
-0.2
Perubahan Suhu (K)

Efek Seebeck : Grafik Hubungan T dengan S Campuran Air Dingin dan Air Panas
0
0
Koefisien Seebeck (S) 0
0
295 300 305 310 315 320
0
Perubahan Suhu (K)

Efek Seebeck : Grafik Hubungan T dengan V Campuran Air Dingin dan Air Panas
0.5
0.4
0.3
Tegangan (V) 0.2
0.1
0
295 300 305 310 315 320
-0.1
Perubahan Suhu (K)

Efek Seebeck : Grafik Hubungan T dengan S


Es Kering dan Air Panas
0.01
0.01
Koefisien Seebeck (S)

0
0
0
45

50

55

60

65

70

Perubahan Suhu (K)

Efek Seebeck : Grafik Hubungan T dengan V


Es Kering dan Air Panas
0.4
0.3
Koefisien Seebeck (S)

0.2
0.1
0
45

50

55

60

65

Perubahan Suhu (K)

2. Efek Peltier

70

t (s)
0
60
120
180
240
300
360
420
480
540
600

Air Dingin dan Air Panas


Suhu
T(K)
V (v)
Panas (K)
Dingin (K)
303.2
300.9
2.3
307.4
299.8
7.6
309.7
299.6
10.1
308.9
299.1
9.8
308.1
299.6
8.5
309.2
300.3
5
8.9
311.5
301.5
10
310.5
302
8.5
311
302.5
8.5
310.6
302.6
8
311.5
302.8
8.7

2.173913
0.657895
0.49505
0.510204
0.588235
0.561798
0.5
0.588235
0.588235
0.625
0.574713

5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5

5.3 Analisa Data


Percobaan kali ini berjudul Thermoelectric Converter. Disini kita
mempelajari tentang transfer energy. pertama-tama kami melakukan percobaan
efek seebeck dengan 3 kali percobaan dengan media yang berbeda, yaitu air panas
dan air dingin, campuran air panas dan air dingin, lalu air panas dan es kering.
Efek seebeck merupakan pengkonversian perbedaan temperatur menjadi arus
yang mampu menggerakkan motor kecil. Perbedaan suhu mempengaruhi bahan
semikonduktor pada termoelektrik converter, sehingga menghasilkan listrik. Pada
percobaan ini, motor tidak bergerak. Karena perbedaan suhu yang tidak terlalu
besar, yang berarti arus yang di hasilkan sangat kecil, sehingga tidak mampu
menggerakkan motor. Hal ini bisa dilihat pada tabel hasil percobaan, dimana
ketika perbedaan suhunya berbanding lurus dengan tegangan yang dihasilkan, dan
tegangan berbanding lurus pula dengan arus. Nilai koefisien seebeck yang
dihasilkan merupakan representasi dari nilai perbedaan potensial dengan
perbedaan suhu.
Kemudian percobaan kedua yaitu efek Peltier, disini kami hanya
menggunakan media air panas dan air dingin. Efek Peltier ini merupakan
kebalikan dari efek Seebeck, yaitu sumber tengangan akan menghasilkan
perbedaan temperatur.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Pada efek Seebeck perbedaan temperatur yang melintasi pompa kalor
termoelektrik di konversi ke arus yang dapat menggerakkan motor kecil
( T E ).
2. Pada efek Peltier diperlukan sumber tegangan DC untuk disambungkan
dengan alat. Ketika arus masuk melalui pompa panas termoelektrik,
timbul tegangan listrik yang menghasilkan perbedaan temperatur (
E T ).

3. Transfer energi adalah perpindahan energi dari suatu tempat ke tempat


lain, atau dari material ke material lainnya.
4. Hukum kesatu termodinamika terkait dengan kekekalan energi yaitu
perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama
dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan
kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum kedua termodinamika
terkait dengan entropi, yaitu total entropi dari suatu sistem
termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan
meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
5.2 Saran

Teknologi termoelektrik ini harus dapat dikembangkan, sehingga dapat


dijadikan sumber energi pengganti sumber energi tak terbarukan. TUGAS

TAMBAHAN
1. Apa yang dimaksud dengan koefisien Seebeck? Jelaskan fisisnya!
Jawab :
koefisien

Seebeck

(S)

adalah

representasi

besarnya

perbedaan

potensial V terhadap besarnya perbedaan suhu T. Secara matematis


diekspresikan sebagai S=V/T . Besar dan tanda dari koefisien Seebeck dapat
berbeda antara satu material dengan material lain. Sesuai perjanjian yang
berlaku, penandaan pada koefisien Seebeck merepresentasikan potensial pada
ujung yang dingin terhadap ujung yang panas. Penandaan ini juga dapat
merepresentasikan jenis pembawa muatan mayoritas yang ada dalam sebuah
material, walaupun tidak selalu. Jika pembawa muatan mayoritas pada sebuah
material adalah elektron (negatif), maka elektron ini yang akan melaju dari
ujung panas menuju ujung dingin sehingga potensial di ujung dingin menjadi
negatif dan koefisien Seebeck akan bertanda negatif. Sebaliknya jika pembawa
muatan mayoritas adalah hole (positif), maka hole inilah yang akan melaju dari
ujung panas ke ujung dingin sehingga potensial di ujung dingin menjadi positif
dan tanda koefisien Seebeck akan positif.
2. Apa yang dimaksud dengan jam tangan termoelektrik?
Jawab :
Jam tangan merupakan jam tangan yang menggunakan konsep panas tubuh di
konversi secara langsung menjadi listrik (energi). Ini biasanya menggunakan
material konduktif tipis yang memanfaatkan perbedaan temperatur antara dua
buah sisi untuk menghasilkan listrik, yang diketahui sebagai Efek Seebeck.
Sebuah perangkat termoelektrik ditempatkan pada kulit, akan menghasilkan
daya selama temperatur udara lebih rendah dibandingkan tubuh. Sebuah
potongan kecil material, 1 cm2 mampu menghasilkan sampai 20 mikrowatt.
3. Apa yang dimaksud dengan cogeneration?
Jawab :

Cogeneration adalah teknologi untuk meningkatkan efisiensi pembangkit.


Melalui cogeneration ini ternyata efisiensi dari bahan bakar yang digunakan
pembangkit bisa mencapai 80%, akibatnya biaya produksi menjadi murah. Hal
itu dilakukan dengan cara mengolah energi panas yang berasal dari gas buang
pembangkit termal. Dengan demikian biaya bahan bakar yang harus
dikeluarkan pembangkit yang menggunakan cogeneration bisa dihemat.
Bunyi hukum ke-1 termodinamika:
Perubahan energi dalam suatu sistem tertutup akan sama dengan total dari
jumlah energi kalor yang diberikan ke dalam sistem ditambah kerja yang
dilakukan terhadap sistem.
Bunyi hukum ke-2 termodinamika:
Tidaklah mungkin ada proses yang bisa berlangsung yang hasilnya tidak
lain hanyalah penyerapan kalor dari suatu sumber dan mengkonversi kalor
menjadi kerja pada suhu yang sama.

DAFTAR PUSTAKA
[1] termoelektrik (Digital-125322-020843-pengembangan-cool-literatur.pdf)
(akses 11 November 2015)
[2] Melirik Teknologi Termoelektrik Sebagai Sumber Energi Alternatif
(http://www.alpensteel.com/article/51-113-energi-lain-lain/2123-melirikteknologi-termoelektrik-sebagai-sumber-energi-alternatif-.html) (akses 12
November 2015)
[3] Energi indonesia. (http://www.energi.lipi.go.id/utama.cgi?
artikel&1091919348&9) (akses 12 November 2015)
2013.hukum termodinamika (http://www.zakapedia.com/2013/11/bunyi-hukum-idan-ii-termodinamika.html) (akses 12 November 2015)

TUGAS PENDAHULUAN
4. Jelaskan tentang efek Seebeck dan efek Peltier pada kehidupan sehari hari
Jawab :

Efek Seebeck adalah Efek konversi dari perbedaan temperatur langsung


menjadi energi listrik, contoh :
Pembangkit listrik dengan termionik adalah mengubah energi panas menjadi
energi listrik dengan menggunakan termionik. Emisi termionik adalah
terlepasnya elektron pada permukaan logam yang lebih panas ke permukaan
logam lainnya yang dipanasi bersama-sama. Emisi termionik juga dikenal
sebagai Emisi Thermal Elektron. Proses ini sangat penting dalam
pengoprasian berbagai perangkat elektronik dan dapat digunakan untuk
pembangkit daya atau pendinginan.

Efek Peltier, efek Peltier terjadi ketika dilakukan percobaan dengan


mengalirkan listrik pada dua buah logam yang direkatkan dalam sebuah
rangkaian. Ketika arus listrik dialirkan, terjadi penyerapan panas pada
sambungan kedua logam tersebut dan pelepasan panas pada sambungan
yang lainnya. Pelepasan dan penyerapan panas ini saling berbalik begitu
arah arus dibalik. Penemuan yang terjadi pada tahun 1934 ini kemudian
dikenal dengan efek Peltier. contoh :
Pendingin termoelektrik (thermoelectric cooler) adalah alat pompa kalor
solid (solid-state heat pump) yang bekerja menurut prinsip efek peltier.
Dalam kerjanya, arus listrik searah (DC) mengalir dalam pendingin
termoelektrik yang menyebabkan kalor berpindah dari satu sisi pendingin
termoelektrik ke sisi lainnya, sehingga terbentuk sisi dingin dan sisi panas.

5. Dari hasil percobaan tentukan nilai koefisien Seebeck dan koefisien Peltier
Jawab : 6. Bagaimana bunyi hukum ke satu dan kedua termodinamika
Jawab :
Bunyi hukum ke-1 termodinamika:

Perubahan energi dalam suatu sistem tertutup akan sama dengan total dari
jumlah energi kalor yang diberikan ke dalam sistem ditambah kerja yang
dilakukan terhadap sistem.
Bunyi hukum ke-2 termodinamika:
Tidaklah mungkin ada proses yang bisa berlangsung yang hasilnya tidak
lain hanyalah penyerapan kalor dari suatu sumber dan mengkonversi kalor
menjadi kerja pada suhu yang sama.
7. Jelaskan percobaan ini kaitannya dengan hukum-hukum termodinamika
Jawab :
Pada hukum termodinamika 1 dan 2 terdapat sebuah keterkaitan dimana
dalam hukum termodinamika 2 merupakan hukum yang berkaitan dengan entropi
sistem. Dari kedua hukum tersebut kini kita dihadapkan tentang kalor yang dapat
diubah menjadi kerja, mengingat energi itu kekal dari hukum termodinamika 1,
sehingga kalor yang terbuat dari sebuah sistem dapat diubah menjadi energi kerja
yang didapat dari hukum termodinamika 2. Energi yang mengalir ini dapat diubah
menjadi sebuah energi yang dijelaskan dalam efek Pielter dan efek Seebeck.
8. Tulis saran dan komentar anda yang berkaitan dengan percobaan ini
Jawab :
Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversi energi panas menjadi
listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik
menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk menghasilkan listrik,
material termoelektrik cukup diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaian yang
menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari rangkaian itu akan dihasilkan
sejumlah listrik sesuai dengan jenis bahan yang dipakai.Teknologi termoelektrik
merupakan sumber alternatif yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan energi.
Di samping relatif lebih ramah lingkungan, teknologi ini sangat efisien, tahan
lama, dan juga mampu menghasilkan energi dalam skala besar maupun kecil.