Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan ekonomi dibanyak negara terjadi akibat intevensi
pemerintah baik langsung maupun tidak langsung. Intervensi pemerintah
diperlukan dalam perekonomian untuk menjaga dari kegagalan pasar
seperti harga monopoli dan dampak negatif kegiatan swasta lainnya
contohnya pencemaran lingkungan.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya pemerintah memiliki
fungsi yang penting dalam kehidupan ekonomi, terutama penyediaan
barang dan jasa. Kebutuhan publik meliputi macam barang, yaitu barang
dan jasa publik dan jasa privat. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
Barang dan jasa publik adalah barang dan jasa yang
pemanfaatannya dapat dinikmati bersama. Barang dan jasa publik yaitu
jalan raya, kesehatan, pendidikan, transportasi, air minum, dan
penerangan. Dengan pehitungan skala efisiensi, negara melakukan
kegiatan ekonomi langsung sehingga masyarakat dapat lebih mudah dan
lebih murah dalam memanfaatkan barang tersebut.
Barang dan jasa privat adalah barang dan jasa yang diproduksi dan
penggunaanya dapat dipisahkan penggunaan oleh orang lain.
Pada intinya, pemerintah ikut serta dalam perekonomian supaya
menanggulangi kegagalan sehingga tidak adanya eksternalitas yang
merugikan banyak pihak.
B. Tujuan
Tujuan dari pembuatan tugas makalah Kebijakan Ekonomi Jokowi
adalah untuk mengetahui segala isi kebijakan ekonomi yang dibuat oleh
Presiden Jokowi untuk menunjang peningkatan ekonomi di Indonesia baik
mikro maupun makro.

C. Manfaat
Manfaat dalam pembuatan tugas ini adalah agar pembaca dapat
mengetahui beberapa Kebijakan Ekonomi Jokowi yang saat ini sedang di
sorot untuk kemajuan perekonomian Indonesia.
D. Sistematika Penulisan
BAB I : Pendahuluan
Pada bab ini diuraikan apa tentang masalah pokok yang dibahas di dalam
paper ini, yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulisan,

dan

Sistematika Penulisan.
BAB II : Pembahasan
Dalam bab ini berisi hasil penelitian yang dilakukan dalam rangka
mencapai tujuan dan manfaat yang ditetapkan pada pendahuluan. Lalu
menunjukkan bagaimana pemikiran atau temuan-temuan diperoleh,
menginterpretasikan temuan, dan mengaitkannya dengan teori yang
digunakan.
BAB III : Penutup
Dalam bab ini penulis akan menarik beberapa kesimpulan berdasarkan
petunjuk dari buku-buku refrensi, internet.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Paket Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi Tahap Pertama, yaitu :


1. Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi,
debirokrasi, penegakan hukum dan kepastian usaha. Selain itu, sudah
disiapkan 17 peraturan pemerintah, 11 rancangan peraturan presiden, 2
rancangan instruksi presiden, 53 rancangan peraturan menteri, dan 5
rancangan peraturan lain.
2. Mempercepat proyek strategi nasional, menghilangkan berbagai
hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek
strategi nasional antara lain penyerdehanaan izin tata ruang dan
penyediaan lahan, percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah,
serta deskrisi dalam hambatan masalah hukum.
3. Meningkatkan investasi di sektor properti, menurut Jokowi pemerintah
mendorong

pembangunan

perumahan

untuk

masyarakat

berpenghasilan rendah dan membuka peluang investasi yang lebih


besar di properti.

B. Paket Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi Tahap Kedua, yaitu :


1. Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam
Untuk menarik penanaman modal, terobosan kebijakan yang akan
dilakukan adalah memberikan layanan cepat dalam bentuk pemberian
izin investasi dalam waktu tiga jam di Kawasan Industri. Dengan
mengantongi izin tersebut, investor sudah bisa langsung melakukan
kegiatan investasi. Regulasi yang dibutuhkan untuk layanan cepat

investasi 3 jam ini adalah Peraturan Kepala BKPM dan Peraturan


Pemerintah mengenai Kawasan Industri serta Peraturan Menteri
Keuangan.
2. Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday Lebih Cepat
Setelah dalam 25 hari syarat dan aplikasi dipenuhi, pemerintah
mengantongi keputusan bahwa investasi tersebut dapat menerima tax
allowance atau tidak. Sedangkan untuk tak holiday, Menteri Keuangan
memutuskan pengesahannya maksumum 45 hari setelah semua
persyaratan dipenuhi.
3. Pemeritah Tak Pungut PPN Untuk Alat Transportasi
Kebijakan tersebut termaktub regulasi yang telah terbit, Peraturan
Pemerintah nomor 69 tahun 2015 tentang impor dan penyerahan alat
angkutan tertentu dan penyerahan jasa kena pajak, terkait angkutan
tertentu yang tidak dipungut PPN. Pemeritah akan memberikan
insentif berupa tidak memungut PPN untuk beberapa alat transportasi,
terutama adalah galangan kapal, kereta api, pesawat, dan termasuk
suku cadangnya.
4. Insentif Fasilitas di Kawasan Pusat Logistik Berikat
Dengan adanya pusat logistik, maka perusahaan manufaktur tidak
perlu impor dan tidak perlu mengambil barang dari luar negeri karena
karena cukup mengambil dari gudang berikat. Rencananya hingga
menjelang akhir tahun akan ada dua pusat logistik berikat yang siap
beroperasi, yakni di Cikarang terkait sektor manufaktur dan di Merak
terkait BBM.
5. Insentif Pengurangan Pajak Bunga Deposito
Insentif ini berlaku terutama eksportir yang berkewajiban melaporkan
devisa hasil ekspor (DHE) ke Bank Indonesia. DHE disimpan dalam
bentuk bentuk deposito 1 bulan, tarifnya akan diturunkan 10 persen, 3
bulan maka menjadi 2,5 persen dan di atas 6 bulan 0 persen. Jika
dikonvert ke rupiah, maka tarifnya 1 bulan 7,5 persen, 3 bulan 5
persen, dan 6 bulan langsung 0 persen.
6. Perampingan Izin Sektor Kehutanan
Izin untuk keperluan investasi dan produktif sektor kehutanan akan
berlangsung lebih cepat. Saat ini Kementrian Lingkungan Hidup dan

Kehutanan mengeluarkan sebanyak 14 izin. Dalam paket kebijakan


tahap dua, proses izin dirampingkan menjadi 6 izin, Perampingan ini
melibatkan revisi 9 peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan.
C. Paket Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi Tahap Ketiga, yaitu :
1. Dalam jangka pendek, terbuka kemungkinan bunga bank akan
ditunkan dengan diiringi efisiensi biaya dalam proses bisnis perbankan
saat ini.
2. Untuk menjaga daya beli, akan diluncurkan proyek-proyek padat
karya.
3. Dana desa akan dialokasikan salah satunya untuk mendorong
terciptanya proyek-proyek pada karya besar.
4. Restrukturisasi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
5. Pemerintah akan meminta PT. Pertamina (Persero) untuk kembali
mengevaluasi kemungkinan diturunkannya harga Bahan Bakar Minyak
(BBM).
D. Paket Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi Tahap keempat, yaitu :
1. Upah buruh dipastikan naik setiap tahun.
2. Negara hadir untuk membantu upah buruh mengurangi beban biaya
hidupnya dengan jaring pengaman yang diantaranya berbentuk
penerbitan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.
3. Formula UMP : Upah Minimum tahun ini ditambah tingkat inflasi dan
pertumbuhan ekonomi. Formula ini tak berlaku di delapan provinsi
yang upah minimumnya saat ini masih ada di bawah nilai Kebutuhan
Hidup Layak (KHL).
4. Evaluasi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) akan dilakukan setiap lima
tahun sekali. Hal ini karena berdasarkan survei Badan Pusat Statistik
(BPS), Perubahan pola konsumsi masyarakat terjadi setiap lima tahun.
5. Ke depan, ada kewajiban bagi perusahaan untuk menetapkan struktur
dan skala upah. Artinya pengupahan harus mempertimbangkan di
antaranya masa kerja, kompetensi, pendidikan, prestasi dan kinerja. Ini
akan diatur dalam regulasi tersendiri.

6. BAB III
7. PENUTUP
A. Kesimpulan
8. Dari tulisan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Presiden Jokowi
telah

melakukan

langkah-langkah

kongkrit

untuk

memajukan

kesejahteraan untuk masyarakat terutama untuk masyarakat ekonomi


kebawah, dan dapat mengontrol laju perekonomian di Indonesia.
9.
B. Saran
10. Dengan adanya Kebijakan Ekonomi Presiden Jokowi seperti menurut
saya sangatlah bagus. Selain mempengaruhi perkembangan ekonomi di
sektor bawah juga dapat mengontrol sektor ekonomi atas baik yang
dalam negeri maupun melalui ekspor impor. Dan menurut saya hanya
memiliki empat tahap itupun masih sedikit setidaknya Presiden harus
terus meluncurkan tahap-tahap selanjutnya yang nantinya dapat di
evaluasi di setiap tahunnya.
11.