Anda di halaman 1dari 38

ILMU NUTRISI UNGGAS

METABOLISME LIPID
Oleh:
YOSE RIZAL

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS ANDALAS
December 5, 2015

PENGERTIAN LIPID
Lipid yaitu senyawa organik yang
larut dalam pelarut organik seperti
ether, benzene, dan hexane.

December 5, 2015

Lipid terdiri atas:


Fatty acid/Asam lemak asam-asam organik dalam
bentuk bebas.
Fat/Lemak asam-asam lemak yang menyatu dengan
glycerol membentuk mono-, di-, and tri- gliserida.
Wax/Lilin asam-asam lemak yang menyatu dengan
alkohol selain glycerol.
Phospholipids lipid yang menyatu dengan phosphates
Miscellaneous lipid/Lemak lainnya lipoprotein,
xanthophylls, vitamin-vitamin larut lemak, dll.

December 5, 2015

Fatty Acid
Saturated Fatty Acid/Asam-asam Lemak
Jenuh:
a. Terdiri dari Carbon, Hydrogen, and
Oxygen dengan rasio Cn H2n O2.
b. Atom-atom C membentuk rantai dan
masing-masing atom C ditempati oleh H,
kecuali pada ujung karboksil ditempati
oleh O dan OH (COOH).
December 5, 2015

Fatty Acid
Saturated Fatty Acid/Asam-asam Lemak
Jenuh:
c. Jumlah atom C biasanya genap, tetapi
ada juga yang ganjil, misalnya 3 dan 5.
d. Jumlah atom C berkisar dari 2-34.
Palmitat (C 16) merupakan asam lemak
yang paling umum.
December 5, 2015

Unsaturated Fatty Acid/Asam Lemak


Tak
Jenuh
a. Asam lemak yang mengandung satu
atau
lebih ikatan rangkap.
b. Linoleic Acid/asam lenoleat merupakan
asam
lemak esensil yang memiliki dua ikatan
rangkap pada atom c 9 dan 12 dihitung
dari
ujung karboksil.
c. Linoleat merupakan prekursor untuk
asamasam lemak esensil lainnya seperti
December 5, 2015
6

Fatty Acid
Asam-asam Lemak Utama untuk
Unggas:
Acetic Acid (2 carbons) -- CH3COOH
Palmitic Acid (16 carbons) -- C15H31COOH
Stearic Acid (18 carbons) -- C17H35COOH
Oleic Acid (18:1 carbons) -- C17H33COOH
Linoleic Acid (18:2 carbons) -- C17H31COOH
Linolenic Acid (18:3 carbons) -- C17H29COOH

December 5, 2015

Fatty Acid
Penomoran Asam-asam Lemak:
Asam Palmitat (16 carbons) -- C15H31COOH

H3C-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-C00H
3
2
1 n

December 5, 2015

LEMAK
Fungsi Nutrisi atau Makanan Lemak:
a. Source of dietary energy (primary).
b. Aid absorption of fat-soluble vitamins.
c. Reduce dustiness of feeds.
d. Improves palatability (acceptance) of
feeds.
e. Lubrication aids manufacture of feed.

December 5, 2015

LEMAK
Fungsi Fisiologi Lemak:
a. Energy reserves for the body.
b. Insulation against extreme temperatures.
c. Padding/protection for vital organs.

December 5, 2015

10

PENCERNAAN LIPID
Tempat Pencernaan:

-Dimulai di lambung pada beberapa bangsa unggas liar


pemangsa
hewan
-Di usus halus pada ayam, itik, dll.

Enzim Pencerna:

-Lipase
-Lipase rendah pada unggas yang baru ditetaskan
-Aktivitas meningkat seiring dengan umur dari 1-3 minggu,
bisa
mencapai 100 x
-Diproduksi oleh pankreas dan mukosa lambung
-Enzim lainnya cholesterol esterase juga diproduksi oleh
pankreas
December 5, 2015

11

PENCERNAAN
LIPID
Senyawa yang Membantu Pencernaan:
-Garam-garam empedu (glikocholik dan
tauracholik).

Proses Pencernaan:
-Lipase memecah lemak yang diemulsifikasi
menjadi:
asam-asam lemak, monogliserida, dan gliserol.
-Cholesterol esterase memecah ester asam
lemak
dengan cholesterol menjadi cholesterol dan
asam
lemak bebas.
December 5, 2015

12

PENCERNAAN
LIPID
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi
Pencernaan:
1. Umur, makin tinggi umur makin tinggi pencernaan karena
aktivitas lipase, dan produksi garam empedu fatty acid
binding protein (FABP) meningkat seiring dengan
meningkatnya umur.
Tabel. Pengaruh umur terhadap kecernaan lemak dan
asam Umur
lemak
Jenis
Kecernaan (%)

Lemak Kalku
n
(hari)

Lemak

16:0

18:0

18:1

18:2

14
56

96
98

90
96

95
100

95
97

14
December 5, 2015
56

57
74

51
84

49
83

94
98

13
-

Minyak
Jagung
Tallow

Faktor-faktor yang Mempengaruhi


PENCERNAAN LIPID
Pencernaan:
2. Perbandingan antara asam lemak jenuh dan tak
jenuh,
makin tinggi asam lemak tak jenuh makin
tinggi
pencernaan. Pencernaan lemak mencapai titik
optimum jika kandungan asam lemak tak jenuh
mencapai 80%.
3. Posisi asam lemak pada monogliserida,
2-monogliserida tidak dicerna, tetapi diubah
dulu
menjadi 1-monogliserida sebelum dicerna.
4. Kandungan lemak dalam ransum, makin tinggi
December 5, 2015
14
lemak

PENCERNAAN
LIPID
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi
Pencernaan:
5. Kemurnian, lemak tidak murni kecernaannya
turun,
sehingga nilai gizinya turun.
6. Kondisi keasaman dalam usus halus, makin
asam
kondisi usus halus makin sulit lipid dicerna
karena
kondisi asam menurunkan kelarutan misel.
7. Laju makanan dalam saluran cerna, makin
lambat
makin banyak lipid dicerna. Lipid sendiri juga
December
5, 2015
15
menurunkan
laju makanan.

Pencernaan:

PENCERNAAN LIPID

8. Serat kasar dalam ransum menurunkan


kecernaan
lipid karena membentuk kompleks dengan
lipid.
9. Saponifikasi menurunkan kecernaan lipid
karena lipid,
terutama asam lemak jenuhnya membentuk
kompleks
dengan mineral seperti Ca dan Mg. Pada
unggas
dewasa tidak begitu menjadi masalah, karena
penyabunan terjadi pada bagian atas usus
halus dan
kelarutan terjadi pada bagian bawah usus
halus
disebabkan
pH makin tinggi.
December
5, 2015
16

PENCERNAAN LIPID
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pencernaan:
11. Panjang rantai asam lemak, makin panjang
rantai
asam lemak kecernaan asam lemak makin
turun.
12. Jenis asam lemak dalam ransum, asam lemak
oleat
dan linoleat mudah membentuk campuran
misel,
sehingga melarutkan asam-asam lemak jenuh
seperti palmitat dan stearat
December 5, 2015

17

PENYERAPAN LIPID
-Asam-asam lemak bebas rantai pendek dan
gliserol
langsung diserap oleh mukosa usus halus.
-Asam lemak rantai panjang, monogliserida dan
cholesterol diemulsifikasi terlebih dahulu oleh
garamgaram empedu membentuk misel sebelum
diserap.

December 5, 2015

18

PENYERAPAN
-Senyawa lipid
yang tidak larutLIPID
air seperti asam
lemak
tak jenuh polar dan monogliserida yang tidak
dapat
membentuk misel dapat membentuk campuran
misel
dengan garam-garam empedu konyugasi.
Campuran
misel ini mampu melarutkan asam-asam lemak
jenuh
yang non-polar seperti: palmitat dan stearat.
-Monogliserida yang tidak dihidrolisis langsung
bisa
diserap.
December 5, 2015

19

PENYERAPAN LIPID
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Penyerapan
Lipid:
1.Asam-asam lemak tak jenuh yang mudah
membentuk
campuran misel, oleat dan linoleat yang mudah
membentuk campuran misel meningkatkan
penyerapan palmitat karena campuran misel ini
melarutkan asam-asam lemak jenuh.
2. Asam lemak bebas, lebih sulit diserap dari pada
yang terikat dengan gliserol.
December 5, 2015

20

PENYERAPAN LIPID
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Penyerapan
Lipid:
3. Campuran tallow dan minyak tumbuhan,
memudahkan penyerapan asam lemak stearat.
4. Posisi asam lemak, asam lemak jenuh pada
posisi atom C no. 2 pada trigliserida lebih
mudah diserap. Palmitat pada lard berada pada
posisi atom C no. 2, sehingga lebih mudah
diserap dari pada palmitat dalam tallow yang
berada pada posisi 1 dan 3.
December 5, 2015

21

TRANSPORT LIPID
-Setelah asam-asam lemak dan monogliserida diserap dan
sampai
dalam sel mukosa usus halus akan mengalami esterifikasi
kembali menjadi trigliserida.
-Trigliserida ini bergabung dengan cholesterol bebas atau
cholesterol yang diesterifikasi, lipoprotein, dan fosfolipid
membentuk chylomicron. Dalam bentuk chylomicron ini
lipid
ditranspor dari usus halus ke hati.
-Transpor lipid ini ke hati melalui pembuluh darah karena
unggas
tidak punya pembuluh limfe dan chylomicron disebut
dengan
portomicron pada unggas.
December 5, 2015

22

TEMPAT PENYIMPANAN LIPID


-Lipid ditranspor ke hati, dan di hati juga terjadi
sintesis lipid dari karbohidrat.
-Dari hati lipid yang berasal dari penyerapan dan
lipid
yang disintesis hati diteruskan ke jaringan
adiposa
untuk disimpan.
-Lipid ini ditranspor ke jaringan adiposa dalam
bentuk
very low density lipoprotein (VLDL).

December 5, 2015

23

TEMPAT PENYIMPANAN LIPID


-VLDL ini dipecah dulu menjadi asam-asam lemak oleh
enzim
lipoprotein lipase (LPL). Asam-asam lemak ini yang bisa
melintasi membran sel adiposa.
-Pada ayam betina yang telah dewasa lemak bisa
menumpuk di
hati mencapai 50% dari berat kering hati yang disebut
liver fat.
-Liver fat ini mudah teroksidasi, sehingga bisa
menimbulkan
pendarahan pada hati.
-Pemberian vitamin E bisa mengurangi resiko oksidasi liver
fat ini.
December 5, 2015

24

-Unggas dapat diberi lipid sebagai sumber energi tanpa


adanya
karbohidrat dengan syarat zat-zat makanan lainnya
seperti
protein perlu ditingkatkan dan lipid yang diberikan
mengandung
asam lemak bebas tidak lebih dari 20%.

NILAI NUTRISI LIPID

-Pemberian lipid dapat meningkatkan efisiensi


penggunaan energi
karena lipid memiliki specific dynamic action yang
rendah atau
panas yang terbuang dalam metabolisme lipid rendah.
Hal ini
telah terbukti pada pemberian tallow, lard, minyak
jagung dan
minyak kedelai. Lipid juga memperlambat laju digesta
dalam
saluran cerna, sehingga pencernaan dan pemanfaatan
makanan
December
2015
25
lebih 5,banyak.

-Ketengikan karena diserang mikroba disebut juga


KETENGIKAN
PADA
LIPID
hydrolytic rancidity, menghasilkan asam-asam
lemak,
gliserol, monogliserida, dan digliserida, tidak
merusak
nilai gizi lipid.
-Ketengikan karena oksidasi disebut oxidative
rancidity,
menyebabkan terjadinya peroksida asam lemak
dan
radikal bebas dengan hasil akhirnya aldehid dan
keton.
Biasanya pada lipid yang banyak mengandung
asam
lemak tak jenuh. Untuk mengatasinya diberi antioksidan
seperti: vit E, BHT, BHA, ethoxyquin, dll.
December 5, 2015
26

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Pemecahan Lipid:
- Lipase memecah trigliserida menjadi
asam-asam lemak + gliserol,
monogliserida, atau digliserida dalam sel.

December 5, 2015

27

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Pemecahan Lipid:
- Aktivitas lipase dipicu oleh hormone yaitu
glukagon dan epinephrine yang
mengaktifkan adenylate cyclase, sehingga
menghasilkan cAMP.
- cAMP merangsang aktivitas protein
kinase.
- Protein kinase meningkatkan aktivitas
lipase.
December 5, 2015

28

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Pemecahan Asam Lemak:
- Asam lemak dipecah melalui proses oksidasi.
- Pada proses ini dihasilkan asetil CoA
yang selanjutnya memasuki siklus Kreb
untuk menghasilkan energi dalam
bentuk ATP.
December 5, 2015

29

Lipolysis
via
-oxidation

December 5, 2015

30

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Sintesis Asam Lemak:
- Asam lemak disintesis dari asetil CoA.
- Senyawa lain yang terlibat HCO3-,
NADPH, ATP, biotin, dan Mn2+.
- Asam lemak yang terbentuk yaitu
palmitat
December 5, 2015

31

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Sintesis Lemak:
- Lemak disintesis dari asam lemak +
gliserol.
- Langkah awalnya yaitu pengaktifan asam
lemak menjadi acyl CoA.

December 5, 2015

32

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Sintesis Lemak:
- 2 buah acyl CoA bergabung dengan
gliserol 3-P membentuk asam fosfatidat
(1,2-diacyl- gliserol fosfat).
- 1,2-diacyl-gliserol fosfat diubah menjadi
1,2-diacyl-gliserol, dan seterusnya +
acyl CoA membentuk triacyl-gliserol
(trigliserida/lemak murni)
December 5, 2015

33

Lipid Synthesis

December 5, 2015

34

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Phospholipid sebagai Sumber
Energi:
-Phospholipid ada 3 macam: lecithin,
cephalin, dan sphingomyelin.
-Lecithinase/phospholipase memisahkan
asam lemak dari lecithin.

December 5, 2015

35

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Phospholipid sebagai Sumber
Energi:
- Lecithinase A/phospholipase A dari bisa ular
kobra memisahkan asam lemak pada posisi
atom C no. 1 dari lecithin menghasilkan
senyawa yang disebut lysolecithin yang
mengandung asam lemak jenuh pada posisi
atom C no. 2 dan phophorylcholine pada posisi
atom C no. 3. Lysolecithin ini sangat poten
dalam menghancurkan sel darah merah hewan.
December 5, 2015

36

METABOLISME LIPID DALAM


TUBUH UNGGAS
Phospholipid sebagai Sumber
Energi:
- Lecithinase B/phospholipase B pada hati dapat
memisahkan asam-asam lemak pada lecithin
atau asam lemak pada lysolecithin.

December 5, 2015

37

SEKIAN

TERIMA KASIH
December 5, 2015

38