Anda di halaman 1dari 58

KUMPULAN TUGAS

147

TUGAS 1 : Kegiatan Proyek dan Kegiatan Operasional


Tujuan Tugas

: agar mahasiswa bisa memahami apa yang dimaksud dengan proyek


dengan kegiatan operasional.

Uraian Tugas

a.
b.
c.
d.

Objek garapan : nama-nama proyek dan kegiatan operasional


Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : menyebutkan 10 proyek dan kegiatan operasional dengan
benar dan tidak tertukar
Metode/cara pengerjaan, acuan yang digunakan : brainstorming/PMBOK ed 5
Deskripsi luarasn tugas yang dihasilkan/dikerjakan : List nama-nama proyek dan kegiatan opersional,
diketik dengan rapi dengan cover yang sudah ditentukan.

Kegiatan Proyek

Pengertian Proyek :
Proyek adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan sumber daya yang dilakukan
untuk mencapai suatu tujuan dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Setiap proyek memiliki batasan
yang berbeda, batasan tersebut meliputi :

scope ( cakupan ), apa yang akan dikerjakan oleh proyek tersebut, produk, layanan atau hasil apa
yang diraih apabila proyek tersebut dilakukan
time ( waktu ), berapa lama waktu yang di butuhkan untuk melaksanakan suatu proyek serta apa itu
jadwal proyek
cost ( biaya ), dbiaya di butuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek harus di perhitungkan secara
matang

Kegiatan Operasional

Pengertian Kegiatan Operasional :


Kegiatan operasional adalah suatu kegiatan yang di kerjakan dalam organisasi untuk menopang
suatu bisnis, kegiatan tersebut berlangsung secara terus-menerus sampai perusahaan tutup, tidak memiliki
banyak anggaran dan kegiatannya relative sama. Kegiatan Operasional berakhir apabila tujuan dari proyek
sudah tercapai atau sudah di hentikan. Kegiatan Operasional memiliki batasan yang berbeda dengan
proyek, karenanya, kegiatan tersebut berlangsung secara terus-menerus sampai perusahaan tutup, tidak
memiliki banyak anggaran dan kegiatannya relative sama.

Perbedaan antara Kegiatan Proyek dan Kegiatan Operasional


Kegiatan Proyek
Kegiatan Operasional
a. Bercorak dinamis, nonrutin
a.Berulang-ulang, rutin
b. Siklus proyek relatif pendek
b.Berlangsung dalam jangka panjang
c. Intensitas kegiatan di dalam periode siklus proyek c.Intensitas kegiatan relatif sama
turun naik (berubah)
d. anggaran, jadwal, mutu harus ditentuka terlebih d.Batasan anggaran dan jadwal tidak setajam
dahulu dan hasilnya harus sama
pada proyek.
e. Terdiri dari bermacam-macam kegiatan yang e.Macam kegiatan tidak terlalu banyak dan
memerlukan berbagai disiplin ilmu
tenaga ahli tidak perlu terlalu banyak

148

CONTOH KEGIATAN PROYEK DAN KEGIATAN OPERASIONAL

Kegiatan proyek
1.

Proyek Stadion Batakan Balikpapan


Merupakan proyek stadion sepakbola terbesar di daerah Pulau Kalimantan yang merupakan
homebase dari tim sepak bola PERSIBA Balikpapan.

2.

Proyek Kereta Api di Kalimantan


Merupakan proyek pembuatan rel kereta api untuk mempermudah proses transportasi antar
kota di Pulau Kalimantan
3. Proyek Monorail Bandung
Proyek ini merupakan proyek yang direncanakan oleh Walikota Bandung untuk warga
Bandung, sehingga transportasi umum di Bandung lebih memadai dan akan mengurangi
polusi dari penggunaan kendaraan pribadi yang membludak.
4. Bandara Husein Sastranegara
Proyek ini adalah proyek penambahan dan pemugaran Bandara Husein Sastranegara karena
sebelumnya Bandara Husein Sastranegara dinilai terlalu sempit untuk ukuran Bandara
Internasional dan pemugaran ini dilakukan agar Bandara ini dapat digunakan sebagaimana
mestinya.
5. Proyek Tol Balikpapan-Samarinda
Proyek pembuatan jalan tol Balikpapan dan Samarinda, yang berjarak 110 km.
6. Proyek Taman Kota
Proyek pembuatan taman kota yang bertujuan untuk memperindah kota dan sebagai spot
berkumpul warga kota maupun turis untuk bersantai dan kegiatan lainnya.
7. Proyek Fly-over
Proyek pembuatan jalan layang(fly over) untuk memperlancar lalu lintas di sebuah daerah
8. Proyek menara BTS
Proyek pembuatan menara Base Tranceiver Station (BTS) untuk mengirim dan menerima
sinyal elektromagnetik disuatu daerah. Berfungsi untuk memperkuat sinyal suatu operator.
9. Proyek pemasangan Fiber Optik
dimana kegiatan ini diawali dengan perancanngan hingga penenanaman fiber optik dan
konfigurasinya. Dimana kegiatan ini secara berjangka karena membutuhkan orang-orang
yang ahli dibidangnya. Kegiatan ini memiliki batasan uang dan waktu. Dan kegiatan ini
menuntut keberhasilan konfigurasi dari sentral ke pelanggan.
10. Proyek Mobil Listrik
Proyek pembuatan mobil listrik sebagai solusi dalam polusi udara dan persedian BBM
sekarang yang sudah menipis.

Kegiatan Operasional
1.

Kegiatan Gotong Royong


yang rutin dilakukan oleh warga-warga di RT atau RW tersebut, kegiatan ini bertujuan
untuk selalu memperbaharui fasilitas-fasilitas di lokasi warga tersebut sehingga fasilitasfasilitas tersebut dapat tejaga dengan baik maupun fisik dan fungsinya, yang fungsinya
untuk meningkatkan kualitas hidup warga di area gotong royong tersebut.

2.

Kegiatan Vaksinasi

149

dilakukan sebagai bentuk untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran dari warga area
tujuan vaksinasi, kegiatan ini harus rutin dilakukan sehingga warga tersebut dapat
memperoleh kebahagiaan dan kesehatan dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

3.

Kegiatan Stasiun Kereta Api


Operasi maintenance pada mesin dan seluruh komponen kereta untuk menjaga kualiatas
dan ksestabilan kereta tersebut untuk menjaga keselamatan para penumpang.

4.

Kegiatan di Telkom University


Menggunakan seragam atasan berwarna putih dan bawahan berwarna biru-dongker atau
hitam yang dipakai setiap hari senin sampai rabu dan atasan bebas rapi berkerah untuk hari
kamis sampai sabtu, yang merupakan ciri khas dari Telkom University

5.

Kegiatan di Rumah Sakit


Dimana setiap jam operasional rum1ah sakit telah ditentukan dan dilakukan secara terus
menerus, baik itu jam besuk, jam check up kesehatan, waktu pembayaran/administrasi dan
aktivitas lainnya. Kegiatan ini juga berjangka panjang yang dilakukan dengan kegiatan
yang sama setiap harinya.

6.

Kegiatan Maintencance Sarana Umum


Merupakan kegiatan yang harus rutin dilakukan sehingga sarana umum terjaga dengan
baik, baik fisik dan fungsinya. Sehingga, sarana umum tersebut dapat dipakai oleh
masyarakat umum.

7.

Pabrik Pengolahan Teh


Di Pabrik Teh pasti akan ada proses opeasional yang didalamnya memadukan berbagai
aktifitas. Aktifitas tersebut adalah pencabutan pucuk teh yang akan diolah, kemudian
pengolahan daun teh tersebut menjadi berbagai kemasan yang akan dikirim dan dikonsumsi
oleh para konsumen.

8.

Kegiatan distribusi barang JNE


Kegiatan ini dilakukan karena adanya barang yang diterima oleh pihak JNE dari pihak
pengirim dan akan disalurkan kepada pihak penerima barang oleh pihak JNE, kegiatan
pengiriman ini dilakukan setiap hari dengan waktu pengiriman setiap sore hingga malam
tergantung jarak dari pengirim ke penerima.

9.

Kegiatan di Pasar
Kegiatan jual beli yang selalu dilakukan antara pembeli dan penjual yang rutin dilakukan
tiap hari bahkan tiap waktu, sehingga kegiatan operasional ini selalu dilakukan dan selalu
berjalan seiring berjalannya waktu.

10. Kegiatan di Pintu Tol


Kegiatan ini rutin di lakukan karena kegiatan ini merupakan tempat akses pengambilan
kartu dan pembayaran atas digunakannya fasilitas tol tersebut oleh pengendara yang
melewati tol tersebut, dan pengambilan kartu dan pembayaran tol ini dilakukan setiap kali
ada pengendara yang melewati akses tol tersebut.

150

TUGAS 2 : PROJECT CHARTER


Tujuan Tugas : Agar mahasiswa bisa membuat dan memahami peranan project charter pada proyek

Uraian Tugas
a.
b.

c.
d.

Objek Garapan: Project Charter


Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : membuat project charter dimana sekurang-kurangnya
terdapat nama proyek, deskripsi proyek, penanggung jawab proyek, milestone proyek, latar belakang
proyek, nilai proyek, spesifikasi teknik proyek,dsb.
Metode/cara pengerjaan, acuan yang digunakan : kerja kelompok dengan melihat acuan project charter
di buku PMBOK 5 ed bab project integration sub topik create project charter.
Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan : project charter yang lengkap dari beberapa proyek
diketik dengan rapi dengan cover yang sudah ditentukan.

151

Project Charter

Nama Proyek

: Telkom University Landscape Project

Tanggal Mulai Proyek

: 01 Desember 2015

Tanggal Akhir Proyek

: 01 Desember 2016

Nomor Kontrak

: 082121913028

Informasi Anggaran

Telkom University Leisure Park di daerah Telkom University menganggarkan Rp 750.000.000,00 untuk
proyek ini. Biaya yang diediakan ini digunakan untuk pekerjaan manajer proyek sekitar 8 jam per minggu selama
12 bulan, staff pembantu yang berjumlah 5 orang sekitar 10 jam per minggu selama 12 bulan, dan untuk
penanaman rumput, pepohonan dan fasilitas publik di lokasi.
Manajer Proyek

: Immanuel Wicaksono

Deskripsi Proyek
:
Telkom University Leisure Park adalah taman hiburan publik bagi segenap civitas academica Telkom
University dan masyarakat sekitar. Taman ini memiliki berkonsep ecotechnology yang menggabungkan antara
unsur lingkungan dan teknologi. Taman ini memiliki kelebihan yakni memiliki ketersediaan koneksi WiFi
berkecepatan tinggi dan cakupan yang luas meliputi seluruh wilayah taman. Selain itu taman ini juga dilengkapi
dengan jogging track, gazebo dengan jumlah yang banyak, fasilitas air siap minum melalui washtafel, ditanami
rumput jepang dan dilengkapi dengan fasilitas air mancur. Bahkan di taman ini sudah dilengkapi oleh banyak
Biopori sehingga sirkulasi air di taman dapat teratur dan terhindar dari resiko munculnya genangan air. Tanaman
ini dilengkapi dengan banyak tempat sampah di setiap sudutnya sehingga mengurangi kemungkinan pengunjung
membuang sampah sembarangan, sehigga sesuai dengan tujuan Telkom University sebagai Green Campus.
Tujuan Proyek
:
1. Mendukung program Green Campus yang dicanangkan oleh Telkom University.
2. Menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bagi seluruh civitas academica Telkom University dan
masyarakat sekitar.
3. Menyediakan tempat berkumpul dan berdiskusi bagi seluruh civitas academica Telkom University dan
masyarakat sekitar.
4. Menyediakan sarana olahraga (fitness dan jogging track) yang lengkap bagi seluruh civitas academica
Telkom University dan masyarakat sekitar.
Objektifitas Bisnis
:
Diharapkan dengan kehadiran Telkom University Leisure Park dapat digunakan sebagai sarana penyegaran atau
refreshing bagi seluruh civitas academica Telkom University terutama mahasiswa,staff,dan para dosen sehingga
dapat meningkatkan produktivitas kerja dalam kegiatan belajar mengajar.
Pendekatan
:
Melakukan pertemuan tatap muka dengan stakeholder / pemegang kebijakan (pihak Telkom University)
untuk mendapatkan syarat-syarat yang dibutuhkan.
Melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor Telkom University Leisure Park mengenai konsep dan
rencana pembangunan taman yang hendak diwujudkan.

Berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak kelurahan dan warga sekitar mengenai rencana
pembangunan proyek ini.

152

Peranan dan Tanggung Jawab Proyek :


Nama
Peranan

Posisi

Kontak

Telkom University

Bertanggung jawab atas


fasilitas
Telkom
University Leisure Park

Stakeholder

www.telkomuniversity.ac.id

Immanuel
Wicaksono

Bertanggung jawab atas


perencanaan,
pelaksanaan dan kontrol
proyek

Project Manager

immancakso@gmail.com

Hamdan
Mubarokah

Wakil dari
Project Manager
yang
bertugas
membantu
Project Manager
dalam mengendalikan
jalannya proyek di
lapangan

Site Manager

hamdanmuba@yahoo.com

I Gede Agus Surya


Negara

Koordinator pelaksana
proyek adalah seorang
tenaga
ahli
yang
mengkoordinir berbaga
i pekerjaan di lapangan
dan bertanggung jawab
kepada
Ketua
tim
teknis
pembangunan
atas
kemajuan
pelaksanaan pekerjaan.

Koordinator
Pelaksana Proyek

gedeagussn@gmail.com

Andy Sastrawinata

Bagian Keuangan dan


Administrasi
adalah
seorang tenaga ahli
yang
bertanggung jawab dan
mengurusi
segala
sesuatu yang berkaitan
dengan
pengadaan
barang, peralatan dan
material
untuk
pelaksanaan proyek

Kepala Keuangan dan


Administrasi

andyswint@yahoo.com

Muhammad Afiq

Bertanggung jawab atas


perancangan dan desain
taman

Arsitek

mhmdafiq@gmail.com

Reza Abdul Rozaq

Bertanggung jawab atas


segala
yang

Konsultan Hukum

rezabulrozaq@gmail.com

153

berhubungan
dengan
perijinan dan hokum

Telkom University Leisure Park

Latar Belakang
Telkom University Leisure Park merupakan fasilitas publik yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan
sosial dan memperindah lingkungan Telkom University. Taman tersebut dimaksudkan sebagai sarana
pembangunan sosial budaya seperti, pendidikan masyarakat, katup pengaman dan pengkayaan budaya kampus,
tempat berbagai aktivitas sosial masyarakat, pembentuk citra dan gambaran kampus, tempat utilitas dan fasilitas
pendukung kegiatan masyarakat. Selain dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan dan sosial, vegetasi taman
kampus ini juga memberikan fungsi estetika, filter (penyaring) berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon,
pengatur iklim mikro dan konservasi sumber daya genetis secara eksitus yang memiliki nilai manfaat bagi seluruh
civitas academica Telkom University dan masyarakat sekitar itu sendiri. Sementara itu, Telkom University
Leisure Park yang juga merupakan lahan terbuka, turut berperan dalam membantu fungsi hidrorologi dalam hal
penyerapan air dan mereduksi potensi banjir.
Secara tidak langsung, Telkom University juga turut berperan dalam meningkatkan efisiensi dan
efektifitas kerja staff, dosen dan mahasiswa Telkom University karena dapat dimanfaatkan bedalam proses
penyegaran pikiran di kala penat (refreshing).
Permasalahan Saat Ini
Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh civitas academica Telkom University dan masyarakat sekitar
adalah kurangnya Ruang Terbuka Hijau di lingkungan Telkom University sehingga membuat kampus terlihat
gersang dan sumpek. Selain itu para civitas academica juga merasa kurang akan fasilitas untuk melakukan
refreshing dan penyegaran pikiran di lingkungan kampus.
Banyaknya tanah kosong yang belum dimanfaatkan juga disayangkan oleh seluruh civitas academica
Telkom University. Beberapa dari mereka memilih untuk membangun taman kampus di tanah kosong tersebut
sebagai lokasi berkumpul dan bertukar pikiran satu sama lain.
Critical Assumption and Constraints
Telkom University Leisure Park harus dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi civitas
academica Universitas Telkom dalam hal penyediaan fasilitas ruang terbuka hijau. Civitas academica
memanfaatkan Telkom University Leisure Park untuk berkumpul dan bertukar pikiran serta mencari inspirasi.
Selain itu diharapkan dengan adanya Telkom University Leisure Park dapat dijadikan sarana untuk penyegaran
pikiran atau refreshing bagi seluruh civitas academica dan masyarakat sekitar Telkom University.
Oleh karena itu, Telkom University Leisure Park harus sesuai dengan ekspektasi civitas academica
Telkom University sehingga mampu menjawab kebutuhan mereka. Telkom University Leisure Park didesain
menggunakan rumput jepang sebagai rumput dengan kualitas terbaik untuk taman sehingga memberikan kesan
rapi, bersih dan tertata. Telkom University Leisure Park juga menyediakan fasilitas olahraga berupa jogging
track dan peralatan fitness yang lengkap untuk digunakan berolahraga bagi para civitas academica. Taman ini
menunjukan sisi teknologinya dengan kehadiran air siap minum dari washtafel yang dipasang di tiap sudut.
Taman ini semakin menunjukkan efek kesegarannya dengan kehadiran air mancur berukuran besar di tengahtengah taman.

154

Analysis of Options and Recommendation

Terdapat beberapa opsi untuk oportuniti tersebut:


1.
2.
3.
4.
5.

Tidak adanya Telkom University Leisure Park tidak akan menganggu kegiatan di Universitas Telkom.
Menanam pohon-pohon besar dan rindang untuk memberikan kesan sejuk di Telkom University Leisure
Park.
Memelihara ikan-ikan di lokasi Air Mancur untuk memperindah taman.
Bipori pada Telkom University Leisure Park dapat meminimalisir terjadinya banjir dan penggenangan
air.
Membangun Telkom University Leisure Park ini di tempat yang strategis dan mudah diakses.

Preliminary Project Requirements


Fitur utama dari proyek Telkom University Videotron mencakup:
1.
2.
3.
4.

Telkom University Leisure Park menyediakan sarana refreshing bagi seluruh civitas academica dan
warga sekitar di Telkom University.
Telkom University Leisure Park menyediakan fasilitas berkumpul dan bertukar pikiran di gazebogazebo yang disediakan.
Telkom University Leisure Park menyediakan biopori untuk mengatur sirkulasi air di taman menjadi
teratur sehingga mencegah resiko terjadinya banjir.
Telkom University Leisure Park menyediakan fasilitas olahraga berupa jogging track dan peralatanperalatan fitness untuk digunakan oleh civitas academica Telkom University.

Budget Estimate and Financial Analysis


Estimasi biaya proyek sebesar Rp 1.242.752.500,00. Kisaran tersebut didasarkan pada detail berikut :
Jenis Biaya

Keterangan

Estimasi Biaya

Biaya Jasa

Gaji Project Manager

365
500.000,00

hari@Rp

Rp 182.500.000,00

Biaya Jasa

Gaji Site Manager

365
450.000,00

hari@Rp

Rp 164.250.000,00

Biaya Jasa

Gaji Koordinator Pelaksana Proyek

365
400.000,00

hari@Rp

Rp 146.000.000,00

Biaya Jasa

Gaji
Kepala
Administrasi

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Arsitek

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Konsultan Hukum

365
300.000,00

hari@Rp

Rp 109.500.000,00

Biaya
Material

Rumput Jepang

100m2@Rp 25.000,00

Rp 2.500.000,00

Biaya
Material

Air Mancur

2buah@ Rp 20.000,00

Rp 40.000.000,00

Keuangan

dan

Total

155

Biaya
Material

Jogging Track

1
trek
20.000.000,00

@Rp

Rp 20.000.000,00

Biaya
Material

Washtafel Air Siap Minum

10
buah@Rp
2.500.000,00

Rp 25.000.000,00

Biaya
Material

Biopori

100
buah@
500.000,00

Rp

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Alat Fitness

10
buah@Rp
5.000.000,00

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Pepohonan yang rindang

200 tanaman

Rp 200.000.000,00

Setelah proyek selesai, diperlukan adanya biaya untuk pemeliharaan dan perawatan taman tiap tahun
sebesar Rp 25.000.000,- .
Schedule Estimate
User menginginkan proyek diselesaikan dalam waktu lima bulan, tapi terdapat beberapa fleksibilitas
dalam jadwal. Berikut jadwal dalam bentuk tabel :

156

Potential Risks
Terdapat beberapa risiko pada proyek ini. Risiko terbesar adalah polusi suara akibat keramaian taman
sehingga mungkin akan mengganggu ketenangan kampus. Selain itu, juga ada resiko perusakan fasilitas taman
oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab baik dalam bentuk membuang sampah sembarangan,
corat-coret fasilitas taman hingga pencurian fasilitas taman sehingga diperlukan keamanan yang ekstra untuk
menjaga Telkom University Leisure Park ini.

157

TUGAS 3 : SOW ( Statement Of Work) dan WBS


Telkom University Leisure Park
1. Tujuan Tugas : agar mahasiswa bisa membuat dan memahami peranan SOW pada proyek dan WBS

2. Uraian Tugas :
E. Obyek garapan : SOW (Statement of Work) proyek dan WBS (Work Breakdown Subject)
Statement of Work
Telkom University Leisure Park adalah taman hiburan publik bagi segenap civitas academica
Telkom University dan masyarakat sekitar. Taman ini memiliki berkonsep ecotechnology yang
menggabungkan antara unsur lingkungan dan teknologi. Taman ini memiliki kelebihan yakni memiliki
ketersediaan koneksi WiFi berkecepatan tinggi dan cakupan yang luas meliputi seluruh wilayah taman.
Selain itu taman ini juga dilengkapi dengan jogging track, gazebo dengan jumlah yang banyak, fasilitas
air siap minum melalui washtafel, ditanami rumput jepang dan dilengkapi dengan fasilitas air mancur.
Bahkan di taman ini sudah dilengkapi oleh banyak Biopori sehingga sirkulasi air di taman dapat teratur
dan terhindar dari resiko munculnya genangan air. Tanaman ini dilengkapi dengan banyak tempat
sampah di setiap sudutnya sehingga mengurangi kemungkinan pengunjung membuang sampah
sembarangan, sehigga sesuai dengan tujuan Telkom University sebagai Green Campus.

Tahapan proyek :

Tahapan dalam menjalankan proyek TULP ini meliputi:


Mensurvey lapangan/tanah kosong untuk dijadikan lahan .
Mengurus perizinan kepada pihak berwajib yang terkait
Mempelajari kondisi lahan dan bahan yang terkait
Pengerjaan dan kegiatan proyek
Ujicoba dan peresmian taman
Pembukaan kepada umum

Kebutuhan proyek :

Telkom University Leisure Park adalah taman hiburan publik bagi segenap civitas academica
Telkom University dan masyarakat sekitar. yang menggabungkan antara unsur lingkungan dan teknologi.
Taman ini memiliki kelebihan yakni memiliki ketersediaan koneksi WiFi berkecepatan tinggi dan cakupan
yang luas meliputi seluruh wilayah taman. Untuk itu proyek ini membutuhkan analisis mengenai dampak
lingkungan (AMDAL), analisis mengenai tata ruang dan juga konfigurasi wireless.
Work Breakdown Structure

Adapun hal-hal yang mencakup WBS Telkom University Leisure Park, meliputi :
1.

2.

Work preparation
1.1 Survey lahan
1.2 Pengurusan perizinan kepada pihak terkait
Mekanisme pengadaan taman dan desain perancangan
2.1 Persiapan Awal
2.1.1
Perancangan tata letak objek terkait
2.1.2
Pendataan material yang dibutuhkan

158

3.
4.

2.2 Persiapan Lanjut


2.2.1
Pemasangan biopori dan pembangunan gazebo
2.2.2
Pemasangan jalur air minum via wastafel
Pengerjaan proyek
Penutupan

SOW (Statement of work)


Suasana kampus yang penuh akan kegiatan dan aktivitas yang ada di dalamnya, membuat kita
kadang merasa butuh untuk mendapatkan sebuah tempat dimana kita bisa lebih rileks namun tidak
meninggalkan pekerjaan utama kita. Telkom University Leisure Park merupakan sebuah konsep taman
ruang terbuka hijau yang memberi sebuah inovasi dengan menciptakan sebuah ruang hijau dengan segala
fasilitas didalamnya untuk digunakan bersama oleh khalayak luas. Dengan adanya taman ini, diharapkan
selain memberi kesan asri pada lingkungan, juga dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk bersantai
namun tetap dapat bekerja. Tidak lupa juga disediakan berbagai macam fasilitas pendukung demi
memenuhi kebutuhan akan kenyamanan para penggunanya.

E.

Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan: membuat SOW dengan indikator project contrain
(time,budget), deskripsi produk, pekerjaan yang tidak dikerjakan, resiko acceptance criteria. Membuat
WBS dengan bentuk tabular ataupun tree diagram yang sampai pada level paket kerja bukan aktivitas,
berikut dengan WBS dictionary dengan level terkecil.

SCOPE PROYEK TELKOM UNIVERSITY LEISURE PARK

Time: 1 Desember 2015 1 Desember 2016


Budget: Rp 1.300.000.000,00,-

Estimasi biaya proyek sebesar Rp 1.242.752.500,00. Kisaran tersebut didasarkan pada detail berikut :

Jenis Biaya

Keterangan

Estimasi Biaya

Biaya Jasa

Gaji Project Manager

365
500.000,00

hari@Rp

Rp 182.500.000,00

Biaya Jasa

Gaji Site Manager

365
450.000,00

hari@Rp

Rp 164.250.000,00

Biaya Jasa

Gaji Koordinator Pelaksana Proyek

365
400.000,00

hari@Rp

Rp 146.000.000,00

Biaya Jasa

Gaji
Kepala
Administrasi

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Arsitek

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Konsultan Hukum

365
300.000,00

hari@Rp

Rp 109.500.000,00

Keuangan

dan

Total

159

Biaya
Material

Rumput Jepang

100m2@Rp 25.000,00

Rp 2.500.000,00

Biaya
Material

Air Mancur

2buah@ Rp 20.000,00

Rp 40.000.000,00

Biaya
Material

Jogging Track

1
trek
20.000.000,00

@Rp

Rp 20.000.000,00

Biaya
Material

Washtafel Air Siap Minum

10
buah@Rp
2.500.000,00

Rp 25.000.000,00

Biaya
Material

Biopori

100
buah@
500.000,00

Rp

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Alat Fitness

10
buah@Rp
5.000.000,00

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Pepohonan yang rindang

200 tanaman

Rp 200.000.000,00

Setelah proyek selesai, diperlukan adanya biaya untuk pemeliharaan dan perawatan taman tiap tahun
sebesar Rp 25.000.000,- .

Deskripsi Produk

Telkom University Leisure Park adalah taman hiburan publik bagi segenap civitas academica
Telkom University dan masyarakat sekitar. Taman ini memiliki berkonsep ecotechnology yang
menggabungkan antara unsur lingkungan dan teknologi. Taman ini memiliki kelebihan yakni memiliki
ketersediaan koneksi WiFi berkecepatan tinggi dan cakupan yang luas meliputi seluruh wilayah taman.
Selain itu taman ini juga dilengkapi dengan jogging track, gazebo dengan jumlah yang banyak, fasilitas air
siap minum melalui washtafel, ditanami rumput jepang dan dilengkapi dengan fasilitas air mancur. Bahkan
di taman ini sudah dilengkapi oleh banyak Biopori sehingga sirkulasi air di taman dapat teratur dan
terhindar dari resiko munculnya genangan air. Tanaman ini dilengkapi dengan banyak tempat sampah di
setiap sudutnya sehingga mengurangi kemungkinan pengunjung membuang sampah sembarangan, sehigga
sesuai dengan tujuan Telkom University sebagai Green Campus.

Resiko

Resiko pada proyek ini adalah pengerjaan taman yang lokasinya termasuk didalam wilayah kampus.
Selain akan mengganggu kelangsungan kegiatan, juga akan menimbulkan masalah seperti kebisingan pada
lingkungan dan warga sekitar saat pembangunan, pencemaran lingkungan karna material.

Acceptance Kriteria

160

Kriteria yang sangat dibutuhkan atau yang terpenting adalah mempunyai tempat yang cukup luas
dan mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar atau kalangan mahasiswa.

F.

Metode / Cara Pengerjaan, acuan yang digunakan : kerja kelompok dengan melihat acuan PMBOK 5 ed bab
project integration sub topik SOW dan create WBS

1.

Fasilitas yang akan dibuat :


Beberapa fasilitas yang akan dibangun seperti ketersediaan koneksi WiFi berkecepatan tinggi
dan cakupan yang luas meliputi seluruh wilayah taman. Selain itu taman ini juga dilengkapi
dengan jogging track, gazebo dengan jumlah yang banyak, fasilitas air siap minum melalui
washtafel, ditanami rumput jepang dan dilengkapi dengan fasilitas air mancur. Bahkan di taman
ini sudah dilengkapi oleh banyak Biopori sehingga sirkulasi air di taman dapat teratur dan
terhindar dari resiko munculnya genangan air. Tanaman ini dilengkapi dengan banyak tempat
sampah disetiap sudutnya sehingga mengurangi kemungkinan pengunjung membuang sampah

2.

Deskripsi hasil kerja :

Menghasilkan taman modern yang dapat digunakan oleh civitas akademika Universitas Telkom dan warga
sekitar, yang dapat meningkatkan kualitas hidup dari pengguna taman tersebut dengan fasilitas yang sangat
mumpuni. Diantaranya adalah fasilitas wifi yang memiliki cakupan luas dan kecepatan yang tinggi, jogging track,
wastafel air minum, ruang kumpul untuk diskusi, alat-alat fitness sederhana, dengan fasilitas tersebut, diharapkan
ada manfaat yang dapat diambil oleh pengguna taman dengan dibangunnya taman tersebut.

161

3.

Organisasi dan Penanggung jawab :


Catatan dan aktivasi Penjadwalan

Nama

Peranan

Posisi

Kontak

Telkom University

Bertanggung jawab atas


fasilitas
Telkom
University Leisure Park

Stakeholder

www.telkomuniversity.ac.id

Immanuel
Wicaksono

Bertanggung jawab atas


perencanaan,
pelaksanaan dan kontrol
proyek

Project Manager

immancakso@gmail.com

Hamdan
Mubarokah

Wakil dari
Project Manager
yang
bertugas
membantu
Project Manager
dalam mengendalikan
jalannya proyek di
lapangan

Site Manager

hamdanmuba@yahoo.com

I Gede Agus Surya


Negara

Koordinator pelaksana
proyek adalah seorang
tenaga
ahli
yang
mengkoordinir berbaga
i pekerjaan di lapangan
dan bertanggung jawab
kepada
Ketua
tim
teknis
pembangunan
atas
kemajuan
pelaksanaan pekerjaan.

Koordinator
Pelaksana Proyek

gedeagussn@gmail.com

Andy Sastrawinata

Bagian Keuangan dan


Administrasi
adalah
seorang tenaga ahli
yang
bertanggung jawab dan
mengurusi
segala
sesuatu yang berkaitan
dengan
pengadaan
barang, peralatan dan
material
untuk
pelaksanaan proyek

Kepala Keuangan dan


Administrasi

andyswint@yahoo.com

Muhammad Afiq

Bertanggung jawab atas


perancangan dan desain
taman

Arsitek

mhmdafiq@gmail.com

163

Reza Abdul Rozaq

Bertanggung jawab atas


segala
yang
berhubungan
dengan
perijinan dan hukum

Konsultan Hukum

rar020795@gmail.com

164

Estimasi usaha :
Setiap work product tersebut Estimasi dibutuhkan agar proyek dapat berjalan dan selesai tepat
waktu. Dimana estimasi pendahuluan dikerjakan oleh konsultan perencana dan estimasi detail dikerjakan
oleh kontraktor. Adapun untuk menghitung estimasi harga, data yang yang diuraikan berupa :
Lokasi pembuatan taman
Ukuran taman
Ukuran air mancur
Ukuran gazeebo

Create Tree Diagram WBS :

Tel-U Leisure
Park

Work
Preparation

upperstructue

Titik Lokasi

Structure

Finishing

Mechanisme

lower
structure

Design

Konstruksi

Standar Kualitas dan Material yang diperlukan :


Kayu jati untuk gazeebo agar terlihat kokoh, pavinblock dengan kualitas baik, rumput jepang
terbaik, semen kualitas baik untuk air mancur, biopori, dan bahan untuk jogging track.
4.

Estimasi dan biaya :


Setiap work product dibutuhkan sebuah batasan perkiraan agar proyek dapat berjalan dan selesai
tepat waktu. Estimasi atau perencanaan pendahuluan dikerjakan oleh perencana dan estimasi detail
dikerjakan oleh kontraktor. Adapun untuk menghitung estimasi biaya proyek sebesar Rp 1.242.752.500,00

165

Kisaran tersebut didasarkan pada detail berikut :

Jenis Biaya

Keterangan

Estimasi Biaya

Biaya Jasa

Gaji Project Manager

365
500.000,00

hari@Rp

Rp 182.500.000,00

Biaya Jasa

Gaji Site Manager

365
450.000,00

hari@Rp

Rp 164.250.000,00

Biaya Jasa

Gaji Koordinator Pelaksana Proyek

365
400.000,00

hari@Rp

Rp 146.000.000,00

Biaya Jasa

Gaji
Kepala
Administrasi

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Arsitek

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Konsultan Hukum

365
300.000,00

hari@Rp

Rp 109.500.000,00

Biaya
Material

Rumput Jepang

100m2@Rp 25.000,00

Rp 2.500.000,00

Biaya
Material

Air Mancur

2buah@ Rp 20.000,00

Rp 40.000.000,00

Biaya
Material

Jogging Track

1
trek
20.000.000,00

@Rp

Rp 20.000.000,00

Biaya
Material

Washtafel Air Siap Minum

10
buah@Rp
2.500.000,00

Rp 25.000.000,00

Biaya
Material

Biopori

100
buah@
500.000,00

Rp

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Alat Fitness

10
buah@Rp
5.000.000,00

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Pepohonan yang rindang

200 tanaman

Rp 200.000.000,00

Keuangan

dan

Total

G. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan : SOW dan WBS yang lengkap dari beberapa proyek,
diketik dengan rapi dengan cover yang sudah ditentukan.

166

Acuan Teknis dan Kriteria penerimaan :


Titik lokasi pemasangan
Pengukuran luas taman
Tata lokasi taman
Estimasi lama proyek
Fasilitas taman.
Informasi tentang kontrak :
Koordinator pelaksana proyek : I Gede Agus surya Negara/082121913028
Daftar fitur yang akan dibuat :
Sesuai dengan standar kualitas yang telah disesuaikan

Deskripsi Luaran :

Leisure Park untuk berkumpul dan bertukar pikiran serta mencari inspirasi. Selain itu diharapkan
dengan adanya Telkom University Leisure Park dapat dijadikan sarana untuk penyegaran pikiran atau
refreshing bagi seluruh civitas academica dan masyarakat sekitar Telkom University.

167

TUGAS 4 : METODE AON


Metode AON
Pada beberapa proyek, terutama yang kecil, urutan aktivitas, durasi kegiatan memperkirakan, dan
pengembangan jadwal yang begitu erat terkait bahwa mereka dipandang sebagai suatu proses tunggal.
Perencanaan proyek pembangunan ini memuat prosedur atau urutan kegiatan yang akan dilaksankan dan waktu
penyelesaian proyek. Penjadwalan proyek berguna untuk mengetahui rangkaian kegiatan proyek dan jangka
waktu kegiatan proyek. Disamping itu juga memudahkan dalam persiapan kegiatan proyek terutama dalam
mempersiapkan kebutuhan proyek. Tujuan penjadwalan proyek adalah agar waktu pelaksanaan proyek dapat lebih
efisien dan resiko keterlambatan proyek dapat diatasi, dalam hal ini menggunakan metode AON
Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan
strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Suatu perencanaan harus mengandung unsur-unsur yang dapat menjawab enam pernyataan yaitu:
Tindakan apalah yang harus dikerjakan (what)?
Apakah yang menyebabkan tindakan itu harus dikerjakan (why)?
Dimana tindakan itu harus dikerjakan (where)?
Kapan rencana tundakan itu harus dikerjakan (when)?
Siapa yang mengerjakan tindakan itu (who)?
Bagaimana melaksanakan tindakan itu (how)?
1. Metode AON
Pada Metode AON (Activity on node), titik menunjukan kegiatan sedangkan tanda panah menunjukan
kegiatan apa yang selanjutnya akan dikerjakan.

2.

3.
4.
5.

ES (Earliest start) yaitu waktu terdahulu suatu kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi semua pendahulu
telah selesai. Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, semua pendahulu harus diselesaikan. Jika suatu
kegiatan hanya mempunyai satu pendahulu maka ES akan sama dengan EF dari pendahulunya. Dan jika
suatu kegiatan mempunyai beberapa pendahulu, ES akan diambil dari nilai terbesar dari semua EF
pendahulu.
EF (Earliest finish) yaitu waktu terdahulu suatu kegiatan dapat selesai.
LS (Latest Start) yaitu waktu terakhir suatu kegiatan dapat dimulai sehingga tidak menunda waktu
penyelesaian keseluruhan proyek.
LF (Latest Finish) yaitu waktu terakhir suatu kegiatan dapat diselesaikan sehingga tidak menunda waktu
penyelesaiaan keseluruhan proyek. Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi hanya satu
kegiatan maka LF akan sama dengan LS dari kegiatan yang secara langsung mengikutinya. Jika suatu
kegiatan adalah pendahulu langsung bagi lebih dari satu kegiatan maka LF adalah nilai paling kecil dari
seluruh nilai LS dari kegiatan yang secara langsung mengikutinya.

168

6.

7.

8.

Total float adalah waktu yang di perkenankan untuk telat, dimana ketelatan tersebut tidak
mempengaruhi lama proyek keseluruhan. Adapun cara penghitungan total float adalah sebagai berikut:
TOTAL FLOAT = LF ES Lama kegiatan
Free float adalah waktu yang di perkenankan untuk telat, dimana ketelatan tersebut tidak mempengaruhi
kegiatan selanjutnya. Adapun cara penghitungan free float adalah sebagai berikut:
FREE FLOAT = EF ES Lama kegiatan
Lintasan kritis adalah lintasan dengan waktu terpanjang yang melalui jaringan. Untuk mengetahui jalur
kritis, harus mengetahui terlebih dahulu waktu awal dan akhir untuk setiap kegiatannya. Berikut ini
adalah cara penghitungan slack untuk mengetahui jalur kritis:
SLACK = LS ES atau SLACK = LF EF
Kegiatan dengan slack = 0 disebut kegiatan kritis (critical activities) dan berada pada jalur kritis.

PENJADWALAN PROYEK DENGAN AON PLUS 1

Ada dua pendekatan untuk menggambarkan jaringan proyek yakni kegiatan pada titik (activity on node
AON) dan kegiatan pada panah (activity on arrow AOA). Pada konvensi AON, titik menunjukan kegiatan,
sedangkan pada AOA panah menunjukan kegiatan.

Kegiatan pada titik (AON)

Arti dari kegiatan

A datang sebelum B,
yang datang sebelum
C

Kegiatan pada panah (AOA)

169

A dan B keduanya
harus
diselesaikan
sebelum C dapat
dimulai

A
C

A
C

B
B dan C tidak dapat di
mulai sebelum A
selesai

A
A

C
C

C dan D tidak dapat


dimulai hingga A dan
B keduanya selesai

B
B
B

D
D

C tidak dapat dimulai


setelah A dan B
selesai, D tidak dapat
dimulai sebelum B
selesai.
Kegiatan
Dummy ditunjukan
pada AOA

C
Dummy
activity

170

B
A

B dan C tidak dapat


dimulai hingga A
selesai. D tidak dapat
dimulai sebelum B
dan
C
selesai.
Kegiatan
dummy
ditunjukan
pada
AOA.

C
Dummy
activity

Menentukan jadwal proyek atau jadwal aktivitas artinya kita perlu mengidentifikasi waktu mulai dan
waktu selesai untuk setiap kegiatan.
Kita menggunakan proses two-pass, terdiri atas forward pass dan backward pass untuk menentukan
jadwal waktu untuk tiap kegiatan. ES (earlist start) dan EF (earlist finish) selama forward pass. LS (latest start)
dan LF (latest finish) ditentukan selama backward pass.

Forward pass, merupakan indentifikasi waktu-waktu terdahulu. Aturan waktu mulai terdahulu:
a.

Sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, kegiatan pendahulu langsungnya harus selesai.

b.

Jika suatu kegiatan hanya mempunyai satu pendahulu langsung, ES nya sama dengan EF pendahulunya.

c.

Jika satu kegiatan mempunyai satu pendahulu langsung, ES nya adalah nilai maximum dari semua EF
pendahulunya, yaitu ES = max [EF semua pendahulu langsung]

Aturan selesai terdahulu :Waktu selesai terdahulu (EF) dari suatu kegiatan adalah jumlah dari waktu
mulai terdahulu (ES) dan waktu kegiatannya, EF = ES+waktu kegiatan.
Forward pass, dimulai dengan kegiatan pertama pada proyek, sedangkan backward pass dimulai dengan
kegiatan terakhir dari suatu proyek. Untuk setiap kegiatan kita pertama-tama menentukan nilai EF nya, di ikuti
dengan nilai ES nya. Dua aturan berikut digunakan dalam proses ini. Aturan waktu selesai terakhir, aturan ini
sekali lagi didasarkan pada kenyataan bahwa sebelum suatu kegiatan dapat dimulai, seluruh pendahulu
langsungnya harus diselesaikan.
a.

Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi hanya satu kegiatan, LF nya sama dengan LS dari
kegiatan yang secara langsung mengikutinya.

b.

Jika suatu kegiatan adalah pendahulu langsung bagi lebih daru satu kegiatan, maka LF adalah minimum dari
seluruh nilai LS dari kegiatan-kegiatan yang secara langsung mengikutinya, yaitu LF = Min [LS dari seluruh
kegiatan langsung yang mengikutinya]

171

Aturan waktu mulai terakhir.: Waktu mulai terakhir (LS) dari suatu kegiatan adalah perbedan antar waktu
selesai terakhir (LF) dan waktu kegiatannya, yaitu LS = LF waktu kegiatan.
Menentukan jalur kritis untuk waktu mulai terlama dan waktu selesai terlama untuk setiap kegiatan. Hal ini
dilakukan dengan cara memulainya dari titik finish. Jalur kritis adalah kegiatan yang tidak mempunyai waktu
tenggang (S=0), artinya kegiatan tersebut harus dimulai tepat pada ES agar tidak mengakibatkan bertambahnya
waktu penyelesaian proyek. Kegiatan dengan slack = 0 disebut sebagai kegiatan kritis dan berada pada jalur kritis.
Jalur kritis adalah jalur waktu terpanjang yang melalui jaringan. Biasanya sebuah jalur kritis terdiri dari pekerjaanpekerjaan yang tidak bisa ditunda waktu pengerjaannya. Analisis jalur kritis membantu menentukan jadwal
proyek. Untuk mengetahui jalur kritis kita menghitung dua waktu awal dan akhir untuk setiap kegiatan.
Kegiatan Proyek
a. Merancang gedung dan pendanaan
Pada pekerjaan ini kegiatan yang dilakukan adalah merancang desain bangunan gedung
lapangan futsal indoor dan mengurus pendanaan untuk membiayai keperluan, baik material maupun
tenaga fisik dan ahli dalam proses pembangunan gedung.
b. Membangun pondasi
Pada pekerjaan ini kegiatan yang dilakukan adalah membangun pondasi yang berjenis pondasi
dalam, membuat kelebaran pondasi, memasang papan-papan pondasi, membuat adonan semen serta
membentuk pondasi.
c. Pemesanan material
Pada pekerjaan ini kegiatan yang dilakukan adalah memesan material-material yang dibutuhkan
dalam proses pembangunan gedung dan sarana prasarana di dalamnya, seperti material bangunan, tiang
gawang, cat, jaring-jaring dan sebagainya.
d. Membangun gedung bangunan
Setelah seluruh material terkumpul, barulah dilakukan proses pembangunan gedung fisik serta
pengerjaan struktur atas Struktur atas terdiri dari kolom, balok dan pelat. Pengerjaan struktur atas dimulai
dari pengerjaan kolom. Tapi terlebih dahulu, titik-titik kolom harus ditentukan posisinya dan dengan
bantuan alat, sehingga titik-titik kolom tersebut sejajar satu sama lain.
e. Pengerjaan interior gedung
Pada kegiatan ini dilakukan proses pengerjaan bagian dalam dari gedung seperti mengerjakan
hiasan interior dalam gedung.
f. Pemasangan lantai karpet lapangan
Pada kegiatan ini dilakukan pemasangan jenis karpet lapangan yang dipilih sebelumnya, yakni
lapangan jenis Vinyl.
g. Pemasangan sarana dan prasarana

172

Pada kegiatan ini dilakukan pengerjaan pemasangan sarana dan prasarana gedung dan lapangan
futsal, seperti pemasangan tiang-tiang gawang, jarring-jaring lapangaan, pemasangan papan skor
elektronik di tiap lapangan.
h. Penyelesaian akhir

Penjelasan Penjadwalan Proyek


Proyek yang kami kerjakan adalah pembangunan Gedung Lapangan Futsal Indoor di area Telkom
University dengan detil penjadwalan proyek sebagai berikut:
Simbol

Kegiatan Proyek

Predesesor

Durasi

Merancang gedung dan pendanaan

2 bulan

Membangun pondasi

1 bulan

Pemesanan material

1 bulan

Membangun gedung lapangan

B,C

3 bulan

Pengerjaan interior gedung

B,C

1 bulan

Pemasangan lantai karpet lapangan

1 bulan

Pemasangan sarana dan prasarana

1 bulan

Penyelesaian akhir

D,F,G

1 bulan

3.1.3 Gantt Chart Proyek

173

Warna merah menunjukkan critical path (jalur kritis) yaitu jalur kegiatan yang memakan waktu pengerjaan
terlama dalam kegiatan proyek.

Diagram AON Plus 1 Proyek


a. Kegiatan A, lama pengerjaan = 2 tanpa ada kegiatan pendahulu. Maka:
ES = 2 ; EF = 2 + 0 = 2
b. Kegiatan B, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan pendahulu A. Maka:
ES = 2 ; EF = 2 + 1 = 3
c. Kegiatan C, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan pendahulu A. Maka:
ES = 2 ; EF = 2 + 1 = 3
d. Kegiatan D, lama pengerjaan = 3 dengan kegiatan pendahulu B. Maka:
ES = 3 ; EF = 3 + 3 = 6
e. Kegiatan E, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan pendahulu C. Maka:
ES = 3 ; EF = 3 + 1 = 4
f. Kegiatan F, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan pendahulu E. Maka:
ES = 4 ; EF = 4 + 1 = 5

174

g.
h.

Kegiatan G, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan pendahulu E. Maka:


ES = 4 ; EF = 4 + 1 = 5
Kegiatan H, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan pendahulu D,F,G. Maka:
ES = 6 (durasi terlama dari D) ; EF = 6 + 1 = 7

Perhitungan LS dan LF adalah sebagai berikut:


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Kegiatan H, lama pengerjaan = 1 tanpa ada kegiatan setelahnya. Maka:


LF = EF = 7 ; LS = 7 1 = 6
Kegiatan G, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan setelahnya H. Maka:
LF = 6 ; LS = 6 1 = 5
Kegiatan F, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan setelahnya H. Maka:
LF = 6 ; LS = 6 1 = 5
Kegiatan E, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan setelahnya F G. Maka:
LF = 5 ; LS = 5 1 = 4
Kegiatan D, lama pengerjaan = 3 dengan kegiatan setelahnya H. Maka:
LF = 6 ; LS = 6 3 = 3
Kegiatan C, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan setelahnya E. Maka:
LF = 4 ; LS = 4 1 = 3
Kegiatan B, lama pengerjaan = 1 dengan kegiatan setelahnya D. Maka:
LF = 3 ; LS = 3 1 = 2
Kegiatan A, lama pengerjaan = 2 dengan kegiatan setelahnya B C. Maka:
LF = 2 (minimum) ; LS = 2 2 = 0

175

a.

Mulai terdahulu (earliest start ES), yaitu waktu terdahulu suatu kegiatan dapat dimulai, dengan asumsi
semua pendahulu sudah selesai.

b.

Selesai terdahulu (earliest finish EF), yaitu waktu terdahulu suatu kegiatan dapat selesai.

c.

Mulai terakhir (latest start ES), yaitu waktu terakhiir suatu kegiatan dapat dimulai sehingga tidak menunda
waktu penyelesaian keseluruhan proyek

d.

Selesai terakhir (latest finish LF), yaitu waktu terakhir suatu kegiatan dapat selesai sehingga tidak menunda
waktu penyelesaian keseluruhan proyek.
Float terdiri dari Total Float dan Free Float. Perbedaannya adalah jika float bebas dimiliki oleh satu
kegiatan tertentu, sedangkan float total dimiliki oleh kegiatan-kegiatan yang berada di jalur yang
bersangkutan.
Rumus-rumus perhitungan :
ES = Early Start ( Waktu mulai aktivitas paling awal )
EF = Early Finish = ES+t ( Waktu penyelesaian aktivitas paling awal )
LS = Late Start = LF-t ( Waktu mulai aktivitas paling akhir )
LF = Late Finish = LS+t ( Waktu penyelesaian aktivitas paling akhir)
TF = Slack = LF EF or LS ES ( Waktu mundur aktivitas )
FF = ESsukesesor Essekarang - Durasisekarang

176

TUGAS 5 : Gantt Chart


Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer
proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan
sub- sub tugas dari proyek. Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugastugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart. Gantt chart membantu
menjawab pertanyaan-pertanyaan what if saat melihat kesempatan kesempatan untuk membuat perubahan
terlebih dahulu terhadap kebutuhan.

Metode Gantt Chart


Karakteristik Gantt Chart
Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek
untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan subsub tugas dari proyek.
Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin
besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan what if saat melihat kesempatan-kesempatan
untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
Keuntungan dan Kerugian Gantt Chart
Keuntungan menggunakan Gantt Chart

Sederhana, mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam
penyelenggaraan proyek. Gantt Chart sangat mudah dipahami, balok horizontal (horizontal bar)
dibuat pada tiap kegiatan proyek sepanjang garis waktu.
Gantt
chart
digunakan
untuk
penjadwalan
sederhana
atau
proyek-proyek
yang
kegiatannya tidak terlalu berkaitan atau proyek kecil, sedangkan network untuk penjadwalan proyek yang
rumit.
Gantt Chart juga dapat digunakan untuk penjadwalan operasi yang berulang.
Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan
Bila digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan

Kelemahan Gantt Chart

Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain,
sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap
jadwal keseluruhan proyek.
Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada umumnya ini
berarti membuat bagan balok baru.
Gantt
chart
tidak
bisa
secara
eksplisit
menunjukkan
keterkaitan
antara
aktivitas dan bagaimana satu aktivitas berakibat pada aktivitas lain bila waktunya
terlambat atau dipercepat, sehingga perlu dilakukan modifikasi terhadap Gantt chart.

PENJELASAN MENGENAI GANTT CHART


Untuk penjadwalan proyek dengan menggunakan metode gantt chart merupakan perencanaan untuk
penjadwalan sumber daya dan pengaturan waktu. Gantt chart sendiri adalah contoh non-matematis yang banyak
digunakan dan sangat terkenal di kalangan para manajer, gantt chart pun terkenal karena penggunaannya yang
sederhana dan mudah dibaca dan dipahami.

177

Karakteristik Gantt Chart


Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek
untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan subsub tugas dari proyek.
Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin
besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan what if saat melihat kesempatan-kesempatan
untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.

Keuntungan dan Kerugian Gantt Chart


Keuntungan menggunakan Gantt Chart

Sederhana, mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam
penyelenggaraan proyek. Gantt Chart sangat mudah dipahami, balok horizontal (horizontal bar)
dibuat pada tiap kegiatan proyek sepanjang garis waktu.
Gantt
chart
digunakan
untuk
penjadwalan
sederhana
atau
proyek-proyek
yang
kegiatannya tidak terlalu berkaitan atau proyek kecil, sedangkan network untuk penjadwalan proyek yang
rumit.
Gantt Chart juga dapat digunakan untuk penjadwalan operasi yang berulang.
Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan
Bila digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan

Kelemahan Gantt Chart

Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain,
sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap
jadwal keseluruhan proyek.
Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada umumnya ini
berarti membuat bagan balok baru.
Gantt
chart
tidak
bisa
secara
eksplisit
menunjukkan
keterkaitan
antara
aktivitas dan bagaimana satu aktivitas berakibat pada aktivitas lain bila waktunya
terlambat atau dipercepat, sehingga perlu dilakukan modifikasi terhadap Gantt chart.

Cara Membuat Gantt Chart


Gantt Chart merupakan grafik yang sederhana, Cara membuatnya juga cukup mudah. Berikut ini adalah langkahlangkah dalam membuat Gantt Chart serta cara penggunaannya.
Membuat Gantt Chart
1.

Mengidentifikasikan
Tugas
yang
perlu
- Menentukan Milestone (bagian pekerjaan dari suatu tugas)

diselesaikan

pada

Proyek

178

dengan
menggunakan
Brainstorming
ataupun
Flow
chart.
- Mengidentifikasikan waktu yang diperlukan dalam
menyelesaikan
suatu
tugas.
- Mengidentifikasikan urutan pekerjaan ataupun tugas yang akan
dikerjakan.
Seperti Tugas yang harus diselesaikan sebelum memulai suatu tugas yang baru ataupun tugas-tugas apa
yang harus dilakukan secara bersamaan (Simultan).
2.

Gambarkan sumbu horizontal untuk waktu pelaksanaannya (dapat diletakan diatas atau dibawah
halaman). Tandai dengan skala waktu yang sesuai (bisa dalam harian maupun mingguan).

3.

Tuliskan Tugas atau bagian pekerjaan (milestone) yang akan dikerjakan berdasarkan urutan waktu pada
bagian kiri. Gambarkan Diagram Batang (Bar Graph) untuk menunjukan rentang waktu yang diperlukan
untuk melakukan tugas yang bersangkutan. Gambarkan kotak dari kiri dimana waktu Tugas tersebut
dimulai sampai pada waktu tugas yang bersangkutan berakhir. Jika diperlukan presentasi kepada
Manajemen perusahaan, gambarkan bentuk Intan (Diamond) pada tanggalnya. Gambarkan tepinya saja
dan kotak tersebut jangan diisi.

4.

Lakukan pemeriksaan kembali, apakah semua tugas atau bagian pekerjaan untuk Proyek tersebut sudah
tertulis semuanya ke dalam Gantt Chart.
Menggunakan Gantt Chart
1.

Saat Proyek sedang berlangsung, isikan gambar Intan (Diamond) ataupun Grafik Batang pada Gantt
Chart untuk menunjukan bahwa tugas yang bersangkutan telah diselesaikan. Jika ada tugas masih
berlangsung (in progress), estimasikan kemajuan tugas yang bersangkutan dan isikan grafik batang
sesuai dengan kemajuan tersebut.

2. Letakkan tanda vertical untuk menunjukan sejauh mana Proyek ini sedang berlangsung.
Contoh Gantt Chart

179

Dari Gantt Chart diatas dapat dilihat bahwa proyek telah berlangsung di minggu ke 6 (tanda panah kuning). Semua
tugas yang terdapat didalam Gantt Chart telah dikerjakan sesuai dengan Jadwalnya.
Gantt Chart ini merupakan salah satu alat (tools) untuk melakukan perencanaan Proyek (Project Planning) dan
juga sebagai alat untuk memantau perkembangan proyek .

Metode Gantt Chart


Gantt Chart merupakan alat bantu visual yang sangat berguna dalam pembebanan dan penjadwalan. Pada saat
digunakan dalam pembebanan diagram gantt menunjukan waktu pembebanan dan waktu menganggur dari
beberapa departemen seperti mesin-mesin atau fasilitas. Diagram ini menampilkan beban kerja relatif di dalam
sistem sehingga para menajer bisa tahu penyesuaian seperti apa yang tepat
Secara umum penjadwalan bertujuan untuk meminimalkan waktu proses, waktu tunggu langganan, dan tingkat
persediaan serta penggunaan yang efisien dari fasilitas, tenaga kerja dan peralatan. Penjadwalan disusun dengan
mempertimbangkan berbagai keterbatasan yang ada. Penjadwalan yang baik akan memberikan dampak positif,
rendahnya biaya operasi dan waktu pengiriman yang akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Penyusunan suatu penjadwalan atau schedule produksi yang semata-mata hanya berdasarkan pada institusi belaka
jelas akan dapat mempengaruhi jumlah hasil produksi yang sebenarnya maupun yang dihasilkan. Dalam hal ini
penjadwalan yang demikian itu akan menyebabkan timbulnya waktu yang tidak produktif (idle time) dan kapasitas
produk yang dihasilkan oleh mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi menjadi rendah. Ini jelas
merupakan faktor yang merugikan perusahaan.
Fungsi pokok dari penjadwalan produksi adalah agar arus produksi dapat berjalan lancar sesuai dengan waktu
yang direncanakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa penjadwalan produksi diadakan agar mesin-mesin dapat
bekerja secara optimal dengan biaya produksi seminimal mungkin dengan penyerahan barang tepat pada
waktunya sesuai pesanan konsumen (order)
Menurut Baker (1974) tujuan penjadwalan adalah sebagai berikut :

Meningkatkan produktifitas mesin yaitu dengan mengurangi waktu mesin menganggur


Mengurangi persediaan barang-barang setengah jadi dengan jalan mengurangi jumlah rata-rata pekerjaan
yang menunggu antrian suatu mesin karena mesin tersebut sibuk
Mengurangi keterlambatan karena telah melampaui batas waktu dengan cara;
a. mengurangi maksimum keterlambatan
b. mengurangi jumlah pekerjaan yang terlambat

Jika makespan dari suatu penjdwalan adalah konstan,maka urutan kerjanya akan menurunkan flowtime rata-rata
dan juga menurunkan WIP rata-rata. Tujuan terakhir yang biasanya diinginkan dalam proses penjadwalan adalah
pemenuhan Due Date yaitu dimana suatu produk telah selesai diproses atau diproduksi dan sampai pada
konsumen. Dalam kenyataan jika terjadi keterlambatan dalam pemenuhan due date yang telah ditetapkan dapat
dikenakan suatu denda (penalty).

Cara Membuat Gantt Chart di Microsoft Project 2007

180

1. Buka Microsoft Project 2007, setelah itu akan tampil halaman awal seperti gambar berikut,

2. Setelah itu, isikan Task Name, Duration, Start Date, Predesssesors (jika ada) pada kolom yang ada disebelah
kiri, secara otomatis Gantt Chart akan terbentuk di area sebelah kanan,seperti gambar berikut

3. Untuk menambahkan Sub Proses, insertkan kolom di proses yang akan ditambahkan sub prosesnya, seperti
gambar berikut,

4. Setelah itu, tuliskan proses yang ditambahkan pada field yang kosong,kemudian untuk membuat proses
tersebut menjadi subproses, pilih indent, seperti pada gambar berikut,

181

5.

Jika sudah maka akan tampilan Gantt Chart menjadi seperti ini,

6. Untuk menambahkan Milestones ,Milestones emphasize important events or accomplishments on


projects which take zero duration[1], pertama tambahkan baris dan isikan nama task serta duration di set menjadi
0 day, seperti pada gambar berikut,

182

7. Untuk menandai apakah suatu proses telah selesai dilakukan, maka pada kolom i (information) pilih Task
Information ... seperti berikut,

183

8.

Setelah itu, set percent complete menjadi 100%, sebagai berikut,

184

9.

Jika

sudah,

maka

proses

tersebut

akan

memiliki

status

completed

sepert

10. untuk melihat Network Diagram, A network diagram is a schematic display of the logical relationships
among, or sequencing of, project activities[1], dari Gantt Chart yang telah dibuat,pilih view >> Network
Diagram pada toolbars, Network diagram akan tampil sebagai berikut,

11. Gambar yang disilang menunjukan bahwa Task telah komplit.

185

TUGAS 6 : Resource Levelling


Menurut Soeharto(1997) dalam bukunya Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional,
Resource Levelling merupakan suatu metode pengalokasian sumber daya dengan mengatur jadwal aktivitas
sedemikian rupa sehingga tingkat kebutuhan sumber daya dari waktu ke waktu menjadi serata mungkin. Dengan
demikian akan diperoleh jadwal perencanaan dan pelaksanaan proyek dengan tingkat penggunaan sumber daya
yang optimal, atau tingkat penggunaan sumber daya yang lebih kecil.
2.3 Resource Levelling
Menurut Soeharto(1997) dalam bukunya Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional,
Resource Levelling merupakan suatu metode pengalokasian sumber daya dengan mengatur jadwal aktivitas
sedemikian rupa sehingga tingkat kebutuhan sumber daya dari waktu ke waktu menjadi serata mungkin. Dengan
demikian akan diperoleh jadwal perencanaan dan pelaksanaan proyek dengan tingkat penggunaan sumber daya
yang optimal, atau tingkat penggunaan sumber daya yang lebih kecil. Pada masalah penjadwalan proyek, resource
levelling dibedakan menjadi 2, yaitu resource constained project dan time constrained project. Resource
constrained project adalah penjadwalan proyek dengan persediaan sumber daya yang terbatas sehingga terjadi
keterlambatan waktu selesai proyek, sedangkan time constrained project adalah penjadwalan proyek dengan
keterbatasan waktu proyek sehingga sumber daya yang tersedia harus ditambah agar waktu proyek sesuai rencana.
Di bawah ini dijelaskan bagaimana cara manual dalam perataan sumber daya (resource levelling)
1. Cari ES paling kecil, jika eligible (mungkin dilakukan) maka load kegiatan tersebut.
2. Jika ES sama, maka ambil slack yang lebih kecil.
3. Jika ES dan slack sama, maka ambil durasi yang lebih kecil.
4. Jika ES, slack, dan durasi sama, maka urutkan sesuai ID dan durasi kegiatan.
Dari semua penjelasan diatas, perataan sumber daya dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, efektifitas
dan efisiensi penggunaan, menjaga pola penyebarannya yang logis dari segi kuantitas serta menempatkan kualitas
sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan diharapkan dengan durasi yang tidak berubah.

PENJADWALAN PROYEK DENGAN RESOURCE LEVELLING DAN SMOOTHING

Pembahasan
Teknik Optimisasi Sumber Daya
Berikut contoh teknik optimisasi sumber daya dengan mengatur jumlah sumber daya yang ingin digunakan
dalam proyek yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pasokan dari sumber daya itu sendiri sesuai waktu yang
telah ditentukan dalam proyek itu sendiri. Ada dua teknik yang ada dalam hal ini, yaitu Resource levelling dan
Resource Smoothing.
Resource Levelling
Menurut Soeharto(1997) dalam bukunya Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional,
Resource Levelling merupakan suatu metode pengalokasian sumber daya dengan mengatur jadwal aktivitas
sedemikian rupa sehingga tingkat kebutuhan sumber daya dari waktu ke waktu menjadi serata mungkin. Dengan
demikian akan diperoleh jadwal perencanaan dan pelaksanaan proyek dengan tingkat penggunaan sumber daya
yang optimal, atau tingkat penggunaan sumber daya yang lebih kecil. Pada masalah penjadwalan proyek, resource
levelling dibedakan menjadi 2, yaitu resource constained project dan time constrained project. Resource
constrained project adalah penjadwalan proyek dengan persediaan sumber daya yang terbatas sehingga terjadi

186

keterlambatan waktu selesai proyek, sedangkan time constrained project adalah penjadwalan proyek dengan
keterbatasan waktu proyek sehingga sumber daya yang tersedia harus ditambah agar waktu proyek sesuai rencana.
Di bawah ini dijelaskan bagaimana cara manual dalam perataan sumber daya (resource levelling)
1. Cari ES paling kecil, jika eligible (mungkin dilakukan) maka load kegiatan tersebut.
2. Jika ES sama, maka ambil slack yang lebih kecil.
3. Jika ES dan slack sama, maka ambil durasi yang lebih kecil.
4. Jika ES, slack, dan durasi sama, maka urutkan sesuai ID dan durasi kegiatan.
Dari semua penjelasan diatas, perataan sumber daya dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas, efektifitas
dan efisiensi penggunaan, menjaga pola penyebarannya yang logis dari segi kuantitas serta menempatkan kualitas
sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan proyek dan diharapkan dengan durasi yang tidak berubah.

3.3.3 Resource Smoothing


Resource smoothing merupakan suatu teknik untuk menyesuaikan jadwal kegiatan suatu aktivitas dalam
proyek agar tidak melebihi batas yang telah ditetapkan dalam sumber daya tertentu. Resource smoothing
merupakan kebalikan sifat dari resource levelling dimana jalur kritisnya tidak berubah, dan tanggal
penyelesaiannya tidak mengalami penundaan/delay. Dalam kata lain, aktivitas dalam suatu proyek hanya dapat
mengalami penundaan dalam free float mereka. Sehingga resource smoothing tidak dapat digunakan untuk
mengoptimisasi semua jenis sumber daya.

187

3.2

Gantt

Chart

Proyek

188

Warna merah menunjukkan critical path (jalur kritis) yaitu jalur kegiatan yang memakan waktu pengerjaan
terlama dalam kegiatan proyek.
Resource levelling Proyek

189

190

Graph sebelum dilakukan Resource Levelling dengan batasan resource

Graph setelah dilakukan Resource Levelling dengan batasan resource

Graph setelah dilakukan Resource Levelling dengan batasan waktu

Graph setelah dilakukan Resource Levelling dengan batasan waktu

191

192

TUGAS 7 : Kurva S
Kurva S merupakan gambaran diagram percent komulatif biaya yang diplot pada suatu sumbu koordinat
dimana sumbu absis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu Y menyatakan nilai percent
komulatif biaya selama masa proyek tersebut. Pada Diagram Kurva S, dapat diketahui pengeluaran biaya yang
dikeluarkan per satuan waktu, pengeluaran biaya komulatif per satuan waktu dan progress pekerjaan yang
didasarkan pada volume yang dihasilkan dilapangan.

Kurva S
Kurva S merupakan salah satu metode perencanaan pengendalian biaya yang sangat lazim digunakan
pada suatu proyek. Kurva S merupakan gambaran diagram percent komulatif biaya yang diplot pada suatu
sumbu koordinat dimana sumbu absis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu Y
menyatakan nilai percent komulatif biaya selama masa proyek tersebut. Pada Diagram Kurva S, dapat
diketahui pengeluaran biaya yang dikeluarkan per satuan waktu, pengeluaran biaya komulatif per satuan waktu
dan progress pekerjaan yang didasarkan pada volume yang dihasilkan dilapangan.

TUJUAN PENGGUNAAN KURVA S


Tujuan penggunaan kurva S adalah :

1. Bagi Kontraktor, sebagai dasar untuk membuat tagihan pembayaran ke pemilik proyek
2. Bagi Owner/ pemilik Proyek, sebagai dasar memantau progress pekerjaan fisik dilapangan yang
selanjutnya sebagai dasar pembayaran ke kontraktor
PENGENDALIAN BIAYA DENGAN KURVA S
Kurva S merupakan salah satu metode perencanaan pengendalian biaya yang sangat lazim digunakan
pada suatu proyek. Kurva S merupakan gambaran diagram percent komulatif biaya yang diplot pada suatu
sumbu koordinat dimana sumbu absis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu Y
menyatakan nilai percent komulatif biaya selama masa proyek tersebut. Pada Diagram Kurva S, dapat
diketahui pengeluaran biaya yang dikeluarkan per satuan waktu, pengeluaran biaya komulatif per satuan
waktu dan progress pekerjaan yang didasarkan pada volume yang dihasilkan dilapangan.

TUJUAN PENGGUNAAN KURVA S


Tujuan penggunaan kurva S adalah :
1. Bagi Kontraktor, sebagai dasar untuk membuat tagihan pembayaran ke pemilik proyek
2. Bagi Owner/ pemilik Proyek, sebagai dasar memantau progress pekerjaan fisik dilapangan yang
selanjutnya sebagai dasar pembayaran ke kontraktor

PEMBUATAN KURVA S
Untuk menggambarkan Kurva S dapat diasumsikan biaya setiap item terdistribusi secara merata selama
durasinya. Kondisi ini tidak selamanya benar, karena dimungkinkan suatu item pekerjaan dengan biaya
pembelian material yang besar (menyerap lebih dari 50 % dari total harga pekerjaan tersebut) akan diserap

193

di awal pekerjaan tersebut dan sisa durasi dilakukan untuk biaya pemasangannnya. Namun hal ini tidak
sepenuhnya dapat dijadikan dasar untuk pembuatan tagihan kontraktor dikarenakan prores fisik
pengerjaannya belum terlaksana

CARA PEMBUATAN KURVA S RENCANA


Cara membuat kurva S rencana adalah sebagai berikut :
Membuat bar chart
(yang benar adalah membuat CPM dulu kemudian dibuat bar chart)
Melakukan pembobotan pada setiap item pekerjaan.
Bobot item pekerjaan itu dihitung berdasarkan biaya item pekerjaan dibagi biaya total pekerjaan
dikalikan 100
Setelah
bobot masing-masing item
dihitung pada
masing-masing
didistribusikan bobot pekerjaan selama durasi masing-masing aktivitas.
Setelah itu jumlah bobot dari aktivitas tiap periode waktu tertentu, dijumlah secara kumulatif.
Angka kumulatif pada setiap periode ini di plot pada sumbu Y (ordinat) dalam grafik dan waktu pada
absis.
Dengan menghubungkan semua titik-titik didapat kurva S
CARA PEMBUATAN KURVA S AKTUAL
Cara membuat kurva S aktual adalah kurva S aktual di plot pada kurva S rencana, dengan cara pembuatan
sama dengan pembuatan kurva S rencana. Perbedaan adalah dalam perhitungan biaya pekerjaan per satuan
waktu dihitung berdasarkan volume fisik yang dihasilkan dikalikan dengan harga satuan pekerjaan tersebut
(volume yang dihasilkan diedarkan dari opname pekerjaan yang dilakukan oleh owner/ pemilik atau yang
mewakili dan hasil opname ini di dokumentasikan dalam bentuk format-format laporan yang sah dan dapat
dipertanggungjawabkan.

100
90
80
70
60
50
40
30

20
10
0
0

Kurva S Project Futsal Indoor

194

Tugas 8 : Crashing Project


Pada dasarnya, suatu proyek dapat tercapai hasil yang optimal dengan memperhatikan keterbatasanketerbatasan yang ada ,diantara durasi lamanya waktupengerjaan. Proyek akan memperoleh alternative pilihan
terbaik jika jumlah biaya suatu perencanaan seperti penggunaan biaya dan penambahan biaya, maupun
kombinasi keduanya serta untuk mengetahui waktu dan biaya proyek yang optimal di dalam merencanakan serta
mengendalikan proyek suatu pembangunan. Crashing (ReduksiWaktuProyek) Crash time adalah Tindakan untuk
mengurangi durasi keseluruhan proyek setelah menganalisa alternatif-alternatif yang ada (dari jaringan kerja)
Untuk mengoptimalisasikan waktu kerja dengan biaya terendah. Seringkali dalam crashing terjadi trade-off,
yaitu pertukaran waktu dengan biaya.
Crashing Project
Kondisi yang paling sering di alami pada suatu proyek konstruksi adalah terbatasnya waktu pelaksanaan.
Berdasarkan kenyataan yang ada dilapangan, sering terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan akibat kurang
cermatnya perencanaan, kurang rapinya manajemen pelaksanaan, kurang logis dan realitisnya hubungan antar
aktivitas yang membawa dampak perpanjangan waktu serta membengkaknya biaya penyelesaian proyek.

PERT dan CPM


Pada mulanya Gantt mengembangkan sebuah system yang dinamakan The Task and Bonus System.
Dalam system ini dia memperbaiki konsep dalam management proyek seperti membagi-bagi suatu proyek
menjadi serangkaian tugas, melaksanakan sesuai dengan estimasi standard tugas. Gantt Chard adalah alat
pemeriksa yang baik. Dua strategi baru untuk mengurangi resiko pada penjadwalan proyek yaitu Program
Evolution and Review Technique(PERT) yaitu menggunakan teknik pembuatan diagram jaringan kerja yang
disebut aktifitas dan anak panah dan teknik estimasi . Yang kedua adalah Critical Path Method (CPM), metode
ini adalah diagram jaringan dan teknik penjadwalan. PERT dan CPM mengikuti enam langkah dasar :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mendefinisikan proyek dan struktur pecahan kerja.


Membangun hubungan antar kegiatan.
Menggambarkan jaringan yang menghubungkan segala kegiatan.
Membuat estimasi waktu dan biaya.
Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan.
Menggunakan jaringan untuk membantu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek.

Dalam metode CPM digunakan perhitungan yang disebut forward pass dan backward pass Forward pass
member durasi total proyek, sedangkan backward pass mengetahui apakah proyek mengalami keterlambatan.
Jenis-jenis Biaya Dalam Proyek
1. Biaya Langsung (Direct Cost)
Biaya langsung adalah biaya untuk segala sesuatu yang akan menjadi komponen permanen hasil akhir proyek.
Biaya langsung terdiri dari:
a. Penyiapan lahan Pekerjaan ini terdiri dari clearing, grubbing, menimbun dan memotong tanah, mengeraskan
tanah, dan lainlain. Disamping itu pekerjaanpekerjaan membuat pagar, jalan dan jembatan.
b. Pengadaan peralatan utama Semua peralatan utama yang tertera dalam gambar desain engineering.
c. Biaya merakit dan memasang peralatan utama Terdiri dari pondasi struktur penyangga, isolasi, dan pengecatan.
2. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)

195

Biaya tidak langsung atau indirect cost adalah pengeluaran untuk manajemen, supervise dan pembayaran
material, serta jasa untuk pengadaan bagian proyek yang tidak akan menjadi instalasi atau produk permanen, tetapi
diperlukan dalam rangka proses pembangunan proyek. Biaya tidak langsung meliputi:
a. Gaji tetap dan tunjangan bagi tim manajemen, gaji dan tunjangan bagi tenaga bidang engineering, inspector,
penyedia konstruksi lapangan, dan lain-lain.
b. Kendaraan dan peralatan konstruksi Termasuk biaya pemeliharaan, pembelian bahan bakar, minyak pelumas
dan suku cadang.
c. Pembangunan fasilitas sementara Termasuk perumahan darurat tenaga kerja, penyediaan air, listrik, fasilitas
komunikasi sementara untuk konstruksi, dan lain-lain.
3.5 Crashing Project
Perhitungan Cost Slope
Hubungan antara biaya waktu normal dan dipersingkat dapat digambarkan sebagai berikut :

Biaya crash

Cost Slope
A

Biaya normal

Waktu normal

Waktu Crash

Hubungan antara waktu dan biaya digambarkan seperti pada grafik diatas, dimana titik A menunjukkan
titik normal, sedangkan titik B menunjukkan titak crash. Garis yang menghubungkan titik A dan B merupakan
kurva waktu dan biaya. Seandainya diketahui bentuk kurva waktu dan biaya suatu kegiatan, artinya dengan
mengetahui berapa slope atau sudut kemiringannya, maka bisa dihitung berapa besar biaya untuk mempersingkat
waktu satu hari.
Cost slope dapat dirumuskan sebagai berikut:
Cost Slope = Crash Cost Normal Cost / Normal Duration Cost Duration
Analisa Time Cost Trade Off (TCTO)
Biaya merupakan suatu hal yang penting dalam manajemen, dimana biaya yang mungkin timbul harus
dikendalikan seminimum mungkin. Pengendalian biaya harus memperhatikan factor waktu, karena terdapat
hubungan yang sangat erat antara waktu penyelesaian proyek dengan biaya-biaya proyek yang bersangkutan atau
aktivitas pendukungnya.

196

Menurut Soeharto, (1999), total biaya proyek adalah sama dengan jumlah biaya langsung ditambah
dengan biaya tidak langsung. Keduanya berubah sesuai dengan waktu dan kemajuan proyek. Meskipun tidak
dapat diperhitungkan dengan rumus tertentu, tapi pada umumnya makin lama proyek berjalan maka makin tinggi
kumulatif biaya tidak langsung diperlukan. Grafik hubungan biaya total, biaya langsung, biaya tidak langsung,
dan biaya optimal dapat digambarkan sebagai berikut:
1.Durasi Normal adalah durasi yang diperlukan untuk melakukan kegiatan sampai selesai dengan efisien, tetapi
diluar dipertimbangkan adanya kerja lembur dan usaha-usaha khusus lainnya seperti menyewa peralatan yang
lebih canggih.
2. Biaya Normal adalah biaya langsung yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan dengan kurun waktu
normal.
3. Durasi Dipercepat (Crash duration) adalah durasi tersingkat untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang secara
teknis masih mungkin. Disini dianggap sumber daya bukan merupakan hambatan.
4. Biaya untuk Durasi Dipercepat (Crash Cost) adalah jumlah biaya langsung untuk menyelesaikan pekerjaan
dalam kurun waktu tersingkat.
5. Cost Slope adalah pertambahan biaya langsung (direct cost) untuk mempercepat suatu aktivitas persatuan
waktu.
Estimasi biaya proyek sebesar Rp 1.242.752.500,00. Kisaran tersebut didasarkan pada detail berikut :
Jenis Biaya

Keterangan

Estimasi Biaya

Biaya Jasa

Gaji Project Manager

365
500.000,00

hari@Rp

Rp 182.500.000,00

Biaya Jasa

Gaji Site Manager

365
450.000,00

hari@Rp

Rp 164.250.000,00

Biaya Jasa

Gaji Koordinator Pelaksana Proyek

365
400.000,00

hari@Rp

Rp 146.000.000,00

Biaya Jasa

Gaji
Kepala
Administrasi

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Arsitek

365
350.000,00

hari@Rp

Rp 127.750.000,00

Biaya Jasa

Gaji Konsultan Hukum

365
300.000,00

hari@Rp

Rp 109.500.000,00

Biaya
Material

Rumput Jepang

100m2@Rp 25.000,00

Rp 2.500.000,00

Biaya
Material

Air Mancur

2buah@ Rp 20.000,00

Rp 40.000.000,00

Keuangan

dan

Total

197

Biaya
Material

Jogging Track

1
trek
20.000.000,00

@Rp

Rp 20.000.000,00

Biaya
Material

Washtafel Air Siap Minum

10
buah@Rp
2.500.000,00

Rp 25.000.000,00

Biaya
Material

Biopori

100
buah@
500.000,00

Rp

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Alat Fitness

10
buah@Rp
5.000.000,00

Rp 50.000.000,00

Biaya
Material

Pepohonan yang rindang

200 tanaman

Rp 200.000.000,00

Setelah proyek selesai, diperlukan adanya biaya untuk pemeliharaan dan perawatan taman tiap tahun sebesar Rp
25.000.000,-

Time Crash dan Alternatif Percepatan


Perhitungan durasi crash dilakukan pada pekerjaan yang berada dalam lintasan kritis berdasarkan dari output
Network Diagram dari program Microsoft Project. Pekerjanpekerjaan yang berada pada lintasan kritis tersebut
akan dilakukan percepatan dengan alternatif:
Penambahan jam kerja 3 jam (kerja lembur) : Waktu kerja lembur di asumsikan rata-rata baik proyek berjalan
normal atau lambat adalah 3 jam per hari
Upah pekerja untuk setiap 7 jam lembur pertama sebesar 2 kali upah sejam atau 200% dari harga upah pekerja
saat normal. Harga peralatan tidak mengalami perubahan. Produktifitas kerja pada saat jam kerja lembur
diperhitungkan 75 % dari produktifitas kerja pada saat normal untuk 3 jam pertama dan 50% untuk jam berikutnya
(informasi dari proyek) Jam kerja normal 8 jam/hari, dengan 1 minggu kerja sebanyak 5 hari dan 8 jam kerja hari
sabtu dan minggu.
Pekerjaan

Sub pekerjaan

Pembuatan taman

Perancangan
desain

Pemasangan sarana
prasarana

Group

Orang/Group

Total Pekerjaan

12

Tata letak

Jogging track

12

Fitness center

16

Pemasangan
biopori

dan

198

Pemeliharaan

Perawatan rutin

Total

16

12

22

62

Analisa Time Cost Trade Off (TCTO)

Penambahan jam kerja Lembur : Contoh perhitungan Crash Cost dan Cost Slope untuk
alternatif 1 penambahan jam kerja lembur dilakukan berdasarkan asumsi asumsi diatas pada pekerjaan
pembesian shearwall.
Normal Cost :
a. Volume = 20x 20 m = 400.000 SQM;
b.Upah pekerja = Rp.300.000 ;
c. Biaya Alat = Rp. 300.000 ;
d. Durasi Normal = 150 ;
e. Normal cost (a x (b+c))) = 2.400.000.000
Crash Duration :
f. Produktifitas harian (a/d) = 2666.7;
g. Produktifitas per jam (f/8jam) =333,3;
h. Produktifitas harian setelah =302.764;
i. Crash duration (a/h) = 1324.5
Crash Cost :
j. Upah normal /jam (g x b.upah) =99.990.000;
k. Biaya lembur /jam =600.000;
l. Crast cost /hari (8xa)+(3xbx0.75) = 320.000+675.000=995.000 ;

199

m. Crash cosh total (i x l) =1.317.880.000;


n. Cost slope( m-e)/(d-i) = 1.077.380.000 /0,12=7.182.253.833,3
Penambahan kapasitas alat :
Alternatif yang ke 3 adalah dengan menambah kapasitas alat bantu kerja. Untuk penambahan alat bantu yang
memungkinkan hanya pada pekerjaan pemasangan fasilita dan sarana prasarana Berikut perhitungan proporsional
jumlah total peralatan yang akan dipakai pada pekerjaan struktur

100

Leisure Park

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
0

200

TUGAS 9 : Manajemen Kontrak


Komponen RAB dan RKS
Komponen di dalam perhitungan biaya bangunan terdiri atas:

Menyusun uraian pekerjaan beserta spesifikasi bahan dan persyaratannya,


Perhitungan volume pekerjaan,
Membuat daftar volume pekerjaan, harga satuan bahan, dan upah pekerja,
Membuat daftar analisis satuan pekerjaan,
Membuat daftar analisis harga satuan pekerjaan, dan
Membuat daftar analisis rencana anggaran biaya dan rekapitulasinya.

Perhitungan volume yang disajikan merupakan perhitungan murni, belum ditambah akibat susut maupun bahan
yang terbuang. Harga satuan bahan maupun harga satuan upah pekerja yang digunakan hanyalah sekedar contoh,
harga-harga tersebut setiap waktu akan berubah-ubah sesuai situasi harga di pasaran atau daerah di mana rumah
tinggal akan dibangun. Pekerjaan pembuatan rumah tinggal tersebut diasumsikan dikerjakan sendiri, jika
pelaksanaan pembangunan diserahkan pada pihak lain (kontraktor) biasanya ditambah jasa pemborong berkisar
5-10% dari jumlah biaya keseluruhan, atau tergantung kesepakatan antara pemilik dan pemborong.

1. Menyusun Uraian Pekerjaan Beserta Spesifikasi Bahan dan Persyaratannya


Setelah luas bangunan direncanakan, kemudian ditentukan desain berupa gambar kerja, dan bahan bangunan yang
akan dipakai beserta spesifikasi teknis, selanjutnya dapat disusun daftar macam pekerjaan dan syarat-syaratnya.
Daftar ini dapat menjadi acuan sehingga memudahkan menghitung volume, biaya, dan pengontrolan pelaksanaan
pembangunan.

2. Membuat Daftar Volume Pekerjaan, Harga Satuan, dan Upah Pekerja


Setelah semua komponen penghitungan volume selesai dilakukan, komponen selanjutnya adalah memasukkan
volume yang sudah dihitung tersebut ke dalam daftar volume pekerjaan, daftar harga satuan bahan, dan daftar
upah pekerja. Daftar-daftar tersebut dapat menjadi acuan sehingga memudahkan menghitung volume, biaya, dan
pelaksanaan pembangunan.

3. Membuat Daftar Analisis Satuan Pekerjaan


Daftar analisis pekerjaan berguna untuk menghitung jumlah biaya dari masing-masing pekerjaan secara terperinci.
Daftar ini diisi setelah semua daftar harga satuan bahan dan upah pekerja dibuat dan diisi.

4. Membuat Daftar Analisis Harga Satuan Pekerjaan


Setelah semua daftar analisis satuan pekerjaan dibuat, yang harus dilakukan adalah memasukkan hasil
penjumlahan dari masing-masing analisis pekerjaan ke dalam daftar harga satuan pekerjaan

201

5. Membuat Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya dan Rekapitulasinya


a. Membuat Daftar Analisis Rencana Anggaran Biaya
Setelah semua daftar analisis harga satuan pekerjaan diisi dan dijumlahkan, selanjutnya harga satuan pekerjaan
dikalikan dengan setiap volume pekerjaan sehingga didapatkan jumlah harga biaya bangunan
b. Daftar Rekapitulasi Anggaran Biaya
Setelah semua daftar analisis rencana anggaran biaya dapt terisi, maka setiap komponen pekerjaan dapat
direkapitulasi jumlahnya, dan akhirnya harga total bangunan akan didapatkan.

JENIS KONTRAK PROYEK


Jenis Kontrak
Pemilihan kontrak yang sesuai untuk suatu proyek konstruksi lebih didasarkan pada karakteristik dan kondisi
proyek itu sendiri. Ditinjau dari sudut pandang pemilik proyek (owner), hal ini erat kaitannya denga nantisipasi
dan penanganan risiko yang ada pada proyek tersebut. Dalam kontrak juga harus disebutkan dengan jelas jangka
waktu penyelesaian proyek tersebut dan kewajiban yang harus dipenuhi kontraktor jika terjadi
keterlambatan.
a) Jenis Kontrak Berdasarkan Metode Pembayaran
Berdasarkan metode pembayaran, jenis kontrak dapat dibedakan menjadi:
Kontrak Harga Satuan (Unit price Contract)
Penilaian harga setiap unit pekerjaan dilakukan sebelum konstruksi dimulai. Penentuan besarnya harga satuan
harus mengakomodasi seluruh biaya yang mungkin terjadi (seperti biaya overhead, keuntungan, biaya tak terduga,
dan biaya untuk mengantisipasi risiko). Perikatan terjadi terhadap harga satuan setiap jenis/item pekerjaan,
sehingga kontraktor hanya perlu menentukan harga satuan yang akan ditawar untuk setiap item dalam kontrak.
Kelemahan kontrak jenis ini, pemilik proyek tidak dapat mengetahui secara pasti biaya aktual proyek hingga
proyek selesai. Oleh sebab itu pemilik perlu melakukan pengukuran sendiri dan perhitungan kuantitas tiap unit
perlu dilakukan secara akurat. Jenis kontrak ini sesuai untuk proyek dengan estimasi kuantitas yang tidak dapat
dilakukan dengan akurat, seperti pekerjaan tanah, jalan raya, pemasangan pipa dan sebagainya. Kontraktor banyak
menggunakan metoda tidak seimbang (unbalanced), yaitu metoda dimana kontraktor mengajukan penawaran
harga satuan tanpa mengubah harga keseluruhan untuk memperoleh keuntungan dalam proyek.

Kontrak Biaya Plus Jasa (Cost Plus Fee Contract)


Kontraktor akan menerima sejumlah pembayaran atas pengeluarannya ditambah sejumlah biaya overhead dan
keuntungan yang umumnya didasarkan kepada persentase biaya yang dikeluarkan. Kontrak jenis ini umumnya
digunakan jika biaya aktual dari proyek sulit diestimasi secara akurat, dikarenakan perencanaan belum selesai
tetapi proyek harus diselesaikan dalam waktu singkat (emergency). Pada kondisi yang seperti itu maka ditunjuklah
kontraktor yang mampu merancang dan melaksanakan perbaikan yang diperlukan dengan segera, penetapan biaya

202

perancangan dan perbaikan dapat dihitung langsung ditambah fee untuk kontraktor/perancang. Kekurangan jenis
kontrak ini, pemilik kurang dapat mengetahui biaya aktual proyek yang akan terjadi.

Penentuan fee untuk kontraktor pada jenis kontrak ini dapat dilakukan dengan cara:
o Jumlah tetap (cost plus fixed fee)
Pembayaran kepada kontraktor berupa biaya nyata (actual cost) yang telah dikeluarkan oleh kontraktor ditambah
biaya umum (overhead cost) dan sejumlah keuntungan tetap fixed fee). Kontrak semacam ini digunakan untuk
pekerjaan yang sangat mendesak yang tidak memungkinkan mempersiapkan gambar rencana.
o Persentase biaya (cost plus percentage)
Kontraktor akan menerima kembali/ganti semua biaya nyata (actual cost) yang telah dikeluarkan dan kompensasi
yang besarnya didasarkan persentase biaya nyata sesuai kesepakatan bersama dengan pemilik proyek. Kontrak
jenis ini juga digunakan untuk pekerjaan mendesak yang tidak memungkinkan mempersiapkan gambar rencana,
tetapi ada kecenderungan kontraktor memperlambat pekerjaannya untuk memperbesar biaya nyata agar
kompensasi yang diterima menjadi lebih banyak.
o Jaminan biaya maksimum (cost plus fee with maximum guaranteed price)
Kontraktor akan menerima kembali semua biaya yang telah dikeluarkan ditambah dengan kompensasi yang
besarnya berdasarkan persentase yang telah disepakati bersama dan dibatasi dalam jumlah maksimum tertentu

Kontrak Biaya Menyeluruh (Lump Sum Contract)


Kontrak jenis ini digunakan pada kondisi kontraktor akan membangun sebuah proyek sesuai rancangan yang
ditetapkan pada suatu biaya tertentu. Jika terjadi perubahan yang menyebabkan terjadinya perubahan biaya,
dilakukan negosiasi antara pemilik dan kontraktor untuk menetapkan pembayaran yang akan diberikan kepada
kontraktor. Persyaratan utama untuk mengaplikasikan kontak jenis ini adalah perencanaan benar-benar telah
selesai sehingga kontraktor dapat melakukan estimasi kuantitas secara akurat. Jika anggaran biaya yang ada
terbatas, maka kontrak jenis ini menjadi pilihan yang tepat. Pekerjaan konstruksi yang tepat untuk jenis kontrak
ini antara lain pembangunan gedung.
Kelemahan pemakaian kontrak jenis ini adalah proses konstruksi yang akan tertunda karena menunggu selesainya
perencanaan.
Guaranteed Maximum Price Contract (GMP)
Kontrak antara pemilik proyek dengan kontraktor yang diikat oleh suatu harga maksimum tertentu untuk
menyelesaikan seluruh lingkup pekerjaan yang dipersyaratkan oleh pemilik proyek.

b) Jenis Kontrak Berdasarkan Aspek Pembagian Tugas


Jenis kontrak berdasarkan aspek pembagian tugas, antara lain adalah:
Kontrak Rancang Bangun (Design and Build contract)
Pemilik hanya menentukan persyaratan-persyaratan yang diinginkan dalam KAK/TOR kepada kontraktor utama
untuk nantinya dikembangkan dan dirinci. Kontraktor boleh menunjuk konsultan perencana yang lebih ahli,
namun tanggung jawab sepenuhnya tetap pada kontraktor. Sistem kontrak ini dapat meperkecil resiko kesalahan
perhitungan harga karena keterlibatan kontraktor dalam proses perencanaan cukup kuat.
Kontrak Turnkey (Contractors Full Prefinancing Contract)

203

Kontraktor bertanggung jawab untuk membiayai seluruh biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
Pembayaran kepada kontraktor akan dilakukan setelah bangunan diserahkan dan siap dioperasikan oleh pemilik.
Sebagai jaminan pembayaran, kontraktor menerima surat jaminan bank senilai biaya pembangunan. Surat jaminan
bank tersebut dapat dicairkan oleh kontraktor apabila pemilik gagal membayar pada waktu yang telah disepakati
dan kewajiban kontraktor sudah dipenuhi
semua.
Engineering Procurement and Construction Contract (EPC)
Sistem kontrak yang mencakup lingkup tanggung jawab Engeneering (perekayasaan), procurement (pengadaan),
construction (konstruksi) dan commissioning (uji-coba operasi) sampai menghasilkan sistem yang mampu
berproduksi, misalnya pada proyek pembangunan pabrik.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA
Project Management Institute. 2013. A Guide to the Project Management Body of Knowledge
(PMBOK Guide) Fifth Edition. USA: PMI Book Service Center
Analisis Time Cost Trade Off - http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-17374-Paper1724010.pdf diakses pada tanggal 4 Oktober

204