Anda di halaman 1dari 4

Latar belakang

Fungsi utama Mesin Gergaji adalah untuk memotong benda kerja dalam
jumlah yang banyak. Ada berbagai jenis Mesin Gergaji diantaranya Mesin Gergaji
Datar, Mesin Gegaji Pita, Dan Mesin Gegaji Bundar. Gerakan mekanik Mesin
Gergaji dapat dijelaskan sebagai berikut, prputaran motor mesin gergaji
dihubungkan oleh sebuah sabuk pada roda poros roda gigi, pada poros keping
penerus dihubungkan dengan roda gigi penghubung. Poros roda gigi terhubung
memutar keping penggerak lalu menggerakan batang penggerak sehingga
menghasilkan gerakan mundur maju pada sengkang gerak, batang penggerak ini
terpasang pada suatu alur keping penggerak dan diikat oleh sebuah baut dan
mur (gerakan elektronik) dimana alur itu mengatur panjang langkah sengkang
gergaji.
Spesifikasi Mesin Gergaji
Jika ujung batang bergerak dipasang dekat sumbu keping penggerak, maka
sangkang gergaji bergerak pendek. Makin jauh letak ujung batang bergerak dari
sumbu penggerak makin panjanglah gerakan sengkang. Untuk mengatur
panjang pendeknya dilakukan dengan cara penggedoran mur pengikat kemudian
menggerserkan batang penggerak itu pada suatu kedudukan yang kita
kehendaki.
Kontruksi Mesin Gergaji
Di dalam penggergajian ini pekerja dapat menyesuaikan bentuk daun gergaji
tergantung pada jenis Mesin Gergaji yang sedang digunakan atau yang akan
digunakan, sehingga para pekerja sangat mudah dalam melakukan pekerjaan
tersebu

Tinjaun pustaka
Gergaji tangan adalah suatu alat perkakas tangan yang digunakan untuk
memotong atau mengurangi tebal dari benda kerja yang nantinya akan
dikerjakan lagi. Prinsip kerja dari gergaji tangan adalah langkah pemotonganya
kearah depan sedangkan pada langkah mundur mata gergaji tidak melakukan
pemakanan/penyayatan. Dengan menggunakan gergaji tangan dapat dilakukan
pekerjaan seperti memendekan benda kerja, membuat alur atau celah, dan
melakukan pemotongan kasar/pekerjaan awal sebelum benda kerja dikerjakan
lagi oleh peralatan lain

Didalam pekerjaan-pekerjaan menukang kayu, gergaji termasuk salah satu perkakas yang
sangat penting sebagai alat potong dan belah untuk membagi-bagi kayu dalam beberapa
bentuk potongan yang dikehendaki. Juga sering sekali dipergunakan orang mulai sejak
penebangan pohon sampai dijadikan bahan kayu ramuan, bahkan sampai pada bagian yang
sekecil-kecilnya. Gergaji terbuat dari sebilah baja tipis, yang salah satu tepinya dibuat bergigi
tajam dan diberi tangkai pemegang dari kayu. Ditinjau dari penggunaannya, gergaji dibuat
dalam dua bentuk yaitu gergaji pemotong dan gergaji pembelah. Dalam gambar 1-1 dan 1-2
diperlihatkan dua bentuk dasar dari gigi-gigi gergaji itu.

1.1. Gergaji Tangan


Daun gergaji tangan dibuat dari semacam baja yang berkwalitas baik, dan cukup kaku
mengingat gerak dorong dalam menggergaji, dan disamping itu mempunyai daya pegas agar
tidak dapat menjadi bengkok. Selain berkwalitas baik dan mempunyai daya pegas, daunnya
tidak boleh terlalu tebal (gambar 1.3). Panjang gergaji tangan yang terdapat dalam
perdagangan adalah dari 10 sampai 30 atau 25 cm sampai 75 cm.

Untuk mengetahui kwalitas yang baik dari daun gergaji tangan, harus dipergunakan
bunyi nyaring yang terjadi, jika dipukul dengan sepotong besi sambil dipegang tangkai
pemegangnya. Dan untuk mencoba gaya pegas dari daunnya bisa dipegang kedua ujung
daunnya Ialu dilengkungkan sampai kirakira 90 sesudah itu dilepaskan, daun gergaji harus
kembali tetap dalam keadaan semula. Selain itu daunnya harus rata dan gigi-giginya harus
rapih dan Iurus.
Ada dua macam gergaji tangan:
a. Gergaji tangan pemotong.
b. Gergaji tangan pembelah.
Gergaji tangan pemotong dipergunakan untuk memotong kayu, dengan arah
menggergaji adalah tegak Iurus terhadap arah urat kayu, sedangkan posisi gergaji berbentuk
sudut 45 terhadap permukaan kayu (gambar 1.4). Sedangkan gergaji pembelah dipergunakan
pembelah kayu dan arah menggergaji searah dengan arah urat kayu. Sedangkan posisi gergaji
berbentuk sudut 60 terhadap permukaan kayu .Dilihat dari kegunaan gergaji tangan ini maka

bentuk giginya pun berlainan pula. Untuk gergaji pemotong geriginya dikikir miring, karena
untuk memotong (mengarat) urat-urat kayu, dan miringnya dikikir kira-kira 60 sampai 80
terhadap daun gergaji

Untuk mencegah daun gergaji terjepit pada waktu dipakai, maka ujung gerigi itu, baik
untuk gergaji pemotong maupun gergaji pembelah, selang satu gig dibengkokkan ke kiri dan
ka kanan. Pembengkokan ujung geriginya kira-kira 1/3 dari tinggi gerigi. (gambar 1.8). Lebar
pembengkokannya juga harus sama besar ke kiri dan ke kanan. Untuk kayu basah lebar
bengkokannya sama dengan 2 x tebal daun gergaji. Dan untuk kayu kering lebar
bengkokannya sama dengan 1x tebal daun gergaji.
Alat untuk membengkokkan gerigi gergaji dipakai sebuah gegep bengkok (zattang) atau alat
khusus yang terbuat dari plat baja. Untuk menentukan kasar dan halusnya gigi gergaji dapat
dilihat dari nomor gergaji yang terdapat pada tumit daun gergaji. Yang maksudnya nomor
tersebut menunjukkan jumlah gigi dalam 1 (inci).

PEMBAHASAN
1.2. Gergaji Punggung.
Gergaji gunggung terbuat dan baja yang sangat tipis, dan pada bagian atasnya atau
punggungnya diberi tulang. Tulang ini berguna supaya daun gergaji cukup kaku. Ukuran
panjang daun gergaji dibuat dari 10 sampai 20. Ukuran panjang yang satu `dengan yang
lainnya berturut-turut barbeda-beda (misalnya 10 -12 14 dan seterusnya).
Gigi-gigi gergaji punggung sangat halus sekali sehingga mempunyai gigi 12 sampai 14 tiap
inci. (gambar 1.14). Gergaji punggung sering sekali digunakan pada pekerjaan kayu yang
kecil-keciI dan yang halus-halus, misalnya pada pembuatan poros, membuat sarongan 45,
membuat sambungan ekor burung dan Iain sebagainya, terutama pada pekerjaan-pekerjaan
meubel (gambar 1.16).
Gergaji Punggung
Gergaji punggung digunakan untuk pemotongan halus, seperti pemotongan verstek,
pemotongan sisi tebal dan pemotongan purus kecil. Gergaji punggung tidak ditegangkan,
hanya terdiri dari bilah gergaji yang diperkuat punggungnya. Bilah gergaji bergigi halus
dan gigi tumbuk ditajamkan sedikit lemah.
Gergaji punggung memungkinkan pemotongan dengan gergaji secara horizontal, sampai
sedalam bilah gergaji dan lis penguat punggung. Melalui pengaturan lengan pegangan,
maka gegaji punggung dapat digunakan untuk keperluan kiri dan kanan

1.3. Gergaji Tarik Dan Bentang

Di dalam praktek kerja kayu gergaji tarik dan bentang adalah alat untuk mamotong dan
membelah kayu, terutama mengiris kayu dolok dan balok besar manjadi balok-balok atau
papan-papan dalam ukuran yang dikehendaki.
Gergaji semacam ini terdiri dari sebilah daun gergaji dari baja (blade), yang satu bagian
sisinya bergigi tajam, gigi-gigi gergaji tersebut ada dua macam yaitu gigi pemotong dan gigi
pembelah (gambar 1.20). Gergaji tarik digunakan pada penebangan pohon, memotong batang
kayu yang besar-besar, dan pemotongan dolok-dolok dan balok yang besar.
Sedangkan gergaji bentang banyak digunakan untuk membalah dolok-dolok atau balok kayu
yang besar-besar, dan pekerjaan mengiris kayu yang Iebar-lebar untuk papan.
1.4.Gergaji Bentang Ukuran Kecil
Selain daripada gergaji bentang yang telah diutarakan terdahulu, terdapat pula gergaji
bentang dalam ukuran kecil yang biasa digunakan untuk membelah dan memotong kayu
dalam ukuran yang kecil-kecil pula, pelaksanaan pengerjaan hanya dilakukan oleh satu orang.
(gambar1.23).
Adapun gunanya selain untuk memotong dan
membelah/mengiris kayu dalam ukuran yang kecil-kecil dapat pula digunakan pada
pekerjaan-pakerjaan membuat sambungan purus daun pintu/jendela serta pada pekerjaan
Iainnya, seperti memotong dada-dada cowakan dalam posisi tegak dan miring, selain untuk
kayu dapat pula dipakai mamotong bambu juga. Untuk pekerjaan halus pada pembuatan
perabot rumah tangga dari kayu.
1.5. Gergaji Gerek
Gergaji gerek pada umumnya digunakan untuk menggarek kayu yang berbentuk sisi
Iengkung dan cekung .atau dalam bentuk Iingkaran, baik Iingkaran Iuar maupun dalam, tidak
terbatas tipis dan tebalnya kayu yang dikerjakan, maupun jenis kayu papan atau jenis
multiplex / triplex.
Punggung daun gergaji garek labih tipis daripada gigi-giginya dalam bentuk tirus ke arah
tebalnya. Bentuk gigi dikikir serong berganti-ganti dalam keadaan bolak-balik. (gambar
1.24).
Adapun gunanya ialah untuk menggergaji sisi tebal kayu yang cekung, seperti pada pekerjaan
membuat kaki kursi / meja antik dan macam-macam pekerjaan Iainnya. Dapat pula
digunakan dalam pekerjaan memotong garis Iubang bulat dangan garis tengah ukuran besar,
seperti pada pekerjaan membuat Iubang peti pengeras suara dan macam-macam pekerjaan
Iainnya