Anda di halaman 1dari 113

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH diselenggarakan sebagai bagian dari sistem Kompetisi Olahraga Mahasiswa.
POMNAS XIV Tahun 2015 merupakan ajang penyelenggaraan olahraga yang
dilaksanakan secara multi-event.
Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH adalah event olahraga mahasiswa tingkat Nasional yang diselenggarakan 2 (dua)
tahun sekali, sebagai event olahraga yang merupakan bagian dari sejarah dan
keterlibatan anak bangsa dalam membangun dunia olahraga di tanah air. POMNAS
memiliki peran dalam pembinaan dan pencarian bibit unggul khususnya mahasiswa
yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Demi suksesnya penyelenggaraan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH
maka panitia penyelenggara memandang perlu menerbitkan Buku Panduan POMNAS
XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH yang berfungsi menyampaikan informasi yang bersifat
umum untuk dipergunakan sebagai petunjuk dan pedoman serta penetapan berbagai
ketentuan maupun peraturan mencakup prosedur yang harus dilaksanakan dan
dipatuhi oleh seluruh peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
B. DASAR
1. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
3. Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
4. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2007 tentang Pekan dan Kejuaraan
Olahraga.
5. Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2007 tentang Pendanaan Keolahragaan.
6. Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
7. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 067/P/2004 tentang
Pembentukan Pengurus Pusat Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia
(PP. BAPOMI).
8. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BAPOMI.
9. Pola Pengembangan Kemahasiswaan (Polbangmawa) Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Tahun 2006.

10. KPTS Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kementrian


Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 236/DIKTI/Kep/2014 tanggal 03 Juni
2014 tentang Penetapan Universitas Syiah Kuala melalui Pengurus Provinsi
Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia [PENGPROV BAPOMI] Aceh.

C. TUJUAN POMNAS XIV TAHUN 2015 PROVINSI ACEH


Tujuan Penyelenggaraan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah:
1. Memupuk dan meningkatkan persatuan, kebersamaan, dan persahabatan
antar mahasiswa.
2. Memupuk dan meningkatkan kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Pancasila,
UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
3. Meningkatkan dan mengembangkan minat dan bakat olahraga mahasiswa.
4. Meningkatkan kebugaran jasmani, disiplin, dan sportivitas mahasiswa.
5. Meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahraga mahasiswa.
6. Membantu pemerintah dalam meningkatkan dan mengembangankan prestasi
olahraga nasional dan internasional.
7. Menanamkan pendidikan karakter mahasiswa melalui olahraga.
D. TEMA

MELALUI POMNAS XIV TAHUN 2015 KITA REKATKAN


PERSAUDARAAN DAN PERSATUAN MAHASISWA INDONESIA
MENUJU PRESTASI TERTINGGI OLAHRAGA DI FORUM
NASIONAL DAN INTERNASIONAL

BAB II
WAKTU DAN TEMPAT
A. WAKTU
1. Waktu penyelenggaraan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH tanggal 14
November - 21 November 2015.
2. Welcome Party pada tanggal 13 November 2015 pukul 19.00 WIB di Lobi AAC
Dayan Dawood.
3. Acara Pembukaan pada tanggal 14 November 2015 pukul 09.00 WIB di Stadion
Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng.
4. Acara Penutupan pada tanggal 21 November 2015 pukul 16.00 WIB di AAC
Dayan Dawood.
B. TEMPAT
Tempat pelaksanaan pertandingan/perlombaan cabang olahraga POMNAS XIV Tahun
2015 PROVINSI ACEH :
No.

Cabang
Olahraga

Venues 1

1
2

Anggar
Atletik

Gedung AAC Dayan Dawood


Stadion Kampus Unsyiah

3
4
5
6
7

Bola Basket
Bola Voli Indoor
BuluTangkis
Catur
Futsal

8
9
10
11

Karate
Pencak Silat
Renang
Sepak Takraw

12
13

Tarung Derajat
Tenis Lapangan

14

Tenis Meja

GOR KONI Aceh


GOR KONI Aceh
Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Aula Fakultas Ekonomi
1. Lapangan Futsal Rukoh
Darusallam
2. Lapangan Zidane
Hall UIN
Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Kolam Renang Tirta Raya
Hall Disdikpora Pango Kota Banda
Aceh
Hall Serba Guna Lhong Raya
1. Lapangan Tenis BNI
2. Lapangan Tenis Prada
3. Lapangan Tenis Jasdam
Kodam IM
Sport Center Unsyiah

Venues 2

Jarak dari
sekretariat

Track Lari Stadion


Lhong Raya
-

2 Km
0,5 Km

0,1 Km
0,1 Km
0,5 Km
4,5 Km

7 Km
0,1 km
0,8 Km

0,5 Km

5 Km
5 Km
0,1 Km
0,1 Km

BAB III
ORGANISASI PENYELENGGARA
Penasehat
Pengarah
Penanggung
Jawab
Ketua Umum

Bendahara Umum

Sekretaris Umum
Bidang
Umum/
Kesekretariatan

Bidang
Dana/Sarana
Prasarana

Bidang
Pertandingan

Bidang
Akademik

PANITIA PEKAN OLAHRAGA MAHASISWA NASIONAL


(POMNAS) XIV TAHUN 2015 PROVINSI ACEH
Sekretariat: Lt 2 Gelanggang Mahasiswa Prof A. Madjid Ibrahim Universitas Syiah Kuala,
Kampus Darussalam, Banda Aceh
CP.: Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, BC.: 0811689521; Drs. Nuzuli M.S.: 0811681666;
Drs. Amiruddin M.Kes.: 081377345114; Fakhruddin: 08126973520;
Alfian Zuhri S.Sos.: 081360325135
Website : pomnas.unsyiah.ac.id, Email : pomnas@unsyiah.ac.id

Susunan Panitia Pelaksana Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XIV


Tahun 2015 Provinsi Aceh

Penasehat:

Penanggung Jawab:
Ketua Umum:

1. Menristek dan Dikti RI


2. Menpora RI
3. Ketua Umum KONI Pusat
4. Gubernur Aceh
5. Ketua DPR Aceh
6. Pangdam Iskandar Muda Aceh
7. Kapolda Aceh
8. Kajati Aceh
9. Rektor Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
10. Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
11. Rektor Universitas Malikulsaleh Lhokseumawe
12. Rektor Universitas Samudra Langsa
13. Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh
14. Rektor Universitas Muhammadiyah Banda Aceh
15. Rektor Universitas Abulyatama Aceh Besar
16. Rektor Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh
17. Walikota Banda Aceh
18. Walikota Sabang
19. Bupati Aceh Besar
20. Koordinator Kopertis Aceh
21. Ketua Umum KONI Aceh
1. Deputi IV dan V Kemenpora
2. PP. BAPOMI
3. Para Pembantu Rektor Unsyiah
4. Pengprov BAPOMI Aceh
5. Para Dekan /Direktur PPs Unsyiah
6. Kadispora Aceh
7. Pengprov 14 Cabor POMNAS XIV
8. Drs. Sulaiman Abda M.Si
9. Prof. Dr. Ir. Abu Bakar Karim M.S
10. Dr. Rusli M. Yusuf. M.Pd.
Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng
Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC

Wakil Ketua Umum I:


Wakil Ketua Umum II:
Sekretaris Umum:
Sekretaris I:
Sekretaris II:
Sekretaris III:
Bendahara Umum:
Bendahara I:
Bendahara II:
Bendahara III:

Drs. Nuzuli, M.S


Abdullah Ali, SE, M.SI
Drs. M. Nasir Ibrahim
Alfian Zuhri, S.Sos
Dalil Sutekad, S.Pd, M.Si
Nashrillah Anis, S.E., M.M.
Erwin, S.Sos
Siti Aminah, SE, MM
Jakfar, ST
Muktamar, Amd

Panitia Pengarah:

Rektor Unsyiah
Pembantu Rektor III
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
KONI Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

A. BIDANG UMUM/ KESEKRETARIATAN


Kesekretariatan
Ketua
Ir. Kasmarajaya
Wakil Ketua
Agussani S.Pd
Anggota
Rahmawati, S.E., M.M
Erawati
Vanverdian, S.T.
Juanda B.J., S.Pd
Ibnu Kasir, SE
Emi Nurmasyitah, Amd
Abdullah Budiman
Maulizar
H. Muhammad Dahlan
Deswandi, S.T.
Syafrizal, S.T.
Rani Fitria
Pelaporan Kegiatan
Ketua
Mukhlis, S.H, M.Hum
Wakil Ketua
Yuswardi, S.T.
Anggota
Hardian, S.Pd
M. Yunus, A.Md
Iswandi, S.Pd
Syahbuddin, S.T.
Welcome Party,
Upacara Pembukaan
dan Penutupan
Ketua
Dr. Nasrullah RCL, ST., M.T.
Wakil Ketua
Marliah Usman, Nyak Gade
Anggota
Ferizal S.E.
Fajriana S.E.
Nelva Miranda,S.H.
Protokol PEMDA Aceh
Penerima Tamu
Ketua
Dra. Cut Zulfah
Wakil Ketua
Ir. Cut Aida Fitri M.P.
Anggota
Mahasiswa PKK yang ditunjuk
Mahasiswa PDPK yang ditunjuk
Pentas
Seni/Pertunjukan
Ketua
Dr. Wildan
Wakil Ketua
Drs. Nurdin Hamid
Anggota
Dosen Prodi Sendratrasik
Erwin
UKM Putro Phang
UKM Theater Nol
UKM Paduan Suara

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Unsyiah
KONI Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Unsyiah
Koni Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Humas/Publikasi/
Dokumentasi
Ketua
Wakil Ketua
Anggota

Layanan Informasi
Elektronik dan
Pengolahan Data
Ketua
Wakil Ketua
Anggota
Keamanan
Ketua
Wakil Ketua
Anggota

Dr. ret. nat. Ilham Maulana


Imran Joni
Staf Humas Unsyiah
Imran Taeb
Zafrullah
H. Anwar
Dadang Harianto
Sudirman Mansur
UKM Pers
Nono Tarigan
Yasran
Azhari
Ridwan Zul

Humas Unsyiah
SIWO PWI Aceh

Dr. Taufik Fuadi Abidin, M.Tech


Husni Priady S.T.
Martunis
Staf PUKSI Unsyiah*

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Kapolresta Banda Aceh


Drs. Muhammad Jafar, M.Pd.
Kodim 01/01 Banda Aceh
Kapolsek Syiah Kuala
Satpam Unsyiah
Menwa Unsyiah
Irfan

Lession Officer (LO)


Ketua
Wakil Ketua
Anggota

Ir. T. R. Zulfata
Dr. Miskalena, M.Kes
Bustaman, S.Pd., M.Kes
Harry Asharly, S.T.
Maskur, S.Pd
Nama Sekjen BEM Unsyiah*
B. BIDANG PERTANDINGAN
Bidang Pertandingan
Ketua
Drs. Amiruddin, M.Kes
Wakil Ketua I
Drs. Abdurrahman, M.Kes
Wakil Ketua II
Saiful Bahri S.Pd
Wakil Ketua III
Drs. Fachruddin
Anggota
Khairuddin
Drs. Said Darnius, M.Si
Iswahyudi, S.Sos
Hari Parulian
Drs. Muhammad

Serambi Indonesia
Waspada
Medan Bisnis
Tabloid Modus
Aceh Post
Harian Analisa
TVRI Aceh
Antara
RRI

Unsyiah

KONI Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Sekjen BEM Unsyiah

Unsyiah
Unsyiah
Dispora Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
KONI Aceh
KONI Aceh
Disdikpora Kota Banda
Aceh

Keabsahan/Arbitrase
Ketua
Wakil Ketua
Anggota

Perwasitan
Ketua
Wakil Ketua I
Wakil Ketua II
Anggota
Upacara Penghormatan
Pemenang
Ketua
Wakil Ketua
Anggota
Kesehatan
Ketua
Wakil Ketua I
Wakil Ketua II
Anggota

Pelaksana Cabor Anggar:


Penanggung Jawab
Atletik:
Penanggung Jawab
Bola Basket:
Penanggung Jawab
Bola Voli Indoor:
Penanggung Jawab
Bulu Tangkis:
Penanggung Jawab
Catur:
Penanggung Jawab
Futsal:
Penanggung Jawab
Karate:
Penanggung Jawab
Pencak Silat:
Penanggung Jawab
Renang:
Penanggung Jawab
Sepak Takraw:
Penanggung Jawab
Tarung Derajat:
Penanggung Jawab

Dr. Andalas, S.pOG


Drs. Sukardi Putra, M. Kes
Drs. Mansur, M.Kes
Karimudin, S.Pd., M.Pd.
Masri, S.Pd., M.Pd.

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Musri Idris, S.E., M.Si


Dr. Razali, M.Pd
Drs. Bachtiar Hasan, M.Pd.
Zulfikar, S.Pd., M.Kes.
Eriadi

Dispora
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
IPOA Aceh

Muksalmina, S.Pd.
Yeni Marlina, S.Pd., M.Pd.
Ramdiana, S.Sn
Zahara, S.Pd M.Pd

Dispora Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

dr. Muliadi
dr. T. Husni, Sp.THT
dr. Tilaili Ibrahim, M.Kes
RS Prince Nayeef
Puskesmas Darussalam
UKM KSR PMI Unsyiah
UKM KSR PMI UIN

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Darmawan

Pengprov IKASI Aceh.

Drs. Idris Insya M. Kes

Pengprov PASI Aceh.

Khairul Amal

Pengprov PERBASI Aceh

Ir. H. Maulisman Hanafiah

Pengprov PBVSI Aceh.

TB. Herman

Pengprov PBSI Aceh.

Sudirman Mansur

Pengprov PERCASI Aceh.


Pengprov BFNI Aceh.

Darmuda

Pengprov FORKI Aceh.

Umar Machtub

Pengprov IPSI Aceh

Drs. Azhar Muntasir

Pengprov PRSI Aceh.

Drs. Abdullah Ibrahim

Pengprov PSTI Aceh.

Yanyan Rahmat, AKS

Pengprov KODRAT Aceh.

Tenis Lapangan:
Penanggung Jawab
Heri Laksana
Tenis Meja:
Penanggung Jawab
Chandra Safriliansyah, S.E.
C. BIDANG DANA /SARANA PRASARANA
Sarana Prasarana
Ketua
Ir. TM. Daud Syah
Wakil Ketua
Drs. Salahuddin
Anggota
Murdani, S.E
Roni Yulianto, S.T., M.T.
Edi I.P.
Ridwansyah
Mustafa
M. Akmal
Azmi
Konsultan Prasarana*
Ketua
Wakil Ketua
Anggota
Keuangan/Sponsorship
Ketua
Wakil Ketua
Anggota
Kemitraan/ Kerjasama
Lintas Departemen/ Bidang
Ketua
Wakil Ketua
Anggota
Transportasi
Ketua
Wakil Ketua
Aggota

Pengprov PELTI Aceh.


Pengprov PTMSI Aceh.

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Safwan
Muslim

Unsyiah
Unsyiah

Ir. H. Nizarli, M.Eng


Nazaruddin, S.si M.si
drh. Erdiansyah Rahmi, M.Sc
Rahmad Lubis, S.E

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Drs. Abubakar, M.Si


Dr. Yusya Abubakar, M.Sc
Jeliteng Pribadi, S.E., M.Sc
Dr. drh. Mustafa Sabri, M.Sc

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Dr. Sofyan Saleh


Zaki Mubarak
Fachrurazi S.H.
M. Arif
M. Rizal
Saifuddin
Wahyu
Faisal
Yulizar Afifuddin
Edwar
M. Akbar
Surya
Rusdi
Armia
Muhammad Muhktar
Razali
Agustiar

Unsyiah
Polda Aceh
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

Akomodasi
Ketua
Wakil Ketua
Aggota

Konsumsi
Ketua
Wakil Ketua
Aggota

Gunawan, S.H.
PHRI Aceh
Safrizal
Samsunar, S.E.
Nazarrudin

Unsyiah

Dharma Wanita Unsyiah


Susi Hajjul Kamil
Tariani
Dra. Rusnah

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah

KONI Aceh
Sam Travel
Jasa Travel

D. BIDANG AKADEMIK
Olahraga
Seminar Nasional
Ketua
Wakil Ketua
Aggota

Ifwandi, S.Pd., M.Pd


Dr. Nyak Amir, M.Pd
Dr. Syaiful Bahri
Drs. Saiful Bahri, M.Pd
E. BIDANG PEMBANTU UMUM
Nama PD III FKG*
Nama PD III FKEP*
Nama PD III FKP*
Nama PD III FISIP*
Nama PD III FP*
Nama PD III FKH*
Nama Ketua BEM Unsyiah*

Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Unsyiah
Ketua BEM Unsyiah

Banda Aceh, 18 November 2014


Rektor Universitas Syiah Kuala

Prof. Dr. Ir. H. Samsul Rizal, M.Eng

10

BAB IV
CABANG OLAHRAGA DAN NOMOR YANG
DIPERTANDINGKAN/DIPERLOMBAKAN
A. JUMLAH DAN JENIS NOMOR YANG DIPERTANDINGKAN/DIPERLOMBAKAN
Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan/diperlombakan dalam POMNAS
XIV Tahun 2015 Provinsi Aceh sebanyak 14 cabang olahraga yaitu Atletik, Anggar,
Bolabasket, Bolavoli Lapangan, Bulutangkis, Catur, Karate, Pencak Silat, Renang,
Sepakbola, Sepak Takraw, Tarung Derajat, Tenis Lapangan, dan Tenis Meja.
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Cabang Olahraga
Putra
6
17
1
1
3
6
1
9
11
14
3
9
2
3
87

ANGGAR
ATLETIK
BOLA BASKET
BOLA VOLI LAPANGAN
BULU TANGKIS
CATUR
FUTSAL
KARATE
PENCAK SILAT
RENANG
SEPAK TAKRAW
TARUNG DERAJAT
TENIS LAPANGAN
TENIS MEJA
JUMLAH

Nomor Event
Putri
Campuran
6
17
1
1
3
1
6
1
8
8
14
4
2
2
1
3
1
74
5

Jumlah

B. NOMOR YANG DIPERTANDINGKAN/DILOMBAKAN


No.
1.

Cabang Olahraga
Kategori
Putra
6

Anggar

Putri
6

11

Nomor Event
Nomor Event
1. Floret Perorangan
2. Floret Regu
3. Degen Perorangan
4. Degen Regu
5. Sabel Perorangan
6. Sabel Regu
1. Floret Perorangan
2. Floret Regu

12
34
2
2
7
12
2
17
19
28
3
15
5
7
167

2.

Atletik

Putra
17

Putri
17

3.

Bolabasket

Putra
1
Putri
1

12

3. Degen Perorangan
4. Degen Regu
5. Sabel Perorangan
6. Sabel Regu
1. 100 m
2. 200 m
3. 400 m
4. 800 m
5. 1.500 m
6. 5.000 m
7. 10.000 m
8. 10.000 m Jalan Cepat
9. Lompat Jauh
10. Lompat Tinggi
11. Lempar Cakram
12. Lempar Lembing
13. Tolak Peluru
14. 100 M Gawang
15. Lompat Jangkit
16. Estafet 4x100 m
17. Estafet 4x400 m
1. 100 m
2. 200 m
3. 400 m
4. 800 m
5. 1.500 m
6. 5.000 m
7. 10.000 m
8. 10.000 m Jalan Cepat
9. Lompat Jauh
10. Lompat Tinggi
11. Lempar Cakram
12. Lempar Lembing
13. Tolak Peluru
14. 100 M Gawang
15. Lompat Jangkit
16. Estafet 4x100 m
17. Estafet 4x400 m
Beregu
Beregu

4.

Bolavoli Lapangan

5.

Bulutangkis

6.

Catur

7.

Futsal

8.

Karate

Putra
1
Putri
1
Putra
3

Beregu
Beregu

1. Tunggal
2. Ganda
3. Beregu
Putri
1. Tunggal
3
2. Ganda
3. Beregu
Campuran/Mix Ganda Putra-Putri
1
Putra
1. Beregu Catur Standard
6
Classic (90 menit)
2. Perorangan Catur
Standard Classic (90
menit)
3. Beregu Catur Cepat (25
menit)
4. Perorangan Catur Cepat
(25 menit)
5. Beregu Catur Kilat (5
menit)
6. Perorangan Catur Kilat (5
menit)
Putri
1. Beregu Catur Standard
6
Classic (90 menit)
2. Perorangan Catur
Standard Classic (90
menit)
3. Beregu Catur Cepat (25
menit)
4. Perorangan Catur Cepat
(25 menit)
5. Beregu Catur Kilat (5
menit)
6. Perorangan Catur Kilat (5
menit)
Putra
Beregu
1
Putri
Beregu
1
Putra
KUMITE
9
1. 55 kg
2. 60 kg
3. 67 kg
4. 75 kg

13

5. 84 kg
6. + 84 kg
7. Kumite Beregu

Putri
8

9.

Pencak Silat

Putra
11

Putri
8

14

KATA
1. Kata Perorangan
2. Kata Beregu (3 Pemain)
KUMITE
1. 50 kg
2. 55 kg
3. 61 kg
4. 68 kg
5. +84 kg
6. Kumite Beregu
KATA
1. Kata Perorangan
2. Kata Beregu (3 Pemain)
KATEGORI TANDING
1. Kelas A : 45 s/d 50 kg
2. Kelas B : + 50 s/d 55 kg
3. Kelas C : + 55 s/d 60 kg
4. Kelas D : + 60 s/d 65 kg
5. Kelas E : + 65 s/d 70 kg
6. Kelas F : + 70 s/d 75 kg
7. Kelas G : + 75 s/d 80 kg
8. Kelas H : + 80 s/d 85 kg
KATEGORI
1. Tunggal
2. Ganda
3. Regu
KATEGORI TANDING
1. Kelas A : 45 s/d 50 kg
2. Kelas B : + 50 s/d 55 kg
3. Kelas C : + 55 s/d 60 kg
4. Kelas D : + 60 s/d 65 kg
5. Kelas E : + 65 s/d 70 kg
6. Kelas F : + 70 s/d 75 kg
7. Kelas G : + 75 s/d 80 kg
8. Kelas H : + 80 s/d 85 kg
KATEGORI
1. Tunggal
2. Gand
3. Regu

10.

Renang

Putra
14

Putri
14

11.

Sepak Takraw

Putra
3

12.

Tarung Derajat

Putra
9

15

1. 50 m Gaya Bebas
2. 100 m Gaya Bebas
3. 200 m Gaya Bebas
4. 50 m Gaya Punggung
5. 100 m Gaya Punggung
6. 50 m Gaya Dada
7. 100 m Gaya Dada
8. 200 m Gaya Dada
9. 50 m Gaya Kupu-kupu
10. 100 m Gaya Kupu-kupu
11. 200 m Gaya Ganti
Perorangan
12. 400 m Gaya Ganti
Perorangan
13. 4 x 100 m Gaya Bebas
Estafet
14. 4 x 100 m Gaya Ganti
Estafet
1. 50 m Gaya Bebas
2. 100 m Gaya Bebas
3. 200 m Gaya Bebas
4. 50 m Gaya Punggung
5. 100 m Gaya Punggung
6. 50 m Gaya Dada
7. 100 m Gaya Dada
8. 200 m Gaya Dada
9. 50 m Gaya Kupu-kupu
10. 100 m Gaya Kupu-kupu
11. 200 m Gaya Ganti
Perorangan
12. 400 m Gaya Ganti
Perorangan
13. 4 x 100 m Gaya Bebas
Estafet
14. 4 x 100 m Gaya Ganti
Estafet
1. Regu Putra
2. Double Event Putra
3. Tim Putra
1. Kelas sampai dengan 49
Kg.
2. Kelas 49,1 Kg 52 Kg
3. Kelas 52,1 Kg 55 Kg
4. Kelas 55,1 Kg 58 Kg
5. Kelas 58,1 Kg 61 Kg
6. Kelas 61,1 Kg 64 Kg
7. Kelas 64,1 Kg 67 Kg

13.

Tenis Lapangan

14.

Tenis Meja

8. Kelas 67,1 Kg 71 Kg
9. Kelas 71,1 Kg 75 Kg
Putri
1. Kelas 45,1 Kg 50 Kg
4
2. Kelas 50,1 Kg 54 Kg
3. Kelas 54,1 Kg 58 Kg
4. Kelas 58,1 Kg 62 Kg
Seni Gerak
1. Beregu Campuran
2
2. Dradjat II
Putra
1. Tunggal
2
2. Ganda
Putri
1. Tunggal
2
2. Ganda
Campuran/Mix Ganda Putra-Putri
1
Putra
1. Tunggal
3
2. Ganda
3. Beregu
Putri
1. Tunggal
3
2. Ganda
3. Beregu
Campuran/Mix
Ganda Putra-Putri
1

16

C. JUMLAH MEDALI YANG DIPEREBUTKAN


No.
Cabang Olahraga

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14

ANGGAR
ATLETIK
BOLA BASKET
BOLA VOLI LAPANGAN
BULU TANGKIS
CATUR
FUTSAL
KARATE
PENCAK SILAT
RENANG
SEPAK TAKRAW
TARUNG DERAJAT
TENIS LAPANGAN
TENIS MEJA
JUMLAH

D. JUMLAH MEDALI KESELURUHAN


No.
Cabang Olahraga
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14

Nomor Event
Emas

Perak

Perunggu

12
34
2
2
7
12
2
17
19
28
3
15
5
7
167

12
34
2
2
7
12
2
17
19
28
3
15
5
7
167

24
34
2
2
14
12
2
34
38
28
3
28
5
7
239

Nomor Event
Emas
Perak
Perunggu
12
12
24
40
40
40
24
24
24
24
24
24
18
18
36
30
30
30
24
24
20
30
30
60
25
25
38
40
40
40
12
12
12
20
20
35
8
8
16
16
16
32
323
323
436

ANGGAR
ATLETIK
BOLA BASKET
BOLA VOLI LAPANGAN
BULU TANGKIS
CATUR
FUTSAL
KARATE
PENCAK SILAT
RENANG
SEPAK TAKRAW
TARUNG DERAJAT
TENIS LAPANGAN
TENIS MEJA
JUMLAH

17

Jumlah
Nomor
(Event)
12
34
2
2
7
12
2
17
19
28
3
15
5
7
167

Jumlah
48
120
72
72
72
90
68
120
88
120
36
75
32
64
1082

E. JADWAL PELAKSANA PERTANDINGAN


NO

CABOR

PRACTICE
Waktu
Tempat
09:00
Gedung AAC
Dayan Dawood
Stadion Kampus
09:00
Unsyiah

TECHNNICAL MEETING
Tanggal
Waktu
Tempat
14 Nov 15
10:00
Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim
10:00
Gelanggang Prof
14 Nov 15
Madjid Ibrahim

Tanggal
15 s/d 18
Nov 15
15 s/d 18
Nov 15

MATCH
Waktu
Tempat
08:30 s/d
Gedung AAC
Selesai
Dayan Dawood
08:30 s/d Stadion Kampus
Unsyiah
Selesai

1.

Anggar

Tanggal
13 Nov 15

2.

Atletik

13 Nov 15

3.

Bolabasket

13 Nov 15

09:00

GOR KONI Aceh

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 20
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

GOR KONI Aceh

4.

Bola Voli Indoor

13 Nov 15

09:00

GOR KONI Aceh

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 20
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

GOR KONI Aceh

5.

Bulutangkis

13 Nov 15

09:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 19
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

6.

Catur

13 Nov 15

09:00

Aula Fakultas
Ekonomi

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 18
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

Gelanggang
Prof Madjid
Ibrahim
Aula Fakultas
Ekonomi

7.

Futsal

13 Nov 15

09:00

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d

08:3 s/d
Selesai

8.

Karate

13 Nov 15

09:00

1. Lapangan
Futsal Rukoh
Darusallam
2. Lapangan
Futsal Diaz
Hall UIN

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

18 s/d 20
Nov 15

1. Lapangan
Futsal Rukoh
Darussalam
2. Lapangan
Futsal Diaz
08:30 s/d Hall UIN
Selesai

9.

Pencak Silat

13 Nov 15

09:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 17
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

18

Gelanggang
Prof Madjid
Ibrahim

10.

Renang

13 Nov 15

09:00

Stadion Renang
Unsyiah

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 17
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

Stadion Renang
Unsyiah

11.

Sepak Takraw

13 Nov 15

09:00

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 19
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

12.

Tarung Derajat

13 Nov 15

09:00

Hall Disdikpora
Pango Kota
Banda Aceh
GOR Hall Lhong
Raya, Stadion
Harapan Bangsa

14 Nov 15

10:00

GOR Hall Lhong


Raya, Stadion
Harapan Bangsa

15 s/d 18
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

Hall Disdikpora
Pango Kota
Banda Aceh
GOR Hall Lhong
Raya, Stadion
Harapan Bangsa

13.

Tenis Lapangan

13 Nov 15

09:00

1. Lapangan
Tenis BNI
2. Lapangan
Tenis Prada
3. Lapangan
Tenis Jasdam
Kodam IM

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 20
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

14.

Tenis Meja

13 Nov 15

09:00

Sport Center
Unsyiah

14 Nov 15

10:00

Gelanggang Prof
Madjid Ibrahim

15 s/d 19
Nov 15

08:30 s/d
Selesai

19

1. Lapangan
Tenis BNI
2. Lapangan
Tenis Prada
3. Lapangan
Tenis
Jasdam
Kodam IM
Sport Center
Unsyiah

F. JADWAL PERTANDINGAN/PERLOMBAAN POMNAS XIV TAHUN 2015 PROVINSI ACEH


November 2015

No.

Cabang
Olahraga

Tempat Pertandingan/
Perlombaan

Anggar
Atletik
Bola Basket
Bola Voli Indoor
Bulutangkis
Catur
Futsal

Gedung AAC Dayan Dawood


Stadion Kampus Unsyiah
GOR KONI Aceh
GOR KONI Aceh
Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Aula Fakultas Ekonomi
Lapangan Futsal Rukoh Darussalam
Lapangan Futsal Diaz
Hall UIN
Gelanggang Prof Madjid Ibrahim i
Stadion Renang Unsyiah
Hall Disdikpora Pango Kota Banda Aceh
Hall Serba Guna Lhong Raya
Lapangan Tenis BNI
Lapangan Tenis Prada
Lapangan Tenis Jasdam Kodam IM
Sport Center Unsyiah

11

12

13

14
Pagi

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Karate
Pencak Silat
Renang
Sepak Takraw
Tarung Derajat
Tenis Lapangan

13.
14.

Tenis Meja
: Practice
: Technical Meeting
: Pelaksanaan
: Pembukaan
: Penutupan
: Kepulangan

20

Sore

15

16

17

18

19

20

21

22

BAB V
PERTEMUAN TEKNIK (TECHNICAL MEETING)
A. Pertemuan teknik wajib dilaksanakan bagi setiap cabang olahraga yang ditentukan
waktunya dan dihadiri oleh:
1. Ketua panitia pelaksana cabang olahraga
2. Technical delegate cabang olahraga
3. Manajer dan pelatih cabang olahraga
B. Peraturan Teknis pertandingan/perlombaan ditangani sepenuhnya oleh panitia
pelaksana cabang olahraga dan pengendalian dengan pengawasan Bidang Pertandingan
Panitia Penyelenggara POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH berdasarkan petunjuk
teknis (prospektus) yang disusun oleh masing-masing technical delegate.
C. Protes/Sanggahan
Protes/sanggahan status keabsahan peserta (atlet) di atas harus dilakukan secara tertulis
oleh pimpinan kontingen dengan dukungan data-data yang cukup, diajukan kepada
panitia penyelenggara.

21

BAB VI
PESERTA POMNAS XIV TAHUN 2015
PROVINSI ACEH
A. PESERTA POMNAS XIV TAHUN 2015 PROVINSI ACEH
Adalah Provinsi /Daerah di bawah Negara Republik Indonesia yang telah
memeliki Badan Pembina Mahasiswa Indonesia (BAPOMI).
B. PERSYARATAN PESERTA POMNAS XIV TAHUN 2015 PROVINSI ACEH
1. Peserta pada POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah mahasiswa yang
tergabung dalam kontingen utusan Pengprov BAPOMI.
2. Setiap mahasiswa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- Warga Negara Republik Indonesia.
- Berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma atau Strata Satu (S1) pada perguruan tinggi pemerintah atau swasta yang terdaftar di
Kemdikbud dan atau Departemen/Lembaga lainnya.
- Tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan
- Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS) serta Surat
Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang
Kemahasiswaan yang bersangkutan.
- Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
- Tercatat sebagai anggota dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari
organisasi induk cabang olahraga.
- Pada tanggal 31 Desember tahun 2015 masih berusia 25 (dua puluh lima)
tahun.
- Tidak tercatat sebagai atlet Pelatnas SEA GAMES tahun 2015 di Singapura.
C. OFFICIAL TEAM
Official Team adalah orang/pengurus yang tidak ikut dalam
pertandingan/perlombaan, termasuk tim personal lainnya yang mendampingi dan atau
melayani peserta dengan tugas-tugas tertentu.
D. KEABSAHAN PESERTA
1. Untuk memenuhi keabsahan berpartisipasi dalam POMNAS, peserta harus
berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma atau Strata Satu (S-1)
pada perguruan tinggi negeri atau swasta yang terdaftar di Kemdikbud dan atau
Departemen/Lembaga lainnya, dengan melampirkan fotokopi Kartu Tanda
Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS).
2. Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH harus didaftarkan dan
tergabung dalam satu kontingen Provinsi.

22

3. Setiap peserta harus mengisi data pribadi, asal perguruan tinggi dan prestasi
terbaik yang pernah diraihnya.
4. Tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan dengan
KTM serta surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan. Keabsahan peserta termasuk
pembatalan satu nomor pertandingan/ perlombaan dapat diselesaikan sedini
mungkin dan tidak lagi merupakan permasalahan yang dibahas dalam Technical
Meeting.
5. Pimpinan kontingen harus mengisi dan menyerahkan formulir yang berisi jumlah
atlet pada setiap cabang olahraga yang diikuti.
6. Seorang atlet hanya dapat mengikuti pada salah satu cabang olahraga yang
dipertandingkan/ diperlombakan dalam POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH.
7. Pimpinan kontingen harus menyampaikan daftar nama dan pas foto setiap atlet
peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
8. Atlet peserta wajib menghormati semangat bertanding secara jujur, tidak
melakukan tindak kekerasan dan tunduk pada peraturan pertandingan sesuai
cabang olahraga yang diikuti.
9. Untuk keabsahan peserta, panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH telah
membentuk bidang Keabsahan peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH.
E. KARTU TANDA PENGENAL
1. Kartu tanda pengenal disediakan bagi seluruh peserta dan merupakan dokumen
yang menyatakan bahwa pemegangnya berhak mengikuti POMNAS XIV Tahun
2015 PROVINSI ACEH.
2. Kartu tanda pengenal bagi peserta (atlet) setelah terlebih dahulu mendapat
rekomendasi dari tim keabsahan.
3. Masa berlaku kartu tanda pengenal 5 (lima) hari sebelum pembukaan POMNAS
XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH (tanggal 14 November 2015) sampai dua hari
setelah penutupan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH (tanggal 21
November 2015).

23

KUOTA ATLET
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Cabang Olahraga
Anggar
Atletik
Bola Basket
Bola Voli Indoor
Bulutangkis
Catur
Futsal
Karate
Pencak Silat
Renang
Sepak Takraw
Tarung Derajat
Tenis Lapangan
Tenis Meja
Jumlah Seluruhnya

Jumlah Peserta
Atlet Putra Atlet Putri
Official
12
12
5
15
15
5
12
12
6
12
12
4
5
5
2
6
6
2
12
12
4
12
9
3
11
8
3
8
8
3
11
4
4

7
4
4

4
2
2

Jumlah
Total
27
35
30
28
12
14
28
24
22
19
22
10
10

F. JADWAL KEGIATAN
No.

Rincian Kegiatan
Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Agust

Waktu
Sep

Entry by Number
Entry by Name
Kedatangan Peserta
Keabsahan &
Verifikasi
Welcome Party
Upacara Pembukaan
Pelaksanaan 14
Cabor
Upacara Penutupan
Kepulangan Peserta

24

Keterangan
Okt

Nov

BAB VII
PENGAWAS DAN PENGENDALIAN, DEWAN HAKIM,
TECHNICAL DELEGATE, DAN WASIT/JURI
A. PENGAWAS DAN PENGENDALIAN
Panitia penyelenggara membentuk tim pengawas dan pengendalian guna
memberikan bimbingan dan arahan baik diminta maupun tidak kepada Panitia POMNAS
XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH, serta penugasan terhadap penyelenggara POMNAS XIV
Tahun 2015 PROVINSI ACEH dengan berpedoman ketentuan yang berlaku dan
diorientasikan pada pencapaian sasaran penyelenggaraan secara efektif dan efisien.
B. DEWAN HAKIM
1. Panitia penyelenggara membentuk dewan hakim, yang berjumlah 5 (lima) orang
terdiri dari 3 (tiga) orang dari PP. BAPOMI dan 2 (dua) orang dari Provinsi
penyelenggara.
2. Dewan hakim bertugas menyelesaikan semua permasalahan yang bersifat nonteknis dan permasalahan yang tidak dapat diselesaikan pada tingkat Panitia
Pelaksana (Panpel) cabang olahraga.
3. Keputusan dibuat dewan hakim bersifat final.
C. TECHNICAL DELEGATE
1. Delegasi teknik seluruh cabang olahraga POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH bertugas dan menjamin terselenggaranya pertandingan/perlombaan yang
baik dan lancar serta memenuhi peraturan/ketentuan yang berlaku pada
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
2. Personel delegasi teknik ditunjuk berdasarkan surat keputusan induk organisasi
cabang olahraga terkait dan dalam melaksanakan tugasnya diangkat berdasarkan
surat keputusan panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
3. Selama melaksanakan tugas seluruh personil technical delegate ditanggung
akomodasi dan konsumsi serta memperoleh uang insentif dari panitia POMNAS
XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
D. WASIT DAN JURI
1. Untuk menjamin terselenggaranya pertandingan/perlombaan yang baik dan
lancar serta memenuhi peraturan/ketentuan yang berlaku perlu dipimpin oleh
wasit dan juri.
2. Penetapan personel perwasitan berdasarkan surat keputusan induk organisasi
cabang olahraga dan dalam melaksanakan tugasnya diangkat berdasarkan surat
keputusan panitia penyelenggara POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH

25

dengan mempertimbangkan wasit-juri yang berdomisili berdekatan dengan


pelaksanaan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
3. Biaya akomodasi/konsumsi dan transportasi serta honorarium para wasit dan Juri
menjadi tanggungan panitia Pelaksana POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.

26

BAB VIII
UMUM
A. AKOMODASI
Ketentuan akomodasi POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH sebagai berikut:
1. Untuk atlet dan official kontingen akomodasi ditanggung oleh masing-masing
kontingen Provinsi.
2. Untuk tim pengawas pengendalian, dewan hakim, technical delegate dan wasitjuri, disediakan Hotel yang ditanggung oleh Panitia Pelaksana POMNAS XIV Tahun
2015 PROVINSI ACEH.
3. Panitia Pelaksana XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH hanya menyiapkan konsumsi
untuk Panitia Penyelenggara, Panitia Pelaksana Cabor, dan Wasit/juri sesuai
ketentuan yang dibutuhkan.
B. TRANSPORTASI
1. Transportasi kedatangan dan kepulangan
Jenis Transportasi:
Transportasi darat (dari bandara ke hotel dan dari hotel ke bandara).
2. Pelayanan transportasi
Pelayanan kepada atlet dan official.
Setiap Kontingen akan diberikan kendaraan selama berlangsungnya POMNAS
XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH sebagai berikut:
- Satu unit mobil minibus.
- Bus (jumlah dan besar bus disesuaikan dengan jumlah kontingen).
- Pelayanan kepada wasit, juri, technical delegate, tim pengawas dan
pengendalian.
- Pelayanan antar jemput dari penginapan ke venues.
- Pelayanan ditujukan kepada atlet dan official.
C. KEAMANAN POMNAS XIV TAHUN 2015 PROVINSI ACEH
1. Keamanan Personil
- VVIP, VIP, undangan, dan tamu.
- Atlet dan official.
- Panitia, tim pengawas pengendalian, wasit, technical delegate, dan lain
sebagainya.
- Penonton, wartawan, suporter, dan wisatawan POMNAS XIV Tahun 2015
PROVINSI ACEH.

27

2. Keamanan Pelaksanaan Kegiatan


- Pertandingan dan latihan.
- Upacara (upacara pembukaan/penutupan).
- Perjalanan VIP, undangan, atlet, official, dan panitia.
- Kedatangan dan kepulangan VIP, undangan, dan kontingen.
3. Keamanan Lingkungan dan Fasilitas
- Perkampungan atlet, hotel, dan wisma.
- Fasilitas olahraga (sport venues).
- Peralatan pertandingan.
D. KESEHATAN
Jenis dukungan kesehatan:
1. Pelayanan kesehatan pertandingan
2. Tes narkoba/doping (bila diperlukan)
3. Pelayanan kesehatan umum.
4. Penyiapan Rumah Sakit Rujukan.
E. LO (LIAISON OFFICER)
Untuk membantu segala keperluan setiap kontingan, panitia menyediakan LO
yang bertugas sejak kedatagan sampai kepulangan kontingen.
F. ALAMAT SERTIFIKAT

Sekretariat: Lt 2 Gelanggang Mahasiswa Prof A. Madjid Ibrahim Universitas Syiah Kuala,


Kampus Darussalam, Banda Aceh
CP.: Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur, BC.: 0811689521; Drs. Nuzuli M.S.: 0811681666;
Drs. Amiruddin M.Kes.: 081377345114; Fakhruddin: 08126973520;
Alfian Zuhri S.Sos.: 081360325135
Website : pomnas.unsyiah.ac.id, Email : pomnas@unsyiah.ac.id

28

Daftar Contact Person Ketua Penyelenggara Cabor POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH:
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Cabang Olahraga
Anggar
Atletik
Bola Basket
Bola Voli Indoor
Bulutangkis
Catur
Futsal
Karate
Pencak Silat
Renang
Sepak Takraw
Tarung Derajat
Tenis Lapangan
Tenis Meja

Nama
Darmawan
Drs. Idris Insya M. Kes
Khairul Amal
Ir. H. Maulisman Hanafiah
TB. Herman
Sudirman Mansur
Darmuda
Umar Machtub
H. Azhar Muntasir
Drs. Abdullah Ibrahim
Yanyan Rahmat, AKS
Heri Laksana
Chandra Safriliansyah, S.E.

29

Nomor HP
081360381150

081360352602
081269295555
08126900650
085277516437
08126942491 / 08116812913

BAB IX
LOGO DAN MASKOT
A. LOGO

Makna Logo POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH

Logo POMNAS XIV Tahun 2015 ACEH


Terdiri serta tersusun dari Tugu dan Kubah yang memaknai dengan ilmu pengetahuan yang
diperoleh di Universitas Syiah Kuala sebagai jantung hati rakyat Aceh dalam kehidupan.
Ring Sport
Memaknai persahabatan, persaudaraan dan persatuan Anak Bangsa di penjuru dunia, melalui
Olahraga dapat dijalin, direkat dan diikat satu dengan lainnya tanpa memisahkan agama, ras
dan budaya dengan semangat sportifitas dalam mencapai cita-cita serta meraih prestasi
POMNAS Tahun 2015 di Aceh.
Kubah dan Ukiran
Melambangkan dan memaknai tentang Budaya dan Syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.
Garis Tugu
Dimulai dari bawah sebagai landasan pembentuk sikap, moral, semangat dan jasmani para
olahragawan yang terlatih dari titik terendah hingga menuju puncak prestasi tertinggi dalam
mengharumkan nama bangsa dan negara
Merah kecoklatan, untuk Tugu dan kubah melambangkan pilar penerang

30

Hitam untuk seni ukir Keislaman, yang melukiskan keadilan dan kebenaran
Hijau untuk tulisan POMNAS, menunjukkan identitas aktivitas olahraga mahasiswa
Merah untuk tulisan Aceh, melambangkan peristiwa heroik

31

MASKOT

Po Meurah Agam dan Inong


Maskot POMNAS Ke XIV/2015
Adalah Po Meurah yang berpakaian kebesaran dan mahkota di atas dan
memegang senjata rencong memposisi diri yang tangguh, ulet dan perkasa.
Po Meurah atau Gajah di Aceh sejak masa kerajaan atau Kesultanan Iskandar
Muda merupakan makhluk yang di hormati dan digunakan untuk kegiatan
kebesaran Kerajaan.
Sejak dahulu di kenal dengan Pasukan Po Meurah.
Namun, Po Meurah atau yang dikenal dengan Pasukan Gajah di Aceh.
Pada saat ini habitatnya menjadi berkurang dan langka
Makna Maskot
Mahkota, Kopiah Muekuetop dan Jilbab
Mahkota dan kopiah Muekueto adalah lambang kehormatan dan kebesaran Kerajaan
Aceh Kesultanan Iskandar Muda.
Kepala Gajah Putih
Kepala Gajah Putih adalah melambangkan puncak kepemimpinan yang dihormati oleh
rakyat sebagai pemimpin yang melukiskan kesucian dan kehebatan.

32

Baju Aceh Hitam


Baju Aceh Hitam adalah pakaian kebesaran sesuai dengan adat dan istiadat atau Budaya
Aceh yang melambangkan keadilan dan kesejahteraan yang membungkus tubuh (yang
melukiskan jiwa dan raga rakyat Aceh).
Rencong
Rencong adalah senjata sebagai pelindung dan penjaga dari kehormatan.
Lambang Unsyiah
Lambang Unsyiah merupakan tempat menuntut ilmu sebagai Jantung Hatee Rakyat Aceh
Songket
Songket adalah kain tradisional Aceh yang melambangkan pakaian kebesaran Aceh.
Sepatu Hitam
Sepatu hitam adalah media untuk berjalan dan pelindung kaki yang mengarah kepada
keadilan ,kebesaran dan kesejahteraan Rakyat Aceh.
Ring Sport
Ring Sport adalah nilai dari keterikatan dan mengikat dalam rasa jiwa dan raga terhadap
jiwa persatuan, kesatuan dan persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
dalam semangat keolahragaan.

33

34

DAFTAR HOTEL/PENGINAPAN EVEN POMNAS XIV 2015 PROVINSI ACEH


No.

Nama Hotel

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Hotel Medan
Hotel Sultan
Hotel 61
Hotel Prapat
Wisma Mentari
Hotel Madinah
Hotel
Rasamala
Pade Hotel
Oasis Raja
Hotel

7.
8.
9.

52 Kamar
60 Kamar
71 Kamar
40 Kamar
39 Kamar
39 Kamar

Harga Permalam
Terendah
Tertinggi
Rp260.000 Rp360.000
Rp400.000 Rp630.000
Rp360.000 Rp800.000
Rp100.000 Rp200.000
Rp100.000 Rp150.000
Rp200.000 Rp450.000

39 Kamar
65 Kamar

Rp304.000 Rp450.000 Jl. T. Umar No. 257, Kota Banda Aceh


Rp557.000 Rp850.000 Jl. Sukarno Hatta No. 1, Kota Banda Aceh

90 Kamar

Rp450.000 Rp600.000 Jl. Tgk . Imuen Lhueng Bata No.115 Kota Banda Aceh

Jumlah
Kamar

35

Alamat
Jl. Ahmad Yani No. 17, Kota Banda Aceh
Jl. Sultan Hotel No. 1, Kota Banda Aceh
Jl. T. Panglima Polem No. 28, Kota Banda Aceh
Jl. Jend A.Yani No. 17, Kota Banda Aceh
Jl. Tgk Nyak Arief, KotaBanda Aceh
Jl. T. Daud Beureuh, Kota Banda Aceh

BAB X
PENUTUP
Buku Panduan Penyelenggaraan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH ini disusun
dan disiapkan secara garis besar yang berisikan pokok-pokok penyelenggaraannya. Selanjutnya,
pedoman lain maupun petunjuk teknis secara rinci tiap bidang kegiatan, khususnya buku
pegangan (technical handbook) tiap cabang olahraga dibuat sebagai panduan bagi panitia,
peserta dan undangan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH untuk melengkapi informasi
yang ada pada Buku Panduan ini.
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH

Panitia

36

1
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR ANGGAR
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 18 November 2015
Tempat
: Gedund AAC Dayan Dawood
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Pukul
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Peserta
a. Peserta Pertandingan Cabang Olahraga Anggar pada PORA XII Tahun 2014
mengacu pada ketentuan Pekan Olahraga Nasional (PON) terdiri dari peserta
perseorangan dan regu, yang telah dinyatakan lolos Pra PORA dengan ketentuan
sebagai berikut :
Perorangan :
Floret Pa 2 orang dan Floret Pi 2 orang
Degen Pa 2 orang dan Degen Pi 2 orang
Sabel Putra 2 orang
Regu
: Minimal 3 orang setiap jenisnya dan diperbolehkan 1
jenis dari senjata yang lain.
b. Usia Peserta pada tanggal 1 Januari 2015 belum berusia 25 tahun.
c. Setiap atlet hanya dapat mengikuti spesialisasi jenis senjatanya, untuk beregu
yang atletnya hanya 2 orang dapat ditambah 1 orang dari jenis senjata lainnya.
2. Perlengkapan
a. Perlengkapan pertandingan di bawa oleh peserta masing- masing.
b. Khusus atlet Putri diwajibkan memakai Body Protector
c. Panitia Pelaksana hanya menyediakan Recording lengkap
landasan/loper.

37

dengan

3. Sistem Pertandingan
a. Peraturan Pertandingan yang digunakan mengacu kepada paraturan FIE yang
terbaru.
b. Sistem Pertandingan sebagai berikut :
Pada babak pertama, peserta dibagi dalam beberapa pool dengan sistem
setengah kompetisi dengan jumlah pekenaan maksimal 5 kali dalam waktu
4 (empat) menit tampa duce.
Dalam babak kedua dan seterusnya menggunakan sistem gugur tunggal
dengan 15 kali perkenaan dalam waktu 9 (sembilan) menit dengan istirahat
1 (satu) menit setiap selesai 3 (tiga) menit pertandingan.
Babak kedua 32/16 orang. Babak semifinal 8 orang dan babak final 4 orang.
Penentuan babak berikutnya setelah babak penyisihan berdasarkan
1)
Jumlah kemenangan terbanyak (victory)
2)
Selisih antara pemberian dan perkenaan (TD/TR)
3)
Jumlah perkenaan yang terkecil (TR Terkecil)
4)
Bila ternyata masih sama, ditentukan dengan undian
4. Protes
a. Keputusan Wasit adalah mutlak.
b. Sanggahan (protes) dapat dilakukan secara tertulis, sebagai berikut:
Membayar uang protes sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu juta rupiah)
Tanpa membayar, dengan cara dilakukan oleh Atlet atau Official yang resmi
pada saat kejadian dengan sopan, tertib dan tidak emosi, yang ditujukan
kepada wasit yang memimpin pertandingan sebelum adanya perkenaan
yang berikut.
Bila dilakukan secara tertulis, harus di ajukan 30 menit setelah pertandinga
tersebut usai, yang ditujukan kepada Ketua Pertandingan dan Yury de aple.
5. Kejuaraan dan Penghargaan
a. Bagi atlet yang memperoleh Juara I, II, III bersama setiap nomor pertandingan
akan diberikan Medalli dan Piagam.
b. Bagi Finalis lainnya hanya diberikan Piagam.
c. Medali yang diberikan seluruhnya berjumlah :
Perorangan
: Medali Emas 6, Perak 6 dan Perunggu 12
Regu
: Medali Emas 24, Perak 24 dan Perunggu 48
d. Piagam yang diberikan seluruhnya sebanyak 240 lembar.

6. Lain-lain

38

a.
b.
c.

Tehnical meeting dilakukan 1 hari sebelum pertandingan dimulai.


Pada babak pertama dilakukan seedet.
Wasit yang akan memimpin pertandingan di tunjuk oleh Panitia Pelaksana.

39

2
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR ATLETIK
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 18 November 2015
Tempat
: Stadion Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng
Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 Novermber 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Pukul
: 10.00 WIB
2. Tempat Perlombaan
Seluruh perlombaan atletik Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV
tahun 2015 PROVINSI ACEH dilaksanakan di Stadion Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.
3. Tempat Pemanasan
Lapangan pemanasan dan tempat pemanggilan para peserta berada di luar Stadion
Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.
4. Tempat Latihan
Tempat latihan peserta POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH di Stadion Prof. Dr.
Ir. Samsul Rizal, M.Eng.
5. Peralatan Perlombaan
Panitia pelaksanaan perlombaan cabang olahraga atletik POMNAS XIV tahun 2015
PROVINSI ACEH menyediakan seluruh peralatan untuk perlombaan, pemanasan dan
latihan. Dalam perlombaan para peserta tidak diperkenankan menggunakan
peralatan sendiri. Peralatan yang dipergunakan adalah sesuai dengan standar
Asosiasi Atletik Internasional yang terbaru (IAAF Competition Rules 2012-2013).

40

B. KHUSUS
1. Peraturan Perlombaan
Peraturan perlombaan Atletik POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH di
Stadion Unsyiah menggunakan Peraturan Perlombaan IAAF Competition Rules 20122013. Semua peserta perlombaan dianggap telah mengetahui dan memahami isi dari
peraturan tersebut.
2. Peserta
Ketentuan umum Panitia Besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS)
tentang peserta, berlaku seluruh peserta perlombaan atletik POMNAS XIV tahun
2015 PROVINSI ACEH, sebagai berikut:
a. Peserta pada POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah atlet yang tergabung
dalam kontingen utusan BAPOMI Provinsi.

b.

Setiap Atlet harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:


Warga Negara Republik Indonesia.
Untuk memenuhi keabsahan berpartisipasi dalam POMNAS, seorang atlet
peserta harus berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma dan
Strata Satu (S-1) pada perguruan tinggi negeri atau swasta yang terdaftar di
Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga lainnya.
Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.
Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
Tercatat sebagai anggota dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari
organisasi induk cabang olahraga.
Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember
2015.
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan
mengikuti perlombaan.
c. Nomor perlombaan atletik akan dilaksanakan apabila diikuti sekurangkurangnya paling sedikit 3 (tiga) orang atlet dari 3 (tiga) provinsi/utusan BAPOMI
yang berbeda.
d. Setiap daerah hanya diizinkan mengikutsertakan maksimal 2 (orang) orang atlet
pada setiap nomor perlombaan dan 1 (satu) orang atlet hanya diperbolehkan
mengikuti 2 (dua) nomor perlombaan perorangan kecuali penambahan pada
nomor lari estafet.
e. Keabsahan peserta sepenuhnya menjadi tanggungjawab Panitia Besar POMNAS,
panitia pelaksana hanya mengizinkan peserta yang telah lulus verifikasi
keabsahan dari Panitia Besar POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH.

41

3. Penentuan Lintasan dan Babak Penyisihan


a. Penentuan lintasan dan urutan peserta perlombaan dicantumkan dalam buku
pedoman perwasitan. Maka diadakan undian oleh panitia perlombaan sesuai
ketentuan pasal 166 peraturan IAAF.
b. Penentuan urutan lintasan nomor lari untuk babak selanjutnya dilakukan
sesuai dengan ketentuan pasal 156 ayat 2 peraturan IAAF.
c. Penentuan urutan nomor lompat dan lempar kecuali lompat tinggi/lompat
tinggi galah untuk babak perlombaan bagi delapan (8) peserta terbaik
dilakukan oleh wasit nomor yang bersangkutan sesuai peraturan IAAF.
d. Dalam nomor lompat dan lempar yang jumlah pesertanya melebihi 16 orang,
akan diadakan perlombaan babak penyisihan sebelum perlombaan sebenarnya
berlangsung dan hasil yang dicapai dalam babak penyisihan tidak termasuk
sebagai hasil perlombaan.
e. Untuk nomor lempar, lompat jauh dan lompat jangkit semua peserta berhak
melakukan 3 (tiga) kali lompatan/lemparan untuk syarat penyisihan, dan apabila
yang berhasil memenuhi syarat penyisihan kurang dari 12 orang maka 12
peserta terbaik dapat diikutsertakan dalam perlombaan.
4. Ketinggian Mistar
Ketinggian mistar untuk lompat tinggi sebagai berikut: Event Percobaan Tinggi
Mistar, putra: 155 cm, dan putri: 135 cm.
Kenaikan ketinggian mistar:
Putra (cm)
: 160 cm naik 5 cm sampai dengan 185 cm,
kemudian naik 3 cm.
Putri (cm)
: 140 cm naik 5 cm sampai dengan 160 cm,
kemudian naik 3 cm.
5. Pemanggilan Atlet
Pemangilan atlet untuk memasuki arena perlombaan akan dilakukan dari
ruangan roll call di dekat lapangan pemanasan. Pembagian waktu pemanggilan atlet
untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut: Seluruh nomor lintasan
pemanggilan pertama atlet dilaksanakan 30 menit sebelum nomor perlombaan
dimulai dan 20 menit pemanggilan terakhir sebelum nomor perlombaan ini dimulai.
Selanjutnya 10 menit sebelum perlombaan dimulai para atlet masuk ke arena
perlombaan. Untuk nomor lompat dan lempar, pemanggilan pertama 50 menit
sebelum lomba, 40 menit30 menit sebelum lomba atlet sudah masuk area
perlombaan.

6. Roll Call Peserta

42

a.
b.

c.

d.
e.

Tempat roll call/pemanggilan peserta berada di luar stadion bersebelahan dekat


arena pemanasan.
Bila peserta namanya dipanggil oleh panitia, peserta diharapkan hadir dengan
menunjukkan nomor atlet (BIB), sepatu lomba/spikes, tas lapangan kepada
panitia/petugas roll call.
Tiap peserta diharuskan menggunakan 2 (dua) lembar nomor dada yang
disiapkan oleh panitia dengan masing-masing dipasang pada baju lomba 1 (satu)
lembar di depan/dada dan 1 (satu) lembar dipasang di belakang/punggung,
khusus untuk peserta lompat tinggi diperbolehkan untuk memakai 1 (satu)
lembar nomor dada yang dipasang di depan atau di belakang sesuai kebutuhan
atlet.
Pelatih/official tidak diperkenankan mendampingi atletnya bila sudah memasuki
ruang pemanggilan/roll call.
Ketentuan peserta atas kehadirannya yaitu:
panggilan I atlet/pelatih/official diharapkan mengisi daftar hadir dengan
tanda contreng ( ) sebagai bukti kehadirannya.
panggilan II diharuskan peserta memasuki ruangan roll call.

7. Delegasi Teknik
a. Delegasi Teknik bertanggungjawab untuk meyakinkan bahwa semua peraturan
secara teknis telah sepenuhnya sesuai dengan ketentuan IAAF
b. Delegasi teknik harus mengajukan proposal jadwal perlombaan, formulir
pendaftaran, daftar peralatan yang akan dipergunakan dan menentukan standar
kualifikasi untuk event lapangan (lempar dan lompat), pengaturan seri dan
undian untuk nomor-nomor lintasan.
c. Delegasi teknik mengontrol pendaftaran peserta dan memiliki hak untuk
menolak berdasarkan alasan teknis.
d. Delegasi teknik memiliki kewenangan untuk memimpin rapat, pertemuan teknik
dan menyampaikan informasi kepada petugas perlombaan.
8. Wasit dan Ketua Juri
Wasit dan Juri yang akan bertugas dalam perlombaan atletik Pekan Olahraga
Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH ditunjuk dan
mendapatkan rekomendasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.
Juri yang akan bertugas dalam perlombaan atletik Pekan Olahraga Mahasiswa
Nasional (POMNAS) XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH dipersiapkan oleh panitia
pelaksana serta diberikan refressing yang dipimpin oleh Delegasi Teknik dan Komisi
Perwasitan/Perlombaan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.
9. Protes

43

Prosedur protes dilaksanakan casual dengan ketentuan pasal 146 IAAF sebagai
berikut:
a. Protes menyangkut suatu hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat 30
menit setelah suatu hasil perlombaan diumumkan secara resmi oleh announcer.
b. Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh atlet yang
bersangkutan atau tim manajer atas nama atlet tersebut kepada wasit kemudian
wasit akan mempertimbangkan dengan disertai bukti-bukti yang cukup dan
dianggap perlu untuk diambil keputusan atau meneruskannya kepada Panitia
Hakim.
c. Apabila keputusan wasit atas protes yang diajukan ternyata tidak diterima oleh
pihak yang mengajukan protes maka protes dapat diteruskan kepada Panitia
Hakim.
d. Pengajuan protes kepada Panitia Hakim dilakukan oleh tim manajer secara
tertulis dengan disertai uang protes sebesar RP. 1.000.000,- (Satu juta rupiah)
sesuai ketentuan pasal 146 peraturan IAAF.
10. Pakaian
a.
Seragam pakaian perlombaan atletik Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional
(POMNAS) XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH harus sesuai dengan ketentuan
yang barlaku dan merupakan seragam daerah/kontingen yang bersangkutan
(ketentuan dengan warna dasar antara depan dan belakang harus sama).
b.
Peserta perlombaan diwajibkan memakai pakaian yang bersih serta dengan
potongan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu dan menimbulkan
keberatan/sopan, tidak transparan serta tidak tembus pandang bila dalam
keadaan basah.
11. Sepatu
Saat melaksanakan perlombaan diwajibkan seluruh peserta menggunakan
sepatu (apabila tidak nyaman diperbolehkan tidak menggunakan sepatu), panjang
paku spikes yang dipakai saat perlombaan tidak boleh lebih dari 7 mm dengan
pengecualian bagi atlet lempar lembing/lompat tinggi boleh 9 mm.

12. Medali
Kepada pemenang untuk setiap nomor perlombaan akan diberikan medali
dengan ketentuan sebagai berikut:

44

Nomor perorangan
Medali emas untuk pemenang pertama, medali perak untuk pemenang
kedua dan medali perunggu untuk pemenang ketiga pada setiap nomor
perlombaan.

Nomor beregu
Medali emas untuk setiap anggota regu dari pemenang pertama, medali
perak untuk setiap anggota regu dari pemenang kedua dan medali perunggu
untuk setiap anggota regu dari pemenang ketiga.

13. Upacara Penghormatan Pemenang


Pemenang I sampai dengan III setiap nomor perlombaan akan dipanggil dan
harus berada di ruang tunggu untuk mengikuti upacara penghormatan pemenang.
Pakaian saat Upacara Penghormatan Pemenang harus menggunakan pakaian resmi
daerahnya dan tidak diperbolehkan memakai sandal sebagai alas kaki.
14. Cara Memperkenalkan Atlet
Untuk semua atlet nomor lintasan saat pelari akan melakukan start apabila
disebutkan namanya oleh penyiar atau announcer diharapkan maju selangkah ke
depan sambil melambaikan tangannya kepada penonton. Untuk atlet nomor lempar
dan lompat, setelah para atlet melakukan lemparan atau lompatan percobaan atlet
akan diperkenalkan kepada penonton. Seluruh peserta/atlet dibariskan kembali dan
apabila atlet tersebut dipanggil namanya diharapkan untuk mengangkat tangan dan
melambaikannya ke penonton.
15. Kesehatan
Panitia pelaksana atletik Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIV
tahun 2015 PROVINSI ACEH menyediakan pos kesehatan selama pelaksanaan
perlombaan berlangsung dan keberadaan pos kesehatan perlombaan atletik berada
di dalam stadion.
16. Nomor-nomor yang dilombakan
No.
Putra
1 100 meter
2 200 meter
3 400 meter
4 800 meter
5 1.500 meter
6 5.000 meter
7 10.000 meter
8 10.000 meter jalan cepat
9 Lompat Jauh
10 Lompat Tinggi

Putri
100 meter
200 meter
400 meter
800 meter
1.500 meter
5.000 meter
10.000 meter
10.000 meter jalan cepat
Lompat Jauh
Lompat Tinggi

45

11
12
13
14
15
16
17

Lempar Cakram
Lempar Lembing
Tolak Peluru
110 meter Gawang
Lompat Jangkit
Estafet 1x400 meter
Estafet 4x400 meter

Lempar Cakram
Lempar Lembing
Tolak Peluru
110 meter Gawang
Lompat Jangkit
Estafet 1x400 meter
Estafet 4x400 meter

46

3
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR BOLA BASKET
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 20 November 2015
Tempat
: GOR KONI Aceh
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Majid Ibrahim
Pukul
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Peraturan Permainan
Peraturan permainan menggunakan peraturan FIBA/PERBASI tahun 2012,
peserta dianggap sudah mengetahui.
2. Peserta
Ketentuan umum Panitia Besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS)
tentang peserta yang berlaku untuk seluruh peserta pertandingan Bolabasket yaitu:
a. Warga Negara Republik Indonesia.
b. Untuk memenuhi keabsahan berpartisipasi dalam POMNAS, seorang atlet
peserta harus berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma dan
Strata Satu (S-1) pada perguruan tinggi negeri atau swasta yang terdaftar di
Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga lainnya.
c. Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.
d. Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
e. Tercatat sebagai anggota dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari
PERBASI.
f.
Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember
2015.
g. Menyerahkan Pas photo terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar.

47

h.

Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan


mengikuti perlombaan.

3. Peraturan pertandingan
Dalam pertandingan Bola Basket digunakan sistem setengah kompetisi, atau
dibagi menjadi 2 Pool atau ditentukan pada saat pertemuan teknik.
4. Penentuan Pemenang
Penentuan Pemenang untuk menentukan peringkat pada setiap putaran adalah
sebagai berikut:
a. Urutan peringkat ditentukan dengan menjumlahkan nilai yang diperoleh
tiap regu dari setiap pertandingan yang dimainkan.
b. Perhitungan jumlah nilai diperoleh dari:
- Menang mendapat nilai angka 2 (dua).
- Kalah mendapat nilai angka 1 (satu).
- Kalah karena penyimpangan atau didiskualifikasi nilai 0 (nol).
c. Apabila pada akhir putaran, menempati peringkat regu yang
mengumpulkan nilai terbanyak pertama.
d. Apabila kedua regu memiliki nilai sama, maka akan dilihat hasil pertemuan
kedua regu itu, yang menang main pada peringkat tertinggi.
e. Apabila pada akhir putaran kedua atau lebih memiliki nilai yang sama dilihat
pada gol regu itu pada saat bertemu.
f.
Apabila itu masih sama dilihat pada gol dari semua regu yang ada dalam
pool.
5. Wasit
Wasit yang memimpin pertandingan pada POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH
adalah wasit nasional yang ditentukan oleh panitia pelaksana berdasarkan
Keputusan PB PERBASI.

a.
b.

Wasit yang berhak turun pada setiap pertandingan harus mempunyai


minimal lisensi B1.
Wasit diharuskan hadir 1 (satu) hari sebelum pertandingan, untuk mengikuti
penyegaran peraturan yang berlaku untuk pertandingan tersebut.

6. Pengawas Pertandingan
Pengawas pertandingan adalah utusan PB (Manager) yang sedang tidak bertanding
dan ditunjuk untuk mendampingi panitia.

48

7. Gangguan Pertandingan
a.
b.
c.

Apabila gangguan terjadi pada periode 1, pertandingan akan diulang dan hasil
score pun diulang.
Apabila gangguan terjadi pada periode ke- 2 dan 3, pertandingan akan
dilanjutkan dengan sisa waktu dan hasil score yang ada.
Apabila gangguan terjadi pada periode ke- 4, pertandingan dianggap selesai,
hasil score dinyatakan sah.

8. Pengaduan Protes
a. Kapten menandatangani blangko pertandingan/score sheet.
b. Pengaduan atau protes dapat diajukan pada pengawas pertandingan secara
tertulis dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) menit setelah pertandingan
selesai dengan membayar biaya protes sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu
rupiah). Pengaduan/protes diterima/ ditolak biaya protes tersebut dianggap
hangus, menjadi milik panitia pelaksana.
c. Pengaduan/protes akan diselesaikan oleh panitia dan pengawas pertandingan.
d. Keputusan akhir adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
9. Sanksi Terhadap Perbuatan Onar dan Pemogokan
a. Apabila menurut pengamatan dan pertimbangan pengawas pertandingan ada
pemain/official membuat onar, maka terhadap regu tersebut dikenakan sanksi
berupa diskualifikasi.
b. Pada dasarnya pertandingan yang sedang berlangsung tidak boleh
diberhentikan karena suatu pemogokan.
- Apabila dikarenakan suatu sebab, sehingga pertandingan berhenti
wasit akan memberikan waktu 5 (lima) menit kepada kapten regu
yang sedang bertanding, jika sudah dilalui regu yang dianggap
melakukan pemogokan dinyatakan kalah diskualifikasi.
- Apabila wasit yang melakukan pemogokan, maka terhadap wasit
tersebut dilakukan pemecatan sementara sebagai wasit oleh
pengawas pertandingan. Untuk kelancaran pertandingan, pengawas
pertandingan akan menunjuk wasit pengganti.
10. Sanksi Terhadap Pelaku Penganiayaan dan Perkelahian
a. Seorang pemain yang melakukan penganiayaan terhadap pemain lawan dan
atau terhadap wasit yang memimpin pertandingan, maka wasit berhak
mengeluarkan pemain tersebut, serta tidak diperbolehkan mengikuti
pertandingan yang sedang berlangsung.
b. Apabila penganiayaan mengakibatkan terjadinya baku hantam secara massal
pemain kedua regu, maka terhadap kedua orang pemain pertama yang menjadi
sumber penyebabnya dikeluarkan dari pertandingan oleh wasit, terhadap kedua

49

c.

d.

pemain tersebut tidak boleh mengikuti pertandingan, selama penyelenggaraan


berlangsung.
Apabila salah satu pihak team/regu menyatakan sikap tidak mau melanjutkan
pertandingan karena kejadian pada point b di atas, maka regu tersebut dianggap
melakukan pemogokan dan dianggap diskualifikasi.
Apabila official melakukan penganiayaan, maka official tersebut dikenakan
sanksi untuk tidak menjadi official regu selama kejuaraan berlangsung.

11. Tata Tertib di Lapangan


a. Jumlah maksimum pemain dan official/pelatih yang diperkenankan duduk
dibangku pemain (bench) sebanyak 15 orang.
b. Dilarang merokok di bangku pemain (bench) atau di areal lapangan tersebut.
c. Para official diharuskan memakai celana panjang, sepatu dan berbaju yang rapi.
d. Setiap regu diwajibkan untuk menyediakan 2 set kostum dengan warna gelap
dan warna terang serta bernomor dada/punggung dari 4 s.d. 15.
e. Apabila ada atlet yang berjilbab diharapkan warnanya disamakan dengan warna
seragam.
f. Kaos seragam harus dimasukkan ke dalam celana.
g. Jika tidak mematuhi tata tertib di lapangan, dipersilahkan meninggalkan
lapangan.
12. Jadwal Latihan (Pemakaian Lapangan)
a. Kepada regu peserta akan diberikan kesempatan untuk melakukan latihan di
lapangan pertandingan yang akan ditentukan kemudian oleh Panpel.
b. Bola latihan (warming up) disediakan sendiri oleh team yang bersangkutan,
sedangkan bola untuk pertandingan disediakan oleh panitia.

- Untuk Putra : Bola Size 7.


- Untuk Putri : Bola Size 6.
13. Penutup
a. Jadwal pertandingan akan disesuaikan dengan jumlah peserta.
b. Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan pertandingan ini akan
ditetapkan kemudian pada saat technical meeting yang dipimpin oleh pihak PB
PERBASI.

50

4
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR BOLA VOLI INDOOR
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 10 November 2015
Tempat
: GOR KONI Aceh
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Bola yang Digunakan
a. Bola yang digunakan 3 (tiga) bola berwarna/polos merk: MOLTEN
b. Saat Pemanasan, memakai bola yang dibawa masing-masing tim
2. Kelompok dan Jumlah Peserta
a. Putra : 12 Orang Atlet, 3 Official
b. Putri : 12 Orang Atlet, 3 Official
3. Peraturan pertandingan
Peraturan Permainan yang digunakan adalah Peraturan Permainan Bolavoli yang
terbaru tahun 2010 hasil Kongres FIVB tahun 2008.
4. Lama Pertandingan
Pertandingan dengan Three Winning Set (the best three of three set)
5. Sistem Pertandingan
a. Setengah Kompetensi dibagi 4 (pool) Putra dan Putri.
b. Urutan dan Penempatan Peserta/Team ditentukan pada Technical Meeting.
6. Urutan Prestasi (Rangking)
a. Peserta melaksanakan suatu pertandingan saling jumpa dalam satu (pool),
pada Babak Pertama dan Babak Kedua Cross/silang (Juara vs Runner Up dalam 1
pool).

51

b.
c.
d.

Paling banyak Jumlah Nilai Kemenangan, setelah dibagi dengan Jumlah Nilai
Kekalahan.
Paling banyak Jumlah Set Kemenangan setelah dibagi dengan Jumlah Set
Kekalahan.
Menang dalam Pertandingan antara Regu-regu yang bersangkutan.

7. Urutan Prestasi (Rangking pada Babak I)


Penentuan Rangking (urutan prestasi) regu-regu setelah melakukan serangkaian
pertandingan dengan sistem Satu Kali saling Jumpa pada setiap Pool, Setelah
Kompetisi berturut-turut dengan ditentukan sebagai berikut:
Paling banyak jumlah pertandingan yang dimenangkan dengan ketentuan nilai:
- Menang 3 0 : nilai = 3, kalah = 0
- Menang 3 1 : nilai = 3, kalah = 0
- Menang 3 2 : nilai = 2, kalah = 1
- Menang W.O : nilai = 3, kalah = 0
8. Datang Terlambat
a. Regu yang bertanding, harus berada di tempat pertandingan 15 menit sebelum
pertandingan dimulai (sesuai jadwal pertandingan).
b. Regu yang karena kesalahan sendiri, datang terlambat ke lapangan pertandingan
lebih dari 15 menit setelah waktu/jadwal pertandingan dimulai, maka Regu
tersebut dinyatakan KALAH WO (Walk Over).
9. Protes
a. PROTES dibenarkan paling lambat 5 (lima) menit setelah pertandingan selesai
dengan tembusan Regu yang diprotes.
b. Satu kali mengajukan protes harus disertai dengan uang protes sebesar Rp.
750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dan uang protes tidak kembali.
c. Protes harus diajukan secara tertulis oleh Kapten regu, ditunjukkan kepada
Dewan Hakim.
d. Diterima/tidaknya protes yang diajukan, disampaikan secara tertulis maupun
secara lisan oleh Dewan Hakim.
10. Dewan Hakim
a. Untuk ketertiban pertandingan POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH,
dibentuk Dewan Hakim, sebagai badan tertinggi yang akan memutuskan
masalah-masalah yang terjadi selama penyelenggaraan pertandingan
berlangsung.
b. Dewan Hakim terdiri dari:
- Pengda PBVSI PROVINSI ACEH
- Wasit Nasional Senior Panitia

52

c.

d.

Anggota Dewan Hakim, harus selalu berada di tempat yang telah disediakan atau
tempat yang mudah untuk mengawasi pertandingan dan mudah untuk
berkumpul guna melakukan musyawarah.
Keputusan Dewan Hakim adalah merupakan suatu hasil musyawarah antara
anggota-anggota dan tidak dapat diganggu gugat.

11. Perwasitan
a. Pelaksanaan pertandingan POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH,
menggunakan wasit untuk membantu Panitia Pelaksana Pertandingan.
b. Wasit terdiri dari 1 (satu) orang Ketua Bidang Perwasitan Pengda PBVSI PROVINSI
ACEH dan 2 orang Wasit Nasional.
c. Setiap Keputusan Wasit dalam memimpin Pertandingan adalah MUTLAK dan tidak
dapat diganggu gugat oleh siapapun.
12. Ketentuan Lain-lain
Ketentuan Khusus Peserta
Ketentuan umum Panitia Besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS)
tentang peserta, berlaku seluruh peserta pertandingan Bolavoli POMNAS XIII tahun
2013 DIY, sebagai berikut:
a. Peserta POMNAS XIII Tahun 2013 DIY adalah atlet yang tergabung dalam
kontingen utusan BAPOMI Provinsi.
b. Setiap atlet harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Warga Negara Republik Indonesia.
Keabsahan atlet yang berpartisipasi dalam POMNAS XIV tahun 2015
PROVINSI ACEH adalah atlet yang berstatus mahasiswa aktif kuliah pada
program Diploma dan Strata Satu (S-1), pada Perguruan Tinggi Negeri atau
Swasta yang terdaftar di Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga
lainnya.
Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.
Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
Tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari organisasi induk cabang
olahraga.
Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember
2015.
Menyerahkan Pas photo terbaru berwarna ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar.
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan
mengikuti pertandingan.

53

Ketentuan Umum Official dan Pemain


a. Official dan peserta diwajibkan memakai pakaian olahraga.
b. Kostum Pemain harus seragam, baik warna maupun corak potongan, dan
bernomor depan belakang sesuai dengan ketentuan ( 1-18 ).
c. Sesuai ketentuan, pemain yang didaftarkan sebagai pemain hanya 12 orang
dengan mencantumkan nama asli serta foto ukuran 3x4 berwarna dan mengisi
daftar nama pada form yang telah disediakan.
d. Setiap Regu harus mengikuti segala peraturan pertandingan dan peraturan
permainan.
e. Setiap
official
dan
peserta
diharuskan
mengikuti
Upacara
Pembukaan/Penutupan dan memakai pakaian Olahraga (Trainning Sport).
f. Apabila Pertandingan TERHENTI atau DIHENTIKAN karena sesuatu hal, maka
Panitia dan Dewan Hakim akan menentukan kembali Jadwal yang TERTUNDA.

54

5
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR BULUTANGKIS
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 19 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Peraturan Pemainan
Peraturan permainan menggunakan peraturan BWF/PBSI, para atlet dan official
dianggap sudah mengetahuinya.
2. Peserta
Ketentuan umum Panitia Besar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS)
tentang peserta, berlaku seluruh peserta pertandingan Bulutangkis POMNAS XIV
tahun 2015 PROVINSI ACEH, sebagai berikut:
a. Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah atlet yang tergabung
dalam kontingen utusan BAPOMI Provinsi.
b. Setiap atlet harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Warga Negara Republik Indonesia.
Keabsahan atlet yang berpartisipasi dalam POMNAS XIV tahun 2015
PROVINSI ACEH adalah atlet yang berstatus mahasiswa aktif kuliah pada
program Diploma dan Strata Satu (S-1), pada Perguruan Tinggi Negeri atau
Swasta yang terdaftar di Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga
lainnya.
Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.
Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
Tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari organisasi induk cabang
olahraga.

55

Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember


2015.
Menyerahkan Pas photo terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lbr.
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan
mengikuti pertandingan.

3. Nomor Pertandingan
Putra :
a. Beregu (2 tunggal dan 1 ganda)
b. Tunggal Putra.
c. Ganda Putra.
d. Ganda Campuran putra-putri.
Putri :
a. Beregu (2 tunggal dan 1 ganda)
b. Tunggal Putri.
c. Ganda Putri.
4. Sistem Pertandingan
a. Semua pertandingan perorangan maupun beregu akan akan menggunakan
sistem gugur.
b. Jumlah peserta tiap nomor pertandingan perorangan dan beregu minimal 4
orang/regu dari 4 (empat) daerah yang berbeda.
c. Pertandingan dengan sistem rally point (two winning set).
5. Wasit
Wasit yang memimpin pertandingan pada POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI
ACEH adalah wasit nasional yang ditentukan oleh panitia pelaksana berdasarkan
usulan dari Pengda PBSI PROVINSI ACEH.
6. Jadwal Latihan (Pemakaian Lapangan)
a. Panitia pelaksana akan mengatur jadwal latihan ujicoba lapangan.
b. Pada sesi latihan masing-masing menggunakan shuttlecock sendiri.

7. Penutup

56

a.
b.

Jadwal pertandingan akan disesuaikan dengan jumlah peserta (saat pertemuan


teknik akan dibagikan).
Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan pertandingan ini akan
ditetapkan kemudian pada saat technical meeting yang dipimpin oleh pihak PB
PBSI/Pengda PBSI PROVINSI ACEH.

57

6
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR CATUR
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 18 November 2015
Tempat
: Aula Fakultas Ekonomi
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Jenis Pertandingan
a. Beregu Putra dan Putri.
b. Perorangan Putra dan Putri.
2. Kategori Pertandingan
a. Catur standard (90 menit)
b. Catur cepat (25 menit)
c. Catur kilat (5 menit)
3. Nomor Pertandingan
a. Beregu Catur Standard Putra.
b. Beregu Catur Standard Putri.
c. Beregu Catur Cepat Putra.
d. Beregu Catur Cepat Putri.
e. Beregu Catur Kilat Putra.
f. Beregu Catur Kilat Putri.
g. Perorangan Catur Standard Putra.
h. Perorangan Catur Standard Putri.
i. Perorangan Catur Cepat Putra.
j. Perorangan Catur Cepat Putri.
k. Perorangan Catur Kilat Putra.
l. Perorangan Catur Kilat Putri.

58

4. Medali yang Diperebutkan


a. Medali Emas
: 12 (dua belas) Medali.
b. Medali Perak
: 12 (dua belas) Medali.
c. Medali Perunggu
: 12 (dua belas) Medali.
5. Peserta
a. Peserta putra berasal dari Pengprov BAPOMI diwakili maksimal 6 (enam) pemain
terdiri dari 4 orang Regu tanpa cadangan dan 2 orang Perorangan.
b. Peserta putri berasal dari Pengprov BAPOMI diwakili maksimal 6 (enam) pemain
terdiri dari 4 orang Regu tanpa cadangan dan 2 orang Perorangan.
c. Ketentuan umum Panitia POMNAS XIV tahun 2015 PROVINSI ACEH tentang
peserta, berlaku seluruh peserta pertandingan Catur adalah sebagai berikut:
Yang diperkenankan turut sebagai peserta pada POMNAS XIV Tahun 2015
PROVINSI ACEH adalah atlet yang tergabung dalam kontingen utusan
BAPOMI Provinsi.
Setiap atlet harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut (a) Warga Negara
Republik Indonesia.
Mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma dan Strata Satu (S-1), pada
perguruan tinggi negeri atau swasta yang terdaftar di Kemdikbud dan atau
Kementerian/Lembaga lainnya.
Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.
Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
Tercatat sebagai anggota dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari
organisasi induk cabang olahraga.
Batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember 2015.
Menyerahkan pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan diatas maka tidak diperbolehkan
mengikuti pertandingan.
6. Jadwal Pertandingan
Jadwal pertandingan akan ditentukan lebih lanjut pada waktu technical meeting.
7. Peraturan Pertandingan Format Pertandingan
a. Beregu Putra/Putri
Setiap team terdiri dari 4 pemain tanpa cadangan.
Susunan urutan pemain babak I dianggap sebagai Daftar Induk.
Susunan Urutan pemain bebas.

59

b.

Batas waktu pengisian susunan pemain sebelum pertandingan: Catur


Standard 30 menit, Catur Cepat 10 menit dan Catur Kilat 2 menit, dan
apabila lewat akan digunakan Daftar Induk.
Perorangan Putra dan Putri

8. Sistem Pertandingan
a. Perorangan
Pertandingan pada nomor Perorangan akan menggunakan Sistem Swiss dan
jumlah babak disesuaikan dengan jumlah peserta.
Pairing/undian menggunakan Program Swiss Manager dan dilakukan
dengan Komputer (Computerize) serta akan dilakukan secara terbuka dan
dapat disaksikan oleh masing-masing Kapten Regu.
Pemain yang berasal dari satu Provinsi dan memiliki Victory Point (VP) di
atas 50% tidak dapat dipertemukan pada 2 (dua) babak terakhir.
b. Beregu
Akan ditentukan kemudian setelah melihat jumlah peserta.
9. Penentuan Juara
a. Perorangan
Berdasarkan Victory Point (VP) tertinggi.
Solkoff.
Sonnerber Berger.
Progressive Score (PS).
b. Beregu
Jumlah Macth Poin (MP).
Hasil yang bersangkutan.
Jumlah Victory Poin ( VP).
Sonnerber Berger (SB).
10. Peraturan Permainan
a. Peraturan permainan menggunakan Peraturan Permainan Catur FIDE yang
berlaku saat ini dan disesuaikan dengan Peraturan PB PERCASI.
b. Peraturan tambahan Catur Cepat dan Catur Kilat yang ditetapkan oleh PB
PERCASI.
11. Waktu Pikir
a. Catur Klasik : 90 menit.
b. Catur Cepat : 25 menit.
c. Catur Kilat : 5 menit.

60

12. Peralatan Pertandingan


a. Menggunakan Papan dan Buah Catur Standard Internasional yang diakui oleh
FIDE.
b. Menggunakan Jam Catur Digital.
c. Menggunakan Notasi Carbonize rangkap 2.
13. Medali dan Piagam
Pemberian Medali dan Piagam akan diatur oleh Panitia POMNAS XIV tahun 2015
PROVINSI ACEH sesuai dengan Ketentuan dan Peraturan POMNAS.
14. Protes
a. Protes yang bersifat teknis, diajukan langsung kepada wasit, pada saat kejadian
tersebut terjadi.
b. Protes terhadap keputusan Wasit pada pertandingan Catur Klasik dapat
disampaikan/ diajukan secara tertulis oleh Kapten Regu/Manager/Official
kepada Pimpinan Pertandingan, paling lambat 30 menit setelah pertandingan
tersebut selesai, untuk diteruskan kepada Dewan Hakim.
c. Protes terhadap keputusan Wasit pada pertandingan Catur Cepat dapat
disampaikan/ diajukan secara tertulis oleh Kapten Regu/Manager/Official
kepada Pimpinan Pertandingan, paling lambat 10 menit setelah pertandingan
tersebut selesai, untuk diteruskan kepada Dewan Hakim.
d. Protes terhadap keputusan Wasit pada pertandingan Catur Kilat dapat
disampaikan/ diajukan secara lisan oleh Kapten Regu/Manager/Official kepada
Pimpinan Pertandingan, paling lambat 2 menit setelah pertandingan tersebut
selesai, untuk diteruskan kepada Dewan Hakim.
15. Dewan Hakim
a. Dewan Hakim berjumlah 5 (lima) orang dan terdiri dari 2 (dua) orang yang
ditunjuk Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH dan bertugas sebagai
Ketua serta Wakil Ketua Dewan Hakim serta 3 (tiga) orang yang dipilih dari
peserta pada saat Temu Teknik, serta berasal dari Provinsi yang berlainan dan
bertugas sebagai Anggota Dewan Hakim.
b. Wasit Ketua dan Wasit Anggota yang menangani permasalahan yang terjadi,
harus diundang dalam Rapat Dewan Hakim, untuk menjelaskan segala
permasalahan serta diwajibkan memberikan alasan-alasan terhadap diambilnya
Keputusan Wasit terhadap permasalahan yang terjadi. Namun keduanya tidak
berhak memberikan suara dalam penentuan Keputusan Dewan Hakim.
c. Anggota Dewan Hakim yang Provinsinya terkait dengan permasalahan, berhak
mengikuti dan memberikan penjelasan di Rapat Dewan Hakim, namun tidak
berhak memberikan suara dalam penetuan Keputusan Dewan Hakim.

61

d.
e.

f.

Setiap protes terhadap Keputusan Wasit dan dilanjutkan ke Dewan Hakim, harus
disertai uang protes sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah).
Bila protes tersebut dibenarkan oleh Dewan Hakim, maka uang protes tersebut
akan dikembalikan, namun sebaliknya, apabila protes tersebut tidak
diterima/ditolak oleh Dewan Hakim, maka uang protes tersebut tidak akan
dikembalikan.
Keputusan Dewan Hakim adalah final, mengikat dan mempunyai kekuatan
segera setelah diumumkan serta langsung mempengaruhi hasil pertandingan.

16. Wasit
a. Guna menjamin penafsiran yang tepat terhadap Peraturan Pertandingan, maka
Panitia POMNAS XIV PROVINSI ACEH Tahun 2015 memutuskan untuk menunjuk
1 Wasit Ketua yang memiliki gelar Fide, 1 Wakil Wasit Ketua yang memiliki gelar
Nasional dan Wasit Anggota yang memiliki gelar Wasit Nasional (WN) atau Wasit
Nasional Madya (WNM) maupun Wasit Nasional Pratama (WNP).
b. Wasit Ketua, Wakil Wasit Ketua dan Wasit Anggota, memiliki hak untuk
membuat keputusan terhadap suatu permasalahan yang terjadi.
c. Selain itu Panitia POMNAS XIV PROVINSI ACEH Tahun 2015 juga menunjuk
beberapa Pembantu Wasit.
d. Pembantu Wasit tidak memiliki hak untuk memutuskan atau membuat
keputuskan terhadap suatu permasalahan yang terjadi. Bila terjadi
permasalahan ataupun protes dari pemain, maka Pembantu Wasit harus
melaporkan permasalahan ataupun protes tersebut ke Wasit Anggota dan bila
Wasit Anggota tidak dapat/tidak bisa memutuskan permasalahan tersebut,
maka Wasit Anggota tersebut harus melapor ke Wasit Ketua atau Wakil Wasit
Ketua.
e. Seluruh Wasit yang bertugas wajib menyelesaikan suatu permasalahan
berdasarkan semangat, tidak memihak serta memberikan pandangan dan
pendapat bila dianggap perlu demi menjaga kemurnian dan prinsip Fair
Play/Sportivitas dari PB PERCASI maupun FIDE.
f. Wasit Ketua memiliki kewajiban untuk melaporkan hasil pertandingan kepada
Technical Delegates untuk diteruskan ke Ketua Panpel Cabang Catur Panitia
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
17. Kapten Regu
a. Kapten Regu yang seluruh pemainnya telah selesai bertanding, tidak
diperkenankan berada di arena pertandingan.
b. Kapten Regu tidak diperkenankan berbicara langsung dengan pemainnya selama
pertandingan berlangsung.
c. Kapten Regu hanya diperkenankan memberikan petunjuk kepada pemainnya
untuk menerima, menolak atau menawarkan remis kepada lawannya, tanpa

62

memberikan pendapat atau komentar mengenai posisi yang terjadi di atas


papan catur. Petunjuk tersebut harus disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan
dengan seijin serta sepengetahuan Wasit.
18. Ketentuan Khusus
a. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan Penonton diwajibkan
berpakaian rapi dan sopan di dalam ruangan pertandingan.
b. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager & Penonton diwajibkan
menggunakan sepatu untuk dapat masuk ke dalam ruangan pertandingan.
c. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager & Penonton dilarang merokok di
dalam ruangan pertandingan.
d. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager & Penonton tidak diperkenankan
membawa barang elektronik seperti HP, DVD/CD Player, Walkman, Ipod,
Komputer Notebook dan Buku Catur serta catatan lainnya yang berkaitan
dengan permainan catur kedalam ruangan pertandingan.
e. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan Penonton diwajibkan
menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam berolahraga melalui fair play.
19. Sanksi
a. Bila seorang pemain tidak mematuhi/mentaati Ketentuan dan Peraturan
Pertandingan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH serta tidak
memperhatikan tata tertib dan sopan santun bermain catur atau berkelakuan
tidak pantas di dalam maupun di luar ruangan pertandingan, hukuman berikut
dapat dijatuhkan kepada pemain bersangkutan:

b.

Peringatan secara lisan atau tertulis yang akan disampaikan oleh Wasit
Ketua ataupun oleh Wasit Anggota.

Dinyatakan kalah.

Peringatan secara lisan atau tertulis yang akan disampaikan oleh Wasit
Ketua ataupun oleh Wasit Anggota.
Dikeluarkan dan tidak diperkenankan lagi memasuki Ruang Pertandingan
hingga pertandingan Catur POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH
selesai.

Dikeluarkan atau tidak diperkenankan mengikuti pertandingan selanjutnya.


Bila seorang Kapten Tim/Official/Manager ataupun Penonton tidak
mentaati/mematuhi Ketentuan dan Peraturan Pertandingan POMNAS serta
tidak memperhatikan tata tertib dan sopan santun bermain catur atau
berkelakuan tidak pantas di dalam maupun di luar ruangan pertandingan,
hukuman berikut dapat dijatuhkan kepada yang bersangkutan:

63

20. Lain-Lain
Hal-hal yang belum tercantum dalam Peraturan ini, akan diputuskan oleh Pimpinan
Pertandingan dan Wasit Ketua pada saat temu teknik.

64

7
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR FUTSAL
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 20 November 2015
Tempat
: Hall UIN
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Peserta
Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 Provinsi Aceh adalah atlet yang mewakili BAPOMI
wilayah tiap Provinsi Aceh.
2. Pemain
a. Pemain berstatus sebagai mahasiswa berumur 25 tahun pada 31 Desember
2015
b. Pengesahan administrasi pemain dilaksanakan oleh Tim Keabsahan. Pengecekan
kesesuaian keabsahan administrasi dengan fisik dilakukan oleh Tim Keabsahan
dan Panpel.
c. Pemain yang akan dimainkan dalam POMNAS XIV Tahun 2013 Provinsi Aceh
untuk masing-masing babak sebanyak 5 (lima) pemain diambil dari jumlah
pemain yang telah mendapatkan pengesahan oleh Tim Keabsahan.
d. Seluruh pemain yang akan bertanding pada POMNAS XIV Tahun 2015 Provinsi
Aceh ini wajib membawa ID Card/Kartu Tanda Pengenal. Pemain yang tidak
membawa ID Card tidak diperbolehkan ikut bermain.
3. Sistem Pertandingan
a. Babak Penyisihan Grup
Peserta dibagi 8 Grup (A, B, C, D, E, F, G, H), masing-masing Grup terdiri dari 4
Tim/Provinsi, mempergunakan Sistem Round Robin (disesuaikan banyaknya tim
yang mendaftar).
b. Babak Putaran Final

65

Mempergunakan Sistem Gugur.


4. Penentuan Nilai dan Pemenang
a. Urutan kedudukan dalam POMNAS XIV tahun 2015 Provinsi Aceh adalah dari
pengumpulan nilai (point) kemenangan yang telah diperoleh setiap tim dan dari
jumlah yang sudah dimainkan.
b. Pergitungan nilai (point) kemenangan didapat dari :
1) Tim yang menang mendapat nilai 3 (tiga).
2) Jika seri (imbang), masing-masing tim dapat nilai 1.
3) Tim yang kalah mendapat nilai 0 (nol).
c. Jika pada akhir turnamen terdapat 2 (dua) atau lebih tim mendapat nilai (point)
kemenangan yang sama, maka untuk menentukan urutan kedudukan dari timtim tersebut, ditentukan sebagai berikut:
1) Perbedaan gol (goal difference) yang didapat dari jumlah gol memasukkan
(goal plus) dikurangi gol kemasukkan (goal minus).
2) Jika perbedaan gol (goal difference) sama, maka urutan kedudukannya
ditentukan dari jumlah gol memasukkan lebih banyak (goal plus).
3) Jika hal tersebut dalam butir (c.2) ayat ini masih tetap sama, maka hasil
pertemuan antara 2 (dua) tim yang terkait menentukan urutannya.
4) Jika hal tersebut dalam butir (c.3) ayat ini masih tetap sama, maka tim
dengan jumlah menang dan jumlah pertandingan lebih banyak yang
dinyatakan sebagai urutan yang lebih tinggi.
5) Pengecualian dari butir (c.4) di atas, apabila kedua tim tersebut sedang
saling berhadapan/bertanding, maka penentuannya dilakukan dengan
perpanjangan waktu dan bila belum menghasilkan pemenang maka
dilanjutkan dengan tendangan pinalti.
6) Pelaksanaan tendangan pinalti tersebut didasarkan kepada Peraturan
Permainan (Laws of the Game) dari FIFA.
5. Pemain Tidak Sah
Yang dimaksud dengan pemain tidak sah:
a. Pemain yang tidak tercantum dalam daftar yang dikeluarkan Tim Keabsahan
POMNAS XIV Tahun 2015 Provinsi Aceh
b. Pemain dari peserta dalam suatu pertandingan tidak tercantum dalam Daftra
Susunan Pemain (DSP).
c. Terhadap pelanggaran memainkan pemain tidak sah dikenakan hukuman
sebagaimana diatur dalam peraturan ini.

6. Pemalsuan Identitas

66

Bagi tim yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja memainkan pemain yang
melanggar ketentuan mengenai batasan usia atau keterangan lainnya, atau
melakukan pemalsuan usia dengan menggunakan identitas orang lain, atau dengan
cara apapun dengan merubah identitas diri dengan yang bukan sebenarnya, maka
terhadap pemain dan timnya dikenakan hukuman termasuk hukuman terhadap
pihak lainnya yang terlibat dengan itu sebagaimana diatur dalam peraturan ini.
7. Pemogokan
Apabila suatu tim karena suatu sebab membuat terhentinya pertandingan atau
dengan sengaja tidak mau melanjutkan pertandingan, wasit berkewajiban memberi
tenggang waktu kepada Kapten Tim tersebut selama-lamanya 5 (lima) menit agar tim
yang bersangkutan melanjutkan pertandingan, dan apabila setelah tenggang waktu
tersebut tetap tidak bersedia melanjutkan pertandingan, maka tim tersebut
dianggap melakukan pembangkangan terhadap keputusan wasit dan dinyatakan
melakukan pemogokan dan terhadapnya dikenakan hukuman sebagaimana diatur
dalam peraturan ini.
8. Tidak Hadir di Tempat Pertandingan
a. Jika suatu tim tidak hadir pada jadwal waktu pertandingan yang sudah
ditetapkan, maka pertandingan ditunda selama 15 (lima belas) menit.
b. Jika setelah penundaan tersebut tim dimaksud tidak juga hadir tanpa alasan
yang sah ditempat pertandingan, maka tim tersebut dinyatakan tidak hadir atau
kalah Walk Out (WO).
c. Penentuan ketidakhadiran suatu tim ditetapkan oleh wasit.
d. Kepada tim yang tidak hadir, dapat dikenakan hukuman berdasarkan aturan ini.
9. Wewenang dan Tanggung Jawab Official Tim
a. Yang dimaksud dengan Tim Official adalah Manajer, Pelatih, Dokter, Masseur
dan Pembantu Tim yang bertanggung jawab memimpin suatu tim dalam
pertandingan kejuaraan ini.
b. Official harus didaftarkan resmi kepada Panitia Pelaksana Pertandingan.
c. Tim Official bertanggung jawab ke dalam dan keluar atas nama tim atas
tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anggota timnya.
10. Perwasitan
a. Untuk memimpin pertandingan POMNAS XIV Tahun 2015 Provinsi Aceh, para
wasit yang akan bertugas ditunjuk dan ditugaskan oleh panitia dengan
memperhatikan usulan dari Pengda PSSI Aceh.
b. Ketentuan bilamana wasit yang ditunjuk berhalangan hadir, maka penggantinya
akan disiapkan oleh panpel pertandingan.

67

11. Pengawas Pertandingan


a. Pengawas Pertandingan ditetapkan oleh Panitia POMNAS XIV tahun 2015
Provinsi Aceh.
b. Tanggungjawab, Wewenang dan Tugas Pengawas Pertandingan:
1) Mengadakan pertemuan/rapat dengan panpel untuk mengecek kesiapan
Penyelenggaraan Pertandingan.
2) Memeriksa sarana pertandingan dan lapangan sebelum Pertemuan Teknik
diselenggarakan bersama dengan wasit.
3) Memimpin Pertemuan Teknik yang dihadiri oleh Official Tim yang
bertanding, para wasit dan Panitia Pelaksana (termasuk Seksi Keamanan
dan Kesehatan) dan menyusun Berita Acara Pertemuan Teknik.
4) Bertanggungjawab atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan
pertandingan, mulai dari persiapan, selama sampai dengan usai
pertandingan, dengan memperhatikan urutan waktu dan kegiatan saat
Pengawas Pertandingan bertugas.
5) Menerima dan meneruskan segala bentuk pengaduan atau protes dari
Kapten Tim yang bertanding.
6) Apabila dalam suatu pertandingan terjadi peristiwa khusus atau
pelanggaran disiplin, maka Pengawas Pertandingan harus membuat laporan
khusus serta melampirkan bukti-bukti untuk keperluan Pengurus Pusat PSSI.
7) Mencatat dan menyusun laporan pertandingan.
12. Panitia Disiplin
a. Panitia Disiplin:
1) Ketua dan sekretaris Panitia Disiplin ditetapkan oleh Panitia POMNAS XIV
Tahun 2015 Provinsi Aceh.
2) Anggota terdiri 1 (satu) orang official peserta yang ditetapkan pada
Pertemuan Teknik.
b. Tugas dan Kewajiban Panitia Disiplin Setempat:
1) Memelihara suasana tunduk dan patuh pada keputusan, peraturan dan
ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan Pengurus Pusat PSSI.
2) Menyelesaikan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh pemain dan official
POMNAS, sekaligus mengeluarkan keputusan sanksi terhadap pelanggaran
di tempat penyelenggaraan pertandingan dalam waktu 1 x 24 jam sejak
pelanggaran disiplin dimaksud terjadi.
3) Dalam persidangan Panitia terhadap kasus terjadi, dipimpin oleh Ketua
Panitia Disiplin kecuali anggota panitia dan dihadiri oleh sekretaris serta
anggota yang berasal dari tim yang bersalah.
4) Melaporkan secara tertulis kepada Ketua Umum Panitia POMNAS XIV Tahun
2015 Provinsi Aceh mengenai pelanggaran yang terjadi.

68

5)

6)

Menerima pengaduan dan protes yang berlaku sesuai peraturan, untuk


tindak lanjut di tempat sebagaimana dimaksud ayat b.2 dan b.3 di atas dan
bila tidak dapat diselesaikan supaya diteruskan kepada Ketua Pengurus
Pusat PSSI.
Biaya penugasan Ketua Panitia Displin ditanggung oleh Panitia dengan
berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan PSSI.

13. Hukuman Atas Pemain Tidak Sah


a. Apabila salah satu tim melakukan pelanggaran berupa penggunaan pemain tidak
sah dikenakan hukuman, sebagai berikut:
1) Jika telah menderita kekalahan, maka gol kekalahannya ditambah 3 (tiga)
gol (goal minus).
2) Jika telah memperoleh kemenangan, maka gol kemenangannya dihapus
dan diganti kekalahan 0-3, sedang lawannya dimenangkan dengan 3-0.
3) Jika akhir pertandingan berkesudahan seri, maka terhadap tim yang
melanggar dinyatakan kalah dengan tambahan 3 (tiga) gol kekalahan.
4) Dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan nilai kemenangan
yang telah diperoleh dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
b. Apabila kedua tim melakukan pelanggaran berupa penggunaan pemain tidak sah
dikenakan hukuman, sebagai berikut:
1) Pertandingan dianggap sudah berlangsung, akan tetapi hasilnya ditiadakan
dan kepada kedua tim tersebut diberikan 3 (tiga) gol kemasukan (gol minus).
2) Masing-masing tim dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan
nilai kemenangan yang telah diperoleh dari pertandingan-pertandingan
sebelumnya.
3) Apabila turnamen dengan menggunakan sistim gugur, maka kedua tim
dinyatakan didiskualifikasi.
14. Hukuman Atas Pemalsuan Identitas
a. Tim yang bersangkutan dikeluarkan dari peserta POMNAS XIV Tahun 2015
Provinsi Aceh.
b. Pemain dan tim tersebut akan diusulkan tidak diperkenankan mengikuti
POMNAS berikutnya.
15. Hukuman Atas Pemogokan
a. Apabila salah satu tim yang sedang bertanding tidak bersedia meneruskan
pertandingan, maka tim tersebut dinyatakan melakukan pemogokan, dikenakan
hukuman sebagai berikut:
1) Jika telah menderita kekalahan, maka gol kekalahannya ditambah 3 (tiga)
gol (goal minus).
2) Jika telah memperoleh kemenangan, maka kemenangannya dihapus dan
diganti dengan kekalahan 0-3, sedang lawannya dimenangkan 3-0.

69

3)

Jika akhir pertandingan berkesudahan seri, maka terhadap tim yang


melanggar dinyatakan kalah dengan 3 (tiga) gol kemasukkan.
4) Dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan nilai yang diperoleh
dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
b. Apabila kedua tim yang sedang bertanding tidak bersedia meneruskan
pertandingan, maka kedua tim tersebut dinyatakan melakukan pemogokan,
dikenakan hukuman sebagai berikut:
1) Pertandingan dianggap sudah berlangsung, akan tetapi hasilnya ditiadakan
dan kepada kedua tim diberikan 3 (tiga) gol kemasukan (gol minus).
2) Masing-masing tim dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dan pengumpulan
nilai yang diperoleh dari pertandingan sebelumnya.
c. Apabila pemogokan dilakukan oleh salah satu tim sebelum pertandingan
dimulai, maka terhadap tim tersebut dikenakan hukuman sebagai berikut:
1) Dinyatakan kalah Walk Out (WO) dan tim lawannya memperoleh
kemenangan 3 (tiga) gol.
2) Dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan nilai yang diperoleh
dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
d. Apabila pemogokan dilakukan oleh kedua tim sebelum pertandingan
berlangsungnya pertandingan, maka terhadap kedua tim tersebut dikenakan
hukuman sebagai berikut:
1) Pertandingan dianggap sudah belangsung dan kepada kedua tim diberikan
3 (tiga) gol kemasukan (goal minus).
2) Masing-masing tim dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan
nilai yang diperoleh pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.
16. Hukuman Atas Tidak Hadir di Tempat Pertandingan
a. Apabila salah satu tim dinyatakan tidak hadir di tempat pertandingan, dikenakan
hukuman:
1) Dinyatakan kalah, tim lawannya memperoleh kemenangan 3 (tiga) gol.
2) Dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan nilai yang diperoleh
dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
b. Apabila kedua tim dinyatakan tidak hadir di tempat pertandingan, dikenakan
hukuman:
1) Pertandingan dianggap sudah berlangsung, akan tetapi hasilnya ditiadakan
dan kepada kedua tim masing-masing diberikan 3 (tiga) gol kemasukan (gol
minus).
2) Masing-masing tim dikurangi 3 (tiga) nilai kemenangan dari pengumpulan
nilai yang diperoleh dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
17. Tata Cara Protes

70

Proses yang diajukan oleh suatu tim dalam suatu pertandingan harus dilakukan
dengan tata cara sebagai berikut:
a. Pernyatan protes harus dicantumkan dalam Formulir Laporan Pertandingan.
b. Protes hanya dapat diajukan selambat-lambatnya 1 jam sesudah pertandingan
selesai diajukan oleh official tim yang menyatakan protesnya dalam Laporan
pertandingan harus mengirimkan surat protes yang disertai penjelasannya,
ditujukan kepada Panitia Disiplin disertai uang protes sebesar Rp 2.000.000,(Dua juta rupiah) dan uang tersebut tidak dikembalikan tapi menjadi hak panitia.
c. Terhadap protes yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud
dalam butir a dan b, maka dinyatakan batal.
18. Penutup
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Pertandingan Khusus POMNAS XIV Tahun
2015 Provinsi Aceh ini akan diatur tersendiri oleh panitia atau disepakati dalam acara
Pertemuan Teknik. Peraturan Pertandingan ini hanya berlaku untuk penyelenggaran
pertandingan POMNAS XIV Tahun 2015 Provinsi Aceh.

71

7
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR KARATE
C. UMUM
3. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 18 20 November 2015
Tempat
: Hall UIN
4. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
D. KHUSUS
19. Kontingen hanya boleh mengirimkan 1 orang untuk tiap kelasnya.
20. Kata atau Kumite Beregu hanya diperbolehkan mengirim 1 regu.
21. Seluruh peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran. Putra dan Putri.
22. Persyaratan Teknis
a. Tiap atlet wajib membawa dan menggunakan:
1) Pakaian Karate (Karategi) berwarna putih.
2) Pelindung gigi (gumshield).
3) Memakai badge FORKI.
4) Body Protector yang dipakai di dalam baju karate.
5) Hand Protector dan Leg Guard sesuai dengan warna sabuk yang
digunakan.
b. Kontingen Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH Cabor Karate wajib
membawa dan menyediakan sabuk serta perlengkapan pertandingan bagi
atletnya yang bertanding sesuai standar WKF berwarna merah dan biru dengan
jumlah sesuai kebutuhan.

72

23. Peserta
Ketentuan umum Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH tentang peserta,
berlaku bagi seluruh peserta pertandingan Karate, yaitu:
a. Peserta adalah atlet yang tergabung dalam kontingen utusan BAPOMI Provinsi.
b. Setiap atlet harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1) Warga Negara Republik Indonesia.
2) Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH Cabor Karate harus
berstatus sebagai mahasiswa, peserta harus berstatus mahasiswa aktif
kuliah pada program Diploma dan Strata Satu (S-1), pada Perguruan Tinggi
Negeri atau Swasta yang terdaftar di Kemdikbud dan atau
Kementerian/Lembaga lainnya yang dibuktikan dengan fotokopi Kartu
Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS) serta Surat
Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang
Kemahasiswaan yang bersangkutan.
3) Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH hanya tercatat sebagai
kontingen untuk cabor Karate saja.
4) Peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH Cabor Karate adalah
anggota perguruan Karate yang bernaung di bawah induk organisasi FORKI
dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing, dibuktikan dengan
sertifikat/kartu anggota perguruan yang bersangkutan.
5) Adanya batasan umur minimal 18 tahun untuk Kumite dan 16 tahun untuk
kata serta pada tanggal 31 Desember 2015 atlet peserta berusia maksimal
25 (dua puluh lima) tahun.
6) Menyerahkan pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
7) Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan
mengikuti pertandingan.
c. Nomor pertandingan Karate akan dilaksanakan apabila diikuti sekurangkurangnya paling sedikit 4 (empat) orang atlet dari 4 (empat) propinsi/utusan
BAPOMI yang berbeda.
d. Setiap atlet boleh bertanding di nomor pertandingan lainnya asal tidak yang
mengharuskan ketentuan berat badan. Misalnya, selain turun di kelas tertentu
yang bersangkutan juga dapat bertanding di kelas kata dan kumite beregu.
e. Keabsahan peserta sepenuhnya menjadi tanggungjawab Panitia POMNAS XIV
Tahun 2015 PROVINSI ACEH, panitia pelaksana hanya mengizinkan peserta yang
telah lulus verifikasi keabsahan dari Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH.

73

24. Diskualifikasi
a. Berat badan tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.
b. Batas usia peserta tidak sesuai dengan ketentuan.
c. Tidak terdaftar dalam formulir pendaftaran peserta tim.
d. Melanggar peraturan/ketentuan yang telah ditetapkan, baik dalam buku
panduan maupun hasil Technical Meeting.
25. Nomor Pertandingan
a. Kata:
1) Kata Putra Perorangan.
2) Kata Putri Perorangan.
3) Kata Beregu Putra.
4) Kata Beregu Putri.
b. Kumite:
PUTRA
1) Kumite Putra Kelas - 55 kg.
2) Kumite Putra Kelas - 60 kg.
3) Kumite Putra Kelas - 67 kg.
4) Kumite Putra Kelas - 75 kg.
5) Kumite Putra Kelas - 84 kg.
6) Kumite Putra Kelas + 84 kg.
7) Kumite Beregu Putra.
PUTRI
1. Kumite Putri Kelas - 50 kg.
2. Kumite Putri Kelas - 55 kg.
3. Kumite Putri Kelas - 61 kg.
4. Kumite Putri Kelas 68 kg.
5. Kumite Putri Kelas + 68 kg.
6. Kumite Beregu Putri.
8. Protes
Selama pertandingan berlangsung segala bentuk protes terhadap segala
keputusan wasit ditiadakan
9. Timbang Badan
Jadwal timbang badan akan ditentukan pada saat technnical meeting

74

10. Sistem Pertandingan


a. Peraturan dan ketentuan pertandingan yang berlaku pada POMNAS XIV tahun
2015 PROVINSI ACEH Cabor Karate mengacu pada peraturan dan ketentuan
WKF.
b. Pertandingan menggunakan sistem refercharge.Pertemuan teknik POMNAS XIV
Tahun 2015 PROVINSI ACEH Cabor Karate akan dilaksanakan pada:
11. Medali
Kepada pemenang untuk setiap nomor pertandingan akan diberikan medali
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Nomor perorangan
Medali emas untuk pemenang pertama, medali perak untuk pemenang
kedua dan medali perunggu untuk pemenang bersama ketiga pada setiap
nomor pertandingan.
b. Nomor beregu
Medali emas untuk setiap anggota regu dari pemenang pertama, medali
perak untuk setiap anggota regu dari pemenang kedua dan medali perunggu
untuk setiap anggota regu dari pemenang bersama ketiga.
12. Upacara Penghormatan Pemenang
Pemenang I sampai dengan III setiap nomor pertandingan akan dipanggil dan
harus berada di ruang tunggu untuk mengikuti upacara penghormatan pemenang.
Pakaian saat Upacara Penghormatan Pemenang harus menggunakan pakaian resmi
daerahnya dan tidak diperbolehkan memakai sandal sebagai alas kaki.
13. Kesehatan
Panitia pelaksana Cabor Karate POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH
menyediakan pos kesehatan selama pelaksanaan pertandingan berlangsung dan
keberadaan pos kesehatan hanya bersifat emergency selebihnya menjadi
tanggungjawab tim/peserta masing-masing.

75

8
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR PENCAK SILAT
A. UMUM
1. Pelaksanaan Perlombaan
Tanggal
: 15 17 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Nomor yang Dipertandingkan
a. Putra
1. Kategori Tanding
Kelas A
Kelas B
Di atas
Kelas C
Di atas
Kelas D
Di atas
Kelas E
Di atas
Kelas F
Di atas
Kelas G
Di atas
Kelas H Di atas
2. Kategori Tunggal
3. Kategori Ganda
4. Kategori Regu
b.

Putri
1. Kategori Tanding
Kelas A
Kelas B
Di atas
Kelas C
Di atas
Kelas D
Di atas
Kelas E
Di atas
2.

Kategori Tunggal

76

45 kg
50 kg
55 kg
60 kg
65 kg
70 kg
75 kg
80 kg

s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d

50 kg
55 kg
60 kg
65 kg
70 kg
75 kg
80 kg
85 kg

45 kg
50 kg
55 kg
60 kg
65 kg

s/d
s/d
s/d
s/d
s/d

50 kg
55 kg
60 kg
65 kg
70 kg

3.
4.

Kategori Ganda
Kategori Regu

2. Medali yang Diperebutkan


a. Emas
: 19 buah
b. Perak
: 19 buah
c. Perunggu
: 32 buah
Dengan Perincian
a. Ketegori Tanding:
1. Juara I (1 orang) akan mendapat Medali Emas dan Piagam.
2. Juara II (1 orang) akan mendapat Medali Perak dan Piagam.
3. Juara III (2 orang) akan mendapat Medali Perunggu dan Piagam.
b. Ketegori Tunggal:
1. Juara I (1 orang) akan mendapat Medali Emas dan Piagam.
2. Juara II (1 orang) akan mendapat Medali Perak dan Piagam.
3. Juara III (1 orang) akan mendapat Medali Perunggu dan Piagam.
c. Ketegori Ganda:
1. Juara I (2 orang) akan mendapat Medali Emas dan Piagam.
2. Juara II (2 orang) akan mendapat Medali Perak dan Piagam.
3. Juara III (2 orang) akan mendapat Medali Perunggu dan Piagam.
d. Ketegori Regu:
1. Juara I (3 orang) akan mendapat Medali Emas dan Piagam.
2. Juara II (3 orang) akan mendapat Medali Perak dan Piagam.
3. Juara III (3 orang) akan mendapat Medali Perunggu dan Piagam.
3. Peserta
Atlet peserta harus berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma dan
Strata Satu (S-1) pada Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang terdaftar di
Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga lainnya.
4. Persyaratan Peserta
a. Berstatus mahasiswa yang masih aktif dibuktikan dengan Kartu Tanda
Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS) dari Perguruan Tinggi yang
bersangkutan.
b. Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember 2015.
c. Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh Panitia POMNAS XIV Tahun
2015 PROVINSI ACEH.

5. Protes dan Sanggahan terhadap Keabsahan Atlet

77

a.

b.

Apabila seorang atlet mendapat sanggahan tentang keabsahannya, maka atlet


tersebut dapat mengikuti POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH setelah
statusnya mendapat rekomendasi dari Tim Keabsahan dari Panitia POMNAS XIV
Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
Protes dan sanggahan harus dilaksanakan secara tertulis dengan dukungan datadata cukup, diajukan kepada Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH
paling lambat sebelum hari pertama pertandingan POMNAS XIV Tahun 2015
PROVINSI ACEH dimulai.

6. Ketentuan Teknik
a. Peraturan Pertandingan yang dipergunakan adalah Peraturan Pertandingan hasil
keputusan MUNAS IPSI XII 2013.
b. Sistem Pertandingan yang dipergunakan adalah sebagai berikut:
1. Kategori Tanding, mempergunakan sistem Gugur Tunggal.
2. Kategori Tunggal, Ganda dan Regu, pada dasarnya mempergunakan sistem
sekali tampil sesuai dengan nomor urut undian peserta dengan ketentuan
sebagai berikut:
a) Apabila pertandingan diikuti oleh sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) peserta,
maka 3 (tiga) peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi, akan ditetapkan
sebagai Juara I, II dan III sesuai dengan urutan tertinggi perolehan nilai.
b) Apabila pertandingan diikuti oleh lebih dari 7 (tujuh) peserta, maka akan
dipergunakan sistem pool.
c) Jumlah pool ditetapkan oleh rapat antara Delegasi Teknik, Ketua
Pertandingan dan Dewan Juri serta disampaikan kepada peserta dalam
Rapat Teknik.
d) Tiga peraih nilai tertinggi dari setiap pool ditampilkan kembali untuk
mendapatkan penilaian di tahap berikutnya, kecuali tahap pertandingan
berikutnya adalah babak final.
e) Setiap Pesilat yang berhasil masuk ke babak final, akan diundi lagi untuk
urutan penampilan di babak final.
f) Peserta tingkat final adalah 3 (tiga) pemenang menurut urutan perolehan
nilai dari tahapan pool pertandingan sebelumnya.
g) 3 (tiga) peserta yang berhasil meraih nilai tertinggi dalam babak final, akan
ditetapkan sebagai Juara I, II dan III sesuai dengan urutan tertinggi
perolehan nilai.
3. Undian dan penempatan dalam penyusunan skema pertandingan.
Pada dasamya semua peserta akan diundi dan ditempatkan dalam susunan
skema/ bagan pertandingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, artinya
sebelum pelaksanaan undian, maka skema pertandingan akan dibuat
tertebih dahulu oleh Sekretaris Pertandingan.

78

4.

Apabila pertandingan tidak bisa dilaksanakan karena faktor non teknis


(lampu mati, keributan dan lain sebagainya) maka berlaku ketentuan
sebagai berikut:
a)
Kategori TANDING
Pertandingan akan dilanjutkan setelah teratasinya kendala non teknis
sesuai dengan sisa waktu yang belum diselesaikan dengan dipimpin
dan dinilai oleh wasit dan juri yang sama.
b)
Kategori TUNGGAL, GANDA, REGU
c)
Pertandingan akan diulang sejak awal, dengan Juri yang sama dan
dengan ketentuan sebagai berikut:
Apabila hal tersebut terjadi pada Pesilat SELAIN NOMOR UNDIAN
TERKAHIR, maka akan diulang sejak awal setelah selesainya nomor
undian terakhir kategori bersangkutan.
Apabila hal tersebut terjadi pada Pesilat NOMOR UNDIAN TERAKHIR
, maka akan diulang sejak awal secepat-cepatnya 5 (lima) menit dan
selambat-lambatnya 10 (sepuluh ) menit setelah teratasinya
kendala non teknis.
5. Pakaian Pesilat, sesuai dengan ketentuan pakaian yang berlaku untuk
masing-masing kategori yang dipertandingkan. Pesilat TIDAK
DIPERKENANKAN memakai atribut/ tulisan/lambang lainnya, kecuali
atribut/tulisan/lambang kontingen bersangkutan dan atau badge IPSI yang
dipakai di dada.
Penyimpangan dari ketentuan ini, maka Pesilat bersangkutan dinyatakan
DISKUALIFIKASI setelah diketahui tentang adanya penyimpangan pakaian
oleh Ketua Pertandingan.
Pada dasarnya Ketua Pertandingan TIDAK BERKEWAJIBAN untuk meneliti
dan memberi tahu pakaian Pesilat sebelum Pesilat memasuki arena
Pertandingan.
6. Pesilat yang dinyatakan Menang Diskualifikasi karena keputusan Dokter
Pertandingan, maka untuk bertanding dalam babak/partai selanjutnya
HARUS mendapatkan ijin/ rekomendasi dari Dokter Pertandingan.
7. Senjata lepas dan keluar gelanggang pada dasamya bukan merupakan suatu
pelanggaran yang menyebabkan terjadinya hukuman pengurangan nilai.
Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu mendapatkan penjelasan sebagai
berikut:
a)
Kategori Tunggal
Senjata lepas dan atau keluar gelanggang dengan cara apapun,
kemudian ternyata senjata tersebut bisa masuk ke gelanggang
dengan cara apapun, maka Pesilat bersangkutan akan dinyatakan
keluar gelanggang, dengan mendapatkan hukuman sesuai dengan
ketentuan.

79

b)

Kategori Ganda
Senjata lepas dan keluar gelanggang, kalau senjata tersebut tidak
dipergunakan lagi dalam penampilan, maka hal tersebut tidak
merupakan pelanggaran. Tetapi kalau senjata tersebut dipergunakan
lagi dan masuk gelanggang dengan cara apapun, maka hal tersebut
merupakan pelanggaran keluar gelanggang dan mendapatkan
hukuman sesuai dengan ketentuan.

7. Cara Penilaian
a. Cara Penilalan dalam POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH ini akan
mempergunakan sistem penilaian digital.
b. Apabila karena sesuatu dan lain hal penilaian dengan cara sistem digital tidak
dapat dilaksanakan maka akan dipergunakan cara penilaian dengan sistem atau
cara manual seperti biasanya.
8. Pendamping Pesilat
Pada prinsipnya semua Pesilat HARUS didampingi oleh Pendamping Pesilat yang
salah satu diantaranya HARUS sejantina. Akan tetapi kalau ada kontingen yang tidak
mempunyai Pendamping Pesilat yang sejantina, maka kontingen yang bersangkutan
dapat menggunakan pendamping pesilat dari Atlet yang sejantina.
9. Aparat Pertandingan
Untuk kelancaran pelaksanaan pertandingan maka akan ditetapkan aparat
pertandingan yang terdiri dari: Delegasi Teknik, Assisten Delegasi Teknik, Ketua
Pertandingan, dan Wasit- Juri yang ditugaskan oleh PB IPSI dengan surat tugas.
10. Dokter Pertandingan
a. Dokter Pertandingan ditunjuk oleh Panitia Pelaksana Pertandingan Pencak Silat
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
b. Dokter Pertandingan mempunyai wewenang penuh dalam menentukan boleh/
tidaknya seorang atlet untuk bertanding, berdasarkan hasil pemeriksaannya.
11. Perlengkapan Pertandingan
a. Perlengkapan Pertandingan disediakan oleh Panitia Pelaksana Pertandingan
Pencak Silat POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH kecuali Pelindung
Kemaluan (Cap Protector) dan Pelindung Sendi yang disediakan oleh masingmasing Kontingen.
b. Pelindung Dada (Body Protector) yang boleh digunakan pada waktu
Pertandingan Pencak Silat POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah

80

Pelindung Dada (Body Protector) yang telah disediakan oleh Panitia Pelaksana
Pertandingan Pencak Silat POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
12. Pengajuan Keberatan/Rasa Tidak Puas
Pengajuan keberatan berlaku untuk semua kategori pertandingan dilakukan dengan
ketentuan tata cara sebagai berikut:
a. Tim Manajer bersangkutan diwajibkan menyampaikan keberatannya dengan
mengisi formulir yang tersedia pada Sekretaris Pertandingan. (Selain Tim
Manajer TIDAK BERHAK untuk mengajukan keberatan atas hasil pertandingan).
Pengambilan formulir pengajuan keberatan untuk kategori Tanding dilakukan
dalam kurun waktu selambat-lambatnya 10 menit setelah keputusan pemenang
oleh Ketua Pertandingan dan diserahkan kembali (setelah diisi) kepada
Sekretaris Pertandingan dalam waktu selambat-lambatnya 20 menit sejak
formulir diterima. Sedangkan untuk kategori Tunggal, Ganda dan Regu
pengambilan formulir pengajuan keberatan dilakukan dalam kurun waktu
selambat-lambatnya 10 menit setelah diumumkannya nilai perolehan peserta
oleh Ketua Pertandingan untuk setiap nomor/kategori pertandingan dan
diserahkan kembali (setelah diisi) kepada Sekretaris Pertandingan dalam waktu
selambat-lambatnya 20 menit sejak formulir diterima. Dalam pengajuan
keberatan harus dicantumkan uraian keberatannya dengan jelas. Pengajuan
keberatan HARUS ditanda tangani oleh Manajer Tim bersangkutan.
b. Keputusan atas keberatan tersebut pada tingkat pertama diselesaikan oleh
Ketua Pertandingan setelah berkonsultasi dengan segenap Aparat Pertandingan
yang bertugas dan disampaikan kepada Tim Manejer bersangkutan selambatlambatnya 2 (dua) jam sejak diterimanya pengajuan keberatan.
c. Bila keputusan tingkat pertama tetap tidak bisa diterima oleh yang bersangkutan
maka yang bersangkutan dapat mengajukan Banding. Banding disampaikan
dalam waktu 20 menit setelah putusan tingkat pertama diserahkan kepada yang
mengajukan keberatan.
d. Pengadil tingkat Banding adalah Delegasi Teknik sebagai Ketua dan Assisten
Delegasi Teknik sebagai anggota, yang akan meninjau kembali masalahnya dan
mengambil keputusan setelah berkonsultasi dengan segenap Aparat
Pertandingan yang bertugas dan menyampaikan keputusannya kepada Manajer
Tim bersangkutan selambat-lambatnya 3 (tiga) jam setelah Banding diajukan.
Keputusan pada tingkat Banding bersifat final.
e. Pengajuan keberatan HANYA DAPAT DITERIMA bila disampaikan atas dasar dan
cara yang sesuai dengan nilai budi luhur dan etika Pencak Silat.
f. Setiap pengajuan keberatan dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000.000,00 (Satu Juta
rupiah).
13. Tata Tertib dan Sanksi

81

Pada dasamya Tata tertib dan Sanksi, adalah SESUAI serta berpedoman kepada
Ketentuan Disiplin IPSI.
a. Tata Tertib yang harus dipatuhi dan berlaku bagi semua Pesilat, Official serta
Supporter selama berlangsungnya pertandingan adalah:
1. Dilarang membawa segala macam senjata/benda tajam ke dalam arena
pertandingan dan dilarang membuat kegaduhan/keributan yang dapat
mengganggu jalannya pertandingan. Senjata yang diperkenankan dibawa ke
dalam gelanggang pertandingan HANYA senjata yang akan dipergunakan
untuk pertandingan kategori TUNGGAL dan GANDA pada waktu
dilaksanakannya pertandingan kategori bersangkutan.
2. Dilarang bertindak kasar, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
terhadap seluruh Aparat Pertandingan.
b. Pelanggaran terhadap Peraturan Umum dan Khusus serta larangan-larangan
tersebut dalam point 1 di atas akan dikenakan sanksi berupa:
1. Untuk Pesilat:
a)
Peringatan Keras
b)
Dinyatakan Kalah
c)
Diskualifikasi untuk seluruh Pertandingan
d)
Diskors
2. Untuk Official:
a)
Peringatan Keras
b)
Tidak diakui haknya sebagai official
c)
Diskors
3. Untuk supporter/penonton
a)
Peringatan Keras
b)
Dikeluarkan dari arena pertandingan
14. Lain-lain
a. Pada saat berlangsungnya technical meeting tidak lagi membahas masalah
keabsahan atlet, karena pada dasarnya setiap atlet yang telah memiliki ID Card
berhak untuk mengikuti pertandingan kalaupun ada sanggahan/keberatan,
sanggahan atau keberatan disampaikan kepada Tim Keabsahan Panitia POMNAS
XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
b. Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH akan memberikan ID Card
kepada masing-masing Peserta/Pesilat sesuai dengan kelas/kategori yang
diikuti. ID Card tersebut harus dipakai pada saat penimbangan ulang (15 menit
sebelum pertandingan). Tanpa ID Card Pesilat bersangkutan TIDAK BOLEH
melakukan penimbangan ulang.
c. Setiap atlet diperkenankan menggunakan pelindung sendi/lengan/tungkai
sepanjang tidak berlebihan (satu lapis dan dari bahan yang tidak keras).

82

d.

e.

f.

g.

h.

Penimbangan berat badan dilakukan dengan memakai pakaian Pencak Silat


(hitam -hitam) dalam keadaan kering, tidak memakai sabuk, cap protector dan
peralatan pertandingan lainnya (contoh: Pelapis sendi). Segala resiko yang
timbul akibat tidak dipenuhinya ketentuan tersebut di atas menjadi tanggung
jawab sepenuhnya Pesilat bersangkutan. Petugas timbang badan
DIPERKENANKAN untuk memeriksa Pesilat. TIDAK ADA toleransi berat badan,
pada waktu timbang ulang 15 menit sebelum pertandingan. Pesilat yang tidak
sesuai dengan ketentuan berat badan pada kelas yang didaftarkan, akan
dinyatakan DISKUALIFIKASI.
Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat mengikuti Timbang Awal, tetap
akan dimasukkan dalam undian dan diperkenankan untuk bertanding, sepanjang
semua persyaratan Pesilat sudah dipenuhi serta sudah didaftarkan kepada PB.
IPSI atau Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
Setiap kontingen peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH akan
menerima Jadwal Pertandingan setiap hari setelah mengisi daftar hadir sebelum
pertandingan dimulai.
Setiap kontingen peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH, WAJIB
untuk meneliti kembali tentang kebenaran jadwal tersebut. Apabila dijumpai
kesalahan dalam penyusunan jadwal pertandingan, Kontingen peserta POMNAS
XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH HARUS segera memberitahukan kepada
Sekretaris Pertandingan untuk diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Setiap atlet yang mengikuti pertandingan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH telah diasuransikan oleh Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.

83

9
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR RENANG
A. UMUM
1. Ketentuan Umum sesuai dengan Peraturan POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH.
2. Hal-hal yang berkaitan dengan teknis pertandingan mengacu sebagian atau secara
keseluruhan sesuai ketentuan PRSI/FINA.
3. Tempat pertandingan Cabor Renang ada di kolam renang Stadion Renang Tirta
Raya Banda Aceh.
4. Koordinator Pertandingan adalah Pengprov PRSI PROVINSI ACEH bekerja sama
dengan Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
5. Waktu dan Tempat
Tanggal
: 15 17 November 2015
Tempat
: Stadion Renang Tirta Raya Banda Aceh
6. Technical Meeting
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Nomor yang Dipertandingkan
No.
Gaya
1
Bebas
2
Dada
3
Punggung
4
Kupu-kupu
5
Ganti Perorangan
6
Estafet Gaya Bebas
7
Estafet Gaya Ganti

Putra - Putri
50, 100 dan 200 meter
50, 100 dan 200 meter
50 dan 100 meter
50, 100 meter
200 dan 400 meter
4 x 100 meter
4 x 100 meter

Jumlah medali yang diperebutkan 28 medali (emas, perak, dan perunggu), dengan
jumlah keseluruhannya termasuk estafet adalah sebagai berikut:

84

a.
b.
c.

Emas
Perak
Perunggu

: 40 Keping
: 40 keping
: 40 Keping

2. Peserta
a. Setiap peserta dapat mengikuti sebanyak 3 nomor perlombaan
b. Untuk nomor estafet hanya diikuti 1 regu putra dan putri
c. Peserta tiap provinsi terdiri: 6 putra - 6 putri dan 2 officials
d. Ketentuan umum panitia tentang peserta, berlaku seluruh peserta pertandingan
Renang POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah sebagai berikut:
1. Yang diperkenankan turut sebagai peserta pada POMNAS XIV Tahun 2015
PROVINSI ACEH adalah atlet yang tergabung dalam kontingen utusan
BAPOMI Provinsi.
2. Setiap peserta harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a)
Warga Negara Republik Indonesia.
b)
Peserta harus berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma
dan Strata Satu (S-1), pada Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang
terdaftar di Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga lainnya.
c)
Tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang
dibuktikan dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu
Rencana Studi (KRS) serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh
Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan yang
bersangkutan.
d)
Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang
olahraga.
e)
Tercatat sebagai anggota dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing
dari organisasi induk cabang olahraga.
f)
Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31
Desember 2015.
g)
Menyerahkan pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2
lembar.
h)
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak
diperbolehkan mengikuti pertandingan
3. Pelaksanaan Acara Pertandingan
a. Acara seri/penyisihan dilakukan pada pagi hari, sedangkan acara final dilakukan
pada sore hari.
b. Apabila dalam suatu pertandingan yang ternyata jumlah peserta yang terdaftar
hanya 8 (delapan) orang/regu atau kurang, maka nomor acara tersebut tidak

85

c.

d.

e.
f.

dilakukan babak penyisihan, akan tetapi dilaksanakan langsung final pada sore
hari.
Nomor perlombaan renang akan dilaksanakan apabila diikuti sekurangkurangnya paling sedikit 4 (empat) orang atlet dari 4 (empat) provinsi/utusan
BAPOMI yang berbeda.
Pada acara final apabila memungkinkan akan terdiri atas 8 finalis dan 2
cadangan, jika terjadi pengunduran diri maka secara otomatis cadangan
tersebut secara berjenjang menggantikannya
Pencoretan atau pembatalan perenang hanya boleh pada saat pertemuan
teknik.
Setelah pertemuan teknik dilakukan, setiap perenang yang mengundurkan diri
akan dikenakan sanksi berupa denda senilai Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu
rupiah) untuk nomor beregu sebesar Rp.1.200.000,- (Satu juta dua ratus ribu
rupiah) lihat peraturan PRSI/FINA GR/UM 10.2.1.

4. Peralatan
a. Setiap peserta dapat mengikuti sebanyak 3 nomor perlombaan waktu
elektronik, apabila alat pencatat waktu elektronik tidak tersedia maka diganti
dengan stop watch secara manual akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan
PRSI/FINA SW II.
b. Start hanya dilakukan 1 (satu) kali.
c. Tanda start dilakukan dengan menggunakan on start yang dihubungkan secara
langsung dengan peralatan pencatat waktu elektronik.
d. Tali lintasan menggunakan alat pemecah ombak (anti wave).
5. Protes
a. Panitia pelaksana pertandingan merupakan instansi terakhir yang menentukan
kepada setiap persoalan yang tidak tercantum dalam peraturan pertandingan,
dan ketua pertandingan menampung protes dalam persoalan tersebut dan
memberikan keputusan dalam instansi pertama dan terakhir.
b. Suatu protes dinyatakan resmi dan dapat diterima oleh ketua pertandingan
apabila memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1) Setiap protes harus
disampaikan secara tertulis dan harus ditandatangani tim manajer yang
bersangkutan.
c. Setiap protes harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit setelah nomor acara
yang bersangkutan berakhir disertai pembayaran Rp. 1.000.000,- (Satu juta
rupiah).

6. Medali

86

Kepada pemenang untuk setiap nomor perlombaan akan diberikan medali


dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Nomor perorangan
Medali emas untuk pemenang pertama, medali perak untuk pemenang kedua
dan medali perunggu untuk pemenang ketiga pada setiap nomor perlombaan.
b. Nomor beregu
Medali emas untuk setiap anggota regu dari pemenang pertama, medali perak
untuk setiap anggota regu dari pemenang kedua dan medali perunggu untuk
setiap anggota regu dari pemenang ketiga.
7. Upacara Penghormatan Pemenang
a. Pemenang I sampai dengan III setiap nomor perlombaan akan dipanggil dan bagi
perenang Juara I, II dan III harus berada di ruang tunggu untuk mengikuti upacara
penghormatan pemenang.
b. Pakaian saat Upacara Penghormatan Pemenang harus menggunakan pakaian
resmi daerahnya dan tidak diperbolehkan memakai sandal sebagai alas kaki.
8. Cara memperkenalkan Atlet
Untuk semua atlet nomor lintasan saat perenang yang akan melakukan start akan
disebutkan namanya oleh penyiar atau announcer diharapkan maju selangkah ke
depan sambil melambaikan tangannya kepada penonton.
9. Kesehatan
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH menyediakan pos kesehatan selama
pelaksanaan perlombaan berlangsung dan keberadaan pos kesehatan perlombaan
renang berada di dalam area pertandingan.
10. Pakaian
Pakaian atlet harus disesuaikan dengan Syariat Islam yang berlaku di Aceh,
dengan ketentuan:
a. Atlet Putra
Bagi atlet putra diwajibkan memakai celana short (celana pendek), dan tidak
diperkenankan memakai sempak segitiga

87

b.

Atlet Putri
Bagi atlet putri diwajibkan memakai baju renang berlengan ( Baju selam dengan
celana panjang) dan topi renang yang rapi.
11. Susunan Acara
Hari ke-1, 15 November 2015
Jarak
Event
No.
Meter
Gender
101
200
Gaya Bebas Putra
102
200
Gaya Bebas Putri
103
100
Gaya Punggung Putra
104
100
Gaya Punggung Putri
105
100
Gaya Kupu-Kupu Putra
106
100
Gaya Kupu-Kupu Putri
107
200
Gaya Dada Putra
108
200
Gaya Dada Putri
109
50
Gaya Bebas Putra
110
50
Gaya Bebas Putri
Hari ke-2, 16 November 2015
Jarak
Event
No.
Meter
Gender
201
400
Gaya Ganti Perorangan Putri
202
400
Gaya Ganti Perorangan Putra
203
100
Gaya Bebas Putra
204
100
Gaya Bebas Putri
205
100
Gaya Dada Putra
206
100
Gaya Dada Putri
207
50
Gaya Kupu-kupu Putra
208
50
Gaya Kupu-kupu Putri
209
4x100
Gaya Bebas Estafet Putra
210
4x100
Gaya Bebas Estafet Putri
Hari ke-3, 17 November 2015
Jarak
Event
No.
Meter
Gender
301
200
Gaya Ganti Perorangan Putra
302
200
Gaya Ganti Perorangan Putri
303
100
Gaya Punggung Putra
304
100
Gaya Punggung Putri
305
100
Gaya Dada Putra
306
100
Gaya Dada Putri
307
200
Gaya Bebas Estafet Putra
308
200
Gaya Bebas Estafet Putri

88

12. Lain-Lain
Ketentuan lain yang tidak tercantum dalam peraturan ini, akan ditetapkan
kemudian.

89

10
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR SEPAKBOLA
A. UMUM
1. Waktu dan Tempat
Tanggal
Tempat

: 12 20 November 2015
: 1. Stadion Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng
2. Lapangan Sepak Bola Gelanggang
3. Stadion H. Di Murthala
4. Stadion Mini Lambhuk

2. Technical Meeting
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Penyelenggara Pertandingan
Seluruh rangkaian pertandingan Cabor Sepakbola POMNAS XIV Tahun 2015
PROVINSI ACEH diselenggarakan dan dipimpin oleh panitia pelaksana, yaitu BAPOMI
ACEH sebagai penanggung jawab dan bekerjasama dengan Pengda PSSI ACEH
sebagai pelaksana serta dibantu dengan beberapa personil sesuai dengan
kebutuhan.
2. Peserta Pertandingan
Peserta pertandingan Cabor Sepakbola POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH
adalah kesebelasan dari:
a. Tim Sepakbola yang lolos dalam seleksi wilayah (juara).
b. Tim Sepakbola tuan rumah penyelenggara.
3. Persyaratan dan Pendaftaran Pemain
a. Persyaratan Peserta
1. Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember
2015.
2. Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.

90

3.

Pengesahan pemain ditentukan oleh Tim Keabsahan Panitia POMNAS XIV


Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
b. Pemain Tidak Sah
1. Pemain yang dimainkan oleh suatu kesebelasan yang belum mendapat
pengesahan dalam acara pertemuan teknik/manager dan Tim Keabsahan.
2. Pemain yang tidak tercantum dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) yang
telah disampaikan pada Pengawas Pertandingan.
3. Pemain yang sedang menjalani sanksi 2 (dua) kali kartu kuning atau kartu
merah oleh wasit yang belum habis masa berlakunya.
4. Pemain pengganti yang melanggar ketentuan yang berlaku.
5. Pemain yang mendapatkan sanski denda, akan tetapi belum melunasi
pembayaran denda.
c. Jumlah Rombongan
Tim Sepakbola POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH DIY tiap provinsi adalah
sebanyak 21 (dua puluh) satu orang terdiri dari:
1. Jumlah pemain : 18 orang.
2. Jumlah official : 3 orang.
4. Sistem Pertandingan
Tim Sepakbola peserta POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH dibagi menjadi 4
(empat) pool yaitu pool A, pool B, pool C, dan pool D, yang penempatan pool nya
berdasarkan undian pada saat pertemuan teknik.
a. Pada babak pendahuluan, masing-masing pool menggunakan sistem setengah
kompetisi, juara masing-masing pool masuk ke babak semifinal.
b. Pada babak semi final dilakukan silang juara pool A melawan juara pool C dan
juara pool B melawan juara pool D.
c. Tim yang menang pada babak semifinal berhak maju ke babak final untuk
memperebutkan juara 1 dan 2.
d. Tim yang kalah pada babak semifinal memperebutkan juara 3.
5. Perubahan dan Pembatalan Pemain
a. Tim Sepakbola yang mengikuti POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH tidak
diperkenankan merubah atau membatalkan suatu pertandingan yang telah
dijadwalkan.
b. Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH, dapat mengizinkan
permintaan untuk melakukan perubahan atau pembatalan jadwal pertandingan,
karena suatu sebab yang tidak dapat diatasi, di luar kemampuan peserta yang
bersangkutan, antara lain:
1. Force majeur, seperti bencana alam.
2. Larangan dari pihak yang berwajib.

91

6. Peraturan Permainan, Pertandingan dan Pimpinan Pertandingan


a. Peraturan pertandingan yang digunakan dalam pertandingan Cabor Sepakbola
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah peraturan umum pertandingan
PSSI yang telah ditetapkan dengan pengurus pusat PSSI.
b. Pimpinan pertandingan Cabor Sepakbola adalah wasit nasional yang ditentukan
oleh Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH, setelah berkoordinasi
dengan Pengda PSSI ACEH.
c. Keputusan wasit adalah mutlak, baik selama pertandingan maupun di luar
pertandingan.
7. Pelaksanaan Penyelenggaraan Pertandingan
a. Penyelenggaraan pertandingan Cabor Sepakbola dilaksanakan oleh panitia
POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
b. Pengurus Daerah PSSI ACEH dan Technical Delegate dari PSSI mengawasi setiap
pertandingan Sepakbola POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH.
8. Medali yang Diperebutkan
Medali yang diperebutkan adalah medali emas 1 buah, medali perak 1 buah, dan
medali perunggu 1 buah.
9. Lain-Lain
Hal lain yang belum tercantum dalam ketentuan ini akan ditetapkan kemudian
pada pertemuan teknik.

92

11
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR SEPAK TAKRAW
A. UMUM
1. Waktu dan Tempat
Tanggal
: 15 19 November 2015
Tempat
: Hall Disdikpora Pango Kota Banda Aceh
2. Technical Meeting
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Ketentuan Umum
Ketentuan ditetapkan oleh BAPOMI Aceh dan peraturan Pertandingan berpedoman
pada peraturan pertandingan PB.PSTI.
2. Peserta
Jumlah atlit minimal 3 (tiga) orang, maksimal 5 (lima) orang untuk satu regu
(kalau untuk nomor tim minimal 9 atlit maksimal 12 atlit).
3. Nomor yang Dipertandingkan
a. Nomor Regu Putra
b. Nomor Double Event Putra
c. Nomor Tim
4. Panitia Pelaksana
Panitia pelaksana pertandingan ditunjuk oleh POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH.
5. Sistem Pertandingan
a. Untuk Nomor Regu menggunakan sistem setengah kompetisi di bagi dalam Pool.
Babak penyisihan pool dan 8 besar mencari 2 set kemenangan
Babak Semi Final dan Final mencari 2 set kemenangan

93

b.

Untuk Nomor Double Event menggunakan sistem gugur.


Babak penyisihan mencari 2 set kemenangan
Babak Final mencari 2 set kemenangan
c. Untuk Nomor Tim menggunakan sistem setengah kompetisi di bagi dalam pool
Babak penyisihan pool dan 8 besar mencari 2 set kemenangan
Babak Semi Final dan Final mencari 2 set kemenangan
6. Tata Terib Pertandingan
a. Ketentuan Umum
Setiap pemain akan bertanding memakai seragam olahraga, nomor kostum
untuk masing-masing pemain selama pertandingan berlangsung.
b. Ketentuan Khusus
10 (sepuluh) menit sebelum pertandingan dimulai, pemain yang akan
bertanding (sesuai dengan jadwal) harus berada ditempat pertandingan dan
menyerahkan daftar nama-nama pemain kepada panitia. Susuna nama
pemain yang sudah diserahkan kepada panitia tidak dapat diubah atau
diganti.
Pada Nomor Regu, regu yang tidak lengkap (kurang dari 3 orang pemain)
dianggap kalah. Pada Nomor Double Event, kurang dari 2 orang pemain
dianggap kalah. Pada Nomor Tim, yang kuran gdari 9 orang dianggap kalah.
Pergantian pemain diizinkan atas permintaan tim manajer/pelatih kepada
wasit/komisi pertandingan.
Apabila permainan dalam suatu pertandingan terhalang karena suat hal
yang luar biasa sehingga permainan tidak dapat dilanjutkan/diteruskan,
maka permainan dapat ditunda sampai keadaan mengijinkan.
Penundaan/perhentian diputuskan oleh wasit I
Penundaan yang lebih dari 2 (dua) jam maka:
a)
Set yang sudah selesai tetap berlaku
b)
Set yang belum selesai diulangi lagi dengan angka 0-0 dan pemain
kedua regu tidak boleh dirubah
Pemenang dalam pool ditentukan dengan
a)
Regu yang memperoleh nilai tertinggi
b)
Regu yang memperoleh set menang terbanyak
c)
Regu yang memperoleh angka menang terbanyak
Hal-hal yang belum tercantum dalam buku petunjuk ini akan kita bicarakan
dalam pertemuan meeting. Hasil pertemuan teknik tersebut merupakan hal
yang tidak terpisahkan dari buku petunjuk ini.

7. Protes

94

a.
b.

c.
d.
e.

Setiap Protes yang dilakukan harus disampaikan kepada Dewan Hakim melalui
komisi pertandingan selambat-lambatnya 15 menit setelah pertangdingan.
Protes diajukan tertulis dengan mengisi blanko protes yang telah disediakan oleh
panitia pelaksana yang ditanda tangani oleh tim manager/pelatih dengan
melampirkan uang protes sebesar Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu
rupiah).
Protes yang tidak memenuhi syarat tidak dilayani.
Dewan hakim akan bersidang memproses protes tersebut selambat-lambatnya
2 jam telah menghasilkan suatu keputusan.
Apapun keputusan yang telah disepakati oleh dewan hakim adalah mutlak dan
tidak dapat diganggu gugat. Seluruh administrasi disampaikan kepada dewan
hakim/panitia menjadi milik panitia.

8. Dewan Hakim
Dewan Hakim dalam kejuaraan ini terdiri dari ketua (unsure panitia pelaksana)
dan 4 (empat) orang. Anggota yang terdiri dari :
a. Wasit I dan II memimpin pertandingan
b. Tim Manajer kedua regu, dan
c. Koordinator pertandingan
9. Urutan Juara
a. Nomor Regu Juara I, II dan III bersama.
b. Nomor Double Event Juara I, II dan III bersama.
c. Nomor Tim Juara I, II dan III bersama.

95

12
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABANG OLAHRAGA TARUNG DERAJAT
A. UMUM
1. Waktu dan Tempat
Tanggal
: 15 17 November 2015
Tempat
: Hall Serba Guna Stadion Harapan Bangsa - Lhong Raya,
Banda Aceh
2. Technical Meeting
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Hall Serba Guna Stadion Harapan Bangsa - Lhong Raya,
Banda Aceh
Jam
: 09.00 WIB
B. KHUSUS
1. Arena Pertandingan
1. Untuk semua pertandingan tarung, pertarungan harus dilaksanakan di atas arena
pertandingan yang selanjutnya disebut MATRAS, dengan ukuran 12 X 12 m.
2. Matras terbuat dari bahan karet/busa yang ketebalannya lebih kurang 1,5 cm
yang terdiri dari tiga warna. Bagian tengah sebagai tempat pertandingan
berukuran 8 X 8 m, lalu dikelilingi lapis kedua sebagai batas arena pertandingan
dengan ukuran 10 X 10 m, dan lapis ketiga berukuran 12 X 12 m.
1.1 Pada batas 10 X 10 m, peringatan bagi petarung untuk tidak saling
menyerang. Melakukan serangan pada batas 10 X 10 m, setelah
mendapatkan peringatan 1 kali, petarung mendapatkan pemotongan nilai
dan sebaliknya. Kecuali akibat serangan/pertahanan dari arena 8 X 8 m.
1.2 Pada batas 12 X 12 m, adalah batas penyelamatan petarung.
3. Untuk pertandingan SENI GERAK, pertandingan dapat dilaksanakan di atas

matras maupun tanpa matras.


4. Pada kejuaraan-kejuaraan tertentu (peserta banyak), matras dapat lebih dari
satu.

96

2. Peralatan Pertandingan

1.

Peralatan yang diizinkan dibawa dan dipakai oleh petarung saat masuk lokasi
pertarungan adalah:
Pelindung kepalan tangan (hands box)
Pelindung gigi (gumseal).
Pelindung selangkangan (testiciural protector).
Pelindung kepala (head protector).
Pelindung Badan (body protector).
Handuk.
Minuman (air mineral).
Sabuk sudut (panitia).
2. Anggota hakim pertandingan berkewajiban memeriksa kelengkapan peralatan
pertandingan petarung. Bagi petarung yang tidak memiliki kelengkapan
peralatan, maka akan mendapat peringatan dari hakim pertandingan, bahkan
petarung dapat dinyatakan kalah.
3. Pemeriksaan Kesehatan dan Timbang Badan

Jadwal pemeriksaan kesehatan dan timbang badan akan ditentukan pada saat
technnical meeting.
1. PEMERIKSAAN KESEHATAN
1.1

Pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk menentukan kesehatan petarung secara


umum sebelum mengikuti pertandingan resmi dan mencari penyakit dan atau
kelainan pada petarung yang bisa mengganggu saat pertandingan atau
menyebabkan sesuatu yang fatal bagi petarung apabila mengikuti pertandingan.

1.2

Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh satu Tim Pemeriksa Kesehatan yang


dipimpin oleh seorang Dokter. Tim Pemeriksaan Kesehatan tersebut paling tidak
terdiri dari 2 (dua) orang tenaga Dokter dan 2 (dua) orang perawat.

1.3

Sasaran pemeriksaan kesehatan adalah :


Mengetahui riwayat medis atlet.
Mengetahui keadaan fisiologis atlet.
Mengetahui kendala fisik yang akan menghambat atlet dalam berlaga.
Memutuskan secara medis layak/tidak layak atlet tampil di arena kejuaraan

1.4

Pada waktu yang telah ditentukan untuk penimbangan berat badan, seorang
petarung harus sudah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat untuk
bertarung oleh Dokter yang ditunjuk oleh Panitia Pelaksana Kejuaraan. ( 1 hari
sebelum pelaksanaan pertarungan).

1.5

Pada saat pemeriksaan kesehatan dan penimbangan berat badan, semua petarung
yang akan mengikuti pertarungan harus dapat menunjukkan surat keterangan
sehat dari Dokter Satlat/Pengcab/Pengprov dengan diketahui/ ditandatangani
oleh Tim Kesehatan.

97

1.6

Dalam hal seorang petarung pada saat pemeriksaaan kesehatan dan penimbangan
badan tidak dapat menunjukkan surat keterangan sehat, maka ia tidak
diperbolehkan megikuti pertarungan.

1.7

Pemeriksaaan kesehatan dan penimbangan badan dilakukan satu kali dalam satu
hari bagi setiap petarung yang lolos ke babak berikutnya.

1.8

Atau bila kejuaraan berlanjut keesokan harinya, maka setiap atlet/petarung yang
akan bertanding harus kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan.

1.9

Apabila pada saat pemeriksaan kesehatan salah seorang dokter pemeriksa


menemukan penyakit atau kelainan yang memungkinkan petarung dinyatakan
tidak layak untuk bertanding, maka Dokter tersebut harus berkonsultasi kepada
dokter yang kedua untuk dilakukan pemeriksaan ulang (second opinion) dan
apabila penyakit atau kelainan yang ditemukan tersebut hasil pengukuran dari
suatu alat medis (misalnya tensimeter atau termometer)maka harus dilakukan
pengukuran ulang dengan menggunakan alat yang berbeda.

1.10 Apabila hasilnya tetap menyatakan bahwa petarung dinyatakan tidak layak untuk
bertanding, maka ketua tim pemeriksa kesehatan segera melaporkan hasilnya ke
hakim pertandingan.
1.11 Hakim pertandingan dengan didampingi Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan
menyampaikan hasil tersebut kepada petarung.
1.12 Bagi atlet petarung dan seni gerak yang dinyatakan tidak lulus pemeriksaan
kesehatan, maka tidak diperbolehkan mengikuti kejuaraan.
1.13 Keputusan tim dokter/medis bersifat mutlak.

2. PENIMBANGAN BERAT BADAN


2.1

Penimbangan berat badan akan dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum hari


pertarungan/pertandingan.

2.2

Para petarung untuk semua kelas berat badan, harus siap untuk melaksanakan
penimbangan berat badan.

2.3

Pada waktu yang telah ditentukan untuk melaksanakan penimbangan berat badan
akan diawali dengan pemeriksaan kesehatan.

2.4

Berat badan adalah jumlah yang tertera pada penimbangan atas seorang petarung
yang telanjang dada (hanya menggunakan celana dalam/celana bahan stret).

2.5

Penimbangan berat badan harus dilaksanakan secara terbuka dengan dihadiri oleh
perwakilan dari peserta, namun tidak boleh ikut campur dalam pelaksanaan
penimbangan berat badan.

98

2.6

Berat badan yang tercatat pada saat pendaftaran harus sesuai dengan berat badan
pada saat penimbangangan berat badan. Dalam hal tidak ada kecocokan berat
badan dengan kelas yang ditempatinya (berat badan naik/turun) seorang petarung
diberi kesempatan sebanyak 2 (dua) kali untuk melakukan penyesuaian dengan
berat badan yang ditempatinya. Apabila setelah diberi kesempatan sebanyak 2
(dua) kali petarung tersebut masih tidak sesuai berat badannya, maka petarung
tersebut tidak bisa ikut pertarungan (dinyatakan kalah secara administratif,
dengan pertimbangan dari Hakim Pertandingan dan Perguruan).

2.7

Waktu yang diberikan untuk perubahan berat badan petarung, yaitu sampai
selesainya acara technical meeting, diluar acara itu panitia tidak menerima
perubahan apapun.

2.8

Berat badan yang tercatat pada saat penimbangan badan secara resmi akan
menentukan kelas petarung untuk seluruh pertarungan.

2.9

Hasil penimbangan badan bersifat final, namun bagi satlat/pengcab/ pengda dapat
memindahkan petarungnya ke kelas yang lebih rendah/ lebih tinggi apabila pada
saat penimbangan berat badan, ternyata petarungnya terlalu berat atau terlalu
ringan dari yang didaftarkan, dengan ketentuan kelas yang baru ditempatinya
tersebut masih kosong, serta waktu penimbangan badan belum selesai.

2.10 Dalam hal penggatian petarung, panitia dapat mempertimbangkannya asalkan


penggantian tersebut didaftarkan/dilaporkan secara administratif bersamaan
dengan pengembalian Form A atau paling lambat pengembalian Form B ke meja
panitia dengan ketentuan nama petarung cadangan/ pengganti tersebut telah
didaftarkan untuk kelas tersebut.
2.11 Bagi petarung yang lolos untuk bertarung pada hari berikutnya, maka harus
dilakukan penimbangan berat badan kembali di bawah pengawasan hakim
pertandingan.
2.12 Hasil penimbangan berat badan kembali (recheck berat badan) harus sesuai
dengan kelas berat badan yang diikuti.
2.13 Ketidaksesuaian recheck berat badan dengan kelas berat badan yang diikuti
sebelumnya, akan mengakibatkan petarung tersebut didiskualifikasi dari
kejuaraan.
4. Skema Pertandingan

1.

UNDIAN
a. Undian dilaksanakan setelah selesainya pemeriksaan kesehatan dan penimbangan
badan.

b.

Undian dilakukan untuk menentukan skema dan nomor urut pertandingan.

c.

Pengundian harus dihadiri oleh oficial peserta kejuaraan.

99

2.

3.

BYE

a.

Dalam hal jumlah petarung tidak sesuai dengan skema pertarungan, maka akan
ada penempatan Bye sesuai dengan jumlah Bye.

b.

Penempatan Bye menjadi wewenang penuh panitia.

URUTAN PERTANDINGAN

a.

Penyusunan urutan pertandingan tarung berdasarkan atas kelas berat badan,


yatiu petarung kelas ringan akan bertarung terlebih dahulu kemudian dilanjutkan
petarung di kelas yang lebih berat.

b.

Penyusunan urutan pertandingan partai final berdasarkan penilaian hakim


pertandingan terhadap kemampuan petarung dalam menguasai teknik dan aturan
tarung yang terbaik.

5. RONDE
1.

Pertarungan untuk perorangan putra dilaksanakan dalam 3 (tiga) ronde, dengan durasi
waktu tiap ronde adalah 3 (tiga) menit dan waktu istirahat 1 (satu) menit. Pertarungan
perorangan putri dilaksanakan dalam 2 (dua) ronde, dengan durasi waktu tiap ronde
adlah 3 (tiga) menit dan waktu istirahat 1 (satu) menit.

2.

Penghentian pertarungan untuk membetulkan pakaian, pemeriksaan kesehatan, tidak


termasuk dalam waktu yang telah ditentukan (dalam hal hal-hal tersebut, stop
watch/waktu dihentikan).

3.

Ronde tambahan akan diberikan bila pertarungan berakhir dengan nilai seri/seimbang.

4.

Waktu yang digunakan untuk ronde tambahan adalah selama 2 (dua) menit.

5.

Pada ronde tambahan, penilaian dilakukan sebagaimana mestinya, dalam hal ini juri
kembali bertugas melakukan penilaian.

6.

Dalam hal terjadi ronde tambahan, juri wajib menuliskan RONDE TAMBAHAN pada
format nilai.

7.

Dalam hal selama ronde tambahan belum ada pemenangnya, maka akan diadakan
ronde tambahan berikutnya dengan sistem SUDDENT DEATH (siapa yang lebih dulu
serangannya masuk pada sasaran).

6. Nomor Yang Dipertandingkan

100

1.

Tarung Bebas Perorangan Putra


1) Kelas sampai dengan 49 Kg
2) Kelas 49,1 Kg 52 Kg
3) Kelas 52,1 Kg 55 Kg
4) Kelas 55,1 Kg 58 Kg
5) Kelas 58,1 Kg 61 Kg
6) Kelas 61,1 Kg 64 Kg
7) Kelas 64,1 Kg 67 Kg
8) Kelas 67,1 Kg 71 Kg
9) Kelas 71,1 Kg 75 Kg

2.

Tarung Bebas Perorangan Putri


1) Kelas 45,1 Kg 50 Kg
2) Kelas 50,1 Kg 54 Kg
3) Kelas 54,1 Kg 58 Kg
4) Kelas 58,1 Kg 62 Kg

3.

Seni Gerak
1) Gerak Tarung Beregu Campuran
2) Rangkaian Gerak Putri (Jurus Dradjat II)

7. Peserta

1.

Tingkat Kurata untuk atlet yang mengikuti POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI
ACEH, adalah sebagai berikut :
1) Nomor Tarung Bebas putra : minimal tingkat Kurata IV senior, yaitu telah
menghabiskan waktu latihan 20 kali jam latihan (jamlat) untuk masa latihan
Kurata IV, memiliki kesiapan sebagai petarung pada kelasnya dan lolos
seleksi panitia penyelenggara.
2) Nomor Tarung Bebas putri : minimal tingkat Kurata IV senior, yaitu telah
menghabiskan waktu latihan 20 kali jam latihan (jamlat) untuk masa latihan
Kurata IV, memiliki kesiapan sebagai petarung pada kelasnya dan lolos
seleksi panitia penyelenggara.
3) Nomor Seni Gerak, terdiri dari 2 (dua) nomor pertandingan :
Nomor Gerak Tarung Beregu Campuran : berjumlah 4 (empat) atlet,
yang terdiri dari 2 (dua) atlet putra dan 2 (dua) atlet putri. Dengan
tingkatan minimal tingkat Kurata IV senior, yaitu telah menghabiskan
waktu latihan 20 kali jam latihan (jamlat) untuk masa latihan Kurata IV,
telah memahami peraturan pertandingan nomor seni gerak, memiliki
kesiapan sebagai petarung gerak tarung beregu campuran dan lolos
seleksi panitia penyelenggara.

101

2.

Nomor Rangkaian Gerak Putri (Jurus Dradjat II) : berjumlah 3 (tiga) atlet
putri dan pesertanya bisa diambil dari atlet putri nomor kelas gerak
tarung beregu campuran. Nomor Rangkaian Gerak Putri (Jurus Dradjat
II), syaratnya minimal tingkat Kurata IV senior, yaitu telah
menghabiskan waktu latihan 20 kali jam latihan (jamlat) untuk masa
latihan Kurata IV, dan telah memahami peraturan pertandingan nomor
seni gerak, memiliki kesiapan sebagai petarung rangkaian gerak putri
(Jurus Dradjat II) serta lolos seleksi panitia penyelenggara.

Hak dan kewajiban atlet


1)

Hak Atlet

2)

Penting dan Ksatria menyatakan diri mundur dari pertandingan. Hal ini dapat
dilakukan apabila atlet merasa secara fisik dan mental tidak siap untuk
bertanding, dikarenakan sesuatu hal baik itu sebelum, ataupun saat
bertanding dan setelah bertanding (waktu istirahat/ronde 1,2 dan 3 bila nilai
seri, dan seterusnya).
Dalam hal petarung tidak dapat melanjutkan pertarungan dalam keadaan
ronde berjalan, petarung tersebut harus mengucapkan BOX ! sambil mundur
3 (tiga) langkah.
Meminta untuk diperiksakan diri ke dokter pertandingan, baik itu sebelum
ataupun sesudah selesai pertandingan.
Menyatakan diri keberatan untuk ditemani seorang ofisial tertentu kepada
hakim pertandingan, sehingga hakim pertandingan diharuskan mencari
ofisial pengganti (sesuai dengan daftar ofisial).

Kewajiban Atlet

Mematuhi setiap butir aturan pertandingan.


Bertanding dengan semangat sportivitas dan persaudaraan yang tinggi.
Tidak boleh memukul dan menendang bagian belakang tubuh (misalnya
kepala dan seluruh badan/anggota badan bagian belakang).
Tidak boleh menyerang lawan yang terjatuh secara tidak sengaja dan karena
terkena serangan lawan. Menjatuhkan diri secara sengaja untuk menghindari
serangan lawan atau untuk menyerang lawan dengan teknik jatuh yang tidak
akurat, mendapat peringatan wasit dan bila dilakukan berulang lebih dari 2
(dua) kali, mendapat pengurangan nilai dalam ronde berjalan bahkan bisa
didiskualifikasi atau dinyatakan kalah.
Harus kembali di tes kesehatannya dan berat badannya setiap hari satu kali,
bila seorang petarung maju ke babak berikutnya pada hari yang berbeda.

102

8. Teknik Atlet

1. Tarung Bebas
1)
2)
3)
4)
5)

6)

Menguasai dan memahami peraturan pertandingan dengan baik dan benar.


Memiliki koordinasi step kaki, pukulan dan tendangan yang sangat baik.
Menguasai teknik tarung Tarung Derajat.
Pada saat pertarungan, serangan kaki dan tangan harus seimbang dan berimbang.
Petarung yang banyak melakukan serangan pukulan apalagi tanpa serangan
tendangan akan mendapat peringatan keras dan dapat dikeluarkan dari arena
pertarungan dan didiskualifikasi.
Pertarungan harus dijiwai dengan semangat sportivitas dan rasa persaudaraan
yang tinggi.

2. Seni Gerak
1)
2)
3)

4)

Menguasai dan memahami peraturan pertandingan dan sistem penilaian dengan


baik dan benar.
Menguasai teknik seni gerak sesuai dengan dasar geraknya yang diperagakan baik
secara berpasangan (getar) dan berkelompok (ranger).
Pada saat pertandingan, apabila melakukan gerakan pembuka yang tidak ada
hubungannya dengan seni gerak yang diperagakan atau melakukan gerakan variasi
yang terlalu berlebihan, maka akan mengurangi nilai.
Keseluruhan pergerakan dinilai berdasarkan prinsip 5 (lima) unsur daya gerak
yaitu : kekuatan, kecepatan, ketepatan, keberanian dan keuletan. Yang dimaksud
dengan 5 (lima) unsur daya gerak pada penilaian seni gerak, adalah :

Kekuatan

: setiap gerakan dilakukan dengan bertenaga dan tidak kaku (keras


dan lentur), penuh semangat ditunjang dengan kesiapan fisik dan
mental.

Kecepatan

: setiap gerakan merupakan gerakan refleks yang terlatih, sesuai


dengan irama gerakan secara berpasangan.

Ketepatan

: gerakan yang dilakukan jelas sasaran (target) yang


dituju dan maksud serta peruntukannya.

Keberanian

Keuletan

: gerakan yang dilakukan secara pasti, penuh kesungguhan, realistis


dan rasional.
gerakan-gerakannya memiliki/mengandung nilai-nilai
seni tinggi, berangkat seperti air yang mengalir dengan
memperhatikan 4 unsur di atas, yaitu kekuatan, kecepatan,
ketepatan dan keberanian.

9. Offisial (Pelatih dan Manajer)

103

Setiap petarung berhak atas 2 (dua) orang pembantu/pendamping dengan


ketentuan sebagai berikut :
1. Tugas utama seorang ofisial adalah menyelamatkan petarung bila secara fisik
dan mental tidak layak untuk melanjutkan pertarungan.
2. Pembantu petarung tidak dapat memasuki arena pertarungan (matras)
3. Selama pertarungan berlangsung, pembantu petarung dilarang memberi
petunjuk, bantuan atau dorongan kepada petarungnya, karena akan merugikan
petarungnya.
4. Jika pembantu petarung tersebut melanggar peraturan, maka dia dapat
diperingati atau didiskualifikasi, bahkan atas kesalahan pembantunya, seorang
petarung dapat ditegur, diperingati dan didiskualifikasi oleh wasit.
5. Setiap pembantu petarung atau official yang mendorong ataupun menghasut
penonton dengan kata-kata atau isyarat-isyarat tertentu, maka wasit berhak
melarang official tersebut melanjutkan tugasnya mendampingi petarung, dan
melaporkan kepada hakim pertandingan.
6. Pembantu petarung bertugas mengurus petarung memberi arahan teknik dan
dorongan semangat pada saat petarung istirahat dan mengawasi kelayakan/
ketidaklayakan petarungnya untuk bertarung kembali.
7. Ketika kejuaraan berlangsung, official harus terus memantau keadaan atlet baik
ketika bertanding maupun sebelum dan sesudah bertanding.
8. Setiap perubahan fisik, mental atlet harus dapat diketahui oleh official sehingga
official dapat mengetahui kesiapan atlet dalam mengikuti pertandingan
berikutnya.
9. Ingat offisial petarung dalam pertarungan adalah sebagai penyelamat petarung.
10. Sistem Penilaian
1.

Point
Sistem penilaian kejuaraan tarung bebas menitikberatkan pada point-point (titik-titik)
pengenaan dengan bidang sasaran, yaitu kepala bagian muka dan samping serta badan
bagian depan dan samping.

2.

Penilaian Juri
Dalam memberikan penilaian pada point (titik) sasaran, hal-hal yang harus
dipertimbangkan oleh juri, adalah :
2.1.

Jenis serangan

Petarung hanya boleh menyerang dengan jenis-jenis serangan yang telah ditentukan
dalam peraturan tarung bebas.

2.2.

Penempatan awalan serangan dan akhiran serangan

104

Awalan dan akhiran serangan adalah penempatan posisi tangan ketika akan dipukulkan
ataupun kaki ketika akan ditendangkan dan penempatan posisi akhir tangan/kaki
setelah menyerang harus sesuai dengan teknik-teknik dasar tarung bebas. Hal ini
menghindari :
2.2.1. Gerakan mengayun.
2.2.2. Gerakan membabi buta.
2.2.3. Pengenaan point dengan teknik yang salah.
2.3.

Pengenaan ke bidang sasaran

Sasaran pengenaan berdasarkan pada peraturan pertandingan yang berlaku.


11. Protes

1.
2.

3.

4.
5.

Sebuah protes diajukan oleh manager tim paling lambat 15 (lima belas) menit
setelah hasil pertarungan diumumkan.
Protes harus diajukan secara tertulis dengan menyerahkan uang protes sebesar
Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) kepada hakim pertandingan ( form
tersedia di meja hakim pertandingan ).
Jika hakim pertandingan setuju untuk mengadakan peninjauan kembali, maka
hakim pertandingan dapat melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu,
dengan merujuk kepada hasil pertarungan dan memperlihatkannya kepada
pemohon protes.
Jika setelah diproses, ternyata protes tersebut di terima oleh hakim
pertandingan, maka uang protes tersebut dikembalikan.
Lakukan protes secara cermat dan santun.

12. Medis

1.
2.
3.
4.

Tim medis harus sudah hadir 60 (enam puluh) menit sebelum acara pertarungan
dimulai.
Apabila tim medis belum hadir, maka pertarungan tidak dapat dimulai.
Tim medis baru dapat masuk ke arena tarung (matras) apabila telah diminta oleh
wasit.
Tim medis mempunyai tugas sebagai berikut :
Memberikan perawatan medis kepada atlet yang terluka atau cedera pada
saat atau sesudah pertandingan.
Memberikan rekomendasi kepada wasit jika petarung tidak dapat
melakukan pertarungan.

105


5.
6.

Memberi/membuat rujukan untuk perawatan lanjutan pasca tarung kepada


petarung yang mengalami cedera ke Rumah Sakit terdekat.
Tim medis berhak meminta pertarungan dihentikan sementara karena alasanalasan kesehatan kepada hakim pertarungan.
Waktu yang diberikan kepada tim medis untuk memeriksa petarung yang
mengalami cedera adalah selama lebih kurang 1,5 (satu koma lima) menit, dan
persiapan untuk kembali bertarung lebih kurang tiga puluh (30) detik, setelah itu
tim medis wajib memberitahukan / memberikan hasil pemeriksaannya kepada
wasit apakah pertarungan dapat dilaksanakan atau tidak.

13. Keputusan Keputusan

1.

Menang Angka ( M.A )

2.

Pada akhir pertarungan, petarung yang telah diberi keputusan dengan mayoritas
juri harus dinyatakan pemenang. Dan mengumumkan nilai angka.
Jika kedua petarung terluka atau roboh secara serentak ( kedua petarung tidak
dapat melakukan pertarungan ), maka para juri harus menghitung angka yang di
peroleh oleh masing-masing petarung sampai terhentinya pertarungan, dan
petarung yang memperoleh angka terbayak harus dinyatakan sebagai pemenang
dengan keputusan Menang Angka (M.A).

Menang Karena Lawan Mengundurkan Diri (Undur Diri / UD)


Jika seorang patarung mengundurkan diri dengan sukarela karena cedera atau sebab
lain. Atau jiga ia tidak dapat segara memulai kembali pertarungan sesudah istirahat
antara ronde-ronde, maka lawannya harus dinyatakan sebagai pemenang dengan
kemenangan Undur diri (UD).

3.

Menang Karena Wasit Hentikan Pertarungan (Wasit Hentikan Tarung/ W.H.T)

Lawan tak seimbang


Wasit dapat menghentikan pertarungan apabila dinilai tidak seimbang atau salah
satu petarung tidak kuat lagi melakukan pertarungan, maka lawannya dinyatakan
sebagai pemenang.

Cedera
Jika menurut pendapat wasit, seorang petarung tidak kuat lagi melanjutkan
pertarungan karena cidera atau alasan fisik lainnya maka pertarungan dapat di
hentikan dan lawannya dinyatakan sebagai pemenang.

106

Hak untuk mengambil keputusan ini terletak pada wasit setelah berkonsultasi
dengan tim medis dan hakim pertandingan.
- Disarankan agar wasit memeriksa petarung lainnya, apakah cidera juga, sebelum
membuat keputusan ini.
- Tim medis berhak meminta pertarungan diskor karena alasan-alasan kesehatan
kepada hakim pertandingan.

4.

Menang Karena Diskualifikasi (M.D)

5.

Kemenangan akan diberikan karena diskualifikasi apabila petarung lawan


melakukan pelanggaran paraturan pertandingan.
Dalam hal kedua petarung dinyatakan diskualifikasi, maka keputusannya wajib
diumumkan secara serentak dan pertarungan tersebut dinyatakan tidak ada
pemenangnya.

Menang Karena Roboh (M.R)


Jika seorang petarung roboh dan tidak mampu melanjutkan pertarungan kembali dalam
waktu 10 (sepuluh) hitungan atau 10 (sepuluh) detik, maka lawannya dinyatakan
sebagai pemenang dengan menang roboh (M.R).

6.

Tidak Ada Pertarungan (Tidak Tarung / T.T)


Suatu pertandingan dapat diakhiri oleh wasit dalam waktu yang dijadwalkan karena
masalah yang terjadi diluar tanggung jawab petarung.

107

13
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR TENIS LAPANGAN
A. UMUM
1. Waktu dan Tempat
Tanggal
Tempat

:
:

15 20 November 2015
1. Lapangan Tenis BNI
2. Lapangan Tenis Prada

2. Pertemuan Teknik
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Panitia Pelaksana
a. Pertandingan tenis dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana Pertandingan yang
ditunjuk oleh Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH yang
bertanggungjawab terhadap keseluruhan pertandingan.
b. Referee dan wasit yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari PB PELTI dan
Pengda PELTI ACEH.
2. Nomor yang Dipertandingkan
a. Tunggal Putra
b. Tunggal Putri
c. Ganda Putra
d. Ganda Putri
e. Ganda Campuran Putra/Putri
3. Medali yang Diperebutkan
a. Medali Emas
: 5 Nomor
b. Medali Perak
: 5 Nomor
c. Medali Perunggu
: 10 Nomor

4. Peserta

108

Untuk tiap kontingen/daerah berhak mengirim/mengikuti


a. Tunggal Putra
: 2 Orang
b. Tunggal Putri
: 2 Orang
c. Ganda Putra
: 1 Pasang
d. Ganda Putri
: 1 Pasang
e. Ganda Campuran
: 1 Pasang
Catatan : Bagi kontingen/daerah yang mengirim pemain putra 2 orang dan
pemain putri 2 orang, boleh merangkap main di nomor ganda putra/putri.
5. Peraturan Pertandingan
a. Peraturan pertandingan yang akan digunakan adalah: a. Peraturan Pertandingan
dari PB PELTI.
1. Rules of Tennis ITF
2. Code of Conduct ITF
b. Seeded dan Undian
Peserta yang dinyatakan sah oleh Tim Keabsahan akan diseeded dan diundi oleh
Referee. Penempatan pemain unggulan berdasarkan PNP terbaru yang
dikeluarkan oleh PB PELTI.
c. Seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur, dengan jumlah peserta yaitu:
1. Tunggal Putra Draw 64
2. Tunggal Putri Draw 64
3. Ganda Putra Draw 32
4. Ganda Putri Draw 32
5. Ganda Mix Draw 32
d. Setiap pertandingan menggunakan sistem the best of three set tie breaks.
e. Setiap pertandingan akan dipimpin oleh seorang wasit, penjaga garis dan ballkid.
f. Peserta yang main di nomor tunggal boleh main di nomor ganda, salah satu
pemain hanya boleh mengikuti 2 nomor pertandingan.
g. Peserta harus sudah hadir di tempat pertandingan 15 (lima belas) menit sebelum
pertandingan dimulai.
h. Peserta wajib mengetahui dimana dan bilamana harus bertanding.
i. Peserta yang gilirannya bertanding sesuai jadwal tidak hadir setelah 3 (tiga) kali
dipanggil dalam waktu 5 (lima) menit tidak memasuki lapangan dinyatakan kalah
WO.
j. Jadwal yang tercantum dalam acara menjadi pedoman dimulainya
pertandingan. Dalam pelaksanaannya dapat dipercepat karena terjadi WO dan
sebagainya maka partai berikutnya akan segera dilaksanakan.
k. Untuk Pakaian Pemain sesuai dengan peraturan (PB PELTI dan ITF).
l. Protes yang sehubungan dengan masalah teknis atau peserta diajukan selambatlambatnya 15 (lima belas) menit setelah pertandingan selesai dengan
melampirkan uang jaminan sebesar Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah) uang

109

protes akan dikembalikan apabila protes diterima, dan apabila protes ditolak
maka uang protes akan diserahkan pada panitia.
6. Lain-Lain
Hal-hal lain yang dirasakan masih ada kekurangan, serta menyangkut peraturan
permainan akan dibuat tersendiri dan akan dibahas pada saat technical meeting.

110

14
PERATURAN DAN KETENTUAN PERLOMBAAN
CABOR TENIS MEJA
A. UMUM
1. Waktu dan Tempat
Tanggal
: 15 19 November 2015
Tempat
: Sport Center Prof. Darni Daud
2. Technical Meeting
Tanggal
: 14 November 2015
Tempat
: Gelanggang Prof Madjid Ibrahim
Jam
: 10.00 WIB
B. KHUSUS
1. Peraturan Permainan
Sistem permainan mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh
ITTF. Khusus ketentuan berikut digunakan untuk:
a. Beregu
Beregu Putra dan Putri dipertandingkan dalam 2 babak. Babak I dengan
setengah kompetisi (Single Round Robin Group System), dan Babak II
dengan sistem Gugur.
Penempatan/seeded pada tiap Pool akan ditentukan oleh panitia.
Beregu Putra dan Putri menggunakan Olympic System dengan susunan
permainan:
a)
AvX
b)
BvY
c)
Ganda (C & A atau B v Z & X atau Y)
d)
A atau B v Z
e)
C v X atau Y
b. Perorangan
Tunggal Putra dan Tunggal Putri dipertandingkan dalam 2 tahap, Babak I
peserta dibagi dalam pool dan dipertandingkan dalam setengah kompetisi
(Single Round Robin Group System) kemudian babak II, masing-masing
ranking I tiap pool, dipertandingkan dengan sistem gugur.
Ganda putra dan ganda putri dipertandingkan dengan sistem gugur.
Tunggal Putra dan Putri, mulai Perempat Final (8 besar), dipertandingkan
dengan 7 game terbaik (the best-of-seven game).

111

Seluruh pertandingan Ganda dipertandingkan dengan 5 game terbaik (the


best-of-five game).
Seeded untuk Perorangan ditentukan oleh ranking nasional terakhir pemain
tersebut.

2. Peserta
Ketentuan umum Panitia POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH tentang peserta,
berlaku seluruh peserta pertandingan Tenis Meja adalah sebagai berikut:
a. Peserta pada POMNAS XIV Tahun 2015 PROVINSI ACEH adalah atlet yang
tergabung dalam kontingen utusan BAPOMI Provinsi.
b. Setiap atlet harus mematuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Warga Negara Republik Indonesia.
Atlet peserta harus berstatus mahasiswa aktif kuliah pada program Diploma
dan Strata Satu (S-1), pada Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang
terdaftar di Kemdikbud dan atau Kementerian/Lembaga lainnya.
Tercatat Sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi yang dibuktikan
dengan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS)
serta Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi
Bidang Kemahasiswaan yang bersangkutan.
Tercatat sebagai satu kontingen dan hanya untuk satu cabang olahraga.
Tercatat sebagai anggota dan tidak dalam keadaan menjalani skorsing dari
organisasi induk cabang olahraga.
Adanya batasan umur yaitu maksimal 25 tahun pada tanggal 31 Desember
2015.
Menyerahkan pas foto terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
Peserta yang tidak memenuhi persyaratan di atas maka tidak diperbolehkan
mengikuti pertandingan.
3. Nomor Pertandingan
a. Tunggal Putra
b. Tunggal Putri
c. Ganda Putra
d. Ganda Putri
e. Beregu Putra
f. Beregu Putri
g. Ganda Campuran/Mix
4. Wasit
a. Petugas wasit yang memimpin pertandingan pada POMNAS XIV Tahun 2015
PROVINSI ACEH adalah wasit nasional dan daerah yang ditunjuk oleh Pengda
PTMSI ACEH.

112

b.

Tenaga pelaksana disiapkan oleh panitia penyelenggara.

5. Protes
Protes yang bersifat teknis dapat diajukan kepada Panitia Bidang pertandingan
oleh Manajer/ Kapten Tim selambat-lambatnya 15 menit setelah pertandingan
selesai dengan melampirkan uang jaminan sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu
rupiah). Apabila protes ditolak, maka uang jaminan akan menjadi hak panitia. Protes
yang berkaitan dengan teknis pertandingan diselesaikan sesuai dengan Peraturan
Tenis Meja tahun 2012.
6. Lain-Lain
Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan pertandingan ini akan ditetapkan
kemudian pada saat Technical Meeting yang dipimpin oleh pihak Pengda PTMSI
ACEH.

113