Anda di halaman 1dari 8

LINGKUNGAN BISNIS

PASCA PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Keberhasilan maupun kegagalan kegiatan bisnis tidak pernah lepas dari faktor-faktor
lingkungan, karena elemen-elemen yang ada didalamnya selain bisa mendorong kemajuan
bisnis juga bisa menghambat aktivitas dan perkembangan bisnis. Hal ini dikarenakan setiap
perubahan dalam lingkungan bisnis akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung
pada kegiatan bisnis, baik dampak yang membawa pengaruh postif maupun negatif.
Sebagai contoh dampak negatif atas perubahan sebuah lingkungan adalah ketika
pemerintah mulai membatasi kuota impor kacang kedelai. Hal ini tentunya akan
mempengaruhi harga jual barang yang menggunakan bahan pokok kacang kedelai yang
selanjutnya akan dibebankan kepada konsumen. Harga jual yang tinggi tentu saja akan
menyebabkan penurunan penjualan dan produk kurang kompetitif serta berdampak buruk
terhadap kondisi bisnis tersebut. Meskipun demikian perubahan lingkungan juga membawa
dampak positif, sebagai contoh kemajuan teknologi di bidang komputer dan IT yang
membuat operasional usaha menjadi lebih efisien. Contohnya saja sekarang mulai marak
berjualan via online. Pemasaran lebih mudah dilakukan dengan mempromosikannya lewat
media sosial yang kebanyakan orang pasti memilikinya.
Lingkungan Bisnis sendiri adalah faktor-faktor yang berada diluar jangkauan
perusahaan yang dapat menimbulkan suatu peluang atau ancaman. Lingkungan bisnis juga
merupakan segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga
organisasi atau perusahaan.
Berdasarkan tingkat pengaruh pada perusahaan maka lingkungan bisnis dapat
dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal.
1. Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan
langsung mempengaruhi hasil produksi. Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk
menentukan strength ( kekuatan ) dan juga weakness ( kelemahan) dari perusahaan tersebut.
Lingkungan ini terdiri atas :
a)
b)
c)
d)

Tenaga kerja ( man )


Modal ( money )
Material / bahan baku ( material )
Peralatan/perlengkapan produksi ( machine )

e) Manajemen ( management )
f) Pemegang saham ( stakeholder )
2. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal adalah faktor-faktor perusahaan yang berpengaruh tidak
langsung terhadap kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal ini meliputi variabel-variabel
di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren didalam lingkungan sosial
ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja. Lingkungan
eksternal perusahaan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Lingkungan khusus ( mikro )
b. Lingkungan umum ( makro )

a. Lingkungan Khusus ( Mikro )


Lingkungan khusus atau yang lebih dikenal dengan lingkungan mikro adalah bagian
dari lingkungan yang secara langsung memiliki dampak yang relevan bagi perusahaan dalam
mencapai tujuan, dan merupakan sesuatu yang khas bagi setiap perusahaan serta berubah
sesuai dengan kondisinya. Hal yang temasuk dalam lingkungan khusus, yaitu:
o Pelanggan, yaitu kelompok potensial yang mengkonsumsi output atau barang dan jasa
yang dihasilkan oleh perusahaan, organisasi bisnis, lembaga pemerintahan maupun
organisasi non-profit lainnya.
o Pemasok, yaitu perusahaan atau individu yang menyediakan faktor-faktor produksi
yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi produk atau jasanya. Pasokan
meliputi bahan baku/material, peralatan, input keuangan dan tenaga kerja.
o Perantara, yaitu organisasi atau perusahaan yang berperan sebagi penyalur dari hasil
produksi kepada para pelanggan.
o Pesaing, yaitu organisasi tertentu yang menawarkan barang dan jasa yang sama atau
serupa kepada kelompok pelanggan atau nasabah yang sama.
o Kreditor, yaitu kelompok kepentingan tertentu yang mempengaruhi kegiatan
organisasi secara finansial. Contoh: Institusi keuangan (Bank) ataupun individu yang
memberikan pinjaman dana.
o Pembuat Peraturan, yaitu badan atau perwakilan pemerintah pada tingkat lokal, daerah
dan pusat sebagai penegak hukum dan peraturan yang berpengaruh terhadap kegiatan
operasional organisasi.
o Serikat Pekerja, yaitu

organisasi

yang

memperjuangkan aspirasi para anggotanya.

menghimpun

para

pekerja

untuk

b. Lingkungan Umum ( Makro )


Lingkungan umum atau lingkungan makro, mencakup kondisi yang mungkin dapat
mempengaruhi dan mempunyai dampak terhadap perusahaan secara tidak langsung.
Lingkungan ini jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan mikro. Hal yang termasuk
dalam lingkungan umum adalah lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan
hukum-politik, lingkungan sosial-budaya dan demografi, lingkungan alam dan lingkungan
global.
1. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi merujuk pada kondisi sistem ekonomi tempat perusahaan
beroperasi. Kondisi ekonomi merefleksikan kondisi bisnis nyata serta terdapat hubungan
timbal balik antara keadaan perekonomian dan aktifitas bisnis atau dunia usaha,
apabila terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi maka konsumsi dan permintaan cenderung
meningkat dan sebaliknya jika pertumbuhan ekonomi menurun maka konsumsi dan
permintaan menurun. Besarnya sensitifitas atas pertumbuhan ekonomi tiap-tiap industri
berbeda-beda karena dari itu perusahaan sebagai bagian dari lingkungan ekonomi perlu
mencermati situasi dan kondisi ekonomi. Dalam lingkungan ekonomi terdapat beberapa
indikator ekonomi yang mencakup pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi.
a. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara
secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu:
Faktor Sumber Daya Manusia.
Sama halnya dengan proses pembangunan pertumbuhan ekonomi juga
dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam
proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh
mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi
yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
Dalam hal sumber daya manusia pada masa kepemimpinan SBY
selama 10tahun atau 2 periode berturut-turut tersebut, pemerintah
membuat kebijakan yaitu dengan mewajibkan pendidikan wajib yaitu
selama 12tahun, dan kebijakan tersebut diteruskan oleh presiden periode
saat ini atau dalam masa pemerintahan Joko Widodo.

Faktor Sumber Daya Alam


Sebagian besar negara berkembang bertumpu pada sumber daya alam dalam
melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja
tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung
oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang
tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud diantaranya kesuburan tanah, kekayaan
mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
Dalam masa pemerintahan SBY, sumber daya alam sedikit luput dari
pantauan sang presiden. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus
penyelundupan ikan-ikan bahkan penghancuran secara besar-besaran
terhadap terumbu karang, masuknya kapal-kapal asing yang tak berijin
dan masih banyak lagi. Ada sedikit kelemahan dalam sistem pengawasan
maritim, hal ini lah yang menyebabkan nelayan menjadi lebih menderita.
Sedangkan dalam masa pemerintahan Jokowi, sumber daya alam
diberi perhatian lebih, khususnya dibidang perikanan dan kelautan. Hal ini
dibuktikan dengan diangkatnya Susi Pudjiastuti sebagai menteri perikanan
dan kelautan. Susi menjadi salah satu menteri yang kinerjanya disorot
oleh media, karena tidak hanya menuai kontra dengan apa yang dia
lakukan, tapi juga menuai banyak pujian karena beliau mampu menaikkan
kesejahteraan para nelayan.

Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong
adanya percepatan proses pembangunan ,pergantian pola kerja yang semula
menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak
kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktifitas pembangunan
ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju
pertumbuhan perekonomian.
Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi
yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses
pembangunan tetapi dapat juga sebagai penghambat pembangunan. Budaya yang
dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur,

ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan
diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
Dalam masa pemerintahan SBY, budaya sedikit dikesampingkan dalam
kehidupan pemerintahan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah
politisi, pejabat negara bahkan menteri di pemerintahan terlibat kasus
korupsi. Hal ini menunjukkan budaya kejujuran kurang dijunjung tinggi, hal
ini mengakibatkan menghambatnya proses pembangunan, ditambah lagi
hukum tidak ditegakkan dengan baik, ini mengakibatkan makin maraknya
budaya korupsi.
Berbeda dengan masa pemerintahan Jokowi yang baru berjalan
beberapa bulan ini. Pemerintahan Jokowi lebih banyak disorot media
dibanding dengan pemerintahan SBY. Ini memiliki dampak yang positif
terhadap pemerintahan Jokowi, karena para petinggi-petinggi negara akan
sedikit kesulitan untuk melakukan kecurangan karena akan lebih cepat
disorot dan diekspos.

Sumber Daya Modal


Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan
kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting badi
perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal
juga dapat meningkatkan produktivitas.
Ukuran pertumbuhan ekonomi meliputi, sbb :

Produk Domestik Bruto


Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah total

produk yang dihasilkan semua pihak yang berada dalam wilayah nasional suatu negara, baik
sebagai warga negara maupun bukan. Dalam perhitungan PDB akan dimasukkan semua
output, baik yang dihasilkan oleh warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang
berdiam di Indonesia. Warga negara Indonesia yang berada di luar negeri tidak termasuk
dalam hitungan PDB.

Produk Nasional Bruto


Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah total

produk yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara, baik yang berdomisili di dalam negeri

maupun di luar Negara. Sehingga dalam perhitungan PNB akan dimasukan semua output
yang dihasilkan oleh seluruh warga negara Indonesia, baik yang tinggal di Indonesia maupun
luar negeri, namun output warga negara asing (WNA) tidak termasuk dalam perhitungan
PNB.
Pertumbuhan PNB memiliki pengaruh kuat terhadap dunia bisnis, semakin tinggi
pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan
mendorong daya beli. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkat
penjualan dan laba perusahaan. Sebaliknya jika PNB rendah maka akan berdampak negatif
terhadap dunia bisnis.
b) Stabilitas Ekonomi
Stabilitas ekonomi adalah jumlah uang yang tersedia dalam sistem ekonomi dan
jumlah barang dan jasa yang diproduksi bertumbuh pada kisaran tingkat yang yang sama.
Ancaman terhadap stabilitas ekonomi meliputi:
Tingkat pengangguran
Pengangguran adalah tingkat tidak adanya pekerjaan bagi orang yang secara aktif
mencari pekerjaan dalam suatu sistem ekonomi. Bila tingkat pengangguran rendah, berarti
kurang tersedianya tenaga kerja untuk direkrut oleh bisnis. Ketika bisnis bersaing satu sama
lain untuk mendapatkan tawaran tenaga kerja yang tersedia, bisnis menaikkan upah yang
ingin mereka bayar. Jika upah terlalu tinggi, bisnis akan menanggapi dengan mempekerjakan
lebih sedikit pekerja, akibatnya pengangguran meningkat.
Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terusmenerus (kontinu). Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata
uang secara kontinu. Inflasi berdampak terhadap menurunnya daya beli dan konsumsi
masyarakat. Penyebab Inflasi dapat dibedakan menjadi, sbb:
1. Cost-push inflation (market power inflation):

Tingginya

harga

disebabkan

oleh

tingginya biaya.
2. Demand-pull inflation:

Tingginya

harga

disebabkan

oleh

kuatnya

permintaan

pelanggan atas produk


Selain itu inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam
negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Berasal dari dalam negeri misalnya terjadi
akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan
gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Inflasi dari luar negeri

adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi
akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
2. Lingkungan Teknologi
Teknologi merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau
paling cepat mengalami perubahan. Teknologi pun menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi keputusan perusahaan terutama dalam hal pengembangan produk karena kita
hidup dan bekerja dalam abad teknologi informasi, sehingga penggunaan teknologi
merupakan kunci keseharian dalam bekerja. Banyak orang meyakini bahwa keunggulan daya
saing melalui teknologi akan menjadi kunci pendorong bagi organisasi beberapa tahun
mendatang karena pengaruh komputer dan teknologi informasi terus meluas dalam proses
manufakturing dan pelayanan. Sehingga perusahaan yang terdiri dari pihak manajemen,
karyawan maupun konsumen harus berupaya untuk terus mengikuti dan memahami setiap
langkah perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam bidang teknologi ini.
3. Lingkungan Politik Hukum
Lingkungan ini mengenai hubungan antara perusahaan dengan pemerintahan, ketika
terdapatnya kestabilan politik dan kebijakan pemerintah (regulasi pemerintah) yang sesuai
dapat menciptakan suasana kondusif untuk mengembangkan aktifitas organisasi bisnis di
berbagai bidang. Pertimbangan hukum juga perlu diperhatikan perusahaan, antara lain adanya
peraturan pemerintah mengenai pembentukan dan pengawasan organisasi yang membatasi
kebijakan manajerial, termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia.
Lingkungan politik dan hukum suatu negara menjadi salah satu faktor petimbangan
bagi perusahaan internasional untuk berinvestasi di suatu negara lain. Tidak ada perusahaan
yang ingin membuka perusahaan di negara lain kalau hubungan dagang dengan negara
tersebut tidak stabil.

4. Lingkungan Sosial-Budaya dan Demografi


Lingkungan sosial mencakup kebiasaan, adat istiadat, nilai, dan karakteristik
demografi (jenis kelamin, usai, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan, dll) dari
masyarakat dimana sebuah perusahaan beroperasi. Proses sosial-budaya menentukan barang
dan jasa serta standar perilaku bisnis yang bisa dihargai dan diterima oleh masyarakat.

Pilihan dan selera pelanggan sangat bervariasi dalam negara yang sama dan dapat
berubah-ubah sepanjang waktu. Perusahaan perlu memperhatikan adanya perubahan sosial
budaya dengan menyesuaikan strategi bisnis terutama pemasarannya dengan kondisi nilainilai sosial, kebiasaan, dan selera konsumen. Sebagai contoh masyarakat yang saat ini sangat
menyukai produk teknologi yang praktis sehingga perusahaan perlu menyesuaikan strategi
pemasarannya, misalnya dengan memproduksi telepon gengam yang bisa mencakup kamera,
video, email dan software yang mendukung dalam melakukan pekerjaan.
5. Lingkungan Alam
Lingkungan alam terdiri dari kondisi alam itu sendiri (iklim, cuaca, topografi, dan
kondisi geografis wilayah) maupun sumber-sumber daya alam yang tersedia di suatu negara
atau wilayah. Pasokan sumber daya alam tidak jarang menjadi permasalahan tersendiri bagi
organisasi. Sebagai contoh, terjadinya kelangkaan pasokan bahan bakar, listrik, gangguan
pada pasokan pangan dan bencana alam dapat menggangu kegiatan organisasi bisnis secara
signifikan. Dunia usaha harus mengambil peranan aktif dalam membantu memecahkan
permasalahan lingkungan yang kini dihadapi masyarakat dunia, sebagai contoh dengan
memperhatikan pengolahan limbah yang dihasilkan dari proses produksi.
6. Lingkungan Global
Lingkungan global adalah lingkungan yang mencangkup secara internasional dan
salah satu faktor utama yang mempengaruhi bisnis dikarenakan perusahaan besar maupun
kecil yang ada di dalam negeri semakin ditantang dengan meningkatnya jumlah pesaing
sebagai dampak dari adanya pasar global yang merupakan bagian dari lingkungan eksternal.