Anda di halaman 1dari 10

KEGIATAN SISTEM

KESEHATAN HEWAN
NASIONAL

NAMA KELOMPOK 2
KETUA : Sumran Aswindo
PEMATERI : Yuliana
ANGGOTA : La Ode Irwan
Yasripa
Muh. Ulum Al-Din
Muh. Alvin Ari Kandari
I Wayan Suryadi
Suryadi Pinang
Sumina
La Maharia
Inal

KOMPETENSI DASAR
pengertian siskeswannas
Kegiatan kegiatan Siskeswannas
Fungsi Pemerintah Dalam Siskeswannas
Undang-undang Yang Mengatur Kegiatan

Siskeswannas

PENGERTIAN SISKESWANNAS
Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) menggunakan
istilah Veterinary Services atau kadang-kadang
National Animal Health System. Menurut OIE,
pengertian Sistem Kesehatan Hewan Nasional atau
disingkat Siskeswannas adalah organisasi pemerintah
dan non-pemerintah yang melaksanakan tindakan
kesehatan dan kesejahteraan hewan serta standar dan
pedoman lain yang ditetapkan dalam OIE Terrestrial
Animal Health Code & Aquatic Animal Health Code.
Dengan demikian Siskeswannas merupakan
penggabungan dari seluruh kegiatan sektor kesehatan
hewan yang dilakukan pemerintah dan swasta/nonpemerintah.

KEGIATAN KEGIATAN SISKESWANNAS


Dokter hewan pemerintah

Ketersediaan tenaga dokter hewan cenderung


terkonsentrasi pada tingkat administrasi yang lebih tinggi
di pemerintahan, apabila dibandingkan dengan sangat
sedikitnya tenaga dokter hewan pemerintah terlatih
dengan atau tanpa gelar tambahan yang berada di
lapangan.
Prasyarat program
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), ada
empat prasayarat yang harus dipenuhi negara
berkembang dalam melaksanakan program-program
pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan
menular yang efektif.

Surveilans dan monitoring

Program pengendalian dan pemberantasan


penyakit hewan menular dalam kenyataannya
memerlukan organisasi dan pembiayaan jauh
lebih besar dari yang mampu disediakan.
Tidaklah heran dibawah suasana seperti ini,
maka Indonesia belum berhasil memberantas
penyakit-penyakit hewan menular seperti
rabies, anthrax, brucellosis, flu burung dan
lainnya. Pada dasarnya disebabkan tidak
tersedianya anggaran yang memadai untuk
penyediaan uji diagnostik yang dapat
dipercaya dan vaksin yang efektif.

Kompensasi dan vaksinasi

Seringkali kendala dalam melaksanakan


program-program pengendalian dan
pemberantasan penyakit hewan menular
adalah keterbatasan atau tidak tersedianya
sama sekali dana ganti rugi atau kompensasi
yang pantas bagi peternak yang ternaknya
menderita atau terpapar penyakit dan harus
dimusnahkan. Tidaklah mungkin untuk
mendapatkan dukungan peternak atau
industri bilamana ternak-ternak yang harus
dimusnahkan tersebut tidak memperoleh
kompensasi yang pantas.

Fungsi Pemerintah Dalam Siskeswannas


menerbitkan atau mencabut sertifikat atau lisensi resmi;
menolak, membatasi atau mengatur impor, ekspor dan

pergerakan domestik hewan, produk hewan atau turunannya


setelah melalui pemeriksaan/inspeksi veteriner;
menyita atau memusnahkan hewan atau produk hewan yang
ilegal;
memerintahkan dan melaksanakan isolasi, karantina,
pemeriksaan dan pengujian terhadap hewan atau lokasi
dimana hewan dipelihara; dan
menyetujui, meregistrasi dan mensupervisi pengelolaan
lokasi peternakan dan orang-orang yang terkait dan
mencabut persetujuan tersebut apabila terjadi pelanggaran

Undang-undang Yang Mengatur Kegiatan Siskeswannas

UU 18/2009 mengamanatkan hanya dua UU baru yang perlu


dibuat yaitu tentang :
(1) Pemanfaatan dan sumber daya genetik termasuk sumber
daya genetik hewan dan rekayasa genetika, dan
(2)Ketentuan praktek kedokteran hewan dan ketentuan
veteriner yang belum diatur dalam uu 18/2009.
Menurut standar OIE, perundangan kesehatan hewan minimal
harus berisikan pedoman minimum yang relevan untuk
melindungi :
kesehatan hewan dan ketahanan pangan; keamanan pangan;
kesehatan masyarakat (zoonosis) dan keamanan hewan tanpa

pemilik (stray animals); dan


kesejahteraan hewan. Ruang lingkup UU 18/2009 sudah
mencakup hal-hal minimum yang diperlukan sesuai standar OIE.

SEKIAN