Anda di halaman 1dari 2

TERJADINYA MUSIM HUJAN DAN MUSIM KEMARAU DI INDONESIA.

1.Musim Hujan.
Antara bulan Oktober Maret (OKMAR), pergeseran tengah tahunan matahari berada di sebelah selatan
khatulistiwa ( nol derajat 23 derajat LS-nol derajat ), sehingga suhu udara di selatan khatulistiwa tinggi dan
tekanan udaranya minimum ( - ). Sementara itu, suhu udara di utara khatulistiwa rendah dan tekanan udaranya
maksimum ( + ).Akibatnya , bertiup arus angin musim timur laut yang diselatan khatulistiwa membelok menjadi
angin musim barat laut. Pada bulan-bulan inilah umumnya dikepulauan Indonesia terjadi musim hujan, seperti juga
di Australia Utara. Di Cina dan Jepang bertiup angin barat yang kering.
2. Musim Kemarau.
Antara bulan April September(ASEP ), pergeseran tengah tahunan matahari berada di sebelah di utara
khatulistiwa ( nol derajat 23 derajat LU nol derajat ), sehingga suhu udara di utara khatulistiwa tinggi dan
tekanan udaranya minimum ( - ). Sementara di selatan khatulistiwa, suhu udara rendah dan tekanan udaranya
maksimum ( + ). Akibatnya, bertiup angin musim tenggara yang kemudian berubah menjadi angin barat daya setelah
menyeberang khatulistiwa. Pada bulan April - September inilah umumnya di Kepulauan Indonesia terjadi musim
kemarau, demikian juga di Australia Utara.
Bagaimana Terjadinya Dua Musim di Indonesia ?
Musim yang ada di Indonesia sangat dipengaruhi oleh letak geografis ,yaitu terletk diantara dua benua Asia dan
Australia serta berada diantara samudra Hindia dan samudra Pasifik.Dengan keadaan tersebut perubahan musim di indonesia
sangat dipengaruhi oleh perubahan angin monsun.Pada dasarnya perubahan musim ini mengacu pada sifat-sifat udara .Udara
selalu bergerak menuju ke tempat yang panas.Udara yang bergerak disebut angin .Berikut penjelasannya;
1.Terjadinya musim kemarau
Musim kemarau terjadi ketika daratan asia lebih panas daripada australia sehingga menimbulkan angin bergerak
menuju benua asia.Karena samudra hindia kecil angin yang membawa uap air dari samudra tidak sampai jatuh di indonesia.
2.Terjadinya musim hujan
Musim hujan terjadi ketika daratan australi lebih panas dari asia,sehinnga angin bergerak menuju ke daratan australia
melewati samudra pasifik yang luas membawa up air yang banyak .Ketika angin ini bergerak menuju australia uap air ini jatuh ke
wilayah indonesia maka terjadilah musim hujan di indoesia.

Artikel Perubahan Iklim


I.

Iklim adalah kondisi rata-cuaca dalam waktu yang panjang. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh
posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi ini yang ditentukan oleh
letak geografis. Secara umum kita dapat menyebutnya sebagai iklim tropis, lintang menengah
dan lintang tinggi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi.Iklim meliputi statistik suhu ,
kelembaban , tekanan udara , angin , curah hujan , jumlah partikel atmosfer dan meteorologi pengukuran unsur di
dalam wilayah tertentu dalam waktu lama. Iklim dapat dibandingkan dengan cuaca ,

II.

Cuaca yang merupakan kondisi sekarang dari unsur-unsur dan variasi mereka selama masa pendek. Sebuah iklim
daerah yang dihasilkan oleh sistem iklim, yang memiliki lima komponen: atmosfer , hidrosfer , kriosfer , permukaan
tanah, dan biosfer. Iklim lokasi dipengaruhi oleh nya lintang , medan , dan ketinggian , serta dekat badan air dan arus
mereka.
"iklim adalah apa yang Anda harapkan, cuaca adalah apa yang Anda dapatkan."
siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:
1.

2.

3.

Evaporasi / transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke
angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintikbintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.
Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan
batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau
horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan
dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat
biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang
membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Defenisi Hujan
Hujan merupakan satu bentuk presipitasi yang berwujud cairan. Presipitasi sendiri dapat berwujud padat (misalnya salju
dan hujan es) atau aerosol (seperti embun dan kabut). Hujan terbentuk apabila titik air yang terpisah jatuh ke bumi dari awan.

Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul
menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk
mengulangi daur ulang itu semula.
Hujan adalah peristiwa turunya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air
danau, air waduk, air rumpun, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebaginya. Selain air
yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta bendabenda lain yang mengandung air.
Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang
menguap/menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain.
Akibat angin atau udara yang bergerak awan-awan saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya
rendah atau dingin, akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju
yang terbentuk cair akan menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.
Mekanisme Pembentukan Hujan
Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca
ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan. Pembentukan hujan itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama,
pembentukan angina; kedua, pembentukan awan; ketiga, turunya hujan.
TAHAP PERTAMA : Sejumah besar gelembung udara terbentuk karena buih dilautan secara terus menerus pecah dan
menyebabkan partikel air disemburkan kelangit. Partikel yang kaya-garam ini kemudian dibawa angina dan dibawa ke atmosfir.
TAHAP KEDUA : Awan terbentuk dari uap air yang mengembun disekitar Kristal garam atau partikel debu di udara. Karena
tetesan air di awan sangat kecil, awan menggantung di udara dan menyebar ke langit, sehingga langit tertutup oleh awan.
TAHAP KETIGA : Partikel air yang mengelilingi Kristal garam dan partikel debu akan bertambah tebal dan membentuk tetesan
hujan, sehingga tetesan hujan akan menjadi lebih berat dari pada udara, dan mulai jatuh ke bumi sebagai hujan.
Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan
bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian hujan dapat menguap kembai ke udara.
Jumah air hujan di ukur menggunakan pengukur hujan. Ia dinyatakan sebagai kedalaman air yang terkumpul pada permukaan
rata, dan diukur kurang lebih 0.25 mm. biasanya hujan memiliki kadar asam pH 6. Hujan dibawah pH 5.6 dianggap hujan asam.