Anda di halaman 1dari 4

STUDI KASUS

Pada kesempatan kali ini, kami akan menguji penyajian aset tidak berwujud pada
Laporan Keuangan PT Kimia Farma, Tbk untuk Tahun yang berakhir 31 Desember
2013 dan 31 Desember 2012. Berikut ini adalah analisa kami terkait penyajian aset
tak berwujud pada laporan tersebut.

Goodwill
Sampai dengan 31 Desember 2013, PT Kimia Farma tidak mengakui adanya
goodwill pada laporan keuangannya. Menurut kelompok kami, Akun Investasi Dalam
Entitas Asosiasi merupakan bentuk kepimilikan langsung dari PT Kimia Farma
dengan membentuk suatu perusahaan baru. Sementara itu, goodwill adalah Selisih
lebih antara biaya perolehan dan bagian (interest) perusahaan pengakuisisi atas
nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi.
Pada kasus ini, PT Kimia Farma bukan membeli perusahan yang sudah beroperasi
(running) melainkan membentuk sebuah perusahaan baru. Oleh karena itu, tidak
adanya goodwill dalam laporan keuangan PT Kimia Farma, menurut kelompok kami,
adalah tepat (kemungkinan besar bagian dari nilai kekayaan bersih perusahaan
baru sama dengan modal yang disetor PT Kimia Farma sehingga goodwill adalah
nol)

Penelitian dan Pengembangan


Sebagaimana dijelaskan pada Bab sebelumnya bahwa pengeluaran untuk penelitian
(atau tahap penelitian ada proyek internal) diakui sebagai beban pada saat
terjadinya dan tidak diakumulasikan sebagai asset tak berwujud.

Pada CALK diperoleh informasi bahwa PT Kimia Farma menangguhkan pengakuan


biaya yang timbul pada tahap penelitian melalui akun Beban Ditangguhkan. Beban
tersebut diamortisasi setiap tahun. Penangguhan beban tersebut mengakibatkan
laba perusahan dinyatakan terlalu tinggi (overstated) sampai beban tersebut habis
diamortisasi. Selain itu, sesuai PSAK 19, PT Kimia Farma seharusnya memisahkan
besaran biaya penelitian dan pengembangan. Sampai 31 Desember 2013, PT Kimia
Farma masih menyatukan kedua jenis pengeluaran tersebut pada akun Beban
Ditangguhkan. Lebih lanjut lagi, Biaya Pengembangan seharusnya dimasukan
sebagai komponen aset tak berwujud bukan beban ditangguhkan. Berikut ini adalah
penjelasan atas Akun Beban Ditangguhkan dari CALK PT Kimia Farma.

Aset Tak Berwujud


Aset tak berwujud PT Kimia Farma sampai dengan 31 Desember 2013, hanya terdiri
dari software komputer dan hak atas tanah. Menurut kelompok kami, penyajian ini
(sebagaimana tabel di bawah) sudah sesuai dengan ketentuan pada PSAK 19. Tidak
terdapat informasi yang memadai yang menjelaskan tentang hak atas tanah
(kemungkinan besar adalah hak terkait penambangan). Menurut kelompok kami,
seharusnya PT Kimia Farma mengakumulasikan biaya pengembangan hak atas
tanah (beban ditangguhkan) ke Hak atas Tanah (Aset tak Berwujud). Lebih lanjut
lagi, PT Kimia Farma bisa menjelaskan berapa rupiah biaya pengembangan hak atas
tanah dan berapa rupiah hak atas tanah pada CALK.