Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kegiatan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM)

F4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

KONSELING GIZI PADA IBU HAMIL

Disusun oleh:
dr. Muhammad Aziz Rosidi

INTERNSIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS PRINGSURAT KABUPATEN TEMANGGUNG
PERIODE FEBRUARI MEI 2014

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Usaha Kesehatan Masysrakat


Laporan F4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Topik :
Konseling Gizi pada Ibu Hamil
Diajukan dan dipresentasikan dalam rangka praktik klinis dokter internship sekaligus
sebagai bagian dari persyaratan menyelesaikan program internship dokter Indonesia di
Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal

Mei 2014

Mengetahui,
Dokter Internship,

DokterPendamping

dr. Muhammad Aziz Rosidi

dr. Anis Mustaghfirin


NIP. 19830617 201001 1 020

A. LATAR BELAKANG
Ibu hamil memiliki kebutuhan makanan yang berbeda dengan ibu yang tidak hamil,
karena ada janin yang tumbuh di rahimnya. Kebutuhan makanan dilihat bukan hanya
dalam porsi tetapi harus ditentukan pada mutu zat-zat gizi yang terkandung dalam
makanan yang dikonsumsi. Untuk pertumbuhan maupun aktivitas janin memerlukan
makanan yang disalurkan melalui plasenta. Untuk itu ibu hamil harus mendapat gizi
yang cukup untuk dirinya sendiri maupun bagi janinnya. Maka bagi ibu hamil, kualitas
maupun jumlah makanan yang biasanya cukup untuk kesehatannya harus ditambah
dengan zat-zat gizi dan energi agar pertumbuhan janin berjalan dengan baik.
Selama hamil ibu akan mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya agar siap
membesarkan

janin

yang

dikandungnya,

memudahkan

kelahiran,

dan

untuk

memproduksi ASI bagi bayi yang akan dilahirkannya. Bila ibu mengalami kekurangan
gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin yang
dikandungnya, antara lain : anemia, perdarahan dan berat badan ibu tidak bertambah
secara normal, kurang gizi juga dapat mempengaruhi proses persalinan dimana dapat
mengakibatkan

persalinan

sulit

dan

lama,

premature,

perdarahan

setelah

persalinan, kurang gizi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan dapat
menimbulkan keguguran, abortus, cacat bawaan dan berat janin bayi lahir rendah.
WHO melaporkan bahwa setengah ibu hamil mengalami anemia, secara global 55%
dimana secara bermakna trimester III lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan
dengan trimester I dan II. Masalah ini disebabkan kurangnya defesiensi zat besi dengan
defisiensi zat gizi lainnya. Di negara yang berkembang termasuk Indonesia masalah gizi
masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan merupakan penyebab
kematian wanita. Tidak dapat dipungkiri lagi dari masa kehamilan menjadi saat yang
paling berbahaya bagi wanita dalam hidupnya. Di Indonesia prevalensi anemia tahun
1970-an, wanita hamil sekitar 46,5-70% pada Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)
tahun 1992 dengan angka anemia ibu hamil sebesar 63,5% sedangkan data SKRT turun
menjadi 50,9%. Pada tahun 1999 didapatkan anemia gizi pada ibu hamil sebesar 39,5%,
tahun 2001, didapatkan anemia zat gizi pada ibu hamil mencapai 40,1%, banyak faktor
yang terkait dengan status anemia ibu hamil yaitu status sosial ekonomi, serta perolehan
tablet zat besi (Fe). Selain itu di daerah pedesaan banyak dijumpai ibu hamil dengan
malnutrisi atau kekurangan gizi sekitar 33%.

Secara umum penyebab kekurangan gizi pada ibu hamil ini adalah konsumsi
makanan yang tidak memenuhi syarat gizi yang dianjurkan. Jarak kehamilan dan
persalinan yang berdekatan dengan ibu hamil dengan tingkat pendidikan dan
pengetahuan yang rendah, sehingga menyebabkan ibu tidak mengerti cara pemenuhan
nutrisi yang dibutuhkan si ibu selama kehamilannya (Depkes RI, 2002).
Dari berbagai penelitian diketahui bahwa berat badan bayi lahir ditentukan oleh
kesehatan ibu pada saat kehamilannya, termasuk keadaan gizi ibu. Penilaian keadaan gizi
ibu pada saat awal kehamilan dapat digunakan untuk mendeteksi ibu hamil yang
mempunyai risiko melahirkan bayi dengan BBLR. Untuk itu Departemen Kesehatan dan
UNICEF pada tahun 1992, mengembangkan alat ukur lingkar Lengan atas (LILA) untuk
mendeteksi ibu hamil yang menderita kekurangan energi khronis (KEK) dan
diperkirakan mempunyai risiko melahirkan bayi dengan BBLR. Ibu hamil dikatakan
menderita kekurangan energi kronis bila LILA < 23,5 cm.
B. PERMASALAHAN
I.

Identitas Pasien dan Pasangan


Nama Istri

: Ny. R

Umur

: 23 tahun

Paritas

: G1 P0 A0

Alamat

: Nglorog II

Pekerjaan

: Tidak bekerja

Tanggal Periksa

: 14 Maret 2014

Nama Suami

: Tn. H

Umur

: 27 tahun

Alamat

: Nglorog II

Pekerjaan

: Swasta

II. Anamnesis
Anamnesa dilakukan secara autoanamnesa pada tanggal 14 April 2014
Keluhan selama kehamilan : Mual
1.

Riwayat Kehamilan Sekarang


HPHT : 10 Februari 2014
HPL : 17 November 2014
Usia Kehamilan : 10 minggu 5 hari

2.

Riwayat Persalinan : -

3.

Riwayat Penyakit Dahulu

4.

5.

- Riwayat Hipertensi

: disangkal

- Riwayat Penyakit Jantung

: disangkal

- Riwayat Penyakit Paru

: disangkal

- Riwayat DM

: disangkal

Riwayat Haid
- Menarche

: 13 tahun

- Siklus haid

: 28 hari

- Lama haid

: 7 hari

- Dismenore

:-

Riwayat Perkawinan
Pasien menikah yang pertama kali dengan suami sekarang. Usia pernikahan 1
tahun

6.

Riwayat KB : (-)

7.

Riwayat Penyakit Keluarga


- Riwayat Hipertensi

: disangkal

- Riwayat Penyakit Jantung

: disangkal

- Riwayat Penyakit Paru

: disangkal

- Riwayat DM

: disangkal

III. Pemeriksaan Fisik


Dilakukan tanggal 14 Maret 2014
a. Status Present
Keadaan Umum : baik
Kesadaran

: compos mentis

Vital Sign
Tensi : 110/70 mmHg
Nadi

: 84 x/menit

RR

: 23 x/menit

Suhu : 36,5 0C
TB

: 144 cm

BB

: 38 Kg

LILA : 22 cm
b. Status Internus
- Kepala

: Mesocephale

- Mata

: Conjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)

- Hidung

: Discharge (-), septum deviasi (-), nafas cuping hidung (-)

- Telinga

: Discharge (-), bentuk normal

- Mulut

: Bibir sianosis (-), bibir kering (-), lidah kotor (-)

- Tenggorokan : Faring hiperemesis (-), pembesaran tonsil (-)


- Leher

: Simetris, pembesaran kelenjar limfe (-)

- Kulit

: Turgor baik, ptekiae (-)

- Mamae

: Simetris, Besar (+/+), Tegang (+/+), Puting susu


menonjol (+/+), benjolan abnormal (-/-)

- Jantung

Inspeksi

: Ictus cordis tampak

Palpasi

: Ictus cordis teraba

Perkusi

: Redup

Batas atas jantung

: ICS II linea sternalis sinistra

Batas pinggang jantung

: ICS III linea parasternalis sinistra

Batas kanan bawah jantung : ICS V linea sternalis dextra


Batas kiri bawah jantung

: ICS V 2 cm medial linea midclavicularis


sinistra

Auskultasi

: suara jantung I dan II murni, reguler, suara tambahan

(-)
- Paru

Inspeksi

: Hemithorax dextra dan sinistra simetris

Palpasi

: Stemfremitus dextra dan sinistra sama, nyeri tekan (-)

Perkusi

: sonor seluruh lapang paru

Auskultasi

: vesikuler

- Abdomen

Inspeksi

: Cembung pada bagian perut bawah/ di atas simpisis

pubis, striae gravidarum (-)

Palpasi

: Ballotment (-)

Perkusi

: Tidak dilakukan

Auskultasi

: Tidak dilakukan

- Extremitas

:
Superior

Inferior

Oedem

-/-

-/-

Varises

-/-

-/-

Reflek fisiologis

+/+

+/+

Reflek patologis

-/-

-/-

c. Status Obstetri
- Abdomen

Inspeksi : cembung di bagian perut bawah/ di atas sympisis pubis, striae


gravidarum (-)

Palpasi

: TFU: 12 cm , Ballotemen (-)

Auskultasi: DJJ (-)

- Genitalia

Externa

: air ketuban (-), Lendir darah (-), darah tua (+),vulva oedem

(-), pus (-), ulcus (-)

Interna

: tidak dilakukan

IV. Pemeriksaan Penunjang


Hb : 12,2 g/dL
Protein Urin : Urin Reduksi: Lain-lain : Golongan darah O, Rhesus (+)

C. PERENCANAAN DAN PEMILIHAN INTERVENSI


1. METODE PENYULUHAN
Metode penyuluhan dilakukan secara langsung dengan pendekatan individu
yaitu penyuluh menyampaikan pesannya kepada pasien dalam hal ini melalui ibu
hamil dengan status gizi kurang yang melakukan pemeriksaan pertama kali di
puskesmas.
2. INTERVENSI
Intervensi dilakukan melalui pemeriksaan rutin ANC, kemudian untuk ibu
hamil dengan ukuran LILA kurang dari 23,5 cm dilakukan konseling mengenai
gizi yang diperlukan oleh ibu hamil, pentingnya gizi seimbang untuk ibu hamil.
D. PELAKSANAAN
Kegiatan diawali dengan penimbangan berat badan ibu, dilanjutkan dengan
pemeriksaan tanda-tanda vital ibu meliputi tekanan darah, nadi, lingkar lengan dan
keluhan yang dirasakan selama kehamilan. Setelah itu dilakukan pemeriksaan
kehamilan diawali dengan perhitungan umur kehamilan, karena ibu baru pertama kali
melakukan pemeriksaan, maka ditentukan HPHT (Hari Pertama Mens Terakhir) dan
HPL (Hari Perkiraan Lahir). Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar Hb dan protein
urin pada ibu untuk mengetahui apakah ada faktor risiko pada ibu. Setelah itu,
diberikan obat-obatan seperti tablet Fe, vitamin C, dan obat-obatan sesuai dengan
keluhan ibu. Dikarenakan LILA ibu 22 cm (< 23,5 cm) hal ini menunjukkan ibu
masuk kategori kekurangan energi protein kronis (KEK). Oleh karena itu, ibu
diberikan konseling tentang gizi pada hamil.
Konseling yang diberikan:
Makan makanan yang bervariasi
Mengkonsumsi suplemen harian yang sudah diberikan oleh tenaga medis di
puskesmas
Hindari diet untuk menurunkan berat badan, substansi berbahaya (alkohol, rokok,
obat-obatan), konsumsi lemak, garam, kafein, gula dan pemanis buatan secara

berlebihan
Makan makanan yang matang dan perhatikan higienitas makanan
Asupan cairan/air lebih banyak dan hindari minuman bersoda serta soft drinks
Makanan dapat diberikan porsi kecil tapi sering
Susunan makanan sehari hari diusahakan selalu seimbang, makanan terdiri dari:
o Sumber zat tenaga : nasi, kentang, roti

o Sumber zat pembangun : daging, ikan, susu, telur, tahu tempe


o Sumber zat pengatur : sayuran dan buah- buahan
Bahan makanan yang perlu dibatasi adalah :
o Cabe
o Makanan berlemak
o Makanan mengandung gas ( durian, nanas, nangka )
o Makanan mengandung alcohol ( tape )
Disamping makanan seimbang perlu gerak badan dan udara segar
Memeriksakan kesehatan ibu secara teratur
Jaga kenaikan berat badan ibu, jangan sampai berlebihan
o Normal
: 12 17 Kg
o Underweight
: 10 12 Kg
o Overweight/obese : 17 22 Kg
o Kembar
: 17 22 Kg
Selama hamil, sebaiknya ibu tidak melakukan pekerjaan yang berat
Selain itu juga diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

E. MONITORING DAN EVALUASI


Pemantauan LILA, pertambahan berat badan ibu, kadar Hb pada ibu hamil dilakukan
pada saat setiap kunjungan Antenatal Care (ANC). Pemantauan LILA pada ibu hamil
harus tetap dilakukan untuk melihat perkembangan pada ibu. Oleh karena itu
diharapkan ibu hamil untuk melalukan pemeriksaan antenatal untuk mengetahui
kesehatan ibu dan janinnya. Apabila pada trimester II dan III pengukuran LILA masih
di bawah normal (<23,5 cm) dan penambahan berat badan perminggu di bawah
normal (<0,5 kg) maka ibu hamil harus dirujuk untuk pemeriksaan dan pengobatan
lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA
Aprilia, 2010, Hipnostetri: Rileks Nyaman dan Aman Saat Hamil dan Melahirkan, Gagas
Media, Jakarta
Azwar, S. 2005. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar Depkes.
Yogyakarta

Baskoro, A. (2008). ASI Panduan Praktis Ibu Menyusui. Jogjakarta: Banyu Media Depkes RI.
(2008).Buku Acuan Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Asuhan
Depeks, 2010, Riset Kesehatan Dasar Tahun 2010, www.depkes.go.id
Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinandan Bayi Baru
Lahir. Jakarta: Depkes RI.
Fika,S.,Syafiq,A. (2009). Praktik Pemberian ASI Eksklusif, Penyebab-Penyebab
Keberhasilan dan Kegagalannya. Jurnal Kesmas Nasional ; 4(3):120- 131.
Hastono, SP. 2001. Analisa Data. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia,
Jakarta.
Hayati, 2009, Buku Saku Gizi Bayi, EGC, Jakarta
Haws, Paulette, 2007, Asuhan Neonatus: Rujukan Cepat, Alih Bahasa H.Y. Kuncara, EGC,
Jakarta.
Hidayat, Mufdlilah. (2009). Konsep Kebidanan Plus Materi Bidan Delima. Jogjakarta : Buku
Kesehatan
Huliana, 2001, Panduan Menjalani Kehamilan Sehat, Puspa Swara, Jakarta
JNPK-KR/POGI.(2008). Asuhan Persalinan Normal Dan Inisiasi Menyusu Dini. Jakarta:
JNPK
Julianie., Sibagariang, E.E., Rismalinda., Nurjannah, S., (2010). Metodologi Penelitian Untuk
Mahasiswa Diploma Kesehatan. Jakarta: CV. Trans Info Media
Kodrat, L,. (2010). Dahsyatnya ASI dan Laktasi Untuk Kecerdasan Buah Hati Anda.
Yogyakarta : Media Baca.
Kristiyansari, W. (2009).ASI, Menyusui dan Sadari. Yogyakarta : Nuhamedika Maryunani, A.
(2009). Asuhan Pada Ibu Dalam Masa Nifas. Jakarta: CV. Trans Info Media