Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Lemak (lipid) merupakan makronutrien penghasil energi kedua, yang terus
mengalami perkembangan. Walaupun kita biasa mendengar tentang bahaya diet berlemak
tinggi dan risiko penyakit jantung, tetapi kita juga membaca tentang manfaat kesehatan dari
diet Mediterania yang cukup tinggi kandungan lemaknya. Sebuah survei konsumen terbaru
menyelidiki alasan-alasan

mengapa masyarakat umum sangat menyukai hamburger-

hamburger siap saji dan survei ini menemukan jawaban antara lain Memiliki rasa yang tidak
ada duanya, Cukup hangat dan menggoda, dan Tepat mengobati rasa lapar. Sebagian
besar dari opini ini disebabkan oleh lemak. Lemak menambahkan cita rasa dan sensasi dalam
mulut yang nikmat bagi makanan kita dan berkontribusi bagi perasaan puas kita. Lemak
sendiri adalah sebuah gizi yang esensial.
Lazimnya, lemak memiliki tempat yang utama dalam diet orang-orang Amerika. Akan
tetapi, karena adanya pertimbangan-pertimbangan kesehatan, sikap kita terhadap lemak
makanan mulai berubah. Kita perlu menilai bukan hanya seberapa banyak lemak yang kita
makan, tetapi juga jenis lemak apa, karena lemak-lemak berbeda memiliki efek yang berbeda
terhadap tubuh dan kesehatan kita. Sebagai profesional kesehatan kita perlu berfokus pada
diet total, bukan pada satu gizi saja. Lemak di kelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu
kelompok lemak sederhana (simplelipids) dan kelompok lemak kompleks (complex lipid).
Lemak sederhana mencakup senyawa-senyawa yang tidak mudah terhidrolisis oleh larutan
asam atau basa dalam air dan terdiri dari sub kelompok-kelompok : steroid, prostaglandin dan
terpena. Lemak kompleks meliputi sub kelompok-kelompok yang mudah terhidrolisis
menjadi zat-zat penyusun yang lebih sederhana, yaitu gliserida.

1.2 Rumusan Masalah


1) Apa pengertian dari lemak ?
2) Apa saja fungsi dari lemak ?
3) Apa akibat dari kekurangan dan kelebihan lemak ?
1.3 Tujuan Penulisan
1) Untuk mengetahui pengertian dari lemak.
2) Untuk memahami fungsi dari lemak.
3) Untuk mengetahui akibat dari kekurangan dan kelebihan lemak.

BAB II
PEMBAHASAN
2

2.1 Pengertian Lemak


Lipid merupakan zat zat gizi yang memiliki fungsi fungsi
biologis untuk membantu metabolisme tubuh. Lipid ( Minyak atau
Lemak )

merupakan komponen bahan makanan yang penting.

Istilah minyak atau lemak sebenarnya tergantung apakah pada suhu


kamar bahan tersebut dalam keadaan cair atau padat. Bila pada
suhu kamar dalam keadaan cair, maka disebut minyak, sebaliknya
bila dalam keadaan padat disebut lemak. Lipid atau lipida lebih
merupakan istilah ilmiah, yang mencakup baik minyak maupun
lemak. Dalam pustaka asing, lipida yang kita makan umumnya
disebut ditery fat, yang dapat kita terjemahkan lemak pangan.
Lemak secara kimiawi tersusun oleh sekelompk senyawa yang
berbeda. Dalam bahan makanan lemak dapat terdiri dari dua
bentuk, yaitu yang tampak (visible) dan yang tidak tampak
(invisible).

Lemak yang tampak misalnya mentega, margarin,

minyak goreng dan sebagainya. Lemak yang tidak tampak misalnya


yang terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti daging,
kacang tanah, susu, telur, dan sebagainya.
Istilah lipid meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk
lemak dan minyak yang umum dikenal didalam makanan seperti
fosfolipid, sterol dan ikatan lain sejenis yang terdapat didalam
makanan dan tubuh manusia. Lipid mempunyai sifat yang sama,
yaitu larut dalam pelarut nonpolar seperti etanol, eter, kloroform,
dan benzene.
Lemak disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan
energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses
metabolism tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh
dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati,
yang biasa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan
makanan. Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya
adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol dengan
3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah
asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa
3

monogliserid. Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal


(vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga
dapat melalui jalur ini.
Sifat lemak
Tidak larut dalam air
Larut dalam pelarut

organik

seperti

benzena,

eter,

aseton,

kloroform, dan karbontetraklorida.


Mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen,dan oksigen. Kadang-

kadang juga mengandung nitrogen dan fosfor.


Apabila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak.
Berperan pada metabolisme tumbuhan dan hewan.

Secara klinis, lemak yang penting adalah:


1) Kolesterol
Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan
komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan
saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen
penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon
seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).
Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan
sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis
makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan
dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung
kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.
2) Trigliserida (lemak netral)
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah
suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat
satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama
Trigliserida adalah sebagai zat energi.
3) Fosfolipid
Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah.
Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat larut
dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak
(kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata
Lipo=lemak, dan protein).
4) Asam Lemak
Menurut ada atau tidaknya ikatan rangkap yang terkandung asam lemak, maka asam lemak
dapat dibagi menjadi :
a. Asam lemak jenuh(Cn H2NO2), saturated Fatty Acid (SFA)

Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mempunyai ikatan tunggal atom
karbon (C) di mana masing-masing atom C ini akan berikatan dengan atom H. Contohnya
adalah: asam butirat(C4), asam kaproait(C6), asam kaprotat(C8) dan asam kaprat(C10).
Umumnya sampai dengan asam kaprat(C10) ini bersifat cair dan mulai asam laurat sampai
asam lignoserat bersifat padat
b. Asam tak jenuh tunggal
Asam lemak jenuh tak tunggal merupakan asam lemak yang selalu mengandung 1
ikatan rangkap 2 atom C dengan kehilangn paling sedikit 2 atom H. Contohnya asam burat,
asam palmitoleat(C12), dan asam oleat(C18) umumnya banyak terdapat pada lemak nabati atau
hewani
c. Asam tak jenuh POLI (PUFA,Poly Unsaturated Fatty Acid) (Cn H2n)2
Asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap banyak merupakan asam lemak yang
mengandung lebih dari 1 ikatan rangkap. Asam lemak ini akan kehilangan paling sedikit 4
atom H. Contohnya asam lemak linoleat dll.
Macam lemak dibedakan atas lemak hewani yang berasal dari hewan dan lemak nabati yang
berasal dari tanaman, lemak hewani banyak terdapat pada susu, keju dan mentega. Sedang
lemak nabati banyak terdapat dalam jagung, kacang kedelai, kelapa dan buah alpukat.
Terdapat beberapa jenis lemak yaitu :
a. Asam lemak, terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.
Asam lemak adalah asam organik yang terdapat sebagai ester trigliserida atau lemak,
baik yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Asam ini merupakan asam karboksilat yang
mempunyai rantai karbon panjang. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng),
margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa
berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.
Rentang ukuran dari asam lemak adalah C12 sampai dengan C24. Ada dua macam asam
lemak

yaitu

Asam lemak jenuh (saturated fatty acid), asam lemak ini tidak memiliki ikatan rangkap
Asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid), asam lemak ini memiliki satu atau lebih
ikatan rangkap
Sebagian besar asam lemak yang ada dalam darah dan jaringan manusia berupa varietas
rantai panjang.Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon
penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di
antara atom-atom karbon penyusunnya. Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air
terdisosiasi sebagian melepaskan ion H+.
Umumnya berfase cair atau padat pada suhu ruang (27 Celsius). Semakin panjang rantai
C penyusunnya, semakin mudah membeku dan juga semakin sukar larut. Asam lemak jenuh
bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh.Ikatan ganda pada

asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu,
dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
b. Gliserida, terdiri atas gliserida netral dan fosfogliserida.
Lemak dan minyak merupakan gliserida atau dikenal sebagi trigliserida, yaitu ester asam
lemak dan gliserol yang merupakan alkohol trivalen. Lemak mengandung asam lemak jenuh,
sedang minyak mengandung asam lemak tak jenuh. Umumnya lemak hewani mengandung
asam lemak jenuh, tanaman mengandung asam lemak tak jenuh, sehingga terkenal sebagai
minyak nabati. Lemak/minyak molekulnya bersifat non polar.
Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari
gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol
mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol
berikatan dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak
disebut digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida.
Monogliserid sangat penting dalam pencernaan dan senyawa antara metabolik. Pada manusia
digliserid terbentuk hampir secara eksklusif sebagai senyawa antara metabolik. Trigliserida
merupakan asilgliserol yang paling sering terbentuk, karena secara kuantitatif merupakan
bentuk asam lemak yang paling utama untuk penyimpanan dan pengangkutan.
c. Lipid kompleks, terdiri atas lipoprotein dan glikolipid.
Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein. Lipoprotein terdapat
dalam plasma darah, bagian lipid dalam lipoprotein umumnya adalah trigliserida, fosfolifid
atau kolesterol.
Glikolipid adalah lemak yang mengandung suatu karbohidrat polar, seperti D-glukosa
atau D-galaktosa, tetapi bukan suatu gugusan fosfat.Glikolipid dapat berasal dari gliserol atau
sfingosin dan sering diklasifikasi sebagai gliserida (contohnya, glikosil-diasil gliserol) atau
sebagai sfingolipid (contohnya, serebrosid).Serebrosid merupakan glikolipid sederhana yang
mengandung gula, asam lemak, dan sfingosin.Serebrosid disintesis dengan penambahan suatu
gula pada seramid (sfingosin dengan perlekatan suatu asam lemak).Serebrosid ditemukan
dalam membran otak dan sistem saraf dan khususnya berlimpah dalam sarung mielin..
d. Non gliserida, terdiri atas sfingolipid, steroid dan malam
Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol.Jadi asam lemak bergabung dengan molekulmolekul non gliserol.Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid, steroid, kolesterol
dan malam.
Sfingolipid dapat ditemukan di hampir seluruh jaringan manusia dan terbentuk dari basa
rantai panjang yang terhidroksilasi dan bukan terbentuk dari gliserol, terdiri dari sfingosin
6

dan dihidrosfingosin.Penggunaan primer dari sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung


mielin serabut saraf. Pada manusia, 25% dari lipid merupakan sfingolipid
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis, steroid mempunyai
struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin sikloheksana dan
satu cincin siklopentana.Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon.Beberapa diantara
hormon reproduktif yang merupakan steroid adalah testosteron dan progesteron.
Pembagian Lemak
Berdasarkan komposisi kimianya lemak terbagi atas tiga, yaitu :
1. Lemak Sederhana
Lemak sederhana tersusun oleh trigliserida, yang terdiri dari satu gliserol dan tiga asam
lemak. Contoh senyawa lemak sederhana adalah lilin (wax) malam atau plastisin (lemak
sederhana yang padat pada suhu kamar), dan minyak (lemak sederhana yang cair pada suhu
kamar).
2. Lemak Campuran
Lemak Campuran merupakan gabungan antara lemak dengan senyawa bukan lemak. Contoh
lemak campuran adalah lipoprotein (gabungan antara lipid dan dengan protein),
Fosfolipid(gabungan antara lipid dan fosfat), serta fosfatidilkolin (yang merupakan gabungan
antara lipid,fosfat dan kolin).
3. Lemak Asli (Derivat Lemak)
Lemak asli merupakan senyawa yang dihasilkan dari proses hidrolisis lipid, misalnya
kolesterol dan asam lemak. Berdasarkan ikatan kimianya asam lemak dibedakan menjadi 2,
yaitu :

Asam lemak Jenuh, bersifat non-esensial karena dapat disintesis oleh tubuh dan pada
umumnya berwujud padat pada suhu kamar. Asam lemak jenuh berasal dari lemak
hewani, misalnya mentega.

Asam lemak tidak jenuh, bersifat esensial karena tidak dapat disintesis oleh tubuh dan
umunya berwujud cair pada suhu kamar. Asam Lemak tidak jenuh berasal dari lemak
nabati, misalnya minyak goreng.

Sumber Lemak
Berdasarkan asalnya, sumber lemak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :

Lemak yang berasal daari tumbuhan (disebut lemak Nabati). Beberapa bahan yang
mengandung lemak nabati adalah kelapa, kemiri ,zaitun ,kacang tanah, mentega,
kedelai, dll.

Lemak yang berasal dari hewan (disebut lemak hewani). Beberapa bahan yang
mengandung lemak hewani adalah daging, keju, susu, ikan segar, telur, dll.

2.2 Fungsi Lemak


7

Peranan fisiologis utama lemak yaitu :


1. Penghasil Energi, sebagai sumber energi yang pekat,
Energi yang berlebihan dalam tubuh akan disimpan dalam jaringan adipose sebagai
energi potensial. Diketahui secara terperinci lemak adipose ini tersimpan dalam
jaringan di bawah kulit/sub cutaneous tissues sebanyak 50%, sekeliling alat tubuh
dalam rongga perut sebanyak 45% dan dalam jaringan bagian dalam otot/intra
muscular tissues sebanyak 5%. Secara alamiah lemak yang tersimpan ini adalah
dalam bentuk lemak netral atau trigliserida. Lemak cadangan ini tidak statis sifatnya
tetapi selalu diperbaharui dan perubahannya dibantu oleh adanya enzim lipase dan
koenzim dalam proses metabolisme dan utilisasi lemak dalam tubuh. Bila cadangan
lemak ini terjadi berlebih-lebihan (melebihi 20% dari berat badan normal), maka
orang tersebut mempunyai tendensi mengalami kegemukan (obesitas) yang cenderung
mengalami gangguan kesehatan.
2. Pembentuk struktur tubuh cadangan lemak yang normal terdapat di bawah kulit dan
sekeliling organ tubuh, berfungsi sebagai bantalan pelindung dan menunjang letak
organ tubuh. subcutaneous fat (lemak di bawah kulit) akan melindungi kehilangan
panas tubuh melalui kulit, berarti juga mengatur suhu tubuh.
3. Protein Sparer, Andaikan energi cukup tersedia dari lemak dan karbohidrat, maka
protein dapat dihemat agar dipergunakan tubuh sesuai fungsinya sebagai pembangun
dan memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak.
4. Carrier (pembawa) vitamin larut dalam lemak Vitamin A, D, E, dan K membutuhkan
media yang mengandung lemak untuk dapat dipergunakan tubuh.
5. Fungsi lemak lainnya antara lain:
a. Lemak sebagai pelumas diantara persendian dan membantu pengeluaran sisa
makanan.
b. Lemak memberi kepuasan cita rasa, lemak lebih lambat dicerna sehingga dapat
menangguhkan perasaan lapar.
c. Beberapa macam lipida berfungsi sebagai agen pengemulsi (misal = lesitin) yang
akan membantu mempermudah transport substansi lemak keluar masuk melalui
membran sel.
d. Asam lemak berfungsi juga sebagai precursor (pendahulu) dari prostaglandin yang
berperanan mengatur tekanan darah, denyut jantung.
Di dalam tubuh kita, lemak mempunyai beberapa fungsi penting, diantaranya adalah :

Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah.

Sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K.

Sebagai pelindung alat-alat tubuh vital (antara lain jantung dan lambung), yaitu
sebagai bantalan lemak.

Sebagai penghasil energi tertinggi.

Penahan rasa lapar, karena adanya lemak akan memperlambat pencernaan. Bila
pencernaan terlalu cepat maka akan cepat pula timbulnya rasa lapar.

Sebagai salah satu bahan penyusun membran sel.

Sebagai salah satu bahan penyusun hormon dan vitamin (khususnya untuk sterol).
Sebagai salah satu bahan penyusun empedu, asam kholat (di dalam hati), dan hormon
seks (khususnya untuk kolesterol. Pembawa zat-zat makan esensial.

2.3 Akibat Kekurangan dan Kelebihan Lemak


Akibat kekurangan lemak
1. Kurangnya penyerapan lemak
Kurangnya penyerapan lemak merupakan satu akibat yang bisa ditimbulkan dari
kekurangan lemak. Sebagai informasi saja, lemak merupakan satu nutrisi yang bermanfaat
untuk penyerapan vitamin. Dengan adanya lemak yang mencukupi dalam tubuh, kita akan
memperoleh fungsi yang baik dalam penyerapan vitamin sehingga tubuh akan bisa memenuhi
kebutuhan akan vitamin seperti vitamin A, B, D, E, dan yang lainnya. Dengan fungsi lemak
yang menyerap vitamin, kekurangan lemak dapat menyebabkan tubuh kita kekurangan
vitamin pula. Akan terjadi berbagai masalah kesehatan jika tubuh kekurangan vitamin seperti
misalnya, kekurangan vitamin A bisa menyebabkan terganggunya pandangan atau mata yang
mudah lelah, kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan gangguan kulit, dan lain
sebagainya.
2. Makan menjadi berlebih
Banyak orang berdiet dengan mengurangi porsi makan mereka. Namun, banyak pula
dari mereka yang tidak berhasil menjalankan program dietnya. Banyak orang kemudian
menyerah karena tidak cukup kuat motivasi yang mereka miliki. Setelah tidak pernah
mengkonsumsi lemak dalam jangka waktu tertentu selama program diet, badan mereka
kekurangan lemak. Kemudian, saat mereka menyerah dalam program dietnya, mereka makan
dengan porsi yang lebih banyak. Hal ini dipicu oleh tubuh yang kurang mendapat asupan
lemak selama diet. Kekurangan lemak dapat memicu nafsu makan yang lebih tinggi. Kita
akan mudah lapar jika tubuh kita kekurangan asupan lemak. Selain itu, dalam dietnya, banyak
orang mengkonsumsi produk rendah lemak yang mengakibatkan kekurangan lemak dan yang
mana pada kenyataannya produk semacam ini justru mengandung lebih banyak gula. Dapat
disimpulkan bahwa kekurangan lemak akan justru memicu tubuh untuk menjadi kelebihan
berat badan.
9

3. Depresi dan gangguan mental lainnya


Depresi juga akibat lain yang bisa timbul akibat kekurangan lemak. Mungkin kita
tidak cukup peka untuk menyadari gejala ini. Omega dan asam lemak adala nutrisi yang
berperan serta dalam mempengaruhi perulaku dan juga perasaan. Kedua nutrisi tersebut dapat
membentuk hormon atau senyawa kimia di dalam otak manusia. Dari hasil penelitian,
ditemukan bahwa kekurangan lemak dapat berkaitan dengan terganggunya mental seseorang.
Akibat Kelebihan Lemak
Kelebihan lemak tubuh dikaitkan dengan ancaman fisik yang besar seperti penyakit
jantung, kanker, dan diabetes.
Metabolisme Lipid
Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid
(ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam
lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam air,
gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA. Selanjutnya
sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA dari jalur ini pun
akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain, jika kebutuhan energi
sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat
disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami kolesterogenesis
menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis membentuk steroid. Asetil KoA
sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat,
hidroksi butirat dan aseton). Proses ini dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat
menyebabkan gangguan keseimbangan asam-basa yang dinamakan asidosis metabolik. Keadaan ini
dapat menyebabkan kematian.

10

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lemak disebut sebagai penyedia energi ke 2 setelah karbohidrat, oksidasi lemak akan
berlangsung jika ketersediaan karbohidrat telah menipis akibat asupan karbohidrat yang
rendah. Lemak juga disebut sebagai protein sparer karena dapat menghemat fungsi protein,
hal ini terjadi karena persediaan energi telah dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak sehingga
protein tetap dapat digunakan untuk fungi utamanya sebagai zat pembangun.

11

DAFTAR PUSTAKA
Alfin Slater,2005, Human Nutrition,Plenum Press, New York.
Falkner, F, 2004.Human Growth ,Pleneum Press,New York.
Arlin,MT, 2006 , The Science of Nutrition,Mc Millan Co,New York.

12

Anda mungkin juga menyukai