Anda di halaman 1dari 15

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN
PENGAWASAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN
PERLENGKAPAN JALAN DI RUAS JALAN KOTA LANGSA
Uraian Pendahuluan
1.

Latar
Belakang

: Perkembangan sistem transportasi darat Provinsi Aceh


diarahkan sebagai daya dukung distribusi logistik yang efesien
bagi pengangkutan antar kabupaten dan antar Provinsi.
Sehubungan dengan hal tersebut, Gubernur Aceh sesuai
dengan program prioritasnya dalam RPJMA 2012-2017 dalam
mendukung pembangunan ekomomi Aceh menekankan
pentingnya pembangunan infrastruktur serta fasilitas
keselamatan
berlalulintas
yang
terintegrasi,
dan
memprioritaskan pengembangan transportasi darat untuk
mengejar percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah di Bidang perekonomian,
Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia (MP3EI) telah menetapkan tiga pilar utama,
yaitu pengembangan potensi ekonomi melalui koridor
ekonomi, penguatan konektivitas nasional, dan penguatan SDM
yang mendorong ke arah inovation driven economy. Penguatan
konektivitas, akan diarahkan ke pusat-pusat pertumbuhan
seperti Pusat Kegiatan Nasional (PKN) antar Kabupaten dan
antar Provinsi, salah satunya pembenahan infrastruktur
transportasi Aceh melalui jalan darat.
Melalui transportasi darat mempunyai fasilitas cukup
mendukung, dengan posisi yang sangat strategis, yaitu antar
Kota dan antar Provinsi, juga memiliki hinterland yang
sangat
kuat,
akan menjadi transportasi utama di masa
mendatang. Oleh karenanya berbagai fasilitas yang mendukung
kesiapan operasional ini terus diupayakan pada Tahun 2015
oleh Dishubkomintel Aceh. Pembangunan ini merupakan bukti
keseriusan Pemerintah Aceh dalam menghidupkan aktivitas
transportasi tersebut
Terkait pelaksanaan tersebut dibutuhkan pengawasan yang
berfungsi untuk dapat mengontrol pelaksanaan pembangunan
konstruksi dapat berjalan sesuai dengan dokumen pelaksanaan,
baik dari sisi quality dan quantity control, juga ketepatan
waktu yang telah ditetapkan. Pengawasan yang baik akan
dapat terwujud melalui pemenuhan kualifikasi sumber daya
manusia (personil) yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan
serta fasilitas penunjang yang mendukung operasional serta

kelancaran pekerjaan para personil. Melalui kegiatan ini


diharapkan kegiatan pembangunan dapat terlaksana tepat
waktu dan mencapai kualitas yang diharapkan.
2.

Maksud dan
Tujuan

: Maksud
dari
pekerjaan ini adalah untuk
melakukan
Pengawasan Pengadaan Dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Di
Ruas Jalan Kota Langsa. Tujuan dari pelaksanaan Pengawasan
ini adalah agar dapat terlaksananya pelaksanaan pengawasan
dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi teknis, gambar yang
telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat dalam
Dokumen Kontrak.

3.

Sasaran

: Sasaran yang ingin dicapai adalah tercapainya nilai Kualitas dan


Kuantitas serta Fasilitas Perlengkapan Jalan yang memadai
dengan pemenuhan terhadap keselamatan pemakai jalan.

4.

Lokasi
Pekerjaan

: Lokasi pekerjaan Pengawasan Pengadaan Dan Pemasangan


Perlengkapan Jalan Di Ruas Jalan Kota Langsa pada Kota Langsa.

5.

Sumber
Pendanaan

: Sumber Dana untuk pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan


Pengadaan Dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Di Ruas Jalan
Kota Langsa berasal dari Anggaran DPA APBNP Tahun 2015.

6.

Nama dan
Organisasi
Pejabat
Pembuat
Komitmen

: Pengguna Jasa adalah Satker Pengembangan LLAJ Aceh


Kementerian Perhubungan, yang di wakili oleh Kuasa
Pengguan
Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen,
yang
beralamat di Jalan Mayjend T. Hamzah Bendahara No.52 Kuta
Alam, Banda Aceh.

Data Penunjang
7.

Data Dasar

: Hasil Detail Lokasi, Dokumen Kontrak, Rencana Kerja dan


Syarat- syarat (RKS), Spesifikasi Teknis, Gambar Kerja dan
Jadwal Waktu Pelaksanaan pada Kontrak Fisik.

8.

Standar
Teknis

: Standar teknis dan spesifikasi yang digunakan untuk pekerjaan


Pengawasan Pengadaan Dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Di
Ruas Jalan Kota Langsa adalah harus sesuai dengan Dokumen
Kontrak pekerjaan fisik, Peraturan Kepala LKPP Nomor : 18
tahun 2012.

9.

Referensi
Hukum

: Referensi Hukum yang berlaku untuk pekerjaan Pengawasan


Pengadaan Dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Di Ruas Jalan
Kota Langsa yaitu :
Undang Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
Undang Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas
Angkutan Jalan;
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahan dan aturan


turunannya;
Seluruh Peraturan yang berhubungan dengan pelaksanaan
Jasa Konstruksi.

Ruang Lingkup
10. Lingkup
Pekerjaan

: Secara garis besar akan melakukan Pengawasan pada


Pengadaan Dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Di Ruas Jalan
Kota Langsa sesuai dengan kontrak fisik pekerjaan.

11. Keluaran

: Output/Keluaran yang dihasilkan dari pekerjaan ini akan


membantu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan pekerjaan. Keluaran
tersebut berupa data Uji Mutu/Uji Karakteristik bahan,
material yang dipergunakan di lapangan yang keluarkan oleh
lembaga
Independen
seperti
Laboraturium
Instansi
Pemerintah/Swasta.
Adapun keluaran dari pengawasan ini berupa Laporan-Laporan
yang terinci mengenai kejadian-kejadian yang terjadi pada saat
pelaksanaan pekerjaan di lapangan dalam bentuk :
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Mingguan
3. Laporan Bulanan
4. Laporan Akhir

12. Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen

: -

13. Peralatan dan


Material dari
Penyedia Jasa
Konsultansi

Fasilitas berikut harus disediakan oleh konsultan pengawas


sesuai dengan anggaran yang tersedia :
Kebutuhan operasional kantor
Sewa komputer, printer, kamera digital
Kebutuhan komunikasi
Sewa kendaraan untuk Ketua Tim/Team Leader dan personil
di lapangan yang meliputi :
a. Sewa Kenderaan Roda 4 dan Roda 2 lengkap dengan
biaya BBM dan Oli untuk operasional lapangan selama
pelaksanaan pekerjaan.

14. Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa

Tugas dan kewajiban tim pengawas akan mencakup, tetapi


tidak terbatas, hal-hal sebagai berikut :
1. Membantu Pengguna Jasa/KPA/PPK dalam melaksanakan
tugas dan kewajibannya dalam mengendalikan pelaksanaan
pekerjaan agar pekerjaan dapat dikerjakan sesuai dengan
desain, persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Kontrak serta jadwal waktu
pelaksanaan yang telah ditetapkan.
2. Membantu Pengguna Jasa/KPA/PPK dalam memahami dan
melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum
dalam Dokumen Kontrak, terutama sehubungan dengan
pemenuhan kewajiban dan tugas Kontraktor.
3. Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan Contract
Change Order (CCO) dan Addendum, sehingga
perubahan-perubahan dalam kontrak yang diperlukan
dapat dibuat secara optimum.
4. Melaksanakan pengumpulan data lapangan yang diperlukan
secara terinci untuk mendukung peninjauan desain (Review
Design), menyusun perhitungan desain, membuat gambar
desain dan menyiapkan perintah-perintah kepada
Kontraktor,
sehingga
perubahan
tersebut
dapat
dilaksanakan.
5. Melaksanakan pengecekan secara cermat pada semua
pengukuran
dan
perhitungan
volume
pekerjaan,
perhitungan volume dan pembayaran yang didasarkan pada
ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.
6. Melaporkan hasil monitoring dan pengecekan secara terus
menerus sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan
termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta
usaha-usaha penanggulangan dan tindak turun tangan yang
diperlukan dengan terlebih dahulu mengkonsultasikannya
kepada KPA/PPK.
7. Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus
menerus sehubungan dengan pengendalian mutu dan
volume pekerjaannya, serta menandatangani Monthly
Certificate (MC)/Termyn, apabila mutu pelaksanaan
pekerjaan telah memenuhi semua ketentuan dan
persyaratan yang telah ditentukan.
8. Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambargambar
terlaksana
As
Built
Drawing
yang
menggambarkan secara terinci setiap bagian pekerjaan
yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor, serta membantu
KPA/PPK meneruskan gambar-gambar tersebut.

9. Membantu Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)/Pejabat


Pembuat Komitmen (PPK) menyusun Laporan Bulanan
tentang kegiatan-kegiatan pelaksanaan pekerjaan untuk
dilaporkan.
10. Menyusun Laporan Pendahuluan yang menggambarkan
kondisi lapangan secara garis besar dan data-data teknis
yang ada kaitannya dengan rencana pelaksanaan pekerjaan
dan foto-foto kondisi lapangan pada kondisi awal. Laporan
pendahuluan ini di sampaikan kepada Direksi Teknis
KPA/PPK selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak
dikeluarkannya SPMK.
11. Menyusun Laporan Bulanan yang menjelaskan pelaksanaan
pekerjaan yang telah dilakukan dan rencana kegiatan untuk
bulan berikutnya serta permasalahan yang dihadapi dan
upaya penanganannya. Laporan Bulanan ini harus
disampaikan kepada Direksi Teknis KPA/PPK paling lambat
tanggal 5 pada bulan berikutnya.
12. Menyusun Laporan Akhir yang mencakup seluruh kegiatan
yang telah dilaksanakan, rekomendasi-rekomendasi untuk
pemeliharaan/pekerjaan lanjutan, masalah-masalah yang
ditemui di lapangan serta solusi yang diambil, foto-foto
pelaksanaan dan lain sebagainya yang disampaikan pada
akhir pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ketentuan.
13. Membantu KPA/PPK dalam pelaksanaan Provisional Hand
Over (PHO) dan Final Hand Over (FHO) terutama dalam
menyusun daftar kerusakan dan penyimpangan yang perlu
diperbaiki.
15. Jangka Waktu
Penyelesaian
Pekerjaan

: Jangka waktu pelaksanaan tugas konsultan pengawas mengikuti


pelaksanaan pekerjaan fisik selama 2 bulan (60 hari kalender).

16. Personil

Jumlah

:
Posisi

Kualifikasi
Orang

Bulan1

Teknik Sipil
Senior
Pengalaman :
3 (tiga) tahun

1 Orang

2 Bulan

Sarjana Teknik
Sipil
Pengalaman :
3 (tiga) tahun

1 Orang

2 Bulan

1. Inspector

Sarjana
Muda/STM
Pengalaman :
1 (satu) tahun

1 Orang

2 Bulan

2. Sekretaris/
Operator
Komputer

sertifikasi
Ekonomi
Manajemen/
Diploma
Sekretaris
Pengalaman 1
Tahun di
bidangnya

1 Orang

2 Bulan

Tenaga Ahli:
1. Team Leader

2. Chief Inspector

Tenaga Pendukung :

Tugas dan Tanggung Jawab Personil :


Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing personil
adalah sebagai berikut :
A. Tenaga Ahli
1. Team Leader
Team Leader adalah Sarjana Teknik Sipil Senior lulusan
Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang disamakan dan
berpengalaman minimal 3 (tiga) tahun sebagai Engineer
(Profesional Staff) dan memiliki pengalaman sebagai Team

Leader pada pekerjaan sejenis. Team Leader harus


mempunyai kemampuan dibidang Contract Procurement,
Administrasi Kontrak dan Manajemen Kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Team Leader :
1.

Bertanggung
jawab
terhadap
kegiatan
supervisi/pengawasan,
dengan
menciptakan
koordinasi yang baik dengan Kuasa Pengguna
Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen, Direksi Teknis
dan kontraktor sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat
diselesaikan sesuai jadwal dengan mutu yang
disyaratkan dalam RKS.

2.

Menjamin bahwa semua Kerangka Acuan Kerja yang


dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi,
Informasi dan Telematika Aceh dilaksanakan dengan
baik.

3.

Membuat jadwal Pengawasan pada masing-masing


paket dan secara ketat dan melaksanakan jadwal
tersebut bersama-sama Chief Inspector (CI).

4.

Memonitor secara terus menerus pengawasan yang


dilakukan oleh setiap CI serta memberikan saran dan
rekomendasi untuk meningkatkan kinerja tim.

5.

Menyelenggarakan
rapat
koordinasi
secara
reguler untuk mengevaluasi kemajuan pekerjaan,
penyelesaian permasalahan administrasi dan teknis di
setiap paket.

6.

Menyelenggarakan rapat koordinasi secara regular


untuk mengevaluasi kemajuan pelaksanaan pekerjaan,
penyelesaian permasalahan administrasi dan teknis di
setiap kegiatan paket pekerjaan.

7.

Menerapkan standarisasi pengawasan dan pelaporan ke


semua CI.

8.

Berkoordinasi
dengan
Kuasa
Pengguna
Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen dan Program
Management Service (PMS) dari Dinas berkaitan
dengan kemajuan atau permasalahan dalam
pelaksanaan kegiatan.

9.

Membuat laporan yang berisi antara lain, ringkasan


kemajuan fisik, keuangan, kendala-kendala yang

dihadapi di lapangan, rencana penanganan pada


kegiatan di masing-masing paket pekerjaan serta
melaporkan secara berkala kepada KPA/PPTK.
10. Melakukan presentasi secara berkala dihadapan
Kuasa
Pengguna
Anggaran/Pejabat
Pembuat
Komitmen, dan/atau pejabat terkait lainnya mengenai
kemajuan pekerjaan di lapangan.
11. Memonitor progress pekerjaan yang dicapai oleh
Proyek dan menjaga agar semua kebutuhan dana,
laporan kemajuan pekerjaan dan data kontrol kualitas
terkirim secara benar dan tepat tanpa keterlambatan
dari Tim Supervisi Lapangan.
12. Melakukan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait di
lingkungan Kab/Kota, sebelum maupun sedang
berjalannya pekerjaan pelaksanaan fisik sehingga
terjalin komunikasi antara pihak pengawas, pelaksana,
dan pengguna jasa di kab/Kota tempat pengawasan
dilakukan.
2. Chief Inspector (CI)
Chief Inspector (CI) adalah tenaga ahli Sarjana Teknik Sipil
lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah di
samakan dengan pengalaman pengawasan di bidang
konstruksi
jalan,
bangunan,
drainase
dan
pelabuhan/dermaga. Dengan memiki pengalaman minimal
3 (tiga) tahun di bidangnya.
Tugas dan tanggung jawab CI :
1.

Pengawasan teknis secara terus menerus, dengan


melakukan inspeksi terhadap pekerjaan yang sedang
dilaksanakan dan memberikan peringatan/instruksi
tertulis kepada kontraktor untuk mengklarifikasikan
pekerjaan yang tidak memenuhi
persyaratan
spesifikasi dan gambar.

2.

Memastikan bahwa kontraktor menginterpretasikan


dengan benar dokumen kontrak, dan melaksanakan
pekerjaannya memenuhi spesifikasi dan gambar dan
menerapkan metode pelaksanaan yang cocok dengan
kondisi lapangan.

3.

Berkoordinasi dengan Team Leader mengenai


perkembangan, kendala dan hambatan pekerjaan
dilapangan.

4.

Memeriksa izin kerja (request of works) yang diajukan


oleh kontraktor dan mengijinkan bekerja apabila
kesiapan lapangan, peralatan dan bahan telah sesuai
dengan kontrak dan cuaca memungkinkan untuk
dilakukan pekerjaan dengan baik.

5.

Memeriksa gambar kerja yang diajukan oleh kontraktor


dan menyetujui apabila telah sesuai dengan gambar
kontrak.

6.

Menolak hasil pekerjaan yang meragukan atau yang


tidak memenuhi syarat dan memberitahukan kepada
Team Leader mengenai keputusan yang telah diambil
tersebut.

7.

Mencatat kemajuan harian, mingguan dan bulanan


kontraktor pada jadwal kemajuan pekerjaan yang telah
disetujui sebelumnya (Kurva S).

8.

Memonitor
kemajuan
setiap
pekerjaan
dan
melaporkan kepada kepada Team Leader pada
keterlambatan 10% dan pada saat keterlambatan yang
dapat
membahayakan
penyelesaian
pekerjaan.
Membuat rekomendasi tertulis kepada kontraktor
bagaimana mengejar ketertinggalan tersebut.

9.

Memeriksa semua pengukuran kuantitas yang diajukan


oleh Inspector dan pemeriksaan kualitas yang diajukan
oleh Quality dan Quantity Engineer.

10. Memeriksa
tagihan pembayaran bulanan yang
diajukan oleh kontraktor dan memberikan sertifikat
setuju untuk dibayarkan apabila hasil pekerjaan telah
memenuhi persyaratan kontrak.
11. Melengkapi gambar yang ada apabila ada kekurangan
pada gambar kontrak dan membuat gambar dan
perhitungan yang diperlukan untuk justifikasi perintah
perubahan (Change Order).
12. Memeriksa as-built drawings yang disiapkan oleh
kontraktor dan mengawasi perbaikannya yang harus
diselesaikan oleh kontraktor sebelum Provisonal Hand
Over (PHO).
13. Menyimpan dokumen surat menyurat, risalah rapat,
laporan harian, mingguan dan bulanan, foto pada
kondisi kemajuan 0%, 50% dan 100%, kurva kemajuan
pekerjaan, gambar, pehitungan, pengukuran, pengujian

laboratorium, dlsb.
B. Tenaga Sub Profesional
1. Inspector
Inspector adalah tenaga terampil lokal sekurang-kurangnya
seorang lulusan Sarjana Muda/STM dan atau yang setara
dengan pengalaman minimal 1 (satu) tahun dibidang
pengawasan pembangunan bangunan, transportasi,
pelabuhan/ dermaga. Inspector diutamakan berkedudukan
di lokasi pekerjaan/kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya.
Tugas dan tanggung jawab Inspector :
1.

Membantu Chief Inspector (CI) dalam melakukan


pengawasan secara terus- menerus dan melakukan
inspeksi terhadap pekerjaan yang sedang dilaksanakan
serta mengarahkan kontraktor untuk mematuhi semua
persyaratan spesifikasi dan gambar.

2.

Selalu mengikuti pengarahan, pedoman dan petunjuk


Chief Inspector (CI) serta berkoordinasi dengan Chief
Inspector (CI) mengenai perkembangan, kendala dan
hambatan pekerjaan dilapangan.

3.

Memeriksa secara harian gambar kerja yang diajukan


oleh kontraktor dan menyetujui apabila telah sesuai
dengan gambar kontrak.

4.

Mengawasi pelaksanaan setiap pengujian yang


dilakukan oleh kontraktor, baik pengujian bahan,
bahan olahan dan
hasil pekerjaan. Pengawasan
meliputi prosedur, pengisian format laporan dan
frekuensi pengujian. Inspector harus menyimpan copy
hasil pengujian. Memberitahukan kepada Chief
Inspector (CI) secara tertulis semua kekurangan dalam
pengujian pada hari yang sama dilakukan pengujian.

5.

Menganalisa data seluruh pengendalian mutu termasuk


job mix formula campuran beton, pengujian lapangan
dan merekomendasikan persetujuan atau penolakan
terhadap pekerjaan tersebut.

6.

Memeriksa kualitas dan kuantitas semua bahan yang


masuk ke site dan memberikan rekomendasi/laporan
kepada Chief Inspector (CI).

7.

Menyerahkan kepada Chief Inspector (CI) sebelum


tanggal 25 setiap bulan laporan pengendalian mutu
dan kuantitas meliputi ringkasan dan hasil pengujian
laboratorium dan laporan harian dalam format yang
diisi dengan tulisan tangan.

8.

Melaksanakan pekerjaan harian dan merekam


kegiatan yang berlangsung terkait hal-hal sebagai
berikut:
Tugas, penempatan dan jumlah tenaga kerja di
lapangan.
Jenis dan kuantitas bahan di lapangan.
Jenis, kapasitas, jumlah, dan kondisi peralatan di
lapangan
Pengujian yang dilakukan oleh kontraktor dan
hasilnya.
Lokasi, jenis dan kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan
Cuaca, peristiwa alam yang mempengaruhi
pekerjaan
Perintah dan persetujuan untuk melaksanakan
pekerjaan
Perubahan desain, gambar kerja dan realisasi
pekerjaan dibandingkan dengan rencana
Foto pelaksanaan pekerjaan
Dan lain-lain yang dianggap perlu

C. Tenaga Sub Profesional


1. Sekretaris / Operator Komputer
Sekretaris/Operator Komputer adalah tenaga terampil
Lokal dengan sertifikasi Ekonomi Manajemen/Diploma
Sekretaris, lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau
Swasta yang telah di samakan dengan pengalaman
minimal 1 (satu) tahun dibidangnya.
Tugas pokok dari sekretaris/bendahara adalah
membuat surat menyurat manajemen perusahaan dan
masalah keuangan perusahaan.
17. Jadwal
Tahapan
Pelaksanaan
Pekerjaan

: Sesuai dengan Uraian item Pekerjaan Fisik yang akan


dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana.
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan meliputi kegiatan yang diawali
dengan Koordinasi dengan KPA/PPK, Kontraktor Pelaksana dan
muspika setempat baik melalui Rapat, opname/peninjuan
lapangan secara bersama dan kegiatan terkait lainnya.
Selain hal tersebut di atas Konsultan pengawas juga sebagai
fasilitator untuk rapat seperti :

a. Pelaksanaan Rapat Pendahuluan pekerjaan (pre construction


meeting/PCM)
b. Rapat Bulanan
c. Rapat Teknis dan Rapat Koordinasi
Pelaksanaan keseluruhan rapat tersebut harus diketahui dan
disetujui oleh KPA/PPK dan/atau unsur teknis Proyek/Satuan
Kerja.
Hal-hal lain yang yang wajib dilaksanakan oleh Konsultan
Pengawas tidak terbatas meliputi pedoman-pedoman sebagai
berikut :
1. Pengendalian Teknis
Konsultan Pengawas bertindak untuk dan atas nama
KPA/PPK, mengendalikan pelaksanaan phisik pekerjaan jasa
konstruksi yang dilakukan oleh kontraktor dengan ruang
lingkup tugas sebagai berikut :
Evaluasi Program Kerja Kontraktor Pelaksana
Evaluasi Kegiatan Pelaksanaan
Evalausi setiap item pekerjaan
Pengendalian teknis tersebut terdiri dari aspek-aspek yang
meliputi :
Aspek mutu hasil pekerjaan sesuai dengan jenis/mutu
material yang ditentukan dan ketentuan konstruksi.
Aspek volume pekerjaan sesuai dengan Bill of Quantity.
Aspek tepat waktu penyelesaian pekerjaan
Aspek biaya keseluruhan pekerjaan
Dalam melaksanakan pekerjaan konstrusksi, Kontraktor/
Pemborong senantiasa harus merujuk kepada ketentuanketentuan dan syarat-syarat yang tercantum dalam
Dokumen Kontrak dan Spesifikasi teknis bahan yang
ditawarkan.
2. Pengendalian Terhadap Kegiatan dengan Instansi terkait
Karena pekerjaan yang akan dilaksanakan berada di
Kawasan Masyarakat Umum dan berada pada daerah
kewenangan instansi tertentu, maka koordinasi dengan
pihak-pihak lain yang terkait serta masyarakat disekitar
lokasi pekerjaan harus menjadi perhatian yang serius. Untuk
itu, Konsultan Pengawas wajib mengkoordinasikan dalam
pengendalian pelaksanaan pekerjaan bersama dengan
kontraktor dan KPA/PPK. Selain itu koordinasi teknis
internal antara Kontraktor dan Subkontraktor (bila ada) dan
antar elemen-elemen pelaksana jenis pekerjaan (Teknik
Sipil) dan KPA/PPK juga termasuk dalam kewajiban
Konsultan Pengawas.

3. Pengendalian Administrasi Proyek


Konsultan Pengawas mempunyai kewajiban untuk
merancang,
memberlakukan
serta
mengendalikan
pelaksanaan sistem administrasi proyek sehingga segala
sesuatunya dapat berjalan tertib, lancar dan terdokumentasi
secara baik dan lengkap.
Lingkup administrasi proyek mencakup tidak terbatas pada
surat menyurat, memorandum, risalah-risalah Rapat,
pelaporan, contoh barang, foto, berita acara, gambar-gambar,
berkas kontrak berikut addendum dan lain sebagainya.

Laporan
18. Laporan
Pendahuluan

: Laporan Pendahuluan memuat :


Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh;
Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya;
Jadwal kegiatan penyedia jasa.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 1 (satu) bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga) buku laporan dan
cakram padat (compact disc).

19. Laporan
Bulanan

: Laporan Bulanan memuat :


Data proyek;
Laporan kemajuan fisik dan keuangan;
Pekerjaan yang dilaksanakan pada bulan laporan dan
rencana kerja pada bulan berikutnya;
Permasalahan yang ada di lapangan berkaitan dengan
pelaksanaan pekerjaan fisik.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : tanggal 5
(Lima) setiap bulan berikutnya sebanyak 3 (tiga) buku laporan
dan cakram padat (compact disc).

20. Laporan
Mingguan

: Laporan Mingguan memuat :


Kegiatan pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam minggu
terakhir.
Jumlah material yang masuk dan yang diterima
Bobot/prestasi yang dicapai (% terhadap seluruh pekerjaan
kontraktor)
Rencana pekerjaan yang akan dilaksanakan pada minggu
berikutnya
Jumlah alat dan jenis yang dipakai, termasuk biaya
operasionalnya

Jumlah
tenaga
kerja
yang
Pelaksana/Kontraktor
Jadual mingguan (periode 3 minggu).

dipekerjakan

oleh

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : pada awal


minggu berikutnya sebanyak 3 (tiga) buku laporan dan cakram
padat (compact disc).
21. Laporan Akhir

: Laporan Akhir memuat :


Ringkasan konstruksi yang telah dilaksanakan;
Rekomendasi untuk pemeliharaan yang akan datang;
Segala permasalahan teknis yang muncul selama masa
pelaksanaan;
Persoalan yang mungkin akan timbul bila ada;
Perkecilan As-Built Drawing.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya : 1 (satu) hari
sebelum pengajuan pembayaran/penarikan terakhir sebanyak 3
(tiga) buku laporan dan cakram padat (compact disc).
Laporan Khusus (bila diperlukan), berisi masalah khusus yang
bersifat teknis atau kontraktual di lapangan.

Hal-Hal Lain
22. Produksi
dalam Negeri

: Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus


dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.

23. Persyaratan
Kerjasama

: Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan


untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka
persyaratan berikut harus dipatuhi : Tidak dipersyaratkan

24. Pedoman
: Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan.
Pengumpulan
Data Lapangan
25. Alih
Pengetahuan

: Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk


menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka
alih pengetahuan kepada personil satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) berikut :

26. Ketentuan
Tambahan

: Personil yang diusulkan dalam Dokumen Penawaran adalah


personil yang nantinya akan ditetapkan dalam Surat
Perjanjian Kontrak dan Jika ada perubahan personil harus
mendapat persetujuan dari Kuasa Pengguna Anggaran

(KPA)/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan kualifikasi


sesuai dengan Kualifikasi, Tugas dan Tanggung Jawab
Personil di atas.
Seluruh personil yang telah dimobilisasi dalam bertugas
harus menggunakan Tanda Pengenal setelah diperintahkan
oleh KPA/PPK.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Konsultan
harus memprakarsai Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak (Pree Construction Meeting/PCM) kepada
Kontraktor pelaksana pekerjaan. Beberapa hal yang perlu
dibahas dan disepakati dalam Rapat Persiapan pelaksanaan
Kontrak adalah :
a. Organisasi kerja;
b. Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
c. Review dan penyempurnaan terhadap schedule kerja
yang harus sesuai dengan target volume, waktu dan
mutu.
d. Jadwal pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan
personil serta penggunaan peralatan;
e. Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan
lapangan(Mutual Chek) dan Justifikasi Teknis (Justek)
atau Kaji Ulang Design (Review Design) terhadap desain
atau siplified design;
f. Pendekatan kepada masyarakat dan pemerintah daerah
setempat mengenai rencana kerja (misal : pengkaitan
antar rencana kerja dengan musim tanam atau masalah
jalan akses ke quarry/angkutan bahan);

Banda Aceh,

September 2015

SATKER PENGEMBANGAN LLAJ ACEH

KUASA PENGGUNA ANGGARAN

MEKSALMINA,ST. MT
PENATA Tk. I (III/d)
NIP. 19761012 200604 1 002