Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KHUSUS

Jenis Polimer Alami dan Sintesis


Berdasarkan asalnya, polimer dapat dibedakan atas polimer
alam dan polimer sintesis.

Pengertian Polimer Alam


Polimer adalah molekul raksasa dengan massa molar mulai
dari ribuan hingga jutaan. Polimer banyak ditemukan di alam.
Polimer alam merupakan polimer yang terbentuk karena adanya
reaksi kondensasi yang terjadi secara alami.

Contoh Polimer Alam


Polimer alam sangat banyak dan tersebar di muka bumi.
Contoh polimer alam adalah pati, amilopektin, glikogen, selulosa,
kitin, protein, asam-asam inti (asam nukleat), dan karet alam.

Pati
Pati merupakan polimer kondensasi yang terdiri dari ratusan
monomer glukosa, yang melibatkan molekul air saat glukosaglukosa tersebut bergabung secara kimiawi. Pati disebut sebagai
polisakarida, karena merupakan polimer dari glukosa
monosakarida.

Molekul pati mengandung dua jenis polimer glukosa, yaitu


amilosa dan amilopektin. Amilopektin merupakan komponen pati
utama dalam kebanyakan tanaman, dengan persentase sekitar
tiga-perempat dari total pati dalam tepung terigu. Amilosa adalah
polimer rantai lurus dengan rata-rata sekitar 200 unit per molekul
glukosa. Sebuah molekul amilopektin memiliki 1000 molekul
glukosa yang tersusun menjadi rantai yang bercabang, dengan
cabang terjadi setiap 24 sampai 30 unit glukosa. Hidrolisis
amilopektin secara sempurna akan menghasilkan glukosa,
sedangkan hidrolisis sebagian menghasilkan campuran yang
disebut dekstrin, yang digunakan sebagai zat aditif makanan.

Glikogen
Glikogen merupakan cadangan energi pada hewan, seperti
halnya pati dalam tanaman. Struktur glikogen mirip dengan
struktur amilopektin. Bedanya adalah dalam molekul glikogen,
percabangan ditemukan di setiap 12 unit glukosa. Glikogen
disimpan dalam hati dan jaringan otot rangka.

Selulosa
Selulosa adalah senyawa organik yang paling melimpah di
bumi. Bentuk murni dari senyawa selulosa adalah kapas. Bagian
berkayu dari pohon yang bisa dibuat kertas, bahan pendukung
dalam tanaman dan daunnya juga mengandung selulosa. Seperti
amilosa, selulosa merupakan polimer yang tersusun monomer
glukosa. Perbedaan antara selulosa dan amilosa terletak pada
ikatan antara unit glukosa. Sudut ikatan sekitar atom oksigen
yang menghubungkan cincin glukosa adalah 180 pada selulosa
dan 120 pada amilosa. Manusia tidak memiliki enzim untuk
memecah selulosa menjadi glukosa. Dengan demikian, selulosa
tidak dapat dikonsumsi manusia. Di sisi lain, rayap, beberapa
spesies kecoa, dan mamalia ruminansia seperti sapi, domba,
kambing, dan unta mampu mencerna selulosa.

Kitin
Kitin adalah suatu polisakarida yang mirip dengan selulosa,
dengan persen kelimpahan nomor dua setelah selulosa. Kitin ada
dalam dinding sel jamur dan merupakan substansi mendasar
dalam eksoskeletons dari crustasea, serangga, dan laba-laba.
Struktur kitin sangat identik dengan selulosa. Perbedaannya
adalah ada penggantian gugus OH pada karbon C-2 dari masingmasing unit glukosa dengan sebuah gugus -NHCOCH 3. Sumber
utama kitin adalah cangkang kerang. Penggunaan komersial dari
kitin meliputi plastik pmbungkus makanan.

Protein

Semua protein merupakan polimer kondensasi dari asam


amino. Sebuah jumlah besar protein ada di alam. Sebagai contoh,
tubuh manusia diperkirakan memiliki 100.000 protein yang
berbeda. Semua protein berasal dari hanya dua puluh macam
asam amino. Satu molekul air terbentuk saat proses reaksi
kondensasi antara gugus asam karboksilat dengan gugus amino.
Hasil reaksi tersebut adalah terbentuk ikatan peptida. Dengan
demikian protein disebut sebagai polipeptida karena mengandung
sekitar lima puluh sampai ribuan residu asam amino yang terikat
oleh ikatan peptida.

Asam nukleat
Asam nukleat merupakan polimer kondensasi. Setiap unit
monomer dalam asam nukleat terdiri dari satu gula sederhana,
satu gugus asam fosfat, dan satu dari sekelompok senyawa
nitrogen heterosiklik yang berperilaku kimia sebagai basa. Ada
dua macam asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA)
yang mana merupakan gudang informasi genetik, dan asam
ribonukleat (RNA), yang bertugas mentransfer informasi genetik
dari DNA sel ke sitoplasma, di mana sintesis protein terjadi.
Monomer yang digunakan untuk membuat DNA dan RNA
disebut nukleotida. Nukleotida DNA terdiri dari gugus fosfat,
gula deoksiribosa, dan salah satu dari empat basa yang berbeda
yaitu adenin, sitosin, guanin, atau timin. Pada RNA tidak terdapat
timin, melainkan urasil.

Karet alam

Karet alam adalah polimer yang terdiri dari adisi ribuan unit
monomer isoprena. Karet diperoleh dari pohon Hevea brasiliensis
dalam bentuk lateks. Perbedaan antara karet alam dan polimer
alam lain adalah bentuk geometris dari molekul poliisoprena.
Gugus -CH2 bergabung oleh ikatan rangkap dengan konfigurasi
cis, sedangkan polimer yang lain menggunakan konfigurasi trans.
Perbedaan struktur tersebut sangat berpengaruh terhadap
elastisitas.
Pengertian Polimer Buatan (Sintetis)
Polimer sintetis adalah polimer buatan manusia. Dari sudut
pandang kegunaan, polimer dapat diklasifikasikan ke dalam
empat kategori utama. Jenis-jenis polimer sintetis ada 4 macam
yaitu termoplastik, termoset, elastomer dan serat sintetis. polimer
sintetis ditemukan umumnya dalam berbagai produk seperti uang,
lem super, pelapis dll. Berbeda dengan polimer alam yang terjadi
melalui polimerisasi kondensasi, polimer buatan terjadi karena
proses polimerisasi adisi.
Polimer sintetis dibuat dengan berbagai variasi pada susunan
rantai utama dan rantai samping. Tulang punggung polimer
sintetis seperti plastik, polistirena, dan poliakrilat terdiri dari atom
karbon yang saling berikatan, sedangkan polimer rantai hetero
seperti poliamida, poliester, poliuretan, polisulfida dan
polikarbonat mengandung unsur-unsur lain seperti oksigen,
belerang, dan nitrogen yang disisipkan di sepanjang tulang
punggung. Silikon terdapat pada tulang punggung polimer
siloksana, dan polisiloksana tersebut tidak memiliki atom karbon.
Maka dari itu polisiloksana disebut dengan polimer anorganik.
Polimer koordinasi mengandung berbagai logam pada susunan
tulang punggung, yang terhubung melalui ikatan non-kovalen.

Contoh Polimer Buatan

Polimer anorganik
Polisiloksana
Siloksana adalah gugus fungsional dalam kimia
organosilikon dengan rantai Si-O-Si. Induk siloksana termasuk
hidrida oligomer dan polimerik dengan rumus H(OSiH 2)nOH dan
(OSiH2)n. Siloksana juga termasuk senyawa bercabang. Ciri
siloksana adalah setiap pasangan silikon pusat dipisahkan oleh
satu
atom
oksigen.
Contoh
polisiloksana
adalah
polidimetilsiloksana
Polifosfazena
Polifosfazenamerupakan polimer gabungan anorganikorganik dengan sejumlah susunan tulang punggung berbeda yang
mengandung fosfor dan nitrogen. Hampir semua molekul berisi
dua gugus samping organik atau organologam melekat pada
setiap atom fosfor. Rumus umumnya adalah (N=PR 1R2)n, di mana
R1 dan R2 merupakan gugus samping organik atau organologam.

Polimer organik
Polipropilena

Polipropilena (PP), juga dikenal sebagai polipropena, adalah


polimer termoplastik yang digunakan untuk keperluan, tekstil
(misalnya, tali, pakaian, dan karpet, alat tulis, peralatan
laboratorium, pengeras suara, komponen otomotif, dan uang
kertas polimer). Polimer yang terbuat dari monomer propilena
bersifat kasar dan tahan terhadap pelarut kimia, asam dan basa.
Polistirena
Polistirena merupakan polimer sintetis aromatik yang terbuat
dari monomer stirena. Polistirena merupakan salah satu plastik
yang paling banyak digunakan, dengan skala produksi beberapa
miliar kilogram per tahun. Polistirena mempunyai sifat alami
transparan, namun dapat diwarnai dengan pewarna tertentu.
Penggunaan termasuk kemasan pelindung dan wadah (seperti
tutup, botol, nampan, gelas, dan sendok garpu sekali pakai yang
sering disebut stirofoam).
Sebagai polimer termoplastik, polistirena bersifat glassy
pada suhu kamar tetapi meleleh jika dipanaskan di atas sekitar
100 C yang merupakan temperatur transisi gelas polistirena.
Polistirena menjadi kaku kembali ketika didinginkan.