Anda di halaman 1dari 3

I.

PENDAHULUAN
Saat ini telah banyak beredar berbagai jenis makanan yang menawarkan rasa
dan manfaat yang beragam. Salah satu jenis makanan yang paling digemari di
seluruh dunia adalah cokelat. Cokelat merupakan salah satu olahan kakao.
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kakao terbesar di dunia. Untuk
konsumsi olahan kakao di Indonesia yaitu berkisar 60 gram/kapita (0,06
kg/kapita/tahun). Data untuk jumlah rata-rata yang dibeli oleh pembeli merupakan
asumsi tingkat konsumsi produk cokelat batangan menurut pakar cokelat (kakao)
dari Departemen Perindustrian yaitu sebesar 10% dari tingkat konsumsi produk
olahan kakao di Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat akan makanan yang
sehat, maka gaya hidup masyarakat saat ini mulai berubah menggunakan herbal
alami

untuk pengobatan dibanding dengan

penggunaan obat

kimiawi.

Pemanfaatan herbal alami dalam kehidupan sehari-hari secara terus menerus


diyakini mampu mengurangi resiko timbulnya penyakit.
Sebagian besar masyarakat masih berpendapat bahwa herbal alami masih
diolah dalam bentuk yang tidak menarik dan dengan rasa yang tidak enak seperti
rasa-rasa pahit jamu. Terlebih lagi, sebagian besar orang yang menskonsumsi
herbal adalah para orang tua, sedangkan kelompok umur anak kecil sampai remaja
jarang mengkonsumsi herbal alami.
Pemanfaatan herbal alami yang dapat dikonsumsi dan bermanfaat bagi
semua kalangan serta dapat dikemas dalam bentuk yang menarik menjadi latar
belakang dalam pembuatan cokelat dengan kandungan herbal didalamnya.
Cokelat yang mempunyai rasa enak dan disukai hampir semua kalangan
dikombinasikan dengan herbal alami seperti kulit buah manggis, pegagan dan jahe
dijadikan salah satu alternatif dalam mengupayakan penerapan hidup sehat.
Kandungan

tinggi

antioksidan

pada

kulit

buah

manggis,

kemampuan

meningkatkan daya ingat dari pegagan serta jahe yang dapat memberikan rasa
hangat pada tubuh menjadi nilai tambah dari produk cokelat ini.
Masih jarangnya produksi coklat herbal juga mendorong dilakukan usaha
ini. Selain itu, usaha ini dijadikan sebagai salah satu bentuk aplikasi keahlian yang
telah dipelajari serta salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk

membantu terwujudnya kesehatan masyarakat. Dengan demikian, usaha cokelat


herbal ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta memberikan
cara alternatif hidup sehat bagi semua kalangan dengan mudah dan rasa yang
enak.

II. TUJUAN
Tujuan pendirian usaha Berlania Choco ini antara lain:
1. Sebagai bentuk aplikasi keahlian yang telah dipelajari
2. Meningkatkan ketertarikan masyarakat akan makanan yang mengandung
3.
4.
5.
6.

bahan herbal menyehatkan


Membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Meningkatkan nilai dari bahan-bahan alam Indonesia
Memberikan pilihan variasi produk sehat bagi masyarakat
Membantu masyarakat untuk hidup sehat dengan cara yang mudah

III. PENGELOLAAN FUNGSI


IV. NAMA USAHA
V. ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN
Alat dan bahan yang diperlukan untuk pendirian Berlania Choco
adalah:
1. Bangunan, terdiri dari:
a. Dapur tempat produksi
b. Toilet
c. Ruangan pengemasan
d. Ruangan tempat meletakkan barang produksi dan tempat
penjualan
2. Kelengkapan toko Berlania Choco
a. Sumber air
b. Sumber penerangan
c. Ventilasi
d. Papan nama toko
3. Alat untuk produksi:
a. Panci
b. Kompor
c. Sutel
d. Cetakan coklat

e.
f.
g.
h.
i.

Lemari es
Pisau
Timbangan
Sendok
Gunting

4. Bahan
a. Cokelat batangan
b. Ekstrak kering kulit buah manggis, pegagan dan jahe.
c. Susu
d. Gula
e. Air
f. Gas
g. Kertas label
h. Kotak kemasan
i. Aluminium foil
5. Perlengkapan promosi
a. Pamflet
VI. TENAGA KERJA
VII. STRATEGI DAN INOVASI
VIII. STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN USAHA
IX. PENUTUP