Anda di halaman 1dari 13

Aditya Shafiya Apriliaputri

33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

TUGAS KEWARGANEGARAAN
1. Geopolitik berasal dari kata geo atau bumi dan politik, yang
berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan
dasar dalam memetukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk
mewujudkan tujuan nasional. Geopolitik juga dapat diartikan
gagasan-gagasan yang akan dapat mewujudkan suatu kekuatan
politik yang berpengaruh pada bangsanya. Negara identik dengan
suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti
kekuatan, maka makin luas potensi ruang tersebut makin besar
kemungkinan kelompok politik itu tumbuh (teori ruang dan konsep).
Pemahaman Geopolitik di Indonesia berdasarkan tentang
kekuatan, kekuasaan, paham perang, damai, serta disesuaikan
dengan kondisi dan konstelasi geografi Indonesia. Sedangkan
pemahaman tentang negara Indonesia menganut paham kepulauan,
yaitu paham yang dikembangkan atas asas archipelago yang
memang berbeda dengan pemahaman archipelago di negaranegara Barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari
pemahaman ini adalah menurut paham Barat laut berperan sebagai
pemisah pulau, sedangkan menurut paham Indonesia laut adalah
penghubung sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang
utuh sebagai Tanah Air dan bisa disebut dengan negara
kepulauan.
2. A. Konsep negara kepulauan merupakan konsep yang pada
mulanya dicetuskan oleh Indonesia agar setiap negara kepulauan
yang memiliki beberapa pulau dapat menikmati hak untuk
menerapkan kedaulatan di laut yang menjadi penghubung antar
pulau. Diterimanya konsep tersebut dalam Hukum Laut
Internasional menyebabkan negara-negara kepulauan di dunia yang
awalnya memiliki wilayah kedaulatan yang terpisah antara satu
pulau dengan pulau lainnya menjadi saling terhubung.
B. Dasar Pertimbangan dalam Mengembangkan Wawasan
Nasional Indonesia dari Aspek Filosofis
Nilai-nilai Pancasila sesungguhnya berakar dan berkembang dalam
hati sanubari dan kesadaran bangsa Indonesia. Nilai-nilai ini juga
tercakup dalam penggalian dan pengembangan wawasan nasional.
Setiap sila dalam Pancasila memberikan nilai-nilai tentang landasan
filosofis yang nantinya akan menjadi dasar pemikiran tentang
wawasan nusantara dan wawasan nasional.
Dasar Pertimbangan dalam Mengembangkan Wawasan
Nasional Indonesia dari Aspek Kewilayahan
Dasar aspek kewilayahan tentang pemikiran akan wawasan
nusantara yaitu didasarkan atas letak geografis yaitu batas-batas

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

astronominya dari wilayah Indonesia yang merupakan negara


kepulauan. Selain dari batas astronomi, letak wilayah kepulauan
Indonesia juga didasarkan dari pembagian laut antara negara
Indonesia dengan negara disekitarnya. Batas-batas ini sudah
disepakati lewat perundingan-perundingan bersama antara negara
Indonesia dengan negara disekitarnya yang disaksikan oleh PBB
sebagai lembaga tertinggi.
3. A. Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut
prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada
saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara,
sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah Republik
Indonesia dan bukan kawasan bebas. Deklarasi Djuanda selanjutnya
diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia.
Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat
dari 2.027.087 km menjadi 5.193.250 km dengan pengecualian
Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia tapi waktu itu belum
diakui secara internasional.
Isi dari Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957 :
1. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang
mempunyai corak tersendiri
2. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah
merupakan satu kesatuan
3. Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah
belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut
mengandung suatu tujuan:
a. Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik
Indonesia yang utuh dan bulat
b. Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan
azas negara Kepulauan
c. Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih
menjamin keamanan dan keselamatan NKRI
B. Zona Ekonomi Eksklusif yaitu perairan laut yang diukur dari
garis pantai terluar sejauh 200 mil ke arah laut lepas. Apabila Zona
Ekonomi Eksklusif suatu negara berhimpitan dengan Zona Ekonomi
Eksklusif negara lain maka penetapan melalui perundingan dua
negara. Di dalam zona ini, bangsa Indonesia mempunyai hak untuk
memanfaatkan dan mengolah segala sumber daya alam yang
terkandung di dalam.
4. A. Kondisi dan konstelasi geografi Indonesia
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan
(Setneg RI, tt: 66).

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan


dua lautan (Lautan India dan Lautan Pasifik) sehingga tepatlah
jika dinamakan nusa di antara laut/ air yang selanjutnya
dinamakan Nusantara.
Wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan dilewati
oleh Geostationary Satellite Orbit (GSO).
B. Ajaran dasar wawasan nasional Indonesia sebagai
geopolitik adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai
strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah
dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan dalam
setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
5. Unsur Dasar Wawasan Nusantara
A. Wadah (Contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba
nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka
ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan
yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam
wujud suprastruktur politik dan wadah dalam kehidupan
bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud
infrastruktur politik.
B. Isi (Content)
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan
cita-cita serta tujuan nasional.
C. Tata laku (Conduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari :
- Tata laku Bathiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan
mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
- Tata laku Lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan
dan perilaku dari bangsa Indonesia.
Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati diri atau
kepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan
yang memiliki rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah
air sehingga menimbulkan rasa nasionalisme yang tinggi dalam
semua aspek kehidupan nasional.
6. A. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan
Politik
Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan
kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah,
ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa, serta
menjadi modal milik bersama bangsa.
Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan
berbicara dala berbagai bahasa daerah, serta memeluk/

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan


Yang Maha Esa harus merupakan kesatuan bangsa yang bulat
dalam arti yang seluas-luasnya.
Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa
satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air,
serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita
bangsa.
Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology
bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan
mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara
merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan
berdasarkan Pancasial dan UUD 1945.
Bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu
kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu
hukum nasional yang mengabdi kepentingan nasional.
Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan
bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadialan
sosial melalui politik luar negeri bebas dan aktif, serta
diabadikan pada kepentinga nasional.
B. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan
Ekonomi
Bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun
efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa
keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh
wilayah tanah air.
Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di
seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan eknominya.
Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara
merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan
sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan
ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
7. A. Arah Pandang ke Dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan
mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya
disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan
terpeliharanya persatuan dan kesatuan. Tujuannya adalah menjamin
terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional
baik aspek alamiah maupun aspek sosial.
B. Arah Pandang ke Luar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional
harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam
semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya,
pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional. Tujuannya

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba


berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
8. Keuntungan Deklarasi Djuanda

Diterimanya konsepsi negara kepulauan (Archipelagic State).

Ditetapkannya lebar laut wilayah (teritorial) 12 mil.

Batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil dan batas landas
kontinen.

Pengakuan status Indonesia sebagai negara kepulauan secara


formal.

9. Implementasi dalam kehidupan politik adalah menciptakan


iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis,
mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
Implementasi dalam kehidupan Ekonomi adalah menciptakan
tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan
peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata
dan adil.
Implementasi dalam kehidupan Sosial Budaya adalah
menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima
dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan
yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
Implementasi dalam kehidupan Pertahanan Keamanan adalah
menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap
bela negara pada setiap WNI.
10.

A. Aspek yang Terdapat pada Trigatra


Geografi
Geografi suatu negara adalah segala sesuatu pada permukaan bumi
yang dapat dibedakan antara hasil proses alam dan hasil ulah
manusia, dan memberikan gambaran tentang karakteristik wilayah
kedalam maupun keluar.
Kekayaan alam
Kekayaan alam adalah segala sumber dan potensi alam yang
terdapat di bumi, di laut, dan di udara dalam wilayah suatu negara.
Kependudukan
Penduduk adalah manusia yang mendiami suatu wilayah negara.
Manusia adalah faktor penentu apa yang dilakukan atau tidak
dilakukan disuatu negara.
Aspek yang Terdapat pada Pancagatra
Ideologi
Ideologi adalah serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis
dan merupakan kebulatan ajaran atau doktrin yang dijadikan dasar

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

serta memberi arah dan tujuan yang ingin dicapai di dalam


kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Politik
Politik diartikan sebagai asas, haluan dan kebijaksanaan yang
digunakan untuk mencapai tujuan, dan oleh karena itu masalah
politik selalu dihubungkan dengan masalah kekuasaan dalam suatu
negara yang berada di tangan pemerintah. Pemerintah akan
menentukan sistem politik yang tepat untuk dilaksanakan dalam
rangka mencapai tujuan nasionalnya.
Ekonomi
Ekonomi yang dijalankan oleh suatu negara merupakan kekuatan
nasional negara yang bersangkutan terlebih di era global sekarang
ini. Bidang ekonomi berperan langsung dalam upaya pemberian dan
distribusi kebutuhan warga negara.
Sosial Budaya
Unsur budaya di masyarakat juga menentukan kekuatan nasional
suatu negara. Hal-hal yang dialami sebuah bangsa yang homogen
tentu saja akan berbeda dengan yang dihadapi bangsa yang
heterogen (plural) dari segi sosial budaya masyarakatnya.
Pertahanan Keamanan
Pertahanan keamanan (Hankam) adalah upaya rakyat semesta
dengan angkatan bersenjata TNI/POLRI sebagai intinya
mempertahankan dan mengamankan bangsa dan negara serta hasil
perjuangannya. Pertahanan keamanan adalah merupakan salah
satu fungsi pemerintahan dalam menegakkan ketahanan nasional
dengan tujuan untuk mencapai keamanan bangsa dan negara serta
hasil perjuangannya.
B. Korelasi Antara Aspek Trigatra dan Pancagatra
Ketahanan nasional hakekatnya bergantung kepada
kemampuan bangsa atau negara di dalam mempergunakan
aspek alamiahnya sebagai dasar penyelenggaraan kehidupan
nasional di segala bidang.
Ketahanan nasional mengandung pengertian keutuhan
dimana terdapat hubungan erat antargatra di dalam
keseluruhan kehidupan nasional.
Kelemahan di salah satu bidang dapat mengakibatkan
kelemahan di bidang lain dan mempengaruhi kondisi
keseluruhan.
Ketahanan nasional bukan merupakan suatu penjumlahan
ketahanan segenap gatranya, melainkan ditentukan oleh
struktur atau konfigurasi aspeknya secara structural dan
fungsional
11.

A. Asas Kesejahteraan dan Keamanan

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

Asas kesejahteraan dan keamanan adalah suatu asas yang tidak


bisa dipisahkan karena keduanya saling mempengaruhi. Keamanan
dan kesejahteraan harus saling berdampingan pada kondisi apapun.
Kedua aspek ini merupakan tolak ukur dalam ketahanan nasional
suatu negara. Jika masyarakat disuatu negara sejahtera maka
masyarakat tersebut akan merasa aman begitu pula suatu negara
yang aman akan merasa sejahtera. Kesejahteraan adalah suatu
kondisi manusia yang berada pada keadaan makmur, sehat, damai
dan kebutuhannya terpenuhi. Sedangkan keamanan adalah keadaan
manusia yang bebas dari bahaya
B. Asas Komprehensif Integral
Menurut pengertiannya komprehensif bersifat mampu menerima
dengan baik, dan memiliki wawasan yang luas dan menyeluruh.
Sedangkan integral berarti terintegrasi atau menyatu. Asas
komperhensif integral adalah bagaimana cara menyikapi dan
meyelesaikan masalah yang timbul dalam suatu negara secra baik,
berwawasan luas, menyeluruh dan terintegrasi serta saling bersatu.
Hal ini berdasarkan kehidupan masyarakat merupakan suatu sistem
yang berarti masyarakat merupakan suatu kesatuan yang saling
berkaitan satu sama lain untuk mecapai subuah tujuan yang sama.
12.
A. Ketahanan Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan ajaran yang
memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar
tentang kehidupan yang dicita-citakaan oleh suatu bangsa dan
Negara. Keampuhan suatu ideologi tergantung kepada rangkaian
nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta dapat
menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia baik
sebagai perseorangan maupun sebagai anggota masyarakat. Secara
teori, suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran atau
falsafah pelaksanaan dari sistem itu sendiri.
B. Pengaruh Aspek Politik
Politik berasal dari kata Politics dan/atau Policy. Artinya
berbicara politik akan mengandung makna kekuasaan
(pemerintahaan) atau juga kebijaksanaan. Pemahaman itu berlaku
di Indonesia dengan tidak memisahkan antara politics dan policy
sehingga kita menganut satu paham yaitu politik. Hubungan
tersebut tercermin dalam fungsi pemerintahan Negara sebagai
penentu kebijaksanaan serta sebagai aspirasi masyarakat sebagai
tujuan yang akan diwujudkan agar kebijaksanaan pemerintahan
Negara tersebut harus serasi dan selaras dengan keinginan dan
aspirasi masyarakat. Politik di Indonesia harus dapat dilihat dalam
konteks ketahanan nasional ini yang meliputi 2 bagian utama, yaitu
politik dalam dan luar negeri.
Politik dalam negeri

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

Politik dalam negeri merupakan politik dan kenegaraan berdasarkan


pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat
mendorong partisipasi dalam suatu sistem yang unsur-unsurnya
terdiri dari struktur politik, proses politik, budaya politik, dan
komunikasi politik.
Politik luar negeri
Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan
nasional dalam pergaulan antar bangsa. Politik luar negeri Indonesia
didasari pada pembukanaan UUD 1945 yakni melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial serta anti penjajahan karena tidak sesuai dengan
peri kemanusiaan dan peri keadilan.
C. Pengaruh Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang
berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat , meliputi
produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Usaha-usaha
untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu
maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan
bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian
yang dianut oleh suatu negara akan memberi corak dan warna
terhadap kehidupan perekonomian dari negara itu. Sistem
perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan
sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Di
sisi lain, sistem perekonomian sosialis dengan sifat perencanaan
dan pengendalian penuh oleh pemerintah, kurang peka terhadap
pengaruh dari luar.
13.

Faktor-faktor Internal yang Mempengaruhi Geostrategi


Sifat Keterbukaan Ekonomi.
Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan bercorak
terhadap kehidupan ekonomi negara tersebut. Selain itu,
sistem ekonomi ini juga sangat dipengaruhi oleh ideologi
negara tersebut.
Struktur ekonomi.
Struktur ekonomi suatu negara akan menentukan sampai
seberapa jauh negara tersebut mampu menghadapi pengaruh
yang timbul baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Potensi dan pengelolaan SDA.
Negara dengan potensi SDA yang beraneka ragam akan
mampu menghadapi ATHG yang ditambah dengan
kemampuan untuk mengelola SDA ini yang didukung dengan

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

potensi dari sumber daya yang lain seperti SDM, modal, dan
teknologi yang maju.
Potensi dan pengelolaan SDM.
Sumber daya manusia yang berkualitas mempunyai nilai yang
positif bagi pembinaan dan pengembangan ketahanan
nasional.
Teknologi.
Kemajuan teknologi akan sangat berpengaruh pada kehidupan
ekonomi suatu negara tersebut. Namun, kemajuan ini juga
akan menimbulkan kerawanan, karena ketergantungan yang
besar terhadap teknologi dari luar karena kurangnya
kemampuan menguasai teknologi yang diperlukan serta
pemanfaatannya (penggunaan teknologi maju oleh negara
berkembang).
Manajemen.
Penerapan manajemen yang tepat dan memadai akan sangat
berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi dimana tujuannya
untuk meningkatkan produktivas dan mutu produksi barang
dan jasa.
Infrastruktur.
Infrastruktur ini akan sangat berpengaruh terhadap
kelancaran arus barang dan jasa.
Diversifikasi pemasaran.
Peningkatan produksi akan berarti jika pemasaranya dilakukan
baik ke dalam maupun ke luar negeri, pemasaran ini akan
menimbulkan persaingan sehingga diperlukannya diversifikasi
pemasaran barang dan jasa.

14.
Ditinjau dari aspek ketahanan nasional bidang politik
dan bidang ekonomi, maraknya berbagai bentuk perilaku
kekerasan (radikalisasi) yang mengarah kepada tindakan anarkisme
ini disebabkan karena tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat,
meliputi produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa. Halhal ini juga dapat terjadi karena kebijaksanaan yang dibuat oleh
pemerintahan negara tidak serasi dan selaras dengan keinginan,
aspirasi, dan kebutuhan masyarakat.
15.
Kondisi kehidupan politik nasional dewasa ini dapat
dikatakan mengalami instabilitas politik (mengalami
gangguan) dikarenakan lemahnya ketahanan nasional yang
dimiliki oleh Indonesia. Ketahanan nasional adalah suatu kekuatan
dan kemampuan, baik fisik maupun mental, untuk menanggulangi
berbagai macam tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan,
baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri,
dalam perjuangan mencapai tujuan nasional. Semakin tinggi
ketahanan nasional yang dapat dicapai, maka semakin mantap pula

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

kesatuan dan persatuan nasional. Semakin mantapnya persatuan


dan kesatuan nasional, berarti semaki dekat dalam mencapai tujuan
nasional.
16.
17.
Contoh Permasalah Perbatasan (Darat dan Laut) dan
Solusi
Indonesia dan kawasan sekitarnya dapat menjadi daerah rawan
sengketa. Sengketa ini bisa terjadi mengingat Indonesia masih
belum menyelesaikan masalah-masalah semisal batas laut dengan
negara-negara seperti, Australia, Filipina, Palau, Papua Nugini dan
Timor Leste. Proses perundingan perbatasan membutuhkan waktu
yang lama, sementara itu hal ini akan menjadikan Indonesia rentan
terhadap pengaruh asing akibat kontrol di perbatasan yang lemah.
Mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme sangat mungkin
dilakukan di Indonesia yang sangat luas dengan kondisi
geografisnya dan pengawasan yang terbatas. Secara ringkas,
hubungan antara posisi geografis yang strategis dan keberadaan
negara Indonesia di masa mendatang salah satunya akan
ditentukan oleh seberapa baik negara ini menyelesaikan proses
perundingan perbatasan. Hasil dari perundingan perbatasan dengan
negara lain akan menentukan strategi pengelolaan perbatasan dan
pertahanan. Penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia
bahwa letak dan kondisi geografis negara ini sangat mempengaruhi
keberadaanya di masa depan. Masyarakat juga perlu untuk
menyadari bahwa menyandarkan pemerintah seorang diri untuk
mengahadapi tantangan atas fakta geografis dari negara ini adalah
hal yang keliru. Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengatasi
dan menginisiasi tantangan di masa depan seorang diri. Kita juga
perlu untuk mendukung pemerintah dikarenakan masa depan
masyarakat Indonesia dipertaruhkan di sini. Patut diingat,
masyarakat banyak yang kecewa ketika Pulau Sipadan-Ligitan lepas
dari wilayah Indonesia meski awalnya mereka tidak tahu atau
bahkan peduli dengan keberadaan pulau tersebut. Ketidakpedulian
dan ketidaktahuan kita terhadap wilayah dan geografi Indonesia
akan berujung bencana bagi diri sendiri. Perlu untuk digarisbawahi
bahwa keberadaan Indonesia di masa mendatang terletak pada
seberapa jauh masyarakat mengenali dan memahami wilayah yang
kita tinggali saat ini.
18.
Proses Penyusunan Kerangka Pembangunan Nasional
Dalam Sisrenbangnas, perencanaan pembangunan itu berawal dari
Presiden, yaitu melaui penyampaian visi, misi, dan program. Dengan
menggunakan semua unsur penyelenggara negara seperti
Bappenas, Bappeda, Kepala Daerah dan sebagainya, maka

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

diadakanlah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional


(Musrenbang) yang akhirnya menetapkan Rencana Pembangunan
Jangka Panjang (RPJP) , Rencana Pembangunan Jangka Menengah
(RPJM), dan rencana-rencana lainnya.
19.
Implikasi dalam Pembangunan Nasional dari Aspek
Ekonomi dan Ketahan Nasional
20.
A. Faktor Penyebab Terjadinya Korupsi
Faktor penyebab korupsi secara garis besar adalah:
Faktor Politik
Faktor politik sebagai penyebab korupsi telah banyak terjadi di
berbagai negara. Para penguasa adalah pihak yang paling
memiliki kesempatan untuk melakukan korupsi dengan
kekuasaannya. Power tends to corrupt, but absolute power
corrupts absolutely (kekuasaan cenderung korupsi, tetapi
kekuasaan yang berlebihan mengakibatkan korupsi berlebihan
pula (Lord Acton, 1834-1902).
Faktor Yuridis
Faktor yuridis di sini ialah lemahnya sanksi hukum terhadap
tindak pidana korupsi. Dalam hal ini ada dua aspek: (a)
peranan hakim dalam menjatuhkan putusan; (b) sanksi yang
memang lemah berdasarkan bunyi pasal-pasal dan ayat-ayat
pada peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan
tindak pidana korupsi. (Lihat: UU Nomor 31 tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor
20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi).
Faktor Budaya
Sebagaiamana telah dijelaskan, bahwa budaya korupsi
merupakan warisan budaya kolonial, dan ketika pemerintahan
kolonial sudah berakhir praktik korupsi masih terus berjalan.
Termasuk dalam kategori ini adalah adanya praktik pemberian
hadiah yang sudah melembaga, budaya pemerintahan
patrimonial yang menganggap bahwa kekuasaan adalah
miliknya, budaya nepotisme yaitu mengakomodasi
kepentingan keluarga dalam pemerintahan secara tidak wajar,
dan sebagainya.
Menurut Alatas (1986:46), penyebab-penyebab korupsi khususnya
di Indonesia bisa diidentifikasi sebagai berikut:
Ketiadaan atau kelemahan pemimpin dalam posisi-posisi kunci
yang mampu memberikan ilham dan mempengaruhi tingkah
laku yang menjinakkan korupsi.
Kelemahan pengamalan ajaran-ajaran agama dan etika.

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

Akibat kolonialisme atau suatu pengaruh pemerintahan asing


tidak menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan
untuk membendung korupsi.
Kurang dan lemahnya pengaruh pendidikan.
Kemiskinan yang bersifat struktural.
Sanksi hukum yang lemah.
Kurang dan terbatasnya lingkungan anti korupsi.
Struktur pemerintahan yang lunak.
Perubahan radikal sehingga terganggunya kestabilan mental
dan korupsi muncul sebagai penyakit tradisional.
Kondisi masyarakat, karena korupsi dalam suatu birokrasi
bisa memberikan cerminan keadaan masyarakat secara
keseluruhan.
B. Strategi dalam Mengatasi Korupsi
Hamzah (2005:249) menyarankan penerapan strategi
pemberantasan korupsi di Indonesia dengan Prevention, yaitu
pencerahan untuk pencegahan, sedangkan pada sisi kanan dan kiri
masing-masing Publik Education, yaitu pendidikan masyarakat
untuk menjauhi korupsi dan Punishment, yaitu pemidanaan atas
pelanggaran tindak pidana korupsi.
Gunner Myrdal sebagaimana yang dikutip oleh Jur. Andi Hamzah
(2006 : 247) menyebutkan bahwa jalan untuk memberantas korupsi
di negara-negara berkembang ialah :
Menaikkan gaji Pegawai rendah (dan menengah)
Menaikkan moral pegawai tinggi
Legitimasi pungutan liar menjadi pendapatan resmi atau legal
Elit kekuasaan harus memberi keteladanan bagi yang
di bawah.
Solusi untuk menanggulangi korupsi juga dapat dilihat dari dua sisi
yaitu :
1. Preventif
Upaya ini bersifat mencegah agar jangan sampai terjadi
korupsi atau untuk meminimalkan penyebab korupsi.
Upaya preventif yang dapat dilakukan yaitu :
Keteladanan orang tua dalam keluarga (tidak
melakukan korupsi).
Penerapan pendidikan anti korupsi dalam pendidikan
karakter disekolah dan mata kuliah Korupsi Perguruan
Tnggi.
Siraman Rohani oleh tokoh agama mengenai Korupsi.
Para tokoh agama dalam khotbah ibadah kepada
umatnya menjelaskan bahwa korupsi adalah dosa
dan hukuman berat.
Sosialisasi mengenai korupsi dimedia massa maupun
media sosial (internet).

Aditya Shafiya Apriliaputri


33-2015-073
Desain Komunikasi Visual

2.

Membuat sistem kontrol korupsi dan SOP yang jelas di


perusahaan swasta dan instansi pemerintah (birokrat).
Penerapan budaya malu bila korupsi.
Keteladanan Pemimpin, tokoh masyarakat dan wakil
rakyat.
Menerapkan sistem renumerasi yang layak di
perusahaan swasta dan instansi pemerintah.
Menerapkan Transparansi dan Akuntabilitas laporan
keuangan sektor pemerintah.
Melakukan perencanaan dan monitoring secara terus
menerus.

Represif
Upaya ini bersifat menekan, menahan atau mengekang
korupsi. Usaha Represif ini merupakan strategi yang
diarahkan agar setiap korupsi yang diindentifikasi dapat
diperiksa dan disidik secara tepat dan akurat sehingga
diketahui duduk persoalan sebenarnya, untuk memudian
diberikan sanksi yang tepat dengan mengikuti prosedur yang
berlaku. Upaya Represif yang dapat dilakukan yaitu:
Memberitakan dan menayangkan wajah koruptor
dimediamassa, media elektronik maupun media sosial
(internet)
Mendorong partisipasi masyarakat pada gerakan anti
korupsi.
Penegakan hukum yang tegas dengan
menjatuhkan sanksi (hukuman) yang berat kepada
koruptor.
Kerjasama aktif antara LSM, para penggiat anti korupsi
dan civil society dengan KPK dalam memerangi korupsi
Memberikan kesempatan KPK untuk bekerja
Independen dibawah pengawasan masyarakat.
Penerapan aturan larangan menerima hadiah,
grafitikasi, suap dan pemerasan.
Pelaporan terhadap kekayaan pejabat.
Memberikan reward (award) bagi pelapor tindak
korupsi dan penggiat anti korupsi