Anda di halaman 1dari 2

Selain sebagai makhluk individu, manusia adalah makhluk sosial.

Manusia
suka hidup berkelompok karena adanya dorongan alamiah yang menunjukkan
bahwa manusia sebagai makhluk hidup harus memenuhi kebutuhan-kebutuhannya
seperti, makan-minum, seks, tempat tinggal, dan juga kebutuhan eksistensial yang
butuh diakui oleh orang lain.Adanya hukum alam yang melingkupi kehidupan
makhluk hidup (manusia), yaitu adanya kontradiksi yang harus dihadapi dan insting
kerjasama lahir dari situasi seperti itu.
Masyarakat luas dapat memanfaatkan Komunitas bukan hanya sebagai ajang
ekspresi diri, namun juga pengembangan diri. Kesetaraan yang disepakati dalam
modal sosial (social capital) masing-masing Komunitas, memungkinkan sebuah
distributed-leadership.
Komunitas dapat didefinisikan sebagai kelompok khusus dari orang-orang
yang tinggal dalam wilayah tertentu, memiliki kebudayaan dan gaya hidup yang
sama, sadar sebagai satu kesatuan, dan dapat bertindak secara kolektif dalam
usaha mereka dalam mencapai tujuan. Bruce J. Cohen, Sosiologi suatu
pengantar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1992) hal 315
Solidaritas Sosial
a. Pengertian Solidaritas
Durkheim dikutip dari Johnson (dalam http://digilib.uinsby.ac.id/ , diakses 16
November 2015) menyatakan bahwa solidaritas sosial meupakan suatu keadaan
hubungan antara individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan
kepercayaan yang diaanut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional
bersama. Wujud nyata dari hubungan bersama akan melahirkan pengalaman
emosional, sehingga memperkuat hubungan antar mereka. Johnson Paul D, Teori
Sosiologi: Klasik dan Modern, hal 181.
Ikatan solidaritas sosial lebih mendasar daripada hubungan kontraktual yang dibuat
atas persetujuan rasional, karena hubunganhubungan serupa itu mengandaikan
sekurang-kurangnya satu derajat konsensus terhadap prinsip-prinsip moral yang
menjadi dasar kontrak itu.
Dalam masyarakat, manusia hidup bersama dan berinteraksi, sehingga
timbul rasa kebersamaan diantara mereka. Rasa kebersamaan ini milik masyarakat
yang secara sadar menimbulkan perasaan kolektif. Selanjutnya, perasaan kolektif

yang merupakan akibat dari kebersamaan, merupakan hasil aksi dan reaksi
diantara kesadaran individual. Jika setiap kesadaran individual itu menggemakan
perasaan kolektif, hal itu bersumber dari golongan khusus yang berasal dari
perasaan kolektif tersebut. Pada saat solidaritas mekanik memainkan peranannya,
kepribadian tiap individu boleh dikatakan lenyap, karena ia bukanlah diri individu
lagi, melainkan hanya sekedar makhluk kolektif. Jadi masing-masing individu
diserap

dalam

kepribadian

kolektif.

Peter

Beilharz,

Teori-Teori

Sosial,

(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003), hal. 106-107


Beberapa manfaat komunitas
Adapun beberapa manfaat dari komunitas, diantaranya seperti di bawah ini:
Anggota komunitas bisa mendapatkan info-info termasuk tentang perkembangan
hal-hal mengenai klub yang didaftarkan.
Dapat menjalankan program dengan arah yang sama dan dapat saling memberikan
informasi ter-update satu sama-lain.
Lalu dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang yang memiliki
pemikiran dan tujuan yang sama.
Tempat berbagi pengalaman / sharing.
http://www.pengertianku.net/2015/05/pengertian-komunitas-dan-menurutpara-ahli.html